cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 234 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN PELAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA Puguh Ika Listyorini; Rezky Paska Kalbuadi
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.182

Abstract

Berdasarkan survey Pendahuluan pada Desember 2015 di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakata, didapatkan hasil waktu rata-rata yang digunakan untuk pendaftaran pasien rawat jalan adalah 20 menit 20 detik. Apabila dibandingkan dengan Permenkes RI No.129/Menkes/SK/II/2008, maka dikatakan melebihi ketentuan waktu yang ditetapkan. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecepatan pelayanan pendaftaran pasien BPJS rawat jalan di BBKPM Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. 96 pasien rawat jalan sebagai responden dipilih dengan purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel bebas yang berhubungan dengan kecepatan pelayanan pendaftaran pasien adalah tingkat pendidikan (p=0,0001), status pekerjaan (p=0,018), status kepesertaan BPJS (p=0,0001), persepsi prosedur pelayanan pendaftaran (p=0,0001), persepsi petugas pendaftaran (p=0,0001), dan persepsi sarana prasarana (p=0,0001). Variabel yang tidak berhubungan dengan kecepatan pelayanan pendaftaran pasien adalah variabel jenis kelamin (p=0,246) dan usia (p=0,071). Secara keseluruhan, semua variabel bebas yang diteliti berpengaruh bersama-sama terhadap kecepatan pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan di BBKPM Surakarta.Kata Kunci: kecepatan, pelayanan  pendaftaran, pasien BPJS, dan rawat jalan.
PENGGUNAAN SUMBER DAYA INTERNET OLEH MAHASISWA PRODI DIII REKAM MEDIK DAN INFORMASI KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN BHAKTI MULIA Trismianto Asmo Sutrisno
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.183

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Diploma Tiga Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar penggunaan sumberdaya internet oleh mahasiswa Prodi DIII RMIK Poltekkes Bhakti Mulia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan meminta mahasiswa berpartisipasi mengisi kuesioner secara online. Mahasiswa Prodi DIII RMIK Poltekkes Bhakti Mulia yang berpartisipasi mengisi kuesioner ini sebanyak 93 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pada umumnya responden menyatakan selalu atau sering menggunakan internet untuk mencari informasi tertentu, (2) hampir setengah dari responden menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi responden membutuhkan informasi melalui internet karena untuk menunjang tugas perkuliahan, (3) Kelebihan informasi yang bersumber dari internet karena aksesnya mudah dan cepat dan informasi yang dihasilkan selalu up to date, (4) sebagian besar responden menyatakan mencari melalui search engine untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, (5) pada umumnya search engine yang paling banyak digunakan adalah Google, (6) sebagian besar responden membandingkan dan mengevaluasi terlebih dahulu informasi yang diperoleh sebelum menggunakannya, (7) pada umumnya semua responden memilih men-download kemudian menyimpan informasi ke media penyimpanan sehingga dapat digunakan di lain waktu.Kata Kunci: Sumberdaya Internet, Rekam Medik, Informasi Kesehatan
PENDEKATAN FAKTOR RISIKO DALAM MENDETEKSI LESI PRAKANKER LEHER RAHIM DI KOTA DENPASAR I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.185

Abstract

Kanker Leher Rahim merupakan kanker peringkat  dua terbesar di dunia dan peringkat pertama di Indonesia. Jumlah kasus kanker leher Rahim dapat dikurangi dengan upaya pencegahan yaitu upaya deteksi dini baik melalui pap smear ataupun Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas factor risiko umur, paritas, hubungan seksual pertama, kontrasepsi hormonal, merokok, hygiene diri , ganti pasangan dan keputihan. Rancangan penelitian adalah uji diagnostic dengan jumlah sampel 120. Penelitian dilakukan di empat puskesmas yang melayani IVA di Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan dengan Kuesioner MPS See and Treat Screening Cervical Cancer dengan modifikasi. Sampel diambil dari WUS yang datang ke pelayanan KB bulan Juni- September 2016. Analisis dengan tabel uji validitas 2x2 untuk mencari sensitifitas, spesifisitas, NPP,NPN.   (26,32%), higiene diri (50%). Spesifisitas dari factor risiko umur (60,98%), paritas (76,07%), hubungan seksual pertama (73,17%), kontrasepsi hormonal (65,85%), paparan asap rokok (65,85%), hygiene diri (95,20%), ganti pasangan (67,07%) dan keputihan (69,51%). Simpulan penelitian bahwa factor risiko yang mempunyai sensitivitas tertinggi adalah umur (92,11%), kontrasepsi hormonal (89,47%) dan keputihan (84,21%). Nilai diagnostic yang baik adalah hygiene diri dengan nilai RKP 10,25 dan RKN 0,22. Saran penemuan lesi prakanker leher Rahim dengan pendekatan factor risiko agar menjadi pertimbangan terutama untuk layanan kesehatan primer.Kanker leher Rahim merupakan penyakit keganasan yang menyerang leher Rahim pada wanita. KankerKata kunci : sensitivitas, spesifisitas, factor risiko, lesi prakanker leher Rahim
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MAHASISWA UNTUK MEMILIH PROGRAM STUDI REKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN DI APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA Istiyawati Rahayu
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.186

Abstract

Mahasiswa dalam mengambil keputusan pada saat menentukan program studi dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya citra institusi, minat mahasiswa, keputusan bersama yang diambil dan tersediaanya lapangan kerja setelah mereka lulus nantinya. Populasi dalam penelitian ini semua mahasiswa baru angkatan 2017 pada APIKES Citra Medika dan pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling sebesar 177 mahasiswa. Metode penelitian dengan menggunakan  uji validitas dengan hasil signifikan Sig 2-tailed (0,000)< α (0,05) , uji reliabilitas hasilnya signifikan karena hasilnya <0,6  dan analisis factor. Berdasarkan hasil analisis factor dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dalam memilih program studi rekam medic dan informatika kesehatan di APIKES Citra Medika Surakarta paling banyak di pengaruhi oleh  variabel tersedianya lapangan kerja bagi lulusan dengan ditunjukkan dengan hasil analisis factor pada item pertanyaan lulusan rekam medic dan informatika kesehatan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya sebanyak 74,2%.. Kata Kunci: citra, minat, keputusan bersama,tersedianya lapangan kerja
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DOKTER DENGAN KELENGKAPAN DATA REKAM MEDIS DI PUSKESMAS BRINGIN Devi Pramita Sari
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.187

Abstract

Masa kerja dokter didefinisikan sebagai waktu mulai bekerja seorang dokter dan berpengaruh terhadap pengalaman seorang dokter . Survei awal pendahuluan melakukan wawancara dengan 1 orang petugas rekam medis ada beberapa penjelasan yang belum lengkap mengenai riwayat penyakit pasien, pemeriksaan yang dilakukan, dan pemberian obat terhadap pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dokter dengan kelengkapan data rekam medis di Puskesmas Bringin 2016. Penelitian ini dilakukan menggunakan survei deskriptif  metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional study. Obyek penelitian adalah masa kerja dan kelengkapan data rekam medis. Subyek penelitian diambil secara total sampling yaitu seluruh dokter sebanyak 8 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan uji hubungan chi-square.  Hasil penelitian ini dari 8 responden sebagian besar menyatakan masa kerja lama sebanyak 6 orang dan dari 8 dokumen rekam medis sebagian yang diketahui lengkap sebanyak 6 dokumen. Berdasarkan hasil uji Chi-Square hitung > Chi Square tabel (10,225 > 3,841) dan signifikansi p sebesar 0,006 (p<0,05) maka Ho ditolak.  Ada hubungan antara masa kerja dokter dengan kelengkapan data rekam medis di Puskesmas Bringin. Kesimpulan ada hubungan antara masa kerja dokter dengan kelengkapan data rekam medis di Puskesmas Bringin 2016. Saran sebaiknya meneliti tentang faktor-faktor karakteristik individu dokter terhadap kelengkapan dokumen rekam medis. Kata kunci : Masa Kerja Dokter, Kelengkapan Rekam Medis
APLIKASI PENGOLAH DATA KEMATIAN ELEKTRONIK UNTUK MENDUKUNG PELAPORAN REKAM MEDIS YANG BERKUALITAS DI RUMAH SAKIT (STUDI KASUS: RSUD AMBARAWA) Nurhayati Nurhayati; Bayu Murti Ganung Purnomosidhi
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.188

Abstract

Unit rekam medis mengolah data kematian rawat inap sebagai dasar laporan kematian pasien rawat inap yang diolah oleh bagian reporting. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa dipilih sebagai tempat studi kasus penelitian ini memiliki kendala saat mengolah data kematian yaitu kesulitan dalam menghasilkan informasi penyebab kematian, indeks kematian dan surat kematian dikarenakan semua proses pencatatan kematian dan rekapitulasi kematian masih dilakukan manual dengan menghimpun informasi dari formulir-formulir rekam medis. Informasi yang dihasilkan tidak selaras sehingga berdampak pada rendahnya kualitas pelaporan rekam medis kematian. Penelitian ini bertujuan menghasilkan aplikasi pengolah data kematian elektronik untuk mendukung rumah sakit menghasilkan pelaporan rekam medis kematian yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan (1) Identifikasi Masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Perancangan, (4) Implementasi dan (5) Pengujian.  Aplikasi pengolah data kematian elektronik dibangun dengan menggunakan visual basic 6.0 dan microsoft access. Penelitian ini menghasilkan aplikasi pengolah data kematian elektronik yang mampu (1) mengolah data kematian pasien rawat inap, (2) laporan data kematian, (3) laporan data pasien masuk, (4) laporan data pasien keluar mati, (5) indeks kematian dan (6) surat penyebab kematian. Aplikasi ini sudah diujicobakan pada unit rekam medis RSUD Ambarawa dan mampu menyelesaikan permasalahan pengolahan data kematian dan mendukung menghasilkan laporan data kematian yang berkualitas.Kata Kunci: rekam medis, data kematian, rl 4a.Abstract The medical record unit processes inpatient death data as the basis of the inpatient reports processed by the reporting department. Ambarawa Regional Hospital was chosen as study case of this research. The problem when processing death data is in yielding information cause of death, death index and death certificate due to all process of recording death and recapitulation of death still done manually by collecting information from medical record form. The resulting information is not aligned with the low quality of medical records of death. This research result is electronic data processing application of death to support the hospital produce quality medical record. Research method used (1) Problem identification, (2) Data collection, (3) Design, (4) Implementation and (5) Testing. Death data processing applications built using visual basic 6.0 and microsoft access. This research resulted in electronic death data processing application capable of (1) processing of death data of inpatients, (2) death data report, (3) patient data entry report, (4) report of patient death out data, (5) death index and (6) a letter of death. This application has been tested on medical record unit of Ambarawa Regional Hospital and able to finish data processing of death data and support result of report of data of death of quality.Keywords: electronic medical record,death data, rl 4a.
PENILAIAN KUALITAS DATA RUTIN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA Puguh Ika Listyorini
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.189

Abstract

Berdasarkan laporan Pusdatin (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2013), disebutkan bahwa kualitas data kesehatan di Indonesia dapat dikatakan masih rendah. Sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan, data yang diolah menjadi informasi memegang peranan penting bagi pemimpin untuk mengambil keputusan sebagai dasar tindakan dimasa mendatang. Suatu keputusan yang dihasilkan dengan tidak berdasarkan pada penggunaan data yang tepat akan berakibat pada pengambilan keputusan yang cukup fatal dan tidak dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan. Penelitian ini menilai kualitas data rutin Program Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah operational research. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder. Data sekunder diambil dari laporan data rutin program Program Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue tahun 2016. Laporan data rutin akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR). Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan laporan tiap bulan dan tiap Puskesmas 100% lengkap, ketepatan waktu melapor tiap bulan adalah 81,4% dan tiap Puskesmas adalah 72,6%, nilai akurasi data lebih dari 2SD (kurang baik), konsistensi internal kurang baik, dan angka konsistensi eksternal baik.Kata Kunci: Penilaian, Kualitas Data, Data Rutin, Demam Berdarah Dengue.Abstract Based on Pusdatin report (Ministry of Health Republic of Indonesia, 2013), it is stated that the quality of health data in Indonesia was still low. As input into decision-making process, data that were processed into information played an important role for leaders to make decisions as a basis for future action. A decision that was generated not based on the proper use of data will result in fatal decision making and can not be used to achieve the goal.  This research assesses the quality of routine data of Dengue Hemorrhagic Fever Prevention and Control Program in Surakarta Health Department. The research method used was operational research. Data collected were secondary data. Secondary data were taken from the routine data report of Dengue Hemorrhagic Fever Prevention and Control Program in 2016. Routine data report was processed and analyzed with Self-Assessment Method of Routine Data Quality (PMKDR). The results showed that the completeness of the monthly report and the report of each health center were 100% complete, the punctuality of monthly report was 81.4% and the report of each health center was 72.6%, the accuracy of data was more than 2SD (less good), the internal consistency was less good, and the external consistency was good.Keywords: Assessment, Data Quality, Routine Data, Dengue Hemorrhagic Fever.
PENGARUH SPIRITUAL RELAKSASI TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA MENGHADAPI UJIAN OSCA DI STIKES AISYIYAH SURAKARTA Ika Silvitasari; Hermawati Hermawati
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.191

Abstract

 Latar belakang: Rangkaian ujian akhir semester bagi mahasiswa merupakan stressor yang menyebabkan kecemasan. Ujian akhir semester dapat berupa ujian teori dan ujian prkatek. Ujian praktek merupakan evaluasi untuk mengetahui keterampilan mahasiswa keperawatan sebelum melakukan praktek di lahan praktek. Metode ujian yang digunakan dapat menggunakan metode OSCA (Objective Structured Clinicl Assesment). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi spiritual terhadap kecemasan mahasiswa menghadapi ujian osca di stikes aisyiyah surakarta. Metode : penelitian ini merupakan quasi eksperimental one-group pre post test design, jumlah sampel sebanyak 52 responden yang diambil menggunakan tehnik simple ramdom sample. Analsis data mengguankan Paired Sample Test. Hasil : rata – rata nilai tingkat kecemasan sebelum dan setelah diberikan intervensi spiritual relaksasi mengalami penurunan 40,48 menjadi 34,04, sedangkan p 0,000 < 0,05. Kesimpulan : terdapat pengaruh spiritual relaksasi terhadap kecemasan mahasiswa menghadapi ujian OSCA di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta.Kata kunci :Kecemasan, OSCA, Spiritual relaksasi AbstractBackground: The final semester exam for students is a stressor that causes anxiety. The final exam of the semester can be a theoretical exam and a prestice exam. Practice exam is an evaluation to know the skills of nursing students before doing practice in practice area. The test method used can use OSCA (Objective Structured Clinicl Assesment) method. Purpose: This study aims to determine the effect of spiritual relaxation on students' anxiety facing the osca test in STIKES Aisyiyah Surakarta. Method: This study was a one-group experimental quasi pre post test design, the number of samples of 52 respondents taken using simple ramdom sample technique. The data analyzer uses the Paired Sample Test. Results: the mean values of anxiety levels before and after spiritual relaxation interventions decreased 40.48 to 34.04, whereas p 0,000 <0.05. Conclusion: There is a spiritual influence of relaxation on students 'anxiety facing OSCA examination in STIKES' Aisyiyah Surakarta.Keywords: Anxiety, OSCA, Spiritual relaxation
PENGARUH USIA, STRES, DAN DIET TINGGI KARBOHIDRAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH Dewi Wulandari; Widya Kurnianingsih
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.192

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Data dari studi global menunjukan bahwa terdapat 415 juta penduduk dunia yang menyandang DM. Indonesia menempati peringkat ke-7 dari 10 negara dengan penyandang DM dengan jumlah sekitar 10 juta jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh usia, stress,  dan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukoharjo pada bulan Mei – Juni 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk kecamatan Sukoharjo. Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale), check list diet tinggi karbohidrat, dan glucosemeter. Data yang diperoleh dianalisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan usia terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor usia akan meningkatkan sebesar 0.831 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.420;1.241). 2) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan stress terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor stress akan meningkatkan sebesar 1.636 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor diet tinggi karbohidrat akan meningkatkan sebesar 0.970 skor GGDS (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).Kata Kunci: usia, stress, diet tinggi karbohidrat, glukosa darah   Abstract Diabetes mellitus (DM) is one of the health problems characterized by high blood glucose levels. Data from a global study showed that there were 415 million people in the world who had DM. Indonesia was ranked 7th out of 10 countries with DM with a total of about 10 million people. The purpose of this study was to analyze the effect of age, stress, and high-carbohydrate diet to blood glucose levels. The design of this study was observational analytic with cross sectional approach. The study was conducted in Sukoharjo district in May - June 2017. The population in this study was all residents Sukoharjo district. The sample used was 72 respondents. The sampling technique was done by simple random sampling. The research instrument used was DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale) questionnaires, high carbohydrate check list and glucosemeter. The data obtained were analyzed by multiple linear regression model. The results showed 1) There was a positive and statistically significant effect of age on blood glucose level at the time. Any increase in 1 age score will increase by 0.831 GDS score (p<0.001, 95%CI  0.420;1.241). 2) There was a positive and statistically significant effect of stress on blood sugar levels at the time. Each increase of 1 stress score will increase by 1.636 GDS score (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) There was a positive and statistically significant effect of high carbohydrate diets on blood glucose levels. Any increase of 1 high carbohydrate diet score  will increase by 0.970 GDS score (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).Keywords: age, stress, high carbohydrate diet, blood glucose
DAMPAK TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH PUTRI CEMPO SURAKARTA TERHADAP PENYAKIT KULIT PADA MASYARAKAT MOJOSONGO Tri Yuniarti; Titik Anggraeni
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.193

Abstract

Latar Belakang :Sampah mempunyai potensi untuk menimbulkan pencemaran dan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Pencemaran dapat terjadi di udara sebagai akibat dekomposisi sampah, dapat pula mencemari air dan tanah yang disebabkan oleh adanya rembesan leachate(cairan limbah) sehngga menimbulkan berbagai penyakit kulit kulit yang disebabkan beberapa jenis jamur mikroorganisme pathogen yang hidup dan berkembang biak di dalam sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak lama tinggal dekat TPA, jarak TPA dan kontak dengan sampah terhadap gejala penyakit kulit di masyarakat TPA Putri Cempo Mojosongo Jebres Surakarta.Subjek dan Metode : Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 102 responden yang diambil dengan tekhnik accidental sampling. Variabel dependent adalah gejala penyakit kulit berupa gatal. Variabel independent adalah lama tinggal di dekat TPA, jarak rumah dengan TPA dan kontak dengan sampah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik berganda.Hasil : Timbulnyagejala penyakit kulit dipengaruhi oleh lama tinggal antara 3-5 tahun (OR=6,0; 95% CI= 1.97 hingga 18.2;p=0,002), jarak rumah < 1 km dengan TPA (OR= 9.5; 95% CI= 3.1 hingga 28.8) dan tidak dipengaruhi oleh  kontak langsung dengan sampah (OR=0.6; 95% CI= 0.1 sampai 2.9;p=0.605).Kesimpulan : Timbulnyagejala penyakit kulit dipengaruhi oleh lama tinggal antara 3-5 tahun, jarak rumah yang < 1 km dengan TPA dan tidak dipengaruhi oleh  kontak lagsung dengan sampah.Kata Kunci: gejala penyakit kulit, lama tinggal, jarak rumah ABSTRACT Background:  Garbage has the potential to cause pollution and health problems. Pollution can occur in the air as a result of waste decomposition, can also contaminate water and soil caused by leakage (liquid waste) resulting in various skin diseases. The skin disease are caused by several types of pathogenic microorganismthat live and breed in the waste. This study aimed to determine the impact of long residenceadjacent to sanitary landfill, distance to landfill, and skin contact with garbage on skin disease symptoms at Putri Cempo final waste  disposal, Mojosongo, Surakarta.Subjects and Method: This was an analyticobservational study using cross sectional design. This study was conducted in Putri Cempo final waste disposal, Mojosongo, Surakarta, Central Java.A sample of 102 residents living near the Putri Cempo waste disposal were selectedfor this study. The dependent variable was symptoms of skin disease. The independent variables were duration ofresidence near the sanitary landfill, house distance to landfill, and skin contact with garbage. The data were collected by questionnaire and analyzed using multiple logistic regression.  Results: Residence near the sanitary landfill near ≥ 3 years (OR= 6.00; 95% CI= 1.97 to 18.20; p= 0.002) and house distance to landfill <1 km (OR = 9.50; 95% CI= 3.10 to 28.80; p = 0.001)increased the risk of skin disease symptoms. Indirect contact with waste (OR= 0.68; 95% CI= 0.10 to 2.90; p= 0.605) was associated with decreased skin disease symptoms, but it was statistically insignificant. Conclusion: Residence near the sanitary landfill near ≥ 3 years and house distance to landfill <1 km increase the risk of skin disease symptoms.Keywords: skin disease, symptomp, waste disposal, sanitary landfill, residence. 

Page 10 of 24 | Total Record : 234


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue