cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 223 Documents
Pengaruh Pemberian Dark Chocolate dan Senam Dysmenorrhea Terhadap Intensitas Nyeri Haid pada Remaja Putri Puspitasari, Ayu Jani; Doloksaribu, Meli
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.1.1-10

Abstract

Dismenorea merupakan gejala yang normal, meskipun normal akan tetapi pada beberapa kasus dapat menjadi lebih berat jika tidak ditangani dan mengganggu aktivitas sehari- hari, seperti situasi menstruasi yang bergerak mundur, belajar terganggu, kemandulan, kehamilan tidak terdeteksi, kista dan infeksi. Manajemen nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan metode non farmakologis salah satunya adalah mengkonsumsi dark chocolate dan melakukan senam dismenorea. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dark chocolate dan senam dismenorea terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik. Design penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest and posttest two group design dengan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling pada 19 responden  pada kelompok yang diberikan dark chocolate dan 19 responden pada kelompok   yang diberikan senam dismenorea.  Penelitian dilakukan pada bulan februari hingga Juni 2024 . Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian pada kelompok intervensi pemberian dark chocolate menunjukkan nilai p=0,000 bahwa ada pengaruh setelah dilakukannya intervensi terhadap skala nyeri haid dan pada kelompok senam dysmenorrhea menunjukkan nilai p=0,000 bahwa ada pengaruh setelah dilakukannya intervensi terhadap skala nyeri haid. Diharapkan dark chocolate dan senam dismenorea dapat menjadi salah satu pilihan alternative latihan alami untuk pengobatan dismenorea dalam menurunkan tingkat nyeri, dengan cara melakukan teknik peregangan pada perut atau sampai nyeri berkurang dikarenakan metode non farmakologis ini dapat dilakukan secara mandiri oleh remaja putri.Kata Kunci: dark chocolate, dismenorea,  nyeri haid, remaja putri, senam 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI MINUMAN KEMASAN BERPEMANIS PADA REMAJA Yulianti, Resha Dwi; Mardiyah, Sarah
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.3.90-99

Abstract

Pada remaja, konsumsi minuman manis yang berlebihan akan menimbulkan berbagai masalah gizi seperti meningkatkan risiko gangguan sindrom metabolik, karies gigi, obesitas dan penyakit kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan konsumsi minuman kemasan berpemanis pada murid di SMA Bina Dharma Jakarta tahun 2023. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan FFQ menggunakan google formulir. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan sampel berjumlah 110 siswa dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 63% responden memiliki konsumsi minuman kemasan berpemanis yang tinggi. Hasil uji statistik menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara teman sebaya (pvalue = 0,033) dan media massa (p-value = 0,020) dengan konsumsi minuman kemasan berpemanis pada remaja. Untuk variabel yang tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan konsumsi minuman kemasan berpemanis yaitu pengetahuan gizi dengan nilai (p-value 0,860) dan media massa (0,167). Diharapkan pihak sekolah bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk mengedukasi pegawai kantin dan siswa dengan membagikan leafleat atau membuat mading mengenai pemilihan jajanan yang sehat dan baik, maksimal konsumsi gula perhari, bahaya mengonsumsi minuman berpemanis agar, serta cara membaca label Informasi Nilai Gizi (ING) pada makanan dan minuman agar siswa dapat memiliki kesadaran untuk menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi.Kata kunci: media massa, minuman kemasan berpemanis, pengetahuan gizi, teman  sebaya, uang saku
Identifikasi Kandungan Boraks pada Kerupuk Nasi di Pasar Tradisional Muntilan Menggunakan Metode Kualitatif dan Kuantitatif Firdausa, Clara Adinda; Haresmita, Perdana Priya; Agusta, Herma Fanani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.39-50

Abstract

Kerupuk merupakan pendamping makanan yang banyak digemari orang, salah satunya ada kerupuk nasi yang merupakan khas daerah Jawa Tengah. Kerupuk ini dibuat dari nasi yang kemudian diolah dengan rempah dan tambahan rasa. Boraks sering kali ditambahkan pada kerupuk nasi untuk memperbaiki tekstur dan menghasilkan kerupuk yang renyah. Boraks dilarang digunakan dalam BTP (Bahan Tambahan Pangan) karena dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks dalam kerupuk nasi yang dijual di pasar tradisional Muntilan. Metode kualitatif melibatkan uji nyala, uji pengendapan AgNO3, dan uji kertas kurkumin. Sampel yang menunjukkan hasil positif kemudian dianalisis lebih lanjut secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur kadar boraks yang terkandung. Panjang gelombang maksimum yang terdeteksi pada uji kali ini  adalah 431 nm dan diperoleh persamaan garis kalibrasi y = 0,2202x+0,0048. Hasil ini menunjukkan bahwa dua dari enam sampel yang diuji mengandung boraks secara kualitatif. Selanjutnya, dilakukan uji kuantitatif dan diperoleh kadar boraks berkisar 0,016% pada sampel KN 2  dan 4,366% pada sampel KN 6. Diharapkan penelitian berikutnya dapat menguji kandungan boraks pada makanan lain yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.Kata Kunci: boraks, kerupuk nasi, spektrofotometri UV-Vis
STUDI KASUS: POSISI SEMI FOWLER DAN RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF Harista, Dessy Rindiyanti; Arif, Ahmad Zaini; Fikri, Achmad
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.3.132-136

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu kelompok penyakit penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu intervensi terapeutik yang dapat dilakukan yaitu nafas dalam dan posisi semi fowler untuk memperbaiki pola nafas tidak efektif. Tujuan Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan intervensi keperawatan pemberian posisi semi fowler dan relaksasi nafas dalam pada pasien PPOK dengan pola nafas tidak efektif penelitian Metode Laporan kasus ini menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengamatan kasus ini dilakukan di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Jawa Timur, Indonesia. Subjek studi kasus pada penelitian ini adalah sebanyak 2 pasien PPOK. Hasil Kedua pasien diberikan intervensi keperawatan yang sama, yaitu posisi semi fowler dan relaksasi nafas dalam. Setelah diberikan intervensi posisi semi fowler dan relaksasi nafas dalam selama 3 hari didapatkan evaluasi kedua pasien dengan data subjektif: pasien mengatakan sesak berkurang; Data objektif: dispneu (menurun), penggunaan otot bantu nafas (menurun), frekuensi nafas 22x/ menit (membaik), kedalaman nafas (membaik). Masalah teratasi dan intervensi dihentikan. Kesimpulan: posisi semi fowler dan relaksasi nafas dalam dapat memperbaiki pola nafas tidak efektif.Kata Kunci: PPOK, posisi semi fowler, relaksasi nafas dalam
Pola Keanekaragaman Pangan dan Status Gizi Mahasiswa Putri Poltekkes Kemenkes Bengkulu Hasanah, Ummi; Jumiyati, Jumiyati; Suryani, Desri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.83-92

Abstract

Remaja merupakan waktu transisi dari masa anak ke dewasa dan umumnya akan terjadi perubahan pada fisik. Selain terjadi perubahan fisik, pada masa remaja juga akan terdapat perubahan emosional dan mental yang cepat. Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola keanekaragaman pangan dan status gizi mahasiswa putri. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa putri tingkat I yang indekos di Kota Bengkulu dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pola keanekaragaman pangan yaitu menggunkan formulir FFQ, sedangkan untuk variabel status gizi diambil dengan cara pengukuran antropometri, dengan menimbang berat badan menggunakan timbangan injak dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice. Hasil penelitian menunjukkan sebagian sebagian besar pola keanekaragaman pangan dengan kategori beranekaragam sebanyak (74,2%), dan kategori tidak beranekaragam sebanyak (25,8%). Sedangkan status gizi berdasarkan IMT sebagian besar dengan kategori gizi normal (61,3%) dan kategori gizi tidak normal sebanyak (38,7%). Kesimpulan pola keanekaragaman pangan mahasiswa putri yang indekos di Kelurahan Padang Harapan menunjukkan sebagian besar dengan kategori baik. Status gizi mahasiswa putri berdasarkan IMT menunjukkan sebagian besar dengan kategori gizi normal. Saran diharapkan bagi responden untuk selalu memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi yaitu makanan yang beranekaragam, seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan didalam tubuh.
Pengembangan Monopoli Gizi sebagai Media Pembelajaran Gizi Seimbang pada Remaja di SMPN 103 Jakarta Dwiyana, Parlin; Kusumaningrum, Apriana Ditya; Salsabila, Dhea Marliana
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.1.11-19

Abstract

Pengetahuan gizi rendah menjadi pemicu timbulnya pemahaman diet yang tidak tepat yang berisiko meningkatkan masalah gizi remaja. Monopoli gizi dapat menjadi media pembelajaran gizi seimbang yang menarik perhatian remaja dan berperan dalam peningkatan pengetahuan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan monopoli gizi sebagai media pembelajaran gizi seimbang yang menarik dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian ADDIE untuk mengembangkan media monopoli gizi yang dilakukan di SMPN 103 Jakarta dengan jumlah responden sebanyak 79 orang. Hasil penilaian terkait kelayakan media sebesar 99,8% yang menunjukkan monopoli gizi yang dikembangkan sangat layak untuk menjadi media pembelajaran gizi seimbang. Penerapan media ini dapat meningkatkan ketertarikan serta efektivitas dalam proses pembelajaran gizi seimbang. Kedepannya media ini dapat memperbaharui informasi gizi lainnya pada kartu permainan.Kata Kunci: gizi seimbang, media pembelajaran, monopoli gizi, pengetahuan, sikap, remaja 
EFEKTIFITAS PENGISIAN DAFTAR CHECKLIST OLEH CARE GIVER TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TUBERKULOSIS PARU Refialdinata, Jeki; Saputri, Mekla; Candra, Sumiko; Ningsih, Witdia Putri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.3.100-107

Abstract

Pemerintah telah berupaya untuk menekan penyebaran tuberculosis paru (TB) dengan program pencegahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun permasalahan yang muncul yaitu banyak terjadi kasus resistensi terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT) karena pasien tidak patuh minum obat dan kurangnya pemantauan dari Pengawas Minum Obat (PMO). Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan adakah pengaruh pengisian daftar checklist oleh care giver terhadap kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis. Metode penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimen one group pre-test/post-test design. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Sampel yang dilibatkan pada penelitian ialah 40 orang yang terdiri dari 20 orang penderita TB yang menjalani program pengobatan OAT dan 20 orang care givers. Sampel dipilih dengan teknik accidental sampling. Kepatuhan pasien terhadap program pengobatan TB dievaluasi dengan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil penelitian  menunjukkan adanya pengaruh penggunaan daftar checklist oleh care giver terhadap kepatuhan penderita TB dalam mengonsumsi OAT. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mensosialisikan penggunaan daftar checklist kepada care giver dalam mengawasi penderita TB mengonsumsi OAT. Dengan demikian akan menurunkan kejadian TB Multy Drug Resistant (MDR).Kata Kunci: care giver, daftar checklist, kepatuhan, tuberculosis 
Hubungan Usia, Pekerjaan, dengan Kejadian Obesitas Sentral pada Wanita Usia 25-54 Tahun Khairani, Nurul; Saputri, Nike Aprilia; Syavani, Dini; Effendi, Santoso Ujang
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.51-58

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global dan berada di peringkat tiga besar faktor  penyebab penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskuler, sindrom metabolik, dan kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan pekerjaan dengan kejadian obesitas sentral pada wanita berusia 25-54 tahun di Kelurahan Tanjung RT.02 Jaya Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian adalah wanita berusia 25-54 tahun di Kelurahan Tanjung RT.02 Jaya Kota Bengkulu berjumlah  32 wanita. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 wanita (40,6%) berusia  45-54 tahun, 20 wanita (62,5%) bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan 19 wanita (59,4%) mengalami obesitas sentral. Ada hubungan yang signifikan antara usia dan pekerjaan dengan kejadian obesitas sentral  dengan kategori  hubungan sedang. Saran bagi  pihak Puskesmas untuk mengadakan pengukuran lingkar pinggang secara  rutin dan kegiatan  olahraga bersama setiap minggu bagi warga di wilayah kerjanya untuk mencegah obesitas sentral.
KEIKUTSERTAAN KEGIATAN HOSPITAL DISASTER PLAN SIMULATION (HDPS) DENGAN KESIAPSIAGAAN TENAGA KESEHATAN DALAM MENGHADAPI BENCANA Juksen, Loren; Triana, Neni; Maydinar, Dian Dwiana
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.3.137-141

Abstract

Kesiapsiagaan tenaga kesehatan merupakan unsur penting yang harus dimiliki agar tenaga kesehatan dapat berkontribusi aktif dalam penanggulangan bencana pada semua kondisi dan mampu bekerja dalam kondisi siaga tanggap bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keikutsertaan hospital disaster plan simulation (HDPS) dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana. Desain penelitian yang digunakan Survey Analitik dengan melakukan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu yang berjumlah 35 responden. Sampel dalam penelitian ditarik dengan menggunakan teknik Total Sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.  Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat 19 responden (54,3%) yang pernah mengikuti kegiatan HDPS, dan 18 responden (51,4%) memiliki kesiapsiagaan yang dengan kategori siap. Terdapat hubungan yang signifikan antara keikutsertaan HDPS dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Kata Kunci: bencana, HDPS, keikutsertaan, kesiapsiagaan, tenaga kesehatan
Studi Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia pada Remaja Putri di Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Oktavia, Nova; Priatni, Haty Latifah; Nurhayatina, Rina; Nurjanah, Nourma
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.93-102

Abstract

Prevalensi Anemia secara global pada Wanita Usia Subur (15-49 tahun) sebesar  29,9%. Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia sebesar 32,0%. Data di Jawa Barat, 40% atau 1,7 juta remaja putri mengalami anemia. Prevalensi Anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Cigandamekar pada Tahun 2023 sebesar 44%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan prevalensi anemia dan faktor risiko yang paling mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri di Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini adalah studi prevalensi dengan menggunakan rancangan cross sectional survey. Sampel penelitian menggunakan total dari populasi yaitu 107 remaja putri. Untuk mengukur variabel dependen yaitu kadar haemoglobin bahan yang digunakan diantaranya sampel darah yang diambil menggunakan alat rapid test haemoglobin. Untuk mengukur variabel independen menggunakan alat ukur kuesioner. Data di analisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini didapatkan, terjadi peningkatan prevalensi anemia pada remaja putri, terdapat hubungan yang signifikan status gizi; konsumsi tablet Fe, lama menstruasi, ketahanan pangan, pendidikan ibu, penghasilan keluarga, asupan zat besi (protein hewani dan konsumsi sayur) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Variabel yang paling dominan beresiko terhadap kejadian anemia pada remaja putri adalah konsumsi sayur dengan nilai Expβ=5,632, hal ini berarti remaja yang jarang konsumsi sayur beresiko 5,632 kali mengalami anemia. Meningkatkan kerjasama lintas sektor untuk mendeteksi secara dini anemia pada remaja putri, pemantauan konsumsi tablet Fe secara ketat di sekolah, menyediakan media edukasi kesehatan di sekolah dan memberdayakan lingkungan sekitar rumah siswi untuk menjaga ketahahan pangan keluarga.Kata Kunci: asupan zat besi, konsumsi tablet Fe, ketahanan pangan, lama menstruasi, sosial ekonomi, status gizi