cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
VISUALISASI DESAIN KARAKTER SATELIT PALAPA SEBAGAI MEDIA EDUKASI MELALUI KOMIK Wahab, Taufiq; Nugroho, Handaru Yudhistira Satyaji
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satellite function In addition to facilitating communication, navigation, defense, can also be used for the exploration of the solar system. Not many know about this satellite, including teenagers. It is a challenge to make educational media effective in delivering messages. According to the article Tirto.id titled “To be Popular science, scientists need to learn public communication”, information should be concise and capitalizing on the analogy to easily understand non-scientific communities, such as graphic and video media. Comics as visual works are expected to be one of the suitable alternative media in delivering information for teenagers. Character design is an important element in a comic story. The focus of this research is on how to make Palapa satellite character design. The method of study used is qualitative by conducting literature studies, observation of comic characters, as well as interviews with the LAPAN, Telecommunications Museum TMII, as well as comic writers. The expected outcome of this study is that teenagers will know more and know about the benefits of satellites. Keywords: Character, Palapa Satellite, Comics___________________________________________________________________ Fungsi satelit selain memudahkan urusan berkomunikasi, navigasi, pertahanan, bisa juga untuk keperluan penjelajahan tata surya. Belum banyak yang mengetahui tentang ini, termasuk diantaranya remaja. Hal tersebut menjadi tantangan untuk membuat media edukasi yang efektif dalam menyampaikan pesan. Menurut artikel Tirto.id yang berjudul “Agar Sains Populer, Ilmuwan Perlu Belajar Komunikasi Publik”, informasi hendaknya bersifat ringkas, padat, dan memanfaatkan analogi agar mudah dipahami masyarakat non-saintis, seperti media grafis dan video. Komik sebagai karya visual diharapkan menjadi salah satu media alternatif yang sesuai dalam penyampaian informasi bagi remaja. Desain karakter merupakan unsur penting dalam sebuah cerita komik. Fokus penelitian ini adalah bagaimana membuat desain karakter satelit Palapa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan kajian literatur, observasi terhadap karakter komik, serta wawancara kepada narasumber di LAPAN, Museum Telekomunikasi TMII, serta komikus. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah remaja akan lebih mengenal dan mengetahui tentang manfaat satelit.Kata Kunci: Karakter, Satelit Palapa, Komik
KENDI SEBAGAI PENDUKUNG KEBUDAYAAN NUSANTARA Mustaqin, Khairul; Wahyuningsih, Novita
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vessel is an artefact from the past easily found in archaeological sites in Indonesia or Asia. Vessels have important roles and functions in society, especially traditional society. Vessel’s primary function is a water container. Its another function is an instrument to support cultural rites in the archipelago. As instruments to support cultural rites, vessels are used in almost all parts of Indonesia regions. Vessels also serve as instruments to support sociocultural and religious rites. Regarding their many functions, vessels must be maintaned to support various kinds of archipelago culture.Keywords: Vessel, Pottery, Culture___________________________________________________________________Kendi merupakan artefak peninggalan masa lampau yang banyak ditemukan pada situs purbakala di Indonesia maupun di Asia. Kendi mempuyai fungsi dan peranan penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada masyarakat tradisional. Fungsi utama dari kendi adalah sebagai wadah air minum, tetapi ada juga fungsi kendi yang lain, yaitu sebagai perlengkapan ritual kebudayaan yang ada di nusantara. Fungsi kendi sebagai pendukung ritual kebudayaan tidak sebatas pada ruang lingkup daerah tertentu, tetapi digunakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kendi tidak hanya berfungsi sebagai wadah air semata, tetapi juga merupakan perlengkapan ritual sosial budaya, dan bahkan pada ritual keagamaan. Mencermati banyaknya fungsi kendi sebagai pendukung kebudayaan di nusantara ini, membuat kendi tidak dapat dipandang sebelah mata. Diperlukan segala daya dan upaya yang intensif agar kendi dapat terus menjadi pendukung di berbagai jenis kebudayaan nusantara.Kata Kunci: Kendi, Gerabah, Kebudayaan
PEWARISAN NILAI RITUAL TARIAN MAPAG KARUHUN DALAM PERPEKTIF KOMUNIKSASI VISUAL Supriatna, Supriatna
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mapag Karuhun dance is part of the Kuda Renggong art show. This dance is sacred because it contains elements occur metaphysical communication with ancestor spirits, which is considered to be present in the show. Mapag Karuhun dance performed by family and friends as an expression of happiness together, either with family living and dead ancestors. In this ritual actually there are visual expressions as a mechanical way of initiation. Values that are communicated visually, is the heritage of interest to be interpreted.Keywords: Mapag Karuhun, Visual Communication, Dance___________________________________________________________________Tarian Mapag Karuhun adalah bagian dari pertunjukan seni Kuda Renggong. Tarian ini mengandung unsur sakral mengingat terjadi komunikasi metafisik dengan arwah karuhun, dianggap hadir di tengah pertunjukan. Tarian mapag karuhun dilakukan oleh keluarga dan kerabat sebagai ungkapan rasa kebahagian bersama, baik dengan keluarga yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Dalam ritual ini sesungguhnya terdapat ekspresi-ekspresi visual sebagai mekanis jalannya inisiasi. Nilai-nilai visual yang terkomunikasikan  tersebut, adalah warisan-warisan yang menarik untuk dimaknai.Kata Kunci: Mapag Karuhun, Komunikasi Visual, Tarian
ANALISIS SEMIOTIKA FILM IRAN KARYA MAJID MAJIDI: “CHILDREN OF HEAVEN”, “COLOR OF PARADISE”, DAN “BARAN” Hanif, Wildan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Iran karya Sutradara Majid Majidi memiliki kode umum dan kode khusus yang diolah sedemikian rupa oleh sutradara melalui proses pengambilan gambar dan editing. Kode umum dan kode khusus dalam film berhubungan dengan gerakan kamera: traveling (gerak kamera mengikuti gerak objek), panning (gerak kamera ke kiri/ kanan), zoom in/ zoom out (kamera semakin mendekati/ menjauhi objek), dll. Kode umum pasti ada di semua film, sebagai sebuah “kumpulan cara kamera mengambil gambar”, sedangkan kode khusus hanya terdapat pada film tertentu sebagai ciri khas suatu genre, suatu kurun, suatu aliran/ suatu bangsa.  Selain itu, film juga memuat kode yang sering digunakan dalam fotografi (long shot, medium shot, close up shot, Extreme Close Up, dll), serta kode analogi visual. Dalam 3 film tersebut (“Children of Heaven”, “Color of Paradise”, dan “Baran”), Majid Majidi terutama mengaplikasikan Kode Khusus yakni berupa  Metafora dan Metonimi yang berkesesuaian dengan agama dan budaya Iran yang puitis dan sufistik.Keywords: Majid Majidi, Film Iran, Metafora, Metonimi, Kode Film
BENTUK, MAKNA DAN FUNGSI SENI KERAJINAN BATIK CIREBON Handayani, Wuri
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN KONSEP SYAR’I MODERN PADA DESAIN BUSANA PENGANTIN MUSLIMAH Dewi, Mayang Tresna; Puspitasari, Citra
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on Indonesia Trend Forecasting 2017 - 2018 compiled by BEKRAF, modern sharia-compliant concept is a category of Moslem fashion currently made due to today’s market condition. It is a fashion style complying with sharia law but adding aethetic elements in its design. However, as the era and information technology advance, inappropriate trends for Moslem fashion appear. In this modern era, Moslem women tend to follow trend and style that contradict Islamic rules, for example in their daily and also bridal fashion style. Therefore, sharia-compliant designs for Moslem wedding dresses are needed. This study yields alternative designs for Moslem wedding dresses that conform to Islamic rules and suit the fashion trends.Keywords: Sharia, Modern, Wedding Dress, Moslem, Style________________________________________________________________ Berdasarkan Indonesia Trend Forecasting 2017-2018 yang disusun oleh BEKRAF, konsepsi syar’i modern merupakan salah satu pembagian gaya busana muslim yang dibuat berdasarkan kondisi pasar yang ada saat ini. Syar’i modern ini merupakan gaya busana yang tetap sesuai syari’at namun menambahkan unsur estetika pada desainnya. Namun demikian, adanya perkembangan zaman dan teknologi informasi membuat tren yang tidak sesuai untuk muslimah mulai bermunculan. Pada era modern ini, Muslimah cenderung mengikuti tren dan style yang berseberangan dengan kaidah Islam. Tidak hanya dalam busana keseharian namun juga dalam busana pengantin. Banyak desain busana pengantin muslimah yang terkesan belum sesuai dengan kaidah islam. Oleh karena itu, desain busana pengantin muslimah yang menerapkan konsepsi syar’i modern namun tetap tidak menghilangkan nilai fungsi dan estetika dirasa perlu alternatif rancangan busana pengantin muslimah yang disesuaikan dengan kaidah islam serta perkembangan tren yang sedang digemari saat ini.Kata Kunci: Syar’i, Modern, Busana Pengantin, Muslimah, Gaya
TINJAUAN CAFÉ INSTAGRAMABLE PADA ONE EIGHTY COFFEE BANDUNG Zein, Anastasha Oktavia Sati; Rachim, Aldrian Agusta
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are many ways and efforts to make cafes become the main destination of the audience, including One Eighty Coffee which strives for space design and experience that will be obtained by its customers so that becomes the pride of anyone who can attend and capture it on social media. Each corner of the interior space is designed in such a way that it is unique so that the images will be obtained from an instgramable photo session. An unforgettable experience that deserves to be captured on the customer’s preferred social media, especially on Instagram.Keywords: Instagramable, Design Interactive, Café_______________________________________________________________  Banyak cara dan upaya agar café menjadi tujuan utama para penikmatnya, tidak terkecuali One Eighty Coffee yang mengupayakan desain ruang beserta pengalaman yang akan diperoleh pelanggannya agar cukup instagramable serta menjadi kebanggaan siapa saja yang bisa hadir serta mengabadikannya di media sosial. Setiap sudut ruang interior dirancang sedemikian rupa dengan keunikan sehingga akan diperoleh hasil gambar dari sesi foto yang instgramable. Pengalaman yang tidak akan terlupakan dan layak diabadikan dalam media sosial pilihan pelanggan terutama di instagram.Kata Kunci: Instagramable, Desain Interaktif, Café
PENGEMBANGAN KOMPOSISI DAN DESAIN APLIKASI RUFFLE PADA BUSANA WANITA Parafitasari, Filya Satya; Siagian, Marissa Cory A.
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, accessories used in clothing are ribbons, lace, sequins, and ruffle that involve manipulating fabric technique. This study focuses on the ruffle technique. The ruffle is a long piece of fabric gathered onto a shorter one, made from a single or double layer of fabric. In Indonesia, many designers and local brands have worked on the techniques of making ruffles, and yet its application is lacking. This phenomenon can be seen from the Indonesian designers’ collection of either ready to wear or haute couture over the past 5 years using ruffles only as accents. Besides, lack of diversity in material has hindered the improvement of ruffle styles and its application. The purposes of this study is first, to provide alternative composition and designs of the ruffle technique application to the prevailing ruffle designs; second, to explore the finest ruffle techniques in terms of functional and aesthetic aspects; and third, to produce women’s clothing with the application of ruffle techniques. The data of this study were collected through library research, observation, and exploration.Keywords: Manipulating fabric, Ruffle, Fashion application, Ready-to-Wear________________________________________________________________ Pada umumnya, aplikasi yang digunakan pada busana berupa pita, renda, payet, dan salah satu diantaranya menggunakan teknik manipulating fabric yaitu ruffle. Dalam kajian ini teknik yang diambil yaitu ruffle. Ruffle adalah sepotong kain yang panjang diambil dari arah serat serong lalu dikerut agar menimbulkan gelombang, dibuat dari selembar bahan atau dobel bahan. Di Indonesia designer dan brand lokal telah banyak yang mengolah teknik ruffle, namun pengaplikasian dari ruffle ini sendiri kurang maksimal. Hal ini dilihat dari koleksi desainer Indonesia selama 5 tahun terakhir yang menggunakan ruffle hanya sebagai aksen baik koleksi ready to wear maupun haute couture. Selain itu, pemilihan material yang kurang beragam membuat penggayaan aplikasi dari ruffle tidak dikembangkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif komposisi dan desain dari pengaplikasian teknik ruffle terhadap desain ruffle yang telah ada sebelumnya, menghasilkan eksplorasi teknik ruffle yang optimal dan baik dari segi fungsional dan estetika, dan menghasilkan busana wanita dengan aplikasi teknik ruffle. Metode penelitian yang digunakan untuk pengambilan data adalah dengan studi pustaka, observasi, dan eksplorasi.Kata Kunci: Manipulating Fabric, Ruffle, Aplikasi Busana, Ready to Wear
TATA CAHAYA DALAM PAMERAN SENI RUPA: CAHAYA MEMPERKUAT INFORMASI YANG DISAMPAIKAN PERUPA Rachmat, Gerry; Safitri, Riana
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lighting/ lamp is an artistic element which is quite important in performances and exhibitions. A lighting designer must learn the basic knowledge and mastery of lighting equipments to be applied and developed for artistic need of various events, such as in an exhibition. Lighting in an exhibition that illuminates all objects enables artists and audiences of the artworks to communicate with each other. All illuminated objects provide a clear picture about everything that will be communicated to the audiences of the artworks. With lighting, artists can present imaginative illusions. There are four basic functions of lighting, namely illumination, dimensions, selection, and atmosphere. The four basic lighting functions mentioned above do not stand separately. This means that each function has an interaction (interplay). In addition to the four principal functions above, lighting has supporting functions developed differently by every lighting designer.Keywords: Lighting, Exhibition, Information___________________________________________________________Tata cahaya/ lampu adalah unsur tata artistik yang cukup penting dalam pertunjukan dan pameran. Seorang penata cahaya/ lampu perlu mempelajari pengetahuan dasar dan penguasaan peralatan tata cahaya/lampu yang selanjutnya dapat diterapkan dan dikembangkan untuk kepentingan artistik berbagai acara, salah satunya adalah pameran. Tata cahaya/ lampu yang hadir di pameran dan menyinari semua objek sesungguhnya ingin menghadirkan kemungkinan bagi perupa dan penikmat karya-karya untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penikmat karya tentang segala sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, perupa dapat menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa difungsikan berkaitan dengan peran tata cahaya/ lampu tetapi fungsi dasar tata cahaya/ lampu ini ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir. Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing fungsi memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan memilih area tertentu untuk memberikan gambaran dimensional objek, suasana, dan emosi peristiwa. Selain keempat fungsi pokok di atas, tata cahaya memiliki fungsi pendukung yang dikembangkan secara berlainan oleh masing-masing ahli tata cahaya.Kata Kunci: Tata Cahaya, Pameran, Informasi
VISUALISASI IDENTITAS MEREK ALOE VERA SEBAGAI KOMODITI UNGGULAN KOTA PONTIANAK Putri, Sheila Andita
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an effort to improve regional competence, the Pontianak City Government has initiated Aloe Vera as the Main commodity and regional featured products. As a featured products, the government has positioned Aloe Vera as a brand that represents the natural wealth of Pontianak. The aim is to differentiate Pontianak from other regions. Various strategies have been proceed to socialize Aloe Vera as a superior commodity, but the branding strategies itself has not been supported by visual identity to represent Aloe Vera Pontianak. Visual identity plays an important role in communicating the image of Pontianak Aloe vera, especially in the identification process to build public awareness of Pontianak Aloe vera. The results of identity visualization are then used as brand identity standards and can be applied to the overall branding strategy, including communication media products that support the Aloe Vera Pontianak branding.Keywords: Aloe Vera, Pontianak, Brand, Brand Identity___________________________________________________________________ Dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi daerah, Pemerintah Kota Pontianak telah mengesahkan Aloe vera sebagai produk Komoditas Utama dan Unggulan Daerah. Sebagai produk unggulan, Pemerintah telah menempatkan Aloe Vera sebagai merek (brand) yang mewakili kekayaan alam Pontianak. Tujuannya adalah untuk mendiferensiasi Pontianak dari daerah lain. Berbagai strategi telah dilakukan untuk mensosialisasikan Aloe vera sebagai komoditas unggulan, tetapi strategi branding itu sendiri belum didukung oleh identitas visual untuk mewakili Aloe vera Pontianak. Identitas visual berperan penting dalam mengkomunikasikan citra lidah buaya Pontianak, terutama untuk proses identifikasi dalam membangun kesadaran masyarakat akan Aloe vera Pontianak. Hasil visualisasi identitas kemudian digunakan sebagai standar identitas merek dan dapat diterapkan pada keseluruhan strategi branding, termasuk produk media komunikasi yang mendukung branding Aloe Vera Pontianak. Kata Kunci: Aloe Vera, Pontianak, Brand, Brand identity

Page 10 of 41 | Total Record : 404


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue