cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT PERTAMINA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Hanan, Nabila Amirah; Resnawaty, Risna; Irfan, Maulana
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.55556

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina, yaitu Pertamina Cerdas, Pertamina Sehat, dan Pertamina Berdikari, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, di mana data relevan dikumpulkan dan dianalisis dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga program tersebut memberikan dampak positif pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.Program Pertamina Cerdas berhasil meningkatkan akses dan kualitas pendidikan kepada masyarakat wilayah 3T melalui pembangunan fasilitas pendidikan, pemberian beasiswa, dan pelatihan tenaga pendidik. Program Pertamina Sehat berhasil meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menyalurkan layanan kesehatan gratis, pembangunan fasilitas kesehatan, dan penyuluhan-penyuluhan. Selain itu, program Pertamina Berdikari memiliki fokus pada pemberdayaan ekonomi dengan mengimplementasikan pelatihan keterampilan masyarakat yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
MENGGAGAS SOCIAL ENTERPRISE PADA LEMBAGA KEMASYARAKATAN LOKAL BUMDES SUMBER SEJAHTERA DESA NAGROG KECAMATAN CICALENGKA KABUPATEN BANDUNG Rachim, Hadiyanto Abdul; Santoso, Meilanny Budiarti
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52829

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang merupakan badan usaha di tingkat desa yang menjalankan usaha dan bertanggung jawab atas pengelolaan usaha, pemanfaatan aset, pengembangan investasi serta melaksanakan kegiatan produktif lainnya yang berhubungan dengan desa dan memberikan layanan untuk masyarakat desa. Spirit yang dimiliki oleh BUMDes sejalan dengan filosofi social enterprise yaitu aktivitas usaha yang tidak hanya ditujukan untuk memperoleh profit, melainkan juga dalam rangka menangani permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Metode Rapid Rural Appraisal (RRA) yaitu digunakan dalam proses penilaian kondisi desa secara intensif dan cepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah bahwa BUMDes Sumber Sejahtera memiliki beberapa unit usaha, yaitu: (1). Unit Simpan Pinjam Syari’ah, (2). Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Binaan (3). Unit Perdagangan Umum dan Agribisnis (4). Unit Desa Wisata (5). Unit Marketing Online. Berbagai unit usaha tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi social enterprise, mengingat sejauh ini hasil dari aktivitas usaha yang dilakukan oleh BUMDes bertujuan tidak melulu untuk mencari keuntungan, melainkan sudah disisihkan untuk tujuan menangani permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Village Owned Enterprises which are business entities at the village level that run businesses and are responsible for business management, asset utilization, investment development as well as carrying out other productive activities related to the village and providing services for the village communities. The spirit possessed by Village Owned Enterprises is in line with the philosophy of social enterprise, namely business activities that are not only at obtaining profit, but also at dealing with social problems that occur in the community. The method used in this Community Service activity is the Rapid Rural Appraisal (RRA) method, which is used in the process of assessing village conditions intensively and quickly. The results obtained from this Community Service activity are that Village Owned Enterprises Sumber Sejahtera has several business units, namely: (1). Sharia Savings and Loans Unit, (2). Supported Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) (3). General Trade and Agribusiness Unit (4). Tourism Village Unit (5). Online Marketing Unit. These various business units have the potential to be developed into a social enterprise, considering that so far the results of business activities carried out by Village Owned Enterprises are not only at making profits but have been set aside for the purpose of dealing with problems faced by the community.
PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN PADA KELUARGA DENGAN ANAK USIA WAJIB BELAJAR DI KELURAHAN JATILUHUR Khalifah, Siti Nurdiah; Kamil Basar, Gigin Ginanjar
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.49653

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan pemanfaatan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) komponen pendidikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Pemahaman KPM terhadap PKH Komponen pendidikan masih memiliki keragaman interpretasi. Beberapa KPM memiliki pemahaman yang baik dan mengimplementasikan komponen pendidikan PKH dengan baik, sementara terdapat KPM yang masih kesulitan dalam memahami dan menerapkan komponen tersebut secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada proses pemahaman mengenai implementasi bantuan PKH komponen pendidikan oleh KPM. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi peningkatan pendampingan bagi KPM, peningkatan kolaborasi antara KPM dan pendamping untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan komponen pendidikan. This writing aims to determine the understanding and utilization of the Family Hope Program (PKH) assistance in the education component by Beneficiary Families (KPM). The method used in this study is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and literature study. KPM's understanding of PKH The education component still has a variety of interpretations. Some KPMs have a good understanding and implement the PKH education components well, while there are KPMs who still have difficulty understanding and implementing these components effectively. This research contributes to the process of understanding the implementation of PKH assistance in the education component by KPM. The resulting recommendations include increasing assistance for KPM, increasing collaboration between KPM and assistants to increase the effectiveness of the use of the education component.
STRATEGI PENANGANAN KASUS ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM OLEH SATUAN BAKTI PEKERJA SOSIAL KABUPATEN KUNINGAN PASCA PANDEMI Istiqomah, Istiqomah; Widaningsh, Mimin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.56963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kasus anak yang berhadapan dengan hukum selama pandemi Covid-19 hingga pasca pandemi dan strategi penanganan kasus anak berhadapan dengan hukum oleh Satuan Bhakti Pekerja Sosial Kabupaten Kuningan pasca pandemi. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian artikel ini adalah Satuan Bakti Pekerja Sosial yaitu Pekerja Sosial yang khusus menangani anak di Dinas Sosial Kabupaten Kuningan. Teknik pengumpulan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Kuningan terdapat berbagai bentuk kasus seperti pelecehan seksual, pencabulan, pencurian, kecelakaan lalu lintas (laklantas), dan penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (napza). Adapun strategi penanganan kasus anak yang berhadapan dengan hukum oleh Satuan Bhakti Pekerja Sosial terdiri dari strategi penanganan preventif, kuratif dan rehabilitatif. Rekomendasi dalam penelitian ini perlu melakukan preventif lebih banyak lagi secara kuantitatif karena dalam preventif ini dilakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak sehingga anak-anak yang rawan untuk melakukan kekerasan bisa terhindar untuk menjadi anak berhadapan dengan hkum baik, korban, pelaku maupun saksi. Untuk pemerintah diperlukan adanya kerjasama yang saling mendukung dalam penanganan anak beradapan dengan hukum karena kasus ABH adalah kasus yang kompleks yang memerlukan bantuan dari berbagai pihak. This research aims to determine the forms of cases of children in conflict with the law during the COVID-19 pandemic until post-pandemic and strategies for handling cases of children in conflict with the law by the Kuningan Regency Social Worker Service Unit after the pandemic. Researchers use qualitative methods with a qualitative descriptive approach. The subject of this research article is a Child Social Worker at the Kuningan Regency Social Service. The data collection techniques used are data reduction, data presentation, and data verification. The data validity technique used is data triangulation. The results of the research show that in Kuningan Regency there are various forms of cases such as sexual harassment, sexual abuse, theft, traffic accidents (Oaklands), and abuse of narcotics and addictive substances (drugs). The strategy for handling cases of children in conflict with the law by the Social Worker Service Unit consists of preventive, curative, and rehabilitative strategies.
KEWIRUSAHAAN SOSIAL BERBASIS PELATIHAN KRIPIK KEISSE UNTUK MEMBERDAYAKAN IBU-IBU RUMAH TANGGA DESA KLEPU PONOROGO Agustiana, Lily Astrin; Prasetiyo, Luhur
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.58761

Abstract

Kewirausahaan sosial hadir sebagai salah satu solusi untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Ibu rumah tangga dapat memanfaatkan waktu luang mereka untuk berwirausaha dengan mengikuti  pelatihan yang bersifat produktif. Kewirusahaan sosial Di Desa Klepu, Dukuh Tanjung ibu-ibu rumah tangga memanfaatkan sumber daya alam lokal, berupa tanaman singkong yang diolah menjadi sebuah kripik yang diberi nama kripik keisse. Wirausaha tersebut hasil penerapan dari pelatihan. Hal tersebut memebrikan nilai tambah, yang man hasil dari penjualan tersebut digunakan untuk kegiatan sosial seperti kerja bakti lingkungan, acara lingkungan dan lain. Dan juga digunkan untuk pembiayaan apabila anggotanya membutuhkan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif untuk menganalisis dan mendeskripsikan dengan data tema yang dibutuhkan dalam peelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya pelatihan yang diimplementasikan dengan baik, Dengan adanya pelatihan yang terfokus pada pengembangan keterampilan, ibu-ibu rumah tangga dukuh Tanjung dapat mentransformasikan potensi lokal yang signifikan menjadi peluang usaha berkelanjutan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis tentang produksi dan pemasaran, tetapi juga menekankan nilai-nilai kewirausahaan sosial, Yang dapat didlihat melalui pendekatan kewirausahaan sosial, program ini bukan hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan, yakni peningkatan kesejahteraan ibu-ibu rumah tangga, pengurangan angka pengangguran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Selain itu, hasil dari penjualan kripik keisse ini tidak sepenuhnya diterima oleh ibu-ibu dukuh Tanjung melainkan digunakan untuk pembiayaan dan jika ada kegiatan sosial lainnya di dukuh Tanjung tersebut. Serta diberikan juga kepada ibu-ibu untuk diberikan upah.  Social entrepreneurship exists as a solution to overcome various social and economic challenges in society. Housewives can use their free time for entrepreneurship by participating in productive training. In the Klepu Village area, Tanjung Hamlet, housewives utilize local natural resources, in the form of cassava plants which are processed into chips called keisse chips. Entrepreneurship is the result of the application of training. This research uses a basic qualitative design to examine the experiences of informants in their respective social environments. This research shows that with well-implemented training, with training focused on skills development, Tanjung hamlet housewives can transform significant local potential into sustainable business opportunities. This training not only provides practical knowledge about production and marketing, but also emphasizes the values of social entrepreneurship. What can be seen through the social entrepreneurship approach, this program is not only oriented towards economic profits, but also has a significant social impact, namely increasing welfare. housewives, reducing unemployment rates, as well as community-based economic development. Apart from that, the proceeds from the sale of keisse chips are not fully received by the women of Tanjung hamlet but are used for financing and if there are other social activities in Tanjung hamlet. And also given to mothers to be given wages. 
KONDISI BIOPSIKOSOSIAL ANAK JALANAN (Pendekatan Partisipatif untuk Mempelajari Kondisi Biopsikososial dan Harapan Anak Jalanan di Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung) Lestari, Risma Neta; Nabillah, Astrid; Rahma, Bilqist Khairunnisa; Tricintiya, Neta Nabila; Nurrohmah, Nabilah Naila; Achdiani, Yani; Nastia, Gina Indah Permata
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.59189

Abstract

Penelitian ini menganalisis kondisi biopsikososial anak jalanan di Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, dengan pendekatan partisipatif. Penelitian ini melibatkan anak jalanan untuk menggali pengalaman, pandangan dan harapan mereka tentang kondisi biopsikosial, sehingga peneliti dapat mengidentifikasi kebutuhan, pemberdayaan dan merancang solusi yang sesuai. Peneitian ini bertujuan untuk memahami kondisi biopsikosial anak jalanan di Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung melalui keterlibatan anak jalanan sebagai subjek aktif dalam proses penelitian. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam pada tiga anak perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menegaskan, bahwa kondisi biopsikososial anak jalanan di Kelurahan Pasir Kaliki, Bandung menghadapi masalah kesehatan, keterbatasan pendidikan, dan stigma sosial. Meskipun hidup dalam kesulitan fisik dan emosional, anak-anak jalan tetap memiliki harapan dan cita-cita, seperti menjadi dokter atau tentara. Namun, tantangan ekonomi dan akses yang terbatas menjadi hambatan utama. oleh karenanya, dibutuhkan intervensi sosial dan kebijakan untuk meningkatkan akses kesehatan, pendidikan dan dukungan psikososial bagi anak jalanan, guna memberikan kesempatan baik dalam menyongsong masa depan.This study analyzes the biopsychosocial conditions of street children in Pasir Kaliki Village, Cicendo District, Bandung City, using a participatory approach. This study involves street children to explore their experiences, views, and expectations about biopsychosocial conditions so that researchers can identify needs, and empowerment and design appropriate solutions. This study aims to understand the biopsychosocial conditions of street children in Pasir Kaliki Village, Cicendo District, Bandung City through the involvement of street children as active subjects in the research process. Using a qualitative descriptive method, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with three girls selected using a purposive technique. The results of the study confirmed that the biopsychosocial conditions of street children in Pasir Kaliki Village, Bandung face health problems, limited education, and social stigma. Despite living with physical and emotional difficulties, street children still have hopes and dreams, such as becoming doctors or soldiers. However, economic challenges and limited access are major obstacles. Therefore, social and policy interventions are needed to improve access to health, education, and psychosocial support for street children, to provide good opportunities in facing the future.
PENTINGNYA PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI BAGIAN DARI PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA Anarta, Fikri; Darwis, Rudi Saprudin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.59114

Abstract

Pengembangan desa wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia, perlu mempertimbangkan adanya peran partisipasi dari masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini, difokuskan untuk memberikan gambaran pentingnya pendekatan pariwisata berbasis masyarakat, yang melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaannya Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan artikel ini melibatkan analisis literatur atau literature review.   Peneliti mencari literatur relevan, menyimpulkan, dan menyajikan data dalam artikel yang dibuat. Artikel ini membahas mengenai partisipasi masyarakat dalam pariwisata berbasis masyarakat serta manfaat yang didapatkan apabila dalam mengembangkan desa wisata dilakukan dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Artikel ini menegaskan bahwa dalam mengembangkan desa wisata juga menjadi penting untuk mengetahui mengenai partisipasi masyarakat karena mereka dapat membantu dalam pengembangan desa wisata dengan cara memberikan informasi tentang potensi wisata lokal, mempromosikan destinasi wisata, serta mengelola produk wisata Sehingga perlu ada upaya maksimal dari berbagai pihak dalam meningkatkan partisipasi agar berkembang menjadi desa mandiri. The development of tourist villages through a community-based tourism approach in Indonesia must consider the active participation of the local community. This study focuses on highlighting the significance of community-based tourism, which involves local communities in its implementation. This article employs a literature review approach, synthesizing relevant findings and presenting the data comprehensively. The article discusses the role of community participation in community-based tourism and the benefits gained when developing tourist villages by involving local communities. It emphasizes that understanding community participation is crucial for developing tourist villages, as local communities can contribute by providing information about local tourism potential, promoting destinations, and managing tourism products. Therefore, comprehensive efforts from various stakeholders are necessary to enhance participation, enabling the development of self-sustaining villages.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL MELALUI PENDEKATAN ABCD UNTUK MENCAPAI SDG 1: TANPA KEMISKINAN Najamudin, Fachrul; Al Fajar, Adam Hafidz
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.58936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 1, yaitu penghapusan kemiskinan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, peneliti menggunakan Google Scholar untuk mengumpulkan literatur relevan, mencakup analisis ABCD, studi kasus, dan kontribusinya terhadap SDG 1. Data diolah melalui langkah-langkah dengan teori Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan secara sistematis.  Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) adalah metode pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mengatasi kemiskinan dan mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goal (SDG) 1, yaitu tanpa kemiskinan. Pendekatan ABCD mengutamakan pemanfaatan aset lokal yang dimiliki oleh komunitas, seperti sumber daya alam, keterampilan individu, jaringan sosial, dan kearifan lokal. This study explores how community empowerment based on local resources through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach can support the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 1, which is poverty eradication. The researcher employed a qualitative method with a literature review approach, utilizing Google Scholar to gather relevant literature, including analyses of ABCD, case studies, and its contributions to SDG 1. Data were processed through steps based on Miles and Huberman's theory, encompassing data reduction, presentation, and systematic conclusion drawing. The findings of this study conclude that the Asset-Based Community Development (ABCD) approach is an effective method for community empowerment in addressing poverty and supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 1: no poverty. The ABCD approach emphasizes utilizing local community assets, such as natural resources, individual skills, social networks, and local wisdom.
INDUSTRIALISASI DAN KEMISKINAN: SEBUAH POTRET ETOS KERJA DAN KESEJAHTERAAN BURUH PABRIK DI DESA WARUGUNUNG KECAMATAN BULU KABUPATEN REMBANG Janah, Zunida Sifaul; Wijaya, Atika
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.58434

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai etos kerja buruh pabrik pedesaan. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk melihat  bagaimana etos kerja buruh pabrik di Desa Warugunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang yang hidup berada dibawah ambang kemiskinan dalam memaknai pekerjaan yang dijalankannya dan mengalokasikan pendapatannya sebagai upaya untuk mensejahterakan keluarga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori etika protestan dari Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipatoris, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa etos kerja buruh pabrik di Desa Warugunung dilatarbelakangi adanya motivasi untuk mengumpulkan uang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa sekarang dan di masa depan, sebagai bentuk realiasi dari motivasi dan tujuan tersebut terdapat aksi berupa tindakan bekerja agar memperoleh pendapatan yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa sekarang dan tabungan di masa depan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa industrialisasi tidak secara signifikan mampu meningkatkan kesejahteraan para buruh pabrik di desa dikarenakan mereka berorientasi pada tabungan masa depan, bukan kebutuhan saat ini. Sehingga, diperlukan suatu kajian program yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara lebih baik.  This research discusses the work ethic of rural factory workers. This research aims to see how the work ethic of factory workers in Warugunung Village, Bulu District, Rembang Regency, who live below the poverty threshold, interpret the work they do and allocate their income as an effort to improve the welfare of their families. The theory used in this research is Max Weber's Protestant ethical theory. This research uses a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection techniques were carried out using non-participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of the research show that the work ethic of factory workers in Warugunung Village is motivated by the motivation to collect money to meet life's needs now and in the future. As a form of realization of this motivation and goal, there is action in the form of working to obtain the allocated income. to meet living needs in the present and savings in the future. The implications of this research confirm that industrialization is not significantly able to improve the welfare of factory workers in villages because they are oriented towards future savings, not current needs. So, a program study is needed that can better improve their welfare.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI SUBSIDI HARGA BERAS SEBAGAI UPAYA KEDAULATAN PANGAN Darodjat, Rafan; Irfan, Maulana; Kusmayanti, Hazar
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.53366

Abstract

Pertumbuhan penduduk Negara Indonesia yang tinggi tentunya perlu strategi tepat agar kebutuhan pangan terpenuhi. Indonesia yang sebelumnya negara agraris dan memiliki kemampuan swasembada pangan, sejalan besarnya jumlah masyarakat saat ini menjadi Negara pengimpor. Faktor utama yang peneliti kaji, yaitu kurangnya minat masyarakat untuk menjadi petani hal ini karena faktor ekonomi yang menjadikan pertanian kurang dianggap bisa memberikan jaminan hidup. Peneliti mengkonsepkan adanya subsidi harga bagi petani, subsidi ini dianggap sebagai langka tepat untuk mendorong petani lebih produktif, menambah daya tarik masyarakat untuk menjadi petani, dan menjadi subsidi yang tepat sasaran. Pemerintah tentunya akan membeli hasil pertanian dengan harga proporsional, kemudian dalam penyalurannya menurunkan harga tersebut. Karena apabila diserahkan kepada mekanisme pasar dan pemerintah melakukan importasi, akan memberatkan petani untuk menyesuaikan harga jualnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, metode yang menggunakan pemanfaatan berbagai macam teori atau konsep dari buku dan internet guna memperoleh sebuah data dengan analisis sosiologi yang melihat peran pemberdayaan terhadap kehidupan masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah pemberdayaan petani tentunya sangat penting untuk kedaulatan pangan, pemerintah harus senanatiasa mendorong masyarakat untuk bertani dan peran negara terhadap pelaksanaan pertanian tentunya lebih menitikberatkan petani. Konsep subsidi harga pertanian menjadikan pemerintah membeli produk pertanian dengan harga wajar melalui Kementrian/Pemerintah Daerah/BUMN/BUMD atau pemerintah menggantikan selisih produk pertanian kepada petani atas produk dijualnya. Indonesia's high population growth certainly needs the right strategy to meet food needs. Indonesia, which was previously an agrarian country and could be self-sufficient in food, in line with a large number of people, is now an importing country. The main factor researchers studied was the lack of public interest in becoming farmers due to economic factors that made agriculture less considered to provide life security. Researchers conceptualized a price subsidy for farmers, which is regarded as a rare opportunity to encourage farmers to be more productive, increase the community's attractiveness to become farmers, and become a targeted subsidy. The government will certainly buy agricultural products at a proportional price, then in its distribution reduce the price. Because if left to the market mechanism and the government imports, it will be burdensome for farmers to adjust their selling prices. The method used is a literature study, a method that uses the utilization of various theories or concepts from books and the internet to obtain data with a sociological analysis that looks at the role of empowerment in people's lives. The result of this research is that farmer empowerment is certainly very important for food sovereignty, the government must always encourage people to farm and the role of the state in the implementation of agriculture is certainly more focused on farmers. The concept of agricultural price subsidies makes the government buy agricultural products at a fair price through the Ministry / Regional Government / State Owned Enterprises / Regional Government or the government replaces the difference in agricultural products to farmers for the products they sell.