cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
Inovasi Berdasarkan Motif Tenun Gringsing di Desa Tenganan Pegringsingan dalam Bentuk Fashion Rizqia, Muhamad Rifki; Puspita, Ade Ayu; Damayanti, Anandhita Alvina
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2511

Abstract

This study aims to develop an innovation of Gringsing weaving motifs in Tenganan Pegringsingan Village, Bali in dealing with economic activities in the midst of the COVID-19 pandemic and to find out the various types of Gringsing weaving motifs. The location of this research was conducted in Tenganan Pegringsingan Village, Manggis District, Karangasem Regency, Bali, on the grounds that the Gringsing weaving motif is the result of the cultural creativity of the Tenganan Village community traditionally based on Hindu religious beliefs, with conditions for philosophical values and meanings, and has a unique culture with technical techniques. manufacture of single ikat and double ikat as Indonesian cultural identity. This research is a qualitative research with the research and development stage is carried out using research and development Research and Development (R&D). Research and development aims to produce new products through the development process, but does not eliminate the identity of the Gringsing motif. This research emphasizes according to a certain sample and Saussure’s semiotic theory approach. Keywords: Gringsing weaving motif, tradition, culture ------------------------------------------------------------------------------------ Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi motif tenun Gringsing di Desa Tenganan Pegringsingan Bali dalam menghadapi kegiatan perekonomian di tengah pandemi COVID-19 dan mengetahui berbagai jenis motif tenun Gringsing. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, dengan alasan motif tenun Gringsing merupakan hasil kreatifitas budaya masyarakat Desa Tenganan secara tradisi berdasarkan kepercayaan agama Hindu, dengan syarat akan nilai dan makna filosofi, serta memiliki keunikan budaya dengan teknik pembuatan single ikat dan double ikat sebagai identitas budaya Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk baru melalui proses pengembangan, tetapi tidak menghilangkan identitas jenis motif Gringsing. Penelitian ini menekankan menurut sampel tertentu serta pendekatan teori semiotik Saussure. Kata kunci: motif tenun Gringsing, tradisi, budaya
PERANCANGAN ALAT MUSIK OKARINA DENGAN TEMA BEBEGIG SUKAMANTRI Fauzi, Adnan; Alif, Mohamad Zaini; Emilda, Nia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2512

Abstract

The musical instrument that is made is the okarina wind instrument using ceramic materials, the ocarina made is the ocarina with 4 sound holes, and is oval in shape. Okarina is now widely sold in the market, especially in online shops with different forms in each product from one another, but the lack of application of local culture to the ocarina as a product that has more value in society, by elevating local cultural elements to this musical instrument is aimed at in order to better introduce to the public about the local Sundanese culture, namely Bebegig Sukamantri.The ornament applied to this wind instrument is the Bebegig Sukamantri mask from the Ciamis region of West Java. Bebegig is used to ward off people who have evil intentions against a village. In general, the Bebegig art performance will be danced by several actors who wear the spooky masks typical of Sukamantri. The spooky Bebegig mask was simplified again in order to make it more acceptable in society, especially children. Keywords: Okarina, Mask, Bebegig, Musical Instruments, Culture. ------------------------------------------------------------------------------------ Alat musik yang dibuat yaitu alat musik tiup okarina dengan menggunakan bahan keramik. Okarina yang dibuat yaitu okarina dengan 4 lubang suara dan berbentuk oval. Okarina kini sudah banyak dijual di pasaran khususnya di online shop dengan bentuk yang berbeda di setiap produk satu dengan lainnya. Namun kurangnya penerapan budaya lokal kepada okarina tersebut sebagai produk yang memiliki nilai lebih di masyarakat, dengan mengangkat unsur budaya lokal kepada alat musik ini bertujuan agar dapat lebih mengenalkan kepada masyarakat tentang budaya lokal sunda yaitu Bebegig Sukamantri. Ornamen yang diterapkan pada alat musik tiup ini yaitu topeng Bebegig Sukamantri yang berasal dari wilayah Ciamis Jawa Barat. Bebegig digunakan untuk mengusir orang-orang yang berniat jahat terhadap sebuah desa. Secara umum, penampilan kesenian Bebegig akan ditarikan oleh beberapa orang lelakon yang menggunakan topeng seram khas Sukamantri. Topeng Bebegig yang seram disederhanakan kembali bentuknya karena agar dapat lebih diterima di masyarakat khususnya anak-anak. Kata Kunci : Okarina, Topeng, Bebegig, Alat Musik, Budaya
Wayang Kulit di Ghriya Ukir Kulit Dusun Gendeng Yogyakarta Komariah, Arfiati Nurul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.2627

Abstract

Kerajinan wayang kulit dikembangkan di beberapa tempat di Dusun Gendeng, namun penulis lebih tertarik dengan salah satu perajin yang hingga saat ini masih aktif dan memiliki cukup banyak karyawan. Perajin tersebut berlokasi di Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh ketertarikan masyarakat terhadap wayang kulit pada zaman sekarang, terutama bagi masyarakat di Dusun Gendeng dan mengetahui sistem pembagian kerja para perajin di dalam membuat kerajinan yang terbuat dari bahan kulit perkamen (mentah). Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif yang berperan pasif. Kemudian hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah didapatkannya pengetahuan mengenai bahan apa saja yang digunakan dan setiap perajin melakukan pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Kata Kunci: Kerajinan Wayang Kulit, Dusun Gendeng, Pembagian Kerja
Perkembangan Motif Flora Pada Produk Fashion Dimasa Pandemi Covid-19 Zahara, Nadia Febriani
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2820

Abstract

The trend comes from the absorption word “Trend” which means the direction of a trend or style that is developing or changing in general. Trends in the fashion world are constantly changing and these changes are influenced by many factors, one of which is the social and economic conditions at that time. The Covid-19 pandemic requires everyone to adapt to the new normal (new normal era), including trends in the world of fashion. The fashion trends referred to include: 1) Fashion trends that are popularly worn; 2) complementary trends in popular clothing worn; and 3) the popular trend of accessories used during the Covid-19 pandemic era. This research method uses literary and phenomenological methods, the literary method is a type of qualitative research method where the location and place of research are carried out in libraries, documents, archives, and other similar methods with literature reviews, while the phenomenological approach seeks to capture various problems that exist in society and reveal the meaning contained therein. The results of this study are that there are various changes in dress styles in the new normal era. These changes in dress style include: 1) Fashion trends in the new normal era include minimalist clothing, sports clothing and closed clothing; 2) complementary clothing trends in the new normal era include masks, face shields, backpacks and oversized bags, flatshoes, slip ons, and sneakers; and 3) accessory trends during the new normal era, namely glasses and watches. Keywords: floral motifs, fashion products, pandemic, fashion trends --------------------------------------------------------------------- Tren berasal dari kata serapan “Trend“ yang berarti adalah arah kecenderungan atau gaya yang sedang berkembang atau berubah secara umum. Tren pada dunia fashion terus berubah dan perubahan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah keadaan sosial dan ekonomi pada saat itu. Pandemi Covid-19 mengharuskan setiap orang untuk beradaptasi dengan tatanan normal baru (era new normal), termasuk tren dalam dunia fesyen. Tren fesyen yang dimaksud meliputi: 1) Tren busana yang popular dikenakan; 2) tren pelengkap busana yang popular dikenakan; dan 3) tren aksoris yang popular di gunakan selama era pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan fenomologi, metode kepustakaan adalah satu jenis metode penelitian kualitatif yang lokasi dan tempat penelitiannya dilakukan di pustaka, dokumen, arsip, dan lain sejenisnya dengan literatur review, sedangkan pendekatan fenomenologi berupaya untuk menangkap berbagai persoalan yang ada di masyarakat dan mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini adalah terdapat berbagai perubahan gaya berbusana di era new normal. Perubahan gaya berbusana ini meliputi: 1) Tren busana di era new normal meliputi busana minimalis, busana sport, dan busana tertutup; 2) tren pelengkap busana di era new normal meliputi masker, face shield, tas ransel dan oversized, flatshoes, slip on ,dan sneaker ;dan 3) tren aksesoris selama era new normal yaitu kacamata, dan arloji. Kata Kunci: motif flora, produk fashion, pandemi, tren fashion.
Penguatan Karakter Kearifan Lokal Berbasis Budaya Visual Melalui Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) Bagi Siswa Kelas Vi MIN 1 Kerinci Zulmaheti, Zulmaheti
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.2833

Abstract

The character strengthening referred to in this study is related to the development of three domains, namely moral knowledge, moral feeling, and moral behaviors that should be instilled from an early age. Schools are one of the educational institutions that play a crucial role in character strengthening efforts for students, which can be carried out through the learning process in the classroom, including the subject of Arts and Culture Skills (SBK). The focus of this research is the process of character strengthening based on local wisdom for sixth-grade students at MIN 1 Kerinci, which is based on the visual culture of the local area, namely Kerinci Regency. The method used in this research is qualitative method with a descriptive study approach. This study seek to provide a comprehensive description regarding the character strengthening of local wisdom based on visual culture for students in the learning process of Arts and Culture Skills (SBK). Keywords: Character, Local Wisdom. Visual Culture, Art and Culture Skills. --------------------------------------------------------------------- Penguatan karakter yang dimaksudkan dalam penelitian ini berkaitan dengan pengembangan tiga ranah yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral siswa yang harus ditanamkan sejak dini. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam upaya penguatan karakter bagi siswa yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas, salah satunya ialah melalui Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Fokus dari penelitian ini ialah proses penguatan karakter kearifan lokal bagi siswa kelas VI MIN 1 Kerinci yang berbasis budaya visual yang dimiliki oleh daerah setempat yaitu Kabupaten Kerinci. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif dengan tujuan untuk memberi gambaran secara komprehensif berkaitan dengan penguatan karakter kearifan lokal budaya visual bagi siswa yang dilakukan dalam proses pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Kata Kunci: Karakter, Kearifan Lokal, Budaya Visual, Seni Budaya dan Keterampilan
Pengenalan Warna Primer untuk Menggambar Kepada Siswa MTS Al-Khoiriyah Ciranjang Cianjur Luqman, Fadhila
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2840

Abstract

This study aims to educate the first grade students of MTS Al-Khoiriyah in Nanggalamekar Village about the primary color and its mixing techniques. The location of this research was conducted in MTS Al-Khoiriyah, Nanggalamekar Village, Ciranjang District, Cianjur Regency, Jawa Barat, for the reason that they deprived art education even though they had high enthusiasm about things that related to art. This research is a qualitatitve research with the Research and Development (R&D). Research and Development aims to produce human resources with knowledge and skill about basic visual art which is color and color mixing. This research emphasizes according to practical activity and exploration and Brewster’s color theory approach. Keyword: Ciranjang, Primary Color, School ------------------------------------------------------------------------------------ Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi kelas 1 di MTS Al-Khoiriyah Desa Nanggalamekar mengenai warna primer dan teknik pencampuran warnanya. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTS Al-Khoiriyah Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan alasan kurangnya pendidikan kesenirupaan yang diajarkan disana padahal desa tersebut merupakan salah satu desa dengan antusiasme tinggi akan hal-hal berbau seni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D). Penelitian dan Pengembangan bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mengenai dasar-dasar seni rupa yaitu warna dan pencampuran warna. Penelitian ini menekankan praktik dan eksplorasi serta pendekatan teori warna Brewster. Kata Kunci: Ciranjang, Warna Dasar, Sekolah
APLIKASI KAIN BERBAHAN RAMI UNTUK PRODUK TEKSTIL KREATIF INTERIOR Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2841

Abstract

Fabrics made from ramie fiber have the potential to be developed as raw materials for creative textile products and their derivatives. The development of research on the application of ramie fiber based fabrics provides opportunities for the development of ramie fiber as a creative interior textile product. To create an interior textile product, a strategy is needed to carry out the exploration and experimentation process of making interior textile products from fabrics made from ramie fiber. This study aimed to obtain standard documents for analyzing the quality of hemp fiber fabrics and the production process for making prototype products, namely sunscreen, upholstery, lampshade, cushion, looper, coasters, and noreng. The application of ramie fiber-based fabrics will provide an alternative for the world of textiles as a raw material for textiles by carrying out various stages including material studies, shape studies, natural color studies, composition studies, and engineering studies. Qualitative research methods with exploratory and experimental approaches and data collection techniques are carried out using observation, interviews, and documentation. The results of research on the application of ramie fiber-based fabrics have excellent potential to be used as an alternative to interior creative textile products because they have properties that meet the requirements to be used as textile fibers. The results of this study will be a reference in the use of ramie fiber fabrics with standardized characters for the manufacture of superior works of interior creative textile products. Keywords: Fabrics, Natural Fibers, Ramie, Interior Textile ------------------------------------------------------------------------------------ Kain berbahan serat rami berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk produk kreatif tekstil dan turunannya. Perkembangan riset tentang aplikasi kain berbahan serat rami memberikan peluang untuk pengembangan serat rami sebagai produk tekstil kreatif interior. Untuk menciptakan sebuah produk tekstil interior, perlu strategi untuk melakukan proses eksplorasi dan eksperimentasi pembuatan produk tekstil interior dari kain berbahan serat rami. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dokumen standard untuk analisis kualitas kain berbahan serat rami dan proses produksi pembuatan produk prototype yaitu sunscreen, upholstery, kap lampu, cushion, looper, coaster, dan noreng. Aplikasi kain berbahan serat rami serat akan memberi alternatif untuk dunia tekstil sebagai bahan baku tekstil dengan melakukan berbagai tahapan diantaranya studi material, studi bentuk, studi warna alami, studi komposisi, dan studi teknik. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplorasi dan ekperimentasi, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian aplikasi kain berbahan serat rami memiliki potensi yang sangat baik untuk dijadikan alternatif produk tekstil kreatif interior, karena mempunyai sifat-sifat yang dapat memenuhi persyaratan untuk dijadikan serat tekstil. Hasil penelitian ini akan menjadi acuan dalam penggunaan kain berbahan serat rami dengan karakter terstandar untuk pembuatan karya unggulan produk tekstil kreatif interior. Kata Kunci: Kain, Serat Alami, Rami, Tekstil Interior
EKSISTENSI TEKNIK PATCHWORK SERTA PENERAPANNYA PADA PRODUK FASHION Ummah, Nisa Haritsatul; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2842

Abstract

Patchwork is traditional art that originated in Europe and developed in the continental United States. Patchwrok in the Indonesian dictionary means “patchwork”. But in its full sense, patchwork is a craft that combines pieces of patchwork with one another. Those that have different motifs or colors then become a new form. Patchwork is also included in sustainable design, also known as environmental design, (environmentally sustainable design, eco conscious design, etc. Generally, patchwork crafts use industrial waste materials and textile products in the form of scraps of cloth or commonly called patchwork. Even though it looks like a worthless item, patchwork waste can be turned into useful and economical items considering that patchwork has various patterns and textures and can be combined into useful creations, including as complementary elements of home interiors, such as curtains, curtain fasteners. Pillowcases (tassel), pillowcases, bed linen, blankets, lampshades, magazine holders, place mats, glass mats, tissue holders, dirty clothes holders, multi-purpose hanging bags and others. Keywords: Traditional art, Patchwork, industrial waste materials, home interior ------------------------------------------------------------------------------------ Patchwork merupakan seni tradisional yang berasal dari Eropa dan berkembang di benua Amerika Serikat. Patchwrok dalam kamus Bahasa Indonesia yang berarti “kain perca”. Namun pengertian lengkapnya, patchwork adalah kerajinan yang menggabungkan potongan-potongan kain perca satu dengan yang lainnya. Yang memiliki motif atau warna yang berbeda-beda lalu menjadi suatu bentuk baru. Patchwork juga masuk kedalam Desain berkelanjutan, atau disebut juga sebagai desain lingkungan, (desain berkelanjutan secara lingkungan, desain kesadaran lingkungan, dll.) Umumnya kerajinan patchwork menggunakan sisa bahan limbah industri dan produk tekstil yang berupa sisa potongan kain atau biasa disebut kain perca. Walaupun terlihat sebagai barang yang tidak berharga, limbah kain perca dapat diubah menjadi barang-barang yang berguna dan bernilai ekonomis mengingat kain perca memiliki corak dan tekstur yang beragam dan dapat dipadukan menjadi kreasi yang berguna termasuk sebagai unsur pelengkap interior rumah, seperti tirai, pengikat tirai (tassel), sarung bantal, sprei, selimut, kap lampu, tempat majalah, alas piring, alas gelas, tempat tissue, tempat pakaian kotor, kantong gantung serba guna dan lain-lain. Kata Kunci: Seni tradisional, Kain Perca, Patchwork, limbah industry, interior rumah
MELIHAT BENTUK KEBEBASAN MELALUI PAMERAN GRAFITIKASI Islami, Natsira Isnaini Putri; Nagara, Martien Roos
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.2847

Abstract

“Gratifikasi” is an exhibition that focuses on contemporary painting with a touch of graffiti. Uncle Joy’s artworks employ painting techniques and graffiti methods, combined with materials such as fabric scraps, glue, thread, paper mache, acrylic, and spray paint. Uncle Joy portrays freedom in expressing opinions and painting beyond traditional boundaries, resembling the rebellious nature of graffiti. He utilizes these mediums due to his personal experience and familiarity with the street art community. He repurposes discarded fabrics and scraps to experiment with various materials and create diverse artworks. One intriguing aspect of Uncle Joy’s works is the use of canvas and installations as a medium to criticize urban life issues. Through this exhibition, Uncle Joy represents the freedom of artistic creation and the power of expression. He demonstrates that the freedom of expression is not limited to graffiti on the streets but can be realized through canvas and other mediums. Additionally, Uncle Joy incorporates waste materials into his artwork, reminding us of the importance of environmental consciousness and its future impact. Keywords: Graffiti, contemporary, waste materials ------------------------------------------------------------------------------------ Gratifikasi merupakan pameran yang berfokus pada seni lukis kontemporer dengan sentuhan grafiti. Karya-karya Uncle Joy menggunakan teknik melukis dan metode grafiti, yang dipadukan dengan media seperti kain perca, lem, benang, paper mache, akrilik, dan cat semprot. Uncle Joy menggambarkan kebebasan dalam menyampaikan pendapat dan melukis di luar batasan tradisional, mirip dengan gaya grafiti yang memberikan ruang untuk pemberontakan. Uncle Joy menggunakan media ini karena pengalaman pribadinya dan keakraban dengan kelompok seni jalanan. Dia memanfaatkan kain bekas atau kain perca yang tidak terpakai untuk bereksperimen dan menjelajahi berbagai bahan dalam menciptakan karya seni yang beragam.Salah satu hal menarik dari karya-karya Uncle Joy adalah penggunaan bidang kanvas dan instalasi sebagai media untuk mengkritik isu-isu kehidupan urban. Melalui pameran ini, Uncle Joy menggambarkan kebebasan dalam berkarya seni dan menyampaikan pendapat. Ia menunjukkan bahwa kebebasan ekspresi tidak hanya terbatas pada grafiti di jalanan, tetapi dapat diwujudkan melalui kanvas dan media lainnya. Selain itu, Uncle Joy menciptakan karya menggunakan limbah sampah sebagai bahan untuk menciptakan karya seni yang memukau, yang sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya peduli terhadap lingkungan sekitar dan dampaknya di masa depan. Kata Kunci: Grafiti, kontemporer, limbah sampah
MODEL DESAIN PRAKTIK UPCYCLING FASHION DALAM PEMANFAATAN LIMBAH PAKAIAN BEKAS Annesha, Bella; Titisari, Bintan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.2848

Abstract

The fashion industry tends to move quickly to follow the latest fashion trends and has an impact on the large amount of clothing textile waste, both from production and from clothes. One of the efforts to minimize this impact is to extend the outdated clothes. There are more emerging Indonesian fashion brand nowadays that apply upcycle processing as one of their product development, especially in big cities such as Bandung and Jakarta. The finding of this is a model that shows upcycling process has similar stages: research idea & concept, design & production, post production, and selling, furthermore, aspects that influence the process are also being anaylised. The results of the analysis are processed into a model for the development of upcycle fashion practices where the making of this design practice model is intended so that fashion actors and also ordinary people who want to implement upcycle can adapt this practice model. Keywords: Upcycle, Design process, Second-hand clothes, Sustainable ------------------------------------------------------------------------------------ Industri fashion cenderung bergerak cepat mengikuti tren fashion terkini dan berdampak pada banyaknya limbah tekstil pakaian, baik dari produksi maupun dari pakaian yang sudah tidak terpakai. Salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak tersebut adalah dengan memperpanjang masa pakai pakaian yang sudah usang. Semakin banyak bermunculan brand fashion Indonesia yang menerapkan proses upcycle sebagai salah satu pengembangan produknya, terutama di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Temuan ini adalah model yang menunjukkan proses upcycle memiliki tahapan yang sama: riset ide & konsep, desain & produksi, pasca produksi, dan penjualan. Selain itu aspek-aspek yang mempengaruhi proses juga dianalisis. Hasil analisis diolah menjadi model pengembangan praktik fashion upcycle dimana pembuatan model praktik fashion ini dimaksudkan agar para pelaku fashion dan juga masyarakat awam yang ingin menerapkan upcycle dapat mengadaptasi model praktik ini. Kata Kunci: Upcycle, Proses desain, Pakaian second-hand, Sustainable

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue