cover
Contact Name
Ni Luh Putu Trisdyani
Contact Email
trisdyani@unhi.ac.id
Phone
+6281239751400
Journal Mail Official
widyanatya@unhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Sanggalangit Tembau - Penatih - Denpasar 80238
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
ISSN : 20888880     EISSN : 26565773     DOI : https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i01
Journal Widyanatya is an open access published by Education Society of Universitas Hindu Indonesia. The main objective of Widyanatya is to provide a platform for the regional, national, and international scholars, academicians and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of religious and art. It is also aimed at promoting interdisciplinary studies in religious education and art, religious and art teaching. The journal publishes research papers in the all the fields of religious education and art, religious and art teaching such as: Paedagogy Contemporary education Religious education Arts education Traditional education Sociology of education Psychology of education Philosophy of education etc
Articles 135 Documents
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI PADA ANAK TUNA RUNGU SMPLB DI SLB NEGERI 1 TABANAN Ni Wayan Astini; I Ketut Suda; I Wayan Sukadana
WIDYANATYA Vol 4 No 1 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extraordinary Education or Extraordinary School (SLB) is an education for learners who have a level of difficulty in following the learning process due to physical, emotional, mental social disorders, but have the potential for special intelligence and talent. The use of learning media also has an important role in thelearning process both in public schools and in extraordinary schools. The use of learning media also has an important role in the learning process both in public schools and in extraordinary schools. Like SLB Negeri 1 Tabanan has utilized audio visual learning, especially in deaf children of SMPLB at SLB Negeri 1 Tabanan. This research was carried out to answer the problem about What is the process of utilizing Audio Visual learning media in the learning of Hindu and BudiPekerti education in deaf children of SMPLB at SLB Negeri 1 Tabanan. The purpose of this study is to find out the use also the implication of audio visual learning mediain the learning of Hindu and Budi Pekerti Religious Education in deaf children at SLB Negeri 1 Tabanan. This research is in the form of qualitative design. Data is collected using data collection techniques as a first step in the completion of scientific works, namely Observation Techniques, Interview Techniques, and Documentation Study Techniques. After the data is collected, it is then processed using qualitative descriptive data analysis techniques. Based on the analysis above, the results of this study can be described as follows:12). In the learning processwith audio visual media, in general there are several steps in the use of audio visual media that must be done, namely: (a) Preparation, (b) Preparing for class, (c) Presentation, (d) Advanced activities. Although in this learning is useful does not mean there are no obstacles. As for some of the obstacles faced by Hindu teachersin the learning process with audio visual media in deaf children, which consists ofseveral factors, namely, student factors, family factors, teacher factors, and schoolfactors.2) 3). the use of audio visual media using video provides changes or benefits for students and teachers in learning Hindu and Budi Pekerti Religious Educationin deaf children of SMPLB at SLB Negeri 1 Tabanan. ABSTRAK Pendidikan Luar Biasa atau Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Penggunaan media pembelajaranjuga memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran baik disekolah umum maupun di sekolah luar biasa. Seperti halnya SLB Negeri 1 Tabanan telah memanfaatkan pembelajaran audio visual khususnya pada anak tunarungu SMPLBdi SLB Negeri 1 Tabanan. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjawabpermasalahan tentang Bagaimana proses serta implikasi dari pemanfaatan media pembelajaran Audio Visual dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada anak tunarungu SMPLB di SLB Negeri 1 Tabanan. Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai langkah awal dalam penusunan karya ilmiah, yaitu Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Teknik Studi Dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis diatas, hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagaiberikut: 1) Dalam proses pembelajaran dengan media audio visual, secara umum ada beberapa langkah-langkah dalam penggunaan media audiovisual yang harus dilakukan, yaitu: (a) Persiapan, (b) Mempersiapkan kelas, (c) Penyajian, (d) Aktifitas lanjutan. Meskipun dalam pembelajaran ini bermanfaat bukan berarti tidak ada kendala. Adapun beberapa kendala yang dihadapi guru Agama Hindu dalam proses pembelajaran dengan media audio visual pada anak. 2). pemanfaatan media audio visual dengan menggunakan video memberikan perubahan atau manfaat bagi peserta didik maupun guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti padaanak tunarungu SMPLB di SLB Negeri 1 Tabanan. tunarungu, yang terdiri dari beberapa faktor yaitu, faktor peserta didik, faktor keluarga, faktor guru, dan faktor sekolah.
TARI JOGED BUMBUNG PINGIT DALAM UPACARA PIODALAN DI PURA DALEM SASIH, BANJAR SASIH DESA ADAT PANJER, KECAMATAN DENPASAR SELATAN (NILAI-NILAI PENDIDIKAN SENI TARI KEAGAMAAN HINDU) I Putu Gede Jatma Dhika; I Made Sudarsana; I Wayan Sukadana
WIDYANATYA Vol 4 No 1 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Joged Bumbung Pingit dance is one of the types used as the object of research because it has some uniqueness and is a sacred dance, danced during the Piodalan ceremony at Dalem Sasih Temple, Banjar Sasih Panjer Traditional Village, South Denpasar District. This Joged Bumbung Pingit dance is a hereditary heritage and is preserved by the people of Banjar Sasih, Panjer Traditional Village.This research was conducted to answer the formulation of the problem which consists of : (1) What is the form of the Joged Bumbung Pingit Dance in the Piodalan Ceremony at Dalem Sasih Temple, Banjar Sasih Panjer Traditional Village, South Denpasar District ? (2) What is the function of the Joged Bumbung Pingit Dance in the Piodalan Ceremony at Dalem Sasih Temple, Banjar Sasih Panjer Traditional Village, South Denpasar District ? (3) What Hindu Religious Dance Educational Values are contained in the Joged Bumbung Pingit dance in thePiodalan Ceremony at Dalem Sasih Temple, Banjar Sasih Panjer Traditional Village, South Denpasar District? The theories used to dissect the problems in this research are Aesthetic Theory, Structural Functional Theory, and Value Theory. This research is in the form of a qualitative design. Data were collected using observation techniques, interview techniques, document studies, literature studies, after the data were collected, the data were analyzed using qualitative descriptive methods. After further research using the techniques and analyzes mentioned above, the results obtained are as follows: (1) The form of performances are, such as : a) Dancers of Joged Bumbung Pingit. b) Variety of Movement, c) Structure of Joged Bumbung Pingit Dance, d) Makeup and Clothing, e) Ritual Procession of Joged Bumbung Pingit Dance, f) Musical accompaniment of Joged Bumbung Pingit Dance, g) Place for performing Joged Bumbung Pingit Dance. (2) Functions of Joged Bumbung Pingit Dance, namely : a) Religious functions, b) Social functions. (3) The values contained in the Joged Bumbung Pingit Dance in the Piodalan Ceremony at Dalem Sasih Temple, Banjar Sasih Panjer Traditional Village, South Denpasar District are : a) Sacred Values, b) Ethical Values, c) Aesthetic Values, d) Cultural Preservation Values. ABSTRAK Tari Joged Bumbung Pingit merupakan salah satu jenis yang dijadikan objek penelitian karena memiliki beberapa keunikan dan merupakan tarian sakral ditarikan pada saat upacara Piodalan di Pura Dalem Sasih, Banjar Sasih Desa Adat Panjer, Kecamtan Denpasar Selatan. Tari Joged Bumbung Pingit ini merupakan warisan turun-temurun dan dilestarikan oleh masyarakat Banjar Sasih Desa Adat Panjer. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjawab rumusan masalah yang terdiri dari : (1) Bagaimana bentuk Tari Joged Bumbung Pingit dalam Upacara Piodalan di Pura Dalem Sasih,Banjar Sasih Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan ? (2) Bagaimanakah Fungsi Tari Joged Bumbung Pingit dalam Upacara Piodalan di Pura Dalem Sasih, Banjar Sasih Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan ? (3) Nilai-nilai Pendidikan Seni Tari Keagamaan Hindu apa sajakah yang terkandung dalam tari Joged Bumbung Pingit dalam Upacara Piodalan di Pura Dalem Sasih, Banjar Sasih Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan ? Adaupun teori yang digunakan untuk membedah permasalahan pada penelitian ini ada Teori Estetika, Teori Fungsional Struktural, Teori Nilai. Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, studi dokumen, studi kepustakaan, setelah data terkumpul, data di analisis dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Setelah adanya penelitian lebih lanjut denga menggunakan teknik dan analisis yang disebut diatas, diperoleh hasil penelitian yaitu sebagai berikut : (1) Bentuk pementasan seperti : a) Penari Joged Bumbung Pingit. b) Ragam Gerak, c) Struktur Tari Joged Bumbung Pingit, d) Tata rias dan Busana, e) Prosesi Ritual TariJoged Bumbung Pingit, f) Musik iringan Tari Joged Bumbung Pingit, g) Tempat pementasan Tari Joged Bumbung Pingit. (2) Fungsi Tari Joged Bumbung Pingit yaitu : a) Fungsi Relegius, b) Fungsi Sosial. (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Joged Bumbung Pingit dalam Upacra Piodaln di Pura Dalem Sasih, Banjar Sasih Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan adalah : a) Nilai Sakral, b) Nilai Etika, c) Nilai Estetika, d) Nilai Pelestarian Budaya.
STRATEGI PEMBELAJARAN MASTER PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SD NEGERI DESA TINGGARSARI KECAMATAN BUSUNGBIU KABUPATEN BULELENG Komang Agus Triadi Kiswara
WIDYANATYA Vol 4 No 1 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main task of Hindu religious teachers is to transform knowledge to students in order to have srada (faith) and devotion (taqwa) to God Almighty. In the learning process that is carried out, the teacher often experiences several obstacles that come from the teacher's internal and external nature, for this reason, a learning strategy is needed to be able to overcome these obstacles. The learning strategy used by Hindu religious education teachers at SD Negeri Tinggarsari is MASTER, namely, an independent learning strategy developed by Rose and Nicholl. MASTER is an acronym for Mind, namely the use of learning styles, Acquire, which is to get core ideas, Search out, namely learning with a supervisor, Triger builds motivation, Exhibit is an assessment, Reflect means a combination of what is known then and now. The purpose of this study was to determine the rationale for the use of MASTER learning strategies in Hindu religious education learning at SD Negeri in Tinggarsari, the methods of cultivation, constraints and impacts of learning with MASTER learning strategies. The theory used to solve this problem is Cognitive theory, structural functional theory. , and behavioristic theory. This research is in the form of a qualitative design where the data were collected using observation techniques, interview techniques and document study techniques. After the data has been collected, it is analyzed using qualitative methods through three steps, namely data reduction, data verification, drawing conclusions and data presentation. The results of the research produced in this study, the reason teachers at SD Negeri in Tinggarsari use the MASTER strategy in Hindu religious education learning is the achievement of the goal of Hindu religious education, namely forming students who have srada and Bhakti, forming student characters in accordance with the teachings of Hinduism. , instilling values that exist in society, active, creative, effective and fun learning. The application of the MASTER learning strategy through two stages, namely planning and implementing learning. The resulting impact is the creation of conducive learning for students. ABSTRAK Tugas utama dari guru Agama Hindu adalah mentransformasi pengetahuan kepada peserta didik agar dapat memiliki srada (keimanan) dan bhakti (taqwa) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan, guru sering mengalami beberapa kendala-kendala yang sifatnya dating dari internal guru maupun eksternalnya, untuk itulah diperlukan sebuah strategi pembelajaran untuk dapat mengatasi kendala tersebut. Strategi pembelajaran yang di pakai oleh guru pendidikan Agama Hindu di SD Negeri Tinggarsari adalah MASTER yaitu, strategi pembelajaran mandiri yang dikembangkan oleh Rose dan Nicholl. MASTER merupakan akronim Mind yaitu penggunaan gaya belajar, Acquire yaitu memperoleh gagasan inti, Search out yaitu belajar bersama pembimbing, Triger membangun motivasi, Exhibit adalah penilaian, Reflect artinya adalah perpaduan apa yang diketahui dahulu dan sekarang. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dasar pikiran digunakannya strategi pembelajaran MASTER dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SD Negeri di Tinggarsari, cara penarapan, kendala-kendala serta dampak dari pembelajaran dengan strategi pembelajaran MASTERTeori yang digunakan untuk memecahkan masalah ini adalah teori Kognitif, teori fungsional struktural, dan teori behavioristik. Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif dimana data dikumpulkan denga n menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik studi dokumen. Setelah data terkumpul kemudian dianalisa dengan metode kualitatif yang melalui tiga langkah yaitu reduksi data, verifikasi data, penarikan kesimpulan dan penyajian data. Hasil penelitian yang dihasilkan dalam penelitian ini,Alasan guru- guru di SD Negeri di Tinggarsari memakai strategi MASTER dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah, tercapainya tujuan pendidikan Agama Hindu yaitu membentuk siswa yang memiliki srada dan Bhakti, membentuk karakter siswa yang sesuai dengan ajaran agama Hindu, menanamkan nilai- nilai yang ada di masyarakat, pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Penerapan strategi pembelajaran MASTER melalui dua tahap yaitu perencanaan dan penerapan pembelajaran.Dampak yang dihasilkan adalah terciptanya pembelajaran yang kondusif bagi siswa.
STRATEGI PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT) PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS VI DI SD NEGERI 2 NYITDAH KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN I Made Sugiarta; I Gede Widya Suksma; Ni Nyoman Ayu Cahyani Putri
WIDYANATYA Vol 4 No 1 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Tabanan Regency Government through the Education and Culture Office regarding the implementation of face-to-face learning in education units within the Tabanan Regency Education and Culture Office, decided that the teaching and learning process (KBM) at the PAUD, SD and SMP level education units uses the Limited Face-to-face Learning (PTMT) method. The problems in this paper include: (1) Why is a Limited Face-to-face Learning (PTMT) strategy needed for Hindu Religion and Moral Education for Class VI Students at SD Negeri 2 Nyitdah, Kediri District, Tabanan Regency?, (2) How is the process of implementing the Learning strategy? Limited Face-to-Face (PTMT) Hindu Religious Education and Character Education for Class VI Students at SD Negeri 2 Nyitdah, Kediri District, Tabanan Regency?, (3) Supporting factors and inhibiting factors for implementing the Limited Face-to-face Learning (PTMT) strategy for Hindu Religious Education in Class VI students at SD Negeri 2 Nyitdah, Kediri District, Tabanan Regency. This type of research is a type of qualitative research that uses no-participant observation techniques, in-depth interviews, document studies as research methods. The conclusions are: (1) To avoid falling behind in learning, it is easier for teachers to provide material, and the material is more easily absorbed by students. (2) Establishing study sessions, implementing the covid-19 process, and using Small Group Discussion strategies and Active Learning strategies. (3) Supporting factors: Circular (SKB) 4 Ministers, facilities and infrastructure. Inhibiting factor: Parents are doubtful, and the subjects are taken to the core. ABSTRAK Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabanan, memutuskan bahwa proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada satuan pendidikan tingkat PAUD, SD dan SMP menggunakan metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Masalah pada penulisan ini meliputi: (1) Mengapa diperlukan strategi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas VI di SD Negeri 2 Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan?, (2) Bagaimanakah proses pelaksanaan strategi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas VI di SD Negeri 2 Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan?, (3) Faktor pendukungdan faktor penghambat pelaksanaan strategi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas VI di SD Negeri 2 Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan teknik observasi no-partisipan, wawancara mendalam, studi dokumen sebagai metode penelitian. Adapun kesimpulannya: (1) Untuk menghindari terjadinya ketertinggalan belajar, memudahkan guru memberikan materi, dan materi lebih mudah diserap peserta didik. (2) Membentuk sesi belajar, Menerapkan prokes covid-19, dan penggunaan strategi pembelajaran Kelompok Kecil (Small Group Discussion) dan strategi Active Learning. (3) Faktor pendukung: Surat Edaran (SKB) 4 Menteri, sarana dan prasarana. Faktor penghambat : Orang Tua yang ragu, dan mata pelajaran diambil inti-intinya saja.
FUNGSI GAMBAR KARTUN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA I Putu Gede Padma Sumardiana; Ni Luh Putu Trisdyani
WIDYANATYA Vol 4 No 2 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kartun merupakan salah satu media yang sangat baik digunakan sebagai hiburan yang murah dikarnakan kartun dapat kita nikmati atau tonton secara gartis di televisi maupun maupun secara online (komputer), selain itu kartun juga dapat digunakan sebagai media “pembantu”, dalam artian untuk mempermudah penyampaian sesuatu kepada masyarakat seperti pada dunia pendidikan, politik dan seni karena sifat dari kartun notabene bersifat lucu dan bertendensi parodi. Terkait fungsi dari kartun pada kehidupan manusia dapat dispesifikasikan menjadi lima hal yaitu: Kartun sebagai media hiburan yang murah meriah, Sebagai media untuk bercerita, Media untuk berekspresi, Media pendidikan, Media pariwisata, Sebagai media propaganda. ABSTRACT Cartoons are one of the best media to use as cheap entertainment because cartoons can be enjoyed or watched for free on television or online (computers), besides that cartoons can also be used as "helper" media, in the sense of facilitating the delivery of something. to the public such as in the world of education, politics and the arts because the nature of cartoons is actually funny and has parody tendencies. Regarding the function of cartoons in human life, it can be specified into five things, namely: Cartoons as cheap entertainment media, As media for storytelling, Media for expression, Media for education, Media for tourism, As propaganda media.
AJARAN UPEKSA MEMBENTUK KARAKTER SISWA PASCA PEMBELAJARAN DARING, KELAS V SD NEGERI 5 PENATIH KECAMATAN DENPASAR TIMUR T.A. 2021/2022 I Ketut Winantra; I Komang Dedi Diana; I Putu Sukanta
WIDYANATYA Vol 4 No 2 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The character building of the student now has been the main focus of schools, especially during the Covid-19 pandemic. The teaching of Catur Paramita, especially Upeksa, 'the teachings of morality or ethics in respecting others' may be the basis for this view. This study was conducted to determine the application of Upeksa's teaching, obstacles, and implications in building the student character during post-online learning for fifth grade at SD Negeri 5 Penatih, East Denpasar District, Academic Year 2021/2022. This research applied the qualitative method. Based on the analysis, the Upeksa's teachings are actualized through the teachings of Tri Hita Karana, three harmonious balance relationships, namely with God, with fellow human beings, and the the natural environment. The obstacles in the application of the Upeksa's teachings are (1) internal factors (a) differences in the intelligence of students, (b) interest in learning, and (c) talent. (II) External factors which include (a) family environment, (b) school environment, and (c) community environment. Meanwhile, the implication is the occurrence of changes in attitudes in students such as (a) sradha and bhakti attitudes, (b) discipline, (c) caring, (d) responsibility, and (e) politeness. ABSTRAK Pembentukan karakter siswa sekarang ini menjadi fokus utama sekolah, terlebih di masa Pandemi Covid-19. Ajaran Catur Paramita khususnya Upeksa ‘ajaran susila atau etika dalam sikap menghargai orang lain’ menjadi dasar pandangan menuju arah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui penerapan ajaran Upeksa, kendala-kendala, dan implikasinya dalam membentuk karakter siswa selama pembelajaran pasca daring kelas V SD Negeri 5 Penatih, Kecamatan Denpasar Timur Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini berbentuk metode kualitatif. Berdasarkan analisis, ajaran Upeksa diaktualisasikan melalui ajaran Tri Hita Karana, tiga hubungan keseimbangan yang harmonis yaitu dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Kendala dalam penerapan ajaran Upeksa adalah (1) faktor internal (a) perbedaan kecerdasan peserta didik, (b) minat belajar, dan (c) bakat. (II) Faktor eksternal yang meliputi (a) lingkungan keluarga, (b) lingkungan sekolah, dan (c) lingkungan masyarakat. Sedangkan, implikasinya adalah terjadinya perubahan sikap pada diri siswa seperti (a) sikap sradha dan bhakti, (b) kedisiplinan, (c) kepedulian, (d) tanggung jawab, serta (e) sikap sopan santun.
TEKNIK E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI KELAS VII SMP NEGERI 1 NUSA PENIDA I Gusti Ayu Suasthi; I Wayan Arissusila; I Putu Aribawa Dana
WIDYANATYA Vol 4 No 2 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Learning with e-learning techniques is learning that utilizes internet technology to improve the learning environment, rich content and broad coverage. For example, SMP Negeri 1 Nusa Penida has used e-learning techniques in learning Hindu religious education, especially for grade VII students. This research was conducted to answer the problem: how is the process and implications of using e-learning techniques in learning Hindu religious education in class VII SMP Negeri 1 Nusa Penida. The purpose of this research is to increase the knowledge of students and increase the desire to learn in the classroom with the learning media Visio. This study uses data collection techniques carried out by observation, interviews, and document studies. While the theories used are constructivist and behavioristic theories. The results are: The process of using e-learning in learning Hindu religion education at SMP Negeri 1 Nusa Penida, can provide a fun and not boring learning atmosphere even though students study in their respective homes. The e-learning technique learning process aims to make it easier for students to understand the material displayed in the form of power point slides, question and answer quizzes on Google Meet, as well as to build students' learning passion so they don't feel bored when carrying out learning. Not only that, the material delivered by the teacher is acceptable, right on target and easily understood by students, despite the current Covid-19 pandemic. The implications of using e-learning techniques in learning Hindu religion education at SMP Negeri 1 Nusa Penida can be divided into three parts, namely implications for student knowledge (cognitive domain), implications for student attitudes (affective domain), and implications for psychomotor domains. ABSTRAK Pembelajaran dengan teknik e-learning merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi internet untuk meningkatkan lingkungan belajar, konten yang kaya dan cakupan yang luas. Misalnya SMP Negeri 1 Nusa Penida telah menggunakan teknik e-learning dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu khusunya siswa kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan: bagaimana proses dan implikasi penggunaan teknik e-learning dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu di kelas VII SMP Negeri 1 Nusa Penida. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik dan meningkatkan keinginan belajar di kelas dengan media visio pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan dengan obersvasi, wawancara, dan studi dokumen. Sedangkan teori yang digunakan yaitu teori konstruktivistik dan behavioristik. Hasilnya berupa: Proses penggunaan e-learning dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 1 Nusa Penida, dapat memberikan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan walaupun siswa belajar di rumahnya masing-masing. Proses pembelajaran teknik e-learning, bertujuan agar siswa lebih mudah dalam memahami materi yang ditayangkan berupa slide power point, quis tanya jawab pada Google Meet, serta membangun gairah belajar siswa agar tidak merasa bosan pada saat melaksanakan pembelajaran. Tidak hanya itu materi yang disampaikan oleh guru bisa di terima, tepat sasaran dan mudah dipahami oleh siswa, meskipun adanya pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Implikasi penggunaan teknik e-learning dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 1 Nusa Penida dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu implikasi terhadap pengetahuan siswa (ranah kognitif), implikasi terhadap sikap peserta didik (ranah afektif), dan implikasi terhadap ranah psikomotor.
REKONSTRUKSI TARI BARIS MAGPAG YEH DI SUBAK TEGAN DESA ADAT KAPAL KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG Ni Luh Putu Wiwin Astari; I Ketut Gede Rudita; Ni Dewi Septiandriani
WIDYANATYA Vol 4 No 2 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Reconstruction is the return of something to its original place, the compilation or redrawing of existing materials and rearranged as it was or the original incident. Various arts are deliberately preserved for ceremonial purposes. Dance in Bali is closely related to religious processions. It is even worth believing that the age of dance standards is as old as the establishment of Hinduism. Sacred dances that are preserved for ceremonial purposes in religious processes cause Balinese arts to be preserved, such as: the Magpag Yeh Baris Dance in Kapal Village, Mengwi District, Badung Regency. Sensitivity to external influences needs attention so that the development and survival of the Baris Magpag Yeh Dance in modern times does not deviate from its parent which has a clear identity, namely Hinduism. A.A Bagus Sudarma Magpag Yeh's line dance in Kapal Village is now the result of reconstruction. The Baris Magpag Yeh dance is a sacred dance performed on sasih kapitu in Subak Tegan, Kapal Adat Village, which has existed since the 16th century AD. This is evidenced by the history of the origin of this dance based on the Sri Aji Kresna Kepakisan inscription dated 1667 AD. The Baris Magpag Yeh dance is a dance that is staged as an expression of gratitude for the community for the blessing of water. After every performance of the Baris Magpag Yeh dance, rain or big water from the upstream of Lake Beratan appears in torrents. In general, the Baris Magpag Yeh Dance is usually accompanied by gamelan gong gede, while the Baris Magpag Yeh Dance in Kapal village is accompanied by gamelan gong kebyar or accompanied by gamelan baleganjur. This dance has a symbolic function to illustrate God's activities such as images or illustrated in paintings or statues of Shiva Nataraja. ABSTRAK Rekonstruksi adalah pengembalian sesuatu ketempatnya yang semula, penyusunan atau penggambaran kembali dari bahan-bahan yang ada dan disusun kembali sebagaimana adanya atau kejadian semula. Beraneka ragam kesenian secara sengaja dipelihara untuk kepentingan upacara. Seni Tari di Bali sangat erat kaitannya dengan prosesi keagamaan. Bahkan layak dipercaya bahwa usia pakem tari sama tuanya dengan penetapan Agama Hindu. Tari-tarian sakral yang dipelihara untuk kepentingan upacara dalam psoses keagamaan menyebabkan kesenian Bali tetap dijaga pelestariannya seperti halnya: Tari Baris Magpag Yeh yang ada di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Kepekaan terhadap pengaruh-pengaruh luar perlu mendapatkan perhatian agar perkembangan dan kelangsungan hidup Tari Baris Magpag Yeh tersebut dalam jaman modern ini tidak menyimpang dari induknya yang mempunyai identitas yang jelas yaitu Agama Hindu. A.A Bagus Sudarma tari baris Magpag Yeh yang ada di Desa Kapal sekarang merupakan hasil rekonstruksi. Tari Baris Magpag Yeh merupakan tari sakral yang dipetaskan pada sasih kapitu di Subak Tegan Desa Adat Kapal yang sudah ada dari abad ke-16 Masehi. Hal tersebut dibuktikan dengan sejarah asal mula tarian ini berdasarkan prasasti Sri Aji Kresna Kepakisan berangka tahun 1667 Masehi. Tari baris magpag yeh ini merupakan tarian yang dipentaskan sebagai ucapan rasa syukur masyarakat terhadap berkah berupa air.Setiap usai digelar pementasan tari Baris Magpag Yeh, hujan atau air besar dari hulu Danau Beratan muncul dengan deras. Pada umumnya Tari Baris Magpag Yeh biasanya diiringi oleh gamelan gong gede, sementara Tari Baris Magpag Yeh di desa Kapal diiringi oleh gamelan gong kebyar atau diiringi oleh gamelan baleganjur. Tari ini memiliki fungsi simbolik untuk mengilustrasikan aktivitas Tuhan seperti gambaran atau diilustrasikan dalam lukisan atau patung Siwa Nataraja.
MAKNA WADAH DALAM UPACARA NGABEN PRATISENTANA ARYA GAJAH PARA I Gede Satria Budhi Utama; I Wayan Arissusila; IB Eka Sutha Harunika
WIDYANATYA Vol 4 No 2 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The container in Indonesian is a means of conveying the corpse in the Ngaben ceremony in Bali. The shape and structure of the container is strongly influenced by the soroh or community groups. One of the many types of containers in Bali is the winged container used by Pratisantana Arya Gajah Para in the village of Loaddem. The reason for the use of the Wadah in the Ngaben Pratisentana Arya Gajah Para ceremony in the village of Loaddem is due to the combination of Gamapati inherited by the ancestors of Sira Arya Gajah Para which was then combined with the village Dreshta which is a local belief in the village of Loaddem, District of Loaddem, Regency of Karangasem. 2. The form of the container used in the Ngaben Pratisentana Arya Gajah Para ceremony in the village of Loaddem is a winged container using Boma, Wilmana, Garuda Mungkur corals as a complement. There are several kinds of pepalihan that are applied in the embodiment of this container, including: palih Bacem, Gunung tajak, palih taman, sancak, Bada dara, and rongan, which in each area are decorated with various kinds of ornaments such as keketusan, pepatran, and authorship. ABSTRAK Wadah dalam Bahasa Indonesia adalah merupakan sarana pengantar jenazah dalam upacara Ngaben di Bali. Bentuk dan struktur bangun pada wadah sangat dipengaruhi oleh soroh atau kelompok warga. Salah satu dari sekian banyaknya jenis Wadah di Bali adalah Wadah Bersayap yang digunakan oleh Pratisantana Arya Gajah Para di desa Bebandem. Alasan dari penggunaan Wadah dalam upacara Ngaben Pratisentana Arya Gajah Para di desa Bebandem adalah berkat adanya gabungan antara Gamapati yang diwariskan oleh leluhur Sira Arya Gajah Para yang kemudian digabungkan dengan Dreshta desa yang merupakan kepercayaan lokal yang ada di desa Bebandem, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. 2. wujud dari Wadah yang dipakai dalam upacara Ngaben Pratisentana Arya Gajah Para di desa Bebandem adalah Wadah bersayap dengan memakai karang Boma, Wilmana, Garuda mungkur sebagai pelengkapnnya. Adapun beberapa macam pepalihan yang diterapkan dalam perwujudan Wadah ini antara lain: palih Bacem, Gunung tajak, palih taman, sancak, Bada dara, dan rongan, yang di setiap bidangnya dihias dengan berbagai macam ornamen seperti keketusan, pepatran, dan kekarangan.
KAJIAN BENTUK WAYANG KAYONAN GAYA BEBADUNGAN JERO DALANG MADE JAGRA DI DESA BONGKASA Ni Luh Putu Trisdyani; I Kadek Sumadiyasa; I Made Sastrawan
WIDYANATYA Vol 4 No 2 (2022): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni 
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Wayang is one of Indonesia's cultural heritages that has been recognized by the world, namely UNESCO in 2003, proclaiming Indonesian wayang as a Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. This research uses qualitative methods with interviews, observation and literature study. The purpose of this research is to identify the forms of the Bebadungan Styleof Kayonan Wayang Jero Dalang Made Jagra in Bongkasa Village. The theories used in this study include Aesthetic theory and Structural-Functional theory. a banana leaf that has a slender shape and extends upwards. In addition, in terms of the form of the Bebadungan Style of Kayonan Wayang Jero Dalang Made Jagra in Bongkasa Village, it is divided into three parts based on the Tri Loka concept. There are ornaments in the Bebadungan Style of Kayonan Wayang Jero Dalang Made Jagra in Bongkasa Village, namely Keketusan Ornaments, Corral Ornaments, and Pepatran Ornaments ABSTRAK Wayang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh dunia yaitu UNESCO pada tahun 2003, memproklamirkan wayang Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan studi pustaka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengiidentifikasi bentuk pada Wayang Kayonan Gaya Bebadungan Jero Dalang Made Jagra di Desa Bongkasa.Teori yang digunakan pada penelitian ini antara lain teori Estetika dan teori Struktural – Fungsional Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Kayonan Gaya Bebadungan Jero Dalang Made Jagra di Desa Bongkasa menggunakan sikut atau gaya yang unik yaitu menyerupai sehelai daun pisang yang memiliki bentuk ramping dan memanjang ke atas. Selain itu, dari segi bentuk Wayang Kayonan dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan konsep Tri Loka. Terdapat ornamen pada Wayang Kayonan Gaya Bebadungan di Desa Bongkasa yaitu Ornamen Keketusan, Ornamen Kekarangan, dan Ornamen Pepatran.

Page 7 of 14 | Total Record : 135