cover
Contact Name
Randy Muhammad Anif
Contact Email
randy.071199@gmail.com
Phone
+6285227788222
Journal Mail Official
runtiko@gmail.com
Editorial Address
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 4126443     EISSN : 26206676     DOI : https://doi.org/10.20884/1.actadiurna
Core Subject : Education, Social,
JAD aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but are not limited to: Media dan culture studies; Political communication; Cross-cultural communication; Business communication; Organizational communication; Health communication.
Articles 247 Documents
Konstruksi Media Massa Dalam Pembentukan Stigma Masyarakat Mengenai Covid-19 Rohmatin Alfianistiawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.591 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2021.17.2.4279

Abstract

Jenis virus corona baru yaitu SARS-CoV-2, kependekan dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2. Yang biasa disebut COVID-19 menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat dan memakan banyak korban. Ditengah pandemic yang terjadi, media ramai memberitakan dampak dari virus covid 19 tersebut yang muncul di layar kaca selama berminggu-minggu. Munculnya banyak pemberitaan dari media massa tersebut membentuk stigma yang berbeda beda oleh setiap masyarakat. Penelitian ini menggukan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif guna mengunggap konstruksi media massa di masa pandemi. Adapun hasil yang diperoleh adalah peran media massa dalam menciptakan sebuah konstruksi realitas dikalangan masyarkat sehingga membentuk stigma tersendiri mengenai pandemi. Dalam menyampaikan informasi dan edukasi media massa mampu menjadi sebuah rujukan terpercaya bagi masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan media massa mampu mengkonstruksi realitas yang ada di masyarakat.
POLA KOMUNIKASI TOKOH ADAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA TRADISIONAL SUKU SAMBORI Arief Hidayatullah
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.514 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1346

Abstract

Sambori merupakan sebuah desa yang ada di wilayah Kecamatam Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa Sambori merupakan sebuah desa yang berada didataran tinggi pengunungan Lambitu Kabupaten Bima. Kehidupan masyarakat di Desa Sambori masih tergolong sangat tradisional, dimana masyarakat masih mempertahankan nilai-nilai, norma dan aturan yang sudah sejak lama tertanam secara turun-temurun. Masyarakat Sambori memiliki adat-istiadat yang berbeda dengan orang Bima pada umumnya. Seperti bahasa, sistem mata pencaharian, sistem kekerabatan, tradisi kesenian dan norma sosial. Masyarakat Sambori, sebagainnya masih tinggal dalam rumah adat yang di sebut “Uma Lengge”. Kehidupan sosial masyarakat suku Sambori masih sangat kental dengan “nuntu ra mufaka” yang lebih di kenal dengan musyawarah. Biasanya Suku Sambori menyelesaikan setiap masalahnya dengan melakukan musyawarah untuk mendapatkan kesepatakan bersama. Tokoh adat masyarakat Sambori memiliki peran yang sangat penting dalam mewarisi serta melestarsikan berbagai budaya suku Sambori tersebut. Pola komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang dilakukan secara berluang (terus-menerus) hingga menjadi tanda yang melekat pada proses komunikasi tersebut. Menurut Onong Uchjana Effendy (2010) bahwa pola komunikasi dikelompokan menajadi tiga, yakni pola komunikasi primer, sekunder dan linear. Sedangkan menurut Deddy Mulyana (2003) pola komunikasi meliputi; pola komunikasi satu arah, pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi banyak arah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dekskriptif kualitatif. Subyek penelitian ditentukan dengan purposive sampling, yakni tokoh adat masyarakat Sambori. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data, yakni mereduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah dengan triangulasi data. Data disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif tentang pola komunikasi tokoh ada dalam melestarikan budaya tradisional di Sambori. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi tokoh adat Sambori dalam melestarikan budaya tradisional suku Sambori lebih dominan menggunakan pola komunikasi linear atau pola komunikasi dua arah. Hal tersebut terjadi karena masyarakat Sambori mempercayai tokoh adat sebagai sumber informasi sekaligus komunikator dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Sambori.
Subconscious Buzzer in Strengthening Audience’s Subject Reality Construction Through Social Media Platform Facebook Ja'far Auzan Muzakki
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.138 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.12.2.2730

Abstract

A very tangible proof of the large impact of social media as the development of communication technology is the buzzer, which is able to influence the subjective reality of users, one of the biggest social media, Facebook. The development of social media interactivity itself also affects how buzzers are created, that is, unconsciously (subconsciously) through social media metaphors. So that the subjective reality of the audience as an output that is influenced by the buzzer becomes stronger. Sampling from the population is done by convenience sampling and data analysis techniques using multilinear regression analysis. Data shows that Facebook's interactivity and social media metaphors influence a 38.9% of the subjective reality of Facebook users on the COVID-19 pandemic issue in Indonesia. Meanwhile, the dimensions of the near and far subjective reality which is a measurement of the construction of subjective reality also become stronger and in line with the interactivity and social metaphors received and done by Facebook social media users.
SINISME PRIVASI, DISKRIMINASI DAN KOMODITAS DATA: PARADOKS MEDIA SOSIAL DI ERA KAPITALISME PENGAWASAN Titis Nurwulan Suciati
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.535 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2138

Abstract

Terinspirasi dari banyak kasus penyelewengan data Facebook yang digunakan untuk kepentingan politik dan kekuasaan, tulisan berikut mencoba memetakan secara kritis konsep dan tidak pengawasan di ranah digital khususnya media sosial serta konsekuensi sosial yang “tak terlihat” pada penggunanya, dengan alasan media sosial adalah aplikasi internal yang sangat popular dan mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Perkembangan cepat perangkat seluler menandai merayapnya pengawasan secara progresif ke dalam kehidupan sehari-hari dengan memungkinkan pengguna untuk ditemukan dan dilacak yang pada akhirnya mengubah perilaku sosial mereka. Pada saat yang sama, kekuatiran ini tampaknya tidak menghasilkan gelombang perilaku perlindungan yang sesuai. Dalam penelitian yang menggunakan metode tinjauan literatur sistematik ini, penulis menggarisbawahi bahwa platform media sosial memungkinkan pengguna warga negara untuk saling berkomunkasi, berbagi informasi dengan pengguna lain, termasuk perincian data pribadi mereka sendiri. Sementara, aktor negara dan perusahaan memiliki potensi untuk mengawasi dan mengintervensi platform ini. Konsekuensi sosial tidak hanya hilangnya privasi, tetapi juga diskriminasi, penyortiran sosial dan komodifikasi data. Pada media sosial, pengguna merasa bahwa konten mereka bersifat pribadi, meskipun secara teknis, tidak. Pelaku pengawasan sendiri memandang media sosial sebagai ruang publik.Dengan kemunculan konsekuensi sosial tersebut, penulis meminjam pemikiran Fuchs untuk perlunya pengawasan masyarakat sipil terhadap perusahaan internet, dan pembentukan dan dukungan platform alternative sebagai kontra pengawasan yang tidak simetris yang dilakukan oleh raksasa-raksasa digital seperti Facebook dan Google.
PROSES NEGOSIASI PEREMPUAN WIRAUSAHA AGRIBISNIS PANGAN BERDASARKAN PENDEKATAN SISTEM AGRIBISNIS DI KOTA BOGOR Yusalina Yusalina; Rachmat Pambudy
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.355 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.1.1142

Abstract

The aims of the study are to describe negotiation process and to find how women entrepreneursinterpret their negotiations. This study was based on interpretive paradigm with phenomenologicalapproach that resulted in qualitative data. The selected subject consisted of 16 women entrepreneursof food agribusiness in Bogor City. The data were obtained through in-depth interviews, observationand document analysis. The results show that both formal and informal negotiation process whichinvolves people/parties with various interests. The success of negotiation process is affected bynegotiation strategies, such as time, location, media communication, and distributive and integrativestrategies.
Ketika Perempuan Tidak Cantik: Analisis Atas Representasi Perempuan dalam Webtoon The Secret of Angel Vini Fahira Amru; Mite Setiansah
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.974 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.16.2.3010

Abstract

Beautiful or not is a socio-cultural construction that is very relative and can be different in every place, time and culture. However, there are beauty standards that are often used as ideal indicators for women to be considered beautiful. When women are deemed not meeting these criteria, then they will be vulnerable to various discriminatory treatment from their environment. As a result, women must always strive to meet these beautiful standards in various ways including using make-up. This condition was revealed in the analysis of the digital comic The Secret of Angel. The analysis was carried out using mix methods approach to 89 comic episodes. The results of the analysis show that quantitatively (66%) of the utterances addressed to women, especially the main character, are positive, but qualitatively when attached to the context, the positive representation does not necessarily have a positive connotation and frees women from discriminatory treatment.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP PERSONAL BRANDING JOKO WIDODO PADA PEMILIH PEMULA PEMILU 2019 Ahnaf Rifky Saputra Ma'aruf; Dedi Kurnia Syah Putra
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.99 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2129

Abstract

Pada era digital ini, segala kegiatan dapat dipublikasikan ke khalayak melalui media sosial. Banyak golongan masyarakat yang aktif menggunakan media sosial mulai dari pelajar, orang dewasa, pengusaha maupun pejabat negara. Salah satunya adalah Presiden Republik Indonesia ketujuh, Ir. H. Joko Widodo. Joko Widodo memiliki berbagai platform media sosial, media sosial dengan pengikut paling banyak diantara media sosial lainnya adalah Instagram. Dengan total 16,5 juta followers menjadikan dia sebagai pemimpin negara dengan pengikut terbanyak kedua di dunia. Konten unggahan di Instagram Joko Widodo beraneka ragam dan sangat masif dilakukan, Hal yang dilakukan Joo Widodo di media sosial Instagram adalah salah satu cara untuk membentuk personal branding. Personal branding merupakan fenomena yang unik karena pada dasarnya semua orang memiliki ciri khas tersendiri, ntuk mendapatkan hasil branding yang bertahan lama dan memberikan manfaat yang maksimal maka proses branding harus bersumber dari bukti-bukti otentik, nyata dan asli. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media sosial instagram terhadap pembentukan personal Branding Joko Widodo kepada Pemilih Pemula Pemilu 2019 yang masih bingung dan membutuhkan referensi untuk menentukan pilihan dalam menggunakan hak suaranya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dua variabel. Variabel independen dalam penelitian ini adalah efektivitas penggunaan media sosial instagram sedangkan variabel dependennya yaitu personal branding Joko Widodo. Penelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 100 responden dengan menggunakan teknik Nonprobality Sampling. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan media sosial Instagram dalam menyampaikan pesan yang yang diinginkan masuk dalam kategori eefektif dengan presentase 74,9% sedangkan pembentukan personal branding kepada pemilih pertama termasuk dalam kategori efektif dengan presentase 81,1%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Komunikasi yang dilakukan oleh akun media sosial Instagram Joko Widodo berlangsung efektif dan berpengaruh positif terhadap pembentukan personal branding Joko Widodo pada pemilih pemula Pemilu 2019.
POLA KOMUNIKASI PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR TRADISIONAL: PERSPEKTIF JENDER DI PASAR SIDODADI KLECO SURAKARTA Joko Sutarso
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 13 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.602 KB)

Abstract

The simply definition of market is meeting place between sellers and buyers. Market traditionalresponsible activity more than just economic, but also as a venue for social activities, culture, andcommunication. The purpose of this study were to determine the pattern of good communicationbetween merchants and between merchants and buyers, then also want to study how therelationship patterns of men and women at traders family. The method used an explanatoryqualitative, using the method of data collection is mainly on observations and interviews. Theresults of this study showed that there is a relatively equal division of labor and egalitarian in amerchant family; Patterns of communication between the merchant, or merchants with shoppersladen with the philosophy and values of brotherhood, mutual help, are not solely economicrelations.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN LAYANAN DI KAWASAN WISATA HALAL Muhammad Rafi Nugrahaputra
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.464 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2022.18.1.5308

Abstract

Pendekatan bibliometrik ialah analisis yang dilakukan dengan tujuan sebagai mengembangkan bidang keilmuan yang diambil dari analisis jurnal atau artikel terdahulu yang dipilih melalui Web of Science, Scopus, Google Schoolar dan Semantic Schoolar. Tujuan menggunakan analisis bibliometrik ialah untuk mengetahui seberapa banyak jurnal dengan tema pengaruh komunikasi pemasaran digital terhadap peningkatan layanan di kawasan wisata halal . Tujuan penelitian ini adalah sebagai tolak ukur seberapa dalam digunakannya pemasaran dengan metode digital dalam peningkatan pelayanan terutama di kawasan wisata halal. Dengan elemen-elemen yang terdapat dalam teori komunikasi pemasaran dapat menambah pengetahuan serta mengubah keinginan pelaku usaha terutama pelaku usaha wisata halal dalam pemasaran untuk peningkatan pelayanan agar tidak menganggap remeh pemasaran dengan metode digital. Metode untuk mengukur kuantitas publikasi dilakukan dengan mengambil data dari Google schoolar dan Semantic schoolar kemudian dianalisis menggunakan Vos viewer. Hasil visualisasi tersebut akan dijelaskan secara rinci melalui dialog teori dan hasil analisis bibliometrik.
KONSTRUKSI WACANA CITRA KEPEMIMPINAN JOKO WIDODO DALAM PENANGANAN COVID-19 PADA INFOGRAFIS CNBC INDONESIA DEDE SUPRAYITNO
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.937 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.12.2.3265

Abstract

AbstraK Sosok kepemimpinan Presiden Joko Widodo kian diuji selama menangani pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Jelas saja, virus corona telah menyebabkan krisis multidimensi. Bukan hanya menghantam sektor kesehatan, krisis ini juga menekan ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan yang kuat untuk memobilisasi kekuatan bertahan di masa sulit. Langkah yang dilakukan Presiden Joko Widodo menentukan nasib 270 juta penduduk Indonesia. Tak heran bila setiap langkah yang diambil terekam baik di media cetak maupun elektronik. Salah satunya, konstruksi citra presiden yang terekam melalui informasi grafis (infografis). Melalui platfrom infografis, data menjadi lebih mudah dicerna. Dengan perpaduan teks tertulis maupun gambar, informasi menjadi lebih menarik. Infografis juga mampu memberikan makna melalui serangkaian tanda yang dibentuk dalam desain. Penelitian ini bertujuan, menggali konstruksi citra kepemimpinan Presiden Joko Widodo menangani pandemi Covid-19, yang terbingkai dalam infografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian analisis wacana kritis Norman Fairclough bersifat deskriptif. Yakni dengan mengambil contoh kasus praktik produksi infografis di media CNBC Indonesia. Data infografis diambil pada periode Maret hingga Juni 2020. Hasil penelitian ini mendeksripsikan bentuk konstruksi wacana citra Presiden Joko Widodo dalam teks infografis CNBC Indonesia. Presiden digambarkan sebagai sosok yang tanggap dalam penanganan pandemi Covid-19. Kata Kunci: Kepemimpinan, Joko Widodo, Covid-19, Infografis, CNBC Indonesia