cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 154 Documents
STUDI PERSEPSI, SIKAP DAN TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI TERKAIT PROGRAM ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) Sutiknjo, Tutut Dwi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i2.325

Abstract

RINGKASAN Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan antara persepsi, sikap dan tingkat partisipasi anggota kelompok tanbi dengan program asuransi usahatani padi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Total petani di Kelompok Tani Sido Muncul adalah sebanyak 30 petani. Data dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada anggota Kelompok Tani Sido Muncul. Data Sekunder diperoleh dari data kelompok, monografi desa serta sumber-sumber yang terkait. Untuk mengetahui pengaruh  antara persepsi, sikap dan partisipasi anggota kelompok tani terkait program Asuransi Usahatani Padi serta faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi persepsi, sikap dan partisipasi petani digunakan metode analisis kuantitatif terhadap data ordinal dengan uji statistik non parametrik rank spearman.   Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sangat signifikan antara persepsi, sikap dan partisipasi petani terkait program Asuransi Usahatani Padi, dimana persepsi berpengaruh terhadap sikap, serta sikap berpengaruh terhadap partisipasi anggota kelompok tani. Hasil penelitian terhadap faktor sosial ekonomi yang berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi, sikap dan partisipasi adalah pendidikan, pendapatan serta luas lahan. Umur, pengalaman dan status kepemilikan lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi, sikap dan partisipasi petani dalam program Asuransi Usahatani Padi. Dari hasil penelitian disarankan perlu adanya sosialisasi yang jelas tentang program Asuransi Usahatani Padi.Kata Kunci : Kerusakan Tanaman, Kerugian Petani, Swasembada Pangan.  
Optimalisasi Dosis Pupuk Organik Cair Mikroorganisme Lokal Terhadap Pertumbuhan Sawi Daging Kustiani, Edy; Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i1.634

Abstract

Liquid organic fertilizers are biological fertilizers which are made through a process of decomposition to produce liquid which acts as a nutrient needed for plants. Local microorganism liquid organic fertilizer (MOL) is a liquid produced from natural resources available in the place where MOL is made, containing macro, micro and microbial nutrients that function as decomposition or decomposition. The object of research is the mustard plant which is a vegetable plant (olericulture) so it is very suitable for development because, the direction from after harvesting is for consumption, both personally and society at large. This research was conducted in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Kadiri University, Kediri from September to October 2017. The environmental design used was a completely randomized design (CRD) with a factorial treatment design consisting of two factors, namely; the first factor was the composition of the planting medium and the second factor was the liquid organic fertilizer MOL. Based on the results of observations and analysis of variance, it can be seen that there is no interaction between the treatment of the composition of the growing media and the dosage of MOL liquid organic fertilizer on plant height at all observation ages. In the best media composition treatment, compost: 1: 1 manure showed the best results. Treatment of local microorganism liquid organic fertilizer (MOL) at a dose of 5cc / pot showed the best results.Pupuk organik cair adalah pupuk hayati yang dibuat melalui proses pembusukan sehingga menghasilkan cairan yang berperan sebagai unsur hara yang dibutuhkan untuk tanaman. Pupuk organik cair mikroorganisme local (MOL) adalah cairan yang dihasilkan dari sumber daya alam yang tersedia di tempat pembuatan MOL, mengandung unsur hara makro, mikro juga mikroba yang berfungsi sebagai perombak atau pendekomposisi. Adapun objek penelitian adalah tanaman sawi daging yang merupakan tanaman sayuran (olerikultura) sehingga sangat cocok pengembanganya karena, arah dari setelah panen adalah untuk konsumsi, baik pribadi maupun masyarakat luas. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Fakultas Petanian Universitas Kadiri, Kediri mulai bulan September dengan Oktober 2017. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan rancangan perlakuan faktorial yang terdiri dua factor yaitu; faktor pertama adalah komposisi media tanam dan faktor kedua adalah pupuk organik cair MOL. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis ragam dapat diketahui bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dengan dosis pupuk organik cair MOL terhadap tinggi tanaman pada semua umur pengamatan. Pada perlakuan komposisi media terbaik kompos:pupuk kandang 1:1 menunjukkan hasil terbaik. Perlakuan dosis pupuk organik cair mikriorganisme lokal (MOL) dosis 5cc/pot menunjukkan hasil terbaik.
Studi Eksplorasi Agroklimat Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Kabupaten Tanggamus, Lampung Dimas Prakoswo Widiyani; Joko S. S Hartono
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1523

Abstract

Coffee is one of the important commodities in Indonesia. The coffee commodity has strategic potential in the development of the community's economy. Over time coffee production in Indonesia has decreased, the average productivity of coffee in Indonesia is only around 600 kg/ha, while the potential for coffee production per hectare can reach 1000 kg/ha. One of the largest coffee-producing regions is Tanggamus Regency in Lampung. This region’s climate plays an essential part in plant production, even more than soil in determining plant growth and development. Climate elements such as air temperature, solar radiation, and humidity support and play an important role in crop production. Meanwhile physical, chemical, and biological properties of soil are directly related to plant productivity. This research was conducted in 2 sub-districts, namely Sumberejo and Ulubelu Districts from July to October 2020. Based on the results of observations and analysis, it was found that the agro-climatic suitability of some of the Sumberejo and Ulubelu areas was included in the S1 conformity class category, but there is one limiting factor, namely slope. Efforts to modify the environment based on the value of the suitability class are needed. It is recommended to make a terrace to handle the limiting factors. Kopi adalah salah satu komoditas penting yang ada di Indonesia. Komoditas kopi memiliki potensi strategis dalam perkembangan perekonomian masyarakat. Seiring waktu produksi kopi di Indonesia semakin menurun, produktivitas rata-rata kopi di Indonesia hanya berkisar 600 kg/ha, sedangkan potensi produksi kopi tiap hektar bisa mencapai 1000 kg/ha. Salah satu daerah atau kabupaten penghasil kopi terbesar di Lampung adalah Kabupaten Tanggamus. Kabupaten Tanggamus memiliki luas lahan perkebunan kopi sebesar 41.512 ha dengan produksi total sebesar 33.482 ton Salah satu pengaruh lingkungan yang paling esensial adalah iklim. Iklim tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan tanaman, tetapi iklim juga dipengaruhi oleh tanaman. Iklim dapat menjadi faktor yang lebih penting dari pada tanah dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur-unsur iklim seperti suhu udara, radiasi matahari, dan kelembaban mendukung dan berperanan penting secara langsung dalam kegiatan budidaya tanaman. Iklim juga mempengaruhi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara tidak langsung. Penelitian ini dilaksanakan di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sumberejo dan Ulubelu pada bulan Juli-Oktober 2020. Berdasarkan hasil observasi dan analisis yang telah didapatkan bahwa kesesuaian agroklimat sebagian kawasan Sumberejo dan Ulubelu masuk kategori kelas kesesuaian S1 atau sesuai namun terdapat satu unsur faktor pembatas yaitu kelerengan. Upaya modifikasi lingkungan berdasarkan nilai kelas kesesuaian maka dianjurkan dalam pembuatan teras agar faktor pembatas dapat ditangani.
Analisis Usaha Ayam Ras Petelur di Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk Rakhmadevi, Ade Galuh; Wardhana, Danu Indra
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.1127

Abstract

Nowadays, the pattern of people's lifestyle is increasing, one of which can be seen from the high intake of nutrients, especially those containing protein. One of the most commonly consumed animal proteins comes from eggs. Generally, eggs consumed come from bird species, such as chickens, ducks, and geese, but smaller eggs such as fish eggs are sometimes also used as a mixture in dishes. However, of the various types of eggs, purebred chicken eggs are the most popular among the public compared to other eggs. The purpose of this study was to determine the amount of production costs used in the business of purebred laying hens, to determine the variable which affects the amount of egg production from laying hens, and to determine the advantages of breeding broilers of laying hens. The results of the study showed that the income obtained in the business of raising laying chickens, with a business scale of 500 chickens was IDR 155,694,300.00, for a business scale of 1,500 was IDR 523,455,51400, and for a business scale of more than 5,000 was IDR1,850,211,903.00. Factors that had a significant effect on the amount of production of purebred laying hens was the feed factor (X2) of 9.7073 and the business of laying hen was profitable.Dewasa ini, pola kehidupan masyarakat semakin meningkat, salah satunya dapat dilihat dari tingginya asupan gizi, terutama yang mengandung protein. Salah satu protein hewani yang paling umum dikonsumsi masyarakat adalah berasal dari telur. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan. Namun dari berbagai jenis telur tersebut telur ayam ras yang paling diminati oleh masyarakat dibanding telur lainnya. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui besar biaya produksi yang digunakan dalam usaha ayam ras jenis ayam petelur, untuk mengetahui variabel tidak tetap yang mempengaruhi jumlah produksi telur dari ayam petelur, dan untuk mengetahui keuntungan peternakan ayam ras jenis ayam petelur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh dalam usaha beternak Ayam Ras Jenis Ayam Petelur, dengan skala usaha 500 ekor adalah Rp155.694.300,00, untuk skala usaha 1.500 ekor adalah Rp523.455.51400, dan untuk skala usaha lebih dari 5000 ekor adalah Rp1.850.211.903,00. Faktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap besarnya produksi ternak ayam ras jenis ayam petelur adalah faktor pakan (X2) sebesar 9,7073 dan usaha ternak ayam ras petelur termasuk menguntungkan.
Upaya Optimalisasi Hasil Panen Padi Menggunakan Berbagai Model Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Junaidi Junaidi; Djoko Rahardjo
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1554

Abstract

This research aims to determine the real interaction between bokashi dose treatment and spacing models on the growth and yield of paddy plants. The study used a 3 x 3 factorial with 3 replications. The first factor was the spacing model which consists of 3 levels, namely J1 = tile spacing model (20 x 20 cm), J2 = Jajar Legowo 4:1 (20 cm x 40 cm x 10 cm), and J3 = Jajar Legowo 2:1 (20 cm x 40 cm x 10 cm). The second factor was the dosage of bokashi fertilizer which consists of 3 levels, namely P1 = 5 tonnes per hectare, P2 = 10 tonnes per hectare, and P3 = 15 tonnes per hectare. The research discovered that there was an interaction effect on plants aged 45 days after planting as well as an increase in yield in the form of an increase in grain weight per plant clump. Model treatment also had a significant effect on plant height at the age of 15 and 30 days after planting. In addition, there were also changes in the number of tillers, productive tillers, seeds per panicle, panicle length, and grain weight per plot for all observed ages. The 4:1 legowo row model treatment resulted in the best growth and production of paddy fields, while the highest production was produced by the legowo row 2:1 treatment. Bokashi dosage treatment was 15 tons per hectare.Isi artikel ini bertujuan mengetahui adanya interaksi yang nyata antara perlakuan dosis bokasi dan model jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah model jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu J1 = model jarak tegel (20 x 20 cm), J2 = Jajar Legowo 4 :1 (20 cm x 40 cm x 10 cm), dan J3 = Jajar Legowo 2 : 1 (20 cm x 40 cm x 10 cm). Faktor kedua adalah dosis pupuk bokashi yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 = 5 ton/ha, P2 = 10 ton/ha, dan P3 = 15 ton/ha. Riset yang dilakukan membuktikan bahwa adanya pengaruh interaksi pada tanaman umur 45 hari serta peningkatan hasil panen berupa berat gabah per rumpun yang mengalami kenaikan. Perlakuan model juga memiliki pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada usia 15 dan 30 hari sejak masa tanam. Selain itu juga adanya perubahan pada jumlah anakan, anakan produktif, biji per malai, panjang malai, dan berat gabah per petak semua umur pengamatan. Perlakuan model jajar legowo 4 : 1 menghasilkan pertumbuhan dan produksi padi sawah pertanaman paling baik, sedangkan produksi paling tinggi dihasilkan oleh perlakuan jajar legowo 2 : 1. Perlakuan dosis bokasi 15 ton/ha
Respon Berbagai Varietas Padi pada Lahan Organik dengan System of Rice Intensification (SRI) di Sragen Barokah, Umi; Susanto, Untung
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1065

Abstract

Rice is the most essential staple food of Indonesian. The strategy to meet these food needs is through efforts to increase productivity by means of agricultural intensification. One of efforts to increase productivity is the application of integrated technology using the System of Rice Intensification (SRI) method and organic cultivation. The research was conducted from March to June 2017 in Sambirejo, Sukorejo, Sragen. Forty rice varieties originating from the Center for Rice Research, Sukamandi, Subang, West Java were tested in this study. Planting was carried out by transplanting using 1 seedlings of 15 days after dispersing (HSS) / planting hole on a plot measuring 2 m x 2 m with a spacing of 20 cm x 20 cm. The research was organized using a completely randomized block design with four replications. Cultivation techniques are carried out organically with guidelines for integrated plant management. Observations were made on the character of the agronomic performance and yield. The results of the analysis of variance showed that there were differences between the varieties tested on all agronomic characters and yields. Varieties that responded well to organic land with the SRI system at the study site were Membramo, Sintanur, Inpari 13, Inpari 32 and Inpari 5 Merawu varieties, while the varieties that responded poorly to the study were Batutegi and Lusi varieties.Padi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang mutlak harus terpenuhi. Strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut yaitu dengan melakukan upaya peningkatan produktivitas dengan cara intensifikasi pertanian salah satunya adalah dengan penerapan teknologi terpadu menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) dan budidaya secara organik. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni tahun 2017 di desa Sambirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Sragen. Sebanyak empat puluh varietas padi yang berasal Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang Jawa Barat diuji dalam penelitian ini. Penanaman dilakukan secara pindah tanam dengan menggunakan bibit berumur 15 Hari Setelah Sebar (HSS) sebanyak 1bibit/lubang tanam pada plot berukuran 2 m x 2 m dengan dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Penelitian ditata dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat ulangan. Teknik budidaya dilakukan secara organik dengan petunjuk pengelolaan tanaman terpadu. Pengamatan dilakukan terhadap karakter keragaan agronomis dan hasil. Hasil analisis varian menunjukkan terdapat perbedaan antar varietas yang diuji pada semua karakter agronomis dan hasil. Varietas yang memberikan respon yang baik pada lahan organik dengan sistem SRI di lokasi penelitian adalah Varietas Membramo, Sintanur, Inpari 13, Inpari 32 dan Inpari 5 Merawu sedangkan varietas yang memberikan respon kurang baik pada penelitian adalah varietas Batutegi dan Lusi.
Nilai Tambah Baby Fish Ikan Were Menyusul Baby Fish Ikan Nilem sebagai Produk Pangan Fungsional Diki Saepuloh; Ristina Siti Sundari; Budhi Wahyu Fitriadi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1543

Abstract

Baby fish is an essential functional food to improve people's nutrient intake that supports food safety and food security. Bonylip barb is an indigenous commercial fish from Tasikmalaya that is well-known for its good taste. Ray-finned fish is also an indigenous fish but not yet as commercial as bonylip barb. Agroindustry based on bonylip barb fish is trending recently affecting scarcity of bonylip barb as raw material. The SMEs tried to provide substitution of bonylip barb with ray-finned fish. A study was conducted to analyse the added value of a baby fish industry made of both bonylip barb and ray-finned fish in Ciawang, Leuwisari, Tasikmalaya Regency. This research descriptively analysed the added value of the product by employing the Hayami method. The result showed that bonylip barb baby fish gave an added value of 12.768 IDR per kilogram with a margin of 25,47% while ray-finned fish baby fish gave an added value of 20.971 IDR with a margin of 43,23%. In conclusion, the ray-finned fish is more potential in creating a higher added value of the baby fish product than bonylip barb.Baby fish merupakan produk pangan fungsional yang perannya menjadi penting dalam perbaikan gizi masyarakat yang mendukung keamanan dan ketahanan pangan rakyat Indonesia. Ikan nilem merupakan ikan unggul khas Tasikmalaya yang sudah terkenal dengan kelezatannya. Agroindustri yang berbahan baku ikan Nilem sangat diminati masyarakat hingga sering terjadi kelangkaan bahan baku. DI samping ikan nilem, terdapat juga ikan were yang belum terkenal, rasanya juga enak namun belum banyak dimanfaatkan secara komersil seperti ikan Nilem. Maka Pengusaha UMKM mencoba memanfaatkan ikan Were untuk dibuat baby fish melengkapi baby fish ikan nilem jika persediaan kosong. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai tambah dari usaha baby fish berahan baku ikan nilem dan were pada UMKM di Ciawang, Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menganalisis nilai tambah secara deskriptif dengan menggunakan metode Hayami. Responden ditentukan secara sengaja yaitu UMKM baby fish ikan nilem dan ikan were di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah baby fish Nilem sebesar Rp. 12.768 per kilogram dengan tingkat keuntungan yang didapat perusahaan adalah 2.,47%. Sedangkan nilai tambah baby fish were adalah Rp. 20.971 dengan tingkat keuntungan yang didapat perusahaan adalah 43,23%. Maka dapat diketahui bahwa pengolahan baby fish were lebih menguntungkan daripada ikan nilem.
Review: Asam Lemak Virgin Coconut Oil (VCO) dan Manfaatnya untuk Kesehatan Kusuma, Melati Ananda; Putri, Nia Ariani
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.1128

Abstract

Coconut plant is often called the plant of life because every part of the coconut plant can be used and processed into a product. One of the commercially processed coconut products, namely Virgin Coconut Oil (VCO), which is believed to have health properties. This article is written based on the results of a systematic literature review which relies on literature studies on the topic of virgin coconut oil. Virgin coconut oil is produced from fresh coconut flesh (non-copra), the processing process is not through a chemical process and does not use high heating so that the characteristics of the oil produced are clear (clear) and have a distinctive aroma of coconut. The fatty acids contained in VCO are saturated and unsaturated fatty acids. The components included in saturated fatty acids are caproic acid, caprylic acid, myristic acid, palmitic acid and lauric acid; while the unsaturated fatty acid components are cyclopropanpentanoic acid, oleic acid, and stearic acid. VCO contains short and medium-chain fatty acids which are known to have certain biological functions for the human body. These benefits include its functions as anti-bacterial and anti-fungal.Tanaman kelapa sering dijuluki sebagai tanaman kehidupan karena setiap bagian dari tanaman kelapa dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi suatu produk. Salah satu produk olahan kelapa komersial yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) yang dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) yang mengandalkan studi pustaka dengan topik mengenai minyak kelapa murni. VCO dihasilkan dari daging buah kelapa segar (non kopra) yang proses pengolahannya tidak melalui proses kimiawi dan tidak menggunakan pemanasan tinggi, sehingga karakteristik minyak yang dihasilkan berwarna bening (jernih) serta beraroma khas kelapa. Asam lemak yang terkandung dalam VCO tersebut merupakan asam lemak jenuh dan tak jenuh. Komponen yang termasuk dalam asam lemak jenuh yaitu, asam kaproat, asam kaprilat, asam miristat, asam palmitat dan asam laurat; sedangkan komponen asam lemak tak jenuh yaitu asam siklopropanpentanoat, asam oleat, dan asam stearat. VCO mengandung asam lemak rantai pendek dan menengah atau medium yang diketahui mempunyai fungsi biologis tertentu bagi tubuh manusia. Manfaat tersebut meliputi fungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur.
Pertumbuhan Dan Hasil Empat Varietas Jagung Semi (Baby Corn) Pada Berbagai Populasi Saptorini, Saptorini; Sutiknjo, Tutut Dwi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1557

Abstract

Corn is native to the tropics and an important food ingredient because it is the third source of carbohydrates in the world after wheat and rice. Apart from being a food commodity, corn can also be categorized as a vegetable when it is harvested before pollination occurs or has not yet produced seeds, commonly called baby corn. Baby corn is a very profitable alternative for farmers due to short harvest time, high demand, and high nutrition. A research was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Kadiri University, Kediri. The environmental design used was factorial randomized block design (RBD). The total treatment was 16 treatment combinations which were repeated three times so that there were 48 experimental units. The treatment in the experiment was a combination of two factors, namely the corn cultivar factor which consisted of four levels and the corn population factor which also consisted of four levels. The CPI-2 variety was highly suitable for narrow spacing with high plant density. The CPI2 variety was able to show the highest yield on weight parameters with and without husks compared to other varieties. This was able to increase productivity per unit area of land.Jagung merupakan tanaman asli daerah tropika, jagung termasuk sumber karbohidrat ketiga setelah gandum dan beras yang menjadikannya komoditas pangan penting. Selain sebagai komoditi pangan, jagung juga dapat dikategorikan sebagai sayuran ketika di panen sebelum terjadi penyerbukan atau belum menghasilkan biji, biasa disebut jagung semi (Baby corn). Jagung semi menjadi alternatif yang sangat menguntungkan bagi petani karena waktu panennya sangat singkat, permintaan tinggi, dan gizi yang tinggi. Penelitian dilakukan di lahan percobaan milik Fakultas Pertanian, Universitas Kadiri, Kediri. Penelitiaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Perlakuan pada percobaan adalah kombinasi dua faktor, yaitu faktor kultivar jagung semi yang terdiri atas empat taraf dan faktor populasi tanaman yang juga terdiri atas empat taraf. Total perlakuan terdiri dari 16 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak tiga kali sehingga didapat 48 satuan percobaan. Varietas CPI-2 sangat cocok dengan jarak tanam rapat dan kerapatan tanaman yang tinggi. Varietas CPI-2 mampu menunjukkan hasil tertinggi pada parameter bobot tongkol berkelobot maupun tanpa kelobot dibanding varietas lainnya. Hal tersebut dapat meningkatkan produktivitas per satuan luas lahan. 
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Alpukat Wiwiek Andajani; Djoko Rahardjo
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1058

Abstract

Avocado fruit is one of 10 fruits that can relieve stress, because it contains hormones and nutrients that can have a calming effect on the body. East Java Province is one of the centers for fruit production in Indonesia, including avocado fruit center, precisely in Ngliman Village, Sawahan District, Nganjuk Regency. However, this does not guarantee the high income of avocado farmers, which is caused by, among other things, price fluctuations during the harvest season, unoptimal farming management, pest attacks, and others. The purpose of this study was to determine the farmer income of avocado farming, and the factors that influence it, as well as the factors that most influence the income of avocado farming. Using quantitative descriptive research methods and deliberately choosing the research area in Ngliman Village, the research was conducted in a leading area of avocado farming in Sawahan District, Nganjuk Regency. Sampling method employed a simple random sampling of avocado farmers who have been producing for more than 10 years. From the results of the analysis, it can be seen that the income of avocado farmers in one year per hectare was IDR 9,624,550, and the land area factor affecting the income of avocado farming.Buah alpukat adalah salah satu dari 10 macam buah-buahan yang dapat meredakan stress, karena mengandung hormon dan nutrisi yang dapat memberikan efek tenang pada tubuh. Propinsi Jawa Timur adalah salah satu sentra produksi buah-buahan di Indonesia, diantaranya sentra buah alpukat, tepatnya yaitu di Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Sawahan, Desa Ngliman. Namun demikian belum menjamin tingginya pendapatan petani alpukat, yang disebabkan antara lain, fluktuasi harga pada musim panen, belum maksimalnya pengelolaan usahataninya, adanya serangan hama, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani alpukat, dan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhinya, serta untuk mengetahui faktor produksi (umur, tingkat pendidikan, pengalaman atau lama usahatani, dan luas lahan) yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat. Menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dan secara sengaja memilih daerah penelitian di Desa Ngliman, karena merupakan daerah unggulan penghasil buah alpukat di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Pengambilan sampel secara simple random sampling terhadap petani alpukat yang sudah berproduksi lebih dari 10 tahun. Dari hasil analisis dapat diketahui pendapatan petani alpukat dalam satu tahun per hektarnya sebesar Rp9.624.550-, dan faktor luas lahan saja yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat.

Page 5 of 16 | Total Record : 154