cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
INTERPRETASI KAIN KAPAL LAMPUNG MELALUI PENDEKATAN HERMENEUTIKA RESTROSPEKTIF, PROYEKTIF, DAN PRODUKTIF Kurniawan, Hadi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2317

Abstract

Ship cloth is a traditional woven cloth from Lampung. The ornament in this cloth is the form of symbols that resulting from community cultural expressions that contain meaning and philosophy. Hermeneutics is an approach method that can be used to interpret and understand texts in the artworks to reveal its meaning and philosophy. This study aims to interpret the ornaments of the Lampung ship cloth and to reveal its meaning and philosophy through a hermeneutic approach method. The method used in this research is descriptive analysis, literature study to find data sources and art criticism. The interpretation stage is carried out through a hermeneutic approach. Three types of hermeneutics used in this study are retrospective, projective and productive hermeneutics. This’s done to get various alternative points of view about the meaning. The results of the study reveal that the meanings and philosophies contained in the Lampung ship cloth have noble virtue values for the provision of human insight in living a good and prosperous life.Keysword: Lampung ship clothes, art criticism, interpretation, hermeneutic.----------------------------------------------------------------------------------Kain Kapal merupakan kain tenun tradisional khas dari Lampung. Ragam hias yang terdapat pada kain ini berupa simbol - simbol hasil ekspresi budaya masyarakat yang mengandung makna dan filosofi. Hermeneutika merupakan metode pendekatan yang dapat digunakan untuk menafsirkan dan memahami teks yang ada pada karya seni untuk mengungkap makna dan filosofi. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan ragam hias yang ada pada kain kapal Lampung untuk mengungkap makna dan filosofinya melalui pendekatan hermeneutika. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, studi literatur untuk mencari sumber data dan kritik seni. Tahap interpretasi dilakukan melalui pendekatan hermeneutik. Tiga jenis hermeneutik digunakan pada penelitian ini adalah hermeneutik retrospektif, proyektif dan produktif. Hal ini dilakukan agar makna yang didapat memiliki berbagai alternatif cara pandang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa makna dan filosofi yang terkandung dalam kain kapal Lampung memiliki nilai kabajikan yang luhur untuk bekal wawasan manusia dalam menjalani kehidupan baik dan sejahtera.Kata kunci : kain kapal Lampung, kritik seni, interpretasi, hermeneutika
"TRANSFORMASI" TEKNIK DAN POLA ANYAM TRADISI PADA KARYA 3D SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN RAMAH LINGKUNGAN Rohandi, Teten; Nagara, Martien Roos; Noor Zaman, Farid Kurniawan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2318

Abstract

Weaving is a technique of making works of art that is done by overlapping (crossing) woven materials. Weaving patterns for artisans are molds for mass-producing woven products, while for pure/expressive works of art, patterns are used as the basic structure of the creation of the work. The focus of this research is to create pure works of art based on woven techniques and patterns with big themes to increase awareness of environmentally friendly living. In this study using the method of creation according to Hawkins, namely exploration, improvitation and forming. The stages in the work are as follows: 1) The first stage is the search stage, namely the stage where the artist tries to find an idea or ideas. 2) The next stage is the stage where the artist perfects or develops his ideas and ideas. 3) The third stage or the last stage is the visualization stage into the actual medium, namely the mature ideas and ideas are poured into the field of work according to the selected medium and technique. The results of the research are in the form of 3 dimensional pure art works using weaving techniques, patterns and media with a focus on the meaning of shifting environmentally friendly traditional culture to instant culture that causes environmental damage. It is hoped that this research will not only add to the repertoire of the diversity of works of art produced, especially in the field of weaving.Keywords: transformation, weaving, 3 dimensional artwork, environmentally friendly----------------------------------------------------------------------------------Anyaman adalah teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara menumpang tindihkan (menyilangkan) bahan anyam. Pola anyam bagi perajin adalah cetakan untuk memproduksi produk anyam secara masal, sedangkan untuk karya seni rupa murni/ekspresif, pola dijadikan sebagai struktur dasar pembentukan karya. Fokus penelitian ini adalah menciptakan karya seni rupa murni berdasarkan teknik dan pola anyaman dengan tema besar untuk meningkatkan kesadaran hidup ramah lingkungan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penciptaan menurut Hawkins yaitu exploration, improvitation dan forming. Tahapan dalam berkarya adalah sebagai berikut: 1) Tahapan pertama adalah tahapan pencarian yaitu tahapan dimana si seniman berusaha menemukan ide atau gagasan. 2) Tahapan selanjutnya adalah tahap dimana seniman menyempurnakan atau mengembangkan ide serta gagasannya. 3) Tahap ketiga atau tahap terakhir adalah tahapan visualisasi kedalam medium yang sesungguhnya, yaitu ide dan gagasan yang sudah matang dituangkan kedalam bidang garap sesuai medium dan teknik yang dipilih. Hasil penelitian berupa karya seni rupa murni 3 dimensi dengan menggunakan teknik, pola dan media anyam dengan fokus makna pergeseran budaya tradisi yang ramah lingkungan ke budaya instan yang menimbulkan kerusakan lingkungan. Diharapkan penelitian ini selain dapat menambah khasanah keberagaman karya seni rupa yang dihasilkan khususnya bidang anyaman.Kata kunci: transformasi, anyaman, karya rupa 3 dimensi, ramah lingkungan
REVITALISASI LAMPION TENGTENGAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI Winarno, Ari; Mustaqin, Khairul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2319

Abstract

Tengtengan lanterns are usually present seasonally, which occurs during the month of Ramadan and are lanterns that have their own uniqueness when compared to other lanterns. The uniqueness in question lies in the visual appearance and work system that can move automatically with heat source technology produced from the flame of the candle inside the lantern. Specifically, the exposure of this paper is to reveal the working system of utilizing fire heat, shape, size, materials, tools, and manufacturing techniques and the mechanism of how it works. The series of stages in this method begins with collecting data related to the Tengtengan Lanterns, interviews with experts in their fields, especially the makers of Tengtengan Lanterns, direct observation of objects at the production site, and observations through a workshop simulation of the workings of the Tengtengan Lanterns directly. The result of the discussion in this paper is a description of how the Tengtengan lanterns work together with an explanation of the rotating silhouette of the image produced from the heat of a candle flame in a clear way.Keywords: work procedures, Tengtengan lanterns, educational media----------------------------------------------------------------------------------Lampion Tengtengan biasanya hadir secara musiman yaitu terjadi pada bulan Ramadhan dan merupakan lampion yang memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan lampion yang lainnya. Keunikan yang dimaksud terletak pada tampilan visualnya dan sistem tata kerja yang dapat bergerak secara otomatis dengan teknologi sumber panas yang dihasilkan dari nyala api lilin yang ada di dalam lampion tersebut. Secara spesifik, paparan tulisan ini adalah mengungkap tentang sistem kerja pemanfaatan panas api, bentuk, ukuran, bahan, alat, dan teknik membuat serta mekanisme cara kerjanya. Serangkaian tahapan dalam metode ini diawali dengan menggali data yang berkait dengan Lampion Tengtengan, wawancara dengan pakar di bidangnya, utamannya pembuat lampion Tengtengan, Observasi langsung terhadap objek di tempat produksi, serta pengamatan melalui simulasi workshop tata kerja lampion Tengtengan secara langsung. Hasil dari pembahasan tulisan ini adalah paparan tata kerja lampion Tengtengan berikut penjelasan putaran siluet gambar yang dihasilkan dari panas api lilin secara gamblang.Kata kunci: tata kerja, lampion Tengtengan, media edukasi.
BUDAYA VISUAL SEBAGAI IDENTITAS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PULAU SAMOSIR Desanto, Didik; Emilda, Nia; Cahyana, Agus
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2320

Abstract

Samosir Island, located in North Sumatra Province is one of the tourist destinations because it is known for its natural beauty, not only that Samosir Island is also known for its visual cultural diversity, as evidenced by the existence of visual culture centers on Samosir Island such as Huta Siallagan Village, Tourism Village The Sigale-gale Tomok culture, as well as the Tomok Batak museum make Samosir Island a local wisdom identity for the people of Samosir Island, especially those in the visual culture. This paper is part of the scope of Community Service activities carried out on Samosir Island which describes visual culture. The approach used is a qualitative approach with a descriptive method with the aim of describing the existing visual culture as the identity of the local wisdom of the people of Samosir Island.Keywords: visual culture, identity, local wisdom, Samosir island community----------------------------------------------------------------------------------Pulau Samosir terletak di Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu destinasi wisata karena dikenal dengan keindahan alamnya, tidak hanya itu Pulau Samosir juga dikenal dengan keragaman budaya visual yang dimiliki, terbukti dengan adanya sentra budaya visual yang ada di Pulau Samosir seperti Kampung Huta Siallagan, Desa Wisata Budaya Sigale-gale Tomok, serta museum Batak Tomok menjadikan Pulau Samosir memiliki identitas kearifan lokal bagi masyarakat Pulau Samosir khususnya yang ada pada budaya visual tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari cakupan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan di Pulau Samosir yang mendeskripsikan tentang budaya visual. Adapun pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan budaya visual yang ada sebagai identitas dari kearifan lokal masyarakat Pulau Samosir.Kata Kunci: budaya visual, identitas, kearifan lokal, masyarakat pulau Samosir.
KONSEP TATA RIAS SITIWINANGUN FASHION FESTIVAL (SIFFEST) Budiono, Nadia Rachmaya Ningrum
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2321

Abstract

This paper is based on basic problem, namely, the lack of student references in the D4 Makeup and Clothing Study Program, FSRD, ISBI Bandung related to the concept of makeup from a fashion festival event. Therefore, this paper aims to describe the concept of make-up in a fashion festival that can be used as a reference for classes (makeup studio or final project). The object material chosen is Sitiwinangun Fashion Festival (Siffest). This object was chosen because it was the first time held, and the author became part of the research team at the event. To achieve this goal, the formal approach used is descriptive analysis. The result of this study is the concept of fantasy makeup, which is built based on the talents of the local community.Keywords: makeup, fantasy makeup, Sitiwinangun fashion festival----------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini didasarkan oleh persoalan mendasar yakni, kurangnya referensi mahasiswa di Program Studi D4 Tata Rias dan Busana, FSRD, ISBI Bandung yang terkait dengan konsep tata rias dari sebuah event fashion festival. Oleh sebab itu tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan konsep tata rias dalam sebuah event fashion festival yang dapat menjadi referensi kuliah (studio rias atau tugas akhir). Adapun objek material yang dipilih adalah Sitiwinangun Fashion Festival (Siffest). Objek ini dipilih karena event festival pertama kali, dan penulis menjadi bagian anggota peneliti di event tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan formal yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil dari kajian ini adalah konsep tata rias fantasi yang dibangun berdasarkan kemampuan talent dari masyarakat setempat.Kata kunci: tata rias, tata rias fantasi, Sitiwinangun fashion festival
OVERSIZED BOYFRIEND BLAZER SEBAGAI ALTERNATIF GAYA HIDUP FASHIONABLE Muslimah, Hanifah Nurul; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2322

Abstract

Trends every year will change and always rotate in other words old trend will reappear but with a more contemporary style. This can also be seen in 2021 when the pandemic is still ongoing, many styles of clothing have emerged with the initial goal of being comfortable to wear at home or outside but still looking attractive. Unlike other styles that previously had to be predicted, blazers always trended every year for both women and men. For 2021, using an oversized boyfriend blazer is is also a trend. Oversized boyfriend blazer is widely used by teenage women to adults in various activities. The mix and match of oversized boyfriend blazers are also very diverse.Keywords: Trend, blazer, lifestyle----------------------------------------------------------------------------------Tren setiap tahun akan berubah dan selalu berputar dalam kata lain tren lama akan muncul kembali akan tetapi dengan gaya yang lebih kekinian. Hal ini juga terlihat pada tahun 2021 disaat pandemi masih berlangsung, banyak gaya pakaian yang bermunculan dengan tujuan awalnya yaitu nyaman untuk dipakai dirumah maupun saat diluar akan tetapi masih terlihat menarik. Tidak seperti gaya lain yang sebelumnya harus diprediksi, justru luaran blazer selalu tren disetiap tahun baik untuk perempuan maupun laki-laki. Untuk tahun 2021, menggunakan oversized boyfriend blazer juga termasuk menjadi sebuah tren. Oversized boyfriend blazer banyak digunakan para wanita remaja sampai dewasa dalam berbagai kegiatan. Padupadan oversized boyfriend blazer pun sangat beragam.Kata kunci: Tren, blazer, gaya hidup
PENCIPTAAN ART WEAR INSPIRASI KOMODO APLIKASI TENUN NUSA TENGGARA TIMUR DI JEMBER FASHION CARNAVAL KE-19 "VIRTUE FANTASY" 2021 Hasri, Tanya Rosa Ajeng Tyas; Suharno, Suharno
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2323

Abstract

This research is based on an in-depth description of the creative process of creating art at the Jember Fashion Carnaval -19 Virtue Fantasy (2021). On The creation of this work was inspired by the Komodo dragon, which is one of the sub-themes of the Jember Fashion Carnaval (JFC-19) “Virtue Fantasy” 2021. This creation is based on a phenomenon that shows that artwear created with the inspiration of Komodo dragons is still rare. Therefore, the purpose of creating this work is to enrich the treasures of artwear, especially those that take the inspiration of Komodo dragons. This animal was chosen because apart from being one of the mandatory themes of JFC, it is also a unique animal in Indonesia whose existence must be preserved because it is threatened with extinction. For this purpose, this creation strategy applies the methods of exploration, design, and realization. In the embodiment process, the Nusa Tenggara Timur weaving application is used. The results of this work are in the form of three look artwear in the categories of introduction, signature, and statement. presented at the Jember Fashion Carnaval (JFC-19) “Vitrue Fantasy” event.Keywords: artwear, Komodo----------------------------------------------------------------------------------Penelitian ini didasarkan untuk mendeskrispkan secara mendalam proses kreatif penciptaan karya artwear di Jember Fashion Carnaval -19 Virtue Fantasy (2021). Pada Penciptaan karya ini terinspirasi dari hewan komodo, yakni salah satu subtema Jember Fashion Carnaval (JFC-19) “Virtue Fantasy” 2021. Pengkaryaan ini dilandasi oleh fenomena yang menunjukan bahwa artwear yang dicipta dengan inspirasi Komodo masih langka. Oleh sebab itu tujuan penciptaan karya ini adalah untuk memperkaya khazanah artwear terutama yang mengambil inspirasi komodo. Hewan ini dipilih karena selain merupakan salah satu tema wajib dari JFC, juga merupakan binatang khas yang ada di negara Indonesia yang keberadannya harus dilestarikan karena terancam punah. Untuk kepentingan tersebut strategi pengkaryaan ini menerapkan metode eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Dalam proses perwujudan digunakan aplikasi tenun Nusa Tenggara Timur. Hasil pengkaryaan ini berupa tiga look artwear dalam kategori introduction, signature, dan statement yang disajikan di event Jember Fashion Carnaval (JFC– 19) “Vitrue Fantasy”.Kata kunci: artwear, Komodo
KAJIAN SIMBOLIK MOTIF BATIK BANDRONG LISUNG CIKADU KABUPATEN PANDEGLANG BANTEN Fadillah, Aufa; Yana, Deni; Supriatna, Supriatna
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2330

Abstract

Batik is one of the fabrics that is closely related to the cultural values of a society and stores meaning in it through symbols and ornaments. For this reason, researchers examine the symbolic meaning of the Bandrong Lisung motif, Cikadu, Pandeglang Regency, Banten. This study uses a qualitative research method with a symbol theory approach from Susanne K Langer, namely discursive symbols and presentational symbols. A discursive symbol is a symbol that can be broken down into several elements in the motif for later analysis of its meaning. Meanwhile, presentational symbols provide an overall interpretation of a work. The results of this study indicate that every ornament contained in the Bandrong Lisung batik motif has a symbolic meaning. The ornaments are: women playing Bandrong Lisung art, lisung and pestle, plants/flowers, rhinoceros, curved edge decoration patterns, and triangle patterns. The meaning of the whole ornament is don't be afraid to walk in a strange place, if we continue to be brave, together and have strong determination it will produce beautiful things. Bandrong Lisung batik motif also has a message that no matter how tough a human's life is, he will return to his God. Keywords: Batik, Bandrong Lisung, Cikadu, Symbolic ------------------------------------------------------------------------- Batik menjadi salah satu kain yang erat kaitannya dengan nilai budaya dari suatu masyarakat dan menyimpan makna di dalamnya melalui simbol dan ornamen. Untuk itu peneliti mengkaji mengenai makna simbolik pada motif Bandrong Lisung, Cikadu Kabupaten Pandeglang Banten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori simbol dari Susanne K Langer, yaitu simbol diskursif dan simbol presentasional. Simbol diskursif merupakan simbol yang dapat dipecah menjadi beberapa elemen pada motif tersebut untuk kemudian ditelaah maknanya. Sedangkan simbol presentasional memberikan penafsiran secara keseluruhan pada suatu karya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap ornamen yang terdapat dalam motif batik Bandrong Lisung memiliki makna simbolik. Ornamen-ornamen tersebut ialah: ibu-ibu memainkan kesenian Bandrong Lisung, lisung dan alu, tumbuhan/ bunga, hewan badak, garis pola hiasan tepi berliuk-liuk, dan pola segitiga. Makna dari keseluruhan ornamen tersebut adalah jangan takut untuk berjalan di tempat yang asing, jika kita terus berani, bersama-sama dan memiliki tekad kuat maka akan menghasilkan hal yang indah. Motif batik Bandrong Lisung juga memiliki pesan bahwa setangguh apapun kehidupan manusia, ia akan kembali kepada Tuhannya. Kata Kunci: Batik, Bandrong Lisung, Cikadu, Simbolik
PROSES KREATIF FONNA MELANIA DALAM PENCIPTAAN MOTIF "MASAGI" BATIK LOKATMALA KOTA SUKABUMI JAWA BARAT Cahyani, Isma Awal Fitroh; Cahyana, Agus; Sudjana, Anis
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2332

Abstract

The “Masagi” batik motif is the first batik motif produced by the Lokatmala batik house, created by a batik designer/craftsman named Fonna Melania. Initial and pre-designed ideas in the creation of “Masagi” motifs identify a problem or background in the creative process of creating unique and distinctive motifs. This study aims to describe (1) Fonna Melania’s creative process in creating the “Masagi” motif. (2) Fonna’s level of creativity in creating the “Masagi” motif. (3) Aesthetics of the “Masagi” motif. This research will use a qualitative descriptive method, with a theoretical approach to the psychology of art and aesthetics. Data were collected through interviews, observations and documentation and descriptive data analysis techniques through research data reduction, research data presentation and conclusion. Keywords: batik, “Masagi” motif, creative process, Fonna Melani ------------------------------------------------------------------------------------ motif batik “Masagi” merupakan motif batik pertama yang diproduksi oleh rumah batik Lokatmala, diciptakan oleh seorang desainer/pengrajin batik bernama Fonna Melania. Gagasan awal dan pradesain dalam penciptaan motif “Masagi” mengidentifikasi suatu masalah atau latar belakang dalam proses kreatif penciptaan motif yang unik dan khas. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan (1) Proses kreatif Fonna Melania dalam penciptaan motif “Masagi”. (2) Tingkat kreativitas Fonna dalam menciptakan motif “Masagi”. (3) Estetika motif “Masagi”. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan teori psikologi seni dan estetika. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dan teknik analisis data secara deskriptif melalui cara reduksi data penelitian, penyajian data penelitian dan penarikan kesimpulan. Kata kunci: batik, motif “Masagi”, proses kreatif, Fonna Melania.
KASUNDAAN DALAM MOTIF BATIK RAGEN PANGANTEN Riana, Irpan; Putra, Yuda Syah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2510

Abstract

The Ragen Panganten Batik motif is one of the Batik motifs created by Rd. Lalam Wiranatakusumah, produced by Batik Komar. The motif was reconstructed based on the ancient manuscript of Siksakandang Kares and the culture of the Sundanese people. In Ragen Panganten's batik motif, it has Kasundaan meaning and identity. Ragen Panganten's batik motif consists of various decorations, such as the stylization of the Julang bird, Wijayakusumah plants and Binokasih's crown, to the colors used that reflect Kasundaan's identity. The meaning that comes from the Ragen Panganten motif is a symbol of marriage. The Ragen Panganten Batik motif, which according to Sundanese cosmology has symbols of emptiness and content, encompasses a paradoxical dualistic nature. In addition, the Ragen Panganten batik motif is always based on a triangular shape or pattern. The significance of the triangular shape in Sundanese society is closely related to the tritangtu pattern, the life concept of the Sundanese people. Keywords: Kasundaan, Batik, Ragen Panganten, Rd. Lalam ------------------------------------------------------------------------------------ Motif Batik Ragen Panganten merupakan salah satu motif Batik yang dibuat oleh Rd. Lalam Wiranatakusumah, yang di produksi oleh Batik Komar. Motif tersebut direkonstruksi berdasarkan naskah kuno Siksakandang Karesian dan budaya masyarakat Sunda. Dalam batik motif Ragen Panganten memiliki makna dan identitas Kasundaan. Motif batik Ragen Panganten yang terdiri dari ragam hias yang seperti stilasi burung Julang, Tumbuhan Wijayakusumah dan Mahkota Binokasih sampai dengan warna yang dipakai mencerminkan identitas Kasundaan. Makna yang muncul dari motif Ragen Panganten merupakan simbol dari perkawinan. Motif Batik Ragen Panganten, memiliki simbol dari kosong dan isi, dalam pandangan kosmologi Sunda termasuk sifat dualistik yang paradoks. Selain itu, motif batik Ragen Panganten selalu dilandasi dari bentuk atau pola segitiga. Makna bentuk segitiga dalam masyarakat Sunda erat kaitannya dengan pola tritangtu yang merupakan konsep kehidupan masyarakat Sunda. Kata Kunci : Kasundaan, Batik, Ragen Panganten, Rd. Lalam

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue