cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 389 Documents
PERANAN E-MARKETPLACE DESAIN SEBAGAI PENUNJANG UTAMA PADA EKOSISTEM DESAIN GRAFIS ONLINE Panji Firman Rahadi; Agus Triyadi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i3.912

Abstract

The wave of the digital economy is present as a reformer as well as an evaluation of the era of multinational corporate capitalism as its predecessor. This new era brings an open and inclusive change that offers equal opportunities and opportunities for everyone to be involved in the global business ecosystem. He penetrated into almost all fields including the world of design, especially visual communication design. In the era of the digital economy, a new design ecosystem was formed replacing the traditional design ecosystem with conventions that have survived for centuries. The new ecosystem encourages the birth of new entities involved in a reciprocal relationship. One of them is the presence of e-Marketplace design that is the main support of the new ecosystem. The presence of e-Marketplace design and its role as a major supporter of the online graphic design ecosystem is an interesting thing to study further in this study. The research method that will be used is a qualitative method with a case study approach. With this method this research is expected to produce an interesting and comprehensive conclusion.Keywords: e-Marketplace, Graphic Design, Digital Economy, e-Commerce___________________________________________________________________ Gelombang ekonomi digital hadir sebagai pembaharu sekaligus evaluasi dari era kapitalisme koorporasi multinasional sebagai pendahulunya. Era baru ini hadir membawa perubahan yang terbuka dan inklusif yang menawarkan kesempatan serta peluang setara bagi semua orang untuk dapat terlibat dalam ekosistem bisnis global. Ia merambah ke hampir ke seluruh bidang termasuk pada dunia desain khususnya desain komunikasi visual. Di era ekonomi digital, ekosistem desain baru terbentuk menggantikan ekosistem desain tradisional dengan konvensi-konvensinya yang telah bertahan selama berabad-abad. Ekosistem baru tersebut mendorong lahirnya entitas-entitas baru yang terlibat dalam suatu hubungan timbal-balik. Salah satunya adalah hadirnya e-Marketplace desain yang menjadi penunjang utama dari ekosistem baru tersebut. Kehadiran e-Marketplace desain serta peranannya sebagai penunjang utama ekosistem desain grafis online menjadi hal yang menarik untuk dikaji lebih jauh dalam penelitian ini. Metode penelitian yang akan digunakan adalah Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan metode tersebut penelitian ini diharapkan akan menghasilkan suatu kesimpulan yang menarik dan komprehensif. Kata Kunci: e-Marketplace, Desain Grafis, Ekonomi Digital, e-Commerce
PERAN ELEMEN INTERIOR SEBAGAI WAYFINDING SIRKULASI DI SHOWROOM GALERI SELASAR SUNARYO BANDUNG Sarah Nabila; Titian Sarihati
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v4i3.361

Abstract

The study is conducted to investigate the role of interior elements as a way-finding circulation at Selasar Sunaryo gallery in Bandung. The study observes a circulation in which interior elements create suitable space to accommodate activities in showroom of the gallery as wayfinding. The aims of the study are finding out the circulation system around artworks in showroom and understanding interior elements affecting circulation system in showroom area. The method used in the study is descriptive qualitative method. Data were gained through observation, interview, study of literature and measuring. Documentation and internet are supporting the study at gallery of Selasar Sunaryo, located at Jalan Bukit Pakar Timur No.100 Bandung – 40198, West Java, Indonesia.Keywords: Interior Elements, Circulation, Wayfinding, Gallery, Showrooms, Interior Design, Selasar Sunaryo_________________________________________________________ Penelitian ini dilakukan untuk meneliti peran elemen interior sebagai wayfinding sirkulasi di galeri Selasar Sunaryo Bandung. Sebagai desainer interior yang memiliki peran penting terhadap tata ruang pendekatan ini menggunakan pendekatan terhadap sirkulasi yang dimana elemen interior agar menciptakan ruangan yang sesuai untuk memenuhi aktivitas di showroom gallery sebagai wayfinding. Dari beberapa isu teknis yang terdapat di Selasar Sunaryo sehingga memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk mengetahui sistem sirkulasi sekitar karya di dalam bangunan showroom kemudian untuk memahami elemen interior yang berpengaruh terhadap sistem sirkulasi area showroom. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif tahap yang dilakukan adalah observasi, melakukan wawancara, studi kepustakaan, pengukuran, dokumentasi dan internet sebagai penunjang penelitian di galeri Selasar Sunaryo di Jalan Bukit Pakar Timur No.100 Bandung – 40198 Jawa Barat Indonesia.Kata Kunci: Elemen Interior, Sirkulasi, Wayfinding, Galeri, Showroom, Desain Interior, Selasar Sunaryo
SEMIOTIKA HISTORIS PADA KARYA RUPA MAHARANI MANCANAGARA Paramitha Pebrianti; Agus Cahyana; Wanda Listiani
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v8i1.1198

Abstract

The story written based on past events by R. Soegriwo Jeododiwirdjo (1910-1987) tells about a person who was obsessed with becoming a teacher in the period before the independence of Indonesia. Maharani Mancanagara, an artist from Bandung, tried to imagine a historical event written by R. Soegriwo Jeododiwirdjo, his grandfather, through a visual artwork. Of the many works, the researchers selected an artwork to be analyzed, namely the work entitled Sprongen Voor Zooneschijn. This study aims to figure out and describe the signs presented by Maharani through her work by using a qualitative method, Barthes’s semiotic and synchronous approaches. It focuses on how the signs, meanings and messages intended to be conveyed through a historical story taking place in Indonesia are re-presented by Maharani in her work at present.Keywords: Visual Art, Signs, Historical Semiotics, Barthes, Maharani Mancanagara________________________________________________________________ Cerita yang ditulis berdasarkan kejadian di masa lalu oleh R.Soegriwo Jeododiwirdjo (1910 - 1987), yaitu seorang yang terobsesi menjadi seorang guru pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia. Maharani Mancanagara seorang seniman asal Bandung mencoba membayangkan peristiwa sejarah yang ditulis R.Soegriwo Jeododiwirdjo yaitu kakeknya melalui sebuah karya rupa. Dari sekian banyak karya, peneliti memilih satu karya untuk dianalisis yaitu karya dengan judul Sprongen Voor Zooneschijn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tanda yang dihadirkan Maharani melalui karya-karyanya dengan menggunakan metode kualitatif serta pendekatan semiotika Barthes dan sinkronis. Persoalan yang muncul adalah bagaimana tanda, makna serta pesan yang ingin disampaikan melalui cerita sejarah yang terjadi di Indonesia dihadirkan kembali oleh Maharani di masa sekarang dengan karyanya. Kata Kunci: Karya Rupa, Tanda, Semiotika Historis, Barthes, Maharani Mancanagara
MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA PADA SENTRA KERAJINAN KERAMIK HIAS PLERED Yana, Deni; Destiarmand, Achmad Haldani; Rachminingsih, Irma
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need for the application of digital technology in the process of education and research, especially in the field of art and design that is implemented by modeling of digital media interactively on crafts center and art to improve the English language skills for students, lecturers/ researchers and practitioners of arts and crafts that will be very useful in the research process. The method used is i-LEAP (Interactive Learning English Through Actions & Photos) method of learning English that combines audio, photos and action packed in a digital media with interactive applications that have multiple menus that can be selected to display certain information is accompanied by audio. Photos and actions needed to provide context so that the context of language learners make vocabulary and expressions learned easily understood and remembered. While audio facilitate learners imitate the correct pronunciation of the English language. The results of this study indicate a variety of interactive digital media innovation that is very useful to enhance the learning process, research data and sale of ceramic