cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 148 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK ORALLY DISINTEGRATING TABLET ZINC DENGAN MENGGUNAKAN CROSCARMELLOSE SODIUM SEBAGAI SUPERDISINTEGRAN Rika Fatmala; Nur’aini ,; Mohammad Zaky
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i1.72

Abstract

Orally Disintegrating Tablet (ODT) merupakan tablet yang dirancang dengan waktu hancur yang cepat pada kontak dengan air liur dan memungkinkan untuk pemberian oral tanpa air ataupun dengan mengunyah. Teknologi ini merupakan solusi bagi beberapa golongan pasien yang sulit menelan tablet dalam bentuk konvensional seperti pada pasien golongan pediatri dan geriatri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Croscarmellose Sodium sebagai superdisintegran terhadap sifat fisik ODT Zinc. Pada penelitian ini Croscarmellose Sodium digunakan sebagai superdisintegran dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Tablet dibuat dengan menggunakan metode kempa langsung. Hasil penelitian menunjukan linearitas antara konsentrasi dengan waktu hancur yang menghasilkan nilai r = -0,9971 yang artinya semakin besar konsentrasi dari Croscarmellose Sodium, dapat menurunkan waktu pembasahan dan waktu hancur ODT Zinc. Formula dengan konsentrasi Croscarmellose Sodium 5% menghasilkan ODT Zinc yang baik dengan waktu hancur 2 detik dan waktu pembasahan 3 detik. Kata Kunci : Orally Disintegrating Tablet, Zinc, Croscarmellose Sodium, Superdisintegran
Analisis Sifat Fisika, Ph, Dan Kesadahan Air Minum Isi Ulang Beberapa Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) Di Kecamatan Sepatan Timur Abu Yazid Bustomi,; Diana Sylvia; Nita Rusdiana
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i3.105

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang mendasar dan sangat dibutuhkan oleh manusia, Hewan, maupun tumbuhan. Oleh manusia air dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan keperluan lainnya. Air minum isi ulang adalah salah satu jenis air minum yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu, karena telah mengalami proses pemurnian secara filtrasi, penyinaran ultraviolet, ozonisasi, ataupun metode lainnya. Penelitian Ini dilakukan untuk mengetahui sifat fisik, pH dan Kesadahan Air Minum isi ulang di Beberapa Depot air minum isi ulang di wilayah kecamatan Sepatan TimurPenelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium, sampel yang digunakan adalah air yang di dapat dari beberapa depot air minum isi ulang di wilayah kecamatan Sepatan Timur dan parameter yang diukur adalah pH, kesadahan total serta pengamatan organoleptis. Berdasarkan Hasil Penelitian sifat fisik sampel DAMIU menunjukan bahwa 90% tidak berbau, 92% memiliki rasa yang tawar dan 100% memiliki warna yang tidak keruh berdasarkan hasil uji kuesioner terhadap 50 responden, uji pH sampel air minum isi ulang di beberapa depot air minum isi ulang di wilayah kecamatan Sepatan Timur didapati hasil pH berkisar antara 6-8 dan nilai kesadahan total berkisar antara 175-475 mg/L. Hal ini menyatakan bahwa sampel air minum dibeberapa depot air minum isi ulang di Wilayah Kecamatan Sepatan Timur sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 492/Menkes/IV/2010. Kata kunci : Air, Kesadahan Total, Kompleksometri
UJI KESESUAIAN SISTEM KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI FASE TERBALIK PADA BAHAN BAKU PARASETAMOL Banu Kuncoro
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.46

Abstract

Parasetamol adalah obat analgetik dan antipiretik yang digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal atau sakit ringan dan demam. Parasetamol digunakan dalam sebagian resep obat analgetik selesma dan flu. Berbeda dengan obat analgetik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen, parastamol tidak memiliki sifat anti radang. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Obyek penelitiannya adalah bahan baku parasetamol yang diperoleh dari PT. Shunti Sepuri, cikupa, tangerang, menggunakan metode Kromatografi Cair KinerjaTinggi (KCKT) Fase Terbalik. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh parameter yang digunakan dalam uji kesesuaian sitem ini diperoleh hasil yang baik sehingga dapat digunakan untuk pengujian parasetamol. Retention time parasetamol berad pada kisaran menit 4,073. Limit deteksi metode ini adalah 2,26 µg/ml sementara limit kuantitasinya adalah 7,54 µg/ml. Pada uji linieritas dihasilkan nilai koefisien korelasi r = 0,9936. Nilai recovery berada pada rentang 97,59 % - 103,45 % dengan rata-rata % recovery 100,96 %. Kata Kunci :Uji Kesesuaian Sistem, KCKT, Parasetamol.
EFEK LAKSATIF INFUSA DAUN KETEPENG CINA ( Cassia Alata Linn) PADA TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI GAMBIR Meta Safitri; Febriyani Kholifah; Saru Noliqo Rangkuti
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i1.528

Abstract

Konstipasi merupakan ketidakmampuan melakukan evakuasi tinja secara sempurna yaitu berkurangnya frekuensi buang air besar dari biasanya. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan berefek laksatif adalah Daun ketepeng cina (Cassia Aalata linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat laksatif infusa daun ketepeng cina. Percobaan ini dilakukan terhadap 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok dan 5 ekor tiap kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberikan Na.CMC 0,5% dan kelompok II sebagai kontrol positif diberikan Dulcolactol 10 gram/15 ml, sedangkan Kelompok III, IV, V diberikan infusa daun ketepeng cina dengan konsentrasi 54,6 mg / 200 gr BB; 109,2 mg / 200 gr BB dan 218,4 mg / gr BB. Pengujian aktivitas laksatif menggunakan metode transit intestinal yaitu mengevaluasi rasio dari panjang usus yang dilalui oleh marker norit terhadap panjang usus keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun ketepeng cina mempunyai efek laksatif dan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, glikosida, fenolik dan antrakuin. Kemampuan efek laksatif paling terbesar ditunjukkan pada dosis III sebesar 16,08%. Berdasarkan hasil statistik uji post hoc bahwa perlakuan dosis I, II dan III setara dengan kelompok kontrol positif p >0,05 yang artinya semua dosis perlakuan memiliki efek laksatif.
FORMULASI SEDIAAN DEODORAN ROLL ON DENGAN MINYAK SIRIH (Piper betle Linn.) SEBAGAI ANTISEPTIK Indah Zahara
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i1.89

Abstract

Minyak sirih (Piper betle Linn) dengan kandungan utama kavikol yang berfungsi sebagai antiseptik diformulasi menjadi sediaan deodoran roll on dengan basis etanol 96%. Sifat antiseptik ditentukan oleh zat-zat yang berfungsi sebagai antibakteri yang terkandung dalam minyak atsiri yang terdapat pada tumbuhan. Deodoran roll on dibuat dengan kandungan minyak sirih dengan konsentrasi 0; 0,5; 1,0; 1,5 %. Prinsip pembuatan deodoran roll on adalah dengan melarutkan komponen yang larut dalam air dan yang larut dalam etanol 96%. Evaluasi yang dilakukan pada sediaan deodoran roll on meliputi homogenitas, organoleptik, pH, viskositas, sifat alir, uji iritasi, dan daya hambat terhadap minyak sirih serta sediaannya, yang kemudian dibandingkan dengan deodoran roll on pembanding yang ada di pasaran. Hasil evaluasi daya hambat minyak sirih dan sediaannya serta pH dianalisis secara statistik dengan metode anva satu arah dan dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi minyak sirih maka semakin besar pula kemampuan menghambat bakteri. Daya hambat paling besar pada kosentrasi 1,5% yaitu pada formula IV dengan karkteristik sebagai berikut: Homogenitas baik, berwarna putih susu, bau khas sirih, pH antara 3,97-3,98, viskositas berkisar antara 230-300 cPs, memiliki sifat alir tiksotropik, tidak mengiritasi kulit, dan diameter hambat bakteri Staphylococcus epidermidis 0,80-1,00 cm. Kata kunci :Minyak sirih, Antiseptik, Deodoran roll on
RASIONALITAS PERESEPAN OBAT DIARE PADA PASIEN BALITA DI PUSKESMAS CURUG TAHUN 2015 Nita Rusdiana S.Farm., M.Sc, Apt; Sofi Nurmay Stiani; Ahmad Syauqi Fuady
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i2.26

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (>3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair), dengan atau tanpa darah atau lendir. Sebagian besar (70-80%) dari penderita diare adalah kelompok anak dibawah 5 tahun (balita). Tata laksana diare diketahui bahwa pengetahuan petugas puskesmas dalam tata laksana diare masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas peresepan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Curug Tahun 2015 dan dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas Curug untuk meningkatkan standar pelayanan medik selanjutnya. Populasi dalam penelitian ini adalah lembar MTBS dan lembar peresepan pasien balita yang terdiagnosa diare di Puskesmas Curug pada periode januari sampai dengan desember 2015 yang berjumlah 646 pasien dengan sampel yang diambil sebanyak 87 pasien. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknikacak. Penelitian yang telah dilakukan dari 87 pasien, diperoleh 68 pasien yang termasuk kriteria inklusi. Dari 68 pasien diketahui 35 pasien (51,5%) yang rasional pengobatannya dan 33 pasien (48,5) yang tidak rasional pengobatannya berdasarkan buku saku lintas diare DepKes RI 2011.
Profil Kesesuaian Peresepan Obat Generik Dengan Formularium Rumah Sakit Pada Pasien BPJS Penyakit Jantung Koroner Rawat Jalan di RSU Kabupaten Tangerang Periode Februari-Juni 2019 Ristiana Della; Nita Rusdiana
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.301

Abstract

ABSTRAK Pemerintah RI telah mengeluarkan Permenkes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 yang mewajibkan penulisan resep dengan nama generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah untuk mengantisipasi tingginya harga obat. Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati staf medis, disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Formularium bermanfaat sebagai acuan bagi penulis resep, mengoptimalkan pelayanan kepada pasien, memudahkan perencanaan, dan penyediaan obat pada fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian dilakukan di RSU Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persentase penulisan resep dalam nama generik dan kesesuaian dengan Formularium Rumah Sakit pada pasien BPSJ penyakit jantung koroner rawat jalan di RSU kabupaten Tangerang periode Februari-Juni 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase penulisan resep dengan nama generik periode bulan Februari-Juni 2019 sebesar 66,7% dan persentase penulisan resep dengan Formularium Rumah Sakit rata-rata sebesar 7,28%. Penulisan resep pasien BPJS penyakit jantung koroner rawat jalan di poli jantung RSU Kabupaten Tangerang belum sesuai dengan PerMenKes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 dan Formularium RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2018. Kata kunci : BPJS Kesehatan, Formularium Rumah Sakit, Resep Obat Generik.
FORMULASI SEDIAAN SPRAY DAUN DAN BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI ANTINYAMUK Culex s.p La Ode Akbar Rasydy; Banu Kuncoro; Muhammad Yusuf Hasibuan
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.150

Abstract

Daun dan Batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan geraniol dan sitronelal yang berfungsi sebagai antinyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray antinyamuk dari tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dengan menggunakan metode destilasi yang akan diujikan terhadap aktivitas nyamuk Culex s.p. Bahan yang digunakan dalam pembuatan spray adalah minyak atsiri daun dan batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dengan variasi konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%. Semua formula sediaan spray diuji stabilitas meliputi (pH dan viskositas) serta efektivitas terhahap nyamuk Culex s.p. Dari hasil pengujian pH dan viskositas menunjukan bahwa pH sesuai dengan standar pH pada kulit dan memiliki viskositas yang cukup baik. Hasil dari efektifitas sediaan spray menyatakan bahwa pada sediaan spray dengan konsentrasi ekstrak 15% memiliki daya tolak nyamuk yang cukup efektif. Kata Kunci: Spray Antinyamuk, Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.), Nyamuk Culex
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa apus) SEBAGAI ANTHELMINTIK PADA CACING Ascaris suum Abdul Aziz Setiawan1; Achdissam Noor Habibi2
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i1.9

Abstract

Infeksi cacing memerlukan tanah sebagai media perkembangan telur menjadi bentuk infektif. Mebendazol digunakan sebagai drug of choice infeksi ini namun, antihelmintik sintetis ini menimbulkan efek samping yang mengganggu. Bambu merupakan obat herbal, ekstrak akar tumbuhan bambu berkhasiat sebagai anthelmintik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pada bagian daun bambu memiliki efektivitas seperti akarnya sebagai anthelmintik. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dilaboratorium. Sampel menggunakan daun kering, dihaluskan kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi dan dikentalkan dengan rotary evaporator. Ekstrak diuji terhadap cacing Ascaris suum dengan 4 kelompok pengujian yaitu, kelompok kontrol positif (mebendazol 100 mg/mL), kelompok uji 1 ekstrak daun bambu 25 mg/mL, kelompok uji 2 (50 mg/mL) dan kelompok uji 3 (75 mg/mL), direplikasi 3 kali selama ± 24 jam. Hasil analisis uji statistik ANOVA satu arah menunjukkan p > 0,05 dan hasil uji Tukey HSD menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok pengujian. Semua kelompok menunjukkan kemampuan menimbulkan efek anthelmintik terhadap cacing namun, pada pengujian yang menunjukkan hasil optimal ditunjukkan ekstrak daun bambu pada kelompok uji 3 yaitu, dosis 75 mg/mL.
KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN OBAT NON RESEP PADA IBU HAMIL DI LAMPUNG-INDONESIA Ni Nyoman Sri Mas Hartini; Indah Febriyanti Amir; Rizki Siti Nurfitria
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.158

Abstract

Badan Pusat Statistik Indonesia menyatakan bahwa selama satu bulan terakhir di tahun 2014 sekitar 20,99% Penduduk Indonesia memilih melakukan swamedikasi. Penelitian di Nigeria menunjukkan sebanyak 375 dari 518 wanita hamil (72,4%) melakukan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, gambaran dan perilaku penggunaan juga hubungan antara tingkat pengetahuan penggunaan obat non resep pada ibu hamil dengan dengan perilaku penggunaannya di Desa Jatimulyo Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional dan data disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 94 ibu hamil, sebanyak 56 orang menggunakan obat tanpa resep (59,57 %). Obat yang paling banyak digunakan yaitu parasetamol 28,57%. Tingkat pengetahuan ibu hamil dalam kategori cukup baik (68,95%). Tingkat perilaku penggunaan obat non resep dalam kategori baik (78,53%), dan terdapat hubungan positif antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat non resep dengan nilai signifikansi 0,001. Kata Kunci: Ibu Hamil, Obat Non Resep, Swamedikasi

Page 10 of 15 | Total Record : 148