cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 234 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN PELAYANAN PENDAFTARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AMANAH IBU SURAKARTA Lilik Anggar Sri Rahayuningsih
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.166

Abstract

Kecepatan  Pelayanan dirumah  sakit  dapat  mempengaruhi  kepuasan  pasien  yang sering  tidak  dihiraukan oleh  rumah  sakit  berdasarkan  dengan  standart  yang  ada  sehingga  mengakibatkan  mutu  pelayanan  di Rumah  Sakit  menjadi  menurun.  Jenis penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Metode penarikan sampel dengan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Amanah Ibu Surakarta tahun  2016 berjumlah 30  orang.  Variabel bebas adalah kepuasan  pasien dan  variabel terikat adalah Kecepatan  pelayanan.  Pengumpulan  data  menggunakan  observasi,  wawancara  dan  kuesioner. Data tersebut akan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square diolah dengan menggunakan program Statistical Program for Sosial Science versi 20 diperoleh hasil nilai p= 0,068 > 0.05 sehingga kesimpulan dari  penelitian  ini  yaitu  tidak  ada  hubungan  antara  kecepatan  pelayanan  pendaftaran  dengan  kepuasan pasien  rawat  jalan  di  rumah  sakit  ibu  dan  anak  amanah ibu  Surakarta.  Kecepatan  pelayanan  bukan merupakan salah satu penyebab kepuasan pasien di rumah sakit tersebut, akan tetapi keramahan petugas dan  sarana  prasarana  menjadi  alasan  pasien  merasa  puas  walaupun  harus  menunggu  lama.  Responden puas  sebanyak 80%. Harapan  dari penelitian  ini  rumah  sakit bisa  memperbaiki  penjadwalan dokter  jaga sehingga mengurangi waktu tunggu pasien rawat jalan. Kata Kunci: Kecepatan, kepuasan pasien rawat jalan.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TINGKAT IV SLAMET RIYADI SURAKARTA Aditya Kurniawan
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.167

Abstract

Keberadaan  rumah  sakit  masih  sering  kali  menjadi  sorotan  masyarakat.  Instansi  ini  mesti  siap memberikan  layanan  maksimal  jika  ingin  mendapat  penilaian  positif  masyarakat.  Tapi  kenyataan dilapangan  pelayanan  rumah  sakit  yang  maksimal  selama ini  masih  terkesan  sulit  didapatkan  warga ketika  hendak  berobat  atau  pelayanan  lainya..  Tujuan  penelitian  mengetahui  hubungan  antara  mutu pelayanan  kesehatan  dengan  kepuasan  pasien  Rawat  Jalan  di  Rumah  Sakit  Slamet  Riyadi  Surakarta. Jenis  penelitian  yang digunakan  deskriptif  analitik,  yakni  menganalisis  hubungan  mutu  pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan secara “cross sectional” pada bulan Maret  2015  dengan  sampel  sejumlah  94  responden.  Hasil  penelitian dari  dimensi  mutu pelayanan kesehatan ada  hubungan bermakna  antara  mutu  pelayanan  kesehatan dengan  kepuasan  pasien. Saran yang  diberikan agar  pihak  rumah  sakit  memberikan  prioritas  pencermatan  dan  pengembangan  yang utama  berdasarkan  dimensi  layanan  kesehatan  yang  dinyatakan  sangat  penting  karena  dapat mempengaruhi kepuasan pasien.  Kata Kunci : : Kepuasan, pasien, mutu pelayanan kesehatan
PENGARUH METODE PROSPECTIVE PAYMENT TERHADAP MUTU PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA Linda Widyaningrum
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.168

Abstract

Prospective  Payment  System merupakan    sistem  pembayaran  pada  sistem  pelayanan  kesehatan,  baik rumah sakit maupun dokter dalam jumlah yang ditetapkan sebelum pelayanan medik dilaksanakan tanpa memperhatikan  tindakan  medik atau  lamanya  perawatan  dirumah  sakit  (Sulastomo,  2007).  Kelebihan dari sistem ini diantaranya biaya operiasional yang rendah, serta meningkatkan efisiensi. Harapan dari sistem ini agar kesehatan masyarakat terjamin akan kesehatanya. Karena dengan sistem ini masyarakat dengan  membayar  premi  diawal  apabila  sakit  tidak  memikirkan  biaya  yang  sangat  mahal  untuk membayar  rumah  sakit.  Pencapain  kesehatan  masyarakat  secara  menyeluruh  (Universal  Coverage). Tujuan penelitian menganalisis pengaruh metode prospective payment terhadap mutu pelayanan pasien rawat  inap  di  rumah  sakit  umum  daerah  kota  surakarta.  Sampel  yang  digunakan  adalah  24  responden denga accidental sampling pasien kelas 2 di RSUD Kota Surakarta. Hasil penelitian tidak ada hubungan prospective  pyment  dengan  kepuasan  pasien. Saran  yang  diberikan  untuk  RSUD  Surakarta  adalah menjaga kualitas pelayanan yang sudah dilaksanakan karena pelayana yang diberikan berdasrkan hasil penelitian sudah memuaskan dengan tidak membedakan jenis pembayaran yang dipakai oleh pasien  Kata Kunci : Prospective Payment System, BPJS, Kepuasan
HUBUNGAN KONSISTENSI PENULISAN DIAGNOSIS UTAMA PADA LEMBAR RM 1 DAN RESUME KELUAR DENGAN AKURASI PEMILIHAN KODE PADA KASUS PERSALINAN DI RSUD KOTA SURAKARTA Yeni Tri Utami
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.169

Abstract

Tenaga  medis sebagai  pemberi  pelayanan  utama  pada pasien  bertanggung  jawab  atas  kelengkapan dan  kebenaran  data,  khususnya  data  klinik,  yang  tercantum  dalam  dokumen  rekam  medis  seperti  halnya diagnosis  pasien.  Beberapa  hal  yang  dapat  menyulitkan  petugas  koding  antara  lain  penulisan  diagnosis tidak  lengkap dan  tidak  terbaca,  penulisan  diagnosis  tidak  konsisten,  penggunaan  singkatan  atau  istilah tidak  baku  sehingga  menyebabkan petugas  koding salah dalam  menetapkan  kode  diagnosis  utamanya. Akurasi  kode  diagnosis  utama  sangat  penting  karena  berkaitan  dengan  biaya  terutama  untuk  pasien dengan menggunakan jaminan kesehatan, apabila petugas koding salah dalam menetapkan kode diagnosis utama  dapat  menyebabkan  perbedaan  biaya  atau  bahwa  dapat  menyebabkan  rumah  sakit  mengalami kerugian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan konsistensi penulisan diagnosis utama pada  lembar  RM  1  dan  Resume  keluar  dengan  akurasi  pemilihan kode  pada  kasus persalinan  di  RSUD  Kota  Surakarta. Metode  : Metode  penelitian  menggunakan  Retrospektif  dengan Sampel  yang  digunakan  adalah  50  DRM  kasus  persalinan  dengan  teknik  secara  acak  sistematik  yang diambil pada bulan November 2016. Hasil : Tidak ada hubungan secara signifikan antara kekonsistensian penulisan  diagnosis  utama  pada lembar  RM  1  dan  Resume  keluar  dengan akurasi  pemilihan kode  pada kasus persalinan, diperoleh dari hasil perhitungan chi square nilai  sig 0,365 ( > 0.05). Kata Kunci: Konsistensi, Diagnosis utama, Akurasi kode
IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN DI SULAWESI TENGGARA Darmawan -; Izzati Muhimmah; Kariyam -
Jurnal Infokes Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i1.170

Abstract

Kesehatan  masyarakat  adalah  ilmu  dan  seni  untuk  mencegah  penyakit memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dan efisiensi dengan menggerakkan potensi  seluruh  masyarakat.  Konsep  kesehatan  masyarakat  berkaitan  dengan perubahan  perilaku  sehat  dan  akan  lebih  terbentuk  dan  bertahan  lama  bila  dilandasi kesadaran  sendiri  (internalisasi)  sehingga konsep  upaya  sehat  dari  oleh  dan  untuk masyarakat  sangat  tepat  di  terapkan.Untuk  melihat  kondisi  kesehatan  pada  suatu masyarakat  dilihat  dari  derajat  kesehatannya,  semakain  baik  derajat  kesehatannya maka  semakin  baik  kondisi  kesehatan  masyarakat.  Dalam  derajat  kesehatan masyarakat,  terdapat  beberapa  indikator  yang  dapat  digunakan.  Indikator-Indikator tersebut  pada  umumnya  tercermin  dalam  kondisi  morbiditas  (angka  kematian), mortalitas  (angka  kesakitan)  dan  status  gizi,  serta  upaya  kesehatan  lingkungan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  Untuk  mengetahui  pengelompokan  kecamatan  di Sulawesi  Tenggara  berbasis  indikator  kesehatan.  Serta  Untuk  mengetahui  profil kelompok  kecamatan  di  Sulawesi  Tenggara.  Populasi  penelitian  adalah  seluruh kecamatan  di  Sulawesi  Tenggara.  Analisis  Statistik  yang  digunakan  adalah  analisis dengan  metode  K-Means  dan  uji  rata-rata  dua  populasi.Teknik  clustering  merupakan sebuah  teknik  pengelompokan  sejumlah  data/obyek  ke  dalam  cluster  (group)  sehingga dalam setiap cluster akan berisi data yang semirip mungkin. Pada penelitian ini, teknik clustering tersebut akan diterapkan pada dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik  clustering  akan  mengelompokan  kecamatan  berdasarkan  indikator  masalah kesehatan,  kecamatan-kecamatan  yang  dikelompokan  berdasarkan  indikator  masalah kesehatan  akan  digunakan  sebagai  bahan  analisis  untuk  mempermudah  dinas kesehatan  untuk  pengambilan  keputusan  yang  bertujuan  untuk  mempermudah  dalam mencegah terjadinya masalah yang serius dalam masyarakat, dan dapat meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat. kata kunci : Derajat Kesehatan, Clustering, K-Means
DESAIN ANTARMUKA SISTEM PEMANTAUAN TERAPI OBAT HIPERTENSI DISERTAI DIABETES MELLITUS TIPE 2 PASIEN RAWAT INAP Yunita Wisda; Sri Kusumadewi
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.173

Abstract

Antarmuka sistem merupakan sarana bagi orang (pengguna) sehingga dapat berinteraksi dengan program komputer, atau alat kompleks lainnya. Pengguna pada umumnya menggunakan media komputer untuk mempermudah kerja dan membantu pengambilan keputusan dalam suatu masalah, namun antarmuka yang rumit bisa menjadi faktor kegagalan sistem dalam melakukan kinerjanya (Nurlifa, 2014). Pemantauan terapi obat untuk penderita hipertensi yang disertai diabetes mellitus Tipe 2 diperlukan karena sangat rentan terkena gejala penyakit lain seperti jantung, paru dan gagal ginjal (Permana,2008). Berdasarkan penelitian pendahuluan diketahui bahwa kegiatan dan tahapan yang dilakukan dalam pemantauan terapi obat masih kurang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat desain antarmuka sistem pemantauan terapi obat hipertensi disertai diabetes mellitus tipe 2 pada pasien rawat inap yang efektif dan mudah digunakan untuk membantu apoteker dan dokter dalam membuat keputusan. Desain antarmuka berbasis website dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (Hypertext Prepocessor) yang digunakan secara luas dalam pembuatan dan pengembangan desain website. Hasil penelitian ini adalah sebuah desain antarmuka sistem pemantauan terapi obat hipertensi disertai diabetes mellitus tipe 2 bagi apoteker dan dokter yang efektif dan mudah digunakan sehingga dapat diterapkan di rumah sakit pada pasien rawat inap.Kata kunci : Hipertensi, antarmuka, rawat inap, sistem
ANALISIS UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS OLEH ODHA, DAN OHIDHA DI KABUPATEN BATANG Dian Kusumawardani; Uki Retno Budihastuti; Mahendra Wijaya
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.175

Abstract

Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan manajer kasus HIV, tetapi juga dilakukan oleh ODHA dan OHIDHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah upaya yang dilakukan ODHA dan OHIDHA dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian didapatkan bahwa ODHA dan OHIDHA berperan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dengan pemakaian kondom, rutin tes HIV bagi pasangan ODHA, tidak seks bebas, dan mengikuti program PPIA. Kata Kunci: HIV/AIDS, ODHA, OHIDHA
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA BABY BLUES SYNDROM PADA IBU NIFAS Lina Wahyu Susanti; Anik Sulistiyanti
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.178

Abstract

Baby Blues Syndrom atau sering juga disebut Maternity Blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan afek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan dan memuncak pada hari ke tiga sampai kelima dan menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan. Angka kejadian Baby blues atau postpartum blues di Asia cukup tinggi dan bervariasi antara 26-85%, sedangkan di Indonesia angka kejadian Baby Blues atau postpartum blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan.Faktor yang ingin diteliti oleh peniliti adalah kesiapan kehamilan ibu, dukungan suami dan jenis persalinan. Tujuan  dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kesiapan kehamilan dengan baby blues syndrom, menganalisis hubungan dukungan suami dengan baby blues syndrom dan menganalisis hubungan jenis persalinan dengan baby blues syndrom. Analisis data menggunakan Regresi Linear ganda yaitu uji yang digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan dua variabel independen atau lebih secara bersama-sama dengan satu variabel dependenPenelitian dilakukan terhadap 72 responden dengan hasil ada hubungan antara jenis persalinan dengan kejadian baby blues syndrome karena nilai signifikansi jenis persalinan 0,010 dengan nilai P-Value 0,005. Terdapat hubungan antara kesiapan ibu dengan baby blues syndrome karena didapatkan nilai siginifikansi kesiapan ibu adalah 0,36 dengan nilai P-value 0.05. Terdapat hubungan antara dukungan suami dengan baby blues syndrome karena nilai siginifikan dukungan suami sebesar 0,001 dengan  nilai P-value 0,005. Ketiga factor tersebut memberikan kontribusi terhadap baby blues syndrome.Kata Kunci : Baby Blues Syndrom, Faktor Penyebab, Masa Nifas
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAY KONSELING KELUARGA BERENCANA PADA MATA KULIAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN KB Yulia Rachmawati H; Sunanto -; Erna Handayani
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.180

Abstract

AKBID Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Probolinggo merupakan lembaga pendidikan di bidang kesehatan di bawah naungan Pondok Pesantren, yang bertujuan untuk menghasilkan profesional kebidanan, berkualitas, dan mulia. Model pembelajaran role play adalah model pembelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa mengetahui makna self atau self (identitas) dalam dunia sosial yang akan menjadi kompetensi siswa dalam pencapaian kompetensi dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap.Desain penelitian menggunakan deskriptif kriptat. Sumber data adalah informan, dimana penelitian, dokumentasi. Data uji reliabilitas menggunakan triangulasi meliputi sumber, metode dan timin.Metode pengajaran role play konseling keluarga berencana adalah salah satu mata kuliah kerja (MKB) yang diadakan dalam peran pembelajaranMemainkan perencanaan konseling mengenai masalah pelayanan keluarga berencana, model pembelajaran perencanaan peran perencanaan konseling merupakan pengaruh yang besar karena siswa dapat menjadi lebih terampil dalam memberikan pelayanan pelayanan kebidanan layanan keluarga berencana.Merencanakan metode pembelajaran bermain peran yang telah terstruktur perencanaan konseling adalah GBPP, silabus dan rencana pelajaran mengenai masalah konseling keluarga berencana dan sudah berjalan dengan baik. Pelaksanaan role play sudah tepat, sudah ada siswa yang baik dan masih ada yang kurang. Kendala dalam bermain peran belajar konseling siswa KB kurang motivasi dan kurang aktif, kurang percaya diri pada siswa dan dukungan karena sibuknya pembimbing sehingga pembimibng sering datang dengan kendala dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan redemonstrasi dengan CTU (Contraseption Technology Update).Kata kunci: Belajar Bermain Peran, Konseling KB
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SELF CARE TERHADAP STATUS NUTRISI PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Hermawati -
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.181

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisa adalah salah satu terapi yang digunakan pada pasien dengan gagal ginjal kronik. Pasien hemodialisa sering mengalami malnutrisi Penilaian status nutrisi merupakan komponen utama dalam evaluasi dan penatalaksanaan pasien, untuk meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Salah satu pencegahannya yaitu dengan meningkatkan kemampuan self care pasien dalam mengelola diet nutrisi. Tujuan penelitian: Mendeskripsikan  tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan minimal self care terhadap status nutrisi pada pasien yang menjalani hemodialisