cover
Contact Name
Nina Lisanty
Contact Email
agrinika@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285832787581
Journal Mail Official
agrinika@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng No. 1 Bd. A-03 Agriculture Faculty, Kadiri University, Kediri City, East Java, Indonesia 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25793659     EISSN : 27212807     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrinika is a peer-review scholarly publication which publishes research articles and critical reviews from every area of agricultural sciences and plant science. Scope of the journal includes agricultural socioeconomics and management, agricultural extension, agricultural engineering, plant production, plant breeding, plant protection, food science and technology, and agricultural environment resources. Manuscripts on those fields are welcomed to be submitted and reviewed in this journal.
Articles 145 Documents
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kabupaten Jember Melalui Learning organization Sebagai Variabel Intervening Muhammad Abdul Gofur; Sri Sundari; Tanti Kustiari
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i2.1908

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) are productive economic enterprises owned by individuals and entities as regulated in Law No. 20 of 2008. Culinary SMEs are sub-sectors of the creative economy that have great potential. The problems that exist in culinary SMEs are very many, especially HR problems that can affect performance. It is necessary to have human resources who have a leadership spirit who can later implement learning organizations to improve the performance of culinary SMEs. The purpose of the study was to determine the influence of leadership and learning organization on the performance of culinary SMEs in Jember Regency, either directly or indirectly. The research employed quantitative descriptive. The research location was in Jember Regency. The number of research samples was 98 respondents. The data analysis method used path analysis. The results of the leadership analysis influence in developing a learning organization. Leadership has a role in developing the performance of culinary SMEs both directly and indirectly. Learning organization influenced the development of the performance of culinary SMEs. All of the research hypotheses were accepted. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah kegiatan yang berisi tentang ekonomi produktif. Adapun pemiliknya adalah satu orang maupun organisasi yang tertuang dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2008. UMKM kuliner merupakan subsektor ekonomi kreatif yang mempunyai potensi besar. Permasalahan yang ada pada UMKM kuliner sangat banyak terutama permasalahan SDM yang dapat mempengaruhi kinerja, sehingga diperlukan SDM yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang nantinya dapat menerapkan learning organization untuk peningkatan kinerja UMKM kuliner. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemimpinan dan learning organization pada kinerja UMKM kuliner di Kabupaten Jember baik langsung maupun tidak langsung Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Kabupaten Jember. Jumlah sampel penelitian 98 responden. Metode analisis data menggunakan analisis jalur. Hasil analisis kepemimpinan mempunyai pengaruh dalam mengembangkan learning organization. Kepemimpinan mempunyai peran dalam mengembangkan kinerja UMKM kuliner baik secara langsung maupun tidal langsung. Learning organization mempunyai pengaruh dalam mengembangkan kinerja UMKM kuliner. Hipotesis penelitian ini diterima semua. 
Pengembangan Usaha Agroindustri Noni (mengkudu) dengan Pendekatan Decission Support System Andika Putra Setiawan; Abdoel Djamali; Danang Kumara Hadi; Risa Martha; Satriya Bayu Aji
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i2.1983

Abstract

Noni or pace (Morinda citrifolia) is a medicinal plant with much interest from entrepreneurs in the traditional medicine industry and researchers in various countries. This study aimed to design the development of an agro-industry business (UD. ZAM) to increase competitiveness. The design of this research was descriptive using the expert system method. The analysis technique employed the MSME DSS software version 2.0 with a legal, marketing, management, human resources, environmental, and financial analysis model to design a Decision Support System. The results obtained were that UD. ZAM already had complete business legalization, such as Company Registration Certificate (TDP) 13.07.5.47.25386, Trading Business License (SIUP) 503/0087/411/2015, Taxpayer Identification Number (NPWP) 72.691.633.1-626.000, and Permit Industrial Business (IUI) 503/3212/411/2015, and P-IRT NO2133509103570-21. Therefore, with the license certificate, UD. ZAM was legal. In the marketing of noni products so far, it is export-oriented, which has advantages so that it can be developed. In terms of production performance, it shows the required production process and aspects of human resources provided by UD. ZAM standard regional minimum wage (UMR) and employment in rural areas, in a high feasibility environment, because it was easy to obtain materials and in financial aspects such as the assumption of an interest rate of 15%, break event point (BEP) quantity 25,833.87 and ( BEP) sales 261.397.03.77, benefit coast ratio (BCR) 2.35, payback period 1.23, net present value (NPV) 18.066.137.185.78, probability index (PI) 11, 28, and internal rate of return (IRR) 56.44. Keywords: Noni Agroindustry; Decision Support System (DSS).Mengkudu (Morinda citrifolia) adalah tanaman obat yang banyak peminatnya dari kalangan pengusaha industri obat tradisional dan peneliti diberbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengembangan usaha agroindustri UD. ZAM untuk meningkatkan daya saing. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode expert system. Teknik analisis menggunakan software DSS UMKM version 2.0 dengan model analisis aspek hukum, aspek pemasaran, aspek produksi, aspek manajemen dan sumber daya manusia, aspek lingkungan, dan aspek keuangan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah UD. ZAM telah memiliki kelengkapan legalisasi usaha Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 13.07.5.47.25386, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 503/0087/411/2015, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 72.691.633.1-626.000, Izin Usaha Industri (IUI) 503/3212/411/2015, dan P-IRT NO2133509103570-21. Pemasaran produk noni selama ini berorientasi ekspor yang memiliki kelebihan kepastian pasar sehingga layak untuk dikembangkan, pada aspek kinerja produksi menunjukkan tingkat kelayakan rendah, aspek sumber daya manusia sistem upah yang diberikan oleh UD. ZAM standart Upah Minimum Regional (UMR) dan memberi lapangan pekerjaan pada masyarakat pedesaan, pada aspek kinerja lingkungan tingkat kelayakan tinggi, karena selama ini mudah untuk mendapatkan bahan baku, pada aspek keuangan seperti asumsi tingkat bunga sebesar 15%, break event point (BEP) kuantitas 25.833.87 maupun (BEP) penjualan 261.397.03,77,benefit coast ratio (BCR) 2,35, payback period 1,23, net present value (NPV) 18.066.137.185,78, probability index (PI) 11,28, dan internal rate of return(IRR) 56,44 maka layak dikembangkan lebih lanjut
Pengaruh Penggunaan Mulsa dan Pupuk NPK Terhadap Produktivitas Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.2281

Abstract

Mung beans (Vigna radiata L.) are an essential food source supporting the food diversification program. Mulch and fertilization are among some means to increase the productivity of mung beans. A study was aimed to determine the effect of using mulch and NPK fertilizer on the productivity of mung beans. This study employed an environmental design, namely a two-factor Randomized Block Design. The tested factors included straw mulch and the dosage of NPK fertilizer. Mulch consisted of two levels, which were without and with straw mulch. The dosage of NPK fertilizer comprised of three levels, namely 100 gr/plant, 150 gr/plant, and 200 gr/plant. From the two factors, six treatment combinations were obtained with four replications so that there were 24 treatments combination. The result data was analysed by analysis of variance (ANOVA) if the treatment showed a difference, continued with the Least Significant Difference (LSD) test at 5% level. The use of mulch could increase the plant height from 3.39 to 5.17 cm, 4.8% of the number of leaves, 32% of dry seed weight consumption per plant, 3% of wet weight, and 33% of plant dry weight compared to no mulch. The dosage of NPK fertilizer by 150 grams/plant gave the best results on the productivity of mung beans. The use of mulch and NPK fertilizer did not show interaction on the productivity of mung beans. Kacang hijau merupakan sumber penting untuk menunjang program diversifikasi pangan. Peningkatan produktivitas kacang hijau dapat dilakukan melalui pemupukan dan rekayasa lingkungan dengan mulsa. Penelitian bertujuan untuk mempelajari penggunaan mulsa, pupuk NPK dan interaksinya terhadap produktivitas tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama yaitu penggunaan mulsa terdiri atas 2 taraf: tanpa mulsa dan mulsa jerami. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri atas 3 taraf: 100 gr/tanaman, 150 gr/tanaman, dan 200 gr/tanaman. Kombinasi perlakuan sebanyak 6 dan pengulangan 4 kali sehingga terdapat 24 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA), apabila perlakuan menunjukkan perbedaan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Penggunaan mulsa jerami mampu meningkatkan tinggi tanaman kacang hijau 3.39-5.17 cm, jumlah daun 4.8%, berat biji kering konsumsi per tanaman 32%, berat kering 33% dan berat basah tanaman 3% dibandingkan tanpa mulsa. Pupuk NPK dosis 150 gram/tanaman memberikan hasil terbaik terhadap produkstivitas kacang hijau. Penggunaan mulsa dan pupuk NPK tidak menunjukkan interaksi terhadap produktivitas kacang hijau.
Identifikasi Perempuan Penggerak Agribisnis Sayur Organik Menyiasati Masa Pandemik di Konten Digital dalam Perspektif Greimas Rustono Farady Marta; Octavia Putri Tjajadi; Julia Loisa
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.2107

Abstract

When the pandemic hit, the family's economy became less stable. Such a situation is when women's role is needed and has an impact on the family economy. One of the women in the city of Blitar opened an agribusiness of organic vegetables harvested from her garden. Her optimistic attitude made the business survive facing the changing events. A study was aimed to analyze how the woman's upbeat attitude survived in the pandemic era regarding business in the agriculture sector (agribusiness). The study employed a qualitative approach and interpretive paradigm. It analyzed a news coverage video with semiotics square analysis from AJ Greimas. The results include the priority dimension was personalization. The subject saw that external problems (the pandemic) could be resolved. Moreover, there was a pervasiveness dimension: belief for the situation to get better. The study results found that in the era of the COVID-19 pandemic, the role of women and their optimistic attitude were required to drive and survive the business. In conclusion, to achieve success in starting or conducting a business, self-confidence and an attitude of optimism are essential, which sees the challenges of life are temporary and will improve in the future.Ketika pandemi melanda, ekonomi keluarga pun menjadi kurang stabil. Di sinilah, peran perempuan diperlukan dan berdampak bagi ekonomi keluarga. Salah satu perempuan di kota Blitar, membuka usaha agribisnis dengan menjual sayuran organik yang ia tanam di pekarangan rumahnya cukup menghasilkan keuntungan. Hal ini berkaitan dengan sikap optimisme yang dimiliki perempuan, untuk tetap bertahan dalam keadaan menghadapi perubahan peristiwa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana sikap optimisme perempuan tersebut bertahan di era pandemic dengan membuka bisnis sayur organik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif serta paradigma interpretif dan menganalisis sebuah video liputan berita dengan analisis semiotika square dari AJ Greimas. Hasil penelitian ini meliputi dimensi yang diutamakan adalah personalisasi, dimana subjek melihat masalah eksternal (pandemi Corona) dapat terselesaikan dan adanya dimensi pervasiveness, yakni keyakinan akan menjadi lebih baik. Hasil penelitian ditemukan bahwa di era pandemi COVID-19, peran perempuan dan sikap optimis perempuan diperlukan demi bertahan hidup dan mengerakkan bisnis. Kesimpulan dari penelitian ini untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis atau membuka bisnis maka diperlukan keyakinan diri serta serta sikap optimisme yang melihat tantangan hidup seperti di era pandemi ini bersifat sementara dan akan menjadi lebih baik di masa depan.
Status Keberlanjutan Usahatani Padi Organik di Kabupaten Jember dan Bondowoso Suci Cita Eka Nurhidayat; Sri Sundari; Bayu Rudiyanto
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.2137

Abstract

Indonesia, a tropical country, is highly suitable for agriculture. As a staple food, rice has an essential role in the national economy. Jember and Bondowoso Regencies of East Java Province are areas that produce organic rice. The difference in the production of the two regencies affects the yield of organic rice. The study was aimed to describe the condition of the sustainability of organic crop farming in Jember and Bondowoso Regency. The study method was Multi-Dimensional Scaling (MDS) to analyze the five dimensions of sustainability. The study results showed that Jember Regency's agriculture was "fairly sustainable", while in Bondowoso Regency was "good and highly sustainable". Currently, Jember Regency has only a small number of organic rice farmers, while Bondowoso Regency has approximately 100 organic rice farmers. In other words, organic farming in Jember Regency requires evaluation and development. Efforts to be considered regarding the development include the main levers obtained from the priority attributes in the leverage analysis of each dimension.Indonesia negara yang beriklim tropis cocok jika dimanfaatkan untuk usaha pertanian. Sebagai makanan pokok bangsa, usaha pertanian utama Indonesia, yaitu tanaman padi, mempunyai peran penting bagi perekonomian nasional. Kabupaten Jember dan Bondowoso di Provinsi Jawa Timur termasuk daerah yang memproduksi padi organik. Perbedaan produksi dari kedua kabupaten tersebut mempengaruhi hasil panen padi organik. Penelitian dilakukan di kedua lokasi tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi keberlanjutan usahatani tanaman organik di Jember dan Bondowoso. Metode yang digunakan yaitu Multi-Dimensional Scaling untuk dapat menganalisis lima dimensi keberlanjutan. Hasil analisis menyatakan bahwa usahatani pada Kabupaten Jember “cukup berkelanjutan”, sedangkan pada Kabupaten Bondowoso “baik sangat berkelanjutan”. Petani produsen padi organik di Kabupaten Jember saat ini masih sedikit, sedangkan di Kabupaten Bondowoso mencapai sekitar 100 petani padi organik yang bergabung dalam gabungan kelompok tani. Dengan demikian, usahatani padi organik di Kabupaten Jember memerlukan adanya evaluasi dan pengembangan. Upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan adalah dengan mempertimbangkan faktor pengungkit utama yang diperoleh dari atribut prioritas pada laverage analysis masing-masing dimensi.
Karakterisasi POC (Pupuk Organik Cair) Berbasis Limbah Dapur Dari Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.1987

Abstract

Kitchen waste, either the organic or the inorganic ones, accumulated on landfills causes environmental and health problems. Composting is an alternative that reduces environmental problems while producing Liquid Organic Fertilizers (LOF). This research was aimed to examine the LOF character made of organic kitchen waste from Darussalam Gontor University, Girls Campus. The research was conducted by composting 10 kg of kitchen waste (comprised of banana peel, rotten watermelon, and vegetable waste), 20 liters of rice washing water, 10 kg of eggshell, 1 kg of sugar, 1 liter of EM4 (decomposing microorganism), and 80 liters of water. The liquid fertilizer produced was analyzed physically, namely from the color, smell, and presence of insect larvae. Chemical analysis was carried out for the content of C-organic, organic matter N, P, and K). C-organic and other organic matter content were analyzed using the Walkley & Black method. Total N content was analyzed using the Kjeldahl method. The content of P and K were analyzed by the extraction method of HNO3 and HClO4. The liquid fertilizer produced was yellowish-brown in color, did not have a bad smell, and did not contain insect larvae. Its nutrient content, respectively C-organic, other organic matters, N, P, and K were 0.74%; 1.27%; 0.13%; 0.015%; and 0.10%. The fertilizer produced had not met the standards of the Ministry of Agriculture No. 261 of 2019. Further studies are needed with the addition of animal manure and the composition of the ratio of organic matter to water. Limbah organik dapur yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan. Pengomposan sebagai salah satu alternatif mengurangi masalah lingkungan dari limbah organik dapur dan menghasilkan POC (Pupuk Organik Cair). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter POC limbah organik dapur dari Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri. Penelitian dilakukan dengan cara mengomposkan limbah dapur 10 kg (kulit pisang, semangka busuk dan limbah sayuran), air cucian beras 20 L, cangkang telur 10 kg, gula 1 kg, EM4 1 L dan air 80 L. POC yang dihasilkan dianalisa secara fisik (warna, bau dan kehadiran larva serangga) dan analisa kimia (kandungan C-organik, bahan organik, N, P dan K). Kandungan C-organik dan Bahan organik dianalisa dengan metode Walkley & Black. Kandungan N total dianalisa dengan menggunakan metode Kjeldhal. Kandungan P dan K dianalasi dengan metode ekstraksi HNO3 dan HClO4. POC yang dihasilkan berwarna coklat kekuningan, tidak berbau busuk dan tidak mengandung larva serangga. Kandungan unsur hara POC yaitu: C organik 0,74%; bahan organik 1,27%; N 0,13%; P 0,015%; K 0,10%. POC yang dihasilkan belum memenuhi standar Permentan No. 261 Tahun 2019, sehingga perlu kajian lebih lanjut dengan komposisi penambahan kotoran hewan dan komposisi perbandingan bahan organik dengan air. 
Dinamika Ketersediaan Pangan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Kota Malang Dita Atasa; Dona Wahyuning Laily; Prasmita Dian Wijayanti
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.2171

Abstract

The phenomenon of agricultural land conversion always experiences an increasing trend each year. Consequently, as the main factor in food production, land conversion affects regional food availability. This study aims to determine the availability of food, the composition of food diversity, the dynamics of the agricultural land conversion, and its relationship with food availability in Malang. The secondary data regarding agriculture and demographics from related institutions from the year 2018 to 2020 were employed in the study. The analysis included the Food Balance Sheet (FBS), Food Dietary Patterns (FDP), and Pearson correlation. The results showed that there was a decrease in energy availability from 2018-2020, the value was 2,667 kcal/capita/day, 2,195 kcal/capita/day, and 2,174 kcal/capita/day. Meanwhile, the availability of protein fluctuated, as there was a decrease from 71.22 g/capita/day in 2018 to 53.29 g/capita/day in 2019, then increased to 62.25 in 2020. The quality of food availability was based on the composition of the diversity of food groups from 2018 to 2020, which had not been diverse. The PPH score was less than 100, which had not reached the ideal score, respectively of 77.9; 69.67; and 88.26. Furthermore, each year there was an increase in the agricultural land conversion area to the non-agricultural sector, with an average of 33.5 ha. However, the results of the Pearson correlation stated that the area of agricultural land and energy availability did not have a significant correlation. These results were suspected due to the majority of food availability of Malang originating from the outside regions. Fenomena alih fungsi lahan pertanian selalu mengalami tren peningkatan setiap tahunnya. Padahal, lahan menjadi faktor utama dalam produksi pangan yang berpengaruh pada ketersediaan pangan suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan pangan, komposisi keragaman pangan, dinamika alih fungsi lahan pertanian dan hubungannya dengan ketersediaan pangan Kota Malang. Data yang digunakanan adalah data sekunder berasal tahun 2018-2020 berasal dari instansi pertanian dan kependudukan. Analisis yang digunakan merupakan Neraca Bahan Makanan (NBM), Pola Pangan Harapan (PPH) dan pearson correlation. Hasil diperoleh bahwa terjadi penurunan ketersediaan energi dari tahun 2018-2020, nilai tersebut adalah 2.667 kkal/kapita/hari, 2.195 kkal/kapita/hari, 2.174 kkal/kapita/hari. Sedangkan ketersediaan protein berfluktuatif, terjadi penurunan dari 71,22 gr/kapita/hari tahun 2018 menjadi 53,29 gr/kapita/hari tahun 2019, selanjutnya mengalami kenaikan menjadi 62,25 pada tahun 2020. Kualitas ketersediaan pangan berdasarkan komposisi keragaman kelompok pangan dari tahun 2018-2020 belum beragam. Hal ini dapat diketahui berdasarkan hasil yang didapat skor PPH < 100 belum mencapai skor ideal, dengan skor masing-masing sebesar 77,9; 69,67; dan 88,26. Selanjutnya, setiap tahunnya terjadi peningkatan alih fungsi lahan pertanian ke sektor non pertanian, dengan rata-rata sebesar 33,5 ha. Sedangkan, hasil pearson correlation menyatakan luas lahan pertanian dan ketersediaan energi tidak memiliki korelasi yang signinifikan. Hasil tersebut diduga karena ketersediaan pangan mayoritas berasal dari bahan pangan yang berasal dari luar Kota Malang. 
Evaluasi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kabupaten Bondowoso
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.2051

Abstract

This study aimed to evaluate and analyze the effect of the process, input, outcome, and output on the Rural Agribusiness Development Program (RADP) by using regression analysis. The study evaluated the program's implementation in Bondowoso Regency and analyzed its impact on the process, input, outcome, and output indicators. The population in this study was 439 farmers, and 45 people were taken as samples. The results showed that all variables had a significant effect on the program. The output variable was the most dominant variable of all, particularly on the increasing ability and knowledge of the farmers regarding the program. The implementation of program in the Bondowoso Regency had been well implemented. Each indicator had a high level of conformity. The impact of the program's implementation, especially in the Makmur Jaya Farmers' Group, Maesan Village, was successful, where the most dominant indicator was the outcome. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi dan menganalisis pengaruh masukan, proses, hasil,  serta keluaran pada program PUAP dengan menerapkan analisis regresi; Melakuan evaluasi penerapan program PUAP di Kabupaten Bondowoso serta melakukan evaluasi dan analisis pengaruh dalam melakukan program PUAP ditinjau dari factor masukan, proses, keluaran dan hasil. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 439 petani dan diambil sampel sejumlah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan. Secara parsial Indikator Input, Process, Output dan Outcome berpengaruh signigfikan terhadap program PUAP di Kabupaten Bondowoso; Secara simultan masukan, proses, keluaran, dan hasil  mempengaruhi program PUAP di Kabupaten Bondowoso; Variabel Output merupakan variable yang paling berpengaruh dominan terhadap program PUAP Bondowoso khususnya pada indikator meningkatnya kemampuan dan pengetahuan petani tentang Program PUAP. Implementasi program PUAP sudah dilaksanakan dengan baik hal tersebut terlihat dari hasil deskriptif pada masing-masing indikator memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi. Dampak pelaksnaan PUAP di KAbupaten Bondowoso khusunya di Gapoktan Makmur Jaya dapat dikatakan sangat berhasil, dimana indicator outcoma sebagai indicator yang sangat dominan
Analisis Pengaruh Praktek dan Integrasi Rantai Pasok Terhadap Kinerja Operasional UKM Agroindustri Di Kota Malang Tirta Yoga; Djoko Koestiono; Agustina Shinta
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.2164

Abstract

This study, which evaluates the relationship between operational performance, supply chain management, and supply chain integration, covers several small and medium enterprises (SMEs) in Malang. In accordance with the main objective, it will be determined whether the supply chain management method affects operational performance and whether supply chain management affects operational performance. A total of 100 questionnaires were delivered to owners or managers of small and medium-sized agroindustry companies in Malang City. A minimum of one year of supply chain management (SCM) expertise was required for small and medium-scale food and beverage agroindustry in Malang. Analytically, multiple regression was chosen to test the tested hypothesis. There was a positive correlation between supply chain management practices and operational performance efficiency. However, a negative correlation was found between supply chain integration and operational performance, while a positive correlation was found in another study conducted in Malang City, Indonesia. According to this study, there was a relationship between supply chain management methods and operational effectiveness in food and beverage agroindustry SMEs. Studi yang mengkaji hubungan kinerja operasional dengan manajemen rantai pasok dan integrasi rantai pasok ini melibatkan banyak perusahaan kecil dan menengah (UKM) di Malang. Sesuai dengan tujuan utama penelitian ini, akan ditentukan apakah pendekatan manajemen rantai pasokan mempengaruhi kinerja operasional atau tidak, dan apakah manajemen rantai pasok mempengaruhi kinerja operasional. Sebanyak 100 kuesioner dikirimkan kepada pemilik atau pengelola perusahaan agroindustri kecil dan menengah di Kota Malang. Minimal satu tahun Keahlian dalam supply chain management (SCM) diperlukan untuk agroindustri makanan dan minuman skala kecil dan menengah di Malang. Regresi berganda dilakukan secara analitik untuk mengevaluasi hipotesis yang diuji. Sementara metode manajemen rantai pasokan dan efisiensi kinerja operasional berkorelasi positif, integrasi rantai pasokan dan kinerja operasional berkorelasi negatif dan korelasi positif ditemukan antara keduanya dalam studi yang dilakukan di Kota Malang, Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, terdapat hubungan antara pendekatan manajemen rantai pasokan dengan keberhasilan operasional pada UKM agroindustri makanan dan minuman.
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi Ari Suciati; Sumadi Sumadi; Abdoel Djamali
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i1.2122

Abstract

Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that function as food seasonings and ingredients for traditional medicines. Banyuwangi Regency is one of the regencies that produces shallot commodity in East Java Province. Shallot production in Banyuwangi Regency each year has rapidly increased. Meanwhile, the shallot harvested area in Banyuwangi Regency has fluctuated, meaning that there is an opportunity to develop shallots. In addition, shallots are one of the horticultural crops that play a role in increasing the Gross Regional Domestic Product (GRDP) in the Banyuwangi Regency. The supporting factors for shallot farming are suitable land and government support. A study was aimed to analyze the strategy of developing shallot agribusiness in the Banyuwangi Regency. The SWOT method (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) was employed to determine the internal and external factors of the shallot business, followed by Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) to determine the development strategy by using the priority strategy generated from SWOT. It was found that the shallot agribusiness in Banyuwangi was feasible to be developed. The priority of the resulting strategy was to maintain and increase the production and quality of shallots in Banyuwangi Regency to meet high market demand with the highest value of 7.23.Bawang merah termasuk komoditas sayuran yang sudah lama menjadi unggulan dan secara intensif telah banyak diusahakan petani. Bawang juga termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubstitusi yang digunakan sebagai bahan obat tradisional dan bumbu penyedap makanan. Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Jawa Timur sebagai daerah penghasil sektor pertanian dari komoditas bawang merah. Setiap tahunnya, data produksi bawang merah di Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan mulai dari 3.423  sampai dengan 6.322 ton (Badan Pusat Statistik Banyuwangi, 2019). Sedangkan untuk luas panen bawang merah di Kabupaten Banyuwangi mengalami fluktuatif, tahun 2016 – 2019 yaitu sebesar 314, 319, 322, 556 ton (Dinas Pertanian dan Pangan, 2019) sehingga ada peluang untuk pengembangan bawang merah. Selain itu   bawang merah sebagai juga termasuk tanaman hortikultura yang memiliki peran dalam meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Banyuwangi. Ada beberapa faktor yang mendukung usaha tani bawang merah yaitu lahan yang cocok dan adanya dukungan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agribisnis komoditas bawang merah di Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah (Stenght, Weakness, Opportunity, and Threat) SWOT untuk menentukan faktor internal dan eksternal usaha bawang merah, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk penentuan strategi pengembangan dengan menggunakan prioritas strategi dihasilkan dari SWOT. Dari penelitian dihasilkan bahwa usaha agribisnis komoditas bawang merah di Kabupaten Banyuwangi layak untuk dikembangkan, prioritas strategi yang dihasilkan yaitu mempertahankan dan meningkatkan produksi serta kualitas bawang merah di Kabupaten Banyuwangi untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi dengan nilai tertinggi yaitu 7,23. 

Page 8 of 15 | Total Record : 145