cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 234 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAMANAN BERKAS REKAM MEDIS BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUKOHARJO) Novita Yuliani
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v6i2.146

Abstract

Pengelolaan rekam medis merupakan salah satu bentuk dari pelayanan penunjang medis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa sajakan yang mempengaruhi keamanan berkas rekam medis berdasarkan peraturan perundang-undangan di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui penyimpanan berkas rekam medis pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo, Mengetahui pengelolaan berkas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo, Mengetahui keamanan berkas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif.. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas rekam medis di RSUD Sukoharjo di ruang filing berjumlah 6 petugas rekam medis. Variabel penelitian ini adalah penyimpanan berkas rekam medis, pengelolaan berkas rekam medis, pemeliharaan berkas rekam medis, keamanan berkas rekam medis, kebijakan/ Protap keamanan berkas rekam medis berdasarkan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: konstruksi bangunan pada rak penyimpanan belum sesuai standar prasarana di rumah sakit. Hal ini disebabkan banyak dokumen rekam medis yang tergeletak dimeja dan tidak cukup raknya, berkas rekam medis pasien di ruang penyimpanan belum bisa tertata rapi, pengelolaan berkas rekam medis dilakukan dengan cara membersihkan ruangan penyimpanan dan berkas rekam medis sebulan sekali, pemeliharaan berkas rekam medis di ruang penyimpanan dilakukan dengan cara mengatur suhu ruangan dan peneranga yang cukup. Kata Kunci: keamanan, berkas rekam medis, rumah sakit.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN INFORMED CONSENT SEBELUM TINDAKAN OPERASI DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD DR. MOEWARDI Devi Pramita Sari
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v6i2.147

Abstract

Informed consent didefinisikan sebagai persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Survei awal pendahuluan melakukan wawancara dengan 4 orang pasien dan keluarga pasien operasi yang di berikan informed consent diketahu bahwa ada beberapa penjelasan yang belum lengkap mengenai bentuk tindakan, tujuan tindakan, risiko tindakan, manfaat tindakan dan alternative tindakan serta hal-hal yang berkaitan dengan tindakan yang akan diberikan kepada pasien operasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan pemberian informed consent sebelum tindakan operasi di RSUD Dr.Moewardi. Penelitian ini dilakukan menggunakan survei deskriptif metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional study. Obyek penelitian adalah kepuasan pasien dan pemberian informed consent sebelum tindakan operasi. Subyek penelitian diambil secara purposive sampling dengan populasi seluruh pasien dan sampel sebanyak 51 responden di Bangsal Mawar RSUD Dr. Moewardi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan uji hubungan chi-square. Hasil penelitian ini adalah Responden sebagian besar menyatakan baik untuk pemberian informed consent sebelum tindakan operasi sebanyak 45 orang dan responden sebagian menyatakan puas sebanyak 46 orang. Berdasarkan hasil uji Chi-Square hitung>Chi Square tabel (12,428>3,841) dan signifikansi p sebesar 0,009 (p<0,05) maka Ho ditolak. Ada hubungan antara pemberian informed consent sebelum tindakan operasi dengan kepuasan pasien di RSUD Dr. Moewardi.Kesimpulan ada hubungan antara pemberian informed consent sebelum tindakan operasi dengan kepuasan pasien di RSUD Dr. Moewardi. Saran sebaiknya meneliti tentang faktor-faktor pentingnya pemberian informed consent.Kata kunci : Informed Consent, Tindakan Operasi, Kepuasan, Pasien
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RS Dr. MOEWARDI SURAKARTA Shinta Dwi Andarini; Istiqomah Risa Wahyuningsih
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v6i2.148

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama kematian ibu di Indonesia disamping perdarahan dan infeksi adalah preeklampsia atau eklampsia dan merupakan penyebab kematian perinatal yang tinggi. Angka kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota sebesar 116,34/100.000 kelahiran hidup. Di RS Dr. Moewardi kasus preeklampsia berat sebanyak 468 kasus, dengan ibu meninggal sebanyak 8 jiwa. Tujuan: untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu bersalin dengan preeklampsia berat di RS Dr. Moewardi. Metode Penelitian: metode penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan teknik sampling Simple random sampling. Subyek penelitian ini adalah ibu bersalin dengan preeklampsia berat tahun 2013 sebanyak 47 responden dari total populasi 468. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariate. Hasil: Berdasarkan umur responden mayoritas berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 63,8%. Berdasarkan paritas mayoritas responden merupakan multipara yaitu sebanyak 63,8%. Berdasarkan kejadian kehamilan ganda mayoritas responden tidak mengalami kejadian kehamilan ganda sebanyak 91,5%. Berdasarkan kejadian Diabetes Melitus Gestasional mayoritas responden tidak mengalami kejadian Diabetes Melitus Gestasional sebanyak 83,0%. Berdasarkan kejadian bayi besar mayoritas responden tidak terdapat kejadian Bayi Besar sebanyak 89,4%. Simpulan: Gambaran karakteristik responden sebagai berikut: mayoritas berumur 20-35 tahun, mayoritas merupakan multipara, mayoritas responden tidak mengalami kejadian kehamilan ganda, mayoritas responden tidak mengalami kejadian Diabetes Melitus Gestasional, mayoritas responden tidak terdapat kejadian Bayi Besar. Kata Kunci: Karakteristik, Preeklampsia Berat
PENGARUH DETOKSIFIKASI MIKROBA POSITIF PADA USUS TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN Hutari Puji Astuti; Deny Eka Widyastuti; Erlyn Hapsari
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v6i2.149

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh detoksifikasi mikroba positif pada usus terhadap penurunan berat badan, yang diujikan pada mencit jantan Mus musculus strain Balb C.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan bobot badan dari mikroba positif yang diambil dari ekstrak kombucha. Sebanyak 30 ekor mencit jantan Mus musculus strain Balb C dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, kelompok I-A dan I-B diberi perlakuan 1 kali sehari, kelompok 2-Adan 2-B diberi perlakuan 2 kali sehari dan kelompok 3-A dan 3-B diberi perlakuan 3 kali sehari. Sebelum perlakuan mencit digemukkan terlebih dahulu selama 2 minggu kemudian di timbang berat penggemukan dan kadar kolesterolnya. Kemudian masing-masing mencit diberikan perlakuan setiap hari secara oral dengan takaran 0,2 ml/30 gram BB dilanjutkan dengan penimbangan berat badan setiap minggu selama 4 minggu berturut-turut dan pengecekan kadar kolesterol pada akhir perlakuan. Hasil penelitian yang dilakukan selama 4 kali perlakuan menunjukkan bahwa, pemberian ekstrak kombucha ada pengaruh terhadap penurunan berat badan pada semua kelompok perlakuan. Dengan hasil analisa uji T – Test antara pretest dan postest pemberian ekstrack kombucha menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan berat badan pada mencit jantan Mus musculus strain Balb C, dengan nilai signifikan < 0,05.Sedangkan kadar cholesterol pada pengecekan akhir juga menunjukkan adanya penurunan di semua kelompok perlakuan. Tetapi untuk kelompok dengan perlakuan dosis yang sedikit yaitu kelompok I-A dan I-B dan kelompok 2-Adan 2-B ada yang mengalami peningkatan kadar cholesterol sekitar 30 % dari dua kelompok perlakuan tersebut. Kata kunci : Detoksifikasi, mikroba positif, berat badan
EVALUASI PENERAPAN SISTEM KOMPUTERISASI PENDAFTARAN PASIEN DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) SURAKARTA Nopita Cahyaningrum
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v6i2.150

