cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 297 Documents
Tipologi Kebun Campuran Petani Tradisional Hatam di Pegunungan Arfak Indrawati Indrawati; Sumarno Sumarno; Zaenal Kusuma; Bambang Tri Raharjo
JURNAL TRITON Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i1.256

Abstract

Penelitian yang bersubyek pada petani tradisional Arfak dari Subsuku Hatam telah dilaksanakan di Kampung Syoubri, Kwau dan Mokwam Distrik Warmare Kabupaten Manokwari yang bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan tipologi kebun campuran petani Hatam eksisting dan permasalahannya. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif yang didesain menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat terkait fakta-fakta, karakteristik serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah primary methods yang menggunakan beberapa teknik sekaligus seperti teknik partisipasi, observasi langsung, wawancara mendalam dan studi literasi/pustaka (Morrisan, 2016). Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 5 orang per kampung dan menggunakan teknik sampling bola salju mengingat subyek penelitian bersifat homogen (Yunus, 2010).Variabel yang diamati adalah karakteristik kebun campuran meliputi lama bera, luas lahan, jenis tanaman, cara bercocok tanam, produksi, dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun campuran petani tradisional Hatam saat ini termasuk dalam tipologi agroforesti sederhana semi subsisten, yang dicirikan dengan masa bera 2 -5 tahun, terbatasnya jenis tanaman yang ditanam, terdiri dari tanaman hortikultura dan tanaman pangan semusim, tidak menggunakan input kimia, tanpa olah tanah dan pola tanam tidak teratur, produksi terbatas dengan kualitas yang rendah dimana hasil kebun separuh untuk kebutuhan sendiri dan lainnya untuk dijual. Permasalahan utama yang dihadapi antara lain pendapatan rendah dari hasil kebun, meningkatnya kebutuhan ekonomi, rendahnya pengetahuan dan ketrampilan petani karena belum adanya pembinaan yang intens dari Dinas terkait, terbatasnya lahan pertanian potensial yang dapat dikelola, faktor resiko kegagalan panen cukup tinggi akibat bencana alam dan ketiadaan lembaga tataniaga yang membantu pemasaran produk petani.
Efektivitas Pola Kemitraan PT. Sinar Sarana Sentosa dengan Peternak Plasma Bagus Andika Fitroh; Putri Awaliya Dughita; Agung Mugi Widodo; Srie Juli Rachmawatie
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pola kemitraan usaha PT. Sinar Sarana Sentosa dengan peternak plasma, apakah tercapai keefektifan hubungan kerjasama antara kedua belah pihak. Penelitian dilaksanakan di peternak plasma PT. Sinar Sarana Sentosa yang tersebar di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan tempat PT. Sinar Sarana Sentosa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perunggasan, khususnya ayam pedaging yang memiliki kurang lebih sekitar 180 peternak plasma yang tersebar di Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan menggunakan kuisioner, peternak plasma yang dijadikan responden, berdasarkan populasi ternak yang dimiliki dibagi menjadi 3 strata menggunakan rumus solvin yaitu, strata I (<4100 ekor), strata II (4.100 s/d 8.599) dan strata III (>8.599). Data hasil penelitian dianalisa dengan analisis deskriptif dan Importance Performance Analisys (IPA). Hasil analisis didasarkan pada ketercapaian target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dari ketiga strata tersebut yaitu strata III yang mampu mencapai target dengan efektifitas yang baik, namun pada strata I dan II juga sudah cukup efektif dalam mencapai target, serta pada uji analisis IPA yang dinilai berdasarkan harapan dan pencapaian juga menunjukkan hasil yang efektif pada strata III dan lebih baik dibandingkan kedua strata yang lain yaitu strata I dan Strata II.
Analisis Ekonomi dan Lama Pembakaran Briket Bioarang Berbahan Dasar Feses Sapi Potong Tyalif Gibran Takapaha; Arif Nindyo Kisworo; Rifa Rafi'atu Syabani Wihansah
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.231

Abstract

Saat ini paradigma limbah peternakan sudah beralih dari bahan buangan menjadi bahan baku yang bernilai ekonomis. Usaha peternakan yang memanfaatkan limbah ternak perlu dikembangkan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yakni pemanfaatan feses sapi potong menjadi briket bioarang yang dapat menambah pendapatan dari para peternak. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan pengetahuan peternak dalam pengolahan limbah ternak sapi potong sebagai briket bioarang, mengukur durasi pembakaran dari briket bioarang dan menganalisis keuntungan ekonomisnya. Penelitian dilaksanakan pada 5 April 2021 sampai dengan 30 Juni 2021 di Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Perlakuan pada penelitian ini yakni perbedaan takaran perekat tapioka dan feses gosong pada briket bioarang terhadap lama pembakaran dengan 6 ulangan. Data kaji terap dianalisis menggunakan uji t, sedangkan pengukuran terhadap aspek pengetahuan peternak diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis efektifitas penyuluhan sebesar 69,8 % dengan kriteria berhasil. Hasil Uji t pada kaji terap menunjukan bahwa perbedaan takaran campuran perekat cairan tapioka tidak berpengaruh nyata pada lama pembakaran dari briket bioarang feses sapi. Analisis ekonomi dari kedua perlakuan kaji terap menunjukkan bahwa penggunaan 70% feses gosong, 20% sekam, dan 10% larutan tapioca lebih menguntungkan secara ekonomi. Berdasarkan pengukuran R/C rasio yang lebih dari satu (>1), maka usaha pengolahan feses sapi potong menjadi briket bioarang ini layak untuk direalisasikan.
Pemberdayaan Petani Milenial melalui Penerapan Pekarangan Pangan Lestari pada Era Pandemi Covid-19 Lukman Effendy; Wasrob Nasruddin; Andrian Pratama
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.232

Abstract

Pandemi Corona Viruses Disease-19 (COVID-19) memiliki dampak yang signifikan terhadap kestabilan ekonomi dan pertanian nasional. Hal tersebut menyebabkan timbulnya masalah baru, yaitu tingginya angka pengangguran dan kerentanan ketahanan pangan keluarga. Kajian ini menjawab permasalahan tersebut melalui penerapan pekarangan pangan lestari. Tujuan kajian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan tingkat keberdayaan petani dalam penerapan pekarangan pangan lestari di kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang, 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan petani dalam penerapan pekarangan pangan lestari di kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang, 3) Menemukan model atau strategi pemberdayaan petani dalam penerapan pekarangan pangan lestari di kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang. Ditinjau dari metodenya, pendekatan penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian expost facto. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Tingkat keberdayaan petani milenial berada pada kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberdayaan petani milenial pada taraf signifikansi 5% yaitu; umur (sig. 0,000 < 0,05), pengalaman usaha tani (sig. 0,000 < 0,05) dan intensitas penyuluhan (sig. 0,002 < 0,05). Pandemi Covid-19 sebagai variabel dummy, tidak berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan petani milenial (sig. 0,993 > 0,05). Strategi pemberdayaan yang dapat dilakukan adalah penguatan dan pengembangan keberdayaan petani melalui kegiatan penyuluhan dengan materi inovasi teknologi baru tentang pekarangan pangan lestari seperti pemanfaatan barang bekas secara masif dan sistem hidroponik sederhana.
Pengembangan Pelatihan Drone bagi Penyuluh Pertanian Berbasis Metode ADDIE di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas Wahyu Windari; Nurlaili Nurlaili; Ryan Arief Faisal
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pelatihan, menyusun rancangan pelatihan, mendeskripsikan implementasi pelatihan, menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kompetensi penyuluh pertanian tentang pelatihan pengoperasian drone di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas Kabupaten Jember. Dengan adanya pelatihan diharapkan penyuluh dapat meningkatkan kompetensinya dalam mengoperasikan drone. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian dan pengembangan dengan pendekatan ADDIE. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas Kabupaten Jember dengan responden berjumlah 32 penyuluh pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pelatihan bagi penyuluh di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas adalah materi regulasi penerbangan drone, mengenal drone dan remot kontrol, menerbangkan drone, dan teknik/cara memotret foto dan merekam video dari drone. Rancangan pelatihan dilakukan melalui lima proses yakni analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Implementasi pelatihan pengoperasian drone bertempat di ruang pertemuan UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan menggunakan media power point dan buku saku pelatihan. Penyampaian materi dilakukan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi. Hasil analisis regresi linier sederhana menyatakan bahwa pelatihan memiliki pengaruh nyata terhadap kompetensi penyuluh di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas. Dengan demikian, pelatihan pengoperasian drone dapat meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mengoperasikan drone di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas Kabupaten Jember.
Minuman Probiotik Susu Kambing Peranakan Etawa dengan Suplementasi Ekstrak Buah Lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) Eka Putri Risyani; Edy Permadi; Maherawati Maherawati; Retno Budi Lestari
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.238

Abstract

Susu kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki kandungan nutrisi yang baik sehingga berpotensi sebagai minuman probiotik, namun susu kambing (PE) kurang diminati oleh masyarakat karena memiliki aroma khas. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas minuman probiotik yaitu dengan suplementasi ekstrak buah lakum (EBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak buah lakum (EBL) terhadap kualitas pH, aktivitas antioksidan, dan total bakteri asam laktat serta formula terbaik minuman probiotik susu kambing PE. Metode pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) perakuan pada penelitian ini yaitu konsentrasi ekstrak buah lakum yang berbeda (P0: 0 ml; P1: 0,5 ml; P2: 1 ml; P3: 1,5 ml; P4: 2 ml; P5: 2,5 ml dan P6: 3 ml) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu uji pendahuluan (skrining fitokimia), nilai pH, aktivitas antioksidant, dan total Bakteri Asam Laktat (BAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman probiotik susu kambing Peranakan Etawa (PE) dengan suplementasi ekstrak buah lakum memberikan pengaruh terhadap aktivitas antioksidan dan total bakteri asam laktat. Sedangkan pada peneitian ini tidak memberikan pengaruh pada nilai pH. Formula terbaik minuman probiotik susu kambing Peranakan Etawa (PE) dengan suplementasi ekstrak buah sebanyak 1,5% (P3) dengan aktivitas antioksidan 56,65%, nilai pH 4,05 dan total bakteri asam laktat 9,7 x 107 CFU/ml.
Neraca Energi dan Protein Kelinci Lokal Jantan (Lepus nigricollis) yang diberi Ransum Mengandung Limbah Pengolahan Wine I Gede Mahardhika Atmaja
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.244

Abstract

Alternatif penyediaan pakan yang murah dan kompetitif adalah melalui pemanfaatan limbah, baik limbah pertanian, peternakan maupun limbah industri pertanian. Salah satu limbah yang memiliki potensi dimamfaatkan sebagai bahan pakan adalah limbah pengolahan anggur menjadi wine masih mempunyai potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak kelinci karena produksinya tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon kelinci jantan lokal yang diberi ransum mengandung limbah wine anggur terhadap neraca energi dan neraca protein. Penelitian dilaksanakan di Desa Tejakula, Kab Buleleng, Bali selama 3 bulan pengamatan. Kelinci yang digunakan memiliki bobot badan awal yang seragam dengan rata-rata 491,6gr ±76,3gr. Metode penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan dan empat kelompok bobot badan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Ransum yang digunakan dalam penelitian ini disusun iso-protein (16%) dan iso-energi (2.500 Kkal/kg) dengan variable yang di amati antara lain neraca energi dan neraca protein. Hasil penelitian menunjukan penggunaan limbah wine anggur tanpa fermentasi sebesar 10% dalam ransum mampu menghasilkan neraca energi 61,57 K.kal/hari dan neraca protein 0,92 lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Disarankan Limbah wine anggur tidak difermentasi dapat digunakan sebagai campuran ransum yang berasal dari limbah sampai level 10% dalam menyusun ransum kelinci, karena mampu meningkatkan produktivitas ternak kelinci dilihat dari keseimbangan energi dan protein yang didapatkan dalam penelitian.
Aplikasi Limbah Pencucian Ikan dan Rumah Tangga terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Elrisa Ramadhani; Refnizuida Refnizuida; Man Fredius Zihono
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.245

Abstract

Tanaman kacang panjang mudah dibudidayakan dan memiliki pasar yang cukup baik. Namun saat ini terjadi penurunan produksi yang disebabkan kekurangan unsur hara pada tanaman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi limbah pencucian ikan dan rumah tangga terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan dengan 2 ulangan. Faktor yang pertama yaitu perlakuan limbah pencucian ikan terdiri dari kontrol, 200 ml/tanaman, 400 ml/tanaman, dan 600 ml/tanaman, Faktor kedua, pemberian limbah rumah tangga terdiri dari kontrol, 200 g/tanaman, 400 g/tanaman, dan 600 g/tanaman. Parameter yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah cabang produktif, produksi per tanaman dan produksi perluasan hektar tanaman kacang panjang. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi pupuk limbah pencucian ikan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman pada umur 2, 4 dan 6 MST, jumlah cabang produktif, produksi per tanaman dan produksi perluasan hektar tanaman. Namun untuk interaksi antara pupuk limbah pencucian ikan dan pupuk limbah rumah tangga tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati. Perlakuan pupuk limbah pencucian ikan yang terbaik terlihat pada perlakuan 600 ml/lubang tanam. Adapun pemberian pupuk limbah rumah tangga berpengaruh sangat nyata terhadap parameter panjang tanaman pada umur 4 dan 6 MST, jumlah cabang produktif, produksi per tanaman dan produksi perluasan hektar tanaman, dan perlakuan yang terbaik pada perlakuan 600 g/tanaman.
Identifikasi Jenis Tanaman Pakan Lebah Madu sebagai Sumber Nektar dan Polen Erwan Erwan; Dwi Kusuma Purnamasari; Ria Resti; Muhammad Muhsinin
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai pakan lebah dan tanaman penghasil nektar dan polen sebagai sumber pakan lebah. Lokasi penelitian dilaksanakan di peternakan lebah madu di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian menggunakan survei inventarisasi jenis-jenis tanaman pakan lebah madu penghasil nektar dan polen. Metode pengambilan data meliputi pembuatan petak contoh, inventarisasi tanaman didalam petak contoh, kesaksian kunjungan lebah pada tanaman, studi pustaka dan pembuatan kalender pembungaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat 61 jenis tanaman sumber pakan lebah di Desa Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Terdapat 25 jenis tanaman penghasil nektar, 10 jenis tanaman penghasil polen dan 26 jenis tanaman penghasil polen dan nektar. Frekuensi kunjungan lebah terbanyak ditemukan pada tanaman kelapa, palm, durian, jambu mete, kopi, kakao, blimbing, klengkeng, rambutan, pepaya, kaliandra, bunga matahari, kecubung, bunga pukul delapan, bayam, bunga lantana, bunga zenia, putri malu, kemangi, sawi. Tingginya frekuensi kunjungan menunjukkan tingkat kesukaan lebah terhadap tanaman tersebut. Potensi tanaman yang dapat berbunga sepanjang tahun adalah kelapa, kopi, kakao, kersen, dan putri malu. Pakan lebah madu di Desa Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara akan selalu tersedia disebabkan berbedanya masa berbunga dari setiap tanaman. Kecukupan kebutuhan pakan lebah dapat terpenuhi dari tanaman lainnya saat beberapa tanaman tidak berbunga. Hasil penelitian ini diharapkan ada upaya tindak lanjut dari pemerintah dan kelompok ternak lebah madu untuk pelestarian jenis tanaman pakan lebah madu agar tetap tersedia sepanjang tahun.
Liveweight Gain Response of Bali Bulls Fed Leucaena and Cassava Peels to Increasing Levels of Fermented Corn Stover in Diets Dedi Supriadi; Tanda Panjaitan; Dahlanuddin Dahlanuddin; Ryan Aryadin Putra; Karen Harper; Dennis Poppi
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimal pemberian lamtoro dan jerami jagung fermentasi pada tingkat pemberian kulit ubi kayu yang tetap dalam ransum sapi Bali jantan. Sebanyak 20 ekor sapi Bali jantan berusia 1,5-1,8 tahun (190 ± 12,34 kg) dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. Pada setiap kelompok perlakuan, sapi jantan diberi pakan empat tingkat jerami jagung fermentasi (10%, 30%, 40% dan 60%) dengan tingkat penurunan lamtoro yang sesuai (70%, 50%, 40% dan 20%) dan tingkat kulit singkong yang tetap (20%). Pemberian jerami jagung fermentasi sebanyak 10% dengan 70% lamtoro memberikan pertambahan bobot hidup tertinggi (Pertambahan bobot badan; 0,41 kg/hari). Terdapat hubungan linier dan kuadrat antara pertambahan bobot badan terhadap pemberian jerami jagung fermentasi. Pertambahan bobot badan kemungkinan besar terkait dengan tingkat konsumsi bahan kering (20 – 21 g/kg BB) dan ketersediaan protein dalam ransum. Hubungan antara konsumsi jerami jagung fermantasi dan pertambahan bobot badan dapat digunakan untuk menentukan kombinasi optimal antara pemberian lamtoro dengan jerami jagung fermentasi dan kulit singkong dalam ransum. Peningkatan penambahan pemberian jerami jagung fermentasi hingga 35% dan penurunan pemberian lamtoro sampai 45% dalam ransum hanya menghasilkan sedikit perubahan pertambahan bobot badan, hal ini memberikan ruang yang lebih besar terhadap penggunaan jerami jagung fermentasi pada sistem penggemukan dengan ketersediaan lamtoro yang terbatas.