cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
ASPEK VISUAL PADA KESENIAN KUDA LUMPING WAHYU TURONGGO JATI SEBAGAI KESENIAN TRADISI MASYARAKAT KUWARU KEBUMEN Anjani, Anggita Ayu; Supriatna, Supriatna; Nagara, Martien Roos
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i2.2111

Abstract

Lumping horse art also called jaran braid or jathilan is a traditional dance from Java that features a group of soldiers riding horses. This dance uses horses made of bamboo or other materials woven and cut to resemble the shape of a horse, decorated with artificial hair from plastic rope or the like that is curled or braided. Through further search, there is a visual aspect that exists in this art. The visual aspect of the art of lumping horse Wahyu Turonggo Jati has a characteristic that is certainly different from other lumping horse arts, especially from visual ebeg (woven lumping horse) which has its own meaning and values. The research method used is a qualitative method with a semiotic descriptive approach through a direct interview of the leader of lumping horse art Wahyu Turonggo Jati, Kuwaru, Kebumen. It is hoped that the results of research from the visual aspects of lumping horse art can provide insight for researchers, art education, the community and readers can also attract interest in lumping horse art.Keywoard: Visual Aspect, Lumping Horse Art, Wahyu Turonggo Jati-------------------------------------------------------------------------------Kesenian kuda lumping disebut juga jaran kepang atau jathilan merupakan tarian tradisional dari Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang dianyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang digelung atau dikepang. Melalui penelusuran lebih lanjut, terdapat aspek visual pada kesenian ini. Aspek visual yang ada pada kesenian kuda lumping Wahyu Turonggo Jati memiliki ciri khas yang tentunya berbeda dari kesenian kuda lumping lainnya, terutama dari visual ebeg (anyaman kuda lumping) yang memiliki makna dan nilai-nilai tersendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif semiotik melalui wawancara langsung terhadap pemimpin kesenian kuda lumping Wahyu Turonggo Jati, Kuwaru, Kebumen. Diharapkan hasil penelitian dari aspek visual pada kesenian kuda lumping dapat memberikan wawasan bagi peneliti, pendidikan seni, masyarakat dan pembaca juga dapat menarik minat terhadap kesenian kuda lumping.Kata Kunci: Aspek visual, Kesenian Kuda Lumping, Wahyu Turonggo Jati
STUDI TEKNIK DAN KARAKTERISTIK PADA LUKISAN EKSHIBISI ‘FROM ME, TO YOU’ SUANJAYA KENCUT Wicitra, Kirana Kusuma; Supriatna, Supriatna; Nagara, Martien Roos
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i2.2112

Abstract

This research is based on the writer’s curiosity about the results achieved in the painting processes. In this case, the main object of the author’s research is the works of Suanjaya Kencut in his exhibition entitled ‘From Me, To You’ at the end of 2021. Inspired by the Balinese traditional customs of Sajen, as well as his memory of Kencut’s childhood experience, which make the exhibition so interesting. After conducting an observation and documentation study, it was found that the works of Suanjaya Kencut did not clearly show the tradition of offerings. Apart from the fact that the subjects in the painting are flower dolls, and the colors are so contrasting, the ideas and gestures shown by the dolls raise social issues and the peace of others. Traditionally, Balinese people have always observed this symbiosis in their timeless ritual offerings as a small but meaningful movement, which recognizes all forms of life as something sacred, part of human daily life. Using a pointillist style in his work, each point symbolizes an element of the vast universe. Based on this background, this research also shows some of the painting techniques used by Suanjaya Kencut which are the characteristics of his works. In addition, the overall visual characteristics of the work, both from the aspect of visual composition and its basic meanings. Based on the observations that have been made, the painting technique, the use of contrasting colors and the choice of the subject of the painting—the button-eyed doll has become an icon in the name of Suanjaya Kencut itself. The author hopes that the existence of this journal will have a good impact on Indonesian art education, especially art friends who are currently in the process of searching for icons or characteristics in their artworks.Keywords: art technique, art characteristics, Suanjaya Kencut-------------------------------------------------------------------------------Penelitian ini didasari atas rasa keingintahuan penulis terhadap hasil yang dicapai pada prosesproses melukis. Yang dalam hal ini, objek utama dalam penelitian penulis merupakan karya-karya milik Suanjaya Kencut pada ekshibisinya yang berjudul ‘From Me, To You’ dipenghujung tahun 2021. Terinspirasi dari adat tradisi masyarakat Bali—Sajen, serta memorinya pada pengalaman masa kecil Kencut, yang membuat ekshibisi tersebut begitu menarik. Setelah melakukan studi observasi dan pendokumentasian, ditemukan fakta bahwa karya-karya milik Suanjaya Kencut sama sekali tidak memperlihatkan tradisi sajen secara gamblang. Selain karena subjek pada lukisan yang merupakan boneka-boneka bunga, serta pewarnaan yang begitu kontras, gagasan dan gestur yang ditunjukan oleh boneka tersebut yang mengangkat permasalahan sosial dan kedamaian sesama. Secara tradisional, orang Bali selalu memperhatikan simbiosis ini dalam ritual abadi mereka sesajen sebagai gerakan kecil tapi bermakna, yang mengakui semua bentuk kehidupan sebagai sesuatu yang suci, bagian dari keseharian manusia. Menggunakan gaya pointilis pada karyanya, yang setiap titik melambangkan unsur alam semesta yang luas. Dengan dasar latar belakang tersebut pula penelitian ini menujukkan pada beberapa teknik lukis yang digunakan Suanjaya Kencut yang menjadi kekhasan karya-karyanya. Selain itu, karakteristik yang dihasilkan secara keseluruhan visual karya tersebut, baik dari aspek komposisi visual maupun makna-makna dasarnya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pula, teknik melukis, penggunaan warna kontras serta pemilihan subjek lukisannya—boneka bermata kancing tersebut menjadi sebuah icon atas nama Suanjaya Kencut itu tersendiri. Besar harapan penulis dalam terdapatnya jurnal ini membawa dampak baik bagi pendidikan seni rupa Indonesia, terutama para kawan-kawan seni yang pada saat ini sedang dalam masa pencarian icon ataupun ciri khas pada karya seninya.Kata Kunci: teknik seni, karakteristik seni, Suanjaya Kencut
VISUALISASI NAGA PADA KARYA SENI RUPA KLASIK TIONGKOK Noor Zaman, Farid Kurniawan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i2.2223

Abstract

Besides turtles, qirins, and poenixes, dragons are mythological creatures that have existed for thousands of years in China. The dragon is a symbol of wisdom, strength and good luck in Chinese culture. This research was conducted to find out the visualization of dragons in China, as well as how the visuals of dragons appear in various Chinese artworks. This research uses descriptive analysis method. The results of this study are, the Chinese dragon has 9 characteristics which are a combination of other creatures like having a head like a camel, scales like a fish, horns like a deer, eyes like a demon, ears like an ox, a neck like a snake, belly like an oyster, feet like a tiger, and claws like an eagle. Due to its very important role in Chinese culture and having deep symbols and meanings, dragon visuals often appear in works of art such as paintings, sculptures, ornaments on clothing, architecture, interiors, exteriors and other public arts. It is hoped that this research can add insight and become a reference for understanding how to visualize dragons in classical Chinese art.Keywords: Dragon, visualization, Chinese art.----------------------------------------------------------------------------------Selain kura-kura, qirin, dan poenix, naga merupakan makhluk mitologi yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu di Tiongkok. Naga adalah simbol kebijaksanaan, kekuatan, dan keberuntungan dalam budaya Tiongkok. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan visualisasi dari naga di Tiongkok, serta bagaimana visual naga muncul di berbagai karya seni Tiongkok. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis. Hasil penelitian ini adalah, naga Tiongkok memiliki 9 karakteristik yang merupakan kombinasi dari makhluk-makhluk lainnya seperti memiliki kepala seperti unta, sisiknya seperti ikan, tanduknya seperti rusa, matanya seperti siluman, telinganya seperti lembu, lehernya seperti ular, perutnya seperti tiram, telapak kakinya seperti harimau, dan cakarnya seperti rajawali. Dikarenakan perannya begitu penting dalam kebudayaan Tiongkok serta memiliki symbol dan makna yang cukup dalam, visual naga seringkali muncul dalam karya-karya seni rupa seperti lukisan, patung, ornament pada pakaian, arsitektur, interior, eksterior serta seni publik lainnya. Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan serta menjadi acuan untuk memahami bagaimana visualisasi naga pada karya seni rupa klasik Tiongkok.Kata kunci: Naga, visualisasi, seni rupa Tiongkok.
SENI LUKIS KONTEMPORER KARYA ANDIE ARADHEA DALAM PENDEKATAN KRITIK SENI Damayanti, Anandhita Alvina; Nagara, Martien Roos
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i2.2224

Abstract

“Contemporary Painting by Andie Aradhea”. This issue focuses on the background of Andie Aradhea contemporary painting, why Andie Aradhea is decorative and contemporary, and the aesthetic forms of contemporary painting by Andie Aradhea. The purpose of this research is to understand and explain the background of contemporary paintings by Andie Aradhea, to understand and to explain and analyze the aesthetics of contemporary paintings by Andie Aradhea. The method of this research uses qualitative methods. Research location at Painting Studio & Creative Art Wening 459 Cimahi, West Java. Data is obtained through observation, interviews and documentation. Data analysis uses the interaction of analysis with Dharsono Soni Kartika’s art criticism approach, to find out the anesthetics using Monroe Beardsley’s aesthetic theory. The results of the research show the concern of the adventure of an artist to the people.Keywords: Background, Contemporary, Decorative, Aesthetics.----------------------------------------------------------------------------------Seni lukis kontemporer karya Andie Aradhea ini memfokuskan permasalahan pada bagaimana latar belakang seni lukis kontemporer, mengapa seni lukis Andie Aradhea bergaya dekoratif dan kontemporer, bagaimana bentuk estetik seni lukis kontemporer karya Andie Aradhea. Tujuan penelitian ini untuk memahami dan menjelaskan latar belakang seni lukis kontemporer, memahami dan menjelaskan serta menganalisis estetika seni lukis kontemporer Andie Aradhea. Metode atau langkah-langkah penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Studio Lukis & Ruang Seni Cipta Wening 459 Cimahi, Jawa Barat. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan dan interpretasi analisis dengan pendekatan kritik seni Dharsono Sony Kartika, untuk mengetahui makna estetiknya menggunakan teori estetika Monroe Beardsley. Hasil penelitian menunjukkan kepedulian rasa cinta perjalananseorang seniman.Kata Kunci: Latar belakang, Kontemporer, Dekoratif, Estetika.
ANALISIS PRAKTIK SUSTAINABLE FASHION PADA BRAND SEJAUH MATA MEMANDANG Larissa, Tiara; Titisari, Bintan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i2.2225

