cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 234 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT ULKUS KAKI DIABETIK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Siti Fadlilah
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.194

Abstract

Latar belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis dari penyakit DM. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2012, prevalensi DM di Jawa Tengah mencapai 0,06% di RSUD dr. R Soeprapto Cepu. Berdasarkan laporan Rekam Medik tahun 2012 diperoleh prevalensi DM tiap tahunnya rata-rata mencapai 344 kasus dimana sebanyak 210 (61%) kasus dengan ulkus diabetik. Penyebab terjadinya ulkus kaki diabetik adalah akibat buruknya perfusi jaringan perifer pada pengidap.Buruknya nilai SpO2, usia, dan jenis kelamin meningkatkan resiko ulkus diabetik.Tujuan penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat ulkus kaki diabetik di RSUD Dr. Moewardi. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasinya adalah pasien DM dari September hingga Desember 2017 di RSUD Dr. Moewardi yang berjumlah 532 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah consecuttive sampling dengan jumlah sampel 95 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan pulse oximetry. Analisa data penelitian menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil: Mayoritas berusia 46-55 tahun sebanyak 49 responden (75,4%). Sebagian besar laki-laki sebanyak 37 responden (56,9%). Nilai SpO2 minimal 91%, maksimal 100%, modus 98%, mean 97,14%, dan tandard deviation 1,870. Derajat ulkus kaki diabetik minimal 0, maksimal 5, modus 0, median 0,00, dan standard deviation 1,378. p value usia, jenis kelamin, dan SpO2 dengan derajat ulkus kaki adalah 0,207; 0,052; dan 0,006. Kesimpulan:Tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan derajat ulkus diabetik. Ada hubungan antara SpO2 dengan derajat ulkus kaki diabetik di RSUD Dr. Moewardi, dengan hubungan linear negatif sempurna.Kata kunci: SpO2, derajat ulkus kaki diabetik, DM AbstractBackground: Diabetic foot ulcer is one of the chronical complications in diabetes mellitus. According to the report from Public Health Service in Central Java Province in 2012, the prevalence of Diabetes Mellitus (DM) reached 0.06% at Dr. R Soeprapto Regional Public Hospital, Cepu. According to the Medical Record of 2012, the prevalence of diabetes mellitus reached 344 cases every year in which there were 210 case (61%) of diabetic ulcers. The cause of diabetic foot ulcer can be attributed to the poor peripheral tissue perfusion on the patients with chronic DM. This leads to the description of the poor SpO2, age, and gender.Objective: To find out the the factorsthat relation to ulcer degree of diabetic foot at Dr. Moewardi Regional Public Hospital. Method: This was a correlational research with a cross sectional design. The population was composed of 532 patients with diabetes mellitus at Dr. Moewardi Regional Public Hospital from September to December 2017. A consecutive sampling technique was used to collect data from as many as 95 respondents. This research used observation sheets and pulse oximetry. As for the analysis, it used a simple linear regression test. Result: The results show that the SpO2 on patients with DM at Dr. Moewardi Regional Public Hospital was 91% for the minimum, 100% for the maximum, the mode of 98%, the mean of 97.14%, and the standard deviation of 1.870. The ulcer degree of diabetic foot was 0 for the minimum, 5 for the maximum, the mode of 0, the median of 0.00, and the standard deviation of 1.378. The p-value between age and ulcer degree of diabetic foot was 0,207.  The p-value between gender and ulcer degree of diabetic foot was 0,052. The p-value between SpO2 and ulcer degree of diabetic foot was 0,006. Conclution: There is no relationship between age and gender to ulcer degree of diabetic foot. There is a correlation between SpO2 and ulcer degree of diabetic foot ad Dr. Moewardi Regional Public Hospital, with perfect negative linear correlations.Key words: SpO2, ulcer degree of diabetic foot, diabetes mellitus 
PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS SADARI DAPAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM DETEKSI DINI CA MAMAE DI KEDUNG REJO DESA SIDODADI MASARAN SRAGEN Anjar Nurrohmah; Dewi Kartikasari
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.195

Abstract

Latar belakang: Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia, sedangkan kanker payudara merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada wanita dengan angka kejadian sebanyak 43, 9 %. Metode SADARI merupakan suatu upaya deteksi secara dini kanker payudara oleh seorang wanita secara mandiri. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang atau masyarakat. Berdasarkan wawancara di desa Kedung Rejo diketahui bahwa sebagian sebagian besar ibu belum mengetahui tentang metode SADARI. Tujuan : Penelitian Ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan deteksi dini kanker payudara berbasis SADARI terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam upaya melakukan pemeriksaan kanker payudara secara dini di Kedung Rejo, Sidodadi, Masaran, Sragen. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pre test and post test. Penelitian dilaksanakan di Kedung Rejo, Desa Sidodadi, Kecamatan, Masaran, Sragen dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian leaflet. Instrumen dalam penelitian ini  menggunakan kuesioner. Hasil: Analisis data pengetahuan dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 dan analisis data sikap dengan uji Mc Nemar menunjukkan nilai p-value 0,039 sehingga nilai  p<0,05 sehingga  Ho  ditolak  dan Ha diterima. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang SADARI mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan serta sikap ibu dalam pemeriksaan kanker payudara secara dini.Kata kunci : Pendidikan Kesehatan SADARI, Pengetahuan, Sikap AbstractBackground: Cancer is the leading cause of death in the world, where as breast cancer is one of the most common cancers in women with an incidence rate of 43.9%. Breast self Examination (BSE)  method is one of the early detection of breast cancer can be done by women by themselves. Behavior of one person or society one of them is influenced by knowledge. Based on interviews in Kedung Rejo village it is known that most of the mothers did not know about BSE methods. Purpose: This study aims to determine the effect of Breast self Examination (BSE) of health education toward mother's knowledge and attitude in early detection of breast cancer in Kedung Rejo, Sidodadi, Masaran, Sragen. Method: Quantitative research type with pre experimental design design with one group pre test and post test. The research was conducted in Kedung Rejo Village, Sidodadi, Kecamatan, Masaran, Sragen with 20 respondents. The treatment was health education with lecture and leaflet method. The research instrument used questionnaire. Result: Analysis of knowledge data with Wilcoxon test shows p-value 0.000 and attitude data analysis with Mc Nemar test shows p-value 0,039 so that p value <0,05 then Ho is rejected and Ha accepted. Conclusion: Health education on breast self-examination has a significant influence on mother's knowledge and attitude in early detection of breast cancer.Keywords: Health Education BSE, Knowledge, Attitude 
TINJAUAN KEGIATAN DONOR DARAH TERHADAP KESEHATAN DI PMI KARANGANYAR, JAWA TENGAH TAHUN 2018 Udi Budi Harsiwi; Liss Dyah Dewi Arini
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.196

Abstract

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah. Donor darah memiliki beberapa efek samping oleh karena itu masyarakat harus mengetahui manfaat dan syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah. Donor darah memiliki banyak manfaat terhadap tubuh baik itu dampak positif atau negatif yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat akan dampak donor darah terhadap kesehatan dan mengetahui pengaruh donor darah terhadap perubahan tanda-tanda vital pada pendonor darah di PMI Karanganyar.       Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan cara melakukan wawancara kepada sepuluh responden yaitu pendonor darah di PMI Karanganyar. data primer diambil melalui wawancara langsung dengan responden. Waktu penelitian ini adalah tanggal 9 dan 10 Januari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 responden laki-laki (dewasa) dan 6 responden perempuan (dewasa). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah melakukan kegiatan donor darah responden A, B dan E mengalami pusing, kegemukan dan harus istirahat penuh, responden C dan F tidak mengalami apa-apa (sehat), responden D mengalami pusing, responden G dan H mengalami pusing serta responden I dan J mengalami pusing dan harus istirahat penuh.Kata Kunci : donor darah, dampak donor darah, kesehatanAbstractBlood donation is the process of taking blood from a person voluntarily to be stored in a blood bank for later use in blood transfusions. Blood donors have some side effects therefore people should know the benefits and requirements that must be met before making a blood donor. Blood donors have many benefits to the body whether it is a positive or negative impact that has not been widely known by the community. The purpose of this study is to provide information to the public about the impact of blood donor on health and to know the effect of blood donor on the change of vital signs on blood donors at PMI Karanganyar. This research is a non experimental research by conducting interviews to ten respondents ie blood donors in PMI Karanganyar. primary data is taken through direct interviews with respondents. The time of this study is dated 9 and 10 January 2018. The population in this study were 4 male (adult) and 6 female (adult) respondents. The results of this study showed that after the blood donor activity of respondents A, B and E experienced dizziness, obesity and had to rest full, respondents C and F did not experience anything (healthy), respondents D experienced dizziness, respondents G and H experienced dizziness and respondents I and J experienced dizziness and had to rest full.Keywords: blood donation, blood donor impact, health
PENGARUH KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS PENUMPING SURAKARTA Yeni Tri Utami
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.197

Abstract

Salah satu indikator utama untuk memantau kualitas pelayanan adalah terpenuhinya harapan pasien atas pelayanan yang diterimanya. Penilaian kualitas pelayanan oleh pasien dipengaruhi oleh beberapa aspek antara lain faktor demografi pasien. Dari data diketahui bahwa jumlah kunjungan pasien rawat jalan di puskesmas Penumping Surakarta saat ini dari tahun ke tahun mengalami penurunan sehingga peneliti ingin melakukan penelitian terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh karakteristik pasien terhadap penilaian kualitas pelayanan rawat jalan Puskesmas Penumping Surakarta. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Penumping Surakarta pada bulan Mei-Juli 2017.  Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di Puskesmas Penumping Surakarta. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Quota Sampling. Besar sampel adalah 60 subjek penelitian. Variabel independen penelitian ini meliputi karakteristik pasien sedangkan variabel dependen meliputi kualitas pelayanan. Data variabel independen dan dependen dikumpulkan menggunakan instrument kuesionar. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik ganda dengan program IBM SPSS 22. Hasil statistik menunjukan penilaian kualitas pelayanan dipengaruhi oleh pendidikan pasien (OR = 0.17 ; CI (95%) = 0.04-0.69; p = 0.013), status pekerjaan (OR = 0.19 ; CI (95%) = 0.04-0.81; p = 0.025), dan penilaian kualitas pelayanan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin (p=0.736), umur (p= 0.573) dan pendapatan pasien (p = 0.843). Kesimpulan yang bisa diambil ialah penilaian kualitas pelayanan dipengaruhi oleh pendidikan pasien dan status pekerjaan, sedangkan jenis kelamin, umur dan pendapatan pasien tidak memengaruhi penilain terhadap kualitas pelayanan rawat jalan di Puskesmas Penumping Surakarta. Keywords: Karakteristik pasien, Rawat jalan, Kualitas pelayanan.       Abstract Background: An indicator of quality health service is the extent of patient expectation fulfilment. Perceived quality of health services may be influenced by various factors such as patient sociodemographic factors. As statistics have shown, the number of patient visits at Penumping Surakarta Community Health Center has been decresing for the last few years. This study aimed to determine the associations between patient characteristics and the quality of  health services at community health center.  Subjects and Method: This was a quantitative study with cross-sectional design. It was conducted at Penumping Community Health Center, Surakarta, Central Java, from May to July 2017. A sample of 60 patients. The independent variables were patient characteristics of the Community Health Centers selected. The dependent variable was quality of health service. The data were collected using a set of questionnaire and  analyzed using multiple logistic regression. Results: Quality of service was negatively associated with patient education (OR = 0.17 ; CI (95%) = 0.04-0.69; p = 0.013), being employed (OR = 0.19 ; CI (95%) = 0.04-0.81; p = 0.025). Quality of service was not associated with Sex (p=0.736), Age (p= 0.573) and Patient income (p = 0.843). Conclusion: Quality of service at Community Health Care is negatively associated with patient education, being employed and Quality of service was not associated with Sex, Age, and Patient income.Keywords: patient characteristic, outpatient, quality of services 
ANALISIS SPASIAL FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DI KABUPATEN BANTUL Febri Lestanto
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.198

Abstract

Pemanfaatan SIG untuk penelitian dalam ranah (Demam Berdarah Dengue) DBD telah banyak digunakan untuk penelitian surveilans, pemetaan, dan epidemiologi. Informasi yang dihasilkan digunakan sebagai alat epidemiologi untuk sistem peringatan dini wabah DBD yang memungkinkan pencegahan, pengendalian nyamuk dan meningkatkan kesiapan petugas kesehatan, fasilitas perawatan kesehatan dan masyarakat. Penelitian yang dilakukan adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue, menggambarkan peta sebaran kasus DBD, dan analisis spasial terhadap tingkat kerentanan penyakit DBD di wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Bantul. Analisis dilakukan dengan teknik pada sistem informasi geografis yang meliputi analisa buffer, analisis scoring/scaling, dan analisis overlay. Tempat studi kasus yang diambil berada di empat wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Bantul (Puskesmas Kasihan 2, Puskesmas Sewon 2, Puskesmas Jetis 1, dan Puskesmas Sedayu 2). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepadatan penduduk, kepadatan pemukiman, jarak ke sungai, jarak ke tempat pemungutan sampah sementara, intensitas hujan, keberadaan tanaman bambu, kandang ternak, dan jarak terbang nyamuk dari penderita. Hasil dari penelitian ini adalah terlihatnya tingkat kerentanan DBD pada empat wilayah kerja puskesmas tersebut. Hasil ini membuktikan bahwa jumlah penderita DBD paling besar berada di wilayah kerentanan yang tinggi yang dipengaruhi oleh kedelapan faktor kejadian DBD. Khususnya untuk Puskesmas Kasihan 2, daerah kerentanan tinggi yang ada lebih luas dari kerentanan rendahnya, sehingga dibutuhkan pengelolaan yang lebih intensif dibandingkan dengan wilayah yang lain.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, analisis spasial, Sistem Informasi Geografis AbstractGIS utilization for DHF (Dengue Hemorrhegic Fever) research has been widely used for surveillance, mapping, and epidemiology research. Information generated from analyzing spatial feature in GIS is used as an epidemiological tool to give early warning service. The information includes DHF outbreaks and prevention, mosquito control and preparedness of health workers in health care facilities and communities. The research studied factors related to the incidence of dengue hemorrhagic fever, and gave map of dengue disease cases in the working area of the Public Health Center in Bantul District. Buffer analysis, scoring / scaling analysis, and overlay analysis. Place of study is in four working areas of Public Health Center in Bantul District (Public Health Center Kasihan 2, Public Health Center Sewon 2, Public Health Center Jetis 1, and Public Health Center Sedayu 2). The variables used in the analysis within the study are population density, settlement density, distance to river, distance to temporary garbage collection, rain intensity, bamboo plants, cattle pens, and mosquito fly distance from patient. The result of the reseach is the map of the victim showed the working area of the four public health center. From the analysis result, we can see that the eight factors really affects the distribution of DBD patient, the highest DHF patients were living in the high vulnerability area. Especially for  Public Health Center Kasihan 2, it has wider high vulnerability area that others, so it requires more intensive management.Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, spatial analysis, Geografic Information System
KETERLIBATAN KADER POSYANDU DALAM PEMANTAUAN KONSUMSI TABLET FE PADA PENCEGAHAN ANEMIA IBU HAMIL DI KABUPATEN BANYUMAS Purwati Purwati; Alfi Noviyana
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.199

Abstract

AbstrakBerdasarkan Riskesda 2013 Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih cukup tinggi sebesar 37,1 %. Prevalensi anemia ibu hamil di kabupaten Banyumas tahun 2016 masih di atas angka kejadian nasional sebesar 50,7 %. Kader posyandu dilatih untuk dapat memberikan informasi, pemberian tablet Fe dan pemantauan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini menganalisis keterlibatan kader posyandu secara mendalam tentang pemantauan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan anemia. Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, lokasi penelitian di Puskesmas wilayah kerja DKK Banyumas, teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah informan utama kader posyandu sebanyak 3 orang dan informan pendukung sebanyak 9 orang, keabsahan data mengguunakan triangulasi metode dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan tidak semua posyandu melaksanakan pelayanan ibu hamil sehingga tugas untuk pemberian Fe dan penyuluhantidak terlaksana , kader posyandu juga tidak melakukan kunjungan rumah,sehingga keterlibatan kader dalam pencegahan anemia kurang optimal. Kesimpulan keterlibatan kader dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil melalui pemantauan konsumsi tablet Fe belum optimal. Posyandu perlu mengadakan kembali pelayanan ibu hamil, refresh pengetahuan untuk kader, serta puskesmas mengajukan anggaran untuk kader posyandu, agar kader termotivasi lagi untuk melakukan pemantauan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Kata Kunci: kader, posyandu,tablet Fe, anemia   Abstract Based on Riskesda 2013 the prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia is still quite high at 37.1%. Prevalence of anemia in pregnant women in Banyumas district in 2016 is still above the national incidence rate of 50.7%. Posyandu cadres are trained to be able to provide information, administer Fe tablets and monitor consumption of Fe tablets in pregnant women as an effort to prevent anemia in pregnant women. Purpose of this study was to analyze involvement of posyandu cadres in depth about monitoring compliance of consumption of Fe tablets in pregnant women as an effort to prevent anemia. This qualitative research method with a phenomenological approach, the location of research in the public health center work area of the Banyumas publich health office, the sampling technique using purposive sampling with the number of main informants as many as 3 posyandu cadres and 9 supporting informants, the validity of the data using method triangulation and data triangulation. The results showed that not all posyandu carry out the services of pregnant women so that the task of giving Fe and extension workers were not carried out, posyandu cadres also did not make home visits, so the involvement of cadres in preventing anemia was less optimal. Conclusion Cadre involvement in efforts to prevent anemia in pregnant women through monitoring consumption of Fe tablets is not optimal. Public health centre needs to hold pregnant women again, refresh knowledge for cadres, and puskesmas submit budgets for posyandu cadres, so that cadres are motivated again to monitor consumption of Fe tablets in pregnant women. Keywords: cadres, posyandu, Fe tablets, anemia 
PRODUKTIVITAS KERJA PETUGAS REKAM MEDIS UNIT PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2018 Ma’rifatul Fitria Ulfah; Nabilatul Fanny; Lilik Anggar Sri Rahayuningsih
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.200

Abstract

Rumah sakit UNS Sukoharjo ditetapkan sebagai rumah sakit umum Tipe C. Berdasarkan survei pendahuluan di bagian pendaftaran rawat jalan terdapat 3 petugas yang merangkap pekerjaan, dengan jumlah kunjungan 325 pasien perhari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja petugas rekam medis unit pendaftaran rawat jalan di Rumah sakit UNS Sukoharjo tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, metode pengambilan data observasi dan wawacara. Populasi penelitian adalah 3 petugas pendaftaran rawat jalan, dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai standar waktu pelayanan 144,6 detik untuk pasien baru dan 92 detik untuk pasien lama. Personal Fatigue Delight didapat 21,7 detik pasien baru dan 13,8 detik pasien lama. Standar waktu kerja diperoleh 2,44 menit perpasien. Target perjam 25 pasien perjam perpetugas. Jumlah jam kerja pertahun 2115 jam. Kebutuhan penambahan tenaga kerja berdasarkan FTE adalah 1 petugas. Capaian tingkat produktivitas kerja sebesar 90%. Kesimpulan tingkat produktivitas kerja petugas pendaftaran rawat jalan di rumah sakit UNS Sukoharjo tahun 2018 tinggi. Saran, sebaiknya petugas pendaftaran rawat jalan mempertahankan tingkat produktivitas kerjanya.Kata Kunci: produktivitas kerja, petugas pendaftaran Abstract The University of Sebelas Maret Sukoharjo hospital designated as hospital common type C. Based on preliminary survey to registration outpatient there are three officer who have double job work, with the number of visits 325 patients per day. This study attempts to know the level productivity officers working record medical unit registration outpatient in the University of Sebelas Maret Sukoharjo hospital on 2018. The kind of research is descriptive with the approach cross sectional, a method of the data observation and interview. Population research is three officers from outpatient registration, with using a technique sampling jenuh. Data analysed by using analysis descriptive. The research results show standard value service period 144,6 seconds to new patients and 92 seconds to patients long.P ersonal fatigue delight obtained 21.7 seconds new patients and 13.8 seconds patients long. Standard time work obtained 2.44 minutes per patients. The target per hour is 25 patients. The number of working hours per year 2115 hours. The needs of the addition of on the workforce for individuals based on FTE is one (1) of an officer. Of accomplishments achieved the level of labor productivity as much as 90 %. A conclusion productivity level of officers working to register their outpatient care in the hospital uns sukoharjo years 2018 high. Recommendations about such things as would better get off on the registration of officers outpatient maintain productivity level of it was going to work.Keywords: Work productivity, the registration of officers
PENINGKATAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG IVA TEST UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN Fitria Ika Wulandari; Lina Wahyu Susanti
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.201

Abstract

AbstrakKanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang wanita di dunia dan urutan pertama di negara berkembang. Data badan kesehatan dunia terdapat 493.243 jiwa pertahun penderita kanker serviks dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa. Kesadaran perempuan Indonesia untuk mendeteksi dini secara teratur masih rendah yaitu kurang dari 5 % sehingga banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut. Tujuan penelitian untuk mengetahuan pengaruh penyuluhan terhadap sikap wanita usia subur yang sudah menikah tentang deteksi dini kanker serviks. Penelitian dilaksanakan di desa Toriyo Sukoharjo. Desain penelitian menggunakan Quasy Experimental. Variabel independen adalah Penyuluhan, variabel dependen adalah Sikap Wanita Usia Subur. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur di desa Toriyo. Sampel penelitian adalah Wanita yang sudah menikah usia 20-49 tahun. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis melalui 2 tahap. Tahap I Uji Normalitas untuk menguji kenormalan data dengan interpretasi apabila nilai p > 0,05 maka berdistribusi normal dan apabila nilai p < 0,05 maka berdistribusi tidak normal. Tahap II Uji beda dengan menggunakan T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan sikap antara sebelum dan setelah penyuluhan sebesar 12,02 yaitu dari 66,75 menjadi 78,77, dan ada pengaruh signifikan penyuluhan terhadap sikap wanita usia subur di desa Toriyo dengan interpretasi p-value = 0,000 < 0,05 dan t hitung (11,750)> t tabel 1,6599.Kata Kunci: kanker serviks, sikap, penyuluhan,wanita   Abstract Cervical cancer is a second cancers that affect women in the world and first in developing countries. Based on world health agency report, there is 493.243 people a year with cervical cancer and 273.505 people deaths from cervical cancer. Indonesian women's awareness to detect early regularly is low. Less than 5% cervical cancer detect early in Indonesia so many cases are found in final stage that causing death. The aim of research was to find out the influence of counseling on attitudes, especially women of childbearing age who were married about early detection of cervical cancer. The research was held in Toriyo’s district Sukoharjo. Design of research using Quasy Experimental. Independent variable is health education, the dependent variable is the attitude of women of childbearing age. The study population was all women of childbearing age in Toriyo’s district. Samples of research were married women aged 20-49 years. The instrument is used an observation sheet. analysis through 2 stages. First stage is the normality test to test the normality of data if the value of p> 0.05 meaning distribution of data is normal and if the value of p <0.05 meaning distribution of data is not normal. Second stage is a different test using t-test. The results showed that there was an increase in attitudes between before and after health education(from 66.75 to 78.77), and there was a significant effect of health education on the attitudes of women of childbearing age in Toriyo’s district(p-value = 0.000 <0.05).Keywords: cervical cancer, attitudes, health education, women
RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK PENDETEKSI PENYAKIT THYPOID FIVER PADA KLINIK SUMBER WARAS BOYOLALI Agung Suryadi; Andi Yulianto
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.202

Abstract

 Abstrak Kebutuhan dasar yang di inginkan oleh setiap manusia salah satunya adalah kebutuhan tentang kesehatan. Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah - masalah lain di luar kesehatan.  Banyak   faktor   yang   mempengaruhi   kesehatan, di   antaranya   adalah pengetahuan   dan   sikap   masyarakat   dalam   merespon   suatu   penyakit. Salah satu penyakit yang diderita oleh sebagain besar masyarak indonesia adalah Demam tifoid atau thypoid. Berbagai cara yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengahani penyakit tersebut dimulai dari pendidikan social, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlu adanya penangan yang cepat dan tepat terhadap pasien. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti tentang rancang bangun suatu aplikasi yang disebut dengan perangkat lunak pendeteksi penyakit typhoid fiver. Dalam penelian dibutuhakan analisa data yaitu data penyakit, data pasien, data dokter, data gejala, data relasi, serta data pembobotan gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui proses deteksi penyakti typhoid fiver. 2) Memodelkan suatu perangkat lunak yang sesuai untuk mendeteksi penyakit typhoid fiver.Didasari dari keterangan diatas, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan khususnya dalam penyampaian informasi terkait dengan penyakit yang diderita oleh pasien.Kata Kunci :perangkat lunak, penyakit, typoid fiver   AbstractThe basic needs that is needed by every human being is health. Health problem is a very complex problem, which is interrelated with other problems outside of health. There are many factors that affect health problem, including knowledge and attitudes of the community in responding to an illness. One of the diseases suffered by most Indonesian is typhoid or typhoid fever. Various ways carried out by the government in managing the disease begins  by giving social education, improving health facilities and infrastructure. This shows that there is a need for fast and appropriate handling of patients.This research is conducted to examine the design of an application called typhoid fiver disease detection software. In the study, it is necessary to analyze the data, namely disease data, patient data, physician data, symptom data, relationship data, and symptom weighting data. The purpose of this study is 1) Knowing the process of detecting typhoid fiver shielding. And 2) Modeling an appropriate software to detect typhoid fiver disease.Based on the information above, it is expected that this research can provide convenience in health services, especially in the delivery of information related to the disease suffered by patients.Keywords: software, disease, typhoid fever
PERLINDUNGAN HAK PENUMPANG KAPAL TERHADAP RESIKO KESEHATAN DI LAUT Anak Agung Ngurah Ade Dwi Putra Yuda; Rina Arum Prastyanti
Jurnal Infokes Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i2.203

Abstract

AbstrakMasalah kesehatan yang terdapat dikapal dan seringkali merugikan konsumen atau penumpang kapal antara lain, mudahnya penyebaran penyakit melalui virus kapal yang menyebabkan muntah dan diare. Kebersihan kamar mandi kapal menjadi kunci penyebaran virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah perlindungan hak penumpang kapal  terhadap resiko kesehatan di laut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum sosiologis kualitatif Pendekatan penelitian yang digunakan adalah sosio legal research. Tempat atau lokasi penelitian berkaitan dengan sasaran atau permasalahan penelitian yang di fokuskan pada lokasi penelitian antara lain di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan Purposive sampling. Data primer dalam penelitian ini adalah keterangan langsung dari konsumen atau penumpang kapal serta keterangan langsung Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan. Teknik Validitas data menggunakan triangulasi data yang memanfaatkan sumber, metode dan teori. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian, 30 responden, 28 responden menyatakan petugas kesehatan kapal tidak melakukan karantina bagi penumpang yang mengalami penyakit menular. Mayoritas penumpang atau sebanyak 23 penumpang menyetujui kapal memiliki fasilitas kesehatan lengkap seperti alat deteksi dini dan equipment protective penyakit menular. 15 orang penumpang menyetujui penumpang kapal  diwajibkan mengisi Maritime Declaration of Health sebelum berlayar. 28 orang tidak menyetujui pernyataan petugas kesehatan pelabuhan mencatat dan mengidentifikasi penumpang yang sedang sakit dan 28 orang juga  tidak menyetujui pernyataan Petugas pelabuhan mencatat penumpang yang menderita penyakit menular. Perlindungan Hak Penumpang Kapal terhadap resiko kesehatan dilaut sangat diperlukan mengingat posisi tawar konsumen. Belum adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban konsumen dan Pelaku usaha kapal mengakibatkan hak konsumen atas pelayanan fasilitas kesehatan konsumen sering diabaikan..Kata Kunci: perlindungan konsumen, fasilitas kesehatan, kapal laut   Abstract Health problems that occur in ships and often harm consumers or passengers of the ship include, among others, the easy spread of diseases through ship viruses that cause vomiting and diarrhea. The cleanliness of the ship's bathroom is the key to spreading the virus. The purpose of this research is to find out how is the protection of the rights of passengers on the health risks in the sea. This research is a type of qualitative sociological legal research. The research approach used is social legal research. The place or location of the research relates to the target or problem of the research which is focused on the location of the research, among others, at Tanjung Perak Port, Surabaya. Determination of the location of this research was carried out with purposive sampling. Primary data in this study are direct information from consumers or passengers of the ship and direct information from the Head of the Port Health Office. Data validity techniques use data triangulation that utilizes sources, methods and theories. Data Analysis Techniques used in this study use qualitative analysis of interactive models. The results of the study, 30 respondents, 28 respondents said that ship health workers did not conduct quarantine for passengers who experienced infectious diseases. The majority of passengers or as many as 23 passengers agreed that the ship has complete health facilities such as early detection devices and equipment protective infectious diseases. 15 passengers agreed to ship passengers required to fill the Maritime Declaration of Health before sailing. 28 people did not approve the statement of port health workers noting and identifying passengers who were sick and 28 people also did not approve the statement of port officials noted passengers who were suffering from infectious diseases. Ship Passenger Rights Protection against sea health risks is very important given the bargaining position of consumers. The absence of a balance between the rights and obligations of consumers and the vessel business actors has caused consumer rights to the service of consumer health facilities are often ignored.Keywords: consumer protection, heatlh protection

Page 11 of 24 | Total Record : 234


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue