cover
Contact Name
M. Syaifuddin S.
Contact Email
syaifuddin@stkipjb.ac.id
Phone
+6281456060279
Journal Mail Official
corcysseminar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pattimura III/20 Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Conference on Research and Community Services
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : -     EISSN : 26861259     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
CORCYS merupakan konferensi tahunan bersifat nasional yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP PGRI Jombang yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk prosiding. Fokus artikel hasil penelitian dan pengabdian yang akan diterbitkan adalah artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakakt bersifat umum yang mencakup; 1) Pendidikan 2) Ekonomi dan Bisnis, 3) Sosial Humaniora, 4) Saintek, 5) Kesehatan, dan 6) Hukum
Articles 544 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EKSISTENSI BUDAYA TAYUB DI KELURAHAN WARUJAYENG NGANJUK Mia Afrianti; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian tayub merupakan kesenian yang diwariskan dari generasi ke generasi dengan mengkolaborasikan antara seni musik (gamelan) dengan seni tari dari waranggana. Kesenian tayub biasa digunakan dalam suatu upacara yang memberikan simbol kesuburan dan kerukunan dalam masyarakat. Dengan demikian sebagai kesenian lokal daerah, tari tayub perlu dilestarikan, namun seiring dengan berkembangnya zaman keberadaan dan eksistensi tayub semakin memudar. Untuk itu, pentingnya mengetahui faktor-faktor eksistensi budaya tayub yang berkembang di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari kurangnya peduli dan minat masyarakat dalam melestarikan kesenian tayub, serta dampak eksistensi tayub bagi seniman kesenian tayub di Kelurahan Warujayeng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi eksistensi budaya tayub adalah kurangnya minat generasi muda dalam melestarikan budaya tayub, adanya persepsi negatif yang berkembang dalam masyarakat sehingga memberikan pengaruh terhadap eksistensi budaya tayub sedangkan dampak eksistensi budaya tayub adalah hilangnya paguyuban seni tayub, dan hilangnya mata pencarian bagi seniman tersebut. Penelitian ini sangat penting dalam masyarakat sehingga masyarakat dan generasi muda dapat melestarikan kebudayaan lokal yang ada di Kelurahan Warujayeng.
CYBERBULLYING DI KALANGAN SISWA SMA DI SIDOARJO Nur Irmayanti; Firsty Oktaria Grahani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku cyberbullying di sekolah SMA di Sidoarjo, sejauh mana prilaku cyberbullying yang ada di sekolah. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Dengan sampel sebanyak 54 siswa. Hasil penelitian ini adalah; (1) 94% siswa memiliki media sosial berupa Whatsaap, Faceebook, Instagram dan Line sedangkan 6% siswa tidak memiliki media sosial karna HP tidak menunjang. (2) 44% siswa mempunyai geng atau kelompok sosial berupa kelompk sosial Whatsaap, sedangkan 56% tidak memiliki geng atau kelompok sosial. (3) dari semua siswa terdapat 57% siswa pernah mendapatkan cyberbullying atau bisa dikatakan korban cyberbullying, sedangkan 44% tidak perna mendapatkan cyberbullying. (4) sedangkan dalam pelaku cyberbullying terdapat 33% pernah melakukan cyberbullying, sedangkan 67% tidak perna melakukan cyberbulying. (5) tidak hanya cyberbullying, peneliti mengembangkan hasil penelitian dengan seberapa besar kondisi bullying di sekolah, terdapat 59% siswa pernah menjadi korban bullying berupa psikis (diolok) maupun fisik (dipukul) pelaku bullying disekolah sebesar 54%.
DUKUNGAN KELUARGA DALAM PROSES REHABILITASI ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM Aironi Zuroida
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan permasalahan anak di Indonesia semakin hari semakin semakin meningkat. Dalam masyarakat sering dijumpai kasus penyimpangan perilaku anak, bahkan lebih dari itu terdapat anak yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Berkaitan dengan hal tersebut melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, didirikan panti-panti sosial yang menangani anak nakal dan penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Selama proses rehabilitasi berlangsung keluarga sangat dibutuhkan untuk memberikan perannya dalam membantu proses rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang Dukungan Keluarga terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum yang masih dalam proses rehabilitasi di pusat rehabilitasi sosial. Tujuan penelitian untuk memperoleh data dan gambaran tentang dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informative. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara semi terstruktur dan menggunakan member checking untuk menguji kredibilitas penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Rehabilitasi Sosial Marsudi Putera (PRSMP) Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga yang di berikan oleh Keluarga terdiri dari 4 aspek. Dukungan emosional, dukungan penilaian atau penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informatif yang diberikan, sebagian informan mendapatkan dukungandari keluarga dengan cukup baik, namun terdapat pula informan yang belum mendapatkan dukungan dari pihak keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, dukungan keluarga lebih menonjol ketika anak dalam masa rehabilitas dan dari hasil penelitian dampak dari dukungan keluarga dalam rehabilitasi sosial sangat besar bagi perkembangan perubahan perilaku anak.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERKARAKTER PANCASILA MELALUI MODEL ECONOMICS COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENANAMKAN NILAI KARAKTER MAHASISWA PADA MATA KULIAH EKONOMI MAKRO Nailariza Umami; Maria Aghata Sri Widyanti Hastuti
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkuliahan sering kali dosen menggunakan metode ceramah dalam melaksanakan pembelajaran, karena hanya terfokus pada mengejar ketuntasan materi. Hal ini membuat minat mahasiswa dalam pembelajaran ekonomi makro semakin lama semakin menurun, akibatnya penguasaan materi dapat dikatakan sangat rendah. Padahal mata kuliah ekonomi makro adalah mata kuliah dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh mahasiswa pendidikan ekonomi karena akan menjadi kompetensi professional pada saat menajadi seorang guru nantinya. Hal ini berimbas pada kecurangan-kecurangan yang dilakukan mahasiswa pada saat UTS dan UAS hanya untuk mendapat IPK yang bagus. Keadaan tersebut berarti bahwa pembelajaran ekonomi makro yang selama ini dilaksanakan di kelas cenderung mengajarkan nilai-nilai liberalisme kepada mahasiswa serta melupakan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang terkandung pada Pancasila dan UUD 1945 khususnya pada pasal 33 sehingga hanya mencetak generasi penerus bangsa yang berjiwa liberalisme ketimbang berjiwa Pancasila. Karena itulah penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkanlah pembelajaran ekonomi berkarakter kebangsaan melalui model Economic Cooperative Learning untuk mewjudkan pembelajaran ekonomi yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945. Penelitian ini menggunakan pendekatan model Design Based Research dalam pengembangan Pembelajaran Ekonomi Berkarakter Kebangsaaan Melalui Model Economic Cooperative Learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik statistika deskriptif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan hasil tanggapan mahasiswa pada saat uji coba di kelas 2A Prodi Pendidikan Ekonomi sebesar 91,4% Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Economics Cooperative Learning dapat memahamkan mahasiswa tentang konsep ekonomi yang sesuai dengan idiologi Bangsa Indonesia terutama dapat menanamkan nilai-nilai karakter kebangsaan diantaranya, cinta produk Indonesia, menjunjung tinggi kebersamaan, menghargai pendapat orang lain, hemat, bijak dan musyawarah untuk mufakat
PENGEMBANGAN MODUL FINGERMATHIC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA ANAK USIA DINI Norma Diana Fitri; Indaria Tri Hariyani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pembelajaran yang diamati peneliti pada sekolah TK Tunas Asri di Kecamatan Benowo Surabaya, bahwa guru dalam memperkenalkan matematika terutama berhitung pada anak didik dalam proses pembelajaran masih menggunakan cara hafalan atau ceramah, menggunakan proses pengajaran secara klasikal atau konvensional atau pembelajaran langsung yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul fingermathic untuk menstimulasi kemampuan berhitung anak Kelompok B TK Tunas Asri Benowo Surabaya. Model yang digunakan dalam pengembangan modul adalah model 4-D (Four D Model) oleh Thiagarajan, Semmel, dan Demmel (1974) dengan langkah-langkah dalam pengembangan modul yaitu: (1). Tahap pendefinisian (define); (2). Tahap perancangan (design); (3). Tahap pengembangan (develop); (4). Tahap penyebaran (disseminate). Desain uji coba produk dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu (a) validasi ahli, (b) uji coba kelompok kecil, (c) uji coba kelompok besar. Hasil uji coba selanjutnya diuji dengan Uji t yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan kemampuan berhitung anak usia dini dari hasil belajar antara memakai modul dan tidak memakai modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fingermathic dapat menstimulasi kemampuan berhitung anak kelompok B. Dari hasil analisis data memperoleh memperoleh nilai signifikasi 0,000 < 0,005 maka H0 ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan adanya perbedaan pada rata-rata perlakuan sebelum dan sesudah dan rata-rata skor perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan pada proses pembelajaran fingermathic dengan menggunakan video yang telah dikembangkan. Perbedaan nilai rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol membuktikan bahwa dengan menggunakan modul fingermathic yang telah dikembangkan dapat menstimulasi kemampuan berhitung anak kelompok B TK Tunas Asri Benowo Surabaya
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMKN 1 TROWULAN Fika Oktavia; Diah Puji Nali Brata
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mencerdaskan, merubah tingkah laku dan sikap peserta didik di sekolah formal maupun non formal. Permasalahan kemandirian belajar pada peserta didik dapat merubah tingkah laku belajar, diharapkan peran guru agar mampu merubah tingkah laku dan sikap peserta didik. Kemandirian belajar seseorang dilihat dari proses pembelajaran di kelas pada saat mengerjakan tugas, mencontoh teman atau mengerjakan sendiri. Pentingnya pembahasan tentang topik ini adalah untuk memberikan kontribusi gerakan moral pentingnya pendidikan karakter, guna melatih peserta didik untuk mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Peran guru dalam meningkatkan persaingan peserta didik,  peran guru untuk menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik, peran guru dalam membangun sikap bertanggung jawab peserta didik dan peran guru menumbuhkan sikap mengambil keputusan dan inisiatif peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, obervasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)-1 pada mata pelajaran PPKn di SMKN 1 Trowulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) peran guru dalam meningkatkan rasa bersanging pada setiap peserta didik dapat ditingkatkan pada saat pemberian tugas yang dikerjakan oleh masing masing peserta didik untuk mendapatkan nilai yang bagus. (2) peran guru dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada peserta didik dapat dilihat pada saat pemberian tugas untuk menjelaskan kepada temanya di depan kelas. (3) Peran guru dapat memberikan rasa bertanggung jawab pada peserta didik saat pemberian tugas. (4) peserta didik dapat mengambil keputusan dan berfikir apa yang telah dikerjakan dengan baik. Peran guru sebagai pendidik dapat merubah sikap dan tingkah laku peserta didik menjadi lebih mandiri dalam proses pembelajaran, agar tidak bergantung kepada teman pada saat pengerjaan tugas yang telah diberikan oleh guru
BAMBOONOMICS: UPAYA MENINGKATKAN KAPASITAS EKONOMI DESA TEGAREN MELALUI KERAJINAN BAMBU Jojok Diwridhotjahjono; Prihandono Wibowo; Praja Firdaus N
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tegaren merupakan sebuah desa di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek yang memiliki predikat sebagai desa dengan produksi besek paling tinggi di Kabupaten Trenggalek. Besek sendiri adalah semacam media (tempat) untuk menaruh makanan atau barang lainnya. Besek terbuat dari bambu yang kemudian dianyam. Kerajinan besek ini merupakan penopang hidup hampir semua penduduk perempuan di Desa Tegaren. Namun, permasalahan muncul ketika besek tidak memberikan penghasilan yang cukup besar bagi para perempuan di Desa Tegaren. Dengan memberikan pelatihan dan wawasan yang lebih bagi warga Desa Tegaren, khususnya penduduk perempuan, maka diharapkan akan ada peningkatan kapasitas ekonomi desa yang semakin meninggi. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini melalui studi banding, pelatihan, sekaligus memberikan pendampingan kepada warga Desa Tegaren untuk terus meningkatkan kapasitas ekonomi mereka melalui komoditas anyaman bambu. Sebagai obyek studi banding dipilihlah sentra kerajinan bambu Bambu Indah yang terletak di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Posisi kedua desa yang masih satu wilayah kabupaten sebenarnya memudahkan Desa Tegaren untuk bisa terus melakukan kunjungan. Pada saat dilakukan studi banding, diperolehlah tiga hasil kesepakatan antara pemerintah Desa Tegaren dengan sentra Bambu Indah, yakni 1) Desa Tegaren akan mengirimkan dua-tiga orang pengrajin untuk melakukan pelatihan anyaman bambu secara intensif, 2) akan dikirimkan dua produk “kursi malas” ke Desa Tegaren sebagai bahan pembelajaran pengembangan produk komoditas bambu, dan 3) sentra Bambu Indah setuju untuk memberdayakan sumber daya manusia Desa Tegaren jika ada pemesanan besek dan pincuk. Program pendampingan ini akan terus berlanjut sebagaimana Desa Tegaren telah menjadi salah satu desa binaan UPN “Veteran” Jawa Timur.
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA SEDIAAN DARAH THROMBOCYTE CONCENTRATE (TC) SELAMA MASA SIMPAN 5 HARI Rizkia Anggini; Wiwit Sepvianti; Meyta Wulandari
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thrombocyte Concentrate (TC) merupakan salah satu produk darah yang berisi trombosit pekat hasil dari pemisahan darah lengkap atau trombofheresis. Produk TC direkomendasikan untuk meningkatkan trombosit pada indikasi yang ditunjukkan ke pasien terutama pada pasien trombositopenia hingga Demam Berdarah Dengue (DBD). Berbeda dengan produk darah lainnya trombosit hanya dapat disimpan selama 5 hari pada suhu 20-24ºC. Selain itu trombosit juga sensitif terhadap agregasi yang mengakibatkan hilangnya viabilitas sel, sehingga harus disimpan pada agitator. Agitasi trombosit juga mengurangi produksi laktat, dan meminimalisir penurunan pH. Tingginya produksi asam laktat dapat mengakibatkan perubahan kualitas produk TC. Terdapat 2 indikator penelitian pada ini yaitu untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit dan kadar pH selama masa simpan 5 hari. Instrumen penelitian dilakukan dengan mengamati langsung dan mencatat hasil pemeriksaan menggunakan alat Hematology analyzer sysmex 800i dan pH meter. Hasil dari pemeriksaan jumlah trombosit mengalami peningkatan yang signifikan pada pemeriksaan hari ke-3 dan hari ke-5 sebanyak 6% dari pemeriksaan hari pertama. Sedangkan pada pengukuran pH terjadi penurunan 4% namun masih dalam batas normal sesuai dengan peraturan menteri kesehatan No. 91 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah dengan kadar pH normal > 6,4. Faktor yang mempengaruhi diantaranya tingginya produksi asam laktat karena metabolisme glukosa yang banyak digunakan oleh TC selama penyimpanan sehingga persediaan glukosa untuk trombosit berkurang. Dari pemeriksaan satu kantong produk TC disimpulkan bahwa jumlah trombosit mengalami peningkatan dan terjadi penurunan pH selama masa simpan 5 hari.
DESULFURISASI BATUBARA MENGGUNAKAN ASAM NITRAT (HNO3) Muhamad Johar Ardany; Ahmad Tawfiequrrahman Y.; Suryo Purwono
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desulfurisasi batubara merupakan proses penurunan kadar sulfur dalam batubara, dimana pembakaran batubara yang mengandung sulfur  dapat menyebabkan kerusakan pada alat dan pencemaran lingkungan salah satunya adalah terjadinya hujan asam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimal leaching sulfur dalam batubara menggunakan asam nitrat. Metode yang digunakan adalah desulfurisasi untuk memisahkan komponen sulfur yang terikat dalam batubara. Proses desulfurisasi dilakukan selama 2 jam pada temperatur ruang. Optimasi leaching menggunakan asam nitrat dilakukan dengan variasi konsentrasi 10%-30% dan rasio S/L (15gram/150mL). Dari hasil analisis didapatkan bahwa konsentrasi optimum asam nitrat adalah 15% yang mampu mereduksi sulfur sebesar 57%. Konsentrasi asam nitrat sangat mempengaruhi seberapa besar sulfur yang dapat di reduksi dalam batubara. Semakin tinggi konsentrasi asam nitrat, semakin tinggi % sulfur yang terambil pada batubara. Pentingnya hasil dari penelitian ini yaitu industri yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar pabrik mampu menerapkan proses desulfurisasi ini sehingga polusi yang dihasilkan dari hasil pembakaran semakin kecil. Selain itu, proses ini sangat membantu pengusaha batubara yang mengekspor batubara.
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN HOME INDUSTRI PANGESTU DI DESA BADAS SUMOBITO Lailatul Fitriani; Roy Wahyuningsih
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Home Industri Pangestu yang berlokasi  diBadas, RT/RW 04/03,  Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang,merupakan Usaha yang bergerak dibidang Makanan. Adapun permasalahan yang ada di home industri tersebut adalah  banyaknya persaingan kualitas produk tahu antara penjual tahu satu dengan penjual tahu lain yan ada di pasar untuk itu pemilik industri ini memiliki ide untuk membuat produk yang berbeda dari tahu biasannya, home industri pangestu ini membuat produk yaitu tahu susu dengan bahan baku yang bagus sehingga dapat menciptakan produk berkualitas dan memberikan kepuasan pada pelanggan.Kondisi dilapangan berdasarkan fakta yang ada yaitu terjadi banyak pesaing antara pemilik home industri dapat dilihat dari segi kualitas produk maupun kualitas layanan sehingga seluruh pemilik home industri ini bersaing dalam mempertahankan kualitas produknya dengan cara menjaga kualitas rasa, tampilan produk, sedangkan dari kualitas layanan dilakukan dengan cara memberikan kepercayaan kepada pelanggan dalam hal pembayaran setelah produk tersebut terjual semua, ada juga home industri melakukan sistem pembayaran secara langsung tanpa menunggu produk tersebut tejual semua. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode statistik kuantitatif dengan menggunakan uji regresi  linier berganda yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyusun, dan menganalisis data yang ada dalam bentuk angka dengan tujuan untuk menggambarkan dengan menyimpulkan hasil penelitian tentang pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanngan Home Industri Pangestu.Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan, dibuktikan dengan nilai signifikan 0,033<0,005, terdapat pengaruh yang signifikan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan, dibuktikan dengan nilai signifikan 0,036<0,005 dan pengaruh yang signifikan kualitas produk dan kualitas layanan  terhadap kepuasan pelanggan, dibuktikan dengan nilai signifikan 0,000<0,005 dengan nilai koefisien determinasi 0,460 artinya berpengaruh sebesar 46,0%. Jadi dapat disimpulkan bahwa Kualitas Produk dan kualitas Layanan berpengaruh terhadap variabel Kepuasan Pelanggan  Home Industri Pangestu di Desa Badas Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang.