cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
AKTUALISASI LANJUT USIA MELALUI KARANG WERDHA ISMOYO DI KELURAHAN BANJAREJO KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN Suraya, Gatot; Rahman, Nuril Endi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52101

Abstract

Meningkatnya populasi orang lanjut usia memerlukan upaya pengelolaan serius baik dari pemerintah melalui perlindungan sosial dan dari masyarakat melalui perawatan keluarga. Terjadinya kasus penelantaran lansia merupakan wujud perubahan nilai-nilai di masyarakat, sehingga memerlukan perlindungan dari negara. Panti karang werdha Ismoyo merupakan salah satu karang werdha yang memberikan pelayanan kepada para lansia di Kota Madiun. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan wujud aktualisasi lansia melalui karang werdha Ismoyo. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah aktualisasi lansia di karang werdha Ismoyo ialah pemenuhan kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis, rasa aman, penghargaan diri, hubungan sosial, dan aktualisasi diri. Para lansia memaknai hidupnya sebagai lansia yang berharga, produktif, dan memiliki keberfungsian sosial melalui serangkaian aktivitas yang ada di karang werdha Ismoyo. The increasing population of elderly people requires serious management efforts both from the government through social protection and the community through family care. The occurrence of cases of elderly neglect is a manifestation of changing values in society, so it requires protection from the state. Panti karang werdha Ismoyo is one of the karang werdha that serves the elderly in Madiun City. The purpose of this study is to describe the form of actualization of the elderly through Ismoyo’s karang weird. The research method uses qualitative descriptives, data collection using in-depth interview techniques, observation, and documentation studies. The result of this study is the actualization of the elderly in Ismoyo retirement homes is the fulfillment of needs ranging from physiological needs, security, self-esteem, social relationships, and self-actualization. The elderly interpret their lives as valuable, productive, and socially functioning elderly through a series of activities at Ismoyo retirement home.
PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN ORGANISASI LOKAL MITIGASI BENCANA DI DESA BANDORASAKULON KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN Safitri, Fani Wahyu; Gutama, Arie Surya; Humaedi, Sahadi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.53043

Abstract

Bencana memiliki konsekuensi yang merugikan bagi kehidupan manusia, mencakup kerugian materi, sosial, dan psikologis. Kondisi akibat bencana diperlukan adanya penanganan secara efektif, salah satunya dilakukan dalam level komunitas melalui pemanfaatan organisasi lokal sebagai sarana bagi masyarakat menyelesaikan masalah bersama. Penelitian ini berupaya menggambarkan persepsi masyarakat terhadap pembentukan organisasi lokal dalam mitigasi bencana Di Desa Bandorasakulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, salah satu contohnya adalah TBM Barata Daya dan KTH Bakti Mandiri II. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner dan observasi lapangan. Sampel yang diambil  Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 50% responden memberikan tanggapan sangat setuju, 40% setuju dan 10% netral, sehingga sebagian besar masyarakat di Desa Bandorasakulon merasa penting dibentuknya suatu organisasi lokal yang bergerak dalam bidang mitigasi bencana. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Bandorasakulon memiliki kesadaran terkait lingkungan sekitarnya yang rawan terhadap bencana serta sebagai ciri masyarakat menginginkan adanya akses untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam penanggulangan bencana. Disasters have adverse consequences for human life, including material, social, and psychological matters. Conditions due to disasters require effective handling, one of which is carried out at the community level through the use of local organizations as a means for the community to solve problems together. This study seeks to describe community perceptions of the formation of local organizations in disaster mitigation in Bandorasakulon Village, Cilimus District, Kuningan Regency, one example is TBM Barata Daya and KTH Bakti Mandiri II. The approach used in this study is a descriptive quantitative approach with data collection techniques through questionnaires and field observations. The results showed that as many as 50% of respondents gave very agreeable responses, 40% agreed and 10% were neutral, so that most people in Bandorasakulon Village felt it was important to form a local organization engaged in disaster mitigation. Therefore, it can be concluded that the people of Bandorasakulon Village have awareness related to the surrounding environment that is prone to disasters and as a characteristic of the community wants access to improve their ability in disaster management.
MANFAAT PROGRAM LIFE SKILL DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK DI PANTI ASUHAN HARAPAN TJITRA KOTA BENGKULU Fadlurrohim, Ishak; Permata, Sri Putri; Pasaribu, Damiana Widya
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.50902

Abstract

Program life skill mampu meningkatkan kemandirian anak dalam kemandirian. penelitian mendeskripsikan dan menganalisis manfaat program life skill dalam meningkatkan kemandirian anak. Pendekatan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik purposive sampling, meliputi 11 informan terdiri dari 3 orang pengasuh dan merangkap sebagai pengurus, 8 anak bersekolah di tingkat SD. Teknik pengumpulan data yaitu dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program life skill yaitu daily living skill, vocational skill, dan personal social skill bermanfaat dalam  meningkatkan kemandirian anak di Panti Asuhan Harapan Tjitra Kota Bengkulu. Pada aspek daily living skill meliputi aspek  kemandirian emosional anak-anak mampu mengekspresikan emosi dan terbuka kepada  pengasuh, aspek kemandirian tingkah laku mampu melaksanakan kegiatan sehari harinya dan aspek kemandirian nilai mampu menerapkan nilai pribadi dan  juga nilai keagamaan. Selanjutnya personal social skill bermanfaat pada dua aspek kemandirian anak yaitu aspek emosional seperti kemampuan berinteraksi dengan teman dan aspek nilai yaitu menerapkan nilai keagamaan. Selain itu, vocational skill bermanfaat pada tiga aspek kemandirian anak baik emosional ditunjukkan melalui keterampilan enterpreneurship dengan tujuan meningkatkan skill dan pengetahuan. Maka anak-anak mampu menerapkan nilai pribadi tentang  skala prioritas dalam dirinya sendiri. Program life skill membantu kemandirian anak dengan kegiatan yang tersusun dan konsisten dilakukan serta didorong motivasi dari pengasuh. The life skill can increase the independence of the autonomy. Research described and analyzes the benefits of the program life skill in increasing the independence. Using qualitative research descriptive approach and Purposive-sampling technique, That includes 11 informants, consisting of 3 nannies and the caretakers, 8 children go to school on a high level. Data collection techniques are from observation., interviews and documentation. Research results show that life skills program is daily living skills. vocational skills, and personal social skills are useful in improving the independence of children in Children’s Orphanage Tjitra of Bengkulu city. The aspects of daily living skills include the aspects of emotional independence of children who are able to express emotions and are open to the nurse. The aspects of behavioral independence are able to perform daily activities and the aspects of value independence are able to apply personal values as well as religious values. Personal social skills are beneficial to two aspects of child’s independence: emotional aspects such as the ability to interact with friends and the aspects of value that are to apply religious values. In addition, vocational useful skill on three aspects independence children emotional shown through enterpreneurship skill with the aim of enhancing skill and knowledge. And be able to apply the child personal worth about the priority in itself. The program will help children with life independence activities composed and consistent and driven by the motivations of caretakers.
PERAN COMMUNITY DEVELOPMENT WORKER DALAM PERLINDUNGAN BAGI ANAK-ANAK KORBAN BENCANA ALAM Wulandari, Arinda Putri; Aprilia, Marwah Dwita; Khofiffah, Fanesha; Humaedi, Sahadi; Darwis, Rudi S.; Apsari, Nurliana Cipta; Raharjo, Santoso Tri; Sulastri, Sri
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52790

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan peran pekerja sosial sebagai community development workers dalam menangani anak-anak korban bencana alam. Pembahasan artikel ini diperoleh melalui studi literatur yang bersumber dari jurnal dan artikel di internet melalui google scholar untuk dijadikan rujukan sebagai dasar teori mengenai konsep community development workers, mengeksplorasi perlindungan sosial bagi anak-anak korban bencana dan menjabarkan peranan pekerja sosial dalam menangani masalah anak-anak korban bencana. Indonesia dengan posisinya yang rawan terhadap bencana alam menunjukkan pentingnya melakukan penanganan terhadap korban bencana terkhusus bagi kelompok-kelompok rentan seperti anak-anak. Hasil analisis yang penulis lakukan menunjukkan bahwa peranan CD Workers dalam penanganan masalah ini adalah sebagai facilitative roles, educational roles, representational roles dan technical roles. Peranan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi anak sehingga dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami. Dengan adanya peranan tersebut dapat memastikan segala kebutuhan yang diperlukan dan mengembalikan keberfungsian secara sosial bagi anak. This article aims to identify and describe the role of social workers as community development workers in dealing with child victims of natural disasters. The discussion of this article was obtained through a study of literature sourced from journals and articles on the internet through Google Scholar to be used as a reference as a theoretical basis regarding the concept of community development worker, exploration of social protection for child victims of disasters and describing the role of social workers in dealing with children's problems. disaster victims. Indonesia, which is prone to natural disasters, shows the importance of handling disaster victims, especially for vulnerable groups such as children. The results of the analysis conducted by the author show that the CD Worker's role in handling this problem is a facilitative role, an educational role, a representational role and a technical role. This role aims to provide services as a form of social protection for children so that they can help solve the problems they are experiencing. With this role, it can ensure all the needs needed and restore social functioning for children.
URGENSI INTERVENSI KRISIS PADA NARAPIDANA REMAJA DENGAN GANGGUAN MENTAL DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN Enggarati, Lanita; Santoso, Meilanny Budiarti; Hidayat, Eva Nuriyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.56378

Abstract

Intervensi krisis sangat penting bagi narapidana remaja dengan gangguan mental di lembaga pemasyarakatan karena mereka menghadapi kerentanan mental yang tinggi akibat kehilangan kebebasan  dan  kondisi  penjara  yang keras. Penelitian menunjukkan narapidana remaja lebih rentan terhadap stres, depresi, dan ideasi bunuh diri dibandingkan narapidana dewasa. Kajian ini menggunakan metode studi literatur, dengan mengumpulkan data sekunder dari penelitian terdahulu  tentang  intervensi  krisis  dan  gangguan  mental  pada narapidana remaja. Intervensi krisis membantu narapidana mengelola kondisi mental melalui langkah-langkah seperti mendefinisikan masalah, memastikan keselamatan, memberikan dukungan, mengeksplorasi alternatif, merencanakan tindakan, dan memastikan komitmen. Psychological First Aid (PFA) juga penting untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan. Program seperti Crisis Intervention Team (CIT) terbukti efektif dalam mengurangi stigma, meningkatkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan efikasi diri petugas dalam menangani gangguan mental. Implementasi intervensi krisis ini krusial untuk memastikan narapidana remaja dapat menjalani rehabilitasi dengan kondisi mental yang lebih baik, mengurangi risiko bunuh diri, memperbaiki gejala kesehatan mental, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
RESOLUSI KONFLIK PEKERJA – PENGUSAHA MELALUI ADANYA KEPEMILIKAN SAHAM SERIKAT PEKERJA Darodjat, Rafan; Irfan, Maulana
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52820

Abstract

Perselisihan antara pengusaha dengan pekerja merupakan suatu hal yang rentan terjadi, karena adanya conflict of interest perbedaan tujuan dan mindset. Pengusaha tentunya menginginkan modal yang diinvestasikan menghasilkan profit dan menempatkan pekerja sebagai bagian dari cost. Pekerja tentunya berkepentingan untuk mendapatkan gaji yang sesuai tanpa perlu mengetahui kondisi perusahaan. Hal tentunya membutuhkan suatu resolusi agar benturan dapat diminimalisir, melalui adanya persamaan kepentingan. Peneliti mencari resolusi perlu adanya persamaan kepentingan antara pekerja dengan pengusaha, yaitu kepentingan agar perusahaannya profitable. Kepemilikan saham serikat pekerja dengan hak suara dapat menjadikan pekerja berkinerja baik karena adanya rasa memiliki, serta keterlibatan serikat dalam RUPS untuk mengetahui arah kebijakan perusahaan. Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, meninjau dari instrumen hukum, disajikan dalam bentuk kualitatif untuk mencapai tujuan mendapatkan resolusi terhadap jawaban isu permasalahan. Conflicts between employers and workers are prone to occur due to the conflict of interest and differences in goals and mindsets. Employers naturally want their invested capital to generate profit and view workers as part of the cost. Workers, of course, are interested in receiving a fair wage without having to know the company's condition. This naturally requires a resolution to minimize the clash, through the existence of common interests. The researcher seeks a resolution that there is a common interest between workers and employers, namely the interest in making the company profitable. Ownership of worker union shares with voting rights can make workers perform well due to a sense of ownership, as well as the involvement of the union in the AGM to know the direction of company policy. The method in this research is normative juridical, reviewing from legal instruments, presented in qualitative form to achieve the purpose of getting a resolution to the answer to the issue.
RANCANG BANGUN PENGEMBANGAN KERANGKA PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI UMKM BERBASIS KONSEP ETOS HIJAU Hanum, Fauziah; Wibowo, Hery
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.51897

Abstract

Kondisi yang menimpa Indonesia pada awal tahun 2020 kemarin yaitu munculnya virus Covid-19 cukup menimbulkan banyak kekacauan terutama pada sektor UMKM. Hal ini menjadi perhatian bersama bagi pihak pemerintah, swasta, akademis, dan pekerja praktik untuk dapat menguatkan dan mengembangkan kembali kondisi UMKM pasca pandemi, guna dapat memberantas kemiskinan di Indonesia. Berangkat dari kerangka berpikir yang memberikan dorongan pada produktivitas manusia dengan memperhatikan pada kepekaan lingkungan yaitu Green Ethos (Etos Hijau) dengan memiliki 3 dimensi di dalamnya, diantaranya: (i) Penghayatan Spiritual, (ii) Pola Pikir Apresiatif, dan (iii) Skema Aksi Produktif, yang jika dihayati memiliki hubungan pada penguatan dan pengambangan pada sektor UMKM di Indonesia. Tentu dalam penerapannya, UMKM memerlukan pengembangan rancang rangka pelatihan kewirausahaan dengan mengkolaborasikan basic pengetahuan usaha ramah lingkungan dengan dimensi etos hijau, sehingga dapat menghasilkan pembaharuan pada kapabilitas dan keterampilan pelaku UMKM. Metode yang digunakan dalam kajian adalah literatur review atau studi kepustakaan, dan berlandasan pada data sekunder sebagai bahan informasi untuk dapat mengembangkan kajiannya. Dalam menciptakan kondisi UMKM yang lebih baik tentu pekerja sosial turut berperan aktif yang berperan sebagai fasilitator, motivator, inovator, dengan melakukan pemberdayaan guna pengembangan UMKM Indonesia dengan berbasis etos hijau. The condition that hit Indonesia at the beginning of 2020, namely the emergence of the Covid-19 virus caused quite a lot of chaos, especially in the MSMEs sector. This is a shared concern for the government, private sector, academics, and practical workers to be able to strengthen and re-develop the post-pandemic condition of MSMEs, in order to eradicate poverty in Indonesia. Departing from a framework that encourages human productivity by paying attention to environmental sensitivity, namely the Green Ethos with 3 dimensions in it, including: (i) Spiritual Appreciation, (ii) Appreciative Mindset, and (iii) Action Scheme Productive, which if internalized has a relationship with the strengthening and development of the MSMEs sector in Indonesia. Of course, in its application, MSMEs need to develop a framework for entrepreneurship training by collaborating basic knowledge of environmentally friendly businesses with the dimensions of a green ethos, so that it can produce renewal of the capabilities and skills of MSME actors. The method used in the study is literature review or literature study, and is based on secondary data as information material to be able to develop the study. In creating better conditions for MSMEs, of course social workers play an active role as facilitators, motivators, innovators, by empowering for the development of Indonesian MSMEs based on a green ethos.
KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP PENGELOLAAN WISATA KONSERVASI PENYU DI KAMPUNG GAG, KABUPATEN RAJA AMPAT Herdiana, Naufaldy Azzura; Humaedi, Sahadi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.53744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap pengelolaan wisata konservasi penyu di Kampung Gag, Kabupaten Raja Ampat. Penelitian ini merupakan evaluasi program pengembangan masyarakat menggunakan instrumen indeks kepuasan masyarakat. Kompetensi pengelola program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat wisata konservasi penyu dinilai melalui empat indikator, yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dimengerti, inovasi/kebaruan yang dilakukan pengelola, kejelasan identitas pengelola, serta pemahaman pengunjung terhadap fungsi pengelola. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasilnya adalah masyarakat memiliki persepsi positif terhadap kompetensi pengelola program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat wisata konservasi penyu. This study aims to determine public perception of the competence of turtle conservation tourism community development and empowerment program managers. This research is an evaluation of community development programs using the community satisfaction index instrument. The competence of turtle conservation tourism community development and empowerment program managers is assessed through four indicators, namely the ability to convey information clearly and easily understood, innovation/novelty carried out by the manager, clarity of the manager's identity, visitor's understanding of the manager's function. The research method used is a descriptive method with a quantitative approach. The result is that the community has a positive perception of the competence of turtle conservation tourism community development and empowerment program managers. 
TAHAPAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PROGRAM PENGAJAR MUDA Dhinantia, Annisa Ariro; Fedryansyah, Muhammad; Gautama, Arie Surya
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.48362

Abstract

Pendidikan merupakan hak setiap anak yang wajib dipenuhi oleh tiap negara dan menjadi salah satu faktor penting dalam menginterprestasikan kewibawaan dari sebuah negara. Namun hingga saat ini masih terdapat daerah yang memiliki layanan pendidikan, mutu pendidikan dan pendidikan serta kemampuan literasi anak-anak yang rendah. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan kurang meratanya tenaga pendidik ataupun guru sehingga berpengaruh juga terhadap kemerataan kualitas Pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia Mengajar mengadakan Program Pengajar Muda dimana para sarjana terpilih untuk direkrut, dilatih, dan dikirimkan oleh Indonesia Mengajar untuk bekerja sama dengan masyarakat sebagai guru dan agen perubahan di pelosok Indonesia selama 1 tahun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tahapan Program Pengajar Muda yang terdiri dari rekrutmen dan seleksi, pelatihan intensif, penugasan, dan orientasi pasca penugasan berdasarkan tahapan pengembangan sumber daya manusia oleh Kettner. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian mendiskripsikan dan menggambarkan bahwa Program Pengajar Muda memiliki 4 tahap pengembangan pengajar muda yang hanya memuat 6 dari 7 tahap pengembangan sumber daya manusia, yaitu tahap perencanaan pengembangan sumber daya manusia, analisis dan desain pekerjaan, rekrutmen, orientasi dan pelatihan, pengawasan dan penilaian, serta terminasi. Education is the right of every child that must be fulfilled by every country and is one of the important factors in interpreting the authority of a country. However, until now there are still areas that have educational services, the quality of education and education as well as low children's literacy skills. This condition can occur due to the uneven distribution of educators or teachers so that it also affects the evenness of the quality of education in Indonesia. Therefore, Indonesia Mengajar held a Young Teacher Program where selected scholars were recruited, trained, and sent by Indonesia Mengajar to work with the community as teachers and agents of change in remote areas of Indonesia for 1 year. This study aims to describe and analyze the stages of the Young Teachers Program which consist of recruitment and selection, intensive training, assignments, and post-assignment orientation based on the stages of human resource development by Kettner. The method used is descriptive qualitative using in-depth interview techniques, observation, and documentation studies. The results of the research describe and illustrate that the Young Teaching Program has 4 stages of developing young teachers which only contain 6 of the 7 stages of human resource development, namely the planning stages of human resource development, job analysis and design, recruitment, orientation and training, supervision and assessment, as well as termination. 
PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN Khoirunnisa, Regita; Fedryansyah, Muhammad; Resnawaty, Risna
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.51714

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripikan pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan. Pembahasan diawali dengan kekerasan terhadap anak kemudian pelayananan sosial untuk anak korban kekerasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Menurut temuan penelitian ini, pelayanan sosial memiliki beberapa tahap diantaranya adanya penjangkauan atau dengan adanya aduan lalu masuk ke tahap pendekatan, assesmen, perencanaan intervensi, pelaksanaan intervensi, monitoring, evaluasi, terminasi dan rujukan. This article aims to describe social services for children who are victims of violence. The discussion begins with violence against children and then social services for child victims of violence. The research method used is literature study. According to the findings of this research, social services have several stages, including outreach or complaints, then entering the approach, assessment, intervention planning, intervention implementation, monitoring, evaluation, termination and referral stages.