cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 389 Documents
PERANCANGAN SETTING PANGGUNG MUSIK “EMPTY SPACES: TRIBUTE TO LINKIN PARK” Al Anshari, Umair; Tornado, Anggiat; Sriwardani, Nani
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most stages of Linkin Park single concerts were designed with dystopian themes that showed dark space and gloomy atmosphere. Yet, a music performance entitled “Empty Spaces: Tribute to Linking Park”was intended to develop and create a different concept of music stage design though it still used dystopian theme. Dystopia is taken from a science fiction work by Thomas Moore. This stage design was aimed to find out how much did the stage setting give added value and selling point to the music performed. This music performance is an appreciation and a tribute to Linkin Park for their 15-year career in music. Besides, it was held to entertain Linkin Park fans or are better known as Linkin Park underground, especially in Bandung.Keywords: Stage Design, Empty Spaces, Dystopia________________________________________________________________Banyak setting panggung dari konser tunggal Linkin Park mengangkat tema dystopia dengan bentuk ruang yang gelap dan suasana yang suram. Namun pertunjukan musik berjudul “Empty Spaces: Tribute to Linkin Park” bertujuan untuk mengembangkan serta menciptakan konsep desain panggung musik yang berbeda walaupun masih satu tema dystopia. Dystopia diambil dari buku Scient Fiction karya Thomas Moore. Perancangan ini mencoba melihat seberapa besar daya nilai tambah dan nilai jual setting panggung terhadap musik yang ditampilkan. Tujuan dari pertunjukan musik ini ialah bentuk penghargaan serta persembahan terhadap grup musik Linkin Park atas eksistensinya di dunia musik Internasional selama 15 tahun lebih. Terlebih lagi untuk memberikan hiburan kepada pencinta Linkin Park atau biasa disebut Linkin Park Underground, khususnya di kota Bandung.Kata Kunci: Perancangan Panggung, Ruang Kosong, Distopia
PERANCANGAN MEJA GAMBAR PORTABLE DENGAN FITUR TAMBAHAN STORAGE PERALATAN DAN PERLENGKAPAN UNTUK ANGGOTA KOMUNITAS GAMBAR Yudiarti, Diena; Pertiwi, Rethiyananda Eka; Ciptarini, Sovia Dewi; Putra, Kevin Ersa; Triputra, Yanuar Cahya
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans generally live in groups and in social circle activities. The similarity of views can unite one human being with another, which arise the existence of an association or community. This research brings up a case study in a drawing community. This community is an organizational unit formed by the common interest of its members, which is a drawing activity. This drawing community has some activities such as drawing sketches using a lot of variations of tools and equipment. They also used to do the outdoor drawing activities. The drawing base used is a table that generally has a horizontal surface. But it is uncomfortable to use for long hours because the drawing position is not quite right and make users more tired and got back-pain. Therefore this study conducted qualitative methods with data collection derived by observation and interviews, the results of research analysis is offers a solution to the problems found. The solution offered is a portable drawing table equipped with storage features for drawing tools and equipment, which of course the design is tailored to the needs, comfort and preferences of its users.Keywords: Portable Drawing Table, Outdoor Drawing Activity, Drawing Community________________________________________________________________ Manusia pada umumnya hidup berkelompok dan beraktifitas pada suatu lingkup sosial, Kesamaan pandangan dapat menyatukan satu manusia dengan manusia lainnya, dari hal itulah muncul adanya sebuah perkumpulan atau komunitas. Penelitian ini mengangkat peluang dari sebuah studi kasus yang ada pada sebuah komunitas, yaitu komunitas gambar. Komuitas ini adalah sebuah unit organisasi yang terbentuk dari kesamaan hobi para anggotanya yaitu menggambar. Komunitas menggambar ini memiliki kegiatan seperti menggambar sketsa dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan gambar yang cukup banyak variasinya. Mereka juga biasa melakukan kegiatan menggambar di luar ruangan. Alas yang digunakan saat menggambar adalah meja yang pada umumnya memiliki permukaan yang horizontal. Perasaan tidak nyaman dikarenakan posisi menggambarnya yang kurang pas dan akan membuat pengguna lebih cepat lelah. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data dengan observasi dan wawancara serta hasil analisa penelitian yang menawarkan sebuah solusi untuk masalah yang ditemukan tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah meja gambar portable yang dilengkapi dengan fitur storage peralatan dan perlengkapan menggambar yang tentunya perancangannya disesuaikan dengan kebutuhan, kenyamanan dan preferensi dari penggunanya.Kata Kunci: Meja Gambar Portable, Menggambar di Outdoor, Komunitas Gambar
CANTING: SENI DAN TEKNOLOGI DALAM PROSES BATIK Hariyanto, Isbandono
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian batik becomes a national pride for its existence has been acknowledged as the world cultural heritage. Batik making process cannot be separated from materials and tools being improved up to present. One of the tools used in batik making process is canting, a pen-like instrument used to apply wax to a cloth. The use of canting is irreplaceable since some experts said that the word batik is derived from the word ‘tik’ which means little and intricate, and a tool that can create little and intricate effects is canting. This article is specifically elaborates all about canting as the crucial tool in batik making process viewed from technical and aesthetic aspects.Keywords: Batik, Canting___________________________________________________________Batik menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena keberadaanya telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Proses penciptaan karya batik tidak terlepas dari bahan dan alat yang telah disempurnakan terus menerus hingga saat. Salah satu alat dalam proses pembuatan karya batik adalah canting yang berfungsi untuk melekatkan lilin atau malam di atas permukaan kain. Keberadaan canting dalam proses penciptaan batik tak tergantikan oleh alat lain, dikarenakan menurut beberapa ahli bahwa kata batik berasal dari kata “tik” yang berarti kecil dan rumit, dan alat yang bisa menghasilkan efek kecil dan rumit adalah canting. Artikel ini secara khusus menguraikan mengenai seluk-beluk peralatan canthing sebagai peralatan utama dalam pembatikan yang tidak hanya dilihat dari aspek teknis semata melainkan juga dari aspek estetisnya.  Kata Kunci: Batik, Canting
PENERAPAN WARNA DENGAN TEKNIK TRADISONAL BALI PADA KERAJINAN WAYANG KULIT DI DESA PUAYA SUKAWATI Suryana, Wawan; Sukayasa, Komang Wahyu
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The art in Bali have a close link with the religious, belief and tradition rituals. They cannot be separated from one another. They have become a part of Bali community. The handicraft tha have grown in Bali can be categorized into two. The first one is those that have a close connection with religious rituals, and the second is the ones that have a close connection with use materials. Among the handicraft products that this centre has produced is the leather pupper handicraft. This handicraft has a wide-ranging meaning and very monumental. This handicraft has been made to meet three different needs. Initially, it was made to meet the needs of religious rituals. Then, it was made to meet the needs of art performance. And recently, it has been made for trading purpose. Sukawati is one of the famous development centers for this industry. This industrial area has been able to sell this handicraft to both domestic and international market. In addition, one of its sub-areas, Puaya Village, has been successful in combining between the traditional technique and modern colors for this handicraft.Keywords: Craft, Wayang, Traditional, Coloring___________________________________________________________________ Kesenian di Bali sangat erat hubungannya dengan upacara agama, kepercayaan dan adat istiadat. Kesemuanya merupakan suatu rangkaian kebudayaan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Hal tersebut hidup dan berkembang secara bersamaan di tengah-tengah masyarakat Bali. Kerajinan rakyat yang berkembang di Bali dapat dikatagorikan menjadi dua yaitu seni kerajinan yang bertalian erat dengan upacara agama dan seni kerajinan yang berhubungan dengan benda pakai. Dari berbagai jenis kerajinan yang ada, salah satunya adalah seni kerajinan wayang. Kerajinan ini memiliki makna yang luas dan sangat monumental. Kerajinan wayang pada mulanya dibuat untuk kepentingan agama, selanjutnya sebagai seni pertunjukan dan dalam perkembangannya kini ada yang diperjual-belikan. Daerah Sukawati merupakan salah satu pusat pengembangan kerajinan wayang kulit yang dipasarkan secara domistik dan manca negara. Proses pembuatan wayang kulit di desa Puaya menggunakan teknik tradisional dengan warna-warna modern yang memiliki daya tarik tersendiri.Kata Kunci: Kerajinan, Wayang, Kria Tradisional, Pewarnaan
STRUKTUR MODAL PIERRE BOURDIEU PADA PELAKU KREATIF GRAFIS FASHION BANDUNG Listiani, Wanda; Ahimsa-Putra, Heddy Shri; Simatupang, G. R. Lono Lastoro; Piliang, Yasraf Amir
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modal biasanya dipahami dalam term ekonomi, padahal menurut teori Modal Pierre Bourdieu terdapat 4 jenis modal yaitu modal sosial, modal ekonomi, modal budaya dan modal simbolik. Hubungan kepemilikan modal antar pelaku kreatif maupun relasinya dengan pelaku yang lain menentukan posisi pelaku kreatif di arena tertentu dan menjelaskan hubungan kekuasaan pelaku. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal ditentukan oleh 6 arena yaitu arena industri fashion, arena fashion show, arena pameran/ instalasi, arena pertunjukan, arena perlombaan desain dan arena komunitas. Struktur modal menjadi pembentuk diferensiasi dan arena menjadi tempat atau lokasi terjadinya praktik diferensiasi grafis fashion.Kata Kunci: Pierre Bourdieu, Modal, Grafis Fashion, Bandung
STRATEGI DAN ORIENTASI PEMBELAJARAN GAMBAR TEKNIK BER-ORIENTASI KEPROFESIAN DESAIN INTERIOR Safitri, Riana
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENSI PENERAPAN TEKNIK ZERO WASTE PATTERN CUTTING PADA DESAIN KEBAYA Garlufi, Raisya; Nursasari, Faradillah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya, a traditional clothing of Indonesia, is likely to contribute significant amount of pre-production waste, such as cutting waste. Today it is widely known that fashion is the second most polluting industry in the world after oil. It thus has encouraged fashion designers all over the world to find solution for the problem. One of the efforts that is considered effective is the zero waste pattern cutting technique. It is a clothing making technique with effective pattern placement so it does not produce much pre-production waste. This study aims to find the appropriate zero waste patterns cutting in kebaya design. One of applicable methods is the use of digital flat pattern technique on the baju kurung pattern, because this technique simplifies the process of laying pattern and calculating the waste. The basic pattern of the baju kurung is chosen because it has a geometric shape that can be utilized to streamline the use of fabric and minimize the pre-production waste.Keywords: Zero Waste Pattern, Modified Kebaya, Baju Kurung ________________________________________________________________ Kebaya sebagai pakaian nasional Indonesia yang akan terus digunakan dan dilestarikan, berpotensi menyumbang limbah pra-produksi yang cukup signifikan berupa potongan kain. Dewasa ini diketahui bahwa fesyen merupakan industri penghasil limbah terbesar kedua di dunia setelah minyak. Fenomena tersebut memicu para pelaku fesyen dunia untuk mencari upaya guna menanggulanginya, salah satu upaya yang dipandang efektif adalah teknik zero waste patern. Zero waste pattern adalah teknik membuat pakaian dengan penempatan pola yang efektif sehingga tidak banyak menghasilkan limbah pra-produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola zero waste yang tepat pada desain kebaya, dimana salah satu metode yang dapat diterapkan yaitu menggunakan teknik flat pattern digital dengan pola dasar baju kurung, sebab teknik flat pattern digital dapat memudahkan dalam peletakan pola dan perhitungan limbah. Pola dasar baju kurung dipilih karena memiliki bentuk geometris yang dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan kain dan meminimalisir limbah pra-produksi. Kata Kunci: Zero Waste Pattern, Kebaya Modifikasi, Baju Kurung
EKSPLORASI MATERIAL RESIN DALAM KARYA PATUNG: IKON-IKON KEAGAMAAN ISLAM Rosita, Devi; Ramli, Zaenudin; Setiadi, Gabriel Aries
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The artworks, consisting of three objects, serve as a reminder of Islamic values that are fading or being forgotten as human beings try to keep up with the development of the era. First, eyeglasses and magnification by multiple layers of acrylic glass visualizes how someone seeks for knowledge according to his or her faith in Islam. It is displayed on a table in an open position. Second, the objects of hijab, such as khimar, clothes and trousers displayed on the wall show how a person with knowledge, especially female, dresses. Third, the objects of a string of prayer beads and some beads show how someone interacts with electronic communication devices and social media. It is hunged on a pair of hands and also displayed on a table. Resin is used as the material since it is analagous with human due to the existence of religion that manages and shapes human lives. Keywords: Resin, Glasses, Hijab, String of Prayer Beads ________________________________________________________________ Pengkaryaan ini terdiri dari tiga objek dan bertujuan untuk kembali mengingatkan nilai-nilai dalam Islam yang mulai samar atau bahkan dilupakan, manusia yang hidup di alam ini tentunya akan mengikuti perkembangan zaman, karena manusia sendirilah yang berperan penting didalamnya. Pertama, objek karya kacamata, ukuran yang diperbesar dengan kaca akrilik yang berlayer memvisualisasikan dari bagaimana manusia berdasarkan keyakinannya dalam Islam pada zaman sekarang ini untuk menuntut ilmu. Karya kacamata disajikan di atas meja dengan posisi tebuka. Kedua, objek karya hijab, seperti khimar, baju, dan celana, yang ditempel di dinding menunjukkan bagaimana seseorang yang berilmu, terutama perempuan, berpenampilan. Ketiga, objek karya tasbih dan biji tasbih (simbol dari sosial media) memperlihatkan bagaimana seseorang bersosialisasi dengan media komunikasi elektronik atau media sosial. Karya disajikan dengan digantung pada sepasang tangan dan sebagian disimpan di meja penyajian. Material yang digunakan penulis adalah resin yang dianalogikan dengan manusia dengan adanya keagamaan yang mengatur dan membentuk.  Kata Kunci: Resin, Kacamata, Hijab, Tasbih
APLIKASI GAMBAR PENDERITA DEPRESI PADA BUSANA READY-TO-WEAR Sukma, Mestika Nawang; Rosandini, Morinta
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study focuses on the function of fashion as non-verbal communication. It explores  the characteristics of the depressed people images  potential for  creating new patterns that have visual characters and stories to be applied into ready-to-wear fashion products. It employs qualitative method through literature and pictorial studies to find out the characteristics of people with depression disorder and art psychotheraphy. The characteristics are applied through the creation of textile motifs and surface textile design such as screen printing and distressed fabric, with linen, semi wool, and cotton drill as primary material. They are then developed into fashion products by analyzing target market and brand competitor. The result of this study is new textile patterns inspired by depression disorder as a social phenomenon that can be applied into ready-to-wear fashion products.Keywords: Motifs, Textile, Depression, Ilustration, Ready-To-Wear________________________________________________________________ Aplikasi ini berfokus pada fungsi fesyen sebagai komunikasi non-verbal, dengan mengangkat potensi karakteristik gambar penderita depresi sebagai penciptaan motif baru yang memiliki karakter visual dan cerita dari gambar penderita depresi yang diaplikasikan pada produk fesyen ready-to-wear. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan melakukan studi pustaka berkenaan dengan Art Psychotherapy serta karakteristik dari gambar penderita depresi kemudian diterapkan melalui eksperimen penciptaan motif tekstil dan teknik surface design yaitu screen-printing dan distressed fabric dengan material kain Linen, Semi-Wool dan Cotton Drill. Hasil eksplorasi dikembangkan menjadi desain produk fesyen Ready-to-Wear dengan acuan desain analisa dari target market dan brand pembanding sebagai metode pendekatan. Aplikasi ini menghasilkan penciptaan motif baru yang terinspirasi dari fenomena sosial, yaitu penderita depresi. Penciptaan motif ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi visual dan cerita yang dimiliki oleh gambar penderita depresi untuk diaplikasikan kedalam produk fesyen Ready-to-Wear. Kata Kunci: Motif, Tekstil, Depresi, Ilustrasi, Ready-to-Wear
PENGOLAHAN LIMBAH BAMBU MENJADI TRIMMINGS DAN AKSESORIS FESYEN Arsallya, Chita Fefri
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural fiber has its own characteristics that might be able to create some innovative works. To optimize the use of various natural fibers, the writer treated bamboo waste to increase its value so that it becomes more interesting and varied. This is due to abundance of abandoned bamboo waste and lack of its utilization. This bamboo waste processing study was conducted through several experiments using some techniques that involve scouring and bleaching with chemicals ingredients and also some processing techniques. Products that will be produced in this exploration of bamboo waste processing are trimmings and fashion accessories. The results of this study are expected to reduce the disposal of natural waste such as bamboo waste. The products made from bamboo waste can be fashion items that increase their economic, aesthetics and functional values.Keywords: Bamboo Waste, Fashion Accessories, Trimmings___________________________________________________________________ Serat alam memiliki karakteristik tersendiri yang memungkinkan terciptanya karya-karya yang inovatif. Untuk mengoptimalkan penggunaan serat alam yang variatif, penulis mengolah limbah bambu untuk meningkatkan nilai tambah dari limbah tersebut sehingga menjadi lebih menarik dan variatif. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya limbah bambu yang dibuang begitu saja dan kurangnya pemanfaatan limbah bambu yang secara optimal. Penelitian pengolahan limbah bambu dilakukan dengan beberapa eksperimen menggunakan teknik scouring dan bleaching yang melibatkan zat kimia serta beberapa teknik pengolahan. Produk yang akan dihasilkan dalam eksplorasi pengolahan limbah bambu ini berupa trimmings dan aksesoris fesyen. Diharapkan hasil penelitian pengolahan limbah bambu ini dapat mengurangi pembuangan sumber daya alam berupa limbah bambu. Produk yang dihasilkan dapat menjadi produk fesyen yang optimal serta meningkatkan nilai ekonomi, estetika, dan fungsional dari limbah tersebut. Kata Kunci: Aksesoris Fesyen, Limbah Bambu, Trimmings

Page 7 of 39 | Total Record : 389


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue