Articles
247 Documents
Selebriti dan Komodifikasi Kapital di Media Sosial
Sutriono Sutriono;
Haryatmoko Haryatmoko
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.336 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1363
Media sosial sebagai bentuk platform web 2.0 mengalihkan penekanan konsumsi layanan internet menjadi berbasis interaktif dan kolaboratif, menciptakan bentuk interaksi antar individu, kelompok masyarakat, organisasi dan publik. Tidak hanya tokoh dan politisi dunia, selebriti juga ambil bagian dalam interaktifitas dalam media sosial. Media sosial telah menjadi arena sosial global yang menjadi tempat reproduksi budaya yang dilakukan terus menerus yang melibatkan individu dalam kelas-kelas sosial. Sebagai wahana kontestasi dibutuhkan keahlian, dan modal tertentu yang disebut oleh Bourdieu dengan istilah kapital. Makalah dengan metode studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mobilisasi kapital yang dimiliki selebriti dalam media sosial sebagai ruang sosial yang dikenal dengan arena. Pentingnya kapital dalam sebuah arena menunjukkan bahwa media sosial bukanlah sekedar bentuk platform yang partisapatif, melainkan sebuah arena kontestasi sosial bagi individu didalamnya. Selebriti hadir ditengah publik lewat sosial media dengan kekuatan kapitalnya khususnya kapital simbolis yang didapatkan akibat akumulasi visibilitas media yang dihasilkan dari representasi media berulang kerap dikonversi menjadi kapital yang lain dalam banyak hal seperti marketing dan periklanan. Media sosial sebagai arena yang muncul dalam bentuk digital sebenarnya tidak berbeda dengan arena dalam bentuk fisik. Dalam arena terdapat usaha melakukan dominasi kelas sosial tertentu dengan memanfaatkan kapital yang dimiliki, termasuk oleh selebriti melalui distinction untuk memperlihatkan perbedaan kelas. Selain selebriti yang mendapatkan visibilitas dari media, di media sosial juga muncul fenomena micro celebrity. Komodifikasi selebriti menjadi produk pemasaran telah meningkatkan kemampuan kapital lainnya, khususnya kapital ekonomi melalui kehadiran follower. Dominasi kelas sosial selebriti terkadang tidak disadari oleh follower, dan hanya menguntungkan pada selebriti. Ketidaksadaran follower yang dibuktikan dengan tindakan mengkonsumsi produk milik selebriti agar merasa sejajar. Penciptaan selera yang sama hanyalah bentuk distinction lain yang dilakukan untuk melanggengkan kelas dominan selebriti melalui akumulasi kapital ekonomi.
ANALISIS FRAMING LITERASI LINGKUNGAN DI KAWASAN BEBAS SAMPAH KOTA BANDUNG
Siswantini Siswantini;
Arsiyanti Lestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.531 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.1.1139
The challenge of managing waste in the future is to develop zero waste city, however the condition will never be achieved without community participation. In colaboration with NGO which work in waste and garbage management issue, the local government had developed the model of zero waste area in district level. This article is aims to explore the framing of waste management literacy event in Kampung Cibunut. Applying the framing theory of McLachan and Reid, the analysis arrive to the result that continuing interaction among facilitator and cadres and community member has built the shift framing and counter framing. There is also flixed framing which display the resistence to frame change or modification such as the indicators of zero waste area, and flexible framing which display the opennes to frame change or modification such as the implementation of skill transfer in public areas. Entire framing was develop from contextualization of the message delivered in literacy event.
MANAJEMEN KONTEN INSTAGRAM MILIK PEMERINTAH DALAM PROMOSI POTENSI PARIWISATA DAERAH DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH
Shafira Anindyanari;
Wisnu Widjanarko;
Bambang Widodo
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.111 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2021.17.1.3867
Tourism is one of the many resources owned by Banyumas Recency, a small town located in Central Java Province, which has potential impact in increasing the independence and welfare of the community. To promote Banyumas tourism, a communication medium that is in tune with the present and can built public motivation and interest in visiting the location is urgently needed. Instagram is a social media that responds as a digital communication platform that has the ability to build a reputation and sustainable reciprocal relationships with audiences/publics. This research aims to identify how to manage the Instagram account content @dinporabudpar_banyumas in supporting the tourism potential promotion system in Banyumas Regency. Using a qualitative approach and content analysis, the data were obtained through the upload documentation in Instagram from 21 September until 31 December 2019. The results showed that the uploaded content was categorized into three types, namely cultural, natural and culinary tourism. Uploaded content combines photo and video aspects with attention to informative-persuasive text narrative. This capability in management will have an impact on the development of regional development and become a form of public relations articulation for the government that takes sides in the implementation of development. Keywords: Social Media, Instagram, Public Relations, Promotion, Tourism
STUDI SEMIOTIKA VIDEO KAMPANYE “AHOK PASTI KALAH”
Rafael Reza Fahlevy;
Widyo Nugroho
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.797 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1341
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam video Cameo Project yang berjudul “Ahok Pasti Kalah”. Video yang di unggah pada tanggal 9 februari 2017 yang merupakan bentuk kampanye untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot dalam pemilihan umum calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Semiotika Saussure mengemukakan bahwa penanda (signifier) adalah simbol yang terdapat pada semua pesan yang disampaikan dan tanda itu sendiri pasti memiliki makna atau disebut petanda (signifier). Hasil analisis yang ditemukan peneliti antara lain, adanya penggunaan Clickbait pada pemberian judul dengan tujuan menaikan views, serta pesan yang terkandung dalam video Ahok Pasti Kalah yaitu pencitraan positif Ahok sebagai Gubernur yang dibutuhkan oleh masyarakat DKI Jakarta.
ISU SEKSUALITAS DALAM KOMUNIKASI KELUARGA
Maria Margaretha Okky Triani
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.67 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.16.1.2472
This article explains about messages of sexualities from parents to their children with Javanese cultural background. This research use the guideline of sex education from UNESCO to explore the sex education practices in Semawung. The informants are three families in Semawung, The result shows that sexuality still considered as a taboo by families in Semawung. In the biological dimension, parents give messages in the form of commands and prohibitions. In the psychological dimension, families in Semawung Hamlet view gender and gender roles according to traditional and modern perspectives. In the social dimension, parents give messages about discrimination, human rights, sexual harassment, violence and bullying. In the cultural dimension, the family in Semawung Hamlet is a family that lives in Javanese culture. In addition, the family uses the language and symbols exchanged in conveying the message.
PERSONAL BRANDING RACHEL GODDARD SEBAGAI BEAUTY TRAVEL DAN PARODY VLOGGER
Natasha Putri Tumakaka;
Susanne Dida;
FX Ari Agung Prastowo
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.054 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2134
Rachel Goddard memilih youtube untuk menjadi media utama dalam mata pencahariaanya. Melalui kegiatan video blogging, Rachel membuat konten-konten yang mendukung passionnya dalam berkarya. Sebagai sosok yang menggunakan dirinya sebagai pusat dari pekerjaannya, sangatlah perlu untuk memasarkan dirinya secara sistematis, secara singkat dapat dibilang bahwa seorang Youtuber perlu melakukan personal branding terhadap dirinya. Rachel mem-branding dirinya sebagai Beauty, Travel and Parody Vlogger yang ditunjukkan melalui akun Youtubenya. Rachel Goddard telah mengetahui identitas yang ingin dikeluarkan dalam dirinya kepada orang lain juga tujuan yang ia miliki dalam membuat video blog, Rachel memiliki cara untuk membentuk identitas onlinenya dalam proses personal brandnya sebagai beauty, travel & parody vlogger melalui video-video yang ia buat dan Rachel Goddard membentuk identitas online yang ia miliki dan apa yang menjadikannya menarik namun Rachel belum bisa menunjukkan konsistensi dirinya secara maksimal dalam pemerataan konten, penggunaan identitas online.
DARI BUKIT CINTA MENUJU PANGGUNG PENCITRAAN OBJEK WISATA BUKIT CINTA
Richard Mayopu
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 13 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.126 KB)
Understanding of "imaging" has often been heard or known by the wider community is no exceptionto the people of Indonesia. By seeing and referring to the news that is often broadcast by the massmedia, imaging becomes a very important thing in the life of modern society. This study aims toprovide an understanding of the imaging process that has been dominating (imaging formed in aplanned and structured) that turned out to be contrary to the facts and reality. The example of thecase used is tourism destination in the district of Semarang named Bukit Cinta. This Research willbe focused on the process of the meaning image (Citra) based on the myth that is believed by thepublic around Bukit Cinta. Research using qualitative research methods that will discuss in depthabout the meaning process of an image which will help the authors to develop new conceptsrelated to the concept of imaging itself. Learning from the experience and early findings of thisresearch, the authors believe that the image can be “set up” but at the same time, the image canalso occur without any element of deliberation or setting.
Kampanye Melalui Youtube Sebagai Solusi untuk Melestarikan Kesenian Lengger Lanang
Prasetyo Punto Wicaksono
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.137 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2022.18.1.4111
Lengger Lanang merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Banyumas. Kesenian ini lahir dari tradisi pemujaan terhadap Dewi Kesuburuan dan sudah terus dipraktikkan hingga kini. Tarian Lengger Lanang hanya dilakukan oleh laki-laki namun mereka berpakaian dan berdandan sebagai perempuan. Saat ini banyak orang yang tidak mengetahui sejarah dan makna dari tari Lengger Lanang sehingga semakin sedikit peminat yang ingin melestarikan kesenian tari Lengger Lanang. Di Zaman serba modern seperti ini banyak cara untuk mempromosikan sebuah pertunjukan, tak terkecuali kesenian tari Lengger Lanang. Penggunaan media sosial yang digunakan mencari informasi, berbagi informasi, hiburan, relaksasi, dan interaksi sosial dapat dimanfaat sebagai sarana untuk mempromosikan dan memperkenalkan kesenian tari Lengger Lanang. Penelitian ini menggunakan penetilian kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang didapat diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara sehingga dapat ditemukan beberapa informasi yang dapat disatukan dengan literatur yang sudah ada. Hasil dari penelitian ini berhasilnya kampanye promosi tari Lengger Lanang menggunakan media audio-visual sehingga menarik peminat penonton terutama kalangan anak muda. Kata Kunci : Lengger Lanang, Diskriminasi, Kampanye, Promosi, Media Sosial.
Malnutrisi dan Pemberdayaan Kelompok Perempuan
shinta prastyanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.696 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2011.7.1.4218
Rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan, terutama di bidang kesehatan, sepertitinggginya Angka Kematian Ibu (AKI), prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil, dan angkakematian bayi (AKB) ditengarai karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu khususnya ibuusia produktif mengenai pentingnya asupan gizi bagi mereka. Selain itu, kemiskinan juga turutmenjadi faktor penunjang terjadinya gizi buruk. Agar gizi buruk khususnya di desa-desa miskindapat dicegah, untuk itu perlu dilakukan upaca pencegahan berbasis masyarakat melaluipemberdayaan perempuan, yakni posyandu dan dasawisma sebagai kelompok sadar akanpentingnya asupan gizi, kelompok yang mempunyai akses yang lebih besar dalam hal kesehatan,serta kelompok ekonomi produktif. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa tingkat kesadaranmasyarakat mengenai nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi dapat meningkat, kesempatanyang lebih luas dalam memperoleh akses di bidang kesehatan, serta secara ekonomi mendapatkansolusi alternatif untuk memperoleh penghasilan tambahan. Jika ketiga akar permasalahan dapatdiselesaikan maka terjadinya gizi buruk akan dapat dicegah.
JARINGAN KOMUNIKASI PENDUDUK LOKAL DI DESA WISATA PETINGSARI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA
Retno Dyah Kusumastuti;
Antar Venus
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.037 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1576
Pada tahun 1990-an Desa Pentingsari mendapat predikat Desa Wisata dengan pendapatan yang relative rendah. Padahal potensi desa cukup besar dengan luas 105 hektar dengan komposisi lahan pekarangan, perkebunan, sawah, lading dan daerah aliran sungai, kendalanya kondisi desa cukup terpencil karena belum baiknya akses. Masyarakat bertekad keluar dari kondisi kemiskinan itu, alam dan lingkungan dirawat, sehingga hasil bumi dari kekayaan alam meningkat. Pendekatan Desa Wisata dipilih oleh penduduk karena merasa pariwisata bisa menjadi cara untuk melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui jaringan komunikasi penduduk local di Desa Wisata Pentingsari yang telah berhasil keluar dari kondisi kemiskinan dengan mengubah desanya menjadi desa wisata yang berhasil.