cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 145 Documents
USAHA PENINGKATAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L) DENGAN PENAMBAHAN N PADA PERLAKUAN DOSIS PUPUK KANDANG Junaidi Junaidi; Harminto Harminto
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 1 (2018): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i1.400

Abstract

RINGKASAN            Penelitian yang berjudul “Usaha Peningkatan Produksi Padi dengan Penambahan Unsur N Pada perlakuan Dosis Pupuk Kandang, bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan penambahan unsure N dengan dosis pupuk kandang terhadap produksi padi.  Hipotesis yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah bahwa akan terjadi pengaruh interaksi yang nyata antara Perlakuan penambahan unsure N dengan dosis pupuk kandang   terhadap   produksi padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumber Kepuh Kecamatan Ngronggot ,  Kabupaten Nganjuk,  Mulai bulan Pebruari tanggal 5 sampai  juni 2018.   Dua faktor  yang diuji dalam penelitian ini, masing-masing tediri dari empat lever dan dua level dan dilakukan pengulangan tiga kali.  Dari dua perlakuan yang diteliti tersebut dihasilkan delapan kombinasi perlakuan, yang penempatannya dalam satuan percobaan dilakuakan secara acak pada masing-masing ulangan atau blok (RAK)”. -       D0N0 : “Tanpa pupuk kandang dan N”-       D0N1 : “Tanpa pupuk kandang dan diberi 69 kg N”-       D1N0 : “10 ton/ha pupuk kandang tanpa N”-       D1N1 : “10 ton/ha pupuk kandang dan diberi 69 kg N”-       D2N0 : “20 ton/ha pupuk kandang  tanpa N”-       D2N1 : “10 ton/ha pupuk kandang dan diberi 69 kg N”-       D3N0 : “30 ton/ha pupuk kandang tanpa N”-       D3N1 : “10 ton/ha pupuk kandang dan diberi 69 kg N” Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode destrucktine (tanpa merusak) Peubah-pebah yang diamati meliputi peubah pertumbuhan dan peubah produksi.  yang dilakukan empat kali (umur 15, 25, 35, dan 45 hari) terdiri dari tinggi tanaman, Jumlah daun, dan jumlah anakan  sedang parameter produksi hanya diamati sekali pada saat panen, meliputi jumlah malai perrumpun, berat biji permalai, berat biji perrumpun, dan berat biji perpetak.Dari penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan :“Terjadi pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan dosis pupuk kandang dengan penambahan unsur  N terhadap semua parameter, baik pertumbuhan maupun parameter produksi”.“Kombinasi perlakuan dosis pupuk kandang 30 ton/ha dengan penambahan unsur  N menghasilkan pertumbuhan dan produksi padi paling tinggi”.Kata Kunci: Pupuk Kandang, Produksi
Optimalisasi Dan Pemerataan Pendapatan Petani Pada Usahatani Padi Sistem Bagi Hasil Tutut Dwi Sutiknjo; Widi Artini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i2.726

Abstract

The production sharing system for food crops that have been regulated in the UUBH for a long time is still not implemented by all parties. From the existing production function, it can be seen whether the production factors usage has been optimal or not, if it is not optimal, how much is the production factors usage for optimal use. The data collection method was proportionate stratified random sampling with soil class strata as many as 90 respondents who implemented the profit-sharing system of Cultivator Owners, Maro, and Mertelu in Sembon Village, Karangrejo District, Tulungagung Regency. Data were analyzed using multiple regression analysis, efficiency index formula, and Gini Ratio. The results showed that there was a significant effect on the production factors usage with the product produced by the Cobb-Douglas production function estimation model. For the owner cultivator system: R2 = 91.10%; for the Maro system: R2 = 89.07%; for the Mertelu system: R2 = 85.46%. The production process for all production-sharing systems can physically be considered to be in the rational area, for the tenant owner system; Ʃbi = 1.1076; for the Maro system: Ʃbi = 1.0430; for the Mertelu system: Ʃbi = 1.0832. The production factors used for the entire Profit Sharing system is efficient because the Efficiency Index = 1. Productivity, there is no significant difference between the Cultivator Owners, Maro and Mertelu system. Income equalization in the Cultivator System is high on the inequality scale, while for the Maro and Mertelu systems it is low.Sistem bagi hasil untuk tanaman pangan yang sudah lama diatur dalam UUBH sampai saat ini masih belum diterapkan oleh semua pihak. Dari fungsi produksi yang ada dapat diketahui apakah penggunaan faktor produksi sudah optimal atau belum, jika belum optimal seberapa banyak penggunaan faktor produksi agar penggunaannya menjadi optimal. Metode pengambilan data secara proportionate stratified random sampling dengan strata kelas tanah sebanyak 90 responden yang melaksanakan sistem bagi hasil Pemilik Penggarap, Maro, dan Mertelu di Desa Sembon kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda, rumus Index efisiensi, dan Gini Ratio. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang nyata penggunaan faktor produksi dengan produk yang dihasilkan dengan model dugaan dari fungsi produksi Cobb-Douglas, Untuk sisem pemilik penggarap: R 2 = 91,10%; untuk sistem Maro: R2 = 89,07%; untuk sistem Mertelu: R2 = 85,46%. Proses produksi untuk semua sistem bagi hasil secara fisik dapat dianggap berada dalam daerah rasional, untuk sisem pemilik penggarap ; Ʃbi = 1,1076; untuk sistem Maro : Ʃbi = 1,0430; untuk sistem Mertelu : Ʃbi = 1,0832. Penggunaan faktor produksi untuk seluruh sistem Bagi Hasil sudah efisien karena Indeks Efisiensinya = 1. Produktivias tidak ada perbedaan yang nyata antara sistem bagi Pemilik Penggarap, Maro dan Mertelu. Pemerataan pendapatan pada sistem Pemilik Penggarap pada skala ketimpangan tinggi, sedang untuk sistem Maro dan Mertelu ketimpangannya rendah.  
PENGARUH INTERAKSI MACAM PUPUK KANDANG DAN DOSIS TERHADAP PARAMETER-PARAMETER PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI Junaidi Junaidi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i2.324

Abstract

RINGKASANPercobaan tentang penggunaan macam-macam pupuk kandang dan dosis pupuk kandang  pada tanaman padi ini dilaksanakan di Jawa Timur Kabupaten Kediri, tepatnya di desa  Tempel wetan, Kecamatan Loceret,   dengan ketinggian tempat kurang lebih 56 meter dari permukaan laut. Waktu penelitian dimulai bulan  5  Maret sampai dengan 15  Juni 2017. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui adanya interaksi macam pupuk kandang dan dosis  terhadap  hasil tanaman padi,   sedangkan hipotesisnya adalah  diduga  terjadi interaksi antara perlakuan macam  pupuk kandang dan dosis pupuk kandang.  Penelitian ini merupakan percobaan  dua factor, factor pertama terdiri dari dua level, factor kedua terdiri dari empat level dan diulang tiga kali. Dari delapan kombinasi perlakuan tersebut dilakukan pengulangan tiga kali. Pengacakan penempatan petak-petak perlakuan dalam satuan percobaan dilakukan dengan melakukan pengacakan kedelapan kombinasi perlakuan tersebut dalam setiap blok. sesuai dengan “Rancangan Acak Kelompok (RAK), sehingga diperlukan tiga blok dan masing-masing blok terdiri dari delapan kombinasi perlakuan”.  “Untuk dapat menjawab pertanyaan yang ada dalam tujuan penelitian, maka dilakukan pengamatan terhadap parameter-parameter pertumbuhan dan hasil.  Untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap parameter-parameter pertumbuhan dan hasil dilakukan analisis ragam terhadap data hasil pengamatan.  Selanjutnya dilakukan uji beda nyata terkecil 5 % (BNT 5 %) untuk mengetahui perlakuan-perlakuan yang berbeda nyata.” Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pertama Perlakuan macam pupuk kandan tidak saling mempengaruhi dengan perlakuan dosis pupuk kandang (tidak terjadi interaksi), terhadap pertumbuhan dan hasil padi. Kedua, Pertumbuhan dan produksi tidak dipengaruhi oleh macam pupuk kandang, Pemberian jumlah pupuk kandang 30 ton/ha menghasilkan   pertumbuha dan hasil yang terbaik.Kata kunci: Pupuk Kandang, Padi.
Perlakuan Dosis Pupuk Urea Dan Sp-36 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung ( Zea Mays L ) Varietas Arjuna Supandji, Supandji; Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i1.633

Abstract

The aim of this research was to study the effect of urea and SP-36 doses on the growth and production of maize (Zea mays L.). This research is a factorial study using a randomized block design (RBD) consisting of two factors with three replications. The first factor is the dose of urea (N) consisting of: 100 kg / ha; 200 kg / ha; 300 kg / ha. The second factor is SP-36 fertilizer, consisting of: 50 kg / ha; 100 kg / ha; 150 kg / ha. Data were analyzed using analysis of variance and continued with the smallest significant difference test (LSD) at 5% level if the results were significant. The results showed that there was an interaction between the dose of urea and SP-36 on the growth and production of maize. Urea doses of 200 kg / ha and 150 kg / ha produced the highest plant height (182.606 cm), the highest number of leaves (9,550 pieces) and the highest leaf area (120,456 cm2). Production of ear length, ear weight, 1000 seeds weight and dry seed weight per plant, the highest yields were achieved at the combination of 200 kg / ha or 3.030 grams of urea fertilizer per plant and 100 kg / ha or 1.515 grams per plant resulted in the highest ear length (19,980 cm). ), the largest ear weight (144,270 grams), the highest weight of 1000 seeds (246,743 grams), the highest dry seed weight (93,856 grams).Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk Urea dan SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini merupakan penelitian faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk Urea (N) terdiri dari: 100 kg/ha; 200 kg/ha; 300 kg/ha. Faktor kedua adalah pupuk SP-36, terdiri dari: 50 kg/ha; 100 kg/ha; 150 kg/ha. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) taraf 5% apabila hasil signifikan. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi dosis pupuk Urea dan SP-36 terhadap pertumbuhandan produksi tanaman jagung. Dosis pupuk Urea 200 kg/ha dan 150 kg/ha menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (182.606 cm), jumlah daun terbanyak (9.550 helai) dan luas daun tertinggi (120.456 cm2). Produksi panjang tongkol, berat tongkol, berat 1000 biji dan berat biji kering per tanaman hasil tertinggi dicapai pada Kombinasi dosis pupuk Urea 200 kg/ha atau 3.030 gram per tanaman dan 100 kg/ha atau 1.515 gram per tanaman menghasilkan panjang tongkol tertinggi (19.980 cm), berat tongkol terbesar (144.270 gram), berat 1000 biji tertinggi (246.743 gram), berat biji kering tertinggi (93.856 gram).
ANALISIS KEPUASAN PETANI BAWANG MERAH (Allium ascolonicum, L) TERHADAP KINERJA PELAYANAN PPL DAN PENANGANAN PUPUK BERSUBSIDI WIWIEK ANDAJANI
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.307

Abstract

RINGKASAN Upaya pembangunan pertanian dari kota sampai desa telah dibentuk kelembagaan penyuluh dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai di tingkat Kecamatan. Hal ini menarik untuk dilakukan penelitian, tentang kinerja pelayanan PPL dan penanganan pupuk bersubsidi terhadap petani bawang merah yang ada di Kabupaten Nganjuk, dengan tujuan :(1) untuk mengetahui kualitas pelayanan PPL dan penanganan pupuk bersubsidi terhadap tingkat kepuasan petani bawang merah, dan (2)Untuk mengetahui kepuasan petani bawang merah terhadap kinerja pelayanan PPL dan penanganan penggunaan pupuk bersubsidi.Metode penelitian  penentuan lokasi secara sengaja di Desa Nglinggo Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk karena mayoritas petani bawang merah, pengambilan sampel secara acak berlapis.Metode analisa data menggunakan : uji validitas, uji reliabilitas, IPA dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil yang di dapat petani bawang merah di desa Nglinggo Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk puas terhadap kualitas pelayanan PPL, puas dalam penanganan pupuk bersubsidi dan puas atas kinerja pelayanan PPL serta puas dalam penggunaan pupuk bersubsidi.Kata kunci: analisis kepuasan, bawang merah, PPL, Pupuk Subsidi 
UJI PENGARUH JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) DI GREEN HOUSE Hadiyanti, Nugraheni
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.564

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas penting sebagai makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan komoditas ini terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Upaya intensifikasi pertanian yang terus dikembangkan adalah pemakaian jumlah bibit per lubang tanam.Jumlah bibit mempengaruhi jumlah anakan dan berkaitan dengan populasi tanaman.Kepadatan populasi tanaman padi (Oryza sativa L.) memiliki peran penting dalam menentukan produktivitas tanaman baik secara individu maupun per satuan luas.Jumlah bibit per lubang tanam menjadi penting untuk diteliti berkaitan dengan jumlah anakan produktif yang terbentuk untuk meningkatkan hasil padi (Oryza sativa L.).Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil padi (Oryza sativa L.).Penelitian menggunakan RAL terhadap 5 perlakuan jumlah bibit dalam satu pot yang diulang 2 kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2 bibit per lubang tanam efektif dalam meningkatkan jumlah anakan dan malai yang terbentuk dan produktivitas padi.Perlakuan 15 mampu menghasilkan jumlah malai terbanyak yaitu 15.40 dan diikuti dengan jumlah anakan rata-rata 20.20 anakan per rumpun.Kata Kunci: Populasi Tanaman, Jumlah Bibit, Rumpun Padi.
Diversitas Mikrofungi Zona Intertidal Dan Subtidal Pantai Barat Pananjung Pangandaran Putri Kumala Dewi; Nia Rossiana; Ida Indrawati
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.795

Abstract

West Coast Pananjung Pangandaran Coastal area is one of the marine areas that have a high level of biodiversity, especially microorganisms. On the west coast of Pananjung Pangandaran Intertidal zone is indicated to have a level of pollution due to the pattern of human activity is much higher than the subtidal zone thus affecting the existence of microorganisms, especially microfungi. The purpose of this research is to isolate and identify the microfungi contained in the intertidal and subtidal waters of the west coast of Pananjung Pangandaran. The method used in this research is descriptive method. Procedures of workmanship include the sampling stage, dilution, planting the sample is done by pour plate technique in petridish on PDA media (Potato Dextrose Agar). Microfungi colonies are purified by the point method and for italics. Microfungi identification is done by Moist Chamber technique. The results showed there are 4 types of microfungi in the intertidal zone Cladosporium sp1, Cladosporium sp2, Aspergillus sp., and Sp1 .. In the subtidal zone there are 2 types of microfungi namely Fusarium sp. and Penicillium sp.Kawasan laut Pantai Barat Pananjung Pangandaran merupakan salah satu kawasan perairan laut yang memiliki tingkat biodiversitas yang tinggi khususnya mikroorganisme. Pada pantai Barat Pananjung Pangandaran Zona intertidal diindikasikan memiliki tingkat pencemaran akibat pola kegiatan manusia jauh lebih tinggi dari pada zona subtidal sehingga mempengaruhi keberadaan mikroorganisme khususnya mikrofungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikrofungi yang terdapat pada perairan zona intertidal dan subtidal pantai Barat Pananjung Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Prosedur pengerjaan meliputi tahap pengambilan sampel, pengenceran, penanaman sampel dilakukan dengan teknik pour plate di cawan petri pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Koloni mikrofungi dimurnikan dengan metode titik dan agar miring. Identifikasi mikrofungi dilakukan dengan teknik Moist Chamber. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis mikrofungi pada zona intertidal yaitu Cladosporium sp1., Cladosporium sp2., Aspergillus sp., dan Sp1.. Pada zona subtidal terdapat 2 jenis mikrofungi yaitu Fusarium sp. dan Penicillium sp. 
SELEKSI MASSA POSITIP S1 PADA 12 GALUR KEDELAI HASIL PERSILANGAN VARIETAS WILIS DAN OCUMANI MARIYONO, MARIYONO
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.295

Abstract

RINGKASANTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses seleksi untuk mendapatkan genotipe yang lebih baik dan perbaikan genetik pada berat biji per tanaman dalam populasi yang dipilih melalui seleksi massa positif. Rancangan Acak Kelompok Lengkap diadopsi dalam penelitian ini dengan genotipe kedelai dua belas sebagai perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah `tinggi tanaman, waktu panen (hari), jumlah cabang, jumlah simpul-subur, jumlah polong unggulan per tanaman, jumlah polong kosong per tanaman, berat 100 biji (gram), jumlah biji per tanaman, berat biji per tanaman, berat biji per plot (gram), dan biologi patogen. Berdasarkan varians analisis, hampir semua parameter yang diamati adalah tidak signifikan, variasi genetik sempit, heritabilitas dan respons yang rendah tetapi pada panen yang jatuh tempo hasil efek yang bertentangan. sebaiknya dipilih kondisi lingkungan yang sesuai bagi tanaman, agar dalam seleksi faktor lingkungan tidak terlalu dominan dalam mempengaruhi penampakan fenotipe. Hasil pengamatan biologi pathogen dapat digunakan sebagai penelitian lanjutan tentang resistensi kedelai terhadap penyakit karat daun.Kata kunci: seleksi massal, heritabilitas, respon seleksi. 
STUDY KOMPARATIF SISTEM JUAL DAN PROSPEK KEBERLANJUTANNYA AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG Sutiknjo, Tutut Dwi; Primadani, mila
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 1 (2018): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i1.401

Abstract

Ringkasan Agroindustri Tape Singkong yang berada di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri merupakan industri rumah tangga (home industri). Sebagian warga di Desa Wonojoyo menggantungkan hidup sebagai pengusaha agroindustri tape singkong. Dengan hasil usaha memproduksi tape singkong akan menambah pendapatan rumah tangga mereka. Di Desa Wonojoyo memiliki dua sistem jual yaitu sistem jual ke pengecer dan sistem jual ke konsumen langsung. Oleh karena itu, perlu di lakukan analisis perbandingan mengenai perbedaan pendapatan antara sistem jual ke pengecer dan sistem jual ke konsumen langsung, analisis BEP (titik impas), dan bagaimana prospek keberlanjutan agroindustri tape singkong dari permintaan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besarnya perbedaan pendapatan yang diperoleh pada Agroindustri Tape Singkong baik dengan system jual ke pengecer dan sistem jual ke konsumen langsung, untuk mengetahui besarnya Break Event Point (titik impas) Agroindustri Tape Singkong baik dengan sistem jual ke pengecer dan sistem jual ke konsumen langsung, untuk mengetahui bagaimana prospek keberlanjutannya agroindustri tape singkong di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.
Pengaruh Pupuk Urea Dan Pupuk Organik Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi Varietas Ir. 64 (Oryza Sativa L) Supandji, Supandji; Junaidi, Junaidi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i2.727

Abstract

Rice plants (Oryza sativa L.) have long been known in Indonesia because they have a role as the main food ingredient of Indonesian society. One way to increase rice production is to determine the optimal urea fertilizer and the frequency of organic fertilizers. This study used a randomized block design (RBD) consisting of two factors and three (3) replications. The first factor: urea (N) fertilizer consists of 3 levels, namely N1 = 0 kg / ha, N2 = 100 kg / ha, N3 = 200 kg / ha. The second factor: organic fertilizer (P) which consists of 3 levels, namely: P1 = 10 tonnes / ha, P2 = 20 tonnes / ha, P3 = 30 tonnes / ha. The results of this study were that there was an interaction between urea and organic fertilizers on the height growth of rice plants in all observation variables. The highest yield for the treatment plant height (N1P1) was 72,330 cm. The highest number of leaves in the treatment (N2P3) was 6.66. The highest number of tillers in the treatment (N2 P3) was 33,553 stems. The highest production of panicle length, grain weight per clump and number of productive tillers occurred interactions where the highest yield was achieved in treatment (N2 P3), namely 30,996 cm, 43,996 grams and 20,330 pieces. The highest grain weight is 38,883 grams. The highest production plot was 2.4050 kg and the highest production per hectare was 12,158 tons/ha.Tanaman Padi (Oryza sativa L.) telah lama dikenal di Indonesia, sebab memiliki peranan sebagai bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman padi adalah menentukan pupuk urea yang optimal dan frekuensi pupuk organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga (3) ulangan. Faktor pertama : pupuk urea (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N1= 0 kg/ha, N2= 100 kg/ha, N3 = 200 kg/ha. Faktor kedua : pupuk organik (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: P1= 10 ton/ha, P2= 20 ton/ha, P3= 30 ton/ha. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat interaksi antara pupuk urea dan pupuk organik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman padi pada semua variabel pengamatan. Hasil tertinggi untuk tinggi tanaman perlakuan (N1P1) yaitu 72.330 cm. Jumlah daun terbanyak pada perlakuan (N2P3) yaitu 6.66 helai. Jumlah anakan terbanyak pada perlakuan (N2 P3) yaitu 33.553 batang. Produksi panjang malai tertinggi, berat gabah per rumpun dan jumlah anakan produktif terjadi interaksi dimana hasil tertinggi dicapai pada perlakuan (N2 P3) yaitu 30.996 cm, 43.996 gram dan 20.330 buah. Berat bulir tertinggi yaitu 38.883 gram. Produksi perpetak tertinggi yaitu 2.4050 kg dan produksi per hektar tertinggi yaitu 12.158 ton/ ha.

Page 4 of 15 | Total Record : 145