Articles
234 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN PELAYANAN PENDAFTARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AMANAH IBU SURAKARTA
Lilik Anggar Sri Rahayuningsih
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.166
Kecepatan Pelayanan dirumah sakit dapat mempengaruhi kepuasan pasien yang sering tidak dihiraukan oleh rumah sakit berdasarkan dengan standart yang ada sehingga mengakibatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit menjadi menurun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Metode penarikan sampel dengan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Amanah Ibu Surakarta tahun 2016 berjumlah 30 orang. Variabel bebas adalah kepuasan pasien dan variabel terikat adalah Kecepatan pelayanan. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner. Data tersebut akan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square diolah dengan menggunakan program Statistical Program for Sosial Science versi 20 diperoleh hasil nilai p= 0,068 > 0.05 sehingga kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara kecepatan pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit ibu dan anak amanah ibu Surakarta. Kecepatan pelayanan bukan merupakan salah satu penyebab kepuasan pasien di rumah sakit tersebut, akan tetapi keramahan petugas dan sarana prasarana menjadi alasan pasien merasa puas walaupun harus menunggu lama. Responden puas sebanyak 80%. Harapan dari penelitian ini rumah sakit bisa memperbaiki penjadwalan dokter jaga sehingga mengurangi waktu tunggu pasien rawat jalan. Kata Kunci: Kecepatan, kepuasan pasien rawat jalan.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TINGKAT IV SLAMET RIYADI SURAKARTA
Aditya Kurniawan
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.167
Keberadaan rumah sakit masih sering kali menjadi sorotan masyarakat. Instansi ini mesti siap memberikan layanan maksimal jika ingin mendapat penilaian positif masyarakat. Tapi kenyataan dilapangan pelayanan rumah sakit yang maksimal selama ini masih terkesan sulit didapatkan warga ketika hendak berobat atau pelayanan lainya.. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif analitik, yakni menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan secara “cross sectional” pada bulan Maret 2015 dengan sampel sejumlah 94 responden. Hasil penelitian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan ada hubungan bermakna antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien. Saran yang diberikan agar pihak rumah sakit memberikan prioritas pencermatan dan pengembangan yang utama berdasarkan dimensi layanan kesehatan yang dinyatakan sangat penting karena dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kata Kunci : : Kepuasan, pasien, mutu pelayanan kesehatan
PENGARUH METODE PROSPECTIVE PAYMENT TERHADAP MUTU PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA
Linda Widyaningrum
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.168
Prospective Payment System merupakan sistem pembayaran pada sistem pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun dokter dalam jumlah yang ditetapkan sebelum pelayanan medik dilaksanakan tanpa memperhatikan tindakan medik atau lamanya perawatan dirumah sakit (Sulastomo, 2007). Kelebihan dari sistem ini diantaranya biaya operiasional yang rendah, serta meningkatkan efisiensi. Harapan dari sistem ini agar kesehatan masyarakat terjamin akan kesehatanya. Karena dengan sistem ini masyarakat dengan membayar premi diawal apabila sakit tidak memikirkan biaya yang sangat mahal untuk membayar rumah sakit. Pencapain kesehatan masyarakat secara menyeluruh (Universal Coverage). Tujuan penelitian menganalisis pengaruh metode prospective payment terhadap mutu pelayanan pasien rawat inap di rumah sakit umum daerah kota surakarta. Sampel yang digunakan adalah 24 responden denga accidental sampling pasien kelas 2 di RSUD Kota Surakarta. Hasil penelitian tidak ada hubungan prospective pyment dengan kepuasan pasien. Saran yang diberikan untuk RSUD Surakarta adalah menjaga kualitas pelayanan yang sudah dilaksanakan karena pelayana yang diberikan berdasrkan hasil penelitian sudah memuaskan dengan tidak membedakan jenis pembayaran yang dipakai oleh pasien Kata Kunci : Prospective Payment System, BPJS, Kepuasan
HUBUNGAN KONSISTENSI PENULISAN DIAGNOSIS UTAMA PADA LEMBAR RM 1 DAN RESUME KELUAR DENGAN AKURASI PEMILIHAN KODE PADA KASUS PERSALINAN DI RSUD KOTA SURAKARTA
Yeni Tri Utami
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.169
Tenaga medis sebagai pemberi pelayanan utama pada pasien bertanggung jawab atas kelengkapan dan kebenaran data, khususnya data klinik, yang tercantum dalam dokumen rekam medis seperti halnya diagnosis pasien. Beberapa hal yang dapat menyulitkan petugas koding antara lain penulisan diagnosis tidak lengkap dan tidak terbaca, penulisan diagnosis tidak konsisten, penggunaan singkatan atau istilah tidak baku sehingga menyebabkan petugas koding salah dalam menetapkan kode diagnosis utamanya. Akurasi kode diagnosis utama sangat penting karena berkaitan dengan biaya terutama untuk pasien dengan menggunakan jaminan kesehatan, apabila petugas koding salah dalam menetapkan kode diagnosis utama dapat menyebabkan perbedaan biaya atau bahwa dapat menyebabkan rumah sakit mengalami kerugian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan konsistensi penulisan diagnosis utama pada lembar RM 1 dan Resume keluar dengan akurasi pemilihan kode pada kasus persalinan di RSUD Kota Surakarta. Metode : Metode penelitian menggunakan Retrospektif dengan Sampel yang digunakan adalah 50 DRM kasus persalinan dengan teknik secara acak sistematik yang diambil pada bulan November 2016. Hasil : Tidak ada hubungan secara signifikan antara kekonsistensian penulisan diagnosis utama pada lembar RM 1 dan Resume keluar dengan akurasi pemilihan kode pada kasus persalinan, diperoleh dari hasil perhitungan chi square nilai sig 0,365 ( > 0.05). Kata Kunci: Konsistensi, Diagnosis utama, Akurasi kode
IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN DI SULAWESI TENGGARA
Darmawan -;
Izzati Muhimmah;
Kariyam -
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i1.170
Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dan efisiensi dengan menggerakkan potensi seluruh masyarakat. Konsep kesehatan masyarakat berkaitan dengan perubahan perilaku sehat dan akan lebih terbentuk dan bertahan lama bila dilandasi kesadaran sendiri (internalisasi) sehingga konsep upaya sehat dari oleh dan untuk masyarakat sangat tepat di terapkan.Untuk melihat kondisi kesehatan pada suatu masyarakat dilihat dari derajat kesehatannya, semakain baik derajat kesehatannya maka semakin baik kondisi kesehatan masyarakat. Dalam derajat kesehatan masyarakat, terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan. Indikator-Indikator tersebut pada umumnya tercermin dalam kondisi morbiditas (angka kematian), mortalitas (angka kesakitan) dan status gizi, serta upaya kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengelompokan kecamatan di Sulawesi Tenggara berbasis indikator kesehatan. Serta Untuk mengetahui profil kelompok kecamatan di Sulawesi Tenggara. Populasi penelitian adalah seluruh kecamatan di Sulawesi Tenggara. Analisis Statistik yang digunakan adalah analisis dengan metode K-Means dan uji rata-rata dua populasi.Teknik clustering merupakan sebuah teknik pengelompokan sejumlah data/obyek ke dalam cluster (group) sehingga dalam setiap cluster akan berisi data yang semirip mungkin. Pada penelitian ini, teknik clustering tersebut akan diterapkan pada dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik clustering akan mengelompokan kecamatan berdasarkan indikator masalah kesehatan, kecamatan-kecamatan yang dikelompokan berdasarkan indikator masalah kesehatan akan digunakan sebagai bahan analisis untuk mempermudah dinas kesehatan untuk pengambilan keputusan yang bertujuan untuk mempermudah dalam mencegah terjadinya masalah yang serius dalam masyarakat, dan dapat meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat. kata kunci : Derajat Kesehatan, Clustering, K-Means
DESAIN ANTARMUKA SISTEM PEMANTAUAN TERAPI OBAT HIPERTENSI DISERTAI DIABETES MELLITUS TIPE 2 PASIEN RAWAT INAP
Yunita Wisda;
Sri Kusumadewi
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i2.173
Antarmuka sistem merupakan sarana bagi orang (pengguna) sehingga dapat berinteraksi dengan program komputer, atau alat kompleks lainnya. Pengguna pada umumnya menggunakan media komputer untuk mempermudah kerja dan membantu pengambilan keputusan dalam suatu masalah, namun antarmuka yang rumit bisa menjadi faktor kegagalan sistem dalam melakukan kinerjanya (Nurlifa, 2014). Pemantauan terapi obat untuk penderita hipertensi yang disertai diabetes mellitus Tipe 2 diperlukan karena sangat rentan terkena gejala penyakit lain seperti jantung, paru dan gagal ginjal (Permana,2008). Berdasarkan penelitian pendahuluan diketahui bahwa kegiatan dan tahapan yang dilakukan dalam pemantauan terapi obat masih kurang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat desain antarmuka sistem pemantauan terapi obat hipertensi disertai diabetes mellitus tipe 2 pada pasien rawat inap yang efektif dan mudah digunakan untuk membantu apoteker dan dokter dalam membuat keputusan. Desain antarmuka berbasis website dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (Hypertext Prepocessor) yang digunakan secara luas dalam pembuatan dan pengembangan desain website. Hasil penelitian ini adalah sebuah desain antarmuka sistem pemantauan terapi obat hipertensi disertai diabetes mellitus tipe 2 bagi apoteker dan dokter yang efektif dan mudah digunakan sehingga dapat diterapkan di rumah sakit pada pasien rawat inap.Kata kunci : Hipertensi, antarmuka, rawat inap, sistem
ANALISIS UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS OLEH ODHA, DAN OHIDHA DI KABUPATEN BATANG
Dian Kusumawardani;
Uki Retno Budihastuti;
Mahendra Wijaya
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i2.175
Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan manajer kasus HIV, tetapi juga dilakukan oleh ODHA dan OHIDHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah upaya yang dilakukan ODHA dan OHIDHA dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian didapatkan bahwa ODHA dan OHIDHA berperan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dengan pemakaian kondom, rutin tes HIV bagi pasangan ODHA, tidak seks bebas, dan mengikuti program PPIA. Kata Kunci: HIV/AIDS, ODHA, OHIDHA
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA BABY BLUES SYNDROM PADA IBU NIFAS
Lina Wahyu Susanti;
Anik Sulistiyanti
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i2.178
Baby Blues Syndrom atau sering juga disebut Maternity Blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan afek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan dan memuncak pada hari ke tiga sampai kelima dan menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan. Angka kejadian Baby blues atau postpartum blues di Asia cukup tinggi dan bervariasi antara 26-85%, sedangkan di Indonesia angka kejadian Baby Blues atau postpartum blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan.Faktor yang ingin diteliti oleh peniliti adalah kesiapan kehamilan ibu, dukungan suami dan jenis persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kesiapan kehamilan dengan baby blues syndrom, menganalisis hubungan dukungan suami dengan baby blues syndrom dan menganalisis hubungan jenis persalinan dengan baby blues syndrom. Analisis data menggunakan Regresi Linear ganda yaitu uji yang digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan dua variabel independen atau lebih secara bersama-sama dengan satu variabel dependenPenelitian dilakukan terhadap 72 responden dengan hasil ada hubungan antara jenis persalinan dengan kejadian baby blues syndrome karena nilai signifikansi jenis persalinan 0,010 dengan nilai P-Value 0,005. Terdapat hubungan antara kesiapan ibu dengan baby blues syndrome karena didapatkan nilai siginifikansi kesiapan ibu adalah 0,36 dengan nilai P-value 0.05. Terdapat hubungan antara dukungan suami dengan baby blues syndrome karena nilai siginifikan dukungan suami sebesar 0,001 dengan nilai P-value 0,005. Ketiga factor tersebut memberikan kontribusi terhadap baby blues syndrome.Kata Kunci : Baby Blues Syndrom, Faktor Penyebab, Masa Nifas
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAY KONSELING KELUARGA BERENCANA PADA MATA KULIAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN KB
Yulia Rachmawati H;
Sunanto -;
Erna Handayani
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i2.180
AKBID Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Probolinggo merupakan lembaga pendidikan di bidang kesehatan di bawah naungan Pondok Pesantren, yang bertujuan untuk menghasilkan profesional kebidanan, berkualitas, dan mulia. Model pembelajaran role play adalah model pembelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa mengetahui makna self atau self (identitas) dalam dunia sosial yang akan menjadi kompetensi siswa dalam pencapaian kompetensi dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap.Desain penelitian menggunakan deskriptif kriptat. Sumber data adalah informan, dimana penelitian, dokumentasi. Data uji reliabilitas menggunakan triangulasi meliputi sumber, metode dan timin.Metode pengajaran role play konseling keluarga berencana adalah salah satu mata kuliah kerja (MKB) yang diadakan dalam peran pembelajaranMemainkan perencanaan konseling mengenai masalah pelayanan keluarga berencana, model pembelajaran perencanaan peran perencanaan konseling merupakan pengaruh yang besar karena siswa dapat menjadi lebih terampil dalam memberikan pelayanan pelayanan kebidanan layanan keluarga berencana.Merencanakan metode pembelajaran bermain peran yang telah terstruktur perencanaan konseling adalah GBPP, silabus dan rencana pelajaran mengenai masalah konseling keluarga berencana dan sudah berjalan dengan baik. Pelaksanaan role play sudah tepat, sudah ada siswa yang baik dan masih ada yang kurang. Kendala dalam bermain peran belajar konseling siswa KB kurang motivasi dan kurang aktif, kurang percaya diri pada siswa dan dukungan karena sibuknya pembimbing sehingga pembimibng sering datang dengan kendala dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan redemonstrasi dengan CTU (Contraseption Technology Update).Kata kunci: Belajar Bermain Peran, Konseling KB
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SELF CARE TERHADAP STATUS NUTRISI PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
Hermawati -
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v7i2.181
Latar Belakang: Hemodialisa adalah salah satu terapi yang digunakan pada pasien dengan gagal ginjal kronik. Pasien hemodialisa sering mengalami malnutrisi Penilaian status nutrisi merupakan komponen utama dalam evaluasi dan penatalaksanaan pasien, untuk meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Salah satu pencegahannya yaitu dengan meningkatkan kemampuan self care pasien dalam mengelola diet nutrisi. Tujuan penelitian: Mendeskripsikan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan minimal self care terhadap status nutrisi pada pasien yang menjalani hemodialisa. Metode Penelitian: Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan consecutive sampling. Populasi yang digunakan adalah pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel berjumlah 60 responden dan dibagi menjadi 3 kelompok yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independent yang diteliti dicantumkan melalui kuesioner demografi serta menggunakan modifikasi kuesioner self care of CKD index. Hasil penelitian: pvalue pada kelompok intervensi menunjukkan signifikan dengan makna nilai r bahwa semakin baik self care akan meningkatkan status nutrisi.Kesimpulan: Hasil pada penelitian ini tidak menunjukkan Terdapat hubungan yang bermakna antara self care dengan status nutrisi dengan hasil yang menunjukkan bahwa semakin baik self care akan meningkatkan status nutrisi.Kata Kunci : Status nutrisi, Self care