cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 234 Documents
TINJAUAN BEBAN KERJA DAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA UNIT REKAM MEDIS BERDASARKAN METODE WISN DI RSUI BANYU BENING BOYOLALI TAHUN 2018 Nopita Cahyaningrum; Hesty Latifa Noor; Ratih Anggita Herla Dewati
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.204

Abstract

AbstrakRSUI Banyu Bening Boyolali adalah rumah sakit bertipe D dengan jumlah petugas rekam medis 8, terdiri dari 6 petugas pendaftaran, 1 petugas assembling coding, 1 petugas analizing reporting. Semua petugas unit rekam medis sering merangkap tugas, seperti petugas pendaftaran merangkap sebagai petugas filing dan distribusi DRM, petugas TPPGD merangkap sebagai petugas TPPRI, dan petugas coding merangkap sebagai petugas assembling. Sehingga menyebabkan beban kerja petugas tinggi dan dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Penelitian bertujuan mengetahui beban kerja dan jumlah kebutuhan Sumber Daya Manusia unit rekam medis berdasarkan metode WISN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel 8 petugas unit rekam medis dengan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian menggunakan formulir, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan stopwatch. Hasil perhitungan kebutuhan tenaga unit rekam medis di RSUI Banyu Bening Boyolali tahun 2018 menggunakan metode WISN yaitu 11 petugas terdiri dari 6 petugas pendaftaran, 2 petugas coding assembling, 1 petugas analizing  reporting, 1 petugas filing. Berdasarkan hasil perhitungan  perlu adanya penambahan 3 petugas. 1 bagian assembling coding, 2  bagian filing. Perhitungan kebutuhan unit rekam medis di RSUI Banyu Bening Boyolali tahun 2018 menggunakan metode WISN hasilnya 11 petugas. Sebaiknya perlu penambahan 3 petugas rekam medis sehingga beban kerja petugas tidak tinggi dan perlu adanya pembaharuan SOP sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh petugas.Kata Kunci: Kebutuhan SDM, Unit Rekam Medis, dan WISN   Abstract Banyu Bening Hospital Boyolali is a type D hospital with 8 person medical record officers , consisting of 6 registration officers, 1 person for assembling and coding officer, and 1 person  officer for analizing reporting. All officers of the medical record unit often hold concurrent duties, such as registration officers concurrently as DRM filing and distribution officers, Emergency Patient Registration Place officers concurrently as registration place for inpatients officers, and coding officers concurrently as assembling officers. So that it causes the workload of the high officer and in carrying out their duties is not in accordance with the Standard Procedure Operational specified. The study aims to determine the workload and the number of needs of Human Resources medical record units based on the Workload Indicator of Staffing Need (WISN) method. This research is a descriptive study, with a cross sectional approach. Samples of 8 medical record unit officers with saturated sample techniques. The research instrument uses forms, interview guidelines, observation guidelines, and stopwatches. The results of the calculation of the needs of the medical record unit power in Banyu Bening Hospital Boyolali in 2018 using the Workload Indicator of Staffing Need (WISN) method that is 11 officers consisting of 6 registration officers, 2 coding assembling officers, 1 analizing reporting officer, 1 filing officer. Based on the results of the calculation it is necessary to add 3 officers. 1 assembling coding section, 2 parts filing. The calculation of the need for medical record units in the Banyu Bening Hospital in Boyolali in 2018 uses the Workload Indicator of Staffing Need (WISN) method, resulting in 11 officers. It is better to add 3 medical records officers so that the workload of the officers is not high and there is a need for Standard Procedure Operational renewal according to the activities carried out by the officers.Keywords: Human resource needs, Medical Record Unit, Workload Indicator of Staffing Need
EFISIENSI PENGELOLAAN TEMPAT TIDUR RAWAT INAP PER BULAN BERDASARKAN INDIKATOR BARBER JOHNSON DI RSUI YAKSSI GEMOLONG SRAGEN 2017 Liga Sulistiyono; Aditya Kurniawan
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.205

Abstract

AbstrakRumah sakit merupakan tempat pemberi pelayanan kesehatan yang harus memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada pasien. Perhitungan efisiensi pengelolaan tempat tidur rawat inap berdasarkan grafik Barber Johnson terdiri atas empat parameter, yaitu BOR, LOS, TOI dan BTO. Data yang diperoleh dari jumlah kunjungan rawat inap tiap bulan masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efisiensi pengelolaan tempat tidur berdasarkan indikator Barber Johnson di RSUI Yakssi Gemolong Sragen tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif, metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah rekapitulasi sensus harian rawat inap tahun 2017 dan sempel penelitian merupakan keseluruhan populasi yaitu rekapitulasi SHRI tahun 2017. Pengolahan data yaitu dengan cara pengumpulan data, koreksi data, klasifikasi, tabulasi, perhitungan dan penyajian data. Hasil penelitian perhitungan indikator rawat inap BOR, LOS, TOI dan BTO di RSUI Yakssi Gemolong Sragen tahun 2017 menunjukan nilai BOR tertinggi pada bulan Mei sebesar 60.78%. Nilai LOS tertinggi pada bulan Mei sebesar 4.76 hari. Nilai TOI tertinggi pada bulan Agustus sebesar 5.93 hari. Nilai BTO tertinggi pada bulan Desember sebesar 5.15 hari. Hasil tinjauan efisiensi BOR, LOS, TOI dan BTO tahun 2017 belum ada yang efisien.Kata Kunci : Efisiensi, Grafik Barber Johnson AbstractThe hospital is a place where health care providers must provide effective and efficient services to patients. The calculation of inpatient bed management efficiency based on the Barber Johnson chart consists of four parameters, namely BOR, LOS, TOI and BTO. Data obtained from the survey of the number of inpatient visits each month are still low. The purpose of this study was to determine the efficiency of bed management based on Barber Johnson indicator at Yakssi Gemolong Hospital in Sragen in 2017. The research method used is descriptive analysis research, data collection methods using observation and interviews with a retrospective approach. The population in this study is the 2017 inpatient daily census recapitulation and the research sample is the entire population, namely the 2017 SHRI recapitulation. Data processing is by data collection, data correction, classification, tabulation, calculation and presentation of data. The results of the calculation of inpatient indicators of BOR, LOS, TOI and BTO in Yakssi Gemolong Hospital in Sragen in 2017 showed the highest BOR value in May was 60.78%. The highest LOS value in May was 4.76 days. The highest TOI value in August was 5.93 days. The highest BTO value in December was 5.15 days. The results of 2017 efficiency reviews of BOR, LOS, TOI and BTO have not been efficient. Keywords: Efficiency, Barber Johnson Graph 
MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA DI UNIT REKAM MEDIS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Anton Susanto
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.206

Abstract

AbstrakKeberadaan unit rekam medis pada suatu rumah sakit sangat penting. Hal ini karena sebagai sumber informasi yang berasal dari data rekam medis,  oleh sebab itu perlu adanya manajemen mutu  yang baik  dalam penggelolaan rekam medis sehingga dapat digunakan sebagai landasan perencanaan dan untuk menilai kinerja unit pelayanan medis. Permasalahan pengelolaan rekam medis masih terjadi di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Surakarta yaitu  penempatan petugas rekam medis belum sesuai dengan kompetesinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui  bagaimana penerapan manajemen mutu Sumber daya Manusia di unit rekam medis PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini adalah kualitatif  dengan menggunakan pendekatan studi kasus (Case Study). Informan utama yang dipilih oleh peneliti terdiri 2  koordinator pengelolaan rekam medis  dan Informan Triangulasi  terdiri dari Manajer Unit  Rekam Medis Staf  rekam medis. dan PPSDM. Cara pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah telah melakukan perencanaan terhadap  rekrutmen petugas rekam medis dengan baik. Pelaksanaan Monitoring dari perencanan karyawan, SOP dan sarana prasarana telah di secara berkala yakni  harian, bulanan dan tahunan. Identifikasi  dari  permasalahan yang timbul adalah  kedisiplinan, loyalitas, ketelitian.Tindakan dan solusi yang telah dilakukan adalah mendapatkan surat peringatan (SP), pemotongan insentif.Kata kunci : Rekam Medis,  Petugas, Manajemen Mutu AbstractThe existence of a medical record unit in a hospital is very important. This is because as a source of information derived from medical record data, therefore it is necessary to have good quality management in medical record management so that it can be used as a basis for planning and to assess the performance of medical service units. The problem of managing medical records still occurs in PKU Muhamadiyah Surakarta Hospital, that is, the placement of medical records officers is not yet in accordance with their competencies. The purpose of this study is to find out how the implementation of quality management of human resources in PKU Muhammadiyah Surakarta medical record unit. This research is qualitative using a Case Study approach. The main informants selected by the researchers consisted of 2 coordinators for managing medical records and Triangulation Informants consisting of Staff Records Unit Managers Medical records. and PPSDM. How to collect data using structured interview techniques. The results showed that PKU Muhammadiyah Hospital had planned well the recruitment of medical records officers. Monitoring of the initial planning has been periodically namely daily, monthly and yearly. Identification of problems that arise are discipline, loyalty, accuracy. The actions and solutions that have been done are getting a warning letter (SP), cutting incentivesKeywords: Medical Record, Officer, Quality Management
FAKTOR PERSONAL DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA Winarni Winarni
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.207

Abstract

AbstrakLatar belakang Masa remaja merupakan  masa peralihan dimana terjadi perubahan fisik, mental, dan psikososial secara cepat, yang akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang, antara lain perilaku seks pranikah pada remaja. Salah satu faktor yg mempengaruhi terhadap perilaku seksual pranikah remaja adalah faktor personal, yang didalamnya termasuk harga diri dan pengendalian diri. Tujuan untuk mengetahui pengaruh factor personal terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di Kota Surakarta. Metode Jenis penelitian menggunakan observasional analitik. Populasi adalah remaja SMA di Kota Surakarta. Teknik sampling yang digunakan proporsional random sampling. Sampel diambil 103 responden. Analisis data menggunakan uji t untuk bivariate dan regresi linier ganda untul multivareat Hasil ada pengaruh harga diri dengan perilaku seks pranikah dimana p 0,002 < 0,05, semakin tinggi harga diri siswa maka semakin mengurangi perilaku seksual pranikah. Ada pengaruh pengendalian diri dengan perilaku seksual pranikah dimana p 0,300 > 0,05, yang berarti tidak ada pengaruh pengendalian diri terhadap perilaku seksual pranikah. Hasil uji F 6,596; p <0,001 < 0,05 yg bearti secara bersama-sama harga diri, pengendalian diri mempunyai pengaruh terhadap perilaku seksual pranikah. Simpulan faktor personal (harga diri dan pengendalian diri) berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah sebesar 14,1%, sedangkan sebesar 86,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Kata kunci : Faktor personal, Perilaku seksual, Remaja Adolescence is a transitional period in which the change occurred physical, mental, and psychosocial quickly, which will have an effect on a person's behavior, such as premarital sex behaviors in teenagers. One of the factors influencing adolescent premarital sexual behavior is the personal factor, which it includes self-esteem and self-control. The objective of this study aims to know the influence of personal factors against teens’ premarital sexual behavior in High School of the Surakarta city. This study was an observational analytic. The population of this study was teenagers in High School in Surakarta city. The sampling technique used proportional random sampling. Samples were taken as many as 103 respondents. Data analysis used the t-test for bivariate and linear regression for multivariate. Based on the result of this study showed there are influences of self-esteem with premarital sex behaviors where p 0.002 < 0.05, the higher the students' self-esteem the lower the premarital sexual behavior. There is self-control influence with premarital sexual behavior where p 0.300 > 0.05, which means there is no influence of self-control against premarital sex behaviors. Test result of F test 6.596; p <0.001<0.05, it means the self-esteem and self-control had premarital sexual behavior influence. Personal factors (the self-esteem and self-control) effect on the premarital sexual behavior of 14.1%, meanwhile of 86.9% are affected by other variables outside of a research model.Keywords: personal factors, sexual behavior, adolescence  
TINJAUAN KEAKURATAN KODE SEBAB DASAR KEMATIAN PADA SERTIFIKAT KEMATIAN DI RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Eni Nur Rahmawati; Sri Lestari
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.208

Abstract

AbstrakKeakuratan kode sebab dasar kematian digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, tetapi belum melaksanakan penentuan kode sebab dasar kematian sesuai dengan ICD-10. Berdasarkan survei awal didapatkan hasil  sertifikat  kematian  pasien 100% lengkap terisi. Sedangkan keakuratan penentuan kode sebab dasar kematian pada sertifikat kematian berdasarkan tabel MMDS di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sebesar 90 % tidak akurat dan 10% akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan kode sebab dasar kematian pada sertifikat kematian berdasarkan tabel MMDS di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, dengan pendekatan retrospektif, pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, teknik sampling yaitu systematic random sampling. Hasil dari pembahasan menunjukkan belum terdapatnya prosedur pencatatan pengisian diagnosis sebab kematian pada sertifikat kematian, belum terdapatnya prosedur pengkodean sebab dasar kematian, prosentase kelengkapan pengisian diagnosis 100% lengkap terisi, prosentase keakuratan kode sebab dasar kematian berdasarkan tabel MMDS 90.32% tidak akurat. Prosentase ketidakakuratan tertinggi yaitu 67.86% disebabkan kesalahan menentukan kode berdasarkan prinsip umum. Faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan pengisian diagnosis sebab kematian yaitu tidak adanya SPO pengisian diagnosis dan urutan penulisan yang belum sesuai ICD-10 oleh dokter. Faktor yang menyebabkan ketidakakuratan kode diagnosis yaitu tidak adanya SPO, penulisan diagnosis dan pengkodean yang belum sesuai aturan ICD-10, dan audit coding. Kesimpulan ketidakakuratan kode lebih tinggi dari kode yang akurat. Saran sebaiknya dibuat SPO pengisian diagnosis sebab kematian bagi dokter, SPO pengkodean sebab dasar kematian bagi staff coder, pelatihan pengkodean sebab dasar kematian, penyediaan MMDS bagi staff coder, dan dilaksanakan kegiatan audit coding.Kata Kunci:  Kelengkapan,   Keakuratan,   Kode  Sebab  Dasar  Kematian,  ICD  10,                      MMDS.AbstractThe accuracy of the basic cause of death code is used as a consideration in decision making at RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, but has not yet implemented the determination of the basic cause of death code in accordance with ICD-10. Based on the initial survey, the patient's death certificate was 100% complete. While the accuracy of the determination of the basic cause of death code on the death certificate based on MMDS table at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten is 90% inaccurate and 10% accurate. This study aims to determine the accuracy of the basic cause of death codes on death certificates and above based on MMDS table at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. The research method used in this study is a descriptive type of research, with a retrospective approach, data collection using observation and interviews, sampling technique is systematic random sampling. The results of the discussion showed that there was no procedure for recording the diagnosis of death cause on death certificates, the absence of the basic cause of death coding procedure, the percentage of complete 100% complete filling in the diagnosis, the percentage accuracy of the basic death code based on MMDS table 90.32% inaccurate. The highest inaccuracy percentage is 67.86% due to an error determining code based on general principles. Factors that influence the incompleteness of filling in the diagnosis of the cause of death are the absence of a filling-in SPO diagnosis and the writing order that is not in accordance with the ICD-10 by the doctor. Factors that cause the inaccuracy of the diagnosis code are the absence of SPO, the writing of diagnoses and coding that do not comply with ICD-10 rules, and coding audits. Conclusion code inaccuracies are higher than accurate codes. Suggestions should be made SPO filing in the cause of death diagnosis for doctors, SPO coding for basic cause of death for staff coders, basic cause coding coding training, provision of MMDS for staff coders, and coding coding activities carried out.Keywords: Completeness, Accuracy, Basic Death Cause Code, ICD 10, MMDS.
Hubungan Paritas Dengan Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) Dalam Pemilihan Kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) Diah Atmarina Yuliani
Jurnal Infokes Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v9i1.704

Abstract

Mayoritas PUS yang menjadi peserta KB baru didominasi peserta KB yang menggunakan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) sebesar 85,95% dari seluruh peserta KB baru. Sedangkan peserta KB baru yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD,MOW, MOP dan Implant hanya sebesar 14,05%. Metode Operasi Wanita (MOW) merupakan kontrasepsi dikenal paling efektif dan efisien untuk menekan kelahiran atau mengakhiri kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran paritas PUS, gambaran pengetahuan PUS dan hubungan paritas dengan pengetahuan PUS dalam pemilihan kontrasepsi MOW di wilayah kerja Puskesmas Batang IV. Desain penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 5305 PUS dan sampel 99 responden yang di pilih melalui purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji statistik spearmans rho. Hasil penelitian menunjukan 18 PUS kategori grande multipara memiliki pengetahuan kurang (46.2 %). Ada hubungan antara paritas dengan pengetahuan dalam pemilihan kontrasepsi MOW (p = 0.000). PUS yang sudah memenuhi syarat menggunakan kontrasepsi MOW diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan mempertimbangkan untuk menggunakan kontrasepsi MOW atas dasar paritas, tenaga kesehatan terutama bidan dapat melakukan pendekatan dengan konseling kepada PUS agar dapat lebih meningkatkan kesadaran PUS untuk menggunakan kontrasepsi yang lebih efektif.
Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Jayengan Kota Surakarta Puguh Ika Listyorini; Deru Ady Wijananto
Jurnal Infokes Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v9i1.707

Abstract

Puskesmas Jayengan Kota Surakarta pada tahun 2017 berhasil merujuk 1.898 pasien umum. 122 pasien diantaranya adalah pasien dari poli kesehtan ibu dan anak. Dalam bulan terakhir tahun 2017 rujukan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak meningkat seanyak 37 pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana sistem rujukan di poli Kkesehtan ibu dan anak di Puskesmas Jayengan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan coss sectional. Subjeknya adalah petugas kesehatan yang ada di poli kesehtan ibu dan anak sebanyak 4 orang. Objeknya adalah sistem rujukan pelayanan kesehtan ibu dan anak Puskesmas Jayengan. Hasil penelitian sistem rujukan pelayanan kesehtan ibu dan anak Puskesmas Jayengan secara garis besar mengadopsi dari standar operasional prosedur yang sudah ada pada rujukan internal dan eksternal. Khusus untuk kasus ibu hamil harus ada penilaian dengan formulir skoring "Poedji Rochjati" sebelum dilakukan perujukan. Dalam perujukan pasien terdapat masalah diantaranya pada sarana dan prasarana, jaringan internet, kekurangan jumlah petugas, dan sistem rujukannya itu sendiri. Pada umumnya dapat dikatakan pelaksanaan sistem rujukan di pelayanan kesehtan ibu dan anak Puskesmas Jayengan sudah baik.
Hubungan Antara Kelengkapan Informasi Medis Dengan Keakuratan Kode Diagnosis Carcinoma Mammae di RSUD Dr. Moewardi Warsi Maryati; Riska Rosita; Ayu Putri Zanuri
Jurnal Infokes Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v9i1.712

Abstract

RSUD Dr. Moewardi merupakan rumah sakit pendidikan yang terakreditasi KARS tingkat paripurna. Carcinoma mammae berada pada urutan pertama dalam 10 besar penyakit pasien rawat inap. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kelengkapan informasi medis terhadap keakuratan kode diagnosis carcinoma mammae pada dokumen rekam medis rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Jenis penelitian adalah observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah dokumen rekam medis rawat inap sebanyak 757. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dan besar sampel sebanyak 90. Persentase akurasi kode diagnosis Carcinoma mammae pada dokumen rekam medis rawat inap di RSUD Dr. Moewardi dengan sampel sebanyak 90 dokumen rekam medis, keakuratan kode sebanyak 14 (15,56%) dokumen sedangkan kode yang tidak akurat 76 (84,44%) dokumen. Kelengkapan informasi medis dari 90 dokumen rekam medis yang diteliti terdapat sejumlah 61 (67,78%) dokumen dengan kategori lengkap dan 29 (32,22%) dokumen dengan kategori tidak lengkap.Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi adalah 0,347, sehingga 0,347 > 0,05. Artinya, kelengkapan informasi medis tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan keakuratan kode diagnosis Carcinoma mammae di RSUD Dr. Moewardi. Adapun berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai odds ratio sebesar 0,524, angka tersebut menunjukkan bahwa informasi medis yang lengkap mempunyai peluang untuk mendapatkan kode diagnosis yang lebih akurat 0,524 kali jika dibandingkan dengan informasi medis yang tidak lengkap.
Mencegah Terjadinya Stunting dengan Pemberian ASI Eksklusif Andri Nur Sholihah; Peronika Sirait
Jurnal Infokes Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v9i1.713

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang tidak sesuai dengan umur. Salah satu faktor penyebab stunting yaitu tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi. Angka kejadian stunting persentase status gizi balita pendek (pendek dan sangat pendek) di Indonesia Tahun 2013 adalah 37,2%, jika dibandingkan tahun 2010 (35,6%) dan tahun 2007 (36,8%) tidak menunjukkan penurunan/ perbaikan yang signifikan. Persentase tertinggi pada tahun 2013 adalah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (51,7%), Sulawesi Barat (48,0%) dan Nusa Tenggara Barat (45,3%) sedangkan persentase terendah adalah Provinsi Kepulauan Riau (26,3%), DI Yogyakarta (27,2%) dan DKI Jakarta (27,5%) walupun DI Yogyakarta merupakan angka kejadian stunting yang rendah tetapi belum memenuhi target prevalensi di Indonesia sebesar 20 % (Kenmenkes, 2013). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan populasi seluruh balita yang terdapat di Posyandu Kelurahan Kricak Tegalrejo Kota Yogyakarta sebanyak 780 balita. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 117. Analisa data yang digunakan adalah uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting dibuktikan dengan hasil uji chi-square menunjukan secara berurutan p-value<? yaitu 0,01 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,317.
Analisis Kebutuhan Rak Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Aktif di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Tahun 2022 Nabilatul Fanny; Miggy Asri Azhari
Jurnal Infokes Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v9i1.715

Abstract


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue