cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 154 Documents
Pengaruh Penggunaan KNO3 pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) Fase Pre-Nursery Kresna Shifa Usodri; Bambang Utoyo
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1521

Abstract

Fulfillment of quality seeds in the effort of increasing oil palm productivity can be done by means of appropriate fertilization. One of the fertilizers that can be used to optimize seedling growth in the pre-nursery is by using KNO3. The objective of this research was to find out KNO3 concentration in optimizing the growth of oil palm seedlings in the prenursery phase. The research was conducted in the Oil Palm Nursery Unit of Politenik Negeri Lampung. The experimental design used was a single treatment with five replications. The treatments consisted of the recommended compound NPK fertilizer (P1), 1% concentration of KNO3 fertilizer (P2), 2% concentration of KNO3 fertilizer (P3), 3% concentration of KNO3 fertilizer (P4), and 4% concentration of KNO3 fertilizer (P5). Once the results of analysis of variance was significant, the analysis was proceeded with the least significant difference test (LSD) at significance level of 5%. The results showed that the application of KNO3 had a significant effect on the growth of oil palm seedlings in the pre-nursery phase. Application of KNO3 fertilizer with a concentration of 4% (P5) showed higher growth yields than other treatments in the pre-nursery phase of oil palm seedlings.Pemenuhan bibit berkualitas dalam upaya peningkatan produktivitas kelapa sawit, dapat dilakukan dengan cara pemilihan jenis pupuk yang sesuai. Salah satu pupuk yang dapat digunakan dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit di pre-nursery adalah dengan menggunakan KNO3. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk KNO3 yang tepat dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit pada fase pre-nursery. Penelitian dilakukan di Unit Pembibitan Kelapa Sawit, Politenik Negeri Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah perlakuan tunggal dengan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari pupuk NPK majemuk anjuran (P1), pupuk KNO3 konsentrasi 1% (P2), pupuk KNO3 konsentrasi 2% (P3), pupuk KNO3 konsentrasi 3% (P4), dan pupuk KNO3 konsentrasi 4% (P5). Apabila hasil dari analisis ragam signifikan, maka pengujian data dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi KNO3 berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery. Pemberian pupuk KNO3 dengan konsentrasi 4% (P5) menunjukkan hasil pertumbuhan bibit yang lebih optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada fase pre-nursery
Peranan Penyuluh Pertanian Terhadap Keberhasilan Penerepan Sistem Tanam Padi Jajar Legowo di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Satriya Bayu Aji; Tutut Dwi Sutiknjo; Elma Dinawati
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1075

Abstract

Acceleration of food self-sufficiency, especially rice, can be performed by providing optimal means of production, mechanization, technology, and intensive assistance to farmers. In order for these activities to be successful as expected, the government has intensively involved various parties to provide escort and assistance. One of the factors that determine the success of escorting and mentoring farmers is the involvement of agricultural extension agents. The speed of application of technological innovations and the way of working in agriculture can be channeled properly through extension activities. “Jajar Legowo” rice planting system is one of the innovations in the rice planting model. This system has been being implemented intensively in Pagung Village, Semen District, Kediri Regency. The successful application of “Jajar Legowo” planting system was the object of the study, especially in terms of the involvement of agricultural extension agents in assisting farmers in this village. This research employed descriptive quantitative and qualitative methods through survey. In addition, the research also utilized descriptive analysis and scoring through a Likert scale approach and simple linear regression. The results revealed that the role of agricultural extension agents was quite successful in encouraging farmers and their groups to apply the “Jajar Legowo” rice planting system.Percepatan swasembada pangan, khususnya padi dapat dilakukan dengan menyediakan sarana produksi secara optimal, mekanisasi, teknologi, dan pendampingan petani secara intensif. Supaya kegiatan tersebut berhasil sesuai dengan harapan, pemerintah secara intensif telah melibatkan berbagai pihak untuk melakukan pengawalan dan pendampinga. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengawalan dan pendampingan petani adalah dengan melibatkan penyuluh pertanian. Karena kecepatan penerapan inovasi teknologi maupun cara kerja di bidang pertanian bisa tersalurkan dengan baik melaui aktifitas penyuluhan. Sistem tanam padi jajar legowo merupakan salah satu inovasi dalam model penanaman padi. Sistem ini mulai dilakukan secara intensif di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Keberhasilan penerapan sistem tanam jajar legowo menjadi obyek dalam penelitian. Terutama dalam hal keterlibatan penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di desa ini. Penggunaan metode penelitian yaitu secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui teknik survei. Selain itu juga menggunakan analisa deskriptif dan skoring melalui pendekatan skala Likert dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran penyuluh pertanian cukup berhasil dalam mendorong petani dan kelompoknya untuk menerapkan sistem tanam padi jajar legowo.
Pengembangan Ekonomi Desa melalui Kampung Garam (Studi Kasus Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Madura) Wahyurini, Endang Tri; Hamidah, Emmy
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1064

Abstract

The purpose of this research was to obtain an overview and analyze the patterns of economic development in the village of Bunder, Pademawu Pamekasan District. The research employed descriptive analytical-qualitative methods. The research illustrated that the village of Bunder was a village on the coast with considerable salt potential. The majority of the people earned their living as salt farmers. Based on the Pamekasan Regent program to facilitate the management and economic development in the village, a thematic village was formed, the formation of these thematic villages based on the local potential of the region. Therefore, the village of Bunder was designated as "Village of Salt". The wealth and beautiful panorama of salt in this village motivated the community to build a "Salt Edu-tourism", a tourist destination besides conducting salt recrystallization efforts with a boiled salt system. The conclusion of the research was that the economic development of the village through the salt village was a form of competitive economic development.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan menganalisis pola pengembangan ekonomi desa di Desa Bunder Kecamatan Pademawu Pamekasan. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis kualitatif. Penelitian ini menggambarkan bahwa Desa Bunder merupakan   desa di pesisir dengan potensi garam yang cukup besar. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani garam. Berdasarkan program Bupati Pamekasan untuk memudahkan dalam pengelolaan dan pengembangan ekonomi di desa perlu dibentuk desa tematik, pembentukan desa tematik ini berbasis potensi lokal wilayah tersebut. Oleh karena maka Desa Bunder ditetapkan sebagai “Kampung Garam”. Kekayaan dan panorama garam yang indah di desa ini memberikan motivasi kepada masyarakat untuk membangun sebuah destinasi “Eduwisata Garam” selain itu juga dilakukan usaha rekristalisasi garam dengan sistem garam rebus. Simpulan penelitian bahwa pengembangan ekonomi desa melalui kampung garam adalah sebagai bentuk pembangunan ekonomi yang berdaya saing.
Keefektifan Patogenesitas Steirmema Carpocapsae (all strain) terhadap Hama Plutella xylostella L. Mariyono Mariyono; Eko Yuliarsha Sidhi; Nugraheni Hadiyanti
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1555

Abstract

The utilization of entomopathogenic nematodes is an example of the uses of an environmentally friendly biological agent. Entomopathogenic nematodes of the family Steinernematidae and Hetrorhabditidae are very potential to control insect pests. The purpose of this study was to study the pathogenicity of the entomopathogenic nematode Steinernema carpocapsae (all strains) as a biological control against Plutella xylostella. This research includes 2 stages, namely the preparation stage and laboratory experiments. The experimental design in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of six treatments and three replications. The treatments tested were entomopathogenic nematode concentrations consisting of six levels: 0, 8, 16, 32, 64 and 128 infective juvenile per ml. The LC50 and LT50 values were calculated using Probit analysis. The results of observations of nematodes that enter the insect body and pest mortality were analyzed using analysis of variance (ANOVA), once showing a significant difference, it was then continued to the DMRT test at 5% level. Based on the results of the study, the highest pathogenicity against Plutella xylostella was Steinernema carpocapsae (all strains) when compared to Steinernema glaseri (NC) and Steinernema sp. local isolates. Resistance to Steinernema carpocapsae (all strains) and the LC50 value were determined by the age of Plutella xylostella larvae. The bigger and older the larvae, the more its resistance to Steinernema carpocapsae (All strains) and the LC50 value. The number of entomopathogenic nematodes that enter the body of Plutella xylostella increased with increasing length of contact time.Penggunaan nematoda entomopatogen merupakan salah satu pemanfaatan agensia hayati yang ramah lingkungan. Nematoda entomopatogen dari famili Steinernematidae dan Hetrorhabditidae sangat potensial untuk mengendalikan serangga hama. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari patogenisitas nematoda entomopatogen Steinernema carpocapsae (all strain) sebagai pengendali hayati terhadap hama Plutella xylostella. Penelitian ini meliputi 2 tahap yaitu tahap persiapan dan percobaan laboratorium. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah konsentrasi nematoda entomopatogen yang terdiri enam taraf: 0, 8, 16, 32, 64 dan 128 infektif juvenile/ml. Nilai LC50 dan LT50 dihitung menggunakan analisis probit. Hasil pengamatan nematoda yang masuk dalam tubuh serangga dan mortalitas hama dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), apabila menunjukkan beda nyata dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, patogenisitas tertinggi terhadap Plutella xylostella adalah Steinernema carpocapsae (all strain) bila dibandingkan dengan Steinernema glaseri (NC) dan Steinernema sp. isolat lokal. Ketahanan terhadap Steinernema carpocapsae (All strain) dan nilai LC50 ditentukan umur larva Plutella xylostella. Semakin besar dan tua umur larva, ketahanan terhadap Steinernema carpocapsae (All strain) dan nilai LC50 juga semakin meningkat. Jumlah nematoda entomopatogen yang masuk kedalam tubuh Plutella xylostella semakin banyak seiring dengan bertambah lamanya waktu kontak.
Pengaruh Motivasi, Lingkungan dan Pengalaman Pemuda Tani dalam Melanjutkan Usahatani Kopi di Desa Kelurahan Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Fadhlan Jamil Putra; Tutik Dalmiyatun; Agus Subhan Prasetyo
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1416

Abstract

Tani Rahayu farmer group hopes that the youth in the Kelurahan Village will continue and develop coffee farming on their own accord. A study aimed to analyze the interest of rural youth in continuing coffee farming in the Kelurahan Village, Jambu District, Semarang Regency, to analyze the factors that influence rural youth in continuing coffee farming, and to analyze the influence of motivation, experience, and environmental factors on youth interest in continuing coffee farming. The Kelurahan Village was chosen as research location based on the consideration that the farmer groups in Kelurahan Villages have developed an agritourism. The number of samples was determined by census from the youth whose parents were members of the Tani Rahayu farmer group as many as 39 youths. Data collection was carried out by conducting interviews based on a prepared questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that motivation is the variable that most influenced the youth's interest in Tani Rahayu farmer groups. Experience and the environment influence youth interests as well. Youth interest will arise when motivation, experience, and environment support youth in continuing coffee farming.Kelompok tani rahayu memiliki harapan kepada pemuda di Desa Kelurahan untuk melanjutkan dan mengembangkan usahatani kopi atas keinginannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat pemuda pedesaan dalam melanjutkan usahatani kopi di Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, menganalisis faktor yang mempengaruhi pemuda desa dalam melanjutkan usahatani, dan menganalisis pengaruh faktor motivasi, pengalaman, lingkungan terhadap minat pemuda dalam melanjutkan usahatani. Desa Kelurahan dipilih sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa Desa Kelurahan memiliki kelompok tani yang mengembangkan agrowisata. Jumlah sampel ditentukan dari pemuda yang orang tuanya tergabung di kelompok tani rahayu sebanyak 39 pemuda sebagai responden, sedangkan penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil diketahui bahwa motivasi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap minat pemuda di kelompok tani rahayu. Pengalaman dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap minat pemuda. Minat pemuda akan timbul ketika motivasi, pengalaman dan lingkungan mendukung pemuda dalam melanjutkan usahatani.
Analisis Pemasaran Usahatani Cabai Merah Keriting dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang Zuriah Wirya, Yudhi; Novitarini, Endah; Fahrurozi, M.
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1056

Abstract

The purpose of this study was to 1) identify the marketing channels, analyze marketing costs, marketing margins, and farmer's share of curly red chilies, and 2) calculate the magnitude of the income contribution of curly red chili farming to household income. This research was conducted in Sei Selincah Subdistrict, Kalidoni District, Palembang City in January 2020. The research method used was a survey. The sampling method was carried out purposively with a total sample of 20 farmers from 215 members of the curly red chili farmer population, while the sampling method of the marketing agencies used snowball sampling to marketing institutions in the research location. The results showed that there were 3 marketing channels of curly red chili in Sei Selincah Subdistrict, namely a) farmers-collecting merchants-consumers, b) farmer-wholesalers-retailers-consumers, and c) farmers-large collecting merchants-Lemabang markets-retailers-consumers. The costs of each marketing channel, respectively, was IDR570, IDR740, and IDR733 with a marketing margin of IDR5,000, IDR6,500, and IDR7,667. Farmer’s shares were consecutively 85.7 percent, 71.1 percent, and 58.8 percent. Furthermore, the contribution of income from curly red chili farming to household income of 89.6 percent was classified as a large criterion.Tujuan penelitian ini untuk 1) mengidentifikasi saluran pemasaran cabe merah keriting, menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran dan farmer’s share cabai merah kertiting, dan 2) menghitung besarnya kontribusi usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang pada bulan Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penarikan contoh dilakukan secara sengaja dengan jumlah sampel sebanyak 20 petani contoh dari 215 anggota populasi petani cabai merah kerting, sedangkan metode pengambilan lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling terhadap lembaga pemasaran di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah, yaitu a) petani -pedagang pengumpul-konsumen, b) petani-pedagang besar-pedagang pengecerkonsumen, c) petani-pedagang pengepul besar-pasar Lemabang-pedagang pengecerkonsumen. Biaya pemasaran masing-masing adalah Rp570, Rp740, dan Rp733 dengan margin pemasaran berturut-turut Rp5000, Rp6.500, dan Rp7.667. Farmer’s share secara berurutan adalah 85,7 persen, 71,1 persen, dan 58.8 persen. Selanjutnya kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga sebesar 89.6 persen tergolong kriteria besar.
Kajian Kesesuaian Lahan Perkebunan Kopi Rakyat Kawasan Lereng Gunung Arjuna Kabupaten Malang Widayani, Dimas Prakoswo; Usodri, Kresna Shifa
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1036

Abstract

Mount Arjuna is a mountainous area with forests and several cultivated plants located in Malang Regency, East Java. The forest is a complex area that is used as a protected area, research and production forest for agricultural commodities. The complex is located in the forest resulted in highly varied environmental conditions. The forest consists of several areas, namely protected forest, production forest, coffee plantation, and seasonal plantations. The Arjuna mountain area has several stands including pine and mahogany, but most of it is filled with pines by 90% and mahogany trees around 10%. Most of the coffee plants found in the Arjuna mountain forest area are Arabica coffee, while the rest is robusta coffee. This research was conducted on the slopes of Mount Arjuna, located in Sumbersari Village, Karangploso District, Malang Regency, East Java. This research was conducted from July to October 2017. This research employed a survey method by taking several sample points that represent the coffee plants in the area. Several sampling plots for land suitability analysis were identified in the area: The observation stages were carried out by taking air temperature data using a thermohygrometer by taking the minimum and maximum temperature data, taking air humidity using a thermohigrometer as well as minimum and maximum data and light intensity data using lux meters, taking soil samples to measure nutrients and soil fertility, and measuring the height and slope of the land. The results of the observations that have been made will be analyzed using the land suitability analysis method, by adjusting the area's data with the land suitability level for robusta and arabica coffee plants.Gunung Arjuna merupakan kawasan pegunungan dengan hutan serta beberapa tanaman budidaya yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hutan tersebut merupakan kawasan kompleks yang dimanfaatkan sebagai kawasan lindung, riset dan juga hutan produksi untuk komoditas pertanian. Kondisi hutan yang kompleks mengakibatkan kondisi lingkungan tersebut sangat bervariatif. Hutan terdiri dari beberapa kawasanya, yaitu hutan lindung, hutan produksi, perkebunan kopi serta kawasan tanaman semusim. Kawasan gunung Arjuna memiliki beberapa tegakan diantaranya pinus dan mahoni namun sebagian besar dipenuhi oleh pinus sebesar 90% dan pohon mahoni berkisar 10%. Sebagian besar tanaman kopi yang terdapat pada kawasan hutan gunung Arjuna adalah jenis kopi arabika sedangkan sisanya adalah kopi robusta. Penelitian ini dilakukan di kawasan lereng Gunung Arjuna, Terletak di Desa Sumbersari, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli–Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil beberapa titik sampel yang mewakili yang mewakili tanaman kopi di kawasan tesebut. Beberapa plot sampel pengambilan sampel untuk analisis kesesuaian lahan diidentifikasi pada kawasan: Adapun tahapan pengamatan yang dilakukanya itu pengambilan data suhu udara menggunakan termohigrometer dengan mengambil data suhu minimum dan maksimum, pengambilan kelembapan udara dengan alat termohigrometer juga data minimum dan maksimum serta data intensitas cahaya menggunakan lux meter, pengambilan sampel tanah untuk mengukur hara serta kesuburan tanah, mengukur ketinggian serta tingkat kelerengan lahan. Hasil pengamatan yang telah dilakukan akan dianalisis menggunakan metode analisis kesesuaian lahan, dengan menyesuaikan data kawasan tersebut dengan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman kopi robusta dan arabika.
Studi Komparasi Usaha Budidaya Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cening (Klon TK 386) dan Varietas PS 864 di Kabupaten Tuban Jawa Timur Ni Dewi Ambal Ikka; Ika Purnamasari; Moch. Setiawan
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1553

Abstract

Currently, farmers cultivate several varieties of sugarcane. This causes difficulties for sugarcane farmers to determine which varieties are the best in achieving farming efficiency. This study was aimed to determine the income from sugarcane cultivation of cening variety (Clon TK 386) and PS 864 variety and to compare the efficiency of both varieties. Methods of data analysis was a quantitative analysis, namely the income analysis, R/C Ratio, and t-test. The results showed that the total costs incurred for sugarcane cultivation were IDR 32,845,000 from cening variety and IDR 32,310,000 from PS 864 variety. Revenue earned from the cening variety was IDR 63,864,400 with an income of IDR 31,019,400. Meanwhile, the revenue earned from PS 864 variety was IDR 59,187,800 with an income of IDR 26,877,800. In the cening variety sugarcane cultivation business, the R/C Ratio value was 1.94, while for the PS 864 variety, the R/C Ratio value was 1.83. A ratio greater than 1 indicated that both the cening variety and PA 864 sugarcane cultivation was profitable and feasible. The results of the t-test showed that the efficiency level of the cening variety sugarcane cultivation resulted in a higher business efficiency than the efficiency of the PS864 sugarcane cultivation. Based on the research results, it can be recommended that cening sugarcane cultivation (Clon TK 386) should be developed because it is more profitable and efficient. Saat ini banyak varietas tebu yang dibudidayakan oleh petani. Banyaknya varietas tersebut akan menimbulkan kesulitan bagi petani tebu untuk menentukan varietas mana yang akan dikembangkan dan mencapai efisiensi usahatani yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha budidaya tebu varietas cening (Klon TK 386) dan varietas PS 864 serta untuk mengetahui perbandingan efisiensi usaha budidaya tebu varietas cening (Klon TK 386) dan varietas PS 864. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis R/C ratio dan Uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan biaya total yang dikeluarkan untuk usaha budidaya tebu yaitu sebesar Rp 32.845.000,00 (varietas cening) dan Rp 32.310.000,00 (varietas PS 864). Penerimaan usaha budidaya tebu varietas cening sebesar Rp 63.864.400,00 dengan pendapatan sebesar Rp 31.019.400,00. Sedangkan penerimaan usaha budidaya tebu varietas PS 864 sebesar Rp 59.187.800,00 dengan pendapatan sebesar Rp 26.877.800,00. Pada usaha budidaya tebu varietas cening diperoleh nilai R/C Ratio 1,94, sedangkan untuk varietas PS 864 diperoleh nilai R/C Ratio 1,83. Besarnya Ratio lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa usaha budidaya tebu varietas cening dan varietas PA 864 menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hasil uji T-test menunjukkan tingkat efisiensi usaha budidaya tebu varietas cening menghasilkan efisiensi usaha yang lebih tinggi dibanding efisiensi usaha budidaya tebu varietas PS864. Berdasarkan hasil penelitian dapat direkomendasikan usaha budidaya tebu varietas Cenning (KLON TK 386) perlu dikembangkan karena lebih menguntungkan dan efisien.
Tingkat Kinerja Petugas Lapang Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dI Kecamatan Getasan Sumekar, Wulan; Prasetyo, Agus Subhan; Nadhila, Fiska Irsina
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i1.1538

Abstract

The main thing needed in the implementation of the cattle business insurance program (AUTS) to run effectively and achieve its goals is the presence of professional field officers. The professionalism of field officers is closely related to the level of their performance. One of the problems occurring in implementing the field program is the low performance of the field officers. Therefore, this research was conducted to measure the performance level of the AUTS field officers by survey research. The research was conducted in Getasan District, Semarang Regency. The research location was selected with the consideration that this location is the centre of dairy cattle in Semarang Regency and has implemented the AUTS program. The technique of determining the respondents used was purposive sampling with the number of respondents who were taken as many as 56 breeders. Respondents were selected based on dairy farmers who have doing insurance claims. This study uses descriptive analysis and ranks Spearman correlation analysis. Overall, the results of the study indicate that the performance of the field officers is in a good category. This condition is supported by good knowledge, skills, and attitudes shown by field officers in carrying out the AUTS program. Based on the results of Spearman rank analysis showed that variables of knowledge and attitude have a highly strong correlation with the value of Rs respectively 0.84 and 0.73. The skill variable has a relatively weak correlation with the value of Rs 0.70. In addition, variables of knowledge, skills, and attitudes have a positive relationship and statistically significant. Hal utama yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program asuransi usaha ternak sapi (AUTS) supaya berjalan efektif dan tercapainya tujuan diperlukan keberdaan dari petugas lapang yang professional. Profesionalitas petugas lapang erat kaitannya dengan tingkat kinerja. Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan program dilapangan salah satunya disebabkan oleh rendahnya kinerja dari petugas lapang. Oleh karena itu, penelitian ini dillakukan bertujuan untuk mengukur tingkat kinerja petugas lapang AUTS. Penelitian ini adalah penelitian survei. Penelitian dilakukan di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Lokasi penelitian dipilih dengan pertimbangan bahwa lokasi ini merupakan sentra sapi perah di Kabupaten Semarang dan telah menjalankan program AUTS. Teknik penentuan responden yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden yang di ambil sebanyak 56 peternak. Responden dipilih berdasarkan peternak yang sudah pernah melakukan klaim asuransi ternak. Penelitian ini menggunakan analisis diskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Secara kesuluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas lapang berada pada kategori baik. Kondisi ini didukung dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petugas yang baik dalam menjalankan program AUTS. Dari analisis rank spearman didapatkan hasil variabel pengetahuan dan sikap memliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai Rs masing-masing 0,84 dan 0,73. Sedangkan variabel ketrampilan pertugas lapang tergolong dalam katogori kuat dengan nilai Rs 0.70. Selain itu variabel pengetahuan, ketrampilan dan sikap memliki arah hubungan yang positif, signifikan dan nyata.
Aktivitas dan Tingkat Partisipasi Anggota dalam Usahatani Ternak Sapi Perah di Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu Gunungpati, Kota Semarang Prasetyo, Agus Subhan; Sumekar, Wulan; Kurniasari, Dwiyana Anela; Musabikin, Ali
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v4i2.1053

Abstract

One of many activities of members in Rejeki Lumintu’s Cattle Farmers Group is farming of dairy cows. This study aimed to describe and analyze the activities and levels of members participation in Rejeki Lumintu’s Cattle Farmers Group, Gunungpati, Semarang City. Participation is the level of an individual’s willingness to participate in activities organized by the group in an effort to achieve group goals. This study employed a descriptive analysis approach using a Likert scale. The results showed that the dairy farming activities started from upstream to downstream. Meanwhile, the level of participation of members in dairy farming obtained a score of 12.61 with a presentation of 84.09% into the high category. This meant that members of Rejeki Lumintu’s Cattle Farmers Group have participated well in every activity carried out by the group.Kegiatan anggota dalam Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu mengandung beberapa aktivitas berupa kegiatan usahatani dibidang sapi perah. Partisipasi merupakan tingkat kemauan individu dalam mengikuti kegiatan yang diselanggarakan oleh kelompok dalam upaya untuk mencapai tujuan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganlisis aktivitas dan tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah di Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu, Gunungpati, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas usatani sapi perah mulai dari hulu sampai hilir. Sedangkan untuk tingkat partisipasi anggota dalam usahatani sapi perah memperoleh skor 12,61 dengan presentasi 84,09 % masuk kedalam kategori tinggi. Artinya anggota kelompok tani ternak Rejeki Lumintu telah berpartisipasi dengan baik dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh kelompok. 

Page 6 of 16 | Total Record : 154