cover
Contact Name
M. Syaifuddin S.
Contact Email
syaifuddin@stkipjb.ac.id
Phone
+6281456060279
Journal Mail Official
corcysseminar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pattimura III/20 Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Conference on Research and Community Services
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : -     EISSN : 26861259     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
CORCYS merupakan konferensi tahunan bersifat nasional yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP PGRI Jombang yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk prosiding. Fokus artikel hasil penelitian dan pengabdian yang akan diterbitkan adalah artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakakt bersifat umum yang mencakup; 1) Pendidikan 2) Ekonomi dan Bisnis, 3) Sosial Humaniora, 4) Saintek, 5) Kesehatan, dan 6) Hukum
Articles 544 Documents
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI KESENIAN KARAWITAN DI DESA MADE KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG Siti Nur Qomariyah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian tradisional merupakan produk dari kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. Kesenian tradisional sangat banyak macamnya, salah satunya kesenian karawitan. Kesenian tradisional yang dimiliki menjadi ciri khas suatu bangsa dan wajib untuk terus dijaga kelestariannya agar tidak punah dan hilang oleh perkembangan zaman. Pentingnya pembahasan mengenai topik kesenian terutama karawitan supaya masyarakat lebih menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian kesenian sehingga tidak tergantikan dengan budaya-budaya baru dari barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi kesenian karawitan serta faktor-faktor sosial yang mempengaruhi eksistensi kesenian karawitan di desa Made. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwa eksistensi dapat dilihat dari rendahnya respon masyarakat desa Made untuk upaya pelestarian kesenian karawitan dan tidak adanya pengakuan mengenai kepemilikan kesenian karawitan yang ditandai dengan sikap acuh tak acuh terhadap perkembangan kesenian karawitan. Selain itu, faktor-faktor sosial yang mempengaruhi eksistensi kesenian karawitan yaitu kurangnya minat generasi penerus dari desa Made guna melestarikan kesenian karawitan, kurangnya kesadaran masyarakat akan kepemilikan kesenian karawitan sebagai suatu kekayaan budaya, dan kurangnya perhatian khusus berupa kebijakan-kebijakan dari pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian kesenian karawitan. Upaya menjaga kelestarian tradisional sangatlah penting supaya tidak tergantikan oleh zaman dan tetap menjadi kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat.
PEMANFAATAN KOHE UNTUK BUDAYA LELE ORGANIK DI WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG Rr. Herini Siti Aisyah; Epy M. Luqman; Bambang Suheryadi; Sri Iswati; Anwar Ma’ruf; Dina Sunyowati; Adi Priono; Dio Prasetyo Budi
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi dan minat para pertani di Kecamatan Wonosalam  sangat tinggi untuk maju akan tetapi dalam berproduksi belum dapat mengoptimalkan potensi yang ada. Seperti melimpahnya terkait  kotoran sapi yang belum dimanfaatkan untuk dapat diolah menjadi pakan lele organik.  Sehingga agar peternak lebih produktif maka perlu dilakukan pemanfaatkan kotoran sapi untuk diolah  sehingga dapat dipakai sebagai pakan  lele yang  aman dan sehat  dikonsumsi. Ikan lele adalah salah satu komoditi yang sangat diminati masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya. Masalah terbesar dalam budi daya lele adalah biaya makan yang tinggi untuk itulah maka diperlukan adanya terobosan baru dalam penyediaan pakan lele yaitu dengan memanfaatkan kotoran sapi  untuk  pakan lele organik yang aman dan  dikonsumsi. Program ini berhasil apabila didukung dengan teknologi tepat guna yang memadai  untuk merubah kotoran sapi menjadi pakan lele. Terkait dengan program tersebut maka dalam mengatasi ketersediaan pakan lele dilakukan pelatihan kepada kelompok mitra. Banyak keuntungan yang diperoleh yaitu dari limbah air budidaya lele organik dapat dijadikan pupuk sehingga tanah menjadi subur untuk dijadikan area pertanian atau perkebunan termasuk untuk memupuk rumput sebagai pakan sapi.
HUBUNGAN KECERDASAN SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR PPKN PESERTA DIDIK DI SMKN 2 JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Linda Cristyawati Ningsih; Kustomo .
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kecerdasan sosial adalah peserta didik kurang mematuhi aturan ataupun perintah dari guru, sulit dalam bekerja sama antar kelompok, tidak memperhatikan saat proses pembelajaran berlangsung, tidak mempunyai motivasi dalam belajar, kemampuan berkomunikasi kurang baik dan sulit bersosialisasi dengan guru dan teman. Kecerdasan sosial adalah kecerdasan yang dimiliki individu terhadap lingkungan sosial dan peserta didik harus mampu mengembangkan kecerdasan sosial yang dimiliki karena pada proses pembelajaran kecerdasan sosial berhubungan dengan hasil belajar yang dicapai peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan sosial dengan hasil belajar PPKn peserta didik di SMKN 2 Jombang tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Bentuk rancangan penelitian adalah rancangan sederhana dengan variabel bebas (X) adalah kecerdasan sosial dan variabel terikat (Y) adalah hasil belajar. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X Kecantikan dan sampel penelitian adalah peserta didik kelas X Kecantikan 3 di SMKN 2 Jombang. Teknik analisis data menggunakan software SPSS versi 24 dengan rumus regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kecerdasan sosial dengan hasil belajar PPKn peserta didik di SMKN 2 Jombang tahun pelajaran 2018/2019. Hasil uji regresi linier sederhana membuktikan nilai t hitung sebesar 6,955 dan signifikansi sebesar 0,000. Nilai dari t hitung dan t tabel didapat t hitung 6,955 > t tabel 1,697 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kecerdasan sosial dengan hasil belajar PPKn peserta didik di SMKN 2 Jombang tahun pelajaran 2018/2019
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DI DESA MADE KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG Nia Agustina; Santri Salam
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu berfikiran logis, analisis, sistematis, dan kritis dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Alasan pemilihan topik ini berawal dari rasa keingintahuan terhadap hal-hal yang menjadi latar belakang mengapa banyak masyarakat Desa Made yang tidak melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pendidikan yang ada pada Desa Made dan Bagaimana pandangan masyarakat Desa Made terhadap pentingnya pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumen. Dengan fungsi triangulasi sumber hasil penelitian adalah faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Desa Made antara lain faktor motivasi individu, kondisi sosial, kondisi ekonomi, motivasi orang tua, serta budaya dan pandangan masyarakat Desa Made terhadap pentingnya pendidikan masih terbilang kurang, terlihat dari kepeduliannya untuk menyekolahkan anaknya belum menjadi suatu hal yang utama. Dengan adanya penelitian ini diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya pendidikan agar tercipta sumber daya manusia yang lebih berkualitas
TETESI PADA BAHAN AJAR TEORI DAN SEJARAH SASTRA Yunitas Anas Sriwulandari; Ika Oktaviana Purnamasari
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pada saat ini tidak hanya terfokus pada ceramah dan diskusi. Pembelajaran berkualitas bergantung dari motivasi kreativitas pengajar, pembelajaran yang memiliki motivasi ditunjang dengan mengajar yang mampu memfasilitasi yang membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Mulai dari pendekatan, metode, media hingga pada soal yang diberikan pada mahasiswa untuk mencapai target. Soal yang disajikan juga menarik untuk diselesaikan, agar pembelajaran tidak monoton. Pembelajaran pada mata kuliah teori dan sejarah sastra adalah mengenal tentang pujangga sastra pada zamannya yang dituangkan dalam tetesi (teka-teki silang) yang diterapkan pada mata kuliah teori dan sejarah sastra. Teka-teki silang dibuat semenarik mungkin untuk pembelajaran mata kuliah teori dan sejarah sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah adaptasi dari borg dan gall menggunakan model pengembangan Research and Development. Penelitian dan pengembangan akan menghasilkan suatu produk yang layak dan menarik, serta memungkinkan untuk diterapkan sebagai sumber belajar peserta didik. Berdasarkan hasil pengembangan menggunakan soal tetesi, menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan untuk berpikir dan siap diimplementasikan pada mata kuliah lainnya.
GERAKAN LANSIA SEHAT (GERLAS) PEMERIKSAAN KESEHATAN & INTELEKTUAL LANSI Mei Lestari Ika Widyyati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul “ Gerakan Lansia Sehat (GERLAS) Pemeriksaan Kesehatan & Intelektual Lansia .” Masa lanjut usia adalah masa dimana individu dapat merasakan kesatuan, integritas, dan refleksi dari kehidupannya. Jika tidak, ini akan menimbulkan ketimpangan dan bahkan dapat mengakibatkan patologis, semacam penyakit kejiwaan (Latifah, 2010).  Masalah kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan tidak bergunaLansia dengan problem tersebut menjadi rentan mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi kemunduran. Sehat adalah kondisi optimal mental, fisik dan sosial seseorang, terbebas dari  bibit penyakit sehingga mencapai produktivitas.Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dan efisiensi dengan menggerakkan potensi masyarakat.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam 3 tahapan yaitu : tahapan persiapan, pelaksanaan, dan tahapan evaluasi (tindak lanjut). Tahapan persiapan meliputi pengurusan ijin, studi pendahuluan dengan observasi lapangan, pengumpulan  bahan dan persiapan materi penyuluhan, serta koordinasi dengan pihak Puskesmas Camplong. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pelayanan kesehatan dan screening Intelektual pada lansia, tahapan ketiga adalah tahap akhir, pada tahap ini meliputi interpretasi hasil serta tindak lanjut kegiatan.
ANALISIS PERCEPATAN PENGURANGAN KEMISKINAN DI SEKTOR PERTANIAN (Studi Kasus Komoditas Padi di Kabupaten Malang) Muhamad Imam Syairozi; An’im Fattach
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya negara berkembang memiliki angka kemiskinan pada masyarakat desa yang bekerja sebagai petani, begitu pula yang terjadi di Indonesia. Terdapat 56 % penduduk miskin di Indonesia bekerja di sektor pertanian yang menunjukkan belum berhasilnya pemerintah dalam mencangkan program revitalisasi pertanian guna mengurangi kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifkasi faktor yang menghambat implementasi kebijakan pengurangan kemiskina  dan menyusun strategi dalam rangka pengurangan kemiskinan di Kabupaten Malang pada sektor pertanian. Analisis klaster menunjukkan hasil bahwa terdapat beberapa faktor yang menghambat percepatan pengurangan kemiskinan antara lain irigasi, produktivitas lahan yang rendah, biaya produksi yang tinggi dan akses pasar yang kurang. Adapun strategi yang dilakukan untuk mempercepat pengurangan kemiskinan di Kabupaten Malang antara lain : meningkatkan alokasi anggaran untuk membangunan fasilitas irigasi, penguatan dan pemberdayaan kelembagaan petani, pembuatan teknologi baru, penyediaan pupuk dan bibit padi melalui penguatan kelompok tani
PENGEMBANGAN MODELERADICATIONOF POVERTYKETURUNAN PEMULUNGMELALUI SEKOLAH BINAAN RINTISAN UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) DI MALANG RAYA Heny Kusdiyanti; Mokhammad Nurruddin Zan; Andy Prasetyo Wati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia  merupakan  salah  satu  Negara  yang    berada  wilayah  di  Asia  Tenggara  dan merupakan Negara  yang  berkembang.  Kemiskinan menjadi  salah satu permasalahan  yang paling  rumit  serta kurangnya   perhatian   dari   pemerintah   sehingga   masalah   ini   belum  bisa    terselesaikan    sampai  sekarang.    Anak    jalanan    dan    pemulung    merupakan    salah  satu    bukti  masih    adanya  kemiskinan  di  Indonesia.Ada    dua    kelompok    anak    jalanan  dalam    kategori    ini,    yaitu    anak-anak    yang    tinggal  bersama    orangtua    dan    senantiasa  pulang  ke  rumah  setiap  hari,  dan  anak-anak  yang  melakukan kegiatan   ekonomi   dan   tinggal   di   jalanan   namun   masih   mempertahankan   hubungan   dengan keluarga  dengan  cara  pulang  baik    berkala  ataupun  dengan  jadwal  yang  tidak    rutin.Salah  satunya  anak jalanan  adalah  yang  memiliki  profesi  sabagai  pemulung    sampah.  Diantara    fakta    yang  ada    seseorang    menjadi  pemulung  karena  (1)  kerasnya  persaingan  di luar    sana   yang  membuat   dia   tidak   bisa   menemukan  pekerjaan  yang  lebih  layak,   (2)   adanya sistem  kontrak    yang    membuat    Bang    Black    kehilangan    pekerjaan,    dan    ditambah    lagi  susahnya  mencari    pekerjaan        disebabkan    karena    lapangan    pekerjaan    yang    sedikit  disediakan    pemerintah.  Kondisi    saat    ini    tidak      boleh    dibiarkan,      dengan    demikian  perlu   adanya   upaya   serius   untuk pemberdayaan   pemulung   terutama    yang   berada   di      wilayah      Malang      Raya      Raya      untuk  meningkatkan      kemampuan      sumberdaya   manusia.    Dengan    Penelitian    ini   diharapkan    mampu memberikan   sumbangan   untuk  peningkatan  kualitas  SDM   dan  produktifitas  kerja   pemulung  di wilayah  Malang  Raya. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengembangkan  Model  Eradication  of  Poverty. Keturunan pemulung melalui sekolah binaan rintisan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)  wilayah  Malang  Raya.  Jenis  penelitian  tahap  I  (satu)  adalah  penelitian pengembangan    dengan    langkah-langkah  sebagai  berikut:    (1)    Analisis  situasi  (lingkungan),      (2)  Identifikasi  karakteristik  responden,  (3)    Identifikasi  kebutuhan  riil responden,    (4)    berdasarkan  analisis  situasi,  identifikasi  karakteristik  dan  kebutuhan  riil responden,  maka  disusunlah model Eradication   of   Poverty   pemutusan  bagi  keturunan  pemulung    di    wilayah    Malang    Raya    Raya.  Jenis  Penelitian  Tahap    II  (dua)  adalah penelitian  Tindakan.    Tahun  kedua  dirancang  untuk  ujicoba  (implementasi)    model    yang  telah   dikembangkan   Tahap   I,    evaluasi  model,   revisi  sehingga   akan dilahirkan   suatu  model   Eradication   of   Poverty   di  wilayah   Malang   Raya   Raya   yang  teruji. Dengan   mengikuti      kegiatan      ini    keturunan      pemulung      di    wilayah      Malang      Raya  dapat memperoleh    pengetahuan,    kemampuan    kewirausahaan,    kemampuan    dalam   bidang   produksi  (Product      Knowledge),      pengetahuan      dan      kemampuan      pasca      panen  (pemasaran),      dan    pada  akhirnya    kualitas    SDM    dan    produktifitas    keturunan  pemulung    di   wilayah   Malang    Raya   bisa   meningkat.   Pada   Tahap   penelitian   ketiga  adalah    penelitian  tindakan.   Tahun ketiga dirancang    untuk    ujicoba   dengan   skala   yang  lebih    luas    lagi    secara    nasional    sehingga    dihasilkan  model  Eradication  of    Poverty        keturunan  pemulung  melalui  sekolah  binaan  rintisan  UMKM  (Usaha   Mikro,   Kecil    dan  Menengah)   dalam  rangka   penciptaan   kemandirian   SDM   keturunan pemulung   melalui sekolah  binaan  rintisan  UMKM.
PEMANFAATAN AKSES INTERNET DAN APLIKASI PEMBUKUAN SEDERHANA MENGGUNAKAN ANDROID UNTUK USAHA BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR Rinanza Zulmy Alhamri; Ashafidz Fauzan Dianta; Atik Tri Andari; Toga Aldila Cinderatama
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mencoba untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha budidaya ikan air tawar di desa setempat dalam memanfaatkan akses internet dan bagaimana membukukan transaksi dengan baik dan benar menggunakan aplikasi Android. Untuk itu tahapan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah survey awal, pembuatan aplikasi pembukuan, pembuatan modul, pelatihan, dan evaluasi. Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi pembukuan sederhana berbasis Android digunakan untuk mencatat keuangan usaha budidaya ikan air tawar. Dengan membandingkan hasil survey awal dengan hasil evaluasi setelah pelatihan maka diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya. Hasilnya frekuensi penggunaan internet menggunakan Android meningkat pada kriteria ‘selalu’ dengan skor 82% sedangkan kemampuan meningkat menjadi ‘sangat mampu’ dengan skor 84%. Kegiatan pembukuan selalu diterapkan dengan skor 84% sedangkan dalam memperoleh informasi laba berada pada kriteria ‘sangat jelas’ dengan skor 82%. Frekuensi penggunaan aplikasi meningkat pada kriteria ‘selalu’ dengan skor 82% sedangkan kemampuan penggunaan aplikasi meningkat pada kriteria ‘mampu’ dengan skor 72%.
ANALISIS POLA KOMUNIKASI PASANGAN DENGAN KINERJA KADER KESEHATAN JIWA Iin Aini Isnawati; Rizka Yunita
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita gangguan jiwa dapat menjadi beban tersendiri terutama pada diri sendiri, keluaga dan masyarakat.Salah satu upaya dukungan masyarakat yaitu dibentuknya kader kesehatan jiwa.Kader kesehatan jiwa memiliki peranan yang sangat penting sebagai mediator dari pelayanan kesehatan untuk melakukan penyuluhan, pencegahan, serta dukungan perawatan pada pasien gangguan jiwa.Kader kesehatan jiwa dalam menjalankan perannya tersebut terlebih dahulu harus mempunyai kondisi sehat baik secara jiwa dan raga, mendapatkan dukungan dari keluarga kader terutama pasangan.Tujuan penelitian adalah menganalisis pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik korelasi dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan jiwa Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo dengan tehnik total sampling sejumlah 25 orang yang telah mendapatkan pelatihan kader kesehatan jiwa sebelumnya sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Selanjutnya dilakukan tabulasi dan analisa data menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan  nilai ƥ = 0.000 < α 0.05,sehingga Ho ditolak dan H1 di terima artinya ada hubungan antara pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Salah satu bentuk dukungan keluarga terutama pasangan adalah komunikasi pasangan, komunikasi ini menjadi aspek penting dalam menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga, dan diperlukan agar kader kesehatan jiwa dapat merasa nyaman dan percaya diri dalam mengemban tugasnya dalam membantu keluarga dengan skizofrenia