Abstract

The aspect of sustainability is currently something that needs to be considered for fashion brands in Indonesia. Apart from the unresolved problems of fast fashion, paying attention to the sustainability aspect can have a positive impact in various aspects, starting from the local economy, reducing the use of toxic materials, and being able to give a big impact by participating in saving planet earth. In Indonesiaf, sustainability aspect can be adapted with an approach that refers to the cultural aspect, because Indonesia is rich in traditions from various regions, this can be a strategic step in achieving sustainability from various aspects. This research uses a descriptive qualitative method by making the brand Sejauh Mata Memandang as a case study. Sejauh Mata Memandang is a brand from Indonesia that focuses on fashion products with batik techniques. The data was taken through a literature study and analyzed based on a sustainable fashion model by describing each aspect referrs to the practices that carried out by the brand as far as the eye can see. the results are obtained in the form of conclusions on how the sustainable fashion approach can run from every aspect of sustainability based on the practices that have been applied by the Sejauh Mata Memandang.Keywords: Sustainable fashion, Fashion Brand, Sustainable Practice, Sejauh Mata Memandang----------------------------------------------------------------------------------Aspek sustainability saat ini menjadi hal yang perlu diperhatikan bagi fashion brand di Indonesia. Selain karena permasalahan dari fast fashion yang tidak kunjung terselesaikan, memperhatikan aspek sustainability dapat menghadirkan dampak positif dalam berbagai aspek, mulai dari jalannya ekonomi lokal, berkurangnya penggunaan toxic material, hingga dapat memberi impact yang besar dengan ikut serta dalam penyelamatan planet bumi. Di Indonesia sendiri, aspek sustainability dapat diadaptasi dengan pendekatan yang mengacu pada aspek kultural, karena Indonesia yang kaya akan tradisi dari berbagai daerah, hal ini dapat menjadi langkah strategis dalam mencapai sustainability dari berbagai aspek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan brand Sejauh Mata Memandang sebagai studi kasus. Sejauh Mata Memandang adalah brand asal Indonesia yang fokus pada produk fashion dengan teknik batik. Data diambil melalui studi literatur dan dianalisis berdasarkan model sustainable fashion dengan mengurai masing- masing aspek mengacu pada praktik yang sudah dijalankan oleh brand Sejauh Mata Memandang. Sehingga didapat hasil berupa simpulan bagaimana pendekatan sustainable fashion dapat berjalan dari setiap aspek sustainability berdasarkan praktik yang sudah diterapkan oleh brand Sejauh Mata Memandang.Kata kunci: Fashion Berkelanjutan, Fashion Brand, Praktik Sustaianable, Sejauh Mata Memandang
KAIN BERCORAK SEBAGAI NATAR-ALTERNATIF LUKISAN KONTEMPORER Rahim, Muhamad Ali; Ernawan, Erika
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2289

Abstract

Perkembangan seni rupa kontemporer demikian pesat dan menawarkan kemungkinan berbeda dalam visual maupun konteks yang diangkat—secara intrinsik maupun ekstrinsik. Wacana eklektik, apropriasi dan reproduksi gambar, hingga kini masih mempengaruhi geliat lukisan kontemporer. Salah-satunya ditunjukkan melalui peminjaman atau penambahan citraan baru pada suatu gambar dengan tujuan menghasilkan makna baru. Rancangan pelukisan ini menggunakan material lukis non-konvensional, yaitu kain bercorak sebagai natarnya. Penambahan citraan baru pada natar kain bercorak yang mengakibatkan penumpukan visual menawarkan keunikannya sendiri, sekaligus memperkaya alternatif pelukisan sebagai bagian dari dinamika seni rupa sesuai dengan perkembangan zaman. Rancangan karya seni lukis yang menggunakan kain bercorak sebagai alternatif natar ini diharapkan memberi kontribusi yang menambah keragaman visual dan pola cipta dalam perkembangan wacana seni rupa pascamodern.Kata Kunci: Corak, Kain, Lukisan kontemporer, Natar
PELATIHAN PEMBUATAN BONEKA PUPPET TEMA PROFESI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI TKN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Fitra, Annisa; Handayani, Wuri
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2313

Abstract

This community service leads to the development of learning media for early childhood teachers (4 to 6 years). This service is located at TKN Cimenyan, Bandung Regency, West Java. The target of the training participants includes the teaching staff of TKN Cimenyan, learning media that will be developed through the use or manufacture of puppets from patchwork applications that have never been developed at TKN Cimenyan schools. Through this training, it is hoped that it can add insight to the teachers regarding Early Childhood learning media and to increase the creativity of early childhood. This training activity was carried out in several stages, including: the initial stage or data collection regarding the situation of the Cimenyan TKN school, the state of the school and the condition of the learning media of the students in Cimenyan TKN. Furthermore, the proposing team conducted a seminar as a form of introducing puppets and patchwork and workshops or training with the target that the Cimenyan TKN teachers were able to produce new learning media, and contribute to the multiplication and development of the use of patchwork with the aim of reducing cloth waste.Keywords: puppet dolls, patchwork, learning media, early childhood----------------------------------------------------------------------------------Pengabdian kepada masyarakat ini mengarah kepada pengembangan media pembelajaran bagi tenaga pengajar anak usia dini (4 sd 6 tahun). Pengabdian ini berlokasi di TKN Cimenyan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Target peserta pelatihan mencakup para tenaga pengajar TKN Cimenyan, Media pembelajaran yang dikembangkan melalui penggunaan atau pembuatan boneka puppet dari aplikasi kain perca yang belum pernah di kembangkan di sekolah TKN Cimenyan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan para pengajar terkait media pembelajaran Anak Usia Dini dan untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahap, diantaranya: tahapan awal atau pengumpulan data mengenai situasi sekolah TKN Cimenyan, keadaan sekolah dan bagaimana kondisi media pembelajaran para siswa yang berada di TKN Cimenyan. Selanjutnya tim pengusul melakukan seminar sebagai bentuk pengenalan boneka puppet dan kain perca dan workshop atau pelatihan dengan target yang diharapkan para pengajar TKN Cimenyan mampu menghasilkan media pembelajaran baru, dan berkontribusi pada pengalian dan pengembangan pemanfaatan perca kain dengan tujuan mengurangi sampah kain.Kata kunci: boneka puppet, kain perca, media pembelajaran, anak usia dini
ANALISIS GRAMATIKA VISUAL DALAM PEMAKNAAN POTRET PEREMPUAN PADA SAMPUL MAJALAH MANGLE Rachminingsih, Irma; Sundari, Yupi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2314

Abstract

Visual grammatical analysis shows how the image maker chooses the available semiotic sources to form meaning and convey messages. Portraits are analyzed to reveal the representation, interaction, and composition meanings. In terms of representational meaning, the photo on the cover of Mangle shows a conceptual representation of carrier-possessive attributes. When we look at the photo, we associate long loose hair or buns, headpieces, accessories, kebaya and make-up with Sundanese women as a whole. The carrier is shown as a beautiful, feminine, motherly, friendly, and confident woman embracing Sundanese values. In terms of the interaction meaning, the analysis was carried out by considering aspects of contact, social distance and attitude. The eye contact of the model looking at the observer shows a demand in which the model seems to greet and demands the viewer to pay attention. Close-up shot indicates a close and personal relationship between the model and the observer, while medium long shot captures social distance.Keywords: visual grammar, female photo, Mangle cover.----------------------------------------------------------------------------------Analisis gramatika visual memperlihatkan bagaimana pembuat gambar memilih beragam sumber semiotika yang tersedia untuk membentuk makna dan menyampaikan pesan. Potret dianalisis untuk mengungkap makna representasi, interaksi, dan komposisi. Dari segi makna representasi, potret pada sampul Mangle menunjukkan representasi konseptual carrier-possessive attributes. Saat melihat potret, kita mengaitkan gaya rambut panjang terurai atau sanggul, hiasan kepala, aksesori, busana kebaya dan make-up dengan perempuan Sunda sebagai gambaran keseluruhan. Penyandang (carrier) yang ingin diungkapkan adalah Mangle sebagai sosok cantik, feminin, keibuan, ramah, percaya diri dan memegang nilai tradisi Sunda. Dari segi makna interaksi, analisis dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kontak, jarak sosial dan sikap. Kontak mata model menatap pengamat menunjukkan demand, model seolah menyapa dan meminta pengamat memerhatikan. Pengambilan gambar close-up mengindikasikan relasi antara model yang dekat dan personal dengan pengamat, sedangkan pengambilan gambar medium long shot merealisaikan jarak sosial.Kata Kunci: gramatika visual, potret perempuan, sampul Mangle
EKSISTENSIALISME DALAM SENI LUKIS SIMBOLISME (IKAN KOKI) Kusdiana, Hilman Cahya
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2315

Abstract

Freedom is an idea that is embodied in works of art or symbolism painting with media outside the convention of painting (canvas and paper). Freedom is symbolized by goldfish as a result of the interpretation of the relevance between individual freedom and cheffish. The artwork created utilizes guitars and fiddles as a medium to paint a goldfish with a symbolism approach. The concept of freedom is the result of observations and comparisons between the concept of freedom in the anime One Piece story, the philosophy of freedom and personal experience as an individual. This work refers to Kierkegard’s theory of existentialism, namely the highest freedom is to merge with God. In the end it was concluded that freedom is sincerity.Keywords: Kierkegard existentialism, Freedom is sincerity, Symbolism Painting, Chef fish, guitar and fiddle media----------------------------------------------------------------------------------Kebebasan adalah gagasan yang diwjuudkan dalam karya seni rupa atau seni lukis simbolisme dengan media di luar konvensi melukis (kanvas dan kertas). Kebebasan disimbolkan dengan ikan koki sebagai hasil interpretasi tentang relevansi antara kebebasan individu dan ikan koki. Karya seni yang diciptakan memanfaatkan gitar dan rebab sebagai media untuk melukis ikan koki dengan pendekatan simbolisme. Konsep kebebasan adalah hasil pengamatan dan perbandingan antara konsep kebebasan dalam cerita anime one piece, filsafat kebebasan dan pengalaman pribadi sebagai individu. Karya ini merujuk pada teori eksistensialisme kierkegard, yaitu kebebasan paling tinggi adalah meleburkan diri dengan Tuhan. Pada akhirnya disimpulkan bahwa kebebasan adalah keikhlasan.Kata Kunci: eksistensialisme Kierkegard, Kebebasan adalah keikhlasan, Seni Lukis simbolisme, Ikan koki, media gitar dan rebab
PELATIHAN MEMBATIK DALAM RANGKA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK ASUH YAYASAN DAPOER CINTA YATIM DI CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG Djuniwarti, Djuniwarti; Marlianti, Mira
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2316

Abstract

This training introduces batik as a national identity that must always be known, worn and preserved by the Indonesian people. Creativity with batik can be a medium that helps develop the creativity skills of foster children at the elementary and junior high school levels at the Dapoer Cinta Yatim Foundation (DCY). Therefore, the focus of this Community Service (PKM) is continuous batik training and mentoring activities for orphans, poor people, and their companions who are members of the Foundation. The method of implementing PKM includes the stages of introducing theoretical insights about the ins and outs of batik, which is followed by training in the form of batik practice activities where foster children produce several modules of batik work with various batik techniques and coloring them and the last is the stage of aesthetic packaging of batik products created by children's creativity. packaged into various classy and aesthetic products such as textile products and household products, which were displayed in a simple exhibition at Mister M Cofee and Resto.Keywords: training, batik, creativity, exhibition----------------------------------------------------------------------------------Pelatihan ini memperkenalkan batik sebagai identitas bangsa yang harus selalu dikenal, dipakai dan dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Berkreativitas dengan batik dapat menjadi medium yang membantu menumbuhkembangkan skill kreativitas anak asuh tingkat SD dan SMP di Yayasan Dapoer Cinta Yatim (DCY). Oleh sebab itu fokus Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah kegiatan pelatihan dan pendampingan membatik secara kontinyu bagi anak yatim, duafa, dan para pendampingnya yang tergabung di Yayasan tersebut. Metode pelaksanaan PKM meliputi tahapan pengenalan wawasan teori tentang seluk beluk batik, yang dilanjutkan dengan pelatihan berupa aktivitas praktik membatik dimana anak asuh menghasilkan beberapa modul karya batik dengan berbag0ai teknik membatik dan mewarnainya dan terakhir adalah tahapan pengemasan estetik dari produk batikan hasil kreativitas anak-anak dapat dikemas menjadi berbagai produk yang berkelas dan estetis seperti sebagai produk tekstil dan produk keperluan rumah tangga, yang ditampilkan dalam sebuah pameran sederhana di Mister M Cofee and Resto.Kata kunci: pelatihan, batik, kreativitas, pameran 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue