cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
FENOMENA THRIFTING SEBAGAI FASHION LIFESTYLE: STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG Haryanti, Indri; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.3188

Abstract

This study aims to investigate the phenomenon of thrifting as a fashion lifestyle among Muhammadiyah University of Bandung students. This research uses a qualitative approach using case studies as its research approach. Data were obtained through in-depth interviews and observation of a group of students who were actively involved in thrifting. Data analysis was performed using thematic analysis techniques. The results of the study show that the thrifting phenomenon has become a popular lifestyle among students at the Muhammadiyah University of Bandung. College students adopted thrifting as a way to express themselves, create a unique style, and deal with financial constraints. They see thrifting as a way to source quality clothing and accessories at affordable prices while contributing to sustainability and reducing their environmental impact. In addition, this study also highlights the factors that influence the adoption of the phenomenon of thrifting among college students. These factors include awareness of environmental and social issues, developments in technology and social media, and peer influence. In this context, students see thrifting as an attractive and trendy alternative to excessive consumerism. This research provides important insights into the phenomenon of thrifting as a fashion lifestyle among students at the Muhammadiyah University of Bandung. The implications of these findings can be used by related parties, including marketers and fashion designers, to understand the preferences and behavior of young consumers regarding thrifting. Further studies can also be carried out to see how this phenomenon generally develops in society. Keywords: thrifting, lifestyle, fashion, fashion trends, students ------------------------------------------------------------------------------------ Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena thrifting sebagai fashion lifestyle di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus sebagai pendekatan penelitianya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sekelompok mahasiswa yang secara aktif terlibat dalam praktik thrifting. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena thrifting telah menjadi gaya hidup yang populer di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Mahasiswa mengadopsi thrifting sebagai cara untuk mengungkapkan diri, menciptakan gaya unik, dan menghadapi keterbatasan finansial. Mereka melihat thrifting sebagai cara untuk mendapatkan pakaian dan aksesori berkualitas dengan harga yang terjangkau, sambil juga berkontribusi pada keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi fenomena thrifting di kalangan mahasiswa. Faktor-faktor tersebut meliputi kesadaran akan isu-isu lingkungan dan sosial, perkembangan teknologi dan media sosial, dan pengaruh teman sebaya. Dalam konteks ini, mahasiswa melihat thrifting sebagai alternatif yang menarik dan trendy untuk konsumerisme yang berlebihan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang fenomena thrifting sebagai fashion lifestyle di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Implikasi dari temuan ini dapat digunakan oleh pihak terkait, termasuk pemasar dan desainer fashion, untuk memahami preferensi dan perilaku konsumen muda terkait thrifting. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk melihat bagaimana fenomena ini berkembang di masyarakat secara umum. Kata Kunci: thrifting, lifestyle, fashion, tren fashion, mahasiswa
PERANCANGAN TEKSTIL SUSTAINABLE HOME DECOR MENGGUNAKAN KAIN RAMI DENGAN TEKNIK SCREEN PAINTING Mubarok, Muhamad; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.3189

Abstract

The growing awareness of sustainability has encouraged the textile industry to seek environmentally friendly solutions in production and product use. One of the natural materials that has attracted attention is hemp cloth, as it has eco-friendly properties and high durability. This study uses screen printing techniques to design sustainable home decor textiles using hemp fabric. This research method involves the stages of selecting raw materials, the process of creating designs, and implementing screen printing techniques on hemp fabrics. First, a qualitative analysis was carried out on the natural resources and environmental impact of hemp fabrics to ensure their sustainability. Furthermore, the design process takes place through the experimental stage and exploration of motifs and colors that match the desired home decor theme. The application of screen printing techniques to hemp fabrics is a critical step in this research. This technique was chosen for its efficiency in producing precise patterns with a minimal amount of staining, thereby reducing waste and environmental impact. In addition, screen printing also allows flexibility in creating unique and attractive designs for consumers. The result of this research is a collection of sustainable home decor textiles made of hemp fabric with attractive designs resulting from the screen printing technique. This collection is expected to provide alternative products that are environmentally friendly for consumers who are concerned about environmental and sustainability issues. In conclusion, this study shows that the use of hemp cloth with screen printing techniques can be a solution in designing sustainable home decor textiles. By utilizing environmentally friendly natural materials and efficient production techniques, it is expected to reduce the negative impact of the textile industry on the environment. Keywords: Hemp Fabric, Sustainable, Home Decor, Screen Printing, Textiles ------------------------------------------------------------------------------------ Perkembangan kesadaran akan keberlanjutan telah mendorong industri tekstil untuk mencari solusi yang ramah lingkungan dalam proses produksi dan penggunaan produk. Salah satu bahan alami yang menarik perhatian adalah kain rami, karena memiliki sifat ramah lingkungan dan daya tahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tekstil sustainable home decor menggunakan kain rami dengan menerapkan teknik screen printing. Metode penelitian ini melibatkan tahap pemilihan bahan baku, proses penciptaan desain, dan implementasi teknik screen printing pada kain rami. Pertama, dilakukan analisis kualitatif terhadap sumber daya alam dan dampak lingkungan dari kain rami untuk memastikan keberlanjutannya. Selanjutnya, proses perancangan desain berlangsung melalui tahap eksperimen dan eksplorasi motif dan warna yang sesuai dengan tema home decor yang diinginkan. Penerapan teknik screen printing pada kain rami menjadi langkah kritis dalam penelitian ini. Teknik ini dipilih karena efisiensinya dalam menghasilkan pola yang presisi dengan jumlah pewarnaan yang minimal, sehingga mengurangi limbah dan dampak lingkungan. Selain itu, screen printing juga memungkinkan adanya fleksibilitas dalam menciptakan desain yang unik dan menarik bagi konsumen. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah koleksi tekstil sustainable home decor yang terbuat dari kain rami dengan desain-desain menarik hasil dari teknik screen printing. Koleksi ini diharapkan dapat memberikan alternatif produk yang ramah lingkungan bagi konsumen yang peduli akan isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kain rami dengan teknik screen printing dapat menjadi solusi dalam merancang tekstil sustainable home decor. Dengan memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan dan teknik produksi yang efisien, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif industri tekstil terhadap lingkungan. Kata Kunci: Kain Rami, Sustainable, Home Decor, Screen Printing, Tekstil
EKSISTENSI BATIK TULIS SUKAPURA DI DESA JANGGALA KECAMATAN SUKARAJA (2020-2023) Munawaroh, Ade Ayu Puspita; Yana, Deni; Sudjana, Anis
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3190

Abstract

The existence of Sukapura-written batik is now decreasing due to the regeneration crisis of batik craftsmen, which has reduced batik production. The purpose of this study is to find out the existence of Sukapura written batik based on the history of development and changes in the existence of Sukapura written batik in Janggala Village, especially from 2020 to 2023. The method used in this study is a qualitative method with a historical approach. The results of this study describe the intensity of the development of Sukapura- written batik and how batik is produced and distributed to consumers. In addition, this research describes the obstacles faced by Sukapura written batik in the last three years and the strategy for preserving Sukapura written batik in Janggala Village. Keywords: Batik, Local Culture, Existence, Sukapura ------------------------------------------------------------------------------------ Keberadaan batik tulis Sukapura kini semakin menurun karena krisis regenerasi pengrajin batik yang menyebabkan produksi batik pun semakin berkurang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan batik tulis Sukapura berdasarkan sejarah perkembangan dan perubahan eksistensi dari batik tulis Sukapura di Desa janggala khususnya dari tahun 2020-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan sejarah. Hasil penelitian ini memaparkan tentang intensitas perkembangan batik tulis Sukapura, bagaimana batik di produksi dan didistribusikan kepada konsumen, selain itu penelitian ini memaparkan kendala yang dihadapi batik tulis Sukapura dalam perkembangan tiga tahun terakhir serta strategi melestarikan batik tulis Sukapura di Desa Janggala. Kata Kunci: Batik, Budaya Lokal, Eksistensi, Sukapura
PENGARUH GEOGRAFIS TERHADAP WARNA BANGBARONGAN KESENIAN REAK SUNDA DI CIBIRU KOTA BANDUNG Rizqia, Muhamad Rifqi; Sudjana, Anis; Yana, Deni
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3191

Abstract

Indonesia has a variety of arts that have their own characteristics in various aspects, one of which is in terms of color selection. The use of color in an art can be influenced by various factors, including environmental factors or geographical location. This research discusses the problem of whether or not there is an influence of geographical location on color with a case study of Bangbarongan art in Reak Sunda art in Cibiru District, Bandung City. To dissect this problem, an approach between fine arts and ethnography is used. The results of this research show that Bangbarongan art is an art that has spread and developed outside its original area. Bangbarongan itself is an adaptation of Bengberokan art from Indramayu. Although it is not the original art of Cibiru, the Cibiru community still has enthusiasm in developing Bangbarongan art. This can be seen from how the Bangbarongan art still exists today as part of the Reak Sunda art. In the element of color, not much has changed except in terms of its application to Bangbarongan in Cibiru and it still seems to retain its original color like Bengberokan from Indramayu. This is known because Indramayu and Cibiru still hold the same beliefs, especially in terms of interpreting a color. In addition, the religiosity of reak art in Cibiru is still quite strong, this can be seen from the rituals and making offerings before the show takes place. Keywords: Geographical Location, Art, Reak, Bangbarongan, Color ------------------------------------------------------------------------------------ Indonesia memiliki bermacam-macam kesenian yang memiliki ciri khasnya masing-masing dalam berbagai sisi, salah satunya dalam hal pemilihan warna. Penggunaan warna pada sebuah kesenian dapat dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya faktor lingkungan atau letak geografisnya. Penelitian ini membahas masalah mengenai ada tidaknya pengaruh letak geografis terhadap warna dengan studi kasus seni Bangbarongan pada kesenian Reak Sunda di Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Untuk membedah permasalahan ini, digunakan pendekatan antara seni rupa dan etnografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesenian Bangbarongan merupakan kesenian yang telah menyebar dan berkembang diluar daerah asalnya. Bangbarongan sendiri merupakan kesenian yang diadaptasi dari seni Bengberokan dari Indramayu. Meskipun bukanlah kesenian asli Cibiru, namun masyarakat Cibiru tetap memiliki antusias dalam mengembangkan kesenian Bangbarongan. Hal ini terlihat dari bagaimana kesenian Bangbarongan tetap eksis sampai sekarang sebagai bagian dari kesenian Reak Sunda. Dalam unsur warna, tidak banyak terjadi perubahan kecuali dalam hal pengamplikasiannya pada Bangbarongan di Cibiru dan terlihat masih mempertahankan warna aslinya seperti Bengberokan dari Indramayu. Hal ini diketahui karena antara di Indramayu dan Cibiru masih memegang kepercayaan yang sama terutama dalam hal memaknai sebuah warna. Selain itu, secara religiusitas kesenian reak di Cibiru masih cukup kuat, hal ini terlihat dari masih adanya ritual dan membuat sesajen sebelum acara pertunjukkan berlangsung. Kata Kunci: Letak Geografis, Kesenian, Reak, Bangbarongan, Warna
ANALISIS PENYUSUNAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERDASARKAN STANDAR BIAYA MASUKAN (SBM) Setiawati, Kartini; Sodikin, Muhamad
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3192

Abstract

This research aims to analyze the preparation of the budget plan for research and community service costs. It is hoped that there will be uniformity and order in the preparation of the budget plan for the costs of research and community service activities in accordance with the 2023 Input Cost Standards (SBM). The research method used is a qualitative method with a study approach. case. The data collection technique for this research is by interviews and studying research proposals and PKM for the past three years. The results of this research can be used as a reference for researchers and PKM implementers within ISBI Bandung in preparing budget plans based on standard input costs. Keywords: Cost Budget Plan, Standard Input Costs (SBM), Research and Community Service (PKM) ------------------------------------------------------------------------------------ Penelitian ini bertujuan menganalisis Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan adanya keseragaman dan ketertiban dalam Penyusunan Rencana Anggaran Biaya kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang sesuai dengan Standar Biaya Masukan (SBM) Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan wawancara dan mempelajari proposal penelitian dan PKM tiga tahun kebelakang. Hasil dari penelitian ini bisa sebagai acuan bagi para Peneliti dan pelaksana PKM di lingkungan ISBI Bandung dalam Penyusunan Rencana Anggaran Biaya berdasarkan Standar Biaya Masukan. Kata Kunci : Rencana Anggaran Biaya, Standar Biaya Masukan (SBM), Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
KESALINGAN SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA SENI Aulia, Agnes
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3193

Abstract

KESALINGAN SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA SENI Patung Agnes Aulia Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jalan Buah Batu No.212, Bandung, Jawa Barat, Indonesia agnes.aneyy@gmail.com ABSTRACT Greeting is an interaction between people that happen at the beginning of relation. There is a tolerance value in greeting activity in wich people could accept each other appearance even with very different backgrounds. That tolerance value in the form of mutuality is reinterpreted by sculpture artwork with an abstract-formalism style. Sculpture artwork focused on assemble objects with binary opposition characteristics, which are feminine and masculine. Those binary opposition characteristics adapted in mutuality between material and material, material and form, and between forms. Material with feminine characteristics assembled with material that has a masculine characteristic. Feminine form assembled with masculine form. Feminine material is used to form the masculine object, et cetera. The sculpture artwork creation upholds tolerance value in greeting since study preparation, concept, execution, up to displaying the artwork. The materials are taken from Singajaya Village, Cihampelas District, West Bandung City, West Java Province, Indonesia. Those materials are roots-branches and house wall materials wich are an adaptation from the neighbourhood environtment in that village. Singajaya Village has been chosen as a location because there is a real case about tolerance value in form of mutuality in greetings are little happened wich influenced the uncomfortable living.The local villagers who lived outside the housing area and the newcomers who lived inside the housing area are not so much accepting each other at the beginning. But, the least acceptance from each group built an inconvenience, especially with the fact that they are living together and should socialize. The sculpture artwork intend to visualize that mutuality could make a harmony without bothering each person or group. The mutuality between humans is reinterpreted to be a mutuality between materials that created to be two sculpture artworks based on village situation, abstract-formalism style and feminine-masculine characteristics. Artworks displayed inside a room with eye level height. In hope, with this paper, appreciators could understand that differences should unite, not separate. Keyword : Greeting, tolerance, mutuality, sculpture artwork. ------------------------------------------------------------------------------------ Tegur sapa merupakan suatu interaksi antar manusia yang menjadi awal relasi. Terdapat nilai toleransi dalam kegiatan tegur sapa di mana individu atau kelompok manusia dapat saling menerima keberadaan masing-masing bahkan dengan latar belakang yang sama sekali berbeda. Nilai toleransi berupa kesalingan tersebut direinterpretasikan melalui karya seni patung dengan penggayaan abstrak-formalis. Karya patung berfokus pada penggabungan objek dengan karakteristik oposisi biner, yaitu feminin dan maskulin. Karakter oposisi biner tersebut diadaptasi pada kesalingan antara material dan material, material dan bentuk objek, serta bentuk objek dan bentuk objek. Material dengan karakteristik feminin digabungkan dengan material dengan karakteristik maskulin. Bentuk objek feminin digabungkan dengan bentuk objek dengan karakteristik maskulin. Material feminin digunakan untuk membentuk objek maskulin dan sebaliknya. Penciptaan karya seni patung tersebut menjunjung nilai toleransi dalam tegur sapa sejak penyusunan kajian, konsep, pengerjaan, hingga penyajian karya. Material yang digunakan berasal dari Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Material tersebut adalah akar-ranting dan bahan dinding rumah yang merupakan adaptasi dari lingkungan tempat tinggal warga di desa tersebut. Desa Singajaya dipilih sebagai lokasi karena terdapat kasus nyata di mana nilai toleransi berbentuk kesalingan dalam tegur sapa yang minim terjadi ternyata berdampak terhadap ketidak-nyamanan bertempat tinggal. Masyarakat lokal desa yang tinggal di luar perumahan dan masyarakat pendatang yang tinggal di dalam perumahan pada awalnya saling tidak menerima keberadaan masing-masing. Namun, dengan kurangnya penerimaan dari masing-masing kelompok, justru membuat ketidak nyamanan, terutama karena fakta bahwa mereka tinggal berdampingan yang sudah seharusnya saling bersosialisasi. Karya patung bertujuan untuk memvisualisasikan bahwa kesalingan dapat membentuk suatu harmoni tanpa mengganggu kenyamanan masing-masing individu maupun kelompok. Kesalingan antar manusia tersebut direinterpretasikan menjadi kesalingan antar material yang dibuat menjadi karya patung berjumlah 2 dengan landasan situasi desa, penggayaan abstrak-formalis dan karakteristik feminin-maskulin. Karya disajikan di dalam ruangan dengan keinggian eye level. Harapannya, dengan tulisan ini apresiator dapat mengerti bahwa seharusnya perbedaan ada untuk mempersatukan, bukan memisahkan. Kata kunci: Tegur sapa, toleransi, kesalingan, dan seni patung
KATASTROFE : REINTERPRETASI SOSOK DEWI SRI SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA LUKIS Wicitra, Kirana Kusuma; Setiadi, Gabriel Aries; Nagara, Martien Roos
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3194

Abstract

Looking back at the history meaning of Dewi Sri’s existence for Indonesian people is not only stored in her rice plant breeding tradition (seren taun) and her figure which is seen as a mere goddess of rice and plants. However, it is also related to how values, social issues and local wisdom are passed down from generation to generation. This is also illustrated through the author’s analysis and observation of the story of Wawacan Sulanjana and Dewi Sri’s role in it. Talking about values, problems and views on life that are derived is so crucial, especially when it has a significant and long-lasting effect. Art in this case exists as a medium for communicating the views and ideas of one of life’s issues, as well as re-elevating Indonesian folklore which is projected through a contemporary lens. The author uses the reinterpretation method through the author’s point of view and experience and divides it into three phases, each of which represents a different conflict. Created through the medium of oil painting. With the production of this report, it can help readers learn and provide new experiences related to the field of fine arts. Keywords: Catastrophe, Goddess Sri, Reinterpretation, Art Painting ------------------------------------------------------------------------------------ Menelisik kembali pada sejarah makna eksistensi Dewi Sri bagi masyarakat Indonesia tidak hanya tersimpan pada tradisi pemuliaan tanaman padinya (seren taun) serta sosoknya yang dipandang sebagai dewi padi dan tumbuhan semata. Namun juga, memiliki keterkaitan terhadap bagaimana nilai- nilai, masalah sosial serta kearifan lokal diturun temurunkan. Hal ini pun tergambar melalui analisis serta observasi penulis terhadap kisah Wawacan Sulanjana dan peran Dewi Sri didalamnya. Berbicara mengenai nilai, problem serta pandangan hidup yang diturunkan ini menjadi begitu krusial terutama ketika hal itu memberikan efek yang cukup signifikan dan berkepanjangan. Seni dalam hal ini hadir sebagai media berkomunikasi terhadap pandangan dan gagasan salah satu isu kehidupan, serta sebagai pengangkatan kembali cerita rakyat Indonesia yang diproyeksikan dalam kacamata masa kini. Penulis menggunakan metode reinterpretasi melalui sudut pandang serta pengalaman penulis dan membaginya menjadi tiga fase yang masing-masing mewakili konflik yang berbeda. Diciptakan melalui medium lukis cat minyak. Dengan terbuatnya laporan ini, dapat membantu pembaca mempelajari serta memberikan pengalaman yang baru terkait bidang kesenirupaan. Kata Kunci: Katastrofe, Dewi Sri, Reinterpretasi, Karya Lukis
REINTERPRETASI DRUPADI DENGAN PENDEKATAN ESTETIK SKIZOFRENIA SEBAGAI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Hermawan, Fanhani Aina; Wahyudi, Nandang Gumelar; Ramli, Zaenudin
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i3.3195

Abstract

Draupadi, a character who occupies an important role in the plot of the epic Mahabharata, appears in splendor as a dazzling queen with transcendent beauty and intelligence. He has an alluring intelligence, he is able to conquer anyone so that everyone submits and feels shy towards him. Behind her perfection, Draupadi keeps a complex story related to women’s rights and justice. In this work, Draupadi’s Reinterpretation will be presented, which is described as a woman who defends her human rights. A compilation of Draupadi’s wounds and sorrows is presented in the form of a painting with 100 pieces of kanvas. Draupadi’s point of strength in facing each of her trials is taken to raise awareness for women that there are many twists and turns in life that will happen to us, even though living in wounds, Draupadi is able to accept it and live life as usual because it does not extinguish or diminish the spirit of life. also as a warning to anyone to spread goodness and justice wherever and against anyone and not to hurt each other in greed. Keywords : Draupadi, Ornament Gothic art, Kesutan Dadu, Mahabharata, Painting ------------------------------------------------------------------------------------ Drupadi, seorang tokoh yang mendiami peran penting dalam alur epos Mahabharata, tampil dengan kemegahan sebagai seorang ratu yang mempesona dengan kecantikan yang melampaui batas dan kecerdasan. Ia menyandang kecerdasan yang memikat, ia mampu menaklukan siapapun sehingga setiap orang tunduk dan merasa segan terhadapnya. Dibalik kesempurnannya, Drupadi menyimpan kisah yang pelik yang berkaitan dengan hak-hak perempuan serta keadilan. Pada karya ini, akan disuguhkan Reinterpretasi Drupadi yang digambarkan sebagai sosok perempuan yang membela hak asasinya. Kompilasi luka dan duka Drupadi disajikan dalam bentuk Seni Lukis dengan pecahan 100 kanvas. Point kekuatan Drupadi dalam menghadapi setiap cobaannya diambil untuk menimbulkan awareness terhadap perempuan bahwa banyak sekali lika-liku kehidupan yang akan terjadi kepada kita, meskipun hidup dalam luka, tetapi Drupadi mampu menerimanya dan menjalani hidup seperti biasanya karena hal itu tidak memadamkan atau memudarkan semangat hidup, pun juga sebagai peringatan kepada siapapun untuk menyebarkan kebaikan dan keadilan dimanapun dan terhadap siapapun serta tidak menyakiti satu sama lain dalam keserakahan. Kata kunci : Drupadi, Ornament Gothic art, Kesutan Dadu, Mahabharata, Seni Lukis.
FASHION SEBAGAI BENTUK EKSPRESI DIRI DAN KARAKTER MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG Salma, Ghaitsa; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.3197

Abstract

In the history of its development, fashion is a symbol of the period of change in group culture. Fashion is often synonymous with clothing, although the true meaning of fashion can include anything related to jewelry, style, and clothing. Clothing is a symbol of the soul, and clothing cannot be separated from the development of human life and cultural history. In other words, fashion can be interpreted as a social aspect that contains messages and ways of life of certain individuals or communities that are part of social culture. The research method used in this study, in an effort to understand fashion as a form of self expression and character of Bandung Muhammadiyah University students, the authors used qualitative methods by distributing questionnaires to 50 students of the Muhammadiyah University of Bandung. The result is that 92% of students agree that the way they dress is in accordance with their individual personalities. This means they choose clothes according to the color, model, style, design, and aesthetic value that they feel suits their personality. So it is true that the style of dress is a form of self-expression of the character of Bandung Muhammadiyah University students. Keywords: Fashion, Style, Character, Self Expression, Personality Dalam sejarah perkembangannya, fashion adalah simbol periode perubahan budaya kelompok. Fashion seringkali identik dengan pakaian, meskipun arti sebenarnya dari fashion dapat mencakup apapun yang berhubungan dengan perhiasan, gaya, dan pakaian. Pakaian merupakan simbol jiwa, dan pakaian tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kehidupan manusia dan sejarah kebudayaan. Dengan kata lain, fashion dapat diartikan sebagai suatu segi sosial yang mengandung pesan dan cara hidup individu atau komunitas tertentu yang menjadi bagian dari kultur sosial. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini, dalam upaya memahami fashion sebagai bentuk Ekspreksi Diri dan Karakter Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung, penulis menggunakan metode kualitatif dengan cara menyebar kuesioner kepada 50 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Hasilnya sebanyak 92% mahasiswa menyetujui jika cara berbusana mereka dalam berpakaian sesuai dengan kepribadian individu masing-masing. Ini artinya, mereka memilih pakaian sesuai dengan warna, model, gaya, desain dan nilai estetika yang dirasa sesuai dengan kepribadian mereka. Sehingga benar adanya jika gaya berpakaian menjadi bentuk ekspresi diri karakter mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Kata Kunci: Pakaian, Gaya, Karakter, Ekspresi Diri, Kepribadian
Kreasi Motif Printing Ornamen Rumah Limas dan Kain Semi Songket Palembang pada Ready to Wear Deluxe Iftinan Dhia, Nisrina; Tavip, M; Albahi, Haidarsyah Dwi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v13i2.3565

Abstract

The development of the fashion world, especially in ready to wear deluxe, is currently closely related to technology, one of them is digital printing technology. Based on that, the idea was born from the interior ornaments of "Limas" house (Palembang traditional house) to be used as fabric printing motif. This ready to wear deluxe idea will be combined with Palembang semi songkat fabric so that it fulfills the principle of creating ready to wear deluxe itself. This creation has several stages, such as exploration, design, and realization. The purposes of this work are; (1) as a form of appreciation for one of Palembang's cultures (2) as a reference for designers in creating a fashion collection. The result of this creative process is 3 (three) deluxe ready to wear looks presented at Jogja Fashion Parade 2024.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue