cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 145 Documents
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (URIN SAPI) DAN POPULASI PADA KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) Edy Kustiani
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang dosis urin sapi dan jumlah tanaman yang tepat sehingga didapatkan pertumbuhan serta hasil yang maksimal.  Penelitian dilakukan di rumah kaca (greenhouse) Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Jl. Selomangleng nomor 1 Kota Kediri mulai tanggal 03 sampai dengan 28 Agustus 2017.  Sebagai rancangan lingkungan digunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (dua faktor), yaitu faktor 1 dosis pupuk organik cair urin sapi  (D) dan dan faktor kedua kerapatan tanam/pot (C)  Dosis pupuk organik cair urin sapi terdiri dari empat taraf yaitu D1(25cc/pot), D2(50 cc/pot), D3 (75 cc/pot) dan D4(100 cc/pot), sedangkan kerapatan tanam/pot terdiri dari dua taraf yaitu C1(3 tanaman/pot) dan C2(4 tanaman/pot).  Jika  dari hasil analisis ragam menunjukkan perbedaan sangat nyata atau berbeda nyata selanjutnya dilakukan Uji BNT 5%.             Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis ragam dapat disimpulkan bahwa Tidak terjadi interaksi yang nyata Faktor kerapatan tanam/pot (C) diketahui adanya perbedaan yang sangat nyata terhadat tinggi tanaman kangkung darat dengan perlakuan 3 tanaman/pot (C1). Pengamatan luas daun pada umur 11 dan 25 hari setelah tanam dengan kerapatan tanam C1 (tiga tanaman/pot) diperolah luas daun tertinggi, sedangkan jumlah daun terbanyak terjadi pada perlakuan C1 yaitu 8.73 dan 10.28 helai per tanaman.    Pengamatan berat basah dan berat kering tanaman tertinggi dicapai pada perlakuan C1.            Perlakuan dengan pemberian pupuk urin sapi  menunjukkan perbedaan pada tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 18 hari setelah tanam  dengan yanaman tertinggi dan jumlah daun terbanyak pada perlakuan D4.Perlakuan dosis pupuk urin sapi berpengaruh nyata hanya pada parameter berat basah tanaman.Kata Kunci: Pupuk, Populasi, Kangkung Darat.
Pengaruh Pupuk Nitrogen Dan Klon Ubi Jalar Terhadap Sifat Fisik Dan Kimia Ubi Segar Selama Penyimpanan Tjatur Prijo Rahardjo; Edy Kustiani
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i2.733

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of nitrogen fertilizer dosage and sweet potato clones on the physical and chemical properties of fresh sweet potatoes during storage. In this experiment, a pickle group design with two factors was used and repeated three times. The first factor was the Taiwanese clones (Twl-395-6), Ciceh-32 and Tis 5125-26, while the nitrogen fertilizer dose was 22.5 kg N / Ha. 45.0 kg N / Ha, 67.5 N / Ha and 90 kg N / Ha as the second factors. Sweet potatoes were harvested at the age of 4 months, then stored at room temperature for 45 days and observations were made at the ages of 0, 15, 30 and 45 after harvest. The parameters observed included weight loss, water content, starch, reducing sugar, crude fibre, protein, beta carotene and texture. The results showed that the two factors did not interact. The Ciceh-32 clone has better nutritional value in terms of vitamin C, beta carotene, crude fibre and protein content. Tis 5125-26 clone had high starch content, weight loss, low water content and hard texture. Increasing the dosage of nitrogen fertilizers up to 90 kg N / Ha can increase the content of starch, crude fibre, reducing sugars, protein and carotene.Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen dan klon ubi jalar terhadap sifat fisik dan kimia ubi segar selama penyimpanan. Dalam percobaan ini digunakan rancangan acar kelompok dengan dua faktor dan diulang tiga kali.sebagai faktor pertama adalah klon Taiwan (Twl-395-6), Ciceh-32 dan Tis 5125-26, sedangkan dosis pupuk nitrogen 22,5 kg N/Ha, 45,0 kg N/Ha, 67,5 N/Ha dan 90 kg N/Ha sebagai faktor kedua. Ubi jalar dipanen pada umur 4 bulan, yang kemudian disimpan pada suhu kamar selama 45 hari dan pengamatan dilakukan pada umur 0, 15, 30 dan 45 setelah panen. Parameter yang diamati meliputi susut berat, kandungan air, pati, gula reduksi, serat kasar, protein, beta karoten dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan kedua faktor tidak terjadi interaksi. Klon Ciceh-32 mempunyai nilai gizi yang lebih baik dalam hal kandungan vitamin C, beta karoten, serat kasar dan protein. Klon Tis 5125-26 mempunyai kandungan pati tinggi, susut berat, dan kadar air rendah serta teksturnya keras. Peningkatan dosis pupuk nitrogen sampai dengan 90 kg N/Ha dapat meningkatkan kandungan pati, serat kasar, gula reduksi, protein dan karoten. 
MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA KOMBINASI PERLAKUAN BHOKASHI DAN PUPUK NPK Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 1 (2018): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i1.399

Abstract

RINGKASANKombinasi Bokashi dan pupuk NPK berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, sehingga dalam pemupukan perlu dicari kombinasi Bokashi dan pupuk NPK  yang tepat untuk tanaman mentimun agar dapat tumbuh baik dan berproduksi tinggi. Rancangan perlakuan dalam penelitian ini adalah faktorial dan rancangan lingkungan Acak Kelompok. Faktor Pertama: dosis bokashi terdiri dari 3 level dan faktor ke dua pupuk NPK, terdiri dari 3 level, masing-masing perlakuan kombinasi diulang tiga kali.   Faktor pertama dosis Bokashi (B), terdiri dari  B1: Dosis Bokashi 0 ton per hektar; B2 : Dosis Bokashi 5 ton / hektar. B3 : Dosis Bokashi 10 ton / hektar.   Faktor kedua dosis pupuk NPK (N), terdiri dari: N1: Dosis pupuk NPK  200 kg / hektar; N2 : Dosis pupuk NPK 300 kg / hektar; N3 : Dosis pupuk NPK 400 kg / hektar. Pengamatan dilakukan mulai tanaman umur 10 hst meliputi: 1. Jumlah daun;  2. Panjang tanaman (cm); 3. Berat buah  per tanaman; 4.Jumlah buah per tanaman, dan  5. Berat buah per petak. Hasil analisis statistik terjadi interaksi nyata dari perlakuan Bokashi dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Harmony pada semua parameter pengamatan. Kombinasi Bokashi 10 ton  dan pupuk NPK 300 kg per hektar (N2B3) menghasilkan rata-rata jumlah daun, panjang tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman maupun berat buah per petak yang paling tinggi. Rerata berat buah per petak yaitu 49,80 kg atau 88,93 ton buah segar per hektar, dan tidak berbeda nyata dengan N3B2 ­ ­(47,12 kg)  ­dan ­ N3B3  ­(45,98 kg).Kata Kunci: Bokashi, NPK
Karakteristik Beberapa Nomor Pemuliaan Pada Tanaman Jagung Hibrida (Zea mays. L) Kustiani, Edy; Rahardjo, Tjatur Prijo; Mou, Victor Laa
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i2.725

Abstract

Corn (Zea mays.L) is one of the staple food sources generally consumed by Indonesian people. The many benefits of maize allow these commodities to be produced on a large scale, one of which is by plant breeding. The purpose of this study was to determine the character or superiority of several breeding numbers of hybrid maize plants against existing superior varieties in Complete Randomized Group (RCBD) with 2 (two) replications. Acquired data. In this study, corn kernels consisting of 22 breeding numbers and 3 hybrid corn varieties were used as a comparison. The experimental method used in this study was Analysis of Variety (ANSIRA) followed by the LSD (Least Significance Different) test at the level of 5% if there are significantly different results. The results of the research on the Characteristics of Several Breeding Numbers in Hybrid Corn (Zea mays. L), which was seen from the average yield (kg) per plot of the most superior variety was HY18G10375. The varieties that are superior to check P35 and NK6172, but equivalent to BISI 18 are HY18G10376, HY18G10377, HY18G10378, HY18G10379, HY18G10380. The average yield of seeds (%) showed that the highest yields were HY18G103379 and BISI-18 varieties, high and low yields were strongly influenced by the superiority of genetic adaptability.Jagung (Zea mays.L) merupakan salah satu sumber pangan pokok yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Manfaat komoditas jagung yang banyak memungkinkan komoditas tersebut untuk diproduksi dalam skala besar salah satunya dengan cara pemuliaan tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakter atau keunggulan beberapa nomor pemuliaan tanaman jagung hibrida terhadap varietas unggul yang sudah ada Kelompok Lengkap Teracak (RCBD) dengan 2 (dua) kali ulangan. Penelitian ini menggunakan galur jagung yang terdiri dari 22 nomor pemuliaan dan 3 varietas jagung hibrida sebagai pembanding. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Sidik Ragam (ANSIRA) yang dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significance Different) pada taraf 5% apabila terdapat hasil yang berbeda nyata. Hasil dari penelitian Karakteristik Beberapa Nomor Pemuliaan pada Tanaman Jagung Hibrida (Zea mays. L) yaitu dilihat dari Rataan hasil Panen (kg) per plot varietas yang paling unggul adalah HY18G10375. Varietas yang lebih unggul dari cek P35 dan NK6172, namun setara BISI 18 adalah HY18G10376, HY18G10377, HY18G10378, HY18G10379, HY18G10380. Rataan rendemen biji (%) menunjukan bahwa rendemen yang paling tinggi adalah varietas HY18G103379 dan BISI-18, tinggi rendahnya hasil sangat dipengaruhi oleh keunggulan daya adaptasi genetik.
Pengaruh Umur Pindah Tanam Bibit Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Labu Parang (Cucurbita Moschata Durch) muharram, Muhammad; Junaidi, Junaidi; Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.799

Abstract

Labu Parang is one of the vegetables that is widely grown and has a high content of antioxidants and vitamins for health. Yellow squash has good prospects as an alternative to other foodstuffs because it has an equivalent value to rice in terms of carbohydrates and protein. Meanwhile, this pumpkin product has long been known and favoured due to the diversity of processed products derived from pumpkin raw materials. Increasing the productivity of honey gourd is a challenge to increase the production of horticultural commodities in general, national income and reduce imported commodities. This research was conducted in Labu Madu Village, to be precise in Toyoresmi Village, Ngasem District, Kediri Regency. This research is a one-factor experiment (single), namely the treatment of seedling age consisting of 6 levels (B0, B1, B2, B3, B4, and B5) then repeated 5 times. This research was conducted in rice fields so that the environmental conditions were heterogeneous (one-way fertility), therefore a Randomized Completely Block Design (RCBD) was used.Labu Parang merupakan salah satu sayuran yang banyak ditanam dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan vitamin untuk kesehatan. Labu kuning mempunyai prospek yang baik sebagai alternatif bahan pangan lain, karena memilki nilai yang setara dengan beras dari aspek karbohidrat maupun protein. Sedangkan produk labu kuning ini telah lama dikenal dan disukai karena keanekaragaman produk olahan yang berasal dari bahan baku labu kuning.Peningkatan produktifitas labu madu merupakan tantangan untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura secara umum, pendapatan nasional serta mengurangi komoditas impor. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Labu Madu tepatnya di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Penelitian ini merupakan percobaan satu faktor (tunggal) yaitu perlakuan umur bibit terdiri dari 6 level (B0, B1, B2, B3, B4, dan B5) kemudian diulang sebanyak 5 kali. Penilitian ini dilakukan di sawah sehingga kondisi lingkungannya heterogen (kesuburan satu arah) oleh sebab itu digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) atau Randomized Completely Block Design (RCBD).  
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) PADA DOSIS PUPUK SP-36 Supandji, Supandji
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i2.322

Abstract

RINGKASAN         Peningkatan produksi  dengan penggunaan varietas unggul yang telah ada bagi semua petani yang diikuti dengan dosis pemupukan  optimum dan cara     bercocok    tanam    yang    baik   dapat   meningkatkan   produksi   jagung          Tanaman jagung sebenarnya tidak terlalu memilih lahan.  Lahan pertanian umumnya bisa ditanami, tapi intensifikasi yang lebih intensif itulah yang diperlukan bila dibanding dengan tanaman lainnya.  Hal yang  perlu diperhatikan dalam peningkatan produksi jagung ini adalah penggunaan pupuk yang tepat, jarak tanam, pengairan yang memungkinkan dan keadaan tanah yang subur dan gembur serta tindak budidaya lainnya yang mendukung. Percobaan ini menggunakan pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman jagung ( Zea mays L )Hipotesis  diharapkan pemberian pupuk 300 kgSP-36 / hektar akan memberikan  produksi tanaman jagung yang meningkat.   Percobaan dilaksanakan di desa Keniten,  Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.   Penelitian dilaksanakan mulai bulan September  – Desember  2017. Penelitian ini dilaksanakan di lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap  terdiri dari satu faktor diulang empat kaliDosis pupuk SP-36 ( P ) terdiri  P1 =   50 kg / ha,  P2 =   100 kg / ha , P3 =   150 kg / ha , P4 =   200 kg / ha P5 =   250 kg / ha,  P6 =  300 kg / ha. Hasil  bahwa pengaruh pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan tinggi tanaman berbeda nyata  dicapai ( U5 ) menghasilkan  99.323 cm, jumlah daun yaitu 11.333 helai. Perlakuan ( U4 ) menghasilkan luas daun terbanyak yaitu 34.002 cm2. Kata kunci : pupuk SP36, jagung
Analisa Keuntungan UKM Tenun Bandar Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Wiwiek Andajani; Widi Artini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i1.632

Abstract

SMEs or MSMEs have an important role for the Indonesian economy, this can be seen and proven when the Indonesian monetary crisis occurred in 1997, when one by one large companies collapsed, the SME or MSME business did not waver, even became the backbone of the economy at that time, because more dynamic than large companies. Based on BPS data in 2014, the number of MSMEs in Indonesia was 57.89 million units and provided 96.99% job opportunities. According to the World Bank, Indonesia's livelihoods depend heavily on the SME sector. Seeing this, the Kediri City Government really cares about and encourages the development of industrial potential, one of which is the bandar ikat industry, as well as preserving the culture of ikat weaving. This is interesting to do research. The objectives of this study are (1) to determine the advantages of the bandar ikat producer and (2) to determine whether the bandar ikat producer business is worthy of obtaining venture capital. The method of determining the area is purposive, namely Bandar Kidul Village, Mojoroto District, Kediri City, because it is a centre for weaving production, while the sampling is purposive sampling and saturated sampling, namely 10 (ten) weavers who are members of the Joint Venture. The results and the discussion show that the profit per day for the bandar ikat producer; cotton material IDR819,846.19; silk material IDR775,690.97 and rayon material IDR384,771.48 and are eligible for capital or additional capital.UKM atau UMKM mempunyai peran penting bagi perekonomian Indonesia, ini bisa dilihat dan terbukti ketika terjadi krisis moneter yang Indonesia di tahun 1997, di saat satu persatu perusahaan besar tumbang, bisnis UKM atau UMKM tidak goyah, bahkan menjadi tulang punggung perekonomian saat itu, karena lebih dinamis daripada perusahaan besar. Berdasarkan data BPS tahun 2014 jumlah UKM di Indonesia 57,89 juta unit dan memberikan kesempatan kerja 96,99 %. Menurut World Bank, Indonesia sumber penghidupannya sangat bergantung pada sektor UKM. Melihat ini Pemerintah Kota Kediri sangat peduli dan mendorong perkembangan potensi industri, salah satunya industri tenun ikat bandar, sekaligus melestarikan budaya tenun ikat. Ini yang menarik untuk dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keuntungan produsen tenun ikat bandar dan (2) untuk mengetahui apakah usaha produsen tenun ikat bandar tersebut layak memperoleh modal usaha. Metode penentuan daerahnya secara purposive, yaitu Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, karena merupakan sentra produksi tenun ikat, sedang pengambilan sampelnya secara purposive sampling dan sampling jenuh, yaitu sebanyak 10 (sepuluh) penenun yang tergabung dalam Usaha Bersama. Hasil dan pembahasan diperoleh bahwa keuntungan per harinya untuk produsen tenun ikat bandar; bahan katun Rp819.846,19; bahan sutra Rp775.690,97 dan bahan rayon Rp384.771,48 serta layak untuk mendapatkan modal atau tambahan modal. 
PENGARUH JARAK TANAM DAN TINGGI RENDAHNYA TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUKSI TEMBAKAU KASTURI TJATUR PRIJO RAHARDJO
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.306

Abstract

RINGKASANTujuan penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh jarak tanam dan tinggi pangkasan Terhadap kuantitas dan kualitas produksi. Dalam percobaan ini varietas tembakau yang digunakan adalah varietas Kasturi GG, yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Dati II Jember. Percobaan dilakukan di Dusun Brumbun, Desa Lamongrejo, Kecamatan Alqimbang, Kabupaten Lamongan. Jenis tanah asosiasi regosol klabu dan latosol coklat, pH tanah netral (6,3). Rata-rata curah hujan selama berlangsungnya percobaan adalah 107 mm/bulan dan rata-rata hari hujan 8,3 hari. Percobaan dilaksanakan pada akhir april 2017 sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu jarak tanam dan tinggi pangkasan. Faktor jarak tanam terdiri dari tiga tingkat, yaitu J1 (Jarak tanam 90 x 40 cm), J2 (Jarak tanam 90 x 50 cm), J3 (Jarak tanam 90 x 60 cm). Sedangkan pemangkasan dari 4 tingkat F1  (hanya karangan bunga yang dipangkas), F2 (karangan bunga + dua daun dibawahnya dipangkas), F3 (karangan bunga + empat daun dibawahnya dipangkas), F4 (karangan bunga + enam daun dibawahnya dipangkas). Hasil percobaan menunjukkan bahwa kecuali dalam hal warna krosok, baik jarak tanam maupun tinggi pangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap kuantitas dan kualitas produksi. Kecuali dalam hal tebal daun dan warna krosok, pada umumnya terdapat interaksi yang sangat nyata antara jarak tanam dan tinggi pangkasan.Kata kunci: Tembakau Kasturi
ANALISIS PERANAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI (Studi Kasus Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri) Eko Yuliarsha Sidhi; Samurti Samurti
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.562

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui  peranan program PUAP dalam meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani padi dengan  cara membandingkan hasil produksi dan pendapatan sebelum dan sesudah  menerima   bantuan modal. Metode dasar penelitian adalah metode survey. Daerah penelitian ditentukan secara purposive. Metode sampling adalah stratified random sampling, Metode analisis  menggunakan  Cas Flow Analisis, Penelitian ini dilaksanakan pada Musim Tanam 2017/2018.Dari Hasil dari penilitian   dapat diketahui bahwa petani yang  mendapatkan bantuan modal melalui program PUAP, produksi dan pendapatannya  meningkat  secara signifikanl, dan selanjutnya berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan   bahwa program PUAP berperanan dalam meningkatkan peroduksi dan pendapatan usahatani padi.Kata kunci: PUAP, Petani.
Kajian Produksi Jamur Kuping (Auricularia Auriculajudae) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam Nugraheni Hadiyanti; Satriya Bayu Aji; Saptorini Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.794

Abstract

Ear mushroom (Auricularia aurilajudae) is a potential fungus as a food ingredient and has medicinal properties. Ear mushroom development is profitable because of the high demand and high selling prices. One of the problems in ear mushroom cultivation is the composition of the growing media which has a big effect on its production. This study aims to determine the composition of the best growing media for ear mushroom production. This study used a completely randomized design method (CRD) with one factor, namely the composition of the growing media (1000 gr of sawdust and 200 gr cocopeat (M1); 1000 gr of sawdust and 200 gr of rice bran (M2); 1000 gr of sawdust, 100 gr cocopeat, and 100 gr bran (M3); powder sawdust 1000 gr, cocopeat 135 gr and bran 65 gr (M4); sawdust 1000 gr, cocopeat 65 gr, and rice bran 135 gr (M5). Data were analyzed using analysis of variance and further tests with the least significant difference (LSD) at 5% if the results were significant. The composition of the planting medium had a very significant effect on the number of hoods, cover area, wet weight, and dry weight of ear mushrooms. However, the composition of the planting medium did not affect the growth rate of mycelium. The best composition of the planting medium for ear mushroom production was 1000 gr sawdust, cocopeat 65 gr, and bran 135 gr.Jamur kuping (Auricularia auriculajudae) merupakan jamur potensial sebagai bahan makanan dan berkhasiat obat. Pengembangan jamur kuping menguntungkan karena tingginya permintaan dan harga jual yang tinggi. Permasalahan dalam budidaya jamur kuping salah satunya adalah komposisi media tanam yang berpengaruh besar terhadap produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam yang terbaik bagi produksi jamur kuping. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu komposisi media tanam (serbuk gergaji 1000 gr dan cocopeat 200 gr (M1); serbuk gergaji 1000 gr dan bekatul 200 gr (M2); serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 100 gr dan bekatul 100 gr (M3); serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 135 gr dan bekatul 65 gr (M4); serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 65 gr dan bekatul 135 gr (M5). Data dianalisis menggunakan analisis varian dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% apabila hasil signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tudung, luas tudung, berat basah, dan berat kering jamur kuping. Namun komposisi media tanam tidak berpengaruh pada kecepatan laju pertumbuhan miselium. Komposisi media tanam terbaik untuk produksi jamur kuping adalah serbuk gergaji 1000 gr, cocopeat 65 gr dan bekatul 135 gr

Page 3 of 15 | Total Record : 145