cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 239 Documents
Penerapan Teknologi Pompa Irigasi Sawah berbasis Tenaga Surya di Desa Parambambe Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan Fitrah Asma Darmawan; Ismail Aqsha; Amiruddin Hambali
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.65873

Abstract

Desa Parambambe Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan merupakan desa yang sebagian besar lahan sawahnya adalah sawah tadah hujan. Hal ini menyebabkan lahan pertanian di desa ini produktif hanya pada musim hujan. Para petani menggunakan pompa air jenis mesin diesel menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengalirkan air dari sumur bor mereka ke area persawahan. Biasanya untuk satu petak sawah dengan luas sekitar 30 sampai 35 are membutuhkan kurang lebih 8 liter BBM dengan waktu rata-rata 10 jam hingga air memenuhi seluruh permukaan tanah. Banyak juga petani memodifikasi mesin pompa airnya agar dapat menggunakan bahan bakar tabung gas LPG 3 Kg. Melihat kondisi petani yang membutuhkan banyak biaya setiap kali melakukan pengairan air sawah menggunakan pompa mesin, maka kami bermaksud untuk memberikan sebuah solusi teknologi yaitu dengan membuat sumber pengairan sawah menggunakan jenis pompa yang digerakkan oleh motor listrik dengan sumber daya yang dapat diambil dari tenaga matahari. Metode pelaksanaan yang digunakan untuk mencapai target di atas yaitu melakukan pelatihan kepada petani cara merakit alat dan melakukan perawatan secara berkala. Pengujian secara keseluruhan dilakukan dengan menjalankan pompa irigasi sawah, pengujian ini dilaksanakan selama 2 tahapan yaitu: tahapan pertama, pompa akan dijalankan selama 4 jam dan tahapan kedua, pompa akan dijalankan selama 8 jam kemudian melihat kondisi pompa dan menghitung jumlah debit air yang dihasilkan. Ada dua manfaat utama yang dirasakan oleh mitra yaitu tersedianya pompa irigasi sawah dengan sumber tenaga listrik dari tenaga surya, dan petani memiliki pengetahuan tambahan tentang teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien. Kata kunci: pompa irigasi, tenaga surya; teknologi; pengabdian.
Perancangan Checklist dan Workflow untuk Percepatan Proses Pemenuhan Persyaratan Sertifikasi SNI dan Penilaian Manfaat Ekonomi pada IKM Batik di Surakarta Wahyudi Sutopo; Fakhrina Fahma; Roni Zakaria; Muhammad Hisyam; I Wayan Suletra; Yusuf Priyandari; Munifah Munifah; Yuniaristanto Yuniaristanto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.55789

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memukul berbagai sektor usaha di dalam negeri, baik usaha berskala besar maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Berbagai upaya perlu dilakukan untuk untuk menjaga eksistensi UMKM. Salah satu industri yang perlu mendapat perhatian adalah industri batik, karena batik merupakan karya bangsa Indonesia yang banyak dikagumi. Transformasi penjualan melalui mengakibatkan persaingan usaha menjadi sangat ketat dan pemenuhan kualitas produk merupakan salah satu kunci untuk memenangkan persaingan tersebut. Produk yang berkualitas adalah produk yang mampu membuktikan bahwa produknya sudah memenuhi standar ditetapkan. Oleh sebab itu penting bagi IKM untuk melakukan standarisasi dan sertifikasi produk jika ingin memasuki pasar global.  Untuk itu pada kegiatan pengabdian ini dilakukan pembuatan teknologi tepat guna berupa perancangan proses pemenuhan persyaratan sertifikasi SNI tentang produk batik (dalam bentuk checklist dan workflow) pada IKM mitra untuk lima kriteria persyaratan sertifikasi, yaitu personal, company, managerial, technical dan economy.  Selain itu juga dilakukan asesmen manfaat ekonomi penerapan standar dengan pendekatan ISO Methodology – Economic Benefit Standard.  Tahapan dalam ISO Metodologi meliputi analisis value chain, analisis value driver, identifikasi dampak standar, dan penilaianl. Dari kegiatan ini dihasilkan panduan atau pedoman proses sertifikasi SNI yang sederhana dan aplikatif dengan penyederhanaan persyaratan yang dapat menjadi referensi bagi IKM batik secara umum di Indonesia.  Hasil penilaian Hasil manfaat ekonomi penerapan standar pada IKM Batik Rp 60.750.000,00. Kata kunci: Sertifikasi; IKM, SNI Batik; Workflow; Dampak Ekonomi Standar.
Outdoor Fitness Untuk Kalangan Penyandang Cacat/Disabilitas Di Kawasan Wisata Gunung Pegat, Desa Karangasem, Kabupaten Sukoharjo Budi Kristiawan; Syamsul Hadi; Dwi Aries Himawanto; Indri Yaningsih; Eko Prasetya Budiana; Agung Tri Wijayanta
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.69781

Abstract

Pariwisata adalah salah satu faktor pendorong ekonomi di sebuah daerah. Perkembangan sektor pariwisata suatu daerah dapat memacu pembangunan sarana infrastruktur yang lain, seperti hotel, minimarket, jalan raya dan lain-lain. Dengan mengembangkan sektor pariwisata, maka akan terciptanya lapangan pekerjaan yang baru dan mengurangi pengangguran. Salah satu pariwisata yang sedang menjadi minat masyarakat adalah wisata jasmani. Selain menjadi sarana menghilangkan stres, wisata jasmani juga bisa menjadi sarana masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Salah satu wisata jasmani yang belakangan ini menjadi minat masyarakat adalah sarana alat fitness outdoor. Setiap sarana fasilitas umum termasuk sarana pariwisata haruslah ramah terhadap pengguna disabilitas. Pengabdian kepada masyarakat di kawasan wisata Gunung Pegat Desa Karangasem bertujuan meningkatkan dan menggairahkan roda perekonomian melalui obyek wisata dengan menempatkan sarana alat fitnes outdoor yang ramah dengan pengguna disabilitas.Kata Kunci: Outdoor fitness; disabilitas; pariwisata
Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Tempe Koro Pedang dalam Produk Egg Roll di Pulutan, Wonosari, Gunung Kidul Brigitta Laksmi Paramita; Franciscus Sinung Pranata; LM Ekawati Purwijantiningsih; Yuliana Reni Swasti; Leonie Margaretha Widya Pangestika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.60752

Abstract

Desa Pulutan, Wonosari merupakan salah satu desa penghasil kacang koro pedang. Namun, olahan koro pedang saat ini hanya sebatas diolah menjadi tempe. Pengembangan produk tempe yang dinilai memiliki manfaat gizi yang tinggi pun masih terbatas sehingga diperlukan pengetahuan terkait pengembangan produk tempe menjadi produk yang lebih komersial dan memiliki nilai jual yang tinggi. Egg roll merupakan salah satu produk yang digemari masyarakat. Pemanfaatan tempe koro pedang pada produk egg roll dapat meningkatkan nilai jualnya. Pengetahuan terkait dengan pemanfaatan tempe koro pedang menjadi egg roll sangat diperlukan untuk memperluas pemanfaatan tempe koro pedang dan untuk pengembangan usaha tempe koro pedang. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dipilih dalam pengabdian ini agar peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan namun juga skill dalam mengolah tempe koro pedang menjadi produk egg roll. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank (p<0,05) menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada frekuensi jawaban benar pre-test dan post-test yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait pemanfaatan tempe koro pedang pada produk egg roll. Peningkatan skill peserta dalam mengolah produk egg roll berbasis tempe koro pedang juga dibuktikan dengan produk egg roll tempe koro pedang yang sudah dikomersialisasikan dan bermanfaat untuk pengembangan UKM. Kata kunci: Tempe koro pedang; egg roll; penyuluhan; pelatihan.
Peningkatan Potensi Wisata dengan Pemasangan Outdoor Fitness sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Karangasem Kab. Sukoharjo Wijang Wisnu Raharjo; Kuncoro Diharjo; Dody Ariawan; Wahyu Purwo Raharjo; Bambang Kusharjanta; U Ubaidillah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.45314

Abstract

Jumlah usia muda yang tinggi perlu diberikan pembinaan fisik dan mental agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa mendatang. Warga berusia muda di desa yang sudah mendapat informasi secara mudah juga memerlukan sarana olah raga fitnes yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Alat ini akan memberika kesempatan kepada para pemuda untuk membentuk kesegaran jasmaninya dan berinteraksi sosial. Konsep itu dituangkan dalam bentuka pengembangan taman dan alat fitness outdoor sebagai alat kesehatan/pembinaan fisik masyarakat. Alat fitness yang dipasang pada ruang terbuka dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berwisata di satu objek wisata yang sedang dikembangkan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat secara tidak sadar mulai kembali bergerak secara fisik dan menyadari pentingnya berolahraga selain itu juga penyegaran jiwa melalui kegiatan wisata alam. Dengan naiknya minat berolahraga dan menekan tingkat kejenuhan diharapkan akan membentuk sumber daya manusia dengan kualitas fisik dan mental yang tinggi. Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret menghadirkan solusi dengan menyumbangkan alat out door fitness yang diharapkan dapat meningkatkan animo kehadiran masyarakat di area pariwisata Gunung Pegat. Alat yang dipasang berjenis self actuation dengan memanfaatkan beban badan sendiri. Alat ini melatih otot lengan dan perut karena kontraksi utama pada area tersebut. Setelah pemasangan alat tersebut, masyarakat antusias memanfaatkan alat – alat yang dipasang.Kata kunci :  Kesehatan; masyarakat;  olah raga;  out door; interaksi, sosial.
Pelatihan Pemanfaatan Microsoft Teams sebagai Alternatif Media Pembelajaran Daring di Universitas Sebelas Maret Surakarta Sakroni Sakroni; Ngadimin Ngadimin; Daru Wahyuningsih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.66592

Abstract

Microsoft Office lebih dikenal sebagai aplikasi desktop perkantoran. Seiring dengan perkembangan teknologi, Microsoft Office bertranformasi menjadi aplikasi yang dapat dimanfaatkan secara luas, dapat dipakai dimana saja, kapan saja, dengan media apa saja secara online. Banyak fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan termasuk dunia Pendidikan. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam dunia Pendidikan adalah Microsoft Teams. Microsoft teams dapat menjadi salah satu platform pembelajaran yang memungkinkan pendidik dan peserta didik berkolaborasi maupun berinteraksi pada saat pembelajaran daring. UNS telah melakukan kerjasama dengan Microsoft Indonesia dan sudah  melakukan deploy pemanfaatan office 365. Kurangnya sosialisasi dan dukungan teknis menyebabkan pemanfaatannya belum maksimal. Untuk dapat memanfaatkan aplikasi Microsoft Teams sebagai media pembelajaran daring diperlukan pelatihan. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatakan kompetensi dan literasi digital pemangku pembelajaran. Pelatihan diadakan secara luring selama 3 hari berturut-turut. Sasaran peserta pelatihan adalah 30 orang dosen pengampu matakuliah. Peserta pelatihan memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan peserta selama pelatihan berlangsung. Mereka merasa pelatihan ini sangat berguna bagi peningkatan kompetensi dan literasi pemanfaatan teknologi digital sebagai alternatif aplikasi pembelajaran daring.Kata kunci: Microsoft Teams; Office 365; LMS.
Penerapan Pakan Ikan Modifikasi Berbahan Baku Ampas Sagu di Kampung Udapi Hilir Kabupaten Manokwari Darma Santi; Tresia Sonya Tururaja; Jacson Victor Morin; Markus Heryanto Langsa
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.67652

Abstract

Potensi limbah pengolahan sagu berupa ampas sagu di daerah Manokwari Provinsi Papua Barat perlu terus digali untuk memberikan nilai tambah limbah sekaligus dapat memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga kampung, khususnya peternak lele. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak lele tentang pemanfaatan limbah di sekitar yang berpotensi sebagai bahan baku pakan alternatif. Selain itu, (2) mengetahui nilai pertumbuhan panjang mutlak, bobot mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan lele serta kualitas air kolam uji. Metode dalam pengabdian ini dilakukan melalui kolam uji sebagai percontohan penerapan pakan menggunakan ampas sagu. Selain itu, dilakukan uji kualitas air kolam uji serta pengukuran bobot, panjang dan jumlah ikan hidup untuk mengetahui perkembangan ikan. Berdasarkan hasil pengamatan dan pendampingan yang telah dilakukan dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani lele untuk memanfaatkan ampas sagu sebagai alternatif subtituen dedak. Nilai pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,02 gram atau sebesar 80,48%, dan nilai pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan sebesar 2,17 cm atau sebesar 31,36%. Tingkat kelangsungan hidup ikan lele sebesar 88%. Kualitas air kolam menunjukkan parameter temperatur dan pH pada kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan ikan, yaitu pada 27,5-28,5°C dan pH 7,02-7,51. Data hasil riset ini menunjukkan potensi ampas sagu sebagai substituen bahan baku pakan ikan lele. Kata kunci : ampas sagu;  pakan ikan; Udapi Hilir;  Manokwari
Pengembangan Potensi Wisata Hutan Pinus di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah Catur Sugiarto; Adi Ratriyanto; Pram Suryanadi; Mulyadi Mulyadi; Astirin Okid Parama
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November (Article in Press)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.69251

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki ragam destinasi wisata alam yang menarik seperti wisata air terjun, gunung, waduk dan hutan. Salah satu destinasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah wisata hutan Pinus. Hutan Pinus di Kabupaten Wonogiri terletak di beberapa desa yang tersebar di sembilan kecamatan termasuk di antaranya di desa Temboro Kecamatan Karangtengah. Hutan pinus di Karangtengah memiliki keunggulan selain kondisi alam dan ekosistem yang masih sangat terjaga, lokasi hutan ini memiliki pesona alam yang indah untuk dapat dikelola menjadi daya tarik wisata yang akan banyak diminati. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan pengembangan destinasi dan penerapan strategi pemasaran yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengelola hutan mengenai arti penting pengelolaan hutan pinus sebagai destinasi wisata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menopang pembangunan daerah. Selama ini hutan pinus di kecamatan Karangtengah baru dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat dalam fungsinya sebagai ekosistem hutan biasa seperti pemanfaatan getah, penggunaan kayu dan kulit pohon pinus, dan berbagai aktivitas keseharian masyarakat di hutan, namun belum dioptimalkan sebagai destinasi wisata alam. Program pengabdian ini memberikan konsep pengembangan Hutan Pinus Karangtengah sebagai alternatif wisata baru di Kabupaten Wonogiri. Konsep pengembangan tersebut berupa perancangan dan penerapan infrastruktur spot wisata seperti rancang bangun zona outbond dan camping, spot swafoto instagramable, perancangan icon khas wisata, dan konsep area bermain dan desain area kuliner. Selain itu, program ini membantu pihak pengelola destinasi hutan dalam mengembangkan strategi pemasaran melaui pelatihan pemasaran dan pemanfaatan digital marketing diantaranya dengan optimalisasi penggunaan website dan media sosial.
Pengembangan Strategi Branding, Pemasaran Online, Dan Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Pada Usaha Catering Dapoer Adiba Nanik Ermawati Ermawati; Alfiyani Nur Hidayanti; Naila Rizki Salisa
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November (Article in Press)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.60484

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian sangatlah besar termasuk diantaranya pada usaha bisnis catering. Permintaan jasa catering yang menurun mengharuskan pelaku usaha untuk dapat memutar otak agar bisnis yang dijalankan dapat tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pemasaran secara online lebih  prospektif karena memungkinkan para calon pelanggan dan pengguna jasa catering memperoleh informasi lebih cepat mengenai produk dan jasa yang diberikan. Selain pemasaran secara online, strategi branding juga sangat diperlukan para pelaku UMKM. Strategi branding dan pemasaran online memudahkan para pelaku UMKM sekaligus konsumen dalam melakukan penjualan online. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pendampingan pelatihan pemasaran online dan juga cara melakukan strategi branding pada usaha catering Dapoer Adiba yang terletak di Kota Jepara. Selain itu pelaku usaha juga diberikan keterampilan membuat laporan keuangan berbasis sistem sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel agar keuangan usaha dapat terkontrol secara sistematis dan terpercaya. Setelah melakukan pengabdian ini diharapkan pelaku usaha catering Dapoer Adiba dapat tetap meningkatkan penjualan dan semakin maju dalam menjalankan usaha bisnisnya.
Perbaikan Proses dan Alat Produksi Jamu Coro Minuman Khas Demak pada UMKM SITU JAMU di Desa Berahan Kulon, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak Herman Saputro; Laila Fitriana; Husin Bugis; Ranto Ranto; Riyadi Muslim
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November (Article in Press)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.67605

Abstract

Berahan Kulon Village, apart from being known as a fishing and fish farming village, also has Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) that produce herbal drinks known as Jamu Coro. Jamu Coro is made from rice flour and spices such as ginger, lemongrass, cinnamon, coconut sugar and coconut milk. This traditional drink has existed since the days of the Bintoro Sultanate and was served at meetings or events at the Demak Bintoro palace at that time. The existence of wedang herbal medicine coro is still maintained and preserved by the community. They are the conservators of herbal coro in Berahan Kulon Village by making herbal products in powder form. These MSMEs have problems with production equipment that is still completely manual and the production process is not good or hygienic. The problem is the quality of coro herbal products which are in the form of non-uniform powder. SMEs also find it difficult to develop large orders. Based on the society team at Sebelas Maret University, it intends to help SMEs Situ Jamu through the Community Partnership Program. It is hoped that it can improve the quality and quantity of herbal coro in powder form and improve the economy in Berahan Kulon. An output will be obtained in the form of appropriate technology for supporting the production of coro herbal medicine