cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
PEMANFAATAN KERTAS KARTON KEMASAN SEBAGAI PLAT CETAK UNTUK TEKNIK BLOCK PRINTING Jiraya, Sisca Dewi; Sekar, Ahda Yunia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1774

Abstract

Paperboard is often found in distribution packaging such as cardboard, thick cardboard, packs of cigarette products and household products. In addition to being used as packaging paper, cardboard distribution has the potential to be used in the craft sector, such as a research entitled Canting Cap Made from Waste Paper Packaging Nurohmad's creations in Dusun Sawit, Panggungharjo, Sewon, Bantul which uses cardboard as a printing plate in batik technique as a transfer medium for batik wax. on the cloth. This shows that paperboard can be developed in block printing techniques, seeing the similarities between batik techniques and block printing techniques which both require a printing plate and can transfer motifs. This study uses qualitative methods through literature studies, observations, interviews and experiments in making printing plates. The final result of this research is to produce a block printing plate from cardboard packaging which will be applied to sheets of cloth used in the manufacture of fashion clothing. Keywords: Packaging Carton, Printing Plate, Block Printing----------------------------------------------------------------------------------------- Kertas karton kerap ditemukan pada kemasan distribusi seperti kardus, karton tebal, kemasan pak produk rokok, dan produk rumah tangga. Selain dimanfaatkan sebagai kertas kemasan distribusi karton memiliki potensi untuk digunakan pada bidang kriya seperti penelitian yang berjudul Canting Cap Berbahan Limbah Kertas Kemasan Kreasi Nurohmad Di Dusun Sawit, Panggungharjo, Sewon, Bantul yang menggunakan kertas karton sebagai plat cetak pada teknik batik sebagai media transfer lilin batik pada kain. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kertas karton dapat dikembangkan pada teknik block printing, melihat adanya kemiripan teknik batik dan teknik block printing membutuhkan plat cetak dan dapat mentransfer motif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksperimen pembuatan plat cetak. Hasil akhir penelitian ini menghasilkan plat cetak block printing dari kertas karton kemasan yang akan diaplikasikan dalam lembaran kain yang digunakan dalam pembuatan busana fashion. Kata Kunci: Karton Kemasan, Plat Cetak, Block Printing
INSTALASI KINETIK PADA SET PANGGUNG LAKON SUDDENLY LAST SUMMER KARYA TENNESSEE WILLIAMS DENGAN PENDEKATAN REALISME SUGESTIF Nugroho, Eko Bambang Wisnu; Iskandar, Andang; Safitri, Riana
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1775

Abstract

The kinetic installation of the stage set will use a suggestive realism approach. This installation reinforces the existing symbols and does not embody all the elements in the play. The visualization of the work carried out in the first stage is to analyze the script and the matrix design of the realist play Suddenly Last Summer. The second stage, the kinetic installation sketch of the stage set is realized in the form of working drawings. The third stage the designer implements the kinetic installation design concept of the stage set and it is realized. In the final stage, all the stage set kinetic installation designs are assembled and then simulated. The concept of this installation is the interpretation of the analysis of the series of events in Tennessee Williams's play Suddenly Last Summer which is realized in a post-minimalist style through a suggestive realism approach. The process of making this work is still in a state of the COVID-19 pandemic. Therefore, the show was replaced through a simulation in the form of 3D animated videos, mockups, examples of kinetic installation models (dummy) on stage sets, and several other supporting elements.Keywords: Kinetic installation, Suddenly Last Summer, Tennessee William, suggestive realism------------------------------------------------------------------------------------------Instalasi kinetik set panggung lakon ini akan memakai pendekatan realisme sugestif. Instalasi ini lebih menguatkan simbol-simbol yang ada dan tidak mewujudkan keseluruhan elemen-elemen di dalam lakon tersebut. Visualisasi karya yang dilakukan pada tahap pertama yaitu membuat analisa naskah dan matriks rancangan lakon realis Suddenly Last Summer. Tahap kedua, sketsa instalasi kinetik set panggung tersebut diwujudkan ke dalam bentuk gambar kerja. Tahap ketiga  perancang mengimplementasikan  konsep rancangan instalasi  kinetik  set panggung dan direalisasikan. Tahap akhir semua rancangan instalasi kinetik set panggung dirangkai untuk kemudian disimulasikan. Konsep instalasi ini merupakan hasil interpretasi dari analisa rangkaian peristiwa lakon Suddenly Last Summer karya Tennessee Williams yang diwujudkan dengan gaya post-minimalist melalui pendekatan realisme sugestif. Proses penggarapan karya ini masih dalam keadaan pandemi COVID-19. Oleh karena itu, pertunjukan digantikan melalui bentuk simulasi dalam bentuk video animasi 3D, maket, contoh model (dummy) instalasi kinetik set panggung, dan beberapa elemen pendukung lainnya.Kata Kunci: Instalasi kinetic, lakon Suddenly Last Summer, Tennessee William, realisme sugestif
BONEKA “MENONG” SEBAGAI IKON PURWAKARTA: PENGARUH MASYARAKAT TERHADAP WUJUD KERAMIK “MENONG” Futty, Andini; Cahyana, Agus; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1776

Abstract

The research in this paper aims to describe how the development, process of creation, anthropological concepts, and the influence of society on the form of "Menong" ceramics. This research is a qualitative descriptive study. Sources of data used are primary and secondary data. Data collection techniques used observation techniques, namely techniques used to collect data by seeing and hearing, interviews, namely data collection techniques by way of question and answer between researchers and sources, and documentation was needed to complete things that were not enough, in the form of documents or stored records. This study focuses on the culture and traditions that exist in the Plered Purwakarta community. The results of this study indicate that Kec. Plered has a very well-known traditional art, namely ceramics. Where the visual form of Plered ceramics has symbols that are interpreted and trusted by the surrounding community. "Menong" ceramics also have symbols that reflect the community and the region, namely the City of PurwakartaKeywords: Culture, Tradition, Belief, Symbol------------------------------------------------------------------------------------------Penelitian dalam makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan, proses penciptaan, konsep antropologi, dan pengaruh masyarakat terhadap wujud keramik “Menong”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi yaitu teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data dengan cara melihat dan mendengar, wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab antara peneliti dan narasumber, dan dokumentasi diperlukan untuk melengkapi hal-hal yang kurang cukup, berupa dokumen atau catatan tersimpanPenelitian ini difokuskan kepada kebudayaan dan tradisi yang ada pada masyarakat Plered Purwakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kec. Plered memiliki seni tradisi yang sangat dikenal yaitu kerajinan keramik. Dimana bentuk visual keramik Plered memiliki simbol yang diartikan dan dipercayai oleh masyarakat sekitar. Keramik “Menong” juga memiliki simbol yang mencerminkan masyarakat dan daerahnya, yaitu Kota Purwakarta.Kata Kunci : Kebudayaan, Tradisi, Kepercayaan, Simbol
PERANCANGAN ILUSTRASI JAJANAN TRADISIONAL KHAS SUNDA PADA MASKER THERMOCHROMIC Rahmawaty, Salsabila Hanny; Listiani, Wanda; Rohaeni, Ai Juju
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1777

Abstract

The Ministry of Health of the Republic of Indonesia has issued a new rule that requires people to wear masks when they want to go out of the house. Using masks does not reduce the value of existing fashion, because currently many sellers are creating masks with unique styles and following fashion but still paying attention to mask health standards. The application of the illustration of Sundanese snacks is one form of new innovation to maintain the Sundanese snack culture. The thermochromic technique is also applied to masks to make masks more attractive and have selling points, so that Indonesian food can be recognized and can become iconic fashion. The design of this work is derived from references obtained through the internet, pdf / Ebook books, and from the results of questionnaires which aim to develop a theoretical basis that will be used in creating works as reference and comparison materials. The work as a whole is exhibited in the form of an exhibition which is then arranged in such a way, with Thermochromic Masks as the main media and other supporting media.Keyword: Masker, Illustration, Traditional Street Food, Thermochromic------------------------------------------------------------------------------------------Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan aturan baru yang mengharuskan masyarakat menggunakan masker saat hendak bepergian keluar rumah. Menggunakan masker sebenarnya tidak mengurangi nilai fashion yang ada, karena saat ini banyak penjual yang menciptakan masker dengan gaya unik dan mengikuti fashion namun tetap memperhatikan standar kesehatan masker. Penerapan ilustrasi jajanan Sunda merupakan salah satu bentuk inovasi baru untuk mempertahankan budaya jajanan Sunda. Teknik Thermochromic juga diterapkan pada masker untuk membuat masker yang lebih menarik dan memiliki nilai jual, dengan begitu makanan nusantara dapat dikenal dan dapat menjadi fashion yang iconic. Perancangan karya ini berasal dari referensi yang didapatkan melalui internet, buku pdf/Ebook, dan dari hasil quesioner yang bertujuan untuk menyusun dasar teori yang akan digunakan dalam menciptakan karya sebagai bahan referensi dan pembanding. Karya secara keseluruhan dipamerkan dalam bentuk pameran yang kemudian ditata sedemikian rupa, dengan masker thermochromic sebagai media utama dan media penunjang lainnya.Kata Kunci: Masker, Ilustrasi, Tajanan Tradisional, Thermochromic.
DESAIN INTERIOR KAMAR TIDUR INSTAGRAMABLE TIPE "ILLUSTRATION" DI THE SILK HOTEL BANDUNG MEMANFAATKAN METODE SURFACE MIMICRY Havier, Maugina Rizki
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i1.1815

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh adanya kebutuhan/peluang dari consumer behaviour pengguna, yang cenderung mengedepankan visual kamar sebagai keputusan dalam memilih. Hal ini juga didukung dengan keinginan owner untuk mengubah konsep hotel dari konsep butik hotel sebelumnya menjadi Art + Design hotel, di mana hotel menjadi sebuah galeri yang dapat mewadahi kreativitas dari desainer dan seniman muda berbakat. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan desain yang membuat pengguna hotel merasakan pengalaman memasuki galeri pribadi dan dapat menjadi wadah karya seni dan desain pelaku kreatif Bandung. Desain yang dihasilkan memiliki nilai kebaruan dari permainan persepsi pada headbed dengan metode surface mimicry yang dibuat seperti permukaan kertas yang dilipat dan dilukis dengan komik klasik Indonesia yang diparodikan. Proses desain dilaksanakan melalui pendekatan surface mimicry, pembuatan sketsa, mock-up, aplikasi langsung pada ruangan, dan pada akhir proses dihasilkan desain berupa kamar tidur tematis Illustration tipe A dan B pada Hotel The Silk Bandung.Kata Kunci: Desain Interior, Hotel, Ilustrasi------------------------------------------------------------------------------------------This research is motivated by the need/opportunity of the consumer behavior of users, who tend to prioritize the visual of the room as a decision in choosing. This is also supported by the owner's desire to change the hotel concept from the previous boutique hotel concept to an Art + Design hotel, where the hotel becomes a gallery that can accommodate the creativity of talented young designers and artists. The purpose of this design is to produce a design that makes hotel users feel the experience of entering a private gallery and can be a place for Bandung's creative arts and designs. The resulting design has a novelty value from the perception game on the headbed with the surface mimicry method which is made like a folded paper surface and painted with parodied Indonesian classic comics. The design process is carried out through a surface mimicry approach, making sketches, mock-ups, direct application to the room, and at the end of the process a design is produced in the form of a thematic illustration bedroom type A and B at The Silk Hotel Bandung.Keywords: interior design, hotel, illustration
EKSPLORASI BAHASA WARNA PADA KARAKTER EMOSIONAL FILM ANIMASI “INSIDE OUT” Gayego, Afida; Lutfianti, Audrey; Amalia, Ica
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i2.1823

Abstract

The animated film “Inside Out” has an interesting story and a light plot that manages to make the audience happy, sad, upset, and touched. This animation uses color for each emotional character. This is interesting to be discussed because it can be analyzed with Ferdinand theory and color scheme analysis so that we can find out the use of color in the animated film “Inside Out”. This study uses a descriptive qualitative research type, while to conduct the analysis, a semiotic analysis approach is used to reveal the meaning of color language through signs. Then to underlie the development of the analysis, the Ferdinand theory was used. The findings of this study are that the use and use of color in the animated cartoon Inside Out has a very large influence in delivering the message and the intended atmosphere to the audience. Each color has a meaning that can be chosen, combined, and matched with the character and atmosphere you want to show.Keywords: Animation, Type of color, Meaning of Color-------------------------------------------------------------------------------------Film animasi “Inside Out” memiliki cerita yang menarik dan alur yang ringan berhasil membuat para penontonnya dibuat senang, sedih, kesal dan terharu. Animasi ini menggunakan warna warna pada setiap karakter emosionalnya, Hal ini menarik untuk menjadi pembahasan karena dapat dianalisis dengan teori Ferdinan dan analisis skema warna sehingga kita dapat mengetahui pemanfaatan warna pada film animasi “Inside Out”. Penelitian ini dalam mencapai tujuan analis menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, sedangkan untuk melakukan analisis digunakan pendekatan analisis semiotika guna mengungkap makna dari bahasa warna melalui tanda. Kemudian untuk melandasi pengembangan analisis digunakan teori Ferdinant. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan dan pemanfaatan warna pada animasi kartun Inside Out memiliki pengaruh yang sangat besar dalam penyampaian pesan dan suasana yang dituju kepada penonton. Setiap warna memiliki makna yang dapat dipilih, dikombinasikan, dan dicocokkan dengan karakter dan suasana yang ingin ditunjukkan.Kata kunci: Animasi, Jenis warna, Makna Warna
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI DAN PAMERAN VIRTUAL PADA KOMUNITAS SENI LOKAL SELAMA PANDEMI Rahmah, Monita Eva; Nikita, Jassica
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i1.1825

Abstract

Pandemi Covid-19 dampaknya luas kepada masyarakat Indonesia dan tak terkecuali cara kerjanya para seniman lokal dan penggemar seni berinteraksi dengan seni rupa. Dengan mengutilisasi teknologi masa kini yaitu teknologi realita virtual, perancangan untuk mengelola karya seni pun berubah menjadi pameran digital interaktif, membolehkan para seniman dan pengamat seni untuk mencoba pengalaman baru dan modern. Komunitas seni lokal dalam penulisan riset ini berfokus kepada kelompok penyelenggara acara seni, perupa dan seniman, akademis seni, mahasiswa seni rupa, dan penggiat hobi seni rupa dari segala umur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati peran teknologi dalam cara masyarakat mendalami dan mengalami dunia seni rupa, termasuk melihat kekurangan dan kelebihannya karena pengaplikasian teknologi virtual masih sangat baru kepada khalayak ramai, juga sebagai pencerahan untuk kemungkinan bagaimana saja komunitas seniman dalam negeri bisa berubah di masa depan.KATA KUNCI: Galeri seni, galeri digital, virtual space, media interaktif, komunitas seni------------------------------------------------------------------------------------------The Covid-19 pandemic has greatly affected Indonesians, including the way artists function and how art enthusiasts interact with the artworks. By utilizing the most up-to-date technology like virtual reality simulation, art curators have turned to interactive digital galleries. This allows artists and its audiences to try a modern new way to navigate art exhibitions. The term local art communities in this paper encompasses art curators, exhibition organisers, artists, designers, art academics, art university students, and hobbyist artists of all ages.  The purpose of this research is to observe the role of technology in the way people explore and experience the world of virtual arts. This includes looking at weaknesses and strengths since the usage of virtual spaces is still relatively new for many people, but also to use this research as a way to look at the potential possibilities of how the local art communities may change in the future.KEY WORDS: Art gallery, digital gallery, virtual space, interaktif media, art communities
Rangkaian Close-Up, Ekspresi Visual Ritual Tiban: Wujud Pengorbanan Dalam Film Eksperimental Sadewa, Ghalif Putra
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i1.1837

Abstract

ABSTRACTTiban is a sacred performing art in Blitar, this tradition is trusted by the community to request rain during the dry season. The offerings, the spells, the calculation of days and the places of execution are considered necessary as a complement to traditional ceremonies. The culmination of Tiban's ritual is the sacrifice of citizens in the whip battle. But unfortunately, visibility is one of the factors that causes changes in the offender's emotions to become opaque. Visual expression of sacrifice is a manifestation of the realization of individual feelings, spontaneous, and emotional in interpreting rituals. Therefore, a close-up was chosen as a medium to closely observe the faces of Tiban participants. Close-up creates intimacy between characters, moves forward grooves or highlights details so the audience understands the moment in the ritual. This shot will simultaneously affect the structure and content of making experimental films. The close-up arrangement as a story style raises tension that focuses on the aesthetic aspects of the object of creation. The face shot provoked to show details that were previously ignored. Visual close-up is no longer a simple representation of reality, but imagery becomes a unit that creates atmosphere, defines character, intensifies the situation, and increases symbol status in the use of mise en scene as a plot. The aim is to produce meaning, emotion, rethink, while presenting a new perspective.Keywords : experimental, close-up, face expression, ritualABSTRAKTiban adalah seni pertunjukkan sakral di Blitar, tradisi ini dipercaya masyarakat guna memohon hujan saat musim kemarau. Sesaji, mantra, perhitungan hari serta tempat pelaksanaan dipandang perlu sebagai pelengkap upacara adat. Puncak dari ritual Tiban adalah pengorbanan warga dalam adu cambuk. Namun sayang, jarak pandang menjadi salah satu faktor penyebab perubahan emosi pelaku menjadi kabur. Visual ekspresi pengorbanan merupakan bentuk realisasi dari perasaan individu, spontan, dan emosional dalam memaknai ritual. Oleh karena itu, close-up dipilih sebagai medium untuk mengamati secara dekat wajah peserta Tiban. Close-up menciptakan keintiman antar karakter, menggerakkan alur ke depan atau menyoroti detail sehingga penonton memahami momen dalam ritual. Bidikan ini sekaligus akan memengaruhi struktur dan konten dalam penciptaan film eksperimental. Rangkaian close-up sebagai gaya penceritaan, menimbulkan ketegangan yang menitikberatkan kepada aspek estetik objek ciptaan. Close-up pada wajah, memprovokasi untuk menunjukkan detail-detail yang sebelumnya terlewatkan oleh pandangan. Visual dari rangkaian close-up bukan lagi representasi gambar sederhana dari realitas, tetapi gambar itu menjadi satu kesatuan yang menciptakan atmosfer, mendefinisikan karakter, mengintensifkan situasi, dan mengangkatnya ke status simbol dalam penggunaan pemanggungan (mise en scene) sebagai alur. Tujuannya menghasilkan makna, emosi, pemikiran ulang, sekaligus menyuguhkan cara pandang baru.Kata Kunci: eksperimental, close-up, ekspresi wajah, ritual
PENERAPAN KAIN PERCA BATIK TASIKMALAYA MELALUI TEKNIK SULAM DAN KOLASE ILUSTRASI FASHION PADA PELENGKAP BUSANA Handayani, Wuri; Marlianti, Mira
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i1.1934

Abstract

Penelitian tentang  Penerapan Kain Perca Batik Tasikmalaya melalui Teknik Sulam dan Kolase Ilustrasi Fashion pada Pelengkap Busana ini bertujuan untuk membuat varian baru penggambaran desain ilustrasi fashion dan pemanfaatan kain perca batik dengan teknik sulam dan kolase khususnya pada kain batik Tasikmalaya yang dikenal dengan beragamnya motif batik yang memiliki kekhasan budaya Jawa Barat yang kaya nilai tradisi dan kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan pendekatan estetika. Penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat luas, dengan memperkenalkan penggambaran ilustrasi fashion pada pelengkap busana melalui upaya pelestarian budaya dengan mengkaji karakteristik batik yang mengangkat tradisi budaya lokal dengan pendekatan aspek estetis. Latar belakang lokasi penelitian adalah Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang memiliki keragaman budaya dan daerah penghasil kain batik yang memiliki kekayaan motif.  Keindahan motif batik Tasikmalaya, tidak hanya memiliki nilai estetika saja, namun juga mengandung nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.Kata kunci:  Penerapan, Perca, Ilustrasi Fashion, Kolase, Batik Tasikmalaya----------------------------------------------------------------------------------------- This research on "Application of Tasikmalaya Batik Patchwork Through Embroidery Techniques and Fashion Illustration Collages on Clothing Complementary" aims to create a new variant of the depiction of Fashion Illustration designs and the use of batik patchwork with embroidery and collage techniques, especially on batik cloth from Tasikmalaya which is known for its various motifs. Batik which has a unique culture of West Java which is rich in traditional values and local wisdom. The method used in this research is the method of exploration, design and embodiment with an aesthetic approach. This research is expected to be able to contribute to the wider community, by introducing the depiction of Fashion Illustrations on complementary clothing through cultural preservation efforts by examining the characteristics of batik that elevates local cultural traditions with an aesthetic aspect approach. a batik-producing area that has a wealth of motifs. The beauty of the Tasikmalaya batik motif, not only has aesthetic value, but also contains traditional values and local wisdom.Keywords: Application, Patchwork, Fashion Illustration, Collage, Tasikmalaya Batik
PERANCANGAN WEDDING GOWN ZERO WASTE DENGAN TEKNIK DRAPING Sunarko, Caroline Valent; Rizali, Nanang; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i1.1935

Abstract

Perancangan Wedding Gown Zero Waste ini dilatarbelakangi dari fenomena pernikahan di era pandemi, kebutuhan Wedding Gown yang terus meningkat dan pembuatan gaun pengantin yang cenderung menggunakan bahan sintetis atau polyester seperti satin atau taffeta yang membutuhkan waktu untuk bisa terurai. Gaun pengantin tidak harus menggunakan bahan–bahan dengan harga yang tinggi, namun dengan cara mengeksekusi kain dengan teknik draping dapat menghasilkan gaun pengantin yang berbeda, unik dan istimewa. Fokus dan konsentrasi perancangan diarahkan pada pendekatan desain dan fungsi ialah gaun pengantin dengan teknik draping dan mempertimbangkan penggunaan kain agar tidak menyisakan potongan kain yang terbuang. Wedding Gown dengan tema Simple Classy dapat menjadi alternatif pilihan gaun pengantin bagi calon pengantin wanita, dengan desain yang mudah dicontoh juga berkonsep zero waste. Dengan demikian kita dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan melalui metode draping zero waste.Kata kunci: Gaun Pengantin, Zero Waste, Teknik Draping------------------------------------------------------------------------------------------The design of this Zero Waste Wedding Gown is motivated by the phenomenon of weddings in the pandemic era, the ever-increasing demand for Wedding Gowns and the manufacture of wedding dresses that tend to use synthetic or polyester materials such as satin, taffeta, which take time to decompose. Wedding dresses do not have to use materials with high prices, but by executing the fabric with the draping technique, you can produce a different, unique and special wedding dress. The focus and concentration of the design is directed at the design and function approach, namely wedding dresses with draping techniques and considering the use of fabric so as not to leave pieces of fabric wasted. Wedding Gown with a Simple Classy theme can be an alternative choice of wedding dress for the bride, with an easy-to-follow design with a zero waste concept. Thus we can contribute positively to the environment through the zero waste draping method.Keywords: Wedding Gown, Zero Waste, Draping

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue