cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023)" : 55 Documents clear
Application of 21st Century Learning Theory to the Improvement of Elementary School Teachers' Pedagogical and Professional Competence: A Guide for Educators Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Jauharotur Rihlah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rifka Putri Wardhani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023377

Abstract

Melalui Pada saat ini, abad kedua puluh satu diakui secara universal juga sebagai era pengetahuan, yang berfungsi sebagai landasan dalam banyak aspek kehidupan roda hamster berkat kemudahan ketersediaan informasi 24/7 dan peningkatan komunikasi langsung dan tidak langsung antara orang di seluruh dunia. Keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 tidak hanya menuntut penguasaan mata pelajaran tetapi juga pengembangan kepemimpinan, tanggung jawab, pemecahan masalah, pemikiran analitis, fleksibilitas, kompetensi interpersonal dan lintas budaya, inisiatif, dan individualisme di dalam kelas. Kegiatan PKM ini membantu menjembatani kesenjangan kemampuan guru untuk (1) berpikir kritis, (2) memecahkan masalah, (3) bekerja sama secara efektif, (4) kreatif dan inovatif, dan (5) melek media dengan cara yang teknologi informasi dan komunikasi modern digunakan. Guru, yang berada di parit dengan siswa setiap hari, harus mampu menyesuaikan metode mereka untuk memenuhi tantangan kelas abad kedua puluh satu.
Pelatihan E-learning via Google Classroom untuk Guru di SDN Tegalrejo Kecamatan Drigu Kabupaten Probolinggo Rizqi Putri Nourma Budiarti; Afib Rulyansah; Mujad Didien Afandi; Rachma Rizqina Mardhotillah; Marsella Duwi Septyani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023384

Abstract

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PGSD UNUSA melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap institusi mitra selama masa pandemi COVID-19, dan temuannya menunjukkan bahwa masih banyak guru yang kurang memiliki kemampuan esensial untuk melaksanakan pembelajaran online/jarak jauh atau E-learning. Ini karena sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan teknis dan instruksional untuk sepenuhnya memanfaatkan platform E-learning seperti Google Classroom di kelas. Adapun tujuan dari penelitian dan pengabdian ini adalah sebagai berikut: 1) untuk mengetahui kondisi pembelajaran online/jarak jauh (PJJ) saat ini menggunakan Google Classroom di universitas peserta. 2) Menyediakan program pelatihan untuk sekolah mitra yang dirancang untuk membantu mereka memanfaatkan Google Kelas dengan lebih baik. 3) melalui pendistribusian E-book yang bermanfaat kepada institusi mitra, kami berharap para pendidik lebih memahami pembuatan konten dan cara memanfaatkan fitur Google Classroom sepenuhnya. Mengikuti struktur penelitian tindakan tiga tahap, kegiatan pelatihan pertama-tama direncanakan, kemudian dilaksanakan, dan akhirnya dievaluasi dan direfleksikan. Berdasarkan temuan tersebut, berikut ini akan dijelaskan kondisi aktual pendidikan online (dalam bentuk PJJ atau E-learning melalui pemanfaatan Google Classroom) di SDN Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo: 1) situasi sebenarnya di balik pengenalan e-learning untuk PJJ Ditemukan bahwa para guru di SDN Gerongan yang terletak di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terbiasa membuat materi pendidikan berbasis Google dalam jenis file umum seperti PPT, YouTube, dan PDF. Akibatnya, materi kursus menekankan distribusi E-book yang realistis melalui Google Classroom dan praktik terbaik untuk memanfaatkan fitur Google Classroom untuk mendidik siswa dari lembaga mitra. Kursus pembuatan dan pengoptimalan konten Google Classroom terdiri dari lima modul berbeda: 1) ikhtisar Google Classroom; 2) mulai Google Kelas; 3) membuat kelas; 4) berbagi kelas dengan orang lain; dan 5) mengoptimalkan kemampuan Google Classroom. 6) Berbagi video online, 7) Sumber Kursus (Pekerjaan Rumah, Ujian, dan Pertanyaan Diskusi) 8) Siswa dan Evaluasi
Deteksi Dini Faktor Risiko Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara La Rangki La Rangki; Haryati Haryati; Mubarak Mubarak; Saida Saida; Rahmawati Rahmawati; Arfiyan Sukmadi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023411

Abstract

According to the Health Profile of Southeast Sulawesi, DM is ranked 5th out of the 10 largest diseases in Southeast Sulawesi with 13,946 sufferers. The increasing number of people with Type 2 Diabetes Mellitus is a global health threat. Of course, the prevalence rate of diabetes mellitus must be prevented with both preventive and promotive actions. One form of prevention that can be sought is by detecting as early as possible in people who have risk factors. Therefore, this community service activity is carried out to detect the risk of diabetes mellitus, by checking blood sugar levels, and measuring BMI and abdominal circumference which are indicators of diabetes mellitus. The results of the examination of 63 respondents (41 women, 22 men) obtained the following results 7 respondents had a temporary blood sugar (GDS) of more than 200 mg/dl, and 56 respondents had a temporary blood sugar (GDS) less than  200 mg/dl, 29 respondents with abdominal circumference more than 80 cm (female) and 7 respondents with abdominal circumference more than 90 cm (male), 42 respondents were categorized as overweight (BMI more than 25kg/m2). The results above indicate that there are still many people who are not aware that they are at risk of developing DM, so there needs to be regular checks and Health Education on DM problems. Abstrak: Profil  Kesehatan Sulawesi Tenggara mencatatkan bahwa DM berada pada urutan ke-5 dari 10 penyakit terbesar di Sultra dengan jumlah 13.946 penderita. Peningkatan jumlah penyandang Diabetes Melitus tipe 2 menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Tentunya laju prevalensi diabetes melitus harus dicegah dengan tindakan baik preventif maupun promotif. Salah satu bentuk preventif yang dapat diusahakan yakni dengan melakukan deteksi sedini mungkin pada masyarakat yang memiliki faktor resiko. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mendeteksi adanya resiko penyakit diabetes melitus, dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu,  pengukuran IMT dan lingkar perut yang menjadi indikator penyakit diabetes melitus. Hasil pemeriksaan terhadap 63 responden (41 perempuan, 22 laki-laki) didapatkan hasil sebagai berikut 7 responden memiliki gula darah sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl, dan 56 responden memiliki gula darah sewaktu (GDS) kurang dari 200 mg/dl, 29 responden dengan lingkar perut lebih dari 80 cm (perempuan) dan 7 responden dengan lingkar perut lebih dari 90 cm (laki-laki), 42 responden masuk kategori overweight (IMT lebih dari 25kg/m2). Hasil diatas menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa dirinya berisiko terkena penyakit DM sehingga perlu adanya pemeriksaan secara rutin dan Pendidikan Kesehatan akan masalah DM.
Peningkatan Kapasitas Peternak di Desa Lolotuara Kecamatan Pulau Lakor Heryanus Jesajas; Harmoko Harmoko; Asmirani Alam; Lestari Lestari; Edy Sony; Sigit Sugiarto; Ratna Kurniati; Dian Rubiana Suherman
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023398

Abstract

Increasing the capacity of farmers in an effort to increase livestock production is important, because with the increasing capacity of farmers, increasing livestock productivity will be easier to obtain. The implementation of Community Service was carried out in Lolotuara Village, Pulau Lakor Subdistrict in July 2022, participants in the extension for increasing the capacity of farmers were attended by villages, village officials and the livestock community. The results of the implementation of the extension in Lolotuara Village, Pulau Lakor Subdistrict, which was attended by the village head, village officials and the farmer community, gave quite positive results because the PKM team was well received and during the counseling process the participants asked many questions so that the farmers were able to understand a good livestock business improvement system.
Pelatihan Penyusunan E-Modul Berbasis Kecakapan Hidup untuk Guru Sekolah Dasar Afib Rulyansah; Syamsul Ghufron; Nafiah Nafiah; Akhwani Akhwani; Pance Mariati; Yusril Izza Nurfaiza
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023374

Abstract

Kegiatan  Pengabdian  Kepada  Masyarakat  (PKM)  bertujuan  untuk  memberikan  pelatihan  kepada  calon  guru tentang  pembuatan  e-modul  berbasis  android.  Metode  pelatihan  terdiri  dari  tiga  tahap  yairu  tahap  persiapan, tahap  pelaksanaan  dan  tahap  evaluasi.  Tahap  persiapan  melakukan  survey  terhadap  kebutuhan  calon  guru mengenai  perangkat  pembelajaran,  tahap  pelaksanaan  yaitu  melakukan  pelatihan  pembuaan  e-modul  berbasis android  sementara  untuk  tahap  evaluasi  dilakukan  dengan  cara  memberikan  angket  kepuasan  terhadap pelaksanaan  pelatihan  kepada  semua  peserta  pelatihan.  Instrumen  penelitian  mengggunakan  angket  dengan analisis  data  berupa  persentase  kepuasan  terhadap  pelatihan.  Hasil  yang  diperoleh  bahwa  peserta  pelatihan merasa sangat puas dengan kegiatan pelatihan ditinjau dari sisi persiapan acara, materi, kegiatan pelatihan, dan pelayanan konsumsi.
Pelatihan Penggunaan Powtoon dalam Pembelajaran: Program Pemberdayaan Guru di SDN Tambelang I Kabupaten Probolinggo Rizqi Putri Nourma Budiarti; Afib Rulyansah; Nailul Authar; Rachma Rizqina Mardhotillah; Choirun Nisa Afidatus Zahro
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023389

Abstract

Pendidik di abad 21 harus terbiasa dan mahir dalam penggunaan teknologi yang relevan di dalam kelas. Sejalan dengan itu, pendekatan pedagogis kurikulum 2013 mengharuskan pendidik memiliki pemahaman yang kuat tentang teknologi, terutama dalam hal menciptakan media pembelajaran yang menarik. Sayangnya, banyak pendidik belum mendapatkan persiapan yang memadai untuk menggunakan sumber daya digital di SDN Tambelang I Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Sebagai tanggapan yang mungkin untuk masalah ini, kami mengusulkan program pendampingan di mana guru siswa sekolah dasar (SD) dipandu melalui seluruh proses pembuatan animasi Powtoon, mulai dari pengenalan perangkat lunak hingga penilaian akhir efektivitasnya. Prakarsa Pengabdian Masyarakat (PKM) ini dimaksudkan untuk membantu siswa kelas V SDN Tambelang I Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo dalam membuat bahan ajar Powtoon untuk digunakan dalam pembelajaran tematik kurikuler 2013. Kami menggunakan campuran instruksi kelas dan praktik langsung untuk mencapai tujuan kami. Selama fase pelaksanaan, informasi tentang pentingnya media disajikan, Powtoon diperkenalkan, dan peserta diberi kesempatan untuk melatih keterampilan baru mereka melalui latihan. Sebagian besar peserta diklat PKM (97,2%) sama sekali tidak mengetahui media Powtoon, bahkan lebih (97,2%) gagal mencapai hasil belajar yang bermakna. Sebanyak 82,4% individu menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuannya membuat Powtoon setelah menggunakan PKM ini. Latihan PKM ini berguna untuk membantu para pendidik dalam membuat pembelajaran berbasis teknologi, seperti yang dibuat dengan software pendidikan Powtoon.
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Kelompok Ibu-ibu PKK di Kelurahan Pengkok Gunung Kidul Dalam Pengolahan Jahe Menjadi Minuman Instan Dwi Lestari Lukviana; Nisywa Dwiza Raihan; Lathifah Apriana Putri; Fatma Dwi Kusuma; Atika Silma Daima; Puandira Caesha Naila Syaltha; Indah Sinawang Cahyani; Fani Melani; Muhammad Rasyid Ridha; Hafidz Izzulhaq Hadian; Yunda Maymanah Rahmadewi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023409

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang cukup populer baik di Indonesia maupun di mancanegara. Rasa pedas yang dihasilkan jahe sangat khas dan kemampuannya untuk memberikan kehangatan bagi tubuh mampu menjadikan jahe sebagai salah satu komoditas yang ngehits sepanjang masa. Namun pengolahan jahe belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, sehingga perlu adanya pendampingan dan pelatihan mengolah jahe menjadi sirup dan serbuk instan.  Jahe yang diolah menjadi minuman instan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan jahe segar. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan sirup dan serbuk instan. Setelah dilaksanakan program ini hasil yang didapatkan adalah peningkatan  umum masyarakat tentang keamanan pangan sebelum pelatihan sebesar 37%, dan setelah pelatihan sebesar 91%, sedangkan tentang pengetahuan pengolahan jahe menjadi sirup dan serbuk sebelum pelatihan sebesar 38% dan setelah pelatihan sebesar 92%. Keterampilan pengolahan jahe menjadi sirup dan serbuk sebelum pelatihan sebesar 42% dan setelah pelatihan sebesar 94%.
Peningkatan Kemampuan Guru SDN Tegal Rejo Kabupaten Probolinggo dalam Membuat RPP Pembelajaran Online Rizqi Putri Nourma Budiarti; Afib Rulyansah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Andini Hardiningrum; Asyita Al-Mufidah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023394

Abstract

Pendidik di seluruh dunia harus beradaptasi dengan keadaan baru sebagai akibat dari status pandemi wabah Covid-19. Sistem pendidikan secara keseluruhan sedang mengalami transformasi. Guru harus dapat beradaptasi saat siswa beralih dari memilih kelas tatap muka menjadi mengambil kursus online. Membuat Strategi Implementasi E-Learning adalah salah satunya (RPP). Proyek pengabdian ini bertujuan untuk membantu para pendidik di SDN Tegal Rejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur. Aplikasi Zoom Meeting digunakan untuk pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PPM) secara online. Pada bulan September 2020, kami melakukan aksi ini. Kegiatan Pelatihan dan lokakarya digunakan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat ini, dengan dosen bertindak sebagai pembimbing mahasiswa saat mereka menyelesaikan tugas kelompok dan memperdebatkan materi yang disampaikan. Menyiapkan KKN Sebagai Kegiatan Sukarela Dalam merancang strategi efektif penyelenggaraan pendidikan online.
Elementary School Teachers Received Training on Using Google Forms for Assessing Students' Learning During the Covid-19 Pandemic Afib Rulyansah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Jauharotur Rihlah; Surnia Maulidah Azzahra
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023378

Abstract

As a result of the spread of the COVID-19 virus, traditional classroom instruction has had to be replaced by online, asynchronous distance learning. The evaluation of students' progress is one area that has room for improvement. Teachers can use a wide variety of programs to administer online learning evaluations. The Google form is frequently utilized as an online evaluation tool. There have been many successful online assessments conducted using Google Forms, including blind evaluation exercises, assessments of lecturer effectiveness, and assessments of alternative pedagogical approaches. Training is conducted via the online meeting tool Zoom, and participants are given assignments to complete as part of the process. Elementary school educators are the target audience for this workshop. There were 10 educators from SDN Tegalrejo in the Dringu District of the Probolinggo Regency who participated in this training. There are three phases to this training: pre-training, training, and post-training evaluation and adjustment. The training's outcomes, beginning with the identity page and continuing through question entry, answer key entry, and scoring, are generally consistent with the training's tutorials. The majority of those polled (95%) found the training to be beneficial. The majority of respondents agreed or strongly agreed that the training provided was beneficial and appropriate for their needs during their time spent learning online.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi di Desa Gelam Kota Serang Etty Nurkhayati; Nani Yunarsih
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023370

Abstract

Nutrition of pregnant women is an important thing that must be met during pregnancy that helps the mother and fetus remain. Fulfillment of nutrition for the body is very dependent on the choice of food, and the selection of the right food is greatly influenced by the knowledge and attitudes possessed, for that knowledge of pregnant women's nutrition is a determining factor in meeting needs. The purpose of this activity is to provide education about the importance of nutrition for pregnant women. This community service activity is carried out by midwifery lecturers and students and collaborates with village officials and other facilitators. This community service activity was attended by 25 pregnant women who live in Gelam Village, Serang City in the form of persuasive educative activities, namely making efforts to influence and believe the audience by providing health education, namely about nutrition in pregnant women in the hope of changing behavior so that pregnant women are able to empower themselves in preventing complications of pregnancy and childbirth through good nutrition in accordance with the needs of pregnant women. As part of the evaluation stage, the post-test results of community service participants showed that of the 25 pregnant women who took part in the activity, 23 (92%) had good knowledge and it can be said that in general the community service material was received quite well by the participants. The final result of the health education activities provided for pregnant women in Gelam village went well and received good enthusiasm from pregnant women and village midwives. Abstrak: Gizi ibu hamil merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama kehamilan berlangsung yang membantu ibu dan janin tetap. Pemenuhan gizi bagi tubuh sangat tergantung pada pemilihan makanan yang dilakukan, dan pemilihan makanan yang tepat sangat dipengaruhi pengetahuan dan sikap yang dimiliki, untuk itu pengetahuan gizi ibu hamil merupakan faktor penentu dalam pemenuhan kebutuhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa kebidanan serta berkolaborasi dengan  perangkat desa maupun fasilitator lainnya.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini di ikuti oleh 25 ibu hamil yang tinggal di Desa Gelam Kota Serang dengan bentuk kegiatan bersifat persuasif edukatif yaitu melakukan usaha mempengaruhi dan meyakini para audience dengan pemberian pendidikan kesehatan yaitu mengenai gizi pada ibu hamil dengan harapan dapat mengubah perilaku sehingga ibu hamil mampu memberdayakan diri dalam mencegah komplikasi kehamilan dan persalinan melalui asupan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Sebagai bagian dari tahapan evaluasi, hasil post-test peserta kegiatan pengmas menunjukkan bahwa dari 25 ibu hamil yang mengikuti kegiatan terdapat 23 orang (92%) memiliki pengetahuan baik dan dapat dikatakan bahwa secara umum materi pengmas dapat diterima dengan cukup baik oleh peserta. Hasi akhir dari kegiatan penyuluhan kesehatan yang diberikan bagi ibu hamil di desa Gelam berjalan dengan baik dan mendapatkan antusias yang baik dari ibu hamil dan bidan desa.