cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Pelatihan Desain Konten dan Pengelolaan Media Sosial bagi Anggota Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jepang Novianto Yudha Laksana; Ulfah Hidayati
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.78782

Abstract

Desain konten dan pengelolaan media sosial sangat penting bagi bisnis dan organisasi guna meningkatkan kehadiran mereka di media sosial dan mencapai audiens yang lebih besar melalui konten yang menarik dan efektif. Salah satu organisasi yang memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi adalah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang. Sejauh ini, PCIM Jepang menggunakan Instagram sebagai media komunikasi untuk membangun hubungan dengan publik internal dan eksternal. Namun, keterbatasan keterampilan dan sumber daya dari PCIM Jepang menjadi kendala untuk mengembangkan media sosial yang efektif. Sejak tahun 2020, baru ada 91 postingan yang diunggah. Konten tersebut lebih didominasi tentang perayaan hari raya dan ucapan selamat kepada anggota komunitas. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan kompetensi desain dan literasi pengelolaan media sosial anggota PCIM Jepang. Pelatihan diadakan secara daring selama 2 sesi dan 1 sesi pendampingan dengan sasaran peserta 25 orang. Peserta pelatihan memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan peserta selama pelatihan berlangsung. Mereka merasa pelatihan ini sangat berguna untuk meningkatkan kapasitas keterampilan manajemen media sosial. Content design and social media management are essential for businesses and organizations to increase their presence on social media and reach a larger audience through engaging and compelling content. The Leadership of the Special Branch of Muhammadiyah (PCIM) Japan is one organization that uses social media as a communication tool. So far, PCIM Japan has used Instagram as a communication medium to build relationships with the internal and external public. However, the limited skills and resources of PCIM Japan are obstacles to developing effective social media. Since 2020, only 91 posts have been uploaded. The content is dominated by holiday celebrations and congratulations to community members. The training aims to improve the design competence and social media management literacy of PCIM Japan members. The training was held online for two sessions and one mentoring session with a target of 25 participants. The training participants responded positively to this activity. It can be seen from the participants' activeness during the training. They felt this training was beneficial for increasing their capacity for social media management skills.
Pendampingan Pengembangan Pertanian Organik melalui Teknologi Pupuk Hijau Azolla Jauhari Syamsiyah; Ganjar Herdiansyah; Sri Hartati; Mujiyo Mujiyo; Widyatmani Sih Dewi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.83482

Abstract

Pertanian organik merupakan pertanian yang mengedepankan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik memiliki manfaat terhadap tanaman, tanah dan lingkungannya. Azolla merupakan salah satu sumber pupuk organik yang memiliki kelebihan yaitu cepat dalam proses berkembang biak yang dapat dijadikan pupuk kompos atau pupuk hijau. Permasalahannya adalah azolla belum banyak dikenal di kalangan petani, khusunya petani di Desa Sukosari. Tujuan pengabdian ini adalah pendampingan terhadap petani untuk menciptakan pertanian organik yang ramah lingkungan dan memberikan pengetahuan kepada petani tentang pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal berupa Azolla. Metode yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian ini antara lain: 1) Survei lokasi, 2) Edukasi/paparan dan sosialisasi, 3) Pelatihan budidaya dan pendampingan, 4) Focus Grup Discussion (FGD). Pengabdian dilaksanakan di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan  pemahaman petani meningkat setelah dilakukan kegiatan pengabdian >80% dan ketertarikan petani terhadap budidaya azolla secara mandiri mencapai 87%. Keunggulan lain dari azolla adalah sebagai pakan ternak. Pertanian organik di lokasi pengabdian sudah dilakukan oleh beberapa petani, namun belum secara maksimal dikembangkan. Kata kunci: Azolla, Pelatihan budidaya, Penyuluhan, Pupuk organik
Optimalisasi Branding, Pemasaran Daring dan Kualitas Laporan Keuangan Usaha Batik Kalimasada dan Topeng Nyono Malik Malik Cahyadin; Raden Kunto Adi; Rendi Fathoni Hadi; Nuning Setyowati Setyowati
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.88430

Abstract

Batik Kalimasada dan Topeng Nyono merupakan usaha mikro yang memanfaatkan bahan baku produksi lokal dan alami. Kedua usaha ini berada dan menjadi kebanggaan Desa Joho Kabupaten Wonogiri. Batik Kalimasada didirikan pada tahun 2021 sedangkan Topeng Nyono didirikan pada tahun 2017. Namun demikian, kedua usaha menghadapi kendala optimalisasi branding, pemasaran daring dan laporan keuangan usaha. Ketiga kendala tersebut harus dicari solusinya untuk meningkatkan penjualan, laba dan mempermudah akses pembiayaan dari perbankan atau bantuan modal usaha dari pemerintah. Oleh sebab itu, kegiatan ini menerapkan pelatihan usaha dalam beberapa bentuk terdiri atas pelatihan optimalisasi branding, pelatihan optimalisasi pemasaran daring, dan pelatihan peningkatan kualitas laporan keuangan usaha. Periode pelaksanaan pelatihan adalah April-Juni 2024. Hasil kegiatan mengungkap bahwa para pemilik usaha mempunyai semangat dan partisipasi aktif dalam semua kegiatan pelatihan. Proses optimalisasi branding dan pemasaran daring menggunakan beberapa media pemasaran daring yang telah mereka buat dan gunakan. Sementara itu, proses peningkatan kualitas laporan keuangan usaha dilakukan melalui pemanfaatan aplikasi SI APIK. Dampak pelatihan ini adalah peningkatan penjualan sebesar 25% untuk Batik Kalimasada dan 10% untuk Topeng Nyono. Dengan demikian, para pemilik usaha sepatutnya mempraktikan optimalisasi branding, pemasaran daring, dan pelaporan keuangan usaha untuk meningkatkan penjualan dan laba. Pemerintah desa dan daerah sepatutnya memberikan fasilitasi pemasaran dan akses permodalan usaha.    Kata kunci: pelatihan; branding; pemasaran daring; laporan keuangan
Menggerakkan Culturepreneurship melalui Lokakarya Membatik Berdasarkan Relief Candi Merak dan Candi Sojiwan bagi Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Arif Nur Setiawan; Muhammad Arif Jati Purnomo; Aris Setiawan; Manggar Sari Ayuati; Heri Mahardika; Ferry Ardiyanto; Yusri Damayanti; Heni Wijayati; Sardjiastuti Sardjiastuti; Jon Ariyanto; Theresiana Ani Larasati; Shinta Dwi Prasasti; Aprilia Widiasari; Joko Sulistyo; Riris Purbasari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.114567

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta dan nilai kemanfaatan lokakarya membatik berdasarkan relief Candi Merak dan Candi Sojiwan bagi masyarakat Desa Karangnongko dan Desa Kebondalem Kidul, Kabupaten Klaten. Pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh rendahnya kesadaran masyarakat sekitar cagar budaya terhadap nilai historis, simbolik, dan potensi ekonomi Candi Merak dan Candi Sojiwan, serta masih terbatasnya semangat kewirausahaan berbasis budaya lokal. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk lokakarya membatik berdasarkan relief Candi Merak dan Candi Sojiwan ini penting dikarenakan cagar budaya memiliki potensi strategis sebagai sumber pengembangan culturepreneurship yang berkelanjutan melalui integrasi pelestarian budaya dan ekonomi kreatif. Metode pengabdian meliputi penyampaian materi tentang cagar budaya dan culturepreneurship, pelatihan membatik tulis dan cap, pendampingan proses pewarnaan, evaluasi kegiatan, serta diseminasi hasil melalui peragaan busana dan pementasan kesenian. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan sekitar 31% dalam pemahaman peserta terhadap nilai cagar budaya, peningkatan sekitar 20% dalam keterampilan membatik, serta pembentukan kelompok pembatik lokal yang berpotensi menjadi penggerak culturepreneurship. Temuan ini menegaskan bahwa lokakarya berbasis warisan budaya efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan relevan untuk dikembangkan sebagai model pengabdian berkelanjutan di kawasan cagar budaya. Kata kunci: cagar budaya; Candi Merak; Candi Sojiwan; culturepreneurship; lokakarya membatik
Climate Change Camp: Metode Peningkatan Kesadaran Generasi Muda dalam Beradaptasi dan Memitigasi Perubahan Iklim Jauhari Syamsiyah; Suntoro Suntoro; Komariah Komariah; Silvia Novarinda
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.80200

Abstract

Perubahan iklim menjadi kekhawatiran masyarakat di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Kepedulian terhadap lingkungan dan kesadaran mengendalikan perubahan iklim perlu dilakukan oleh semua kalangan masyarakat. Generasi muda, khususnya siswa tingkat SMA/K adalah kalangan yang dirasa paling tepat dijadikan sebagai agen pengendali perubahan iklim. Pendidikan dan peningkatan pemahaman terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim kepada generasi muda dirasa akan lebih efektif jika dilakukan dengan cara yang unik dan menyenangkan. Climate Change Camp adalah kegiatan camping yang berisi serangkaian acara dengan tujuan utama penyampaian materi, didukung dengan alat peraga pendidikan, serta dikemas dengan kegiatan lain seperti malam keakraban, games, dan olahraga. Hasilnya menunjukkan bahwa penyampaian materi dengan metode ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan perubahan iklim dan pemanasan global, serta siswa paham apa yang harus mereka lakukan untuk beradaptasi dan memitigasi terjadinya perubahan iklim. Target capaian mencapai mencapai 96% dalam memahami pengertian dan perbedaan perubahan iklim dan pemanasan global, 100% dalam memahami jenis-jenis kegiatan yang mendorong terjadinya pemanasan global, 93% dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya dan dampak pemanasan global, serta 93% dalam memahami tindakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim. Climate Change Camp dapat dijadikan salah satu metode pembentukan generasi muda sebagai bagian dari agen pengendalian perubahan iklim..  Climate change has been a concern for people around the world for years. Concern for the environment and awareness of controlling climate change needs to be carried out by all levels of society. The younger generation, especially senior high school level students, are the people who are deemed most appropriate to act as agents to control climate change. It is felt that education and increasing understanding regarding climate change adaptation and mitigation for the younger generation will be more effective if done in a unique and fun way. Climate Change Camp is a camping activity that contains a series of events with the main aim of delivering material, supported by educational props, and packaged with other activities such as social evenings, games and sports. The results show that delivering material using this method can increase understanding and awareness of climate change and global warming, and students understand what they must do to adapt and mitigate climate change. The target achievement is to reach 95% in understanding the meaning and differences between climate change and global warming, 96% in understanding the types of activities that encourage global warming, 93% in increasing awareness of the dangers and impacts of global warming, and 93% in understanding the actions taken must be done to increase public awareness of climate change. Climate Change Camp can be used as a method of forming the younger generation as part of climate change control agents.
Persepsi masyarakat Banten terhadap diversifikasi olahan Talas Beneng Patricia Putri Kissya Rintyaningtyas; Alya Muna Zhafirah; Muhammad Fadlan Ramadhan; Sabrina Amelia Halizsyah; Siti Azha Hukmia; Riyani Agistia Utami; Rida Oktorida Khastini
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.87669

Abstract

Provinsi Banten, tepatnya Kabupaten Pandegelang, merupakan tempat asal mula Talas Beneng, "beneng" berarti "besar" dan "koneng", yang menggambarkan talas beneng berukuran besar dan berwarna kuning. Talas beneng adalah salah satu jenis talas yang dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok. Namun, kandungan asam oksalatnya yang tinggi membuatnya kurang populer dibandingkan dengan jenis talas lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pendapat masyarakat pada talas beneng sebagai komoditas lokal khas Banten yang dapat mengembangkan perekonomian di provinsi Banten. Penelitian ini digunakan dengan metode deskriptif dengan mewawancarai kepada 30 responden masyarakat Kota Serang Provinsi Banten. Hasil penelitian ini dapat mengubah persepsi masyarakat bahwa talas beneng dapat dijadikan produk yang bernilai tinggi seperti tepung talas beneng, cerutu talas beneng, keripik talas beneng, beras talas beneng, dan sebagainya. Dengan tujuan meningkatkan aspek ekonomi masyarakat lokal Banten, data yang dikumpulkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan talas beneng yang berkelanjutan. Kata kunci : Talas beneng; komoditi pangan; persepsi masyarakat.
Wahana Ayun Tangan sebagai Sarana Interaksi Anak dengan Dunia Luar di Taman Mekarsari, Boyolali Budi Kristiawan; Agung Tri Wijayanta; Syamsul Hadi; Indri Yaningsih; Dwi Aries Himawanto; Eko Prasetya Budiana; Ubaidillah Ubaidillah; Zainal Arifin; Noval Fattah Alfaiz; Singgih Dwi Prasetyo
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.79467

Abstract

Taman bermain adalah suatu lingkungan yang didesain secara khusus untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain, belajar, dan berinteraksi. Selain berfungsi sebagai tempat hiburan, taman bermain juga memiliki peran penting sebagai ruang pendidikan yang mendukung perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak-anak. Pengabdian ini memiliki tujuan untuk merancang desain wahana bermain ayun tangan yang mempertimbangkan faktor keselamatan, kenyamanan, dan pengembangan anak di Taman Mekarsari Desa Kaligentong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Wahana bermain ayun tangan ini didesain dengan menggunakan material yang aman dan tahan lama, serta menerapkan prinsip-prinsip desain yang memungkinkan anak-anak untuk bergerak, bereksplorasi, dan menggunakan imajinasi mereka dengan bebas. Wahana bermain ayun tangan memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan memberikan mereka kesempatan untuk bermain, belajar, dan tumbuh secara holistik. Dengan adanya wahana ini, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan motorik, kognitif, dan sosial mereka sambil menikmati pengalaman bermain yang menyenangkan. Wahana ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang merangsang interaksi sosial, memperluas keterampilan anak-anak, dan meningkatkan kualitas hidup mereka melalui kesempatan bermain dan belajar. Kata kunci : pengabdian, taman bermain, ayun tangan, edukasi
Digitalisasi Kreatif: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Menciptakan Peluang Usaha Melalui Konten Media Sosial Nurul Rizka Arumsari; Ratih Nindyasari; Retno Tri Handayani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.113775

Abstract

Kelompok ibu rumah tangga memegang peran penting dalam membentuk fondasi keluarga, terutama dalam hal pengasuhan anak dan pengelolaan rumah tangga. Namun, secara ekonomi, kelompok ini kerap dianggap tidak produktif karena tidak secara langsung terlibat dalam aktivitas ekonomi formal yang menghasilkan pendapatan. Pandangan ini muncul dari anggapan bahwa kontribusi ekonomi hanya diukur melalui aktivitas kerja yang menghasilkan uang, seperti bekerja di sektor formal atau memiliki usaha sendiri. Permasalahan yang dihadapi mitra diantaranya sebagian besar ibu-ibu paguyuban adalah ibu rumah tangga dimana tidak memiliki penghasilan, rendahnya jiwa kewiruasahaannya, tingkat penguasaan teknologi yang masih sangat minim serta kurang menguasai aplikasi social media. Tujuan Program pengabdian ini, adalah untuk menciptakan peluang usaha melalui konten kreatif digital media sosial melalui pemberdayaan ibu-ibu paguyuban RT 01 RW 04 Dukuh Kiringan Desa Samirejo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Salah satu poin dari asta cita adalah: Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, melalui penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan pengembangan kewirausahaan. Fokus pemberdayaan ibu-ibu dalam konteks Asta Cita dan SDGs ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, mengurangi ketimpangan gender dalam akses pekerjaan dan pendapatan serta mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi. Peran dosen sesuai dengan salah satu IKU yaitu menjalin kerja sama aktif antara perguruan tinggi dan masyarakat, terutama masyarakat yang belum produktif yaitu pada ibu-ibu rumah tangga.Kata Kunci: media sosial; pemasaran digital; peluang usaha; kewirausahaan; literasi keuangan
Literasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk Meningkatkan Kapasitas MGMP Geografi Kabupaten Boyolali Noviani, Rita; Muryani, Chatarina; Sugiyanto, Sugiyanto; Ahmad, Ahmad; Sarwono, Sarwono; Prihadi, Singgih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.76890

Abstract

PERMENDIKBUD RI No 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana mengemukakan bahwa Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan upaya dalam pencegahan dan penanggulangan dampak akibat bencana. Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) memiliki beberapa ruang lingkup mencakup: (a) penyelenggaraan SPAB pra-bencana; (b) penyelenggaraan pendidikan dalam situasi darurat bencana; dan (c) pemulihan layanan pendidikan Pascabencana. Terdapat tiga pilar dari SPAB yaitu: (1) Fasilitas sekolah aman bencana, (2) Manajemen bencana di sekolah, dan (3) Pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Guru memiliki peranan penting dalam mewujudkan SPAB di Sekolah. Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang rawan akan bencana. Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan sosialisasi SPAB kepada MGMP Geografi Kabupaten Boyolali yang diharapkan dapat menjadi pelopor SPAB. Metode yang digunakan adalah ceramah dan simulasi SPAB dengan mengumpulkan seluruh guru geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 2 Kabupaten Boyolali dan melakukan pretest-posttest. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah meningkatnya pemahaman Guru MGMP Geografi Kabupaten Boyolali mengenai SPAB.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Sagu Sebagai Produk Unggulan Lokal Menuju Kampung Sagu Di Desa Tanah Periuk Kabupaten Paser Fikri Jufri; Nuraini Nuraini; Yuli Setiowati; Veri Febrian Aminullah; Fathur Rahman; Rizka Rizka; Syaima Nida
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110699

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Tanah Periuk dalam diversifikasi olahan sagu, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui pelatihan pembuatan produk bernilai ekonomi tinggi menuju terbentuknya "Kampung Sagu". Berdasarkan hasil penelitian (Farisa et al., 2024), Desa Tanah Periuk memiliki potensi 1.200 pohon sagu yang terdiri dari 1.170 sagu Molat dan 30 sagu Tuni yang belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan meliputi: (1) Survei dan FGD untuk identifikasi kebutuhan; (2) Sosialisasi tentang potensi ekonomi sagu; dan (3) Pelatihan praktik pembuatan kue kenari dan kue lapis sagu. Kegiatan dilaksanakan pada 23-24 Mei 2024 di Kantor Desa Tanah Periuk dengan melibatkan 15 peserta ibu-ibu PKK dan Teras UMKM Paser sebagai narasumber. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 76% (dari rata-rata skor pre-test 45 menjadi post-test 79), dan 93% peserta mampu mempraktikkan pembuatan kedua produk dengan baik. Sebanyak 11 peserta (73%) menyatakan berminat membuka usaha olahan sagu skala rumah tangga. Program ini berhasil membuka wawasan baru tentang diversifikasi olahan sagu dan menumbuhkan motivasi kewirausahaan di kalangan ibu-ibu PKK Desa Tanah Periuk.Kata kunci: Sagu; Kampung Sagu; Pemberdayaan Masyarakat; Diversifikasi Produk; Kewirausahaan.