cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 223 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SANTRIWATI DI KOTA BEKASI Ratna Mutu Manikam; Annisa Nursita Angesti; Sarah Mardiyah
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.2.1-11

Abstract

Anemia termasuk ke dalam masalah kesehatan dunia terutama pada negara berkembang, yaitu Indonesia. Risiko anemia banyak dialami pada siklus kehidupan ibu hamil dan remaja. Prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan naik dari tahun 2013 – 2018, termasuk pada usia produktif yaitu 15-49 tahun. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Fathul Baari Kota Bekasi. Bahan dan metode : desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah 40 responden. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Fathul Baari Kota Bekasi. Hasil penelitian: tidak ada hubungan antara pendidikan ayah dan ibu, asupan protein, vitamin C, zat besi, konsumsi TTD, status gizi, pengetahuan anemia, dan lama menstruasi dengan kejadian anemia (p 0,05). Kesimpulan: secara statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ayah dan ibu, asupan protein, vitamin C, zat besi, konsumsi TTD, status gizi, pengetahuan anemia, dan lama menstruasi dengan kejadian anemia. Untuk santriwati diharapkan dapat memperdalam pengetahuan tentang anemia dan menambah variasi menu makanan terutama lauk hewani dan nabati, serta menambah jumlah porsi makan agar kecukupan protein dan zat besi terpenuhi agar terhindar dari risiko gejala anemia.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PENGELOLA INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT Armita Athennia; Amiroh Amiroh
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.2.12-18

Abstract

Kasus keracunan makanan akibat makanan olahan industri jasa boga merupakan kasus terbanyak kedua setelah makanan rumah tangga. Rumah Sakit merupakan industri jasa boga golongan B. Keamanan pangan di Rumah Sakit harus diperhatikan karena melayani pasien yang rentan terkena infeksi akibat bakteri patogen. Kontaminasi makanan pada pasien dapat memperpanjang proses perawatan pasien dan meningkatkan keparahan penyakit pasien Pengelola industri jasa boga harus memiliki pengetahuan yang baik terhadap manajemen sistem keamanan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengelola instalasi gizi Rumah Sakit terhadap Good Manufacturing Practices (GMP). Metode Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei terhqadap 43 orang pengelola instalasi gizi Rumah Sakit dengan memberikan kuesioner yang berisikan pertanyaan terkait GMP. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan responden mengenai GMP tergolong baik dengan rata-rata skor 80,7 Pertanyaan mengenai singkatan dari GMP dan pemantauan suhu makanan memiliki jawaban salah terbanyak. Oleh karena itu, masih diperlukannya pelatihan mengenai pemantauan suhu makanan.
HUBUNGAN KUALITAS AIR BERSIH DAN SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH (SPAL) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA Santoso Ujang Effendi; Rina Aprianti; Ledi Angelia
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.2.19-27

Abstract

Diare umumnya disebabkan oleh kualitas hygiene dan sanitasi lingkungan yang masih belum memenuhi persyaratan dan berdampak kepada kematian pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas air bersih dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Betungan. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Betungan. Penelitian ini merupakan penelitian dalam jenis Deskriptif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita yang berkunjung ke Posyandu sebanyak  62  ibu. Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki balita yang mengalami kejadian diare sebanyak 36 ibu (58,1%),  memiliki kualitas air bersih tidak memenuhi syarat  sebanyak 34 ibu (54,8%), dan memiliki SPAL tidak memenuhi syarat sebanyak 38 ibu (61,3%). Terdapat hubungan yang  signifikan  antara kualitas air bersih  dan  SPAL  dengan kejadian diare  pada  balita  dengan kategori hubungan lemah. Diharapkan kepada masyarakat agar air  yang digunakan untuk keperluan mengolah makanan dan minuman dimasak terlebih dahulu dan membuat SPAL yang memenuhi syarat.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP TRIBRATA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU Medo Azhari; Nurul Khairani; Susilo Wulan
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.2.28-34

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat kepuasan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini mengunakan Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat Inap di ruangan Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu pada Juni- Juli tahun 2021. Pengambilan sampel dengan teknik Accidental Sampling sebanyak 64 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder.  Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk semua variabel, untuk mengetahui keeratan hubungan digunakan uji statistik Contingency Coefficient. Hasil penelitian dari 46 pasien terdapat 27 pasien (58,7%) yang mengatakan bahwa mutu pelayanan diruang rawat inap Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu bermutu; Dari  46 pasien terdapat 26 pasien (56,5%) yang mengatakan puas dengan pelayanan diruang rawat inap Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu; Ada hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap tribrata Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu agar senantiasa meningkatkan pelayanan guna tercapainya kepuasan pasien, khusunya pada pasien rawat inap.Kata Kunci   : Mutu Pelayanan, Pasien, Tingkat Kepuasan
HUBUNGAN SISA MAKAN DAN KONSUMSI MAKANAN DARI LUAR TERHADAP LAMA HARI RAWAT PADA PASIEN ANAK YANG MENDAPATKAN MAKAN BIASA DI RSJ. Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR Ulfah Sulistiowati Sudarto; Laras Sitoayu; Mertien Sa’pang; Prita Dhyani; Anugrah Novianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.9

Abstract

Salah satu indikator standar mutu penyelenggaraan makanan Rumah Sakit adalah sisa makan. Kurang dari 20% merupakan angka yang harus dicapai dalam tolak ukur keberhasilan dalam standar pelayanan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan banyaknya sisa makanan dan konsumsi makanan luar rumah sakit terhadap lama hari rawat pada pasien anak yang mendapatkan diit biasa di RSJ. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan uji Chi-Square dengan sampel sebanyak 26 pasien. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Accidental Sampling. Hasil Analisis deskriptiff dengan uji Chi-Square berdasarkan sisa makan didapat nilai p-value 0,05 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan lama hari rawat dengan nilai p-value 0,280, 0,937, 0,583, 0,640, 0,271. Untuk makanan dari luar dan lama hari rawat dengan uji didapatkan nilai p-value 0,05 atau 0,275. Kesimpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara  sisa makan dan konsmsi makanan dari luar dengan  lama hari rawat. Saran : Agar sisa makanan pada pasien anak tidak tinggi, perlu adanya evaluasi menu anak serta standar porsi yang sesuai dengan kondisi pasien. Kata Kunci: lama hari rawat, makanan dari luar, sisa makanan
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN AKTIVITAS FISIK LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS Titin Aprilatutini; Nurlalili Nurlalili; Nova Yusitisia; Tuti Anggriani Utama; Valentri Novita; Feni Eka Dianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.19

Abstract

Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor independent untuk penyakit yang tidak kunjung sembuh yang dapat menyebabkan kematian secara global. Aktivitas fisik penderita diabetes mellitus dapat meningkatkan penggunaan kadar gula darah, daya tahan tubuh, memperbaiki sensitivitas insulin, mengurangi stress, dan menurunkan kadar lemak tubuh. Kasus diabetes melitus di Kota Bengkulu pada tahun 2021 tertinggi di Puskesmas Sawah Lebar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik dengan aktifitas fisik pada lansia penderita diabetes melitus. Metode dalam  penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia penderita diabates melitus yang datang berobat ke Puskesmas Sawah Lebar Bengkulu yang berjumlah 51 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dengan melakukan wawancara dan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 51 lansia terdapat 34 lansia (66,7%) melakukan aktifitas fisik tingkat sedang, 29 lansia (56,9%) berada pada kategori usia lansia akhir, 36 lansia (70,6%) berjenis kelamin perempuan, 37 lansia  (72.5%) berpendidikan rendah,  dan lansia masih aktif bekerja sebanyak 34 (66.7%). Terdapat hubungan bermakna antara usia dan pekerjaan dan  tidak terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dan jenis kelamin dengan aktifitas fisik pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Sawah Lebar Bengkulu. Hal ini dapat menjadi perhatian untuk dilakukan secara ruttn melalui kegiatan lansia oleh Puskesmas Sawah Lebar, misalnya dalam bentuk senam lansia.Kata Kunci :  aktivitas fisik, diabetes mellitus, karakteristik lansia.
KEJADIAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PENGEMUDI BUS DITINJAU DARI MASA KERJA Rina Aprianti; Sanisahhuri Sanisahhuri; Pira Puspita
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.20-25

Abstract

Profesi mengemudi merupakan jenis pekerjaan sektor informal yang mempunyai risiko gangguan kesehatan yaitu salah satunya low back pain (nyeri punggung bawah), nyeri punggung bawah itu sendiri merupakan rasa nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah dan sekitarnya yang ditandai gejala perasaan tidak enak. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari hubungan masa kerja dengan keluhan low back pain pada pengemudi bus di PT SAN Putra Sejahtera Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengemudi bus di PT SAN Putra Sejahtera Kota Bengkulu yaitu sebanyak 114 dan pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling sebanyak 53 pengemudi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (c2). Hasil penelitian diketahui dari 53 pengemudi terdapat 35 (66,0%) pengemudi yang masa kerja 5 tahun, 31 (58,5%) pengemudi mengalami keluhan low back pain. Ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan low back pain pada pengemudi bus di PT. SAN Putra Sejahtera Kota Bengkulu dengan kategori hubungan keeratan sedang, Diharapkan untuk perusahaan dapat memberikan pelatihan serta pemahaman kepada pengemudi mengenai bahaya di tempat kerja khususnya risiko keluhan low back pain, sehingga para pengemudi secara mandiri dapat melakukan upaya-upaya perlindungan terhadap kesehatan kerja dan dapat terhindar dari penyakit akibat kerja.Katakunci: low back pain, masa kerja, pengemudi
HUBUNGAN RESPON TIME DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG TRIAGE INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD): LITERATUR REVIEW Ida Rahmawati; Fernalia Fernalia; Andri Munawar
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.26-37

Abstract

PPelayanan gawat darurat membutuhkan penanganan secara terpadu dengan multi disiplin dan multi Profesi yang termasuk Pelayanan keperawatan untuk mengutamakan akses pelayanan kesehatan bagi korban dengan tujuan mengurangi angka kesakitan,kematian, dan kecacatan. Kecepatan dan ketepatan dalam melayani pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam pelayanan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan respon time dengan kepuasan keluarga berdasarkan literature review. Metode:  Metode Metode penulisan artikel ini menggunakan metode Literatur Review dengan pencarian artikel yang berkaitan dengan topik menggunakan elektronik database : Google Scholar. Diagram tersebut meliputi tahapan: identifikasi, eligibity, skrining dan penentuan artikel yang telah terinklusi. Identifikasi artikel dilakukan dengan mencari dimulai sejak bulan Juni-Juli 2020 dengan rentang tahun publikasi 2015-2020 pada database. Pencarian artikel menggunakan 4 kata kuci yaitu Respon Time, Perawat, Kepuasan Keluarga, Triase: Kemudian dilakukan penggabungan kata kunci AND/OR. Sehingga didapatkan 8 artikel jurnal. Berikut dibaawah ini adalah gambaran proses hasil pencarian dan seleksi studi penelitian yang dilakukan.. Hasil penelitian menunjukan dari 8.965 arikel jurnal penelitian yang di peroleh, didapatkan 8 penelitian menyatakan bahwa ada hubungan respon time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di ruang triage. Kesimpulan: Respon time merupakan hal yang penting dalam pelayanan dengan kecepatan dan ketepatan dapat memberikan kepuasan bagi pasien dan keluarga.Kata Kunci: kepuasan keluarga, perawat, respon time, triase
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DAN KEJADIAN ISPA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nurul Khairani; Santoso Ujang Effendi
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.38-47

Abstract

Anak yang stunting lebih mungkin mengalami kematian, morbiditas, dan perkembangan kognitif dan motorik yang kurang optimal. Praktik pemberian makan yang kurang optimal pada masa bayi dan penyakit menular merupakan prediktor gangguan pertumbuhan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan pemberian MP-ASI dan riwayat kejadian ISPA  dengan kejadian stunting pada balita yang berkunjung ke Posyandu di di wilayah kerja Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Survei Analitik dengan desain Case Control. Sampel kasus adalah seluruh ibu yang memiliki balita stunting berusia 12-59 bulan  sebanyak 26 ibu balita. Sampel kontrol adalah  ibu yang memiliki balita tidak stunting berusia 12-59 bulan sebanyak 26 ibu balita. Teknik pengambilan untuk sampel kasus adalah Total Sampling, sedangkan untuk sampel kontrol adalah Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (χ2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 ibu (59,6%) memberikan MP-ASI pada saat balita berusia 6 bulan, 46 ibu (88,5%) memiliki balita mengalami kejadian ISPA, dan 26 ibu (50,0%) memiliki balita yang mengalami kejadian stunting.. Tidak ada hubungan antara pemberian MP-ASI (p=1,000, OR=1,173) dan kejadian ISPA (p=0,668, OR=2,182) dengan kejadian stunting.  Diharapkan kepada petugas gizi Puskesmas untuk dapat memberikan edukasi kepada ibu balita tentang pemberian MP-ASI yang baik dan melakukan upaya pencegahan ISPA agar kejadian stunting dapat dicegah.Kata Kunci: balita, ISPA, pemberian MP-ASI, stunting
PENGETAHUAN TENTANG FIRST AID PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Feri Ekaprasetia; Eky Madyaning Nastiti; Rida Darotin
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.1.7

Abstract

Kejadian cedera di Indonesia tergolong tinggi bahkan prevalensinya meningkat dari 8.2% menjadi 9.2%. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 Cedera membutuhkan penanganan yang tepat salah satunya adalah peningkatan pengetahuan pertolongan pertama. Berdasarkan studi literatur bahwa anak usia SMP bisa dilatih untuk menangani cedera dan cocok untuk melakukan penanganan terhadap cidera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa SMP terkait dengan first aid. Metode penelitian menggunakan  pendekatan deskriptif. Populasi dari penelitian ini berjumlah 238 responden. Penelitian ini menggunakan total sampel dengan jumlah 238 responden  yang bertempat di SMP Negeri 1 Jember analisis yang dilakukan adalah analisis univariate dan Hasil dari penelitian ini mayoritas responden berusia 14 tahun  dengan jumlah 123 responden (51.7%) dan berjenis kelamin  perempuan  dengan jumlah 121 responden (50.8%). Pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan sedang yaitu sebanyak 162 responden (68.1%).   Ada  153 responden yang berpengetahuan kurang tentang domain call for help (65%).  Sedangkan domain yang lain responden mempunyai pengetahuan baik yaitu doman tersedak 171 responden (71.8%), domain luka bakar 180 responden (75.6%) dan domain luka sayat 187 responden (78.5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan responden tentang first aid tergolong cukup dan diperlukan sebuah tindakan untuk meningkatkan pengetahuan sesuai dengan karakteristik responden misalnya penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan responden.Kata Kunci : cedera, pengetahuan, pertolongan pertama