Articles
234 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAMANAN BERKAS REKAM MEDIS BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUKOHARJO)
Novita Yuliani
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v6i2.146
Pengelolaan rekam medis merupakan salah satu bentuk dari pelayanan penunjang medis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa sajakan yang mempengaruhi keamanan berkas rekam medis berdasarkan peraturan perundang-undangan di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui penyimpanan berkas rekam medis pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo, Mengetahui pengelolaan berkas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo, Mengetahui keamanan berkas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif.. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas rekam medis di RSUD Sukoharjo di ruang filing berjumlah 6 petugas rekam medis. Variabel penelitian ini adalah penyimpanan berkas rekam medis, pengelolaan berkas rekam medis, pemeliharaan berkas rekam medis, keamanan berkas rekam medis, kebijakan/ Protap keamanan berkas rekam medis berdasarkan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: konstruksi bangunan pada rak penyimpanan belum sesuai standar prasarana di rumah sakit. Hal ini disebabkan banyak dokumen rekam medis yang tergeletak dimeja dan tidak cukup raknya, berkas rekam medis pasien di ruang penyimpanan belum bisa tertata rapi, pengelolaan berkas rekam medis dilakukan dengan cara membersihkan ruangan penyimpanan dan berkas rekam medis sebulan sekali, pemeliharaan berkas rekam medis di ruang penyimpanan dilakukan dengan cara mengatur suhu ruangan dan peneranga yang cukup. Kata Kunci: keamanan, berkas rekam medis, rumah sakit.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN INFORMED CONSENT SEBELUM TINDAKAN OPERASI DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD DR. MOEWARDI
Devi Pramita Sari
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v6i2.147
Informed consent didefinisikan sebagai persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Survei awal pendahuluan melakukan wawancara dengan 4 orang pasien dan keluarga pasien operasi yang di berikan informed consent diketahu bahwa ada beberapa penjelasan yang belum lengkap mengenai bentuk tindakan, tujuan tindakan, risiko tindakan, manfaat tindakan dan alternative tindakan serta hal-hal yang berkaitan dengan tindakan yang akan diberikan kepada pasien operasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan pemberian informed consent sebelum tindakan operasi di RSUD Dr.Moewardi. Penelitian ini dilakukan menggunakan survei deskriptif metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional study. Obyek penelitian adalah kepuasan pasien dan pemberian informed consent sebelum tindakan operasi. Subyek penelitian diambil secara purposive sampling dengan populasi seluruh pasien dan sampel sebanyak 51 responden di Bangsal Mawar RSUD Dr. Moewardi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan uji hubungan chi-square. Hasil penelitian ini adalah Responden sebagian besar menyatakan baik untuk pemberian informed consent sebelum tindakan operasi sebanyak 45 orang dan responden sebagian menyatakan puas sebanyak 46 orang. Berdasarkan hasil uji Chi-Square hitung>Chi Square tabel (12,428>3,841) dan signifikansi p sebesar 0,009 (p<0,05) maka Ho ditolak. Ada hubungan antara pemberian informed consent sebelum tindakan operasi dengan kepuasan pasien di RSUD Dr. Moewardi.Kesimpulan ada hubungan antara pemberian informed consent sebelum tindakan operasi dengan kepuasan pasien di RSUD Dr. Moewardi. Saran sebaiknya meneliti tentang faktor-faktor pentingnya pemberian informed consent.Kata kunci : Informed Consent, Tindakan Operasi, Kepuasan, Pasien
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RS Dr. MOEWARDI SURAKARTA
Shinta Dwi Andarini;
Istiqomah Risa Wahyuningsih
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v6i2.148
Latar Belakang: Penyebab utama kematian ibu di Indonesia disamping perdarahan dan infeksi adalah preeklampsia atau eklampsia dan merupakan penyebab kematian perinatal yang tinggi. Angka kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota sebesar 116,34/100.000 kelahiran hidup. Di RS Dr. Moewardi kasus preeklampsia berat sebanyak 468 kasus, dengan ibu meninggal sebanyak 8 jiwa. Tujuan: untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu bersalin dengan preeklampsia berat di RS Dr. Moewardi. Metode Penelitian: metode penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan teknik sampling Simple random sampling. Subyek penelitian ini adalah ibu bersalin dengan preeklampsia berat tahun 2013 sebanyak 47 responden dari total populasi 468. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariate. Hasil: Berdasarkan umur responden mayoritas berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 63,8%. Berdasarkan paritas mayoritas responden merupakan multipara yaitu sebanyak 63,8%. Berdasarkan kejadian kehamilan ganda mayoritas responden tidak mengalami kejadian kehamilan ganda sebanyak 91,5%. Berdasarkan kejadian Diabetes Melitus Gestasional mayoritas responden tidak mengalami kejadian Diabetes Melitus Gestasional sebanyak 83,0%. Berdasarkan kejadian bayi besar mayoritas responden tidak terdapat kejadian Bayi Besar sebanyak 89,4%. Simpulan: Gambaran karakteristik responden sebagai berikut: mayoritas berumur 20-35 tahun, mayoritas merupakan multipara, mayoritas responden tidak mengalami kejadian kehamilan ganda, mayoritas responden tidak mengalami kejadian Diabetes Melitus Gestasional, mayoritas responden tidak terdapat kejadian Bayi Besar. Kata Kunci: Karakteristik, Preeklampsia Berat
PENGARUH DETOKSIFIKASI MIKROBA POSITIF PADA USUS TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN
Hutari Puji Astuti;
Deny Eka Widyastuti;
Erlyn Hapsari
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v6i2.149
Telah dilakukan penelitian pengaruh detoksifikasi mikroba positif pada usus terhadap penurunan berat badan, yang diujikan pada mencit jantan Mus musculus strain Balb C.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan bobot badan dari mikroba positif yang diambil dari ekstrak kombucha. Sebanyak 30 ekor mencit jantan Mus musculus strain Balb C dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, kelompok I-A dan I-B diberi perlakuan 1 kali sehari, kelompok 2-Adan 2-B diberi perlakuan 2 kali sehari dan kelompok 3-A dan 3-B diberi perlakuan 3 kali sehari. Sebelum perlakuan mencit digemukkan terlebih dahulu selama 2 minggu kemudian di timbang berat penggemukan dan kadar kolesterolnya. Kemudian masing-masing mencit diberikan perlakuan setiap hari secara oral dengan takaran 0,2 ml/30 gram BB dilanjutkan dengan penimbangan berat badan setiap minggu selama 4 minggu berturut-turut dan pengecekan kadar kolesterol pada akhir perlakuan. Hasil penelitian yang dilakukan selama 4 kali perlakuan menunjukkan bahwa, pemberian ekstrak kombucha ada pengaruh terhadap penurunan berat badan pada semua kelompok perlakuan. Dengan hasil analisa uji T – Test antara pretest dan postest pemberian ekstrack kombucha menunjukan hasil yang signifikan terhadap penurunan berat badan pada mencit jantan Mus musculus strain Balb C, dengan nilai signifikan < 0,05.Sedangkan kadar cholesterol pada pengecekan akhir juga menunjukkan adanya penurunan di semua kelompok perlakuan. Tetapi untuk kelompok dengan perlakuan dosis yang sedikit yaitu kelompok I-A dan I-B dan kelompok 2-Adan 2-B ada yang mengalami peningkatan kadar cholesterol sekitar 30 % dari dua kelompok perlakuan tersebut. Kata kunci : Detoksifikasi, mikroba positif, berat badan
EVALUASI PENERAPAN SISTEM KOMPUTERISASI PENDAFTARAN PASIEN DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) SURAKARTA
Nopita Cahyaningrum
Jurnal Infokes Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v6i2.150
Pendaftaran pasien di BBKPM Surakarta menggunakan sistem komputerisasi ada beberapa kendala yaitu antrean pasien yang banyak dikarenakan pe tugas harus menginputkan pemeriksaan penunjang pasien, ada kalanya server sistem pendaftaran pasien eror dan tidak terintegrasi pada sistem BPJS. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi Sistem Komputerisasi Pendaftaran Pasien di BBKPM Surakarta dengan menggunakan HOT Fit model. Metode deskriptif dengan pendekatan crossectional. Pengumpulan data dengan wawancara kepada 5 petugas pendaftaran, 1 KaSie Penunjang Kesehatan, dan 1 petugas Bagian IT. Hasil penelitian diketahui Pendaftaran di BBKPM Surakarta menggunakan sistem komputerisasi SIMKES sudah berjalan dengan baik. Faktor manusia dengan segi penggunaan sistem rutin digunakan setiap hari pada jam kerja, sudah ada bagian khusus yang menangani sistem informasi pendaftaran pasien, pelatihan khusus mengenai aplikasi sistem pendaftaran sudah pernah dilakukan pada awal mula sistem akan digunakan. Sumber daya manusia dilihat dari latar belakang pendidikan, petugas pendaftaran sudah sesuai dengan job description. Faktor Organisasi pada sistem komputerisasi pendaftaran secara keseluruhan mendukung sistem yang ada sekarang dan komunikasi antara pimpinan dan pengguna sistem berjalan dengan baik. Faktor Teknologi sistem komputerisasi pendaftaran mengenai kemudahan menggunakan sistem dan kemudahan untuk mengakses sistem ini ditinjau dari hardware dan software masih ada kendala pada jaringan internet, sehingga kemudahan untuk mengakses sistem ini di saat jam pelayanan. Ditinjau dari segi respon waktu dari performa dari sistem informasi pelayanan pendaftaran yaitu output sistem ini menghasilkan laporan secara keseluruhan jumlah kunjungan pasien di BBKPM Surakarta. Untuk keamanan dari sistem komputerisasi pendaftaran ini sudah ada perlindungan terhadap penggunaan oleh pihak yang tidak berwenang dengan adanya user name dan pasword untuk masing-masing petugas. Kata Kunci : Sistem Komputerisasi Pendaftaran, Metode Hot Fit model
STUDI FENOMENOLOGI: FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN WANITA USIA SUBUR TIDAK MENJALANI DETEKSI KANKER SERVIKS DENGAN TES INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PROVINSI BALI
Ni Wayan Suarniti
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.161
Kanker serviks merupakan keganasan yang tejadi pada leher rahim (serviks) dan disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Berdasarkan International Agency for Research on Cancer (IARC), kanker serviks menempati urutan kedua dari seluruh kanker pada perempuan dengan insidensi 9,7% dan jumlah kematian 9,3% dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meningkatnya kejadian kanker serviks terutama disebabkan masih rendahnya perilaku sehat wanita usia subur (WUS) untuk deteksi dini kanker serviks. Perilaku sehat WUS dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab WUS tidak menjalani deteksi dini kanker serviks dengan tes IVA. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam pada lima responden yang ditetapkan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang menyebabkan WUS tidak menjalani deteksi dini kanker serviks dengan tes IVA meliputi faktor internal, faktor eksternal, dan pengelolaan program IVA. Faktor internal meliputi kegiatan WUS, kesempatan, perasaan dan kemandirian. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga dan faktor sosial. Pengelolaan program IVA meliputi promosi kegiatan dan sumber informasi. Simpulan: Faktor-faktor yang menyebabkan WUS tidak menjalani deteksi kanker serviks dengan tes IVA yaitu faktor internal, faktor eksternal dan pengelolaan program IVA. Kata Kunci: Faktor internal dan eksternal, Program IV
HUBUNGAN PENGETAHUAN PETUGAS REKAM MEDIS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AMANAH IBU SURAKARTA
Hesty Latifa Noor
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.162
Pengetahuan tenaga rekam medis maupun dokter mengenai kelengkapan sangat penting. Lengkap dan tidaknya rekam medis tidak lepas dari peran serta petugas rekam medis. Ketidaklengapan pengisian rekam medis bisa merugikan rumah sakit apabila sewaktu-waktu bisa terjadi tuntutan hukum bagi pihak rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu petugas rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Amanah Ibu Surakarta berjumlah 5 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan petugas rekam medis dan variabel terikat adalah kelengkapan pengisian dokumen rekam medis. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner. Data tersebut akan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square diolah dengan menggunakan program Statistical Program for Sosial Science versi 20 diperoleh hasil nilai p= 0,40 > 0.05 sehingga kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan petugas rekam medis dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Ibu dan Anak Amanah Ibu Surakarta. Dari 5 petugas rekam medis terdapat 2 petugas yang memiliki pengetahuan baik atau 40% dan terdapat 3 petugas yang memiliki pengetahuan kurang baik atau 60%. Dari 5 dokumen rekam medis pasien rawat inap terdapat 1 dokumen rekam medis yang lengkap atau 20% dan terdapat 4 dokumen rekam medis yang tidak lengkap atau 80%. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis adalah meningkatkan pengetahuan petugas rekam medis tentang kriteria kelengkapan pengisian dokumen rekam medis dan review kelengkapan isi rekam medis. Kata Kunci : Pengetahuan, kelengkapan pengisian dokumen rekam medis
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEAKTIFAN KUNJUNGAN KE POSYANDU PADA IBU BALITA DI DESA KLAMPOK REJO KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI
Katmini -
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.163
Dukungan sosial sangatlah penting bagi masyarakat atau pun bagi ibu balita, dukungan atau bantuan yang berasal dari orang yang memiliki hubungan sosial akrab dengan individu yang menerima bantuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap keaktifan kunjungan ke posyandu pada ibu balita di Dusun Klampok Rejo Kabupaten Kedir. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik korelasional (correlational study) dengan pendekatan retrospective Dalam penelitian ini populasinya adalah ibu balita dengan mengkaji kunjungan ke posyandu selama 12 bulan sebelumnya, dengan jumlah sampel 52 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel dan diagram, untuk mengetahui hubungan variabel digunakan uji Statistik Uji Koefisien Kontigensi. Hasil penelitian yang digunakan terhadap 52 responden menunjukkan karekterististik responden berdasarkan dukungan sosial dengan keefektifan posyandu sebagian besar 30 responden (57,6%). Dengan kategori cukup responden dengan Keaktifan Kunjungan ke Posyandu, didapatkan keaktifan kunjungan ke posyandu yg aktif 35 responden (67,3%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikan didapatkan (p< 0,000). Sehingga H1 diterima. Jadi ada hubungan yang signifikan antara Dukungan Sosial dengan Keaktifan Kunjungan ke Posyandu Pada Balita ke Posyandu Pada Ibu Balita di Dusun Klampok Rejo Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Dengan adanya dukungan sosial keluarga dapat memberikan motivasi kepada ibu posyandu sehingga,kunjungan ke posyandu bisa efektif dan berjalan ssesuai dengan peraturan yang berlaku. Kata kunci : dukungan sosial, keefektifan kunjungan ke posyandu, ibu balita
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENETAPAN PELAYANAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN PADA UNIT GAWAT DARURAT
Agung Suryadi
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.164
Layanan kesehatan adalah salah satu jenis layanan publik yang merupakan ujung tombak dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Pelayanan yang paripurna dalam bidang kesehatan adalah suatu hal yang wajib diberikan oleh instansi kesehatan terhadap pasien. Hal tersebut selaras dengan peraturan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun1992 tentang kesehatan, Yang menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketepatan pengambilan keputusan dari suatu identifikasi data dalam dunia kesehatan sangatlah penting bagi pasien maupun Rumah Sakit. Salah satunya adalah pelayanan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) yang sering diibaratkan sebagai “pintu gerbang” bagi rumah sakit yang memiliki peran penting dalam pelayanan di Rumah Sakit, sehingga pada bagian ini dituntut untuk lebih meningkatkan mutu dalam pelayanan terhadap pasien. Kebijakan pemerintah terkait dengan keanggotaan Badan Penyelengga Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) dapat mempengaruhi prosentase kunjungan pasien yang berobat ke Rumah Sakit. Jumlah peserta BPJS hingga 1 september 2016 mencapai 168.512.237 jiwa, hal tersebut memberi dampak meningkatnya jumlah kunjungan pasien di rumah sakit, sehingga pihak menajemen rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan tersebut pada bagian unit gawat darurat sebaiknya dapat memberikan informasi terkait penyakit seorang pasien dengan baik. Salah satu contoh tugas yang dilakukan di UGD adalah pemberian rekomendasi pasien dalam pelayanan rawat inap maupun rawat jalan kepada pasien dengan menganalisis kondisi awal pasien, apabila gejala yang dialami pasien dinilai tidak terlalu beresiko maka dapat disarankan untuk rawat jalan, begitu pula sebaliknya. Didasari dari keterangan diatas, rumah sakit membutuhkan sebuah system pendukung keputusa (SPK) yang dapat memprediksi atau dapat membantu klinisi dalam penetapan kunjungan keperawatan terhadap pasien sehingga pasien dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu SPK dapat mempermudah pelayanan terhadap pasien khususnya dalam hal pelayanan informasi. Kata Kunci : UGD, SPK, Rawat Inap, Rawat Jalan
PENGALAMAN IBU BALITA MENGGUNAKAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK DALAM PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA DI KOTA DENPASAR
Ni Made Dwi Mahayati
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.165
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) adalah buku catatan kesehatan yang dapat digunakan bagi ibu semenjak hamil dan anak sampai usia lima tahun sebagai alat untuk mendeteksi secara dini gangguan atau masalah kesehatan. Bagian anak pada buku KIA menyediakan informasi penting untuk penilaian kesehatan anak termasuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Buku KIA disediakan gratis oleh pemerintah dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu, keluarga, serta masyarakat sehingga disarankan memakai buku KIA sampai anak berumur lima tahun. Data nasional dan provinsi Bali menunjukkan kepemilikan buku KIA pada balita kurang optimal jika dipandang dari kemudahan mendapatkan buku KIA secara gratis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengalaman ibu balita menggunakan buku KIA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang yang berada di wilayah Kota Denpasar. Hasil wawancara pada partisipan didapatkan informasi tentang berbagai perasaan, persepsi, pemahaman dan pengetahuan ibu tentang buku KIA, hambatan yang ditemukan, kelebihan dan kekurangan yang dirasakan, dan pengelolaan buku KIA yang diharapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan dalam bidang KIA serta mampu memberikan manfaat dalam meningkatkan penggunaan buku KIA. Kata Kunci: balita, buku KIA, fenomenologi, pengalaman