cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Green Accounting for Eco Friendly Bamboo Products in the "Virageawie" Community Group of Disabled People in Cimareme – West Bandung Regency Andhika Mochamad Siddiq; Deni Hamdani; Rizki Surya Tawaqal
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.115021

Abstract

By incorporating green accounting into the manufacturing of eco-friendly bamboo-based goods, this community service initiative aims to increase the Difabel Virageawie Community's economic independence. The initiative was started in response to a number of issues that the community was facing, such as low use of digital marketing platforms, uneven product quality, lack of standardized production processes, and low financial literacy. The activity's primary goals were to improve participants' digital marketing abilities, increase their proficiency in financial records based on environmental principles, and create a more organized and sustainable bamboo production process. The techniques used included needs analysis, interactive training, hands-on workshops, mentoring, and the creation of digital tools that are accessible to people with disabilities. The creation of Standard Operating Procedures (SOPs), branding, digital marketing, and Green Accounting ideas were all covered in the course. The findings showed notable advancements: members' average income rose by 35%, their comprehension of financial reporting climbed by 63%, and their proficiency with digital marketing increased by 72%. In order to facilitate the advertising of digital products, an accessible website was also effectively created. All things considered, this initiative effectively improved the community's financial capacity, entrepreneurial ability, and sustainable economic practices. Keywords: Bamboo products; Digital Marketing; Disability Empowerment; Environmental sustainability; Green Accounting
Pelatihan Terapi Realitas Untuk Menurunkan Fear of Failure Serta Meningkatkan Self-Compassion, dan Student Engagement pada Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Rebecca Natalia Pratiwi Pangaribuan; Shafaa Hanuun Priyaningtyas; Syifa Syahida Azzahra; Rahmah Saniatuzzulfa
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.81328

Abstract

Terapi realitas menekankan pada tanggung jawab kehidupan tiap individu yang mampu diterapkan pada mahasiswa yang masuk dan terperangkap dalam masa evaluasi diri secara negatif. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terapi realitas memiliki kemampuan untuk meningkatkan aspek positif dan mengurangi aspek negatif, seperti meningkatkan kemampuan adaptasi, memperbaiki kemampuan mahasiswa dalam mengatasi skripsi, mengurangi kecenderungan prokrastinasi, meningkatkan rasa percaya diri dan kesehatan mental. Oleh karena itu partisipan diharapkan mampu menerapkan teknik terapi realitas dalam upaya meningkatkan self compassion dan student engagement serta menurunkan fear of failure. Berfokus pada mahasiswa dengan self-compassion rendah hingga sedang, fear of failure sedang dan tinggi, dan student engagement sedang hingga rendah, pengabdian ini melibatkan 20 partisipan yang mengikuti empat sesi terapi kelompok. Dengan menggunakan skala Self-Compassion Scale, The Performance Appraisal Failure, dan Student Engagement Scale, penelitian ini menggambarkan peningkatan signifikan pada tingkat self-compassion dan student engagement, sementara tingkat fear of failure menurun setelah intervensi. Terapi kelompok realitas, fokus pada penerimaan realitas dan tanggung jawab, membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Pelatihan ini memberikan kontribusi dalam memberi intervensi yang lebih efektif terhadap variabel psikologis mahasiswa di tingkat perguruan tinggi, memperkaya pemahaman tentang self-compassion, fear of failure, dan student engagement. Reality therapy emphasizes the life responsibility of each individual and can be applied to incoming students who find themselves trapped in a period of negative self-evaluation. Some previous studies have shown that reality therapy has the ability to enhance positive aspects and reduce negative aspects, such as improving adaptation skills, enhancing students' ability to handle thesis work, reducing procrastination tendencies, boosting self-confidence, and improving mental health. Therefore, participants are expected to be able to apply reality therapy techniques in an effort to increase self-compassion and student engagement while reducing the fear of failure. Focusing on students with low to moderate scores of self-compassion, moderate to high  scores of fear of failure, and moderate to low  scores of student engagement, this study involved 20 participants in four group therapy sessions. Using the Self-Compassion Scale, The Performance Appraisal Failure, and Student Engagement Scale, the research depicts a significant increase in levels of self-compassion and student engagement, while the level of fear of failure decreases after the intervention. Reality group therapy, with a focus on acceptance of reality and responsibility, proves its effectiveness in enhancing the psychological well-being of students. This training contributes to providing more effective interventions for psychological variables in college students, enriching the understanding of self-compassion, fear of failure, and student engagement.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Mental Sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Mental Kader Posyandu Remaja Kampung X Surakarta Maisa Rara Pramastri; Khoirunnisa Maulida Rahma; Nisaul Aufa; Prischa Kartikananda; Rahmah Saniatuzzulfa
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.84813

Abstract

Kerentanan remaja mengalami masalah kesehatan mental menjadi permasalahan global yang penting untuk diperhatikan. Guna memfasilitasi perkembangan remaja secara optimal, dibentuklah program kegiatan posyandu remaja. Ketersediaan posyandu remaja masih terbatas dan belum intens dalam mempromosikan pentingnya kesehatan mental remaja. Di sinilah kader posyandu remaja berperan penting dalam memberikan pelayanan sehingga penting untuk memiliki literasi kesehatan mental yang memadai. Upaya peningkatan kapasitas mental dilakukan melalui metode edukasi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi edukasi kesehatan mental kader posyandu remaja, meningkatkan partisipasi dan antusias para kader dalam upaya peningkatan kesehatan mental remaja, dan mengetahui tingkat literasi kesehatan mental mereka sebelum dan sesudah edukasi. Peningkatan literasi kesehatan mental kader posyandu remaja ditinjau melalui metode quasi-eksperimen dengan analisis uji Wilcoxon. Berdasarkan populasi dengan kriteria inklusi-eksklusi yang ditentukan, kegiatan dihadiri oleh 17 kader posyandu remaja kampung X Surakarta, sehingga teknik sampling jenuh digunakan. Hasil analisis penelitian menggunakan instrumen Tes Pengetahuan Literasi Kesehatan Mental dengan nilai reliabilitas 0,611 hanya menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 0,36 dengan p=0,444 (<0,05). Meskipun demikian, pelaksanaan program edukasi telah memfasilitasi dan meningkatkan partisipasi serta antusias kader posyandu remaja dalam upaya peningkatan kesehatan mental remaja. Kata kunci: edukasi; kesehatan mental; literasi; remaja
Peran Akademisi dalam Optimalisasi Peternakan Sapi Perah Paras melalui Alih Teknologi dan Diversifikasi Produk Olahan Susu Winny Swastike; Ahmad Pramono; Achmad Basuki
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110603

Abstract

Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang sangat mendukung untuk berkembangnya peternakan sapi perah. Akan tetapi kebanyakan usaha peternakan masih dikelola secara tradisional, sehingga penjualan susu masih berupa susu segar dan belum dikelolanya kotoran hewan dengan baik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Peternakan Sapi Perah Desa Paras, Cepogo melalui alih teknologi. Alih teknologi yang dilakukan meliputi teknologi pengolahan pakan fermentasi dari silase tebon jagung, teknologi pasteurisasi susu, pengemasan dan pengolahan limbah kotoran hewan dengan menggunakan biodigester portable. Tahapan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil program pengabdian di Peternakan Sapi Perah PARAS meningkatkan pengetahuan peternak dari 65% menjadi 95%, menurunkan biaya pakan, serta menaikkan produksi susu 20% dengan peningkatan nilai jual hingga 33%. Pemanfaatan limbah sapi melalui biodigester portable menghasilkan biogas sejak hari ke-14 yang mampu menggantikan sekitar dua tabung LPG bersubsidi per bulan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. Analisis SWOT menempatkan peternakan pada Kuadran I (growth strategy), menunjukkan potensi kuat untuk pengembangan usaha berkelanjutan. Program dan kegiatan ini dapat berkontribusi dan mendorong terwujudnya ekonomi sirkular, mendukung SDGs serta sejalan dengan Asta Cita pembangunan berkelanjutan Kata Kunci: susu sapi; diversifikasi olahan; biogas; ekonomi sirkular
Pemberdayaan UMKM melalui pembentukan Komunitas Bisnis Ibu-Ibu Desa Lumbungkerep Eksal Pujianto; Irman Indarto; Rizal Badarul Mufid; Najma Bintang Hati Darmadi; Tastaftiyan Risfandy; Bimo Saktiawan
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.80320

Abstract

Komunitas Bisnis Ibu-ibu Desa Lumbungkerep bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bisnis kepada ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Lumbungkerep. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan dengan berkolaborasi dengan PKK. Partisipasi dan antusiasme 30 orang ibu-ibu terhadap komunitas ini sangat tinggi pada pengadaan pelatihan UMKM. Dari ketiga pelatihan yang telah terlaksana, ibu-ibu peserta komunitas mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemasaran produk, dan perizinan berusaha. Komunitas Ibu-ibu Desa Lumbungkerep sangat berguna untuk memajukan UMKM di Desa Lumbungkerep melalui berbagai pelatihan serta pendampingan dalam mengelola bisnis mereka. Diharapkan komunitas ini dapat berjalan secara berkelanjutan. The contribution of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to the GDP at 60.51% is undeniable. The digital transformation and the COVID-19 pandemic emphasize the urgency for MSMEs to prosper. The challenge of the digital revolution in Lumbungkerep Village, Klaten Regency, Central Java, is the focus of this community service. The establishment of the Komunitas Bisnis Ibu-ibu Desa Lumbungkerep by KKN 154 Universitas Sebelas Maret aims to provide understanding and business skills to the women involved in MSMEs in the village. Activities include socialization, training, and mentoring in association with the Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) community. The participation and enthusiasm of 30 women in this community are remarkably high in UMKM training. Through three guided training sessions, community members gained insights into financial management, product marketing, and business licensing. The Lumbungkerep Village Women's Community has proven to be a valuable platform for fostering collaboration and innovation, supporting local MSMEs to enhance product value and income, and promoting sustainable welfare and economic growth through various training and mentoring initiatives in managing their businesses.
Efektifitas Aplikasi Kasus Lapangan dalam Peningkatan Keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Mekar Mulia Contractor Dewi Handayani; Widi Hartono
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.83599

Abstract

Infrastruktur di bidang ketekniksipilan merupakan salah satu ujung tombak penggerak ekonomi pada suatu daerah atau negara. Kontraktor merupakan perusahaan yang menjadi garda terdepan untuk mewujudkan infrastruktur tersebut. Kontraktor non besar memiliki banyak keterbatasan yaitu keterbatasan dana, peralatan, teknologi, dan sumber daya manusia. Keterbatasan sumber daya sering ditemui pada kontraktor non besar terutama yang berkaitan dengan keahlian dan ketrampilan. Banyak kontraktor non besar melakukan perekrutan tidak didasarkan pada tenaga kerja yang memiliki keahlian bidang teknik sipil dan bangunan. Hal ini disebabkan keterbatasan dana yang digunakan untuk menggaji tenaga kerja apabila perusahaan merekrut pegawai dengan klasifikasi dan keahlian yang bagus. Keahlian dan ketrampilan pegawai sering kali diberikan langsung saat mengerjakan proyek, sehingga sering kali ditemui permasalahan di lapangan. Masalah yang sering muncul adalah masalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dimana pegawai masih perlu diberikan bekal tambahan agar dapat melaksanakan proyek dengan aman dan selamat. PT. Mekar Mulia Contractor merupakan salah satu kontraktor yang memiliki klasifikasi usaha menengah juga dihadapkan pada permasalahan tersebut. PT. Mekar Mulia Contractor merupakan kontraktor dengan visi yang bagus dengan memperhatikan pengembangan pegawai dan kesejahteraannya. Kegiatan pengabdian ini akan membantu PT. Mekar Mulia Contractor dengan memberikan pelatihan mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada pegawai. Kegiatan pengabdian ini juga bersamaan dengan kegiatan upgrading pegawai yang dilaksanakan secara rutin oleh perusahaan setiap tahunnya. Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, Teknik Sipil, kontraktor, pelatihan.
Natural Way For Healthy Generation (Optimalisasi Sehat Alami untuk Generasi Bebas Stunting) Shinta Ika Sandhi; Jumiatun Jumiatun; Desi Wijayanti Eko Dewi; Shinta Ayu Nani; Iin Wiranti; Maria Stefania; Widyah Setiyowati
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.113100

Abstract

Stunting sebagai bentuk malnutrisi tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas hidup dan masa depan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan ibu hamil serta ibu balita dalam pencegahan stunting melalui pendekatan kesehatan alami berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan mencakup peningkatan pengetahuan tentang pola asuh (asuh, asih, asah), pemanfaatan pangan lokal bergizi, serta penggunaan herbal aman untuk kesehatan mental ibu. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi penyusunan menu sehat, yang diikuti oleh 44 peserta (17 ibu hamil dan 27 ibu balita). Perolehan skor pengetahuan peserta meningkat secara signifikan, sebagaimana terukur dari selisih skor post-test terhadap pre-test. Hasil analisis statistik mengonfirmasi bahwa edukasi yang diberikan berpengaruh positif terhadap pemahaman mereka. Kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Disimpulkan bahwa edukasi sehat alami yang terintegrasi efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mencegah stunting. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan kontekstual guna mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting.Kata kunci: Stunting; sehat alami; kearifan lokal
Pemberdayaan Peningkatan Kualitas Produk dan Pemasaran UMKM Kopi Sendang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Heru Irianto; Raden Kunto Adi; Bambang Sulistyono; Nidyah Widyamurti; Erlyna Wida Riptanti
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.79940

Abstract

Desa Sepanjang merupakan salah satu desa di Kecamatan Tawangmangu yang menghasilkan kopi terutama kopi arabika. Hal ini memunculkan industry kreatif dalam pengolahan kopi, salah satunya UKM Kopi Sendang Lawu. Tujuan kegiatan pada UKM Kopi Sendang Lawu mengataasi permasalahan UKM mitra yaitu : 1) Kualitas produk biji roasting tidak seragam, sehingga terjadi selisih harga yang besar dan pendapatan menurun;  2) Pengemasan produk kopi yang roasting maupun bubuk belum marketable, sehingga kurang menarik bagi konsumen. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan UKM mitra dilakukan secara partisipatif sehingga UKM merasa memiliki, bertanggungjawab terhadap pelaksanaan dan keberhasilan sekaligus memberdayakan UKM mitra. Metode yang diterapkan kepada UKM mitra : 1) Introduksi mesin grinder otomatis untuk roasting kopi; 2) Introduksi kemasan produk olahan kopi yang marketable yang memenuhi syarat-syarat sebuah kemasan yang menarik baik. Hasil kegiatan ini yang berupa introduksi mesin grinder yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas bubuk kopi yang seragam, sedang perbaikan kemasan memberikan daya tarik bagi konsumen, yang gilirannya peningkatan kualitas produk dan daya tarik telah meningkatan pemasaran produk kopi Sendang, dan meningkatkan pendapatannya. Panjang Village is one of the villages in Tawangmangu District that produces coffee, especially Arabica coffee. This has given rise to a creative industry in coffee processing, one of which is the Sendang Lawu Coffee UKM. The objectives of the activities at Sendang Lawu Coffee UKM are to overcome the problems of partner UKMs, namely: 1) The quality of roasted bean products is not uniform, resulting in large price differences and decreased income; 2) The packaging of roasted and ground coffee products is not yet marketable, so it is less attractive to consumers. The method used to resolve partner SME problems is carried out in a participatory manner so that SMEs feel ownership, responsibility for implementation and success while empowering partner SMEs. Methods applied to partner SMEs: 1) Introduction of automatic grinder machines for coffee roasting; 2) Introduction of marketable packaging for processed coffee products that meet the requirements for good attractive packaging. The results of this activity, in the form of the introduction of a grinder machine, were able to improve the uniform quality of the coffee powder, while improving the packaging provided an attraction for consumers, which in turn increased product quality and attractiveness, has increased the marketing of Sendang coffee products, and increased income. 
Membangun Jiwa Wirausaha Santri Melalui Peningkatan Kemampuan Manajerial Dan Pengolahan Pangan Di Ponpes Al Miftah Yogyakarta Sugiharti Mulya Handayani; Mei Tri Sundari; Setyaningrum Ariviani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.79825

Abstract

Pondok Pesantren Al Miftah adalah pondok pesantren yang beralamat di Desa Mlangi, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Permasalahan yang dihadapi oleh pondok pesantren Al Miftah adalah keterbatasan sumberdaya yang bisa memberikan materi untuk meningkatkan ketrampilan santri. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret terpanggil untuk berkontribusi berbagi ilmu dan ketrampilan kepada para santri untuk meningkatkan kapasitas mereka agar lebih siap ketika harus kembali ke masyarakat. Solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah memberikan pelatihan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha, melalui pelatihan ketrampilan mengolah bahan pangan sebagai bekal wirausaha. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret juga memberikan pemahaman terkait manajemen pemasaran untuk mendukung semangat berwirausaha. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Pondok Pesantren Al Miftah diikuti 42 santri putri dari berbagai umur dan tingkat pendidikan (SD sampai PT). Sebelum dan sesudah pelatihan diadakan pretest dan post-test untuk mengukur dampak dan manfaat pelatihan bagi peserta. Hasil prestest dan posttest menunjukkan bahwa 100% peserta menyatakan pelatihan ini memberikan manfaat baik dalam meningkatkan kemampuan mengolah bahan pangan maupun kemampuan manajerial (manajemen pemasaran). Selain itu 67 % peserta termotivasi untuk menjadi wirausaha dan 97% menginginkan ada pelatihan lanjutan. Kata kunci:  jiwa wirausaha, pondok Al Miftah, santri.
Perancangan Background Hybrid 2D+3D pada Animasi Kebersihan Kota Septian Mahasin Akmal; Anung Rachman
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110482

Abstract

Permasalahan timbulan sampah nasional di Indonesia yang mencapai 69,9 juta ton (KLHK, 2023) menunjukkan urgensi penyadaran publik melalui media edukatif yang efektif. Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merancang aset background hybrid 2D+3D untuk animasi edukatif "From Another Me & For Another Me" untuk memvisualisasikan krisis lingkungan secara reflektif. Metode yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), di mana tahap perakitan difokuskan pada low-poly modeling dan teknik paint shading di Blender. Pencahayaan lingkungan diatur minimalis menggunakan node-based world shading untuk menciptakan gradasi latar langit kartun, mendukung estetika non-photorealistic yang konsisten. Hasilnya adalah penciptaan tujuh set latar atmosferik yang berhasil memadukan kedalaman ruang 3D dengan karakter ilustratif 2D. Integrasi elemen lokal (Warung Madura, Angkringan) dan visual sampah berserakan meningkatkan ikatan emosional dan nilai simbolik narasi. Pengujian ahli (Juara 3 GEMASTIK 2024) memvalidasi konsistensi visual dan keberhasilan latar dalam menyampaikan pesan inti, meskipun terdapat masukan mengenai detail tekstur. Perancangan ini memberikan kontribusi strategis pada model produksi aset environment DKV yang efisien dan efektif dalam digital storytelling untuk advokasi sosial. Kata Kunci: Animasi Hybrid; Background Design; Paint Shading; Isu Lingkungan; MDLC