cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
Perancangan Materi Promosi Event Ramadhan Jazz Festival 2018 Nurshadrina, Dianti Puspita
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.26484

Abstract

Dari tahun ke tahun, semakin banyak festival musik yang diselenggarakan di Jakarta. Salah satunya adalah Ramadhan Jazz Festival yang diselenggarakan oleh RICMA dan Warta Jazz. Festival musik ini dilakukan untuk menarik perhatian kaum millennial agar datang ke masjid dengan cara yang berbeda, yaitu dengan menghadiri festival musik jazz di Jakarta yang dapat dihadiri oleh semua khalayak Muslim ataupun Non-Muslim. Festival musik dapat diselenggarakan dengan baik apabila memiliki materi promosi yang sesuai. Materi promosi yang digunakan harus memiliki desain yang sesuai, serta elemen-elemen yang tepat agar pesan yang disampaikan oleh penyelenggara dapat tersampaikan dengan baik, sehingga minat kehadiran khalayak pun meningkat.Kata kunci: materi promosi, festival musik, desain komunikasi visual, layout, tipografi, logo
Konsep Reduce, Reuse, Recycle dan Replace dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Polanharjo Kabupaten Klaten Nurul Istiqomah; Izza Mafruhah; Evi Gravitiani; Supriyadi supriyadi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.26682

Abstract

Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), diperkirakan jumlah sampah Indonesia pada tahun 2019 adalah sebesar 68 juta ton, dan sampah plastiknya mencapai 9,52 juta ton atau mencapai 14% dari total sampah yang ada. Pengelolaan sampah anorganik yang berupa botol, kertas, plastic, kaleng dan sampah bekas alat elektronik sifatnya lebih sukar terurai oleh organisme sehingga bertahan lama menjadi sampah. Terdapat berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Sampah yang bisa diangkut ke TPA di Klaten setiap harinya hanya berkisar 70% dari sampah yang ada, dan yang bisa diolah menjadi kompos dan daur ulang sampah anorganik hanya berkisar 2 %, sedangkan sisanya ditimbun sebesar  10 %,  dibakar sebesar 10 % dan besarnya sampah yang tidak terangkut adalah 8 %. Polanharjo merupakan salah satu daerah di Kabupaten Klaten yang sudah mengkoordinasi pemanfaatan sampah anorganik secara komersil, salah satu pelaku pemanfaatan sampah didaerah tersebut adalah Bank Sampah Rukun Santoso.Bank Sampah Rukun Santoso merupakan salah satu bank sampah yang bisa mengelola dengan baik sampah yang dikumpulkannya, tetapi masih menghadapi beberapa kendala. Kendala-kendala tersebut adalah belum adanya variasi terhadap produk olahan sampah yang dihasilkan, karena baru bisa mengolah sampah berbahan dasar plastis pembungkus minuman instan saja. Sampah yang berupa kertas masih dijual secara kiloan, padahal mempunyai potensi untuk diolah dan mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi. Pemasaran yang dilakukan masih tradisional, dimana produk hasil olahan sampah hanya dipajang pada etalase di salah satu teras rumah pengurus dari bank sampah, sehingga diperlukan pelatihan untuk pemasaran yang lebih modern serta perlunya brand awareness pada produk olahan sampah tersebut.Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan pelatihan bagi anggota dan pengurus Bank Sampah di Desa Polanharjo untuk membuat produk baru sebagai usaha diversifikasi terhadap produk yang sudah ada untuk kemajuan usaha mereka dengan bahan baku kain perca, karena selama ini yang diolah hanya sampah plastis yang berupa bekas pembungkus minuman kemasan saja.
Penyuluhan Penanganan Stroberi Pasca Panen di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu Elisa Herawati; Nita Etikawati; Ratna Setyaningsih; Sugiyarto Sugiyarto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.40275

Abstract

Produksi stroberi di Desa Gondosuli, Tawangmangu terkendala masalah masa simpan yang singkat dan buahnya yang mudah rusak (busuk) setelah dipanen. Kegiatan P2M ini secara umum betujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan stroberi pascapanen agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan alternatif produk olahan stroberi (makanan dan kosmetik) yang dapat dibuat dengan teknologi sederhana, maupun teknologi modern seperti freeze dry (kering beku) untuk memperpanjang usia penyimpanan buah stroberi setelah dipanen. Manfaat yang dapat diperoleh petani stroberi Gunung Lawu dengan mengikuti penyuluhan ini adalah bertambahnya wawasan mengenai metode pengolahan buah stroberi agar menjadi komoditas yang lebih tahan lama. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan format penyuluhan, dimana tim P2M memaparkan alternatif pemanfaatan/pengolahan buah stroberi menjadi produk makanan dan kosmetik yang daya simpannya lebih lama dibandingkan buah stroberi segar. Selain paparan mengenai derivatif produk stroberi yang diolah dengan teknik sederhana, tim P2M juga mengenalkan teknologi freeze dry (kering beku) dan aplikasinya untuk memproduksi komoditas lain berbahan dasar stroberi. Teknologi freeze dry dapat mengeringkan stroberi pada suhu rendah (-40°C), dengan tidak merubah warna buah dan nutrisi di dalamya. Proses freeze dry memungkinkan buah stroberi disimpan dalam waktu lama (bahkan sampai dengan 15 tahun) dan buah dapat dipasarkan dalam bentuk kemasan freezed dried strawberry, atau dipakai sebagai bahan dasar produk makanan (coklat) atau kosmetik (sabun, lulur mandi), dan lain-lain.Kata Kunci: stoberi, pasca panen, pengolahan
Indeks kata kunci Mohtar Yunianto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.44515

Abstract

Pelatihan Branding Sebagai upaya Meningkatkan Efektivitas Pemasaran Nugget Lele Desa Mojogedang Catur Sugiarto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.40203

Abstract

Produk lele di Desa Mojogedang, Karanganyar sangat melimpah, namun warga masyarakat belum dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam tersebut sebagai alternatif peningkatan nilai ekonomi daerah. Pelatihan pemasaran berupa branding produk diberikan pada warga dalam upaya membantu memasarkan produk nugget lele yang sebelumnya dikenalkan sebagai inovasi produk lele dan sayur-mayur yang tersedia melimpah di daerah Mojogedang. Aktivitas pemasaran dan branding produk merupakan kunci keberhasilan produk untuk lebih dikenal oleh konsumen dan meningkatkan potensi penjualan produk. Pelatihan pemasaran sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat ini diikuti oleh peserta dari anggota PKK Desa Mojogedang, Karanganyar.
Pengembangan Desa melalui Optimalisasi Literasi, Pariwisata, Kesehatan, dan Sosial di Kecamatan Riung, Ngada, NTT Syamsul Hadi; Dody Ariawan; Zainal Arifin; Muchlish Muchlish; Alfian Alfian
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.41762

Abstract

Kelurahan Nangamese merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Riung Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur dimana sebagian besar penduduknya merupakan nelayan. Bidang pendidikan yang masih terlambat karena terbatasnya sumber daya pengajar dan bidang pariwisata yang belum digali yang sehingga belum banyak dikenali oleh masyarakat di Indonesia meski banyak potensi wisata alam yang sangat indah merupakan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Nangamese. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Nangamese ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai peningkatan dalam bidang pendidikan, pariwisata, kesehatan, dan sosial. Potensi wisata alam dapat dimanfaatkan sebagai penghasilan pendapatan masyarakat lokal dengan ditambah membuat produksi oleh-oleh agar semakin dikenal oleh masyarakat di Indonesia, dan dalam bidang pendidikan dapat mulai dikenalkan dengan bahasa asing sejak dini, bidang kesehatan yaitu melatih masyarakat setempat untuk menjadi kader kesehatan. Seluruh kegiatan yang diadakan oleh Tim KKN UNS di Kelurahan Nangamese disambut dan diikuti secara antusias oleh masyarakat yang ditunjukkan dengan semangat dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan. Kegiatan pada bidang pendidikan non-formal juga mendapat respon yang cukup positif dimana Tim KKN memberikan pendidikan dan keterampilan untuk siswa sekolah dasar penyuluhan dan pelatihan menanam tanaman vertikal dan kaderisasi kesehatan untuk ibu-ibu. Selain itu adapula kegiatan pekan kreativitas, bimbingan belajar, dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti sangat antusias oleh anak-anak di Kelurahan Nangamese. Dapat disimpulkan kegiatan KKN UNS di Kelurahan Nangamese terlaksana dengan baik. Seluruh rencana program kerja terlaksana dan direspon positif oleh masyarakat meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi
Pemanfaatan Tanaman Daun Gatal di Arso XIV Eva Susanty Simaremare; Rani Dewi Pratiwi; Elsye Gunawan
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.24788

Abstract

Wulukubun Arso XIV, District Skanto Kerom regency is overgrown with stingging nettle leaves that are useful as traditional medicine as pain relief, reduce fatigue, and reduce stiffness. Stingging nettle leaves are found in the village but they are only allowed to dry, wilted, dead, even thrown away. On the other hand the value of this leaf is higher if they are developed as pharmaceutical products. The purpose of this activity was to carry out a program to empower, strengthen community participation in swamedication and optimization the potency of stingging nettle leaf to raise the health and economics of Wulukubun Arso XIV people as topical ointment. This activity was taked out by the preparation method, established cooperation with partners, related institutions, activities of the activity day in the village, evaluation, report, and publication. The results showed 7.4% of participants have followed the same activity. As many as 88.9% of participants got new information from this activity and 70.4% committed to assist others in disseminating the information from this activity
Identifikasi Sebaran Episenter Dan Hiposenter Gunungapi Guntur Berdasarkan Data Seismik dengan Menggunakan Metode Geiger Nandaru Diaz; Ni Kadek Sugestiani; I Gede Suantika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v8i2.25336

Abstract

Telah dilakukan identifikasi hiposenter gempa Gunungapi Guntur pada bulan Juni 2016  dengan menggunakan metode Geiger. Lokasi hiposenter gempabumi penting dilakukan untuk identifikasi sumber gempa, pemetaan sebaran gempa dan analisis kegempaan. Hasil penelitian menunjukkan pola sebaran episenternya terdistribusi pada gugusan komplek Gunung Guntur sampai Gunung Masigit pada kedalaman 0 – 10 km yang dihitung dari puncak Gunungapi Guntur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8