cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 389 Documents
KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN SEBAGAI INSPIRASI PADA RANCANGAN PAKAIAN READY TO WEAR Prameswari, Mentari Widyani; Siagian, Marissa Cory A.
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Borneo rain forests have been known as the lungs of the world but now their sustainability is threatened by forest-fires which affect millions of people who experience respiratory problems due to burning smoke and dead animal or habitat loss. This research raises the phenomenon of Borneo rainforest-fires as inspiration in the design of ready-to-wear clothing by composing realist motif to represent the impact of forest-fires using engineering printing and beads embellishment to reinforce details. This resreach uses qualitative methods, including study of literature to obtain data and exploration of digital imaging as  development of visual composition of Borneo rainforest-fires, interviews and observations to understand more about the character of Borneo rainforests and its processing in fashion products. This research resulted designs of ready-to-wear clothing inspired by Borneo rainforest-fires through motifs and beads as an embellishment to reinforce details without covering the character’s motives. Therefore it can open the potential for natural phenomena as an inspiration in the development of fashion productsKeywords: Tropical Forest, Fire Forest, Embellishment, Digital Printing, Ready to Wear___________________________________________________________________ Hutan Kalimantan telah diakui sebagai paru-paru dunia namun kini kelestariannya terancam oleh pembakaran hutan yang berdampak pada jutaan orang yang mengalami gangguan pernafasan karena asap pembakaran dan hewan mati terpanggang atau kehilangan habitat. Penelitian ini mengangkat fenomena kebakaran hutan Kalimantan sebagai inspirasi dalam rancangan pakaian ready to wear dengan membuat komposisi motif realis untuk merepresentasikan dampak kebakaran hutan menggunakan teknik engineering printing dan memanfaatkan beads embellishment untuk mempertegas detail motif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur untuk mendapatkan data kehutanan, teori desain serta eksplorasi digital imaging sebagai pengembangan komposisi visual kebakaran hutan Kalimantan, wawancara serta observasi untuk memahami lebih dalam karakter hutan Kalimantan dan pengolahannya dalam produk fesyen. Penelitian ini menghasilkan perancangan busana ready to wear yang terinspirasi dari kebakaran hutan Kalimantan melalui motif dan beads sebagai embellishment untuk mempertegas detail tanpa menutupi karakter motif, sehingga dapat menjadi potensi fenomena alam sebagai inspirasi dalam pengembangan produk fesyen.Kata Kunci: Hutan Tropis, Kebakaran Hutan, Embellishment, Digital Printing, Ready to Wear
MAKNA SEMAR DALAM KALIMAH SYAHADAT PADA SENI LUKIS KACA CIREBON Noor Zaman, Farid Kurniawan; Sujana, Anis; Ramli, Zaenudin
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This undergraduate thesis is based on the searching of meaning contained in one of Cirebon glass paintings made by Rastika, which is about the relation between kalimah syahadat (the two Arabic sentences expressing the Muslim creed), Semar, Rastika and Gegesik society. Problems formulated in this research are: 1) How is the visualization of Semar in kalimah syahadat in Cirebon glass painting made by Rastika; 2) What is the meaning of Semar in its visualization in kalimah syahadat of Rastika’s glass painting within the context of Gegesik society. The method used in this research is analysis descriptive method in the form of qualitative research. The research also uses art anthropology and ethnography approaches from ethnic perspective. The research results show that Semar is a shadow play character whose form of a shadow puppet was made by Sunan Kalijaga. Its form, gesture, color and accessories all have symbols of virtue. The amulet layang kalimasada that it owns is the most powerful amulet and are feared by its enemies. Therefore, after glass painting came to Cirebon, gradually this kind of art began to give its favor in spreading Islamic teachings. For example by painting Semar in syahadat calligraphy. It is expected that values contained in glass painting of Semar in kalimah syahadat calligraphy is not forgotten and kept to be applied in daily lives.Keywords: Semar, Syahadat, Rastika, Gegesik, Lukis Kaca Cirebon________________________________________________________________Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencarian makna yang terkandung pada salah satu lukisan kaca Cirebon karya Rastika yaitu mengenai kaitan antara kalimah syahadat, Semar, Rastika dan masyarakat Gegesik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) bagaimana penggambaran Semar dalam kalimah syahadat pada seni lukis kaca Cirebon karya Rastika, 2) apa makna Semar dalam penggambarannya pada kalimah syahadat seni lukis kaca karya Rastika dalam konteks masyarakat Gegesik. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi analisis dengan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan antropologi seni dan etnografi dengan sudut pandang emik. Berdasarkan hasil penelitian terhadap makna Semar dalam kalimah syahadat pada seni lukis kaca Cirebon karya Rastika ini ditemukan bahwa Semar merupakan tokoh pewayangan yang wujudnya diciptakan dalam bentuk wayang kulit oleh Sunan Kalijaga. Baik bentuk, gestur, warna, serta aksesoris yang dipakainya memiliki simbol-simbol kebaikan. Jimat layang kalimasada yang dimilikinya merupakan jimat yang paling sakti dan ditakuti para musuh. Maka dari itu, setelah lukisan kaca masuk ke Cirebon, lambat laun kesenian ini mulai ikut membantu dalam menyebarkan agama Islam. Salah satunya dengan cara melukiskan Semar dalam kaligrafi syahadat. Diharapkan, makna-makna yang terkandung dalam lukisan kaca Semar pada kaligrafi kalimah syahadat ini tidak dilupakan dan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Semar, Syahadat, Rastika, Gegesik, Lukis Kaca Cirebon
SESAJEN SEBAGAI KITAB KEHIDUPAN Hendrawan, Lucky; Supratman DP., Deny; Apin, Arleti M.
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The literature Jen Rahayu Ning Rat Pangruwat Ing Diyuisan evidence for highly cultured civilization of Indonesian ancestors. Unfortunately, Indonesian people as de facto inheritor are no longer familiar to it because they cannot read it. Even nowadays the nation is in a very disadvantage position. Thus, high values contained in the literature must be known by Indonesian people in order to return to the nation’s identity. By doing so, it is expected that the nation can regain its prosperity and honour.Keywords: Sesajen, the Scriptures, Culture, Human Plenary, Sapta Panta Tanda___________________________________________________________Sastra Jen Rahayu Ning Rat Pangruwat Ing Diyu merupakan salah satu bukti peradaban berbudaya tinggi karya leluhur bangsa Nusantara. Bangsa Indonesia sebagai pewaris budaya yang resmi, tidak mengenalnya lagi, sebab tidak dapat membacanya. (Bangsa) ini kini berada dalam posisi yang amat tersisih. Oleh karena itu, nilai luhur yang terkandung di dalam (sastra ini) telah saatnya diketahui oleh bangsa kita agar kembali pada jati diri. (Dengan begitu, diharapkan bangsa kita) kelak dapat sejahtera lagi dan bangsa kita bermartabat serta terhormat di dunia.Kata Kunci: Sesajen, Kitab Suci, Budaya, Manusia Paripurna, Sapta Panta Tanda
PENOKOHAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PEKAN IMUNISASI NASIONAL Supratman DP., Deny
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public Service Advertisement is one way to persuade the society to understand, acknowledge, and give awarness on how they could so that society could position themselves from gething stuck with wrong messages on any advertisement issues that come within. One of the issues is Weekly National Immunization. The achievment of this program is one simultaneoust responsibility from every elements in the society. Whithout any of these colaboration from the people, this program won’t reachany great succes. This accomplishment was done by persuading the market through Public Service Advertisements that were designed with thoughtful scenarios and criterias of public figures.Keywords: Public Service Advertisements, Public Figures, Television, Visual
PENGENALAN MOTIF GORGA SINGA-SINGA MENGGUNAKAN TEKNIK SUBLIME PRINTING Siburian, Dameria Ester
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TINJAUAN DESAIN INTERIOR KORIDOR HALL MALL BOEMI KEDATON DI LAMPUNG Primayudha, Novrizal
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The interior design objects are manifestation of sign interactions as a communication system between designers who send their messages in interior architect and the observers or common people who interpret or perceive the interior architect by their own cultural background and interpretation. The focus of this research is to reveal interior elements implementation on the interior design of food court and department store at Boemi Kedaton Mall in Lampung. This observation explored all of interior signs through signs analysis and interior elements classification. Finally, the interpretation of those signs is needed  to gain a corresponding interpretation, which can be regarded as an alternative of design concept that gives a new meaning to their observers.Keywords: Semiotics, Interior Architecture, Sign Analysis of Interior Architecture, Sign Meaning of Boemi Kedaton Mall Interior________________________________________________________________Objek rancangan interior merupakan manifestasi dari interaksi tanda-tanda sebagai sistem komunikasi antara desainer yang membuat pesan dalam rancangan interior bangunan dan  pengamat/ masyarakat awam untuk menginterpretasi atau mempersepsikannya sesuai  dengan  latar belakang budaya dan tingkat pemahamannya. Fokus dari penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerapan elemen interior sebagai tanda pada rancangan interior food court dan department store di Mall Boemi Kedaton Lampung melalui analisa tanda dan klasifikasi elemen rancangan interiornya. Interpretasi  terhadap makna tanda diperlukan untuk memperoleh sebuah kesepakatan penafsiran, sebagai sebuah usulan untuk memperoleh konsep desain yang memberikan makna baru bagi pengamatnya.Kata Kunci: Semiotika Arsitektural Interior, Analisa Tanda Arsitektural Interior, Makna Tanda pada Rancangan Interior Mall Boemi Kedaton
POTENSI TEKNIK INTERLOCKING MODULAR SEBAGAI EMBELLISHMENT PADA BUSANA READY-TO-WEAR DELUXE Aprinsyah, Fahryn Patka; Bastama, Widya Nur Utami
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fashion in Indonesia is experiencing a lot of progress. Designers offer numerous concepts and exploration of new materials and techniques to provide something new in the world of fashion. Among a number of textile techniques is modular interlocking technique. The modular interlocking is a lock technique that combines components or modules so that they can be easily exchanged or replaced to make larger structures and a solid unity. Another advantage of this technique is that it can produce textures in its manufacture, shape and color composition to produce beautiful visuals. This uniqueness gives it  high value and potential to be embellishment. In this research modular interlocking technique will be developed by using module from formula which was used by Eunsuk Hur and developed into embellishment. Exploration will include material aspects, shape and color compositions to produce attractive visuals that are suitable to be applied as embellishments in ready-to-wear-deluxe clothing.Keywords: Modular, Interlocking, Embellishment, Ready-to-wear-deluxe, Surface Textile________________________________________________________________ Fashion di Indonesia sedang mengalami banyak kemajuan, ditandai dengan banyaknya eksplorasi material maupun teknik baru yang lebih variatif oleh para desainer sehingga memberikan sesuatu baru dalam dunia fashion itu sendiri. Dari sejumlah teknik tekstil yang berkembang dalam perkembangan di dunia fashion, ada salah satu teknik tekstil yaitu teknik interlocking modular. Interlocking modular adalah teknik kuncian yang menggabungkan komponen atau modul sehingga dapat dengan mudah ditukar atau digantikan untuk menghasilkan struktur yang lebih besar dan menjadi satu kesatuan yang kokoh. Keunggulan lain dalam teknik interlocking modular ini adalah dapat menghasilkan tekstur dalam pembuatannya, menghasilkan komposisi bentuk dan komposisi warna sehingga menghasilkan visual yang indah. Keunikan tersebut menjadikan teknik interlocking modular ini bernilai tinggi dan memiliki potensi dijadikan embellishment. Dalam penelitian kali ini peneliti akan mengembangkan teknik interlocking modular dengan menggunakan modul dari rumusan yang sudah digunakan oleh Eunsuk Hur dan dikembangkan menjadi embellishment. Eksplorasi akan meliputi aspek material, komposisi bentuk dan komposisi warna untuk menghasilkan visual yang menarik sehingga cocok diaplikasikan sebagai embellishment pada busana ready-to-wear-deluxe.Kata Kunci: Modular, Interlocking, Embellishment, Ready-to-wear-deluxe, Rekalatar tekstil
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM SEBAGAI TEMA LUKISAN KACA Prayudhi, Erik Rifky
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exploitation Of Natural Resources As A Glass Painting Theme A writing of artworks that deals with industry-caused environmental problems and impacts social problems, namely the exploitation of natural resources. With a variety of complex sources and problem factors, dealing with the ideology of capitalism to affect consumerism is a complex form of problem. This work is visualized into glass paintings using idiom forms and objects of industrial mining, buildings, machinery and animal figures also devil in the form of wayang. The author hopes to have a positive impact through the work of glass painting and to inspire, give awareness, or cultivate the feelings of the appreciators or the community. But the author also hopes to open apresiator mind with his work to be aware of environmental and social problems in the community. Keywords: Exploitation Natural Resources, Industrial Objects, Consumerism, Wayang Figures________________________________________________________________ Sebuah penciptaan karya seni yang membahas permasalah lingkungan yang disebabkan industri dan berdampak kepada permasalahan sosial, yaitu eksploitasi sumber daya alam. Dengan berbagai sumber dan faktor masalah yang rumit, berhubungan dengan faham kapitalisme sampai berdampak menjadi faham konsumerisme adalah sebuah bentuk masalah yang kompleks. Karya ini divisualisasikan ke dalam lukisan kaca dengan memakai idiom-idiom bentuk dan objek industrial pertambangan, bangunan, permesinan dan tokoh-tokoh binatang serta siluman berupa wayang dengan menggunakan teknik seni lukis kaca.Kata Kunci: Eksploitasi Sumber Daya Alam, Objek Industrial, Konsumerisme, Tokoh Wayang
PERANCANGAN BUSANA ZERO WASTE DENGAN TEKNIK DRAPING PATTERN MAKING PADA POLA KIMONO Hervianti, Dian Fitrah; Nursasari, Faradillah
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Timo Rissanen, a designer who focuses on zero-waste fashion, in his dissertation, every production process of clothing will generate 15% textile waste of the total fabric. The waste may damage the environment because fabric takes 20-50 years to decompose. There are several ways to reduce waste of clothing production, among others  is by implementing zero-waste production concept  which is divided into some techniques. First, pattern making technique that designs and places patterns effectively on fabric. Second, up-cycling technique that recycles waste. Thirdly, reconstruction that converts discarded materias into something new and useful. Based on Zero-waste concept, in the present study the author will design nice pieces of kimono that can be mixed and matched into several looks for different occasions, such as casual, semi-formal dan formal events. To minimize waste in the production process, the author implements zero-waste concept. The technique used is draping pattern making that designs a pattern directly on a mannequin. The main concept is to maximize sheet of fabric in making clothes and minimize the amount of production waste.Keywords: Zero Waste, Draping Pattern Making, Kimono, Mix and Match___________________________________________________________________ Menurut Timo Rissanen, seorang desainer yang fokus dalam pembuatan konsep zero waste, dalam disertasinya, setiap proses produksi pakaian akan menghasilkan 15% limbah dari total bahan yang dipergunakan. Limbah tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang dapat merusak lingkungan karena  kain membutuhkan waktu 20-50 tahun untuk dekomposisi. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi limbah produksi busana, salah satunya dengan konsep produksi zero waste yang terbagi kedalam beberapa teknik. Pertama, teknik pattern making yang merancang dan menempatkan pola pada kain secara efektif. Kedua, teknik up-cycling yang mendaur ulang sisa limbah. Ketiga, teknik reconstruction yang membuat sesuatu yang baru dari barang yang sudah tidak terpakai. Berdasarkan konsep Zero Waste tersebut, dalam penelitian kali ini penulis akan merancang sebuah koleksi busana kimono yang terdiri dari sembilan pieces yang dapat dipadu-padankan menjadi beberapa look dengan fungsi yang berbeda sehingga dapat dipergunakan dari acara casual, semi-formal hingga formal. Untuk meminimalisir limbah, penulis menerapkan konsep zero waste. Teknik yang digunakan adalah draping pattern making yang merancang pola di atas manekin secara langsung. Konsep utamanya yaitu memaksimalkan lembaran kain untuk menciptakan busana sehingga dapat meminimalisir jumlah limbah produksi. Kata Kunci: Zero Waste, Draping Pattern Making, Kimono, Mix and Match
PEMANFAATAN KUNYIT SEBAGAI CAT LUKIS TEKSTIL DAN PENERAPANNYA PADA PRODUK FESYEN Ayuningtias, Annisa; Hendrawan, Aldi
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has many natural resources potential for natural textile dyes. Two of these natural resources are turmeric and brown seaweed which have been processed into sodium alginate. A turmeric tuber contains curcumin producing yellow pigment, while alginate is potential to thicken textile paints. This study aims to produce turmeric-based textile paint with alginate as the paint thickener which will be applied to fashion products, such as women’s outerwear using painting techniques. To obtain the data needed, the researchers use an experimental research methodology with observations, literature studies, and interviews. The results of the experimentation process show that the color produced from fresh turmeric powder looks thicker when dissolved in alginate and mordan solutions. This research is expected to give benefits for students and researchers who want to explore the natural textile dyes made from turmeric.Keywords: Turmeric, sodium alginate, textile paint___________________________________________________________________ Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang memiliki potensi sebagai pewarna tekstil alami. Dua di antara sumber daya alam tersebut adalah kunyit dan rumput laut cokelat yang telah diolah menjadi sodium alginat. Umbi kunyit mengandung zat kurkumin yang dapat menghasilkan warna kuning, sedangkan alginat berpotensi sebagai pengental untuk cat tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan cat tekstil berbahan dasar kunyit dengan alginat sebagai pengental cat yang kemudian akan diaplikasikan pada produk fesyen berupa outerwear wanita menggunakan teknik lukis. Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan, penulis menggunakan metodologi penelitian eksperimental dengan observasi, studi literatur, dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil dari proses eksperimentasi menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dari bubuk kunyit segar tampak lebih pekat jika dilarutkan dalam larutan alginat dan mordan. Penulis berharap penelitian ini akan bermanfaat bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin mendalami tentang pewarna tekstil alami yang terbuat dari kunyit.Kata Kunci: Kunyit, Sodium Alginat, Cat Tekstil

Page 8 of 39 | Total Record : 389


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue