cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 145 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI KEDELAI NASIONAL Dona Wahyuning Laily
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.567

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis perilaku produksi kedelaidomestik, 2. Menganalisis factor-faktor yang berpengaruh terhadapproduksi kedelai nasional. Hal ini berdampak pada penurunan luas areal panen di Jawa sebesar 0,17%, peningkatan luas areal panen di Luar Jawa sebesar 0,20 %, pengurangan produktivitas  kedelai  Jawa  sebesar  17,87%,  peningkatan  produktivitas  kedelai  Luar  Jawa sebesar 39,1%, penurunan impor kedelai sebesar 0,15%, meningkatkan harga kedelai domestik sebesar  o,19%,  meningkatkan  permintaan  kedelai  7,11%  dan  meningkatkan  produksi kedelai nasional   sebesar   0,70%.   (2)   menurunkan   harga   pupuk   sebesar   20% berdampak   dengan meningkatnya luas areal panen kedelai di Jawa sebesar 0,16%, meningkatnya luas areal panen kedelai di Luar Jawa sebesar 0,25%, meningkatkan produktivitas kedelai Jawa sebesar 2,13%, meningkatkan  produktivitas  kedelai  di  Luar  Jawa  sebesar  0,46%,  menurunkan  impor  kedelai sebesar  0,11%,  meningkatnya  harga kedelai  sebesar  0,35%,  meningkatnya  permintaan  kedelai sebesar  42,55%  dan  meningkatkan  produksi  kedelai  nasional  sebesar 0,08%.  (3)  peningkatan teknologi sebesar 10% yang akan berdampak pada meningkatnya luas areal panen kedelai Jawa sebesar  0,03%,  meningkatkan  luas  areal  kedelai  Luar  Jawa  sebesar  0,04%,  meningkatkan produktivitas  kedelai  Jawa  sebesar  4,14%,  meningkatkan  produktivitas  kedelai  Luar  Jawa sebesar   0,91%,   menurunkan   impor   kedelai   sebesar   1,00%,   meningkatkan   harga   kedelai domestik  sebesar  0,17%,  permintaan  kedelai  meningkat  sebesar  0,07%  dan  produksi  kedelai nasional  meningkat  sebesar  1,02%.Kata Kunci : Kedelai Domestik, Produksi, produktivitas
RAGAM KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA MARGOPATUT KECAMATAN SAWAHAN KABUPATEN NGANJUK WIDI ARTINI
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.304

Abstract

RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pola konsumsi masyarakat yang berkembang pada saat ini. Melalui pendekatan konsep indikator pola konsumsi pangan yaitu PPH dan AKG. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey terhadap kelompok masyarakat tertentu yang dianggap mempunyai keragaman pola konsumsi pangan, dengan metode penentuan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 60 responden terpilih. Analisis data dilakukan secara diskriptif analitik. Lokasi penelitian di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola konsumsi pangan masyarakat yaitu : 1). jenis sumber karbohidrat  di dominasi oleh jenis padi-padian beras yaitu sebesar 86.6 % ; 2). jenis sumber protein  hewani dan nabati di dominasi oleh tahu sebesar 73.3 % dan tempe 76.6% ; 3) jenis mineral : sayur kacang panjang, sawi, daun singkong, mentimun, buah pisang sebesar 68.3 % ; 4) jenis gula yaitu gula pasir putih sebesar 96.6 % ; 5). pangan jenis minyak dan lemak yakni minyak curah sebesar 68.3 %; 6). jenis biji berminyak yakni bahan pangan kelapa sebesar 46.6 %; 7). rempah-rempah 100 % sebagai bumbu masak , obat tradisional. Dari hasil penelitian disarankan gerakan dan sosialisasi tentang pola makan yang beragam dan bergizi, seimbang dan aman (B2SA) secara terus menerus kepada masyarakat.Kata Kunci: Ragam Pangan, Masyarakat Pedesaan
MATA TUNAS, KOMPOSISI MEDIA TANAM PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.560

Abstract

RINGKASANPercobaan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui asal mata tunas pada komposisi media tanam yang berbeda terhadap ‘pertumbuhan awal tanaman tebu (Saccharum officinarum L) varietas BZ 148’. penelitian di pekarangan Desa Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kotamadya Kediri, mulai tanggal 17  Mei 2018 sampai dengan tanggal 05 Agustus 2018. Menggunakan rancangan perlakuan faktorial dan rancangan lingkungan Acak Lengkap (RAL). Faktor Pertama Asal mata tunas, ada 3 level, yaitu: T1 : Mata tunas pucuk  (bibit bagal);  T2 : Mata tunas tengah;  T­­3 : ‘Mata tunas pangkal.  Faktor kedua: komposisi media tanam, terdiri dari:P1: Tanah (1) : Pupuk kandang (1);  P2:  Tanah (1) : Pupuk  kandang’ (2); P3 : Tanah (2) : Pupuk kandang (2)’. Dilakukan pengamatan mulai tanaman ‘umur 39 hari setelah tanam sampai umur 81 hari setelah tanam’ untuk parameter pertumbuhan vegetatif, dengan interval pengamatan 7 hari sekali.Untuk pertumbuhan Parameter yang diamati meliputi: a. Kecepatan tumbuh tunas; b.Tinggi Tanaman; c. Jumlah Daun; d. Diameter batang;  e. Jumlah Anakan; f. ‘Berat Basah Tanaman; g. Berat Kering Tanaman’. Hasil  penelitian disimpulkan:Terjadi interaksi perlakuan ‘asal mata tunas dan komposisi media tanam’  terhadap diameter batang umur 39, 53, 60, 67, 74 dan 81 hari setelah tanam serta tinggi tanaman umur 39, 46, 53 dan 60 hari setelah tanam.Kata Kunci: Mata Tunas, Media Tanam Tebu.
Pengujian Pemberian Pupuk Za Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah Varietas Bauji Saptorini Saptorini; Supandji Supandji; Taufik Taufik
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i2.731

Abstract

The shallot plants planted in the highlands produce small tubers and have a longer harvest life of 80 - 90 days. Therefore, shallot cultivation is recommended to be planted in the lowlands because in addition to the large bulbs produced, the harvesting age is short, namely 60-70 days depending on the variety. One of the factors that can affect the growth of shallots is ZA fertilizer. This study used a completely randomized design (CRD) method with one factor that was repeated three times. The data obtained were analyzed using variance and followed by the least significant difference (LSD) test with a level of 5%. The results showed that ZA fertilizer had a very significant effect on observations of plant height, number of leaves, number of tubers per hill, tuber wet weight per hill, tuber dry weight per hill and production per hectare. The highest yield was achieved in the fertilizer dose treatment of 400 kg ZA/ha (N4) for plant height of 32,599 cm, number of leaves as many as 35,513 pieces, number of tubers of 8,803 pieces, wet weight of tubers per clump of 37,513 grams per clump, weight of dry tubers of 31,279 grams per clump and production per hectare of 12,109 tons per hectare.Tanaman bawang merah yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan umbi yang kecilkecil dan umur panenya lebih lama yaitu 80 - 90 hari. Oleh karena itu budidaya bawang merah dianjurkan untuk ditanam di dataran rendah sebab selain umbi yang dihasilkan besar besar, umur panennya pendek yaitu 60 - 70 hari tergantung dari varietasnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bawang merah yaitu pupuk ZA. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk ZA terjadi pengaruh yang sangat nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun dan produksi tiap hektar. Hasil tertinggi dicapai pada perlakuan dosis pupuk 400 kg ZA/ha (N4) untuk tinggi tanaman sebesar 32.599 cm, jumlah daun sebanyak 35.513 buah, jumlah umbi sebesar 8.803 buah , berat basah umbi per rumpun sebesar 37.513 gram per rumpun, berat umbi kering sebesar 31.279 gram per rumpun dan produksi tiap hektar sebesar 12.109 ton per hektar. 
PEMANFAATAN URINE SAPI PADA BEBERAPA CAMPURAN KOMPOS TERHADAP HASIL TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Edy Kustiani
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 1 (2018): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i1.398

Abstract

RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat untuk menyediakan media dan pupuk organik  cair (urin sapi) sehingga diperoleh pertumbuhan dan hasil tomat yang maksimal.Tanaman sayuran buah seperti tomat (Lycopersicum esculentum L.) sangat dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini disebabkan karena kandungan gizi buah tomat yang terdiri dari vitamin dan mineral sangat berguna untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Salah satu cara meningkatkan produksi adalah dengan cara pemberian komposisi media berupa pupuk kandang dan dosis urin sapi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Hipotesis yang disajikan adalah dengan pemberian pupuk organik (tanah: pupuk kandang 3:1) dan dosis urin sapi 6ml/tanaman akan diperoleh pertumbuhan dan produksi tomat (Lycopersicum esculentum L.) yang optimal penelitian ini dilakukan di Rumah kaca pada lahan Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Jl. Selomangleng no : 1  desa Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Jawa Timur., Pada penelitian menggunakan rancangan lingkungan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan  Faktorial terdiri dari 2 faktor, yaitu komposisi pupuk kandang dan dosis urin sapi pertanaman. Masing-masing faktor mempunyai tiga taraf (level dan diulang 3 kali..Pengamatan dilakukan pada tinggi tanaman, jumlah daun Jumlah buah, berat  basah buah, berat kering tanaman, berat berat kering akar, berat basah tanaman dan berat basah akar. .Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data dapat  disimpulkan bahwa Tidak terjadi interaksi yang nyata antara dosis urin sapi dan komposisi pupuk kandang terhadap parameter jumlah daun, jumlah buah, berat buah, berat basah/tanaman, berat kering/tanaman, berat basah  dan berat kering akar. .Faktor dosis urin sapi berpengaruh sangat nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman semua umur dimana tanaman tertinggi adalah pada perlakuan D3 (6 ml).Terhadap pengamatan jumlah daun pengaruh dosis urin sapi menunjukkan perbedaan sangat nyata pada semua umur dimana jumlah daun terbanyak saat tanaman berumur 30 hari.  Untuk pengamatan jumlah buah dosis urin sapi berpengaruh sangat nyata pada tanaman unur 10 hari dan pada pengamatan berat buah  tomat umur 10 dan 20 hari tetapi terhadap pengamatan berat basah/tanaman, berat kering/tanaman, berat basah akar/tanaman dan berat kering/tanaman tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, Perlakuan komposisi media berpengaruh nyata dan sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan berat buah.Kata kunci: Urine Sapi
Usaha Peningkatan Produksi Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) dengan Pupuk Organik Cair (POC) Junaidi Junaidi; Bambang Dwi Moeljanto
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i1.637

Abstract

This study aims to determine whether the different doses of liquid organic fertilizer (POC) used will result in different tomato production and growth. The hypothesis is that differences in the treatment of liquid organic fertilizer will have a significant effect on tomato production and growth. This research was conducted under a plastic house using polybags for planting media, so that the environment can be made homogeneous. Therefore, the environmental design used is a completely randomized design (CRD). The various doses of POC that were tried in this study were, D0: 0 ml dose (without POC); D1: 5 ml / plant dose; D2: Dose 10 ml / plant; D3: Dosage 15 ml / plant; D4: Dose 20 ml / plant; D5: Dosage 25 ml / plant. Each of the six POC doses was repeated 4 times, and each replication consisted of 2 plants in a polybag (Duplo). The results of the observations on growth and production parameters were analyzed using analysis of variance to determine the effect of POC dosage treatment. If there is a significant difference, then to find out the treatments that are significantly different, do the experiment with the least significant difference test (LSD 5%). This study resulted in the conclusion that the administration of POC dosage from kitchen waste raw materials had an effect on the growth of tomato plants, but had no effect on tomato production.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan dosis pupuk organik cair (POC) yang digunakan akan menghasilkan produksi dan pertumbuhan tomat yang tidak sama pula. Hipotesisnya yakni perbedaan perlakuan pemberian dosis pupuk organik cair akan berpengaruh nyata terhadap produksi dan pertumbuhan tomat. Penelitian ini dilakukan di bawah rumah plastik dengan menggunakan polibag untuk tempat media tanam, sehingga lingkungan dapat dibuat homogen. Oleh karena itu rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Macam-macam dosis POC yang dicoba dalam penelitian ini adalah, D0: Dosis 0 ml (tanpa POC); D1: Dosis 5 ml / tanaman; D2: Dosis 10 ml / tanaman; D3: Dosis 15 ml / tanaman; D4: Dosis 20 ml / tanaman; D5: Dosis 25 ml / tanaman. Dari keenam dosis POC ini masing-masing diulang 4 kali, dan masing-masing ulangan terdiri dari 2 tanaman dalam polibag (Duplo). Hasil pengamatan terhadap parameter pertumbuhan dan produksi dianalisis dengan analisis ragam untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan dosis POC. Bila terjadi perbedaan yang nyata maka untuk mengetahui perlakuan-perlakuan yang berbeda nyata dilakukan pengijian dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT 5%). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemberian dosis POC dari bahan baku sampah dapur berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat, tetapi tidak berpengaruh terhadap produksi tomat.
Analisis Kelayakan Usaha Tiwul Instan Di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek Agustia Dwi Pamujiati; Ahmad Haris Hassanudin Slamet; Wim Ambawati
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i1.798

Abstract

The business prospect of instant tiwul prospects has recently been promising, as different kind of aroma and flavors of the product being developed. One of the areas producing instant tiwul is Trenggalek Regency. The purpose of this research was to analyse the cost and income as well as business feasibility of instant tiwul in Bendunan District, Trenggalek Regency. The methodology employed in this research was descriptive and qualittive for the analysis. Parameters observed in this research included production costs, revenue, net prsent value, IRR, net B/C ratio, and BEP. The research results showed that production costs of cassava processing to instant tiwul was IDR 445.430 / production process of with production capacity of 170 kg of raw material cassava producing instant tiwul of 100 kg. The revenue was IDR 650.000 and income of IDR 204.570 per production process. The BEP unit was 69 kg and BEP of price was IDR 4.551 /kg. The feasibility of instant tiwul processing enterprises in the district was profitable and worthy for having provide the NPV of 43.948.219, the IRR was larger than bank rate (33,10 % / year and 12 %/year), and having the Net B/C Ratio more than 1 of 1.62.Tiwul instan mempunyai prospek bisnis yang cukup menjanjikan dengan berbagai macam cita rasa yang berbeda. salah satu daerah yang memproduksi tiwul instan yaitu Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya dan pendapatan serta kelayakan usaha tiwul instan yang sudah dikembangkan di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskripstif dan kualitatif. Parameter pengamatan yang diamati yaitu biaya produksi, penerimaan, Net Present Value, IRR, Net B/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi usaha pengolahan singkong menjadi tiwul instan sebesar Rp. 445.430/proses produksi dengan kapasitas produksi 170 kg bahan baku singkong dan menghasilkan 100 kg tiwul instan. Penerimaan yang didapat dari usaha tiwul instan sebesar Rp. 650.000 dan pendapatan sebesar Rp. 204.570 per satu kali proses produksi. Jumlah BEP produksi sebanyak 69 kg, sedangkan BEP harga sebesar Rp. 4.551/kg. Tingkat kelayakan usaha pengolahan tiwul instan di Desa Suren Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek menguntungkan dan layak diusahakan karena memiliki nilai NPV positif (43.948.219), nilai IRR lebih besar (33,10%/tahun) daripada suku bunga bank (12%/tahun), dan memiliki nilai Net B/C ratio lebih dari 1 (1,62). 
ANALISIS PROYEKSI KEBUTUHAN BERAS BERDASARKAN PERKEMBANGAN JUMLAH PENDUDUK (Studi Kasus di Desa Blimbing Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri) Sidhi, Eko Yuliarsha
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i2.321

Abstract

RINGKASAN Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan contoh menggunakan metode sensus.Metode Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive.Teknik pengumpulan data  menggunakan Observasi dan Dokumentasi. Analisis data  mengunakan dasar-dasar demografi pertumbuhan penduduk.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2017.Hasil penelitian diketahui pertambahan penduduk Desa Blimbing Kecamatan Gurah kabupaten Kediri untuk lima tahun kedepan sebanyak 501 jiwa yang tergolong dari balita, anak-anak, dewasa, dan lansia. Untuk kebutuhan konsumsi pangan beras di Desa Blimbing selama lima tahun kedepan sebanyak 596.178.222kg dan untuk ketersediaan pangan beras di Desa Blimbing selama lima tahun kedepan sebanyak 656.333.145 kg.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pertumbuhan jumlah penduduk  Desa Blimbing sebesar 3,4% pertahun, denganj umlah kebutuhan beras pertahun sebanyak 494.485,42. Dan prediksi pada tahun 2022 kebutuhan beras sebanyak 596.178.222 kg. saran karena Presentase pertumbuhan penduduk Desa Blimbing setiap tahunya cukup  besar 4.1%, untuk menggurangi jumlah besarnya pertumbuhan penduduk maka masyarakat Desa Blimbing disarankan mengikuti program KB.Karena kebutuhan beras pada lima tahun mendatang gsemakin bertambah banyak maka hasil produksi beras harus lebih ditingkatkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan beras dimasa yang akan datang.Kata kunci: Proyeksi, Beras.
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Jabung (Brassica Juncea) Saptorini, Saptorini; Kustiani, Edy
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i1.608

Abstract

This research aims to determine the local microorganism liquid organic fertilizer MOL dose per polybag and the planting medium composition which has a good effect on the mustard greens (Brassica juncea) growth and yield. This research is a factorial experiment using a completely randomized design (CRD) with 3 replications and 2 factors: (1) MOL organic fertilizer (150; 200; 250 and 300 cc/polybag) dose and (2) the mix composition of growing media {top soil : sand : manure (1:1:1); top soil : sand : manure (2:1:1); top soil : sand: manure (1:2:1) and top soil: sand: manure (1:1:2)}. The data were analyzed using variance analysis followed by the least significant difference test (LSD) at the 5% level if the treatments were significantly different. The results showed that there was an interaction between the planting medium composition and the MOL organic fertilizer dose on the mustard greens (Brassica juncea) growth and yield on all observations parameters, namely: plant height, leaves amount, leaf area, roots amount, root length, wet and dry weight per plant. The best plant growth was indicated by the top soil : sand: manure (2:1:1) treatment and organic fertilizers (MOL 300 cc/polybag), which resulted in: average plant height, leaves amount, leaf area, roots amount, and the largest root length. The top soil : sand : manure (1:1:2) treatment and organic fertilizer MOL (300 cc/polybag) showed the largest crop yield that is the average wet weight per plant is 116.267 gram and the average dry weight per plant is 12,290 gram.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik cair MOL per polybag dan komposisi media tanam yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi jabung (Brassica juncea). Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan dan 2 faktor: (1) dosis pupuk organik MOL (150; 200; 250 dan 300 cc/polybag) dan (2) komposisi campuran media tanam {tanah top soil : pasir : pupuk kandang (1:1:1); tanah top soil : pasir : pupuk kandang (2:1:1); tanah top soil : pasir : pupuk kandang (1:2:1) dan tanah top soil : pasir : pupuk kandang (1:1:2)}. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% apabila perlakuan berbeda nyata. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi komposisi media tanam dan dosis pupuk organik MOL terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi jabung (Brassica juncea) pada semua parameter pengamatan, yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah akar, panjang akar, berat basah dan berat kering tanaman per tanaman. Pertumbuhan tanaman terbaik ditunjukkan oleh perlakuan campuran tanah top soil : pasir : pupuk kandang (2:1:1) dan pupuk organik (MOL 300 cc/polybag), yang menghasilkan: rata-rata tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah akar dan panjang akar terbesar. Perlakuan campuran tanah top soil : pasir : pupuk kandang (1:1:2) dan pupuk organik MOL (300 cc/polybag) menunjukkan hasil tanaman terbesar, yaitu rata-rata berat basah tanaman per tanaman sebesar 116,267 gram dan rata-rata berat kering tanaman per tanaman sebesar 12,290 gram.
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI NANAS SISTEM MITRA TANI DAN SISTEM KERJA SAMA USAHA (KSU) di LAHAN PT.PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN NGRANGKAH PAWON KEDIRI (Studi kasus di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri) WIWIEK ANDAJANI
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 1 (2017): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i1.305

Abstract

RINGKASANKerja sama pertanian nanas di PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri adalah suatu kerjasama antara dua belah pihak  pihak perkebunan sebagai pihak pemilik lahan yang menyiapkan lahan pertanian untuk disewakan ke petani sebagai pihak penyewa lahan perkebunan sekaligus sebagai penggarap untuk ditanami komoditi yang  ditentukan aturannya oleh pihak perusahaan, yaitu komoditi hortikultura tanaman nanas dengan konsep kerja sama, Sistem Mitra Tani dan Sistem Kerja Sama Usaha (KSUdengan harapan pendapatan perusahan maupun petani mengalami peningkatan. Penentuan daerah penelitian secara purposive di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Dipilihnya daerah ini karena desa tersebut terdapat perusahaan negara (BUMN) Badan Usaha Milik Negara. yaitu PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri dengan petani disekitar wilayah Desa Sepawon dengan sistem Mitra Tani dan sistem Kerja Sama Usaha (KSU). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui biaya produksi, hasil produksi  dan pendapatan bersih petani nanas rata – rata per hektarnya, Dari hasil analisadiketahui total biaya proses produksi nanas, sistem mitra tani adalah Rp. 66.291.050,- lebih besar dari biaya total produksi nanas dengan sistem kerja sama usaha (KSU) yaitu Rp. 57.474.333,33,-. Sedang produksi nanas rata rata per hektar untuk sistem mitra tani adalah 94.917 nanas dan sistem kerja sama usaha (KSU) 80.000 nanas. Sehinggakeuntungan rata – rata per hektarnya untuk sistem mitra tani adalah sebesar Rp. 43.973.533,33,- lebih rendah dari pada keuntungan yang diperoleh petani nanas sistem kerja sama usaha (KSU) adalah sebesar Rp. 62.012.142,86,-Kata Kunci: studi komparatif, pendapatan, sistem mitra tani, sistem kerjasama usaha.

Page 2 of 15 | Total Record : 145