cover
Contact Name
Muhammad Ilham Akbar Alamsyah
Contact Email
231320043.muhammadilham@uinbanten.ac.id
Phone
+6285798995400
Journal Mail Official
hikmatul.luthfi@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kemanisan, Kec. Curug, Kota Serang, Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Al-Fath
ISSN : 19782845     EISSN : 27237257     DOI : https://doi.org/10.32678/alfath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008" : 10 Documents clear
Manhaj Muhadisin dalam Menetapkan Kedhabitan Perawi Hadis Endad Musaddad
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3271

Abstract

Ulama Hadis telah’ menetapkan kriteria sahihnya sebuah hadis harus memenuhi lima persyaratan: Bersambung sanadnya, Diriwayatkan oleh perawi yang ‘adil, lagi Dhabit, tidak mengandung syadz dan bebas dari‘illat. Dari empat syarat tadi salah satunya terkaitan dengan masalah intelektualitas dalam menyatakan berita, juga amat berpengaruh dalam penilaian materi berita tersebut. Sebab itulah sejak awal dalam penelitian hadis unsur dhabit terlebih dulu di analisa baru kemudian meneliti keadaan materi berita tersebut. Perawi adalah masalah dhabt. Terkait dengan unsur dhabt dalam periwayatan, ia tidak hanya menentukan diterimanya kepribadian perawi.Penelitian terhadap kedhabitan para perawi hadis dilakukan oleh para muhadisin melalui cara-cara tertentu, baik berkaitan langsung dengan pribadi mereka, maupun terhadap materi beritanya melalui kajian komparatif dengan berita lainnya. Dalam tulisan ini penulis akan coba menguraikan informasi tentang manhaj muhadisin dalam masalah kedhabitan perawi hadis dengan meliputi: pengertian dhabit, macam-macamnya, dhabt dalam riwayat, kriteria penetapannya serta kitab-kitab yang membahas seputar masalah ini.
Tārīkh al-‘Arab Wa Ushūl Jinsihim Ahmad Hidayat Nasir
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3272

Abstract

Jazirah Arab sebagai tempat muncul dan berkembangnya agama penutup, Islam yang dibawa oleh Rasul penutup, Muhammad s.a.w., menarik untuk dikaji sejarah penduduknya sekaligus asal-usul mereka. Sebenarnya yang paling tepat bukanlah Jazirah Arab (Pulau Arab) melainkan Syibeh Jazirah Arabiya (Semenanjung Arab), karena wilayahnya yang terletak diantara Lembah Syam di utara, Teluk Arab dan Laut Oman ditimur, Samudera Hindia di selatan, dan Laut Merah di barat. Dus, wilayah jazirah Arab hanya dikelilingi perairan di tiga arah saja yaitu barat, timur dan selatan. Orang-orang Arab dalam sejarahnya sebagian besar berdomoisilidi semenanjung Arab. Diantara mereka menurut sejarawan kuno dari Yunani, Latin, Ibrani dan Suryani, ada yang menetap di Iraq mulai dari tepi barat sungai Furat sampai ujung Syam, Palestina, Sinai sampai tepian timursungai Nil. Sehinga menurut para sejarawan kuno tersebut bahwa mereka disebut orang Arab, dan wilayah tempat tingal mereka disebut Bilad al-Arab (Kawasan Arab). Para sejarawan Arab membagi bangsa Arab menjadi dua bagian besar: Pertama: Arab Ba‘idah, yaitu bangsa Arab yang absurd untuk diketahui berita tentang mereka kecuali yang termaktub dalam kitab-kitab samawi dan syair-syair jahiliyah seperti cerita tentang kaum ‘Aad dan Tsamud. Diantara suku yang paling popular dari bangsa Arab golongan ini adalah ‘Aad, Tsamud, Jurhum generasi pertama, Thasm dan Judes. Kedua: Arab Bagiyah yang terbagi menjadi dua keturunan:Pertama, Arab ‘Aribah, yaitu keturunan Qahthan yang berdomisili di Yaman. Ketiga, Arab Musta’ribah atau disebut juga Arab Muta’arribah, yaitu mayoritas orang Arab baik Arab Pedalaman (Badawi) maupun Arab Luar (Hadhari) yang berdomisili di tengah Jazirah Arab dan wilayah Hijaz sampai lembah Syam ketika terjadi konvergensi budaya dengan Arab Yaman. Arab Bagqiyah inilah orang-orang Arab yang ada sampai sekarang.
Filsafat dan Agama Menurut Ibn Rusyd Umdatul Hasanah
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3202

Abstract

Hubungan antara filsafat dan agama dianggap sebagai salah satu ciri terpenting dalam filsafat Islam. Seringkali terjadi pertentangan antara kaum_konservatif yang biasanya diwakili oleh kaum agamawan dengan kaum liberal yang diwakili oleh kaum filosofdan ilmuwan selalu terdapat di mana saja dan kapan saja. Kondisi demikian juga masih terjadi pada abad moderen ini, di mana banyak kalangan demikian apriori dan alergi terhadap filsafat karena ia kerap dipandang sesat. Demikian pula yang terjadi pada abad 6 H./12 M masalah demikian menjadi pertentangan yang sangat menonjol. Para filosof dicerca bahkan dipandang tidak beragama dan kafir. Ibn Rusyd sebagai seorang filosof tampil meluruskan pandangan yang keliru terhadap filsafat (pemikiran rasional) dalam hubungannya dengan wahyu, dan ia membela pemikiran para filosof. Menurut pemikirannya sebagaimana umumnya pemikiran para filososof(Muslim), filsafat tidak bertentangan dengan agama, bahkan berfilsafatmerupakan hal yang dianjurkan dalam agama.
Ide-ide Pembaharuan Muhammad Iqbal Nana Jumhana
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3273

Abstract

Sebagai seorang pemikir orisinil, kebesaran Iqbal sesungguhnya terletak pada sikapnya yang bebas kritis dalam menghadapi alam pemikiran Timur dan Barat, baik yang ada kaitannya dengan Islam maupun tidak, yang Klasik maupun yang modern. Serta berusaha untuk mensintesakan unsur-unsur yang paling menonjol dari keduanya sehingga melahirkan suatu oksidasi vital yang digerakkan jiwa dan aktifitas. Walaupun Iqbal produk dua macam sistem pendidikan, Timur dan Barat, namun amanatnya tidak hanya ditujukan kepada dunia Timur dan Barat saja. Namun ditujukan kepada seluruh kemanusiaan, yang mengisyaratkan keuniversalannya. Makalah ini berusaha untuk mengenalkan pemikiran-pemikiran Iqbal, perjalanan hidupnya, karya-karyanya. Pemikiran-pemikiran pembaharuan Iqbal yang berusaha membangunkan “tidur lelapnya” ummat Islam akan menjadi tema utama makalah ini.
Kosmologi Komputasionalistik Helmy Faizi Bahrul Ulumi
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3203

Abstract

Pandangan manusia tentang alam mempunyai sejarahnya yang panjang. Bentuk dan isinya berkembang mulai dari mitos (kosmogoni), pandangan filosofis, doktrin penciptaan dari agama, hingga penjelasan melalui jalan ilmiah yang disebut sains.Tulisan ini mencoba mendeskripsikan perkembangan mutakhir dalam bidang kosmologi yang didasarkan pada teori dan sistem komputer. Anggapan dasar para ilmuwan komputer atau cyberis tentang alam semesta adalah bahwa alam semesta adalah komputer dan dapat disimulasikan hukum-hukumnya dalam komputer. Pandangan kosmologinya dibangun berdasarkan kesamaan alam semesta dengan komputer. Alam semesta dipandang hanyalah terdiri dari lalu lintas bit-bit informasi yang saling terhubung. Atom semesta adalah bit, sedangkan materi adalah bit-bit informasi yang bergerak berdasarkan proses komputasi. Hukum alam adalah algoritma. Maka, susunan dan hukum-hukum yang berlaku dialam semesta berlaku juga bagi komputer. Dengan kata lain, dari susunan dan hukum-hukum yang berlaku di komputer bisa diterapkan atau dipakai untuk menjelaskan alam semesta.
Bentuk Penyampain Pesan Dakwah dalam Media Massa di Banten Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3264

Abstract

Perkembangan media massa pada orde baru, kebebasan pers dikekang oleh pemerintahan Soeharto, media pers pada zaman ini merupakan ancaman keberlangsungan pemerintahnnya. baru pada zamanreformasi kebebasan pers mendapat peluang yang besar, kebebasan persbagaikan pilar keempat dalam demokratisasi masyarakat Indonesia.Untuk itu perkembangan media massa di Banten cukup signifikansetelah lengsernya Soeharto, apalagi dihilangkannya SIUPP bagi mediapers merupakan angin segar, bagi siapa saja dapat mengelola media massa.Media massa di Banten pada kurun waktu 2000-2007, terdapat 31 mediacetak, baik berformat surat kabar, tabloid, dan majalah. Namun ragammedia ini bersifat umum, artinya info-info apa saja dapat diinformasikankepada khalayak, baik dari ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, danaktivitas dakwah.Dalam tulsian ini, akan membahas bagaimana media massa (cetak)di Banten dalam rangka menyebarkan dakwah Islam, hal ini media cetak diBanten memiliki rubrik tersendiri dan beragam materi yang disajikan.
Ibnu Sina : Falsafat al-Faidh dan al-Nafs Udi Mufrodi Mawardi
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3204

Abstract

Filsafat menurut Ibnu Sina adalah berfikir secara maksimal untuk mengetahui realitas-realitas segala yang ada sebagaimana adanya, ia membagifilsafat ke dalam dua bagian, yaitu hikamh nadhariyah dan hikmah ‘amaliyah.Filsafat Ibnu Sina, dalam batas tertentu falsafat Ibnu Sina dipengaruhi pikiran-pikiran al Farabi, Plato, Aristoteles, dan falsafat Neo platonisme. Pada setiap filsafat yang dikemukakan Ibnu Sina dapat dicari dasar-dasarnya dalam falsafat Yunani. Namun demikian ia tidak bertaklid buta mengikuti apa yang dolontarkan pendahulunya. Ia berusaha kerasmemadukan antara agama dan filsafat, terutama filsafat Aristoteteles dan Neo-Paltonisme. Dalam tulisan ini penulis berusaha mengungkapkan pemikiran-pemikiran Ibnu Sina, terutama dalam kajian falsafat alfaidh dan al-nafsnya
Pendidikan Anak Remaja dalam Kehidupan Sosial Umayah Umayah
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3270

Abstract

Pendidikan dalam kehidupan sosial bagi anak remaja, merupakan suatu hal mesti tanamkan sejak dini, sebagaimana hal ini ketika manusia sudah ditanamkan nilai-nilai pendidikan dalam kandungan seorang ibu. Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan dengan prilaku kehidupan yang negatif. Sifat negatif tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar melainkan dapat dipengaruhi dengan media-media terutama media alektronik. Perkembangan anak remaja, sejak dini mesti diperhatikan tingkahpola kehidupan sosialnya, karena jiwa remaja begitu cepat dapat mengikuti hal-hal yang menurutnya menarik, dan selalu mencob-coba. Dalam tulisan ini, sedikit mengungkap perkembangan anak remaja, dengan perkembangan Jiwa dan sosialnya.
Humas Sebagai Metode Komunikasi Muhibuddin Muhibuddin
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3265

Abstract

Humas yang pada intinya merupakan kegiatan komumikasi yang dilakukan dalam suatu lembaga kepada publik, baik intern maupun ekstern,akan menjadi “corong.” lembaganya, sehingga setiap permasalahanberkenaan dengan lembaganya, Humaslah yang harus tampil untuk menjelaskan dan menginformasikan apa sebenarnya yang terjadi. Humas merupakan bagian dari suatu manajemen sebuah lembaga,instansi, organisasi, maupun perusahaan. Sebagai bagian dari sebuahmanajemen, maka keberadaan- Humas adalah sebagai penunjang tercapainya tujuan lembaga di mana ia berada.
Teori-Teori Dasar Pemikiran Modern dalam Islam di Indonesia Ahmad Sugiri
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3205

Abstract

Dalam Pandangan Harun Nasution Bangsa Indonesia tidak lagi memandang bahwa kajian agama atau pemikiran-pemikiran keagamaan kajian utama, dan tidak dipandang penting lagi, hal ini baginya membuat bangsa Indonesia terutama umat Islam menjadi bangsa materialistis dan hanya membangun karakter bangsa dengan pola pemikiran intelektual. Keberhasilan Harun yang paling spektakuler adalah tegaknya "tradisi intelektual" di kalangan mahasiswa, hal ini dapat disaksikan hasilnya kini, dimana hampir seluruh cendekiawan muslim lulusan IAIN yang sekarang tampil merupakan hasil didikan Harun baik langsung maupun tidak langsung. Tulisan ini menelaah bagaimana Harun Nasution memaknai Islam sebagai objek kajian keilmuan, teori-teori apa sajakah yang dibangun dalam merombak struktur pemikiran yang dipetakan sebagai agrasi keagamaan" di atas, serta bagaimana relevansi teori-teori tersebut dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer.

Page 1 of 1 | Total Record : 10