cover
Contact Name
Muhamad Shoheh
Contact Email
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287774201904
Journal Mail Official
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 14126478     EISSN : 26227657     DOI : https://doi.org/10.32678/tsaqofah
Core Subject : Humanities, Social,
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles 208 Documents
Antara Bahasa dan Berbudaya: Studi Atas Pengaruh Relasi Bahasa dengan Budaya ida nursida; Siti Shalihah
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3509

Abstract

Berbahasa merupakan kegiatan manusia setiap saat ketika dalam berhubungan dengan orang lain. Dilihat dari fungsinya, bahasa merupakan alat untuk mengkomunikasikan perasaan, pikiran dan gagasan kepada orang lain. Dalam perkembangannya Bahasa menjadi ciri dari sebuah kebudayaan. Minimal menjadi pembeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain dari sisi penggunaan bahasanya. Seperti bagaimana kita membedakan antara bahasa sunda Banten dengan bahasa sunda Parahiyangan dan lain sebagainya. Antara berbahasa dan berbudaya nampaknya menunjukan pada proses kreatif bagaimana kita berbahasa dan berbudaya. Lantas sejauh mana bahasa dan budaya saling mempengaruhi? Apakah bahasa dipengaruhi oleh budaya atau sebaliknya?. Kata Kunci : Pengaruh, Relasi, Bahasa dan Budaya
Kebijakan Otonomi Sekolah dan Otonomi Birokrasi Pendidikan Kabupaten/Kota Anis Fauzi
Tsaqofah Vol 9 No 01 (2011): June 2011
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v9i01.3433

Abstract

Kalau kita mau jijur, sebenarnya, masih balyak daerah yang belum untuk menedma berbagai kewenangan dalam komteks otononsi daerah, Kata Kunci : otonomi sekolah, otonomi birokrasi pendidikan, kabupaten kota
Pemikiran M. Natsir Tentang Dakwah Islam Wazin Baihaqi
Tsaqofah Vol 1 No 2 (2003): June 2003
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v1i2.3475

Abstract

M Natsir adalah tokoh seorang tokoh fenomenal yang dikenal sebagai birokrat, politisi dan dai ternama. Kiprahnya di dunia politik dilakukan terutama pada masa pendudukan Jepang sampai pada masa orde lama.
Tinjauan Kritis Fenomena Habaib Dalam Pandangan Masyarakat Betawi faizfikri AlFahmi
Tsaqofah Vol 13 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v13i2.3395

Abstract

Masyarakat Betawi Batu ceper Kota Tangerang memiliki perbedaan dan keunikan dalam menghormati para habib dan kiai, Dimana status habib bagi seseorang dipandangnya mulia, melebihi kemuliaan seorang kiai yang tidak berstatus habib. Masyarakat Betawi Batu Ceper seakan-akan menilai bahwa habib lebih tinggi dari seorang ustadz walau secara keilmuan lebih matang seorang kiai dari pada habib.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah habib di Betawi, mengetahui peran habib dalam penyebaran Islam di Betawi, mengetahui pola kehidupan beragama masyarakat Betawi, mengetahui pandangan, sikap dan kecenderungan orang Betawi terhadap habaib, dan mengetahui apa penyebab ketokohan habib di kalangan masyarakat Betawi..Penulis menyimpulkan bahwa kedatangan orang Arab di Betawi awalnya bertujuan untuk mencari kemakmuran dengan cara berdagang. Selanjutnya mereka menyebarkan Islam di kalangan masyarakat Betawi. Peran habaib sangat besar pengaruhnya dalam proses Islamisasi di Betawi. Masyarakat Betawi sangat kental akan ajaran Islamnya, mereka umumnya mencintai dan menaru sikap penghormatan yang tinggi terhadap para tokoh agama. mereka mempunyai nilai penghargaan yang tinggi kepada ulama karena kapasitas keilmuannya sangat mumpuni. terlebih ulama yang hadir dari kalangan habib. Karena dianggapnya sebagai tali keturunan yang murni dari sang pembawa ajaran Islam yaitu Nabi Muhammad SAW.
Peranan Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengakselerasi Pencapaian Tugas-Tugas Perkembangan Siswa syamhudi syamhudi
Tsaqofah Vol 8 No 1 (2010): June 2010
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v8i1.3450

Abstract

Tugas sekolah adalah mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki sisiwa sehingga menjadi manusia yang manusiawi yang sesuai dengan harapan orang tua, masyarakat dan pemerintah. untuk melaksanakan tugas suci ini perlu di tunjang oleh kegiatan-kegiatan yang sejalan, diantaranya yang selama ini belum terlaksana dengan baik yaitu usaha-usaha yang disebut dengan bimbingan Dan Konseling. pada sementara sisaw istilah Bimbingan Dan Konseling digambarkan sebagai suatu kegiatan yang terlampau "anker" dan "serem" petugas Bimbingan Dan Konseling digambarakan sebagai seorang yang serba menakkutakn. gambaran-gambaran seperti ini adalah salah sama sekali. Dan hal ini perlu disingkarkan jauh-jauh dari Bimbingan dan Konseling di sekolah
Ijaz Dasar-dasar Ijtihad Kemu'jizatan Al-Qur'an Yuyun Rohmatul Uyuni
Tsaqofah Vol 7 No 2 (2009): December 2009
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v7i2.3495

Abstract

Setiap nabi yang diutus Allah SWT kepada suatu kaum selalu mendapat tantangan dari kaumnya. Tantangan yang paling umum dihadapi oleh para nabi adalah pengingkaran terhadap status kenabian dan kerasulannya. Hampir semua nabi dan rasul diminta oleh kaumnya untuk menunjukkan tanda-tanda kenabian dan kerasulannya. Setiap tantangan tentu membutuhkan jawaban. Dalam sejarah para nabi ditemukan bahwa diantara jawaban yang diberikan Allah melalui nabi dan rasul-Nya adalah mu'jizat, Mu jizat ini lazim dijadikan pertanda kenabian dan kerasulannya. Tulisan yang berjudul Ijaz menggambarkan secara ringkas segala sesuatu yang berkaitan dengan keistimewaan, kekuatan dan keagungan Al-Qur'an dalam melemahkan orang-orang yang menentangnya. Kata Kunci :jenis-jenis, penafsiran mu jizat
Kerajaan Salakanagara, Berdasarkan Data yang Tersedia Agus Aris Muanandar
Tsaqofah Vol 10 No 2 (2012): December 2012
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v10i2.3411

Abstract

Salaknagara dinyatakan oleh sebagian ahli sejarah kuno atau peminat sejarah kuno sebagai kerajaan yang paling awal di pulau jawa.
Tradisi " Seleh Taun Mapag Taun " (Sebuah Kajian Budaya) Eva Syarifah Wardah
Tsaqofah Vol 6 No 02 (2008): December 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i02.3511

Abstract

Seleh Taun Mapag Taun adalah nama upacara tradisional dalam masyarakat sunda berkaitan dengan tahun baru Islam yaitu tahun baru hijriah, yang diperingati setiap tanggal 15 Muharam. Istilah "Seleh Taun Mapag Taun" dapat diartikan "seleh taun" maksudnya pergantian tahun, sedangkan "mapag taun" artinya menyambut tahun baru. "Seleh" identik juga dengan "seren" yang berarti serah terima atau melepas tahun lalu dengan segala kenangannya dan menyambut tahun baru untuk lebih baik lagi. Kegiatan upacara tersebut dilakukan di Bumi Adat dan dipimpin oleh Ketua Adat atau populer disebut Bapak Kuncen dan dibantu oleh sesepuh-sesepuh serta sebagian anggota masyarakat baik yang memiliki garis keturunan dengan Bumi Adat maupun tidak. Tujuan upacara "Seleh Taun Mapag Taun" ini adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada "karuhun" (leluhur) yang telah mendirikan perkampungan untuk anak cucunya sampai sekarang. Adapun rasa syukur ditujukan semata-mata kepada Allah Swt, baik itu mata pencaharian, tempat tinggal yang subur, letentraman, dan kedamaian. Keberadaan simbol-simbol yang terdapat dalam upacara tersebut, seperti pembuatan tumpeng lulugu (pusaka), opak beureum (merah), opak bodas (putih), hayam hideung (ayam hitam), hayam bodas (ayam putih), dan hayam hawuk(ayam abu-abu, serta pakaian aria, yang dikenakan dalam upacara ini, memiliki makna nilai-nilai luhur yang mendalam. Terlepas dari kepercayaan masyarakat setempat, ternyata dalam pelaksanaan upacara ini mengandung mengandung sistem kerja yang harmonis secara gotong royong dan kekeluargaan. Kata Kunci : Upacara adat, Seleh Taun Mapag Taun, masyarakat Sunda.
PANTUN SISINDIRAN DI BANTEN: Fungsi dan Nilai-nilai Budaya yang Terkandung di dalamnya Eva Syarifah Wardah
Tsaqofah Vol 13 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v13i2.3409

Abstract

Pantun sisindiran.adalah suatu bentuk karya sastra berupa seni tutur yang popular dalam masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Banten. Pantun sisindiran dibentuk oleh pola yang sudah baku, yaitu oleh sejumlah suku kata yang membentuk larik-larik berupa sampiran dan isi. Larik-larik pada sampiran memberikan gambaran keadaan alam, masyarakat, budaya, seperti yang berkaitan dengan nasib, jodoh, penyesalan, dsb. Sedangkan larik-larik pada isi menyampaikan tentang nilai-nilai, norma, nasehat, ajaran secara tidak langsung, agar sasaran yang dituju tidak tersinggung perasaannya. Pemberian ajaran itu biasanya berupa anjuran, ajakan, perintah, sindiran, larangan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang baik dan sejahtera. Persoalan-persoalan yang biasanya dibawakan melalui sisindiran secara halus dan menyentuh, sehingga penikmat tidak merasa dipaksa untuk memahaminya. Persoalan politik, budaya, social, ekonomi, dsb digubah dalam sisindiran, melalui sindiran, kritikan, dan sentuhan-sentuhan yang manusiawi Dari segi isi dan tema, pantun sisindiran dikelompokan menjadi: pantun anak-anak, muda-mudi, dan orang tua. Pantun anak-anak yaitu untuk menggambarkan dunia anak-anak, sangat sederhana tidak terlepas dari pemikiran anak-anak, tema-temanya berkisar, permainan, makanan, pakaian, dan kehidupan sehari hari. Pantun muda-mudi, terdiri dari pantun dagang atau pantun nasib, pantun jenaka, pantun berkenalan, pantun berkasih-kasihan, dan pantun beriba hati. Pantun orang tua biasanya berisi nasehat, kias, ibarat, adat, dan ajaran agama. Pantun orang tua ini terdiri dari pantun adat, pantun agama, pantun budi, pantun nasehat, pantun kepahlawanan, pantun kias dan pantun peribahasa Dari segi fungsi, pantun sisindiran tidak dipandang sebagai sarana hiburan (rekreatif) atau alat komunikasi saja, melainkan religious, edukatif, ekonomi, social, budaya, politik dsb. Adapun nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pantun sisindiran, antara lain nilai-nilai pendidikan, moral, social, keagamaan, dan humor (jenaka).
Teori Analitik dalam Bahasa Nurhamim hamim
Tsaqofah Vol 8 No 1 (2010): June 2010
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v8i1.3459

Abstract

Bahasa adalah wariasan manusia yang paling berharga dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Allah telah mengakat derajat manusia lebih tinggi pada mahkluk-mahkluk ciptaanya yang lalu pertam-tama yaitu melalui bahasa. Hal ini dinyatakaan secara jelas dan tegas dalam kitab suci Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 31: " dan Allah mengajarakan kepada Nabi Adam semua nama-nama benda. Kemudian diajukannya kepada malaikat. Kemudain Allah berfirman: " sebutkanlah padamku nama-nama benda itu jika kamu memang benar. Bahkan malaikat, mahluk ciptaan Allah yang tidak pernah berbuat dosa itu tidak mampu menyebutan nama-nama benda. Nabi Adam bapak seluruh umat manusia mampu menyebutkan nama-nama seperti yang di perintahkan Allah.

Page 8 of 21 | Total Record : 208