craft centers Plered. Keywords: Decorative Ceramics, Digital Media, Interactive, Craft Center, Plered ___________________________________________________________________ Perlunya penerapan teknologi digital pada proses pendidikan dan penelitian khususnya dalam bidang seni rupa dan desain yang diimplementasikan dengan pembuatan model media digital interaktif pada sentra kerajinan dan kesenian untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris bagi mahasiswa, dosen/ peneliti dan praktisi seni dan kerajinan yang akan sangat berguna dalam proses penelitian. Metode yang digunakan yaitu i-LEAP (Interactive Learning English Through Actions & Photos) metode pembelajaran bahasa Inggris yang menggabungkan audio, foto dan aksi yang dikemas dalam sebuah media digital dengan aplikasi interaktif yang mempunyai beberapa menu yang dapat dipilih untuk menampilkan suatu informasi tertentu disertai dengan audio. Foto dan aksi menyediakan konteks yang dibutuhkan pembelajar bahasa sehingga konteks membuat kosa kata dan ekspresi yang dipelajari mudah dipahami dan diingat. Sedangkan audio memudahkan pembelajar meniru pelafalan bahasa Inggris yang benar. Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai inovasi media digital interaktif yang sangat berguna untuk meningkatkan proses pembelajaran, data penelitian dan promosi sentra kerajinan keramik Plered di Kabupaten Purwakarta.Kata Kunci: Keramik Hias, Media Digital, Interaktif, Sentra Kerajinan, Plered
PATUNG CAGAR BUDAYA P. W. HOFLAND: SEBUAH TELISIK WARISAN SENI PATUNG EROPA DI KABUPATEN SUBANG Avianto, Joko Dwi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the current development of artwork in public spaces, sculptures posses a social cultural dimension that cannot be ignored. Attention should be given to restoration and removal of public statues since objects of cultural heritage are related to history and environment. The ever changing social function of space will give impact on the quality of human life. On the other hand, there is a historical dimension that almost never changes. The historical ties refer to the dimension of old spaces within dimension of the current urban spaces. This research focusses on statues that have connection with European art history in Subang Regency as this region was once the Dutch colonial centre for plantation industry in Indonesia. These statues of cultural heritage are known by people in Subang as the statues of Mr Hofland. The Hofland bronze statues are now put in the Museum Wisma Karya Subang as there have been several attemps of stealing them since 1975, and the last attempt was in 2002. Later, these statues were found in damaged condition. Yet, a statue out of three apart from the main statue is still missing.Keywords: Statue, Art, History, Colonial, Plantation________________________________________________________________Berdasarkan perkembangan terakhir karya seni di ruang publik, patung menjadi suatu dimensi sosial budaya yang tidak bisa dikesampingkan. Pemugaran dan pemindahan secara fandal terhadap karya seni patung publik merupakan aktifitas yang patut diperhatikan, mengingat suatu benda cagar budaya memiliki kaitan dengan sejarah dan lingkungannya. Ruang yang terus berubah fungsi sosialnya akan membawa dampak bagi kualitas hidup manusia. Sementara itu terdapat dimensi kesejarahan yang tidak berubah dimana ikatan kesejarahan ini mengacu pada dimensi ruang lama dalam dimensi ruang urban masa sekarang ini. Penelitian ini fokus pada karya patung yang berkaitan dengan sejarah seni di Eropa dan wilayah kabupaten Subang sebagai latar belakang wilayah dimanaterdapat pusat industri perkebunan pemerintah kolonial Belanda. Bagi Kabupaten Subang karya patung ini dikenal sebagai patung tuan Hofland,patung berbahan perunggu ini, kini ditempatkan di museum daerah Wisma Karya Subang. dimana tercatat pada tahun 1975 terjadi percobaan pencurian berulang kali hingga terakhir terjadi percobaan pencurian lainnya di tahun 2002. Kemudian ditemukan dalam keadaan rusak, satu dari tiga buah patung selain patung utamanya masih dinyatakan hilang hingga kini.Kata Kunci: Patung, Seni, Sejarah, Kolonial, Perkebunan
IDENTITAS ORNAMEN RUMAH TRADISIONAL GORONTALO TAHUN 1890-2001 Adiatmono, Fendi; Soedarsono, R. M.; Gustami, S. P.; Simatupang, G. R. Lono Lastoro
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the distribution of forms, motifs, themes, and application of the trappings of traditional houses in Gorontalo years 1890-2001 using historical approaches. Data obtained through field observations. Observed data in the form of a traditional house of Gorontalo ornaments placed in mesh or roof made of boards, pakadanga or lisplang, jalusi or air vents, house of windows or tutulowa, fences or jalamba, door or uh?bu and door storage or lowalungob?l?. Based on the research concluded that the ornaments in traditional houses Gorontalo have functions that fit the ornament placed or installed. The ornaments of Gorontalo traditional house in their history that are under the influence of Dutch, Chinese, and Arabic, will affect the motifs of the ornaments shapes.Keywords: Gorontalo traditional houses of ornament, Form-Motive-Theme, Identity___________________________________________________________________Orang Gorontalo memiliki himpunan kegiatan yang dipusatkan pada rumah atau b?l? tradisional, seperti Banthayo Poboid? dan Dulohupa. Identitas etnik Gorontalo pertama kali dibangun melalui rumah tradisional tersebut, ternyata berimplikasi mempersatukan ke-5 wilayah yang berbeda (Gorontalo, Limboto, Bone, Boalemo dan Atinggola). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran bentuk, motif, tema, dan penerapan pada ornamen rumah tradisional di Gorontalo tahun 1890-2001. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah. Data yang diamati berupa ornamen rumah tradisional Gorontalo yang diletakkan pada jala-jala atau atap yang terbuat dari papan, pokadanga atau lisplang, jalusi atau ventilasi udara, tutulowa atau jendela rumah, jalamba atau pagar, uh?bu atau pintu rumah, dan lowalungob?l? atau pintu penyimpanan. Selain itu dapat juga diketahui adanya gaya (irama penyusunan) dan karakter (penjiwaan utama objek) pada beberapa ornamen rumah tradisional Gorotalo. Buku yang akan diacu pada penelitian kualitatif ini terutama pada masalah teori difusi adalah Metode-metode Anthropologi Dalam Penjelidikan Masjarakat dan Kebudajaan di Indonesia dari Koentjaraningrat. Pada buku tersebut Bab VI menjelaskan tentang teori-teori difusi kebudayaan di Indonesia dan teori-teori akulturasi pada Bab X. Klasifikasi aneka suku bangsa di wilayah Indonesia bagian Timur, khususnya Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang berbatasan langsung, sehingga dimungkinkan karya ornamen daerah tersebut akan saling bersentuhan. Penelitian ini menggunakan teori dan konsep dari beberapa disiplin ilmu, sehingga bisa dilakukan dengan pendekatan multidisiplin.Kata Kunci: Ornamen Rumah Tradisional Gorontalo 1890-2001, Bentuk-Motif-Tema, Identitas
DESAIN DAN PROSES PRODUKSI CINDERAMATA IKON PANGERAN ARIA SOERIA ATMADJA SUMEDANG Rohaeni, Ai Juju; Listiani, Wanda; Mustaqin, Khairul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numerous cultural potencies in Sumedang regency scattered all over the region include historical landmark, heirloom, sites and artefact. Historical landmarks inspiring distinct souvenir from Sumedang are (1) Museum of Prabu Geusan Ulun that keeps copious royal articles and heirloom belonging to King of Sumedang and Regent of Sumedang. It is located in the site of Sumedang Regency Pendopo (a large covered porch or veranda in front of a house) established in 1705; (2) Loji Tower built in 1800s located in the rubber plantation owned by a German man; (3) Lingga Monument on Sumedang square, built in 1922, was officially inaugurated by Governor-General of the Dutch East Indies, Dirk Fock, and Tumenggung Kusumadilaga on July 22nd, 1922; (4) Prince Aria Soeria Atmadja was the last reputable Sumedang Regent contributed greatly to development and people prosperity in Sumedang. The methods used in the creation of a product are iconography and experiment. The product is a souvenir design of the icon Prince Aria Soeria Atmadja.Keywords: Iconography, Merchandise, Sumedang________________________________________________________________ Beragam potensi budaya di kabupaten Sumedang tersebar di berbagai daerah  seperti bangunan bersejarah, benda pusaka, situs dan artefak. Salah satu bangunan sejarah yang menjadi inspirasi cinderamata khas Sumedang adalah (1) Museum Prabu Geusan Ulun misalnya memiliki berbagai benda dan barang pusaka raja Sumedang dan bupati kabupaten Sumedang. Museum Prabu Geusan Uun terletak di kompleks Pendopo Kabupaten Sumedang yang berdiri sejak tahun 1705; (2) Menara Loji berdiri sejak tahun 1800an yang berdiri di kawasan perkebunan karet milik orang Jerman; (3) Monumen Lingga yang terletak di alun-alun Sumedang. Monumen ini berdiri sejak tahun 1922 yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock dan Tumenggung Kusumadilaga pada tanggal 22 Juli 1922. 4) Pangeran Aria Soeria Atmadja adalah bupati Sumedang terakhir yang banyak berjasa pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumedang. Metode penciptaan yang digunakan adalah ikonografi dan eksperimen. Hasil penciptaan berupa desain cinderamata ikon Pangeran Aria Soeria Atmadja.Kata Kunci: Ikonografi, Cinderamata, Sumedang
PENERAPAN OLAHAN LIMBAH KANTONG PLASTIK DENGAN TEKNIK CROCHET SEBAGAI UNSUR DEKORATIF PADA PRODUK FESYEN Anita, Rahmalia Rizqi; Puspitasari, Citra
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastics are materials that are not easy to decompose. The process of decomposition of plastic takes a long time. Today, Indonesia ranks second in the world as a producer of plastic waste to the sea after China. In a year, Indonesia produces 10.95 million pieces of plastic bag waste or enough to cover an area the size of 60 football fields. It can endanger the life of marine. 40% of the total waste received by Bank Sampah Bersinar Bandung falls to plastic waste category. The government has demanded the society to reduce the use of plastic shopping bags, and yet it is ineffective.  One of the reasons why people keep using plastic shopping bags is their characteristics which are strong, lightweight, flexible, and not easily broken. The plastic bag waste is potential to be recycled into decorative elements in fashion products. It can be are processed and applied to some products to increase its sale and aesthetic values. Utilization of waste is done through several stages starting from the process of cleaning and ending at waste exploration by using crochet technique as decorative items on fashion products. Keywords: Waste, Plastic Bag, Crochet, Decorative Element, Fashion Product________________________________________________________________ Plastik adalah material yang tidak mudah untuk terurai dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Indonesia menempati peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Dalam setahun, Indonesia menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik atau sama dengan 60 kali luas lapangan sepak bola. Hal ini dapat membahayakan kehidupan biota laut. 40% dari total keseluruhan sampah yang diterima oleh Bank Sampah Bersinar Bandung termasuk kategori plastik. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menekan dan mengurangi penggunaan plastik belanja dirasa belum efektif, karena memiliki karakteristik material yang kuat, ringan, fleksibel, dan tidak mudah pecah. Di sisi lain, limbah kantong plastik berpotensi untuk diolah menjadi unsur dekoratif pada produk fesyen. Kantong plastik yang diolah dan diterapkan akan memiliki nilai jual tinggi dan nilai estetis. Pemanfaatan limbah dilakukan melalui beberapa tahap dari mulai proses pembersihan hingga eksplorasi menggunakan teknik crochet. Hasil eksplorasi kemudian dijadikan unsur dekoratif produk fesyen dengan pertimbangan analisis ditahap eksplorasi awal hingga akhir. Kata Kunci: Busana Lepas Pasang, Co-creation, Outerwear
PERANCANGAN MASKER SEBAGAI ALAT PELINDUNG DIRI BAGI PENGENDARA SEPEDA MOTOR WANITA Muthia, Amalia; Hendrawan, Aldi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High demand of transportation access for Indonesian citizens creates a problem such as air pollution. Therefore, the use of protector from air pollution, such as anti-pollution mask has been commonly used by people who are prone to be exposed to air pollution especially motorcycle riders. The increasing number of female riders becomes a potential subject to develop anti-pollution mask designs that can also support their stylish looks while riding their motorcycles. This research uses qualitative method through literature study, observation, interview with female riders and analysis of anti-pollution masks beneficial for riders. The mask designs are made by applying blue and monochrome colors, polka dots and stripes patterns as supporting aspects to the style of design target. Final result of this research is mask prototypes as alternative and reference for using mask that fulfill the needs of female motorcycle riders’ stylish looks.Keywords: Anti-pollution Mask, Motorcycle, Female Riders ___________________________________________________________Kebutuhan terhadap alat transportasi yang besar di Indonesia menimbulkan permasalahan berkaitan dengan polusi udara. Oleh karena itu, alat pelindung diri dari polusi udara seperti masker umum digunakan oleh orang-orang yang rawan terpapar polusi terutama pengendara sepeda motor. Meningkatnya pengguna sepeda motor wanita menjadi potensi untuk mengembangkan desain masker yang mendukung penampilan pengguna saat mengendarai sepeda motor. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan literatur serta observasi dan wawancara terhadap pengendara sepeda motor wanita, serta kajian analisis terhadap masker yang baik untuk digunakan oleh pengendara sepeda motor. Desain masker dibuat dengan mengaplikasikan warna-warna monochrome dan biru, dan motif polka dots dan stripes sebagai pendukung gaya dari target perancangan. Hasil dari penelitian ini adalah prototype desain masker sebagai alternatif dan referensi bagi penggunaan masker yang memenuhi kebutuhan penampilan pengguna sepeda motor wanita.Kata Kunci: Masker Anti Polusi, Sepeda Motor, Pengendara Wanita
PENGARUH ATMOSFIR RUANG TERHADAP PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH KEHIDUPAN Banaim, Hanan Said; Sarihati, Titian
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The history of life on earth began around 3.5 million years ago with the emergence of simple micro-organisms, namely bacteria and algae. While development and change of animals started from invertebrates, fish, amphibians, reptiles, birds, mammals, it was concluded by the appearance of human. The history of life on earth can be revealed by studying fossils. Yet, the existence of life history  museum in Indonesia receives little attention in terms of its interior design. As its consequence, the objective of the museum as an attractive and educational facility is difficult to accomplish. Life history happened from past to the present time and thus, its design approach should use a space atmosphere with Ancient Earth theme that explains the atmosphere in each era. In addition, the Museum of  Life History is expected to be an educational tourism destination equipped with necessary facilities and attractive interior design that is worth visiting.Keywords: History, Life, Atmosphere, Interior________________________________________________________________ Sejarah kehidupan di bumi baru dimulai sekitar 3.500.000 tahun lalu dengan munculnya mikro-organisme sederhana yaitu bakteri dan ganggang. Sedangkan perkembangan dan perubahan hewan dimulai dari invertebrata, ikan, amfibia, reptil, burung, mamalia, dan kemudian terakhir kali muncul manusia. Sejarah kehidupan di bumi dapat diungkap melalui fosil. Hingga saat ini keberadaan museum sejarah kehidupan di Indonesia masih kurang diperhatikan dari segi desain interiornya sehingga dapat mengganggu tercapainya tujuan dari museum itu sendiri yaitu sebagai sarana pendidikan yang menarik dan mencerdaskan. Sejarah kehidupan terjadi melalui tiap-tiap masa dahulu hingga zaman sekarang, sehingga pendekatan perancangan ini menggunakan suasana ruang dengan tema Ancient Earth yang menjelaskan suasana pada tiap zaman. Selain itu, Museum Sejarah Kehidupan ini diharapkan menjadi sarana wisata edukasi yang layak untuk dikunjungi dengan fasilitas, kenyamanan dan penataan interior dalam bangunannya agar terlihat lebih menarik dan berfungsi secara efektif sebagai sarana wisata yang berbasis pendidikan. Kata Kunci: Sejarah, Kehidupan, Suasana, Interior

Page 6 of 39 | Total Record : 389


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue