cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Melalui Implementasi Teknologi Insinerator Minim Asap Bekti Wahyu Utami; Muhammad Ramadhan Syaputra; Triya Ayu Retnaningtyas; Eksa Rusdiyana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.115225

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah mencerminkan tantangan yang dihadapi secara luas di Indonesia, yaitu ketidakseimbangan antara volume sampah yang dihasilkan dan kapasitas fasilitas pengolahannya. Kondisi ini mendorong masyarakat melakukan pembakaran terbuka, terutama terhadap sampah anorganik, yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan strategi pengelolaan sampah terpadu melalui pendekatan partisipatif, dimulai dari identifikasi permasalahan, perancangan solusi berbasis teknologi tepat guna, hingga implementasi insinerator minim asap di tingkat desa. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan masyarakat, diskusi kelompok, serta proses perakitan dan uji coba alat secara kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan insinerator minim asap mampu menurunkan intensitas emisi dibandingkan pembakaran konvensional, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara kearifan lokal dan inovasi teknologi sederhana dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas. Kata kunci: Pengelolaan Sampah Terpadu; Teknologi Tepat Guna; Insinerator; Pemberdayaan Masyarakat; Berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Pokdarwis dalam Pengelolaan Ecokarst Tourism Sungai Maron Pipit wijayanti; Rita Noviani; Rahning Utomowati
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.79136

Abstract

Sebanyak 80% masyarakat Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan berprofesi sebagai petani. Desa Dersono secara geologis berada dikawasan Karst Gunungsewu. Kawasan karst identik sebagai kawasan yang kering dan tandus dikarenakan didominasi pelorongan batuan karbonat sehingga air hujan yang jatuh kepermukaan mudah diloloskan kelapisan bawah lebih dari 50 meter. Sehingga mengakibatkan hasil pertanian disana kurang optimal. Meskipun kawasan karst identic kering dan tandus, perannya sebagai pengatur iklim dengan fungsi penyerapan karbon dioksida atmosfer dan keindahan morfologinya menjadi keunggulan yang tidak ditemukan pada kawasan lain. Salah satu potensi keindahan morfologi kawasan karst di Desa Dersono ialah keberadaan Sungai Maron yang dijadikan sebagai objek pariwisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat selain dari hasil pertanian. Namun disatu sisi, pemanfaatan kawasan karst untuk aktivitas pertanian maupun pariwisata berpeluang merusak ekosistem kawasan karst, sehingga fungsi vital maupun keindahannya terganggu. Perlu dilakukan pengelolaan kawasan karst berkelanjutan sehingga kegiatan pariwisata yang menunjang perekonomian masyarakat dapat dijalankan dan kelestarian lingkungan juga tetap terjaga. Pemahaman mengenai pengelolaan pariwisata kawasan karst yang berkelanjutan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Pokdarwis Sungai Maron dan perangkat Desa Dersono. FGD diawali dengan pemberian materi terkait ekosistem kawasan karst dan pengelolaan pariwisata alam berkelanjutan. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan anggota Pokdarwis dan perangkat desa yang hadirGuna mengukur ketercapaian dilakukan pre test dan post test berkaitan dengan pemahaman pengelolaan kawasan karst. Anggota Pokdarwis dikategorikan kedalam kelas pamahaman sangat rendah, rendah, cukup, tinggi dan sangat tinggi. Hasil pre test menunjukkan 3% termasuk kategori sangat rendah, 13% rendah, 22% cukup, tinggi 25% dan sangat tinggi 37%. Kemudian dari hasil post test menunjukkan tidak ada anggota Pokdarwis yang masuk kategori sangat rendah dan rendah, kategori cukup berkurang menjadi 7.5%, kategori tinggi naik menjadi 30% dan kategori sangat tinggi naik menjadi 62.5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pokdarwis Sungai Maron sudah meningkat pemahamannya mengenai pengelolaan pariwisata kawasan karst bekelanjutan As many as 80% of Dersono Village, Pringkuku District, and Pacitan Regency work as farmers. Dersono Village is located in the Gunungsewu Karst area. Karst areas are identified as dry and barren because carbonate rock tunnels dominate them, so rainwater that falls on the surface can easily escape to the lower layers of more than 50 meters. This results in agricultural yields that need to be more optimal. Even though karst areas are identified as dry and barren, their role as climate regulators with the function of absorbing atmospheric carbon dioxide and their morphological beauty are advantages that are not found in other areas. One potential beauty of the morphology of the Dersono Village karst area is the Maron River, which is used as a tourism object to increase people's income apart from agricultural products. However, on the one hand, using karst areas for agricultural and tourism activities can damage the ecosystem of the karst area so that its vital functions and beauty are disrupted. It is necessary to carry out sustainable management of karst areas so that tourism activities supporting the community's economy can be carried out and environmental sustainability is maintained. Understanding sustainable tourism management in karst areas was carried out through Focus Group Discussions (FGD) with Pokdarwis Sungai Maron and Dersono Village officials. The FGD began by providing material related to karst area ecosystems and sustainable natural tourism management. They then continued discussions with Pokdarwis members and village officials who were present. Pre-tests and post-tests related to understanding karst area management were carried out to measure achievements. Pokdarwis members are categorized into very low, low, moderate, high, and high understanding classes. The pre-test results showed that 3% was in the very low category, 13% was low, 22% was sufficient, 25% was high, and 37% was very high. Then, the post-test results showed no Pokdarwis members in the low and low categories; the moderate category decreased to 7.5%, the high category increased to 30%, and the high category increased to 62.5. So, the Maron River Pokdarwis has improved its understanding of sustainable tourism management in karst areas.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Untuk Solusi Permasalahan Limbah Cair Keju PT Mazaraat Lokanatura Indonesia Artini Pangastuti; Ratna Setyaningsih; Ari Susilowati; Siti Lusi Arum Sari; Tjahjadi Purwoko
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.80100

Abstract

Keju merupakan salah satu produk olahan susu dengan nilai gizi yang lengkap serta memiliki cita rasa yang khas, sehingga digemari oleh masyarakat. Pada proses pembuatannya, keju menghasilkan limbah cair (whey) saat protein keju diendapkan dan dipadatkan.  Whey yang dibuang begitu saja tanpa diolah akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan dapat menimbulkan protes masyarakat sekitar. Di sisi lain, limbah cair keju masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup untuk menjadi bahan baku pembuatan produk fermentasi seperti minuman atau produk lainnya yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Minuman sinbiotik berisi probiotik, bakteri yang baik, serta prebiotik, yang merupakan nutrisi selektif untuk bakteri baik.  Pada jangka panjang, pengolahan lebih lanjut limbah cair keju ini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi pemilik usaha melalui diversifikasi produk, serta berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan fungsional, juga meningkatkan perekonomian di lingkungan usaha mitra. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan solusi pengelolaan limbah produksi keju di PT. Mazaraat Lokanatura Indonesia menjadi produk berupa minuman sinbiotik dengan menerapkan hasil riset di Grup Riset Biomateri Mikroba.  Selain itu, kegiatan ini juga akan ditautkan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di prodi Biologi FMIPA UNS.   Luaran kegiatan ini berupa ide pemanfaatan whey serta penerapan teknologi pembuatan produk dari whey yang bisa dipasarkan untuk  mengurangi dampak limbah cair, serta rancangan kegiatan MBKM berupa magang industri di institusi mitra yang dapat direkognisi sampai 21 SKS untuk mahasiswa. Dari kegiatan ini dihasilkan produk minuman sinbiotik menggunakan bakteri probiotik Lactobacillus acidophilus serta prebiotik biji nangka, dengan penambahan ekstrak kunyit dan ekstrak kulit naga sebagai pewarna dan antioksidan.  Produk sinbiotik ini juga dijadikan sebagai bahan pembuatan produk perawatan diri berupa sabun serta lulur.  
Memanfaatkan Media Sosial Untuk Pemasaran Digital Di UMKM Binaan OK OCE Indonesia Tarysha Aulya Putri Rany; Bimo Saktiawan; Trisninik Ratih Wulandari; Tastaftiyan Risfandy
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.87587

Abstract

Di tengah persaingan para pebisnis menggunakan Instagram sebagai wadah promosinya, masih banyak pemilik bisnis lain yang belum bisa menggunakan media sosial Instagram secara baik salah satunya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Maka dari itu, latar belakang dari kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk membantu para UMKM terlebih yang terdampak pandemi Covid-19 untuk bisa menggunakan fitur-fitur pada Instagram secara efektif dalam memasarkan produk penjualannya dengan mengikuti kegiatan pendampingan yang dilakukan selama empat bulan. Pada proses kegiatan ini, objek yang akan diambil adalah beberapa UMKM yang berlokasi di Pulau Jawa dan mitra yang merupakan anggota binaan OK OCE Indonesia. Kami membagi kegiatan ke dalam tiga tahap yaitu sebelum pendampingan, saat pendampingan, dan setelah dilakukan pendampingan. Hasil dari pendampingan yang dilakukan terhadap masing-masing UMKM terkait dengan penggunaan Instagram sebagai tempat memasarkan produknya, mengalami progress yang signifikan terlebih dalam mengelola akun Instagram dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Ini dibuktikan dimana UMKM binaan yang telah diberikan pendampingan atau treatment mengalami kenaikan followers Instagram dan komentar positif. Harapan ke depan, kegiatan pendampingan semacam ini dapat dilakukan secara rutin bisa tahunan ataupun bulanan. Sehingga UMKM dapat terbuka dengan teknologi baru dan tren yang sedang terjadi demi mendukung keberlangsungan kemajuan UMKM Indonesia. Kata kunci: Media Sosial, Pemasaran Digital, UMKM, Pengabdian
Atmosfir Ruang Dalam Tradisi Dhandangan Menyambut Bulan Puasa di Kota Kudus Ervina Dwi Setyaningrum; Isa Ansari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.114249

Abstract

Tradisi Dandhangan di Kabupaten Kudus merupakan peristiwa budaya tahunan yang menandai datangnya bulan Ramadan dan membentuk konfigurasi ruang sosial yang khas. Artikel ini mengkaji bagaimana produksi atmosfir ruang dalam tradisi Dandhangan melalui interaksi antara ruang, aktor, dan nilai yang mengakar di masyarakat. Penelitian ini fokus pada dua area utama, yakni kawasan Menara Kudus yang bercorak sakral dan kawasan Pasar Malam yang bercorak profan.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-performatif dengan observasi partisipatoris, wawancara dengan pelaku budaya dan pengunjung, serta dokumentasi visual selama berlangsungnya tradisi. Hasil kajia menujukkan bahwa perbedaan atmosfer sakral dan profan di kedua area tidak bekerja secara dikotomis, melainkan membentuk relasi liminal yang ditandai oleh perbedaan relasi ruang dan tubuh, intensitas pengalaman sensorial, serta orientasi nilai. Temuan ini merefleksikan atmosfer ruang dalam tradisi Dandhangan yang dikonstruksi secara performatif dan berperan penting dalam membentuk pengalaman ruang kolektif masyarakat Kudus.Kata kunci: Atmosfir ruang; tradisi Dandhangan; ruang sakral; ruang profan; kajian budaya
Fermentasi Kulit Singkong dengan MOL Tape Reject sebagai Upaya Pengolahan Limbah Pertanian dan Mengatasi Limbah Sentra Industri Tape di Bondowoso Khasanah, Himmatul; Yulianto, Roni; Widodo, Nur; Widianingrum, Desy Cahya; Ubaidillah, Rahmat
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.68263

Abstract

Pengembangan pakan berbahan dasar limbah industri dan limbah pertanian dapat digunakan sebagai strategi dalam mengatasi limbah dari pencemaran lingkungan dan menciptakan pakan inovatif. Bondowoso merupakan kota yang terkenal dengan produksi tape. Permasalahan dalam industri pembuatan tape adalah kulit singkong tidak dimanfaatkan dan tape reject yang tidak layak jual. Kulit singkong selama ini sering diberikan secara cuma-cuma pada karyawannya, namun terkadang juga tidak ada karyawan yang mau mengambil sehingga limbah menumpuk di gudang pabrik. Kulit singkong yang dimanfaatkan secara langsung sebagai pakan ternak menyumbang nilai nutrisi yang rendah dan sering menyebabkan masalah kesehatan ternak karena kandungan sianida pada limbah ini. Penerapan teknologi fermentasi pada pengolahan kulit singkong sangat tepat dalam memecahkan masalah mitra. Penggunaan tape reject sebagai bahan dasar MOL pada fermentasi yang akan dilakukan merupakan win-win solution yang diunggulkan pada kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan tape reject sebagai bahan dasar MOL dan mengubah kandungan nutrisi kulit singkong yang rendah dengan proses fermentasi untuk menghasilkan pakan inovatif. Program pengabdian dilakukan dalam 4 tahapan kegiatan yaitu sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan MOL dengan bahan tape reject, praktek pembuatan fermentasi kulit singkong, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mitra dan masyarakat sekeliling industri, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta menghasilkan pakan inovatif, aman, dan berkualitas bagi ternak. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancer meliputi: sosialisasi dan koordinasi awal kegiatan dengan pemilik Tape 57, pelatihan dan demonstrasi pembuatan MOL dan pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan
Edukasi Kesehatan Seksual Berbasis Permainan Puzzle pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLBN Branjangan Kabupaten Jember Ines Ratni Pravitasari; Elok Permatasari; Devi Arine Kusumawardani; Nimal Baroya; Yusviani Yusviani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.107016

Abstract

Kekerasan seksual seringkali dialami oleh setiap orang termasuk anak berkebutuhan khusus. Pada tahun 2020 dan 2021, jumlah anak berkebutuhan khusus   yang dilaporkan sebagai korban kekerasan seksual dua kali lebih banyak dibandingkan korban kekerasan fisik dan tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan korban kekerasan emosional Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan seksual, meningkatkan pengetahuan dan membuat program keberlanjutan tentang edukasi seputar kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual pada anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi berupa penyuluhan dan disertai dengan pre test dan post test. Sasaran dalam pengabdian ini adalah anak tunarungu di SLBN Branjangan Jember. Hasil analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank test menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan seksual p-value=0,004 (p<0,05). Peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan seksual sebesar 13,76. Selain itu telah diberikan media edukasi tentang kesehatan seksual berupa poster untuk disematkan di area sekolah untuk memudahkan akses informasi dan pembentukan jadwal edukasi untuk keberlanjutan kegiatan edukasi selanjutnya. Kebutuhan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual dianggap perlu karena anak dengan kebutuhan khusus rentan terhadap kejahatan seksual. Kata kunci: anak disabilitas; tunarungu; kesehatan seksual; puzzle
Perintisan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Lembah Bengawan Solo Purba Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri Ofita Purwani; Dyah SP; Tri Yuni Iswati,; Yosafat Winarto; Wiwik Setyaningsih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.80280

Abstract

Paper ini berfokus pada upaya perintisan pariwisata berbasis masyarakat di daerah Lembah Bengawan Solo Purba, kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Bengawan Solo Purba adalah bekas aliran sungai Bengawan Solo yang kering sekitar 4 juta tahun yang lalu. Lokasinya kini menjadi kawasan cagar alam yang juga merupakan bagian dari Gunung Sewu Global GeoPark yang diakui oleh UNESCO. Berdasarkan penelitian yang kami lakukan pada tahun 2021-2022, Lembah Bengawan Solo Purba ini merupakan salah satu destinasi yang paling potensial untuk dikembangkan jika dilihat dari lokasi dan posisi relatif terhadap jalur transportasi yang sudah ada dan yang baru dibangun melalui proyek strategis nasional. Karena itu kami di Research Group Arsitektur Berkelanjutan melakukan pengabdian masyarakat pada daerah Lembah Bengawan Solo Purba ini untuk merencanakan pengembangan pariwisata dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Karena itu kami berangkat dari mengidentifikasi potensi-potensi yang ada pada area Lembah Bengawan Solo Purba, kemudian kami langsung terjun ke masyarakat melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) untuk mengkomunikasikan ide-ide terkait memanfaatkan potensi tersebut untuk mendukung perencanaan pariwisata di daerah Lembah Bengawan Solo Purba. Namun demikian yang akan kami bahas dalam paper ini adalah program-program awal perencanaan yang dilakukan dalam kegiatan KKN. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat tersebut adalah kegiatan perencanaan dan perancangan ruang publik pohon asem purba, telaga Digal, dan tugu Mendak di mana ketiganya dilakukan dengan berorientasi pada pariwisata. Selain itu terdapat juga beberapa kegiatan penunjang yang memberikan pelatihan pada Masyarakat dalam pembuatan produk-produk souvenir dengan metode ecoprint beserta dengan desain kemasan dan logonya.    This paper focuses on efforts to pioneer community-based tourism in the Bengawan Solo Purba Valley area, Pracimantoro sub-district, Wonogiri. The Ancient Bengawan Solo is the former flow of the Bengawan Solo river which dried up around 4 million years ago. The location is now a nature reserve area which is also part of the Gunung Sewu Global GeoPark which is recognized by UNESCO. Based on research we conducted in 2021-2022, the Bengawan Solo Purba Valley is one of the destinations with the most potential for development when viewed from its location and position relative to existing and newly built transportation routes through national strategic projects. For this reason, we at the Sustainable Architecture Research Group carry out community service in the Bengawan Valley area of Purba Solo to plan tourism development by actively involving the community. Therefore, we started from identifying the potential that exists in the Purba Solo Bengawan Valley area, then we went directly to the community through the KKN (Real Work Lecture) program to communicate ideas related to utilizing this potential to support tourism planning in the Solo Bengawan Valley area. Ancient. However, what we will discuss in this paper are the initial planning programs carried out in KKN activities. The results of the community service program are planning and designing public space activities for the ancient tamarind tree, Digal lake and Mendak monument, all three of which are carried out with a tourism orientation. Apart from that, there are also several supporting activities that provide training to the community in making souvenir products using the ecoprint method along with packaging and logo designs.
Implementation of Solar-Powered Water Purification Technology to Enhance Quality of Life in Rural Areas Suyitno Suyitno; Zainal Arifin; Dominicus Danardono Dwi Prija Tjahyana; Wibawa Endra Juwana; Rendy Adhi Rachmanto; Indri Yaningsih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.90334

Abstract

This study presents the development and implementation of a solar-powered reverse osmosis (RO) water purification system at Pondok Pesantren Tijarotul Qur’aniyah, Sub-district of Bulu, District of Sukoharjo, Indonesia. The project aimed to provide a sustainable solution to the urgent need for clean drinking water in the community. The implementation process was divided into four main phases: comprehensive survey and needs analysis, prototype development and testing, system implementation, and long-term monitoring and evaluation. The initial survey identified significant issues with water quality and accessibility, leading to the design of a tailored RO system powered by solar energy. The prototype was rigorously tested and adjusted based on user feedback to ensure it met community requirements. The system was implemented on a small scale, involving the construction of necessary infrastructure and integration of solar panels for reliable power. Post-implementation water quality tests showed substantial improvements in key parameters. Results included a pH level of 7.20, hardness (CaCO₃) at 252.87 mg/L, total dissolved solids (TDS) at 0.023 mg/L, and iron (Fe) at 0.2639 mg/L. Chlorine and chromium levels were 0.00 mg/L, manganese (Mn) was 0.1001 mg/L, ammonia (NH₃) was 1.14 mg/L, and sulfate (SO₄) was 11.26 mg/L. All parameters met the quality standards set by the Indonesian Ministry of Health and Government Regulation on Water Quality Management. Continuous monitoring and educational programs were incorporated to ensure local engagement and long-term sustainability. This study demonstrates that the solar-powered RO system effectively meets the community’s need for clean water and offers a scalable model for similar regions, highlighting the potential of combining renewable energy with advanced water purification technologies. Keywords: Water Purification, Reverse Osmosis, Solar Energy, Water Quality, Sustainability
Implementasi Model Astradharmakarya dalam Wayang Orang Bocah: Studi Pre–Post Internalisasi Nilai Etika Chrisnar Bagas Pamungkas
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.111730

Abstract

This research aims to evaluate the effectiveness of the Astradharmakarya for Character (A4C) model in internalizing ethical values in children through the Wayang Orang Bocah (WOB) activities at Sanggar Soerya Soemirat, Surakarta. The research subjects include child performers of WOB, trainers, and parents. The method used is descriptive qualitative with an ethnographic case study design, employing participant observation, in-depth interviews, and documentation. The ethnographic approach was chosen due to its suitability for understanding traditional arts as culturally based pedagogical practices.The novelty of this study lies in the empirical verification of the A4C model through pre–post evaluations, as well as the integration of dharma values with the aesthetics of wiraga–wirama–wirasa as the foundation of character education. The findings show that the creative process in WOB can enhance children’s discipline, responsibility, politeness, cooperation, and emotional regulation, while also positioning traditional arts as a medium for internalizing moral values.Keywords: Astradharmakarya, Wayang Orang Bocah, character education.