Abstract

Pendaftaran pasien di BBKPM Surakarta menggunakan sistem komputerisasi ada beberapa kendala yaitu antrean pasien yang banyak dikarenakan pe tugas harus menginputkan pemeriksaan penunjang pasien, ada kalanya server sistem pendaftaran pasien eror dan tidak terintegrasi pada sistem BPJS. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi Sistem Komputerisasi Pendaftaran Pasien di BBKPM Surakarta dengan menggunakan HOT Fit model. Metode deskriptif dengan pendekatan crossectional. Pengumpulan data dengan wawancara kepada 5 petugas pendaftaran, 1 KaSie Penunjang Kesehatan, dan 1 petugas Bagian IT. Hasil penelitian diketahui Pendaftaran di BBKPM Surakarta menggunakan sistem komputerisasi SIMKES sudah berjalan dengan baik. Faktor manusia dengan segi penggunaan sistem rutin digunakan setiap hari pada jam kerja, sudah ada bagian khusus yang menangani sistem informasi pendaftaran pasien, pelatihan khusus mengenai aplikasi sistem pendaftaran sudah pernah dilakukan pada awal mula sistem akan digunakan. Sumber daya manusia dilihat dari latar belakang pendidikan, petugas pendaftaran sudah sesuai dengan job description. Faktor Organisasi pada sistem komputerisasi pendaftaran secara keseluruhan mendukung sistem yang ada sekarang dan komunikasi antara pimpinan dan pengguna sistem berjalan dengan baik. Faktor Teknologi sistem komputerisasi pendaftaran mengenai kemudahan menggunakan sistem dan kemudahan untuk mengakses sistem ini ditinjau dari hardware dan software masih ada kendala pada jaringan internet, sehingga kemudahan untuk mengakses sistem ini di saat jam pelayanan. Ditinjau dari segi respon waktu dari performa dari sistem informasi pelayanan pendaftaran yaitu output sistem ini menghasilkan laporan secara keseluruhan jumlah kunjungan pasien di BBKPM Surakarta. Untuk keamanan dari sistem komputerisasi pendaftaran ini sudah ada perlindungan terhadap penggunaan oleh pihak yang tidak berwenang dengan adanya user name dan pasword untuk masing-masing petugas. Kata Kunci : Sistem Komputerisasi Pendaftaran, Metode Hot Fit model
STUDI FENOMENOLOGI: FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN WANITA USIA SUBUR TIDAK MENJALANI DETEKSI KANKER SERVIKS DENGAN TES INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PROVINSI BALI Ni Wayan Suarniti
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.161

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang tejadi pada leher rahim (serviks) dan disebabkan oleh infeksi human  papilloma  virus  (HPV). Berdasarkan  International  Agency  for  Research  on  Cancer  (IARC), kanker serviks menempati urutan kedua dari seluruh kanker pada perempuan dengan insidensi 9,7% dan jumlah  kematian  9,3%  dari  seluruh  kanker  pada  perempuan  di  dunia. Meningkatnya  kejadian  kanker serviks terutama disebabkan masih rendahnya perilaku sehat wanita usia subur (WUS) untuk deteksi dini kanker  serviks.  Perilaku  sehat  WUS  dipengaruhi  oleh  berbagai  faktor.  Penelitian  bertujuan  untuk menjelaskan  faktor-faktor  penyebab  WUS  tidak  menjalani  deteksi  dini  kanker  serviks  dengan  tes  IVA. Penelitian  kualitatif  ini  menggunakan  wawancara  mendalam  pada  lima  responden  yang  ditetapkan secara  purposive  sampling.  Analisis  data  dilakukan  secara  deskriptif.  Hasil  penelitian  menunjukkan faktor-faktor  yang  menyebabkan  WUS  tidak  menjalani  deteksi  dini  kanker  serviks  dengan  tes  IVA meliputi faktor  internal,  faktor  eksternal,  dan  pengelolaan  program  IVA.  Faktor  internal  meliputi kegiatan  WUS,  kesempatan,  perasaan  dan  kemandirian.  Faktor  eksternal  meliputi  faktor  keluarga  dan faktor  sosial.  Pengelolaan  program  IVA  meliputi  promosi  kegiatan  dan  sumber  informasi.  Simpulan: Faktor-faktor  yang  menyebabkan  WUS  tidak  menjalani  deteksi  kanker  serviks  dengan  tes  IVA  yaitu faktor internal, faktor eksternal dan pengelolaan program IVA. Kata Kunci: Faktor internal dan eksternal, Program IV
HUBUNGAN PENGETAHUAN PETUGAS REKAM MEDIS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AMANAH IBU SURAKARTA Hesty Latifa Noor
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.162

Abstract

Pengetahuan tenaga  rekam  medis  maupun  dokter  mengenai  kelengkapan  sangat  penting.  Lengkap  dan tidaknya  rekam  medis  tidak  lepas  dari  peran  serta  petugas  rekam  medis.  Ketidaklengapan  pengisian rekam medis bisa merugikan rumah sakit apabila sewaktu-waktu bisa terjadi tuntutan hukum bagi pihak  rumah  sakit. Jenis  penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  penelitian  kuantitatif  dengan menggunakan  pendekatan cross  sectional.  Sampel  dalam  penelitian  ini  yaitu  petugas  rekam  medis    di Rumah Sakit Ibu dan Anak Amanah Ibu Surakarta berjumlah 5 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan petugas  rekam  medis  dan  variabel terikat  adalah  kelengkapan  pengisian  dokumen  rekam  medis. Pengumpulan  data  menggunakan  observasi,  wawancara  dan  kuesioner.  Data  tersebut  akan  dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square diolah dengan menggunakan program Statistical Program for Sosial Science versi 20 diperoleh hasil nilai p= 0,40 > 0.05 sehingga kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan petugas rekam medis  dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis  pasien  rawat  inap  di  Rumah  Sakit  Ibu  dan  Anak  Amanah  Ibu  Surakarta. Dari  5  petugas  rekam medis  terdapat  2    petugas  yang  memiliki  pengetahuan  baik    atau  40%  dan  terdapat  3  petugas  yang memiliki pengetahuan kurang baik atau 60%. Dari 5 dokumen rekam medis pasien rawat inap terdapat 1 dokumen rekam medis yang lengkap atau 20% dan terdapat 4 dokumen rekam medis yang tidak lengkap atau 80%. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kelengkapan pengisian  dokumen rekam medis adalah meningkatkan pengetahuan petugas rekam medis tentang kriteria kelengkapan pengisian dokumen rekam medis dan review kelengkapan isi rekam medis.   Kata Kunci : Pengetahuan, kelengkapan pengisian dokumen rekam medis
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEAKTIFAN KUNJUNGAN KE POSYANDU PADA IBU BALITA DI DESA KLAMPOK REJO KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI Katmini -
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.163

Abstract

Dukungan  sosial  sangatlah  penting  bagi  masyarakat  atau  pun  bagi  ibu  balita,  dukungan  atau  bantuan yang berasal dari orang yang memiliki hubungan sosial akrab dengan individu yang menerima bantuan. Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  dukungan  sosial  terhadap  keaktifan kunjungan  ke  posyandu  pada  ibu  balita  di  Dusun  Klampok  Rejo  Kabupaten  Kedir.  Desain  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  desain  analitik  korelasional  (correlational  study)  dengan pendekatan  retrospective    Dalam  penelitian  ini  populasinya  adalah    ibu  balita  dengan  mengkaji kunjungan  ke  posyandu  selama  12  bulan  sebelumnya,  dengan  jumlah  sampel 52  responden.  Instrumen yang  digunakan  adalah  lembar  kuesioner  dan  observasi. Data  yang  terkumpul  disajikan  dalam bentuk tabel dan diagram, untuk mengetahui hubungan variabel digunakan uji Statistik Uji Koefisien Kontigensi. Hasil  penelitian  yang  digunakan  terhadap  52  responden menunjukkan  karekterististik  responden berdasarkan dukungan  sosial  dengan  keefektifan  posyandu  sebagian  besar 30 responden  (57,6%). Dengan  kategori  cukup responden  dengan Keaktifan  Kunjungan  ke  Posyandu,  didapatkan  keaktifan kunjungan  ke  posyandu  yg  aktif  35 responden  (67,3%).  Hasil  uji  statistik  menunjukkan  bahwa  nilai signifikan  didapatkan (p<  0,000). Sehingga  H1  diterima. Jadi  ada  hubungan  yang  signifikan  antara Dukungan Sosial dengan Keaktifan Kunjungan ke Posyandu Pada Balita ke Posyandu Pada Ibu Balita di Dusun  Klampok  Rejo  Kecamatan  Badas  Kabupaten  Kediri. Dengan  adanya  dukungan  sosial  keluarga dapat  memberikan  motivasi kepada  ibu  posyandu  sehingga,kunjungan  ke  posyandu  bisa  efektif  dan berjalan ssesuai dengan peraturan yang berlaku. Kata kunci : dukungan sosial, keefektifan kunjungan ke posyandu, ibu balita
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENETAPAN PELAYANAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN PADA UNIT GAWAT DARURAT Agung Suryadi
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.164

Abstract

Layanan kesehatan adalah salah satu jenis layanan publik yang merupakan ujung tombak dalam pembangunan  kesehatan  masyarakat.  Pelayanan yang  paripurna dalam  bidang  kesehatan adalah suatu hal yang wajib diberikan oleh instansi kesehatan terhadap pasien. Hal tersebut selaras dengan peraturan pemerintah  yang  tertuang dalam  Undang-Undang  Nomor  23  tahun1992  tentang kesehatan,  Yang menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.  Ketepatan pengambilan keputusan dari suatu identifikasi data dalam dunia kesehatan sangatlah penting  bagi  pasien  maupun  Rumah  Sakit.  Salah  satunya  adalah  pelayanan  pasien  di  Unit  Gawat Darurat (UGD) yang sering diibaratkan sebagai “pintu gerbang” bagi rumah sakit yang memiliki peran penting  dalam  pelayanan  di  Rumah  Sakit,  sehingga  pada  bagian  ini  dituntut  untuk  lebih  meningkatkan mutu  dalam  pelayanan  terhadap  pasien.  Kebijakan  pemerintah  terkait  dengan keanggotaan  Badan Penyelengga Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan)  dapat mempengaruhi prosentase kunjungan pasien yang berobat ke Rumah Sakit. Jumlah peserta BPJS hingga 1 september 2016 mencapai 168.512.237 jiwa, hal tersebut  memberi  dampak  meningkatnya  jumlah  kunjungan  pasien  di  rumah  sakit,  sehingga  pihak menajemen rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal. Dengan  meningkatnya  jumlah  kunjungan  tersebut  pada  bagian  unit  gawat  darurat  sebaiknya dapat memberikan informasi terkait penyakit seorang pasien dengan baik. Salah satu contoh tugas yang dilakukan  di  UGD  adalah  pemberian  rekomendasi  pasien  dalam  pelayanan  rawat  inap  maupun  rawat jalan kepada pasien dengan menganalisis kondisi awal pasien, apabila gejala yang dialami pasien dinilai tidak terlalu beresiko maka dapat disarankan untuk rawat jalan, begitu pula sebaliknya.  Didasari dari keterangan diatas, rumah sakit membutuhkan sebuah system pendukung keputusa (SPK)  yang  dapat  memprediksi  atau  dapat  membantu  klinisi  dalam  penetapan  kunjungan  keperawatan terhadap  pasien  sehingga  pasien  dapat  ditangani  dengan  cepat  dan  tepat.  Selain  itu  SPK  dapat mempermudah pelayanan terhadap pasien khususnya  dalam hal pelayanan informasi. Kata Kunci : UGD, SPK, Rawat Inap, Rawat Jalan
PENGALAMAN IBU BALITA MENGGUNAKAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK DALAM PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA DI KOTA DENPASAR Ni Made Dwi Mahayati
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.165

Abstract

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) adalah buku catatan kesehatan yang dapat digunakan bagi ibu semenjak  hamil  dan  anak  sampai  usia  lima  tahun  sebagai  alat  untuk  mendeteksi  secara  dini  gangguan atau    masalah  kesehatan.  Bagian  anak  pada  buku  KIA  menyediakan  informasi  penting  untuk  penilaian kesehatan  anak  termasuk  pertumbuhan  dan  perkembangan  anak.  Buku  KIA  disediakan  gratis  oleh pemerintah  dan  diharapkan  dapat  meningkatkan  pengetahuan  dan  pemahaman  ibu,  keluarga,  serta masyarakat sehingga disarankan memakai buku KIA sampai anak berumur lima tahun. Data nasional dan provinsi  Bali  menunjukkan  kepemilikan  buku  KIA  pada  balita  kurang  optimal  jika  dipandang  dari kemudahan mendapatkan buku KIA secara gratis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang  pengalaman  ibu  balita  menggunakan  buku  KIA.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang yang berada di  wilayah  Kota  Denpasar.  Hasil  wawancara  pada  partisipan  didapatkan  informasi  tentang  berbagai perasaan,  persepsi,  pemahaman  dan  pengetahuan  ibu  tentang  buku  KIA,  hambatan  yang  ditemukan, kelebihan dan kekurangan yang dirasakan, dan pengelolaan buku KIA yang diharapkan. Hasil penelitian ini  diharapkan  dapat  digunakan  sebagai  acuan  dalam  upaya  peningkatan  kualitas  pelayanan  dalam bidang KIA serta mampu memberikan manfaat dalam meningkatkan penggunaan buku KIA.   Kata Kunci: balita, buku KIA, fenomenologi, pengalaman

Page 8 of 24 | Total Record : 234


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue