cover
Contact Name
Zulfadhli
Contact Email
zulfadhli@utu.ac.id
Phone
+6285359854557
Journal Mail Official
marinekreatif@utu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Teuku Umar Jln. Kampus Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Meulaboh 23615, Aceh Barat, Indonesia
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Marine Kreatif
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 25812238     EISSN : 27456900     DOI : https://doi.org/10.35308/jmk.v4i1
Core Subject : Agriculture,
Marine Kreatif merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat, meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan dalam arti luas, meliputi: 1. Ilmu dan Teknologi Kelautan 2. Budidaya Perairan (Akuakultur) 3. Teknologi Perikanan Tangkap 4. Teknologi Hasil Perairan 5. Manajemen Sumberdaya Perairan 6. Sosial ekonomi perikanan dan kelautan
Articles 129 Documents
Peningkatan Pemahaman Kelompok Masyarakat Peduli Kondisi Pertumbuhan Ekosistem Terumbu Karang Di Pulau Maratua Kalimantan Timur Auliansyah Auliansyah; Nurfadilah Nurfadilah; Novita Dwi Yanti; Muhammad Syahrir
Marine Kreatif Vol 9, No 2 (2025): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v9i2.14879

Abstract

Terumbu karang merupakah ekosistem yang memiliki pernanan penting secara ekologi, ekonomi dan sosial namun tingginya potensi kerusakan menjadi hal utama untuk melindungi ekosistem terrumbu karang. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 18-19 Mei 2023 di Pulau Martua. Metode pengabdian dilakukan yaitu tahap persiapan melalui koordinasi dengan masyarakat dan pemerintahan seetempat,tahap pelaksanaan dengan sosialisasi dan praktik transplantasi karang dan tahap evaluasi berupa survey pre test dan post test. Hasil pengabdian ini didaptkan masyarakat Pulau Maratua sebanyak 60% nelayan memehami kerusakan terumbu karang dan 55% memehami manfaat terumbu karang dan secara praktek nelayan sudah memahami metode sipider sebagau metode transplantasi dan 90% berkomitmen menjaga terumbu karang. Hal ini menunjukkan dengan tingginya pemahaman praktek masyakat sehingga harapan masyarakat untuk pelatihan transplantasi sebesar 90%.
Penerapan Teknologi SIFASA (Sistem Filtrasi Sampah Sungai) untuk menjaga Ekosistem Sungai Desa Kalibagor, Situbondo Anita Diah Pahlewi; Sasmita Sari; Risky Adelia; Fenas Rizky Fanantha
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15234

Abstract

Permasalahan kebersihan sungai di Desa Kalibagor muncul akibat banyaknya sampah yang terbawa arus dari wilayah hulu, khususnya dari arah Bondowoso. Kondisi ini menyebabkan aliran sungai di desa Kalibagor menjadi kotor, tersumbat, dan menimbulkan bau tidak sedap. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibuatlah inovasi SIFASA (Sistem filtrasi sampah sungai ) sebagai solusi untuk menahan dan menyaring sampah agar tidak masuk ke wilayah sungai Desa Kalibagor. Tujuan utama pembuatan SIFASA adalah untuk menjaga kebersihan sungai dengan mencegah sampah dari daerah lain yang terbawa arus ke wilayah Desa Kalibagor. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi empat tahap yaitu tahap observasi, sketsa desain, pertimbangan alat dan bahan serta tahap instalasi alat. Hasil dari kegiatan ini berupa alat SIFASA yang terbuat dari bahan besi dan kawat melengkung, dirancang agar dapat menahan sampah namun tetap memungkinkan air mengalir dengan lancar. Penerapan SIFASA terbukti dapat menahan sampah yang terbawa arus sungai. Dengan demikian, SIFASA berfungsi efektif sebagai penyaring sampah sederhana yang membantu menjaga kebersihan aliran sungai di Desa Kalibagor.
Utilization of Undergrowth Floating Houses for Aquaculture: A Case Study of Kuala Bubon Village, Aceh District West kiswanto kiswanto; wintah wintah; Firman Firdauz
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15290

Abstract

Floating houses have become a unique attraction in Kuala Bubon Village, Samatiga Subdistrict, West Aceh Regency. Following the tsunami, the fishing community in Kuala Bubon Village received housing assistance in the form of houses built on water, often referred to as floating houses. These floating houses present both a challenge and an opportunity for use in freshwater fish farming.  Utilizing the space beneath floating houses for freshwater fish farming can provide fishermen with an alternative livelihood beyond open-sea fishing. This study on the use of the space beneath floating houses for fish farming aims to examine the utilization of this space for fish farming, along with its challenges and potential. The study was conducted through the 2026 Student Impact Program using a qualitative descriptive method, involving interviews and observations during the implementation of fish farming assistance to the Kuala Bubon fisherfolk partner group, who utilize the spaces beneath floating houses for fish farming. The spaces beneath floating houses can be productively utilized for the cultivation of gurami, tilapia, and catfish using the fixed-net cage system. Challenges in utilizing these spaces for fish farming include the potential for heavy metal bioaccumulation, difficulties in implementing water quality management, and lower productivity compared to artificial ponds. Fish farming under the house is recommended for gurami, tilapia, and catfish, considering consumer safety regarding heavy metal bioaccumulation.
Education-Based Community Service Through Introduction to Marine Biota Using Teaching Aids at TK RA Ar-Rahman in Ujong Tanoh Darat, Meureubo District Hayatun Nufus; Sri Wahyuni; Asri Mursawal; Ika Kusumawati; Mai Suriani; Samsul Bahri; Rika Astuti; Nurul Najmi; Arung Samudra; Anisa Mardhatila
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.14763

Abstract

Early childhood is a strategic target group for introducing environmental knowledge and awareness from an early age. One important aspect that needs to be introduced is marine biodiversity as an essential component of ecosystems that play a vital role in sustaining life. However, learning about marine organisms at the kindergarten level is generally limited and still relies on conventional media, resulting in a lack of concrete and interactive learning experiences. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of students at TK RA Ar-Rahman, Ujong Tanoh Darat Village, Meureubo District, West Aceh Regency, regarding marine organisms through educational activities using teaching aids. The methods applied included interactive lectures, demonstrations using teaching aids, question-and-answer sessions, and educational games. The activity was conducted on January 22, 2026, involving students aged 4–6 years as the main participants. The results showed an increase in students’ understanding of various types of marine organisms and the development of positive attitudes toward the importance of marine environmental conservation. In addition, the use of teaching aids was proven to enhance students’ learning interest and active participation during the learning process. In conclusion, this activity is effective as a model of environmental education for early childhood and has the potential to be replicated in other schools with similar characteristics.
Hilirisasi Teknologi Budar Ramah Lingkungan Berbasis Sumberdaya Lokal Untuk Meningkatkan Hasil Tangkapan Ikan Dan Mengurangi Destructive Fishing Nelayan Tradisional Meureubo Muhammad Rizal; Afdhal Fuadi
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15437

Abstract

The small-scale fishing grounds of Meureubo Village operate only in coastal waters up to 12 nautical miles out, using a relatively small fleet of vessels under 5 GT. This fleet size is relatively small compared to the fleets larger than 5 GT that can reach fishing grounds in the Indian Ocean. The fishing gear used is a trammel net or green bottom gill net to catch demersal fish, so that the fish caught are relatively small and many of the catches are bycatch. Based on these problems, environmentally friendly fishing gear is needed with the target of catching high-value demersal fish, namely BuDar (Bottom Trap) technology. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of the Independent Fishermen's Cooperatives (KUB) and Fishermen's Wives Cooperatives (KUB) in Meureubo Village. The implementation method is through outreach, training, and mentoring. The implementation of activities includes providing outreach and education, training, and monitoring the results of the activities. The monitoring and evaluation results showed a 75% increase in knowledge among the Independent Fishermen's Business Group (KUB) and 80% among the Fishermen's Wives' Business Group (KUB). Furthermore, skills also increased by 85% among the Independent Fishermen's Business Group (KUB), while skills also increased by 85%.
Evolusi Inovasi Industri Maritim Berkelanjutan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Pesisir Indonesia di Era Blue Economy Greciani Greciani
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v9i2.15225

Abstract

Indonesia as the world’s largest archipelagic country has significant potential in developing the maritime industry as a primary driver of national economic growth. The transformation of the maritime industry in the blue economy era requires integration among technological innovation, environmental sustainability, and coastal community empowerment. This study aims to analyze the evolution of sustainable maritime industrial innovation and its impact on Indonesia’s coastal economic growth. This research employed a qualitative method using a systematic literature review approach from national and international journals, policy reports, and secondary data related to maritime industries. The findings reveal that maritime industrial innovation has shifted from resource exploitation approaches toward blue economy systems emphasizing production efficiency, logistics digitalization, smart port development, renewable marine energy, and modern fisheries industrialization. These innovations contribute to improved economic productivity, employment expansion, and enhanced competitiveness of coastal regions. However, challenges such as limited infrastructure, technological disparities, ecosystem degradation, and weak human resource capacity remain major barriers. Therefore, collaborative policies involving government, private sector, academia, and communities are essential to realize an inclusive and sustainable maritime industry.
Pemberdayaan PKK Gampong Lhok Seumot Melalui Diversifikasi Olahan Ikan Nila Menjadi Bakso Ikan Irham Maulana; Kamalia Ulfa; Zakki Muhtaram; Utari Azrani; Icha Tridayana; Nailis Salsabila; Sonya Elisabeth Silaen; Tsamarah Nur Rahmah; Azrina Sufi Nasution
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15301

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan PKK Gampong Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, melalui diversifikasi ikan nila hasil budidaya lokal menjadi bakso ikan. Permasalahan utama mitra adalah penjualan hasil budidaya dalam bentuk ikan segar sehingga nilai tambah masih rendah dan keterampilan pascapanen terbatas. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, praktik partisipatif pembuatan bakso ikan nila, pengemasan, pelabelan, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi. Peserta mampu mengikuti tahapan pemfiletan, penghalusan daging, pencampuran adonan, pembentukan, perebusan, dan pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat gizi ikan nila, peluang usaha olahan perikanan, prinsip higienitas, serta pentingnya kemasan dan label. Produk bakso ikan nila yang dihasilkan memiliki bentuk kompak, aroma khas ikan, tekstur kenyal, dan lebih siap dipasarkan dibandingkan ikan segar. Kendala yang masih perlu ditindaklanjuti meliputi ketersediaan peralatan produksi, perizinan pangan rumah tangga, konsistensi mutu, dan pemasaran digital. Kegiatan ini menjadi dasar pengembangan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Sosialisasi Perlindungan Satwa Liar Penyu Laut pada Siswa/Siswi SMKN 1 Panga, Aceh Jaya Mohamad Gazali; Masyumi Masyumi; T. Amarullah; Rina Syafitri; Taufiq Taufiq
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15312

Abstract

Inisiatif sosialisasi konservasi yang diimplementasikan di SMKN 1 Panga, Aceh Jaya, merepresentasikan strategi pendidikan lingkungan yang terstruktur untuk meningkatkan literasi ekologis, pemahaman kognitif, dan komitmen perilaku pro-konservasi pada peserta didik pendidikan menengah kejuruan. Program ini dirancang untuk mengkomunikasikan peran ekologis kunci penyu laut, mengidentifikasi tekanan antropogenik yang mengancam kelangsungan populasi, serta menegaskan urgensi tata kelola partisipatif berbasis masyarakat dalam melindungi habitat penetasan dan mencegah eksploitasi telur. Melalui pendekatan pedagogis multimodal yang mengintegrasikan penyampaian materi klasikal, media visual, diskusi terpandu, dan pembelajaran interaktif, inisiatif ini memosisikan konservasi penyu tidak semata sebagai imperatif biologis, melainkan sebagai tanggung jawab sosio-kultural yang integral bagi keberlanjutan komunitas pesisir. Intervensi ini memiliki justifikasi empiris mengingat transisi historis Aceh Jaya dari pola eksploitasi sumber daya menuju inisiatif konservasi berbasis komunitas, yang memerlukan pendidikan lingkungan berkelanjutan dan terkontekstualisasi. Dengan menyasar siswa SMK sebagai calon pemangku kepentingan sektor kelautan dan pesisir, sosialisasi ini bertujuan membentuk generasi yang memiliki literasi lingkungan komprehensif, agensi konservasi aktif, serta kapasitas untuk mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Lebih lanjut, program ini menjembatangi pembelajaran formal dengan praktik konservasi lapangan, mendorong pembentukan intensi perilaku dan internalisasi norma positif terhadap perlindungan penyu. Secara keseluruhan, model ini mengonfirmasi bahwa sosialisasi konservasi berbasis sekolah merupakan pendekatan strategis dan terukur untuk menumbuhkan environmental stewardship lintas generasi serta memperkuat tata kelola sumber daya kelautan berbasis partisipasi masyarakat di wilayah pesisir Indonesia.
Pemberdayaan Kelompok Poklahsar Camar Laut dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Produk Ikan Asin dengan Teknologi Penjemuran Berbasis Sumberdaya Lokal Akbardiansyah Akbardiansyah; Ishak Hasan; Afdhal Fuadi; Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Arif; Hamidi Hamidi; Rosi Rahayu; Syarifah Zuraidah; Iyan Al Misbah; Syahrul Muhharram; Nurul Najmi; Rudi Hermi; Ikromatun Nafsiyah
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15282

Abstract

Kelompok Poklahsar Camar Laut merupakan salah satu pelaku usaha mikro di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang bergerak dalam pengolahan ikan asin. Potensi usaha kelompok ini cukup besar karena didukung oleh lokasi yang strategis, ketersediaan lahan penjemuran yang luas, serta pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan nelayan tradisional. Namun demikian, proses pengolahan ikan asin yang masih sederhana dan kurang higienis menyebabkan mutu produk belum optimal. Penjemuran ikan yang dilakukan di atas tanah atau rumput menurunkan kualitas serta tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk ikan asin melalui penerapan teknologi penjemuran berbasis sumber daya lokal yang higienis dan efisien. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra untuk perencanaan kegiatan, sosialisasi dan workshop tentang pengolahan ikan asin sesuai standar SNI, pelatihan pembuatan alat penjemuran dari bahan lokal, serta pelatihan pengolahan ikan teri siap saji (teri asam sunti) guna meningkatkan nilai jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknik penggaraman, penjemuran, serta diversifikasi produk. Selain itu, kegiatan ini mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk ikan asin kelompok Poklahsar Camar Laut.

Page 13 of 13 | Total Record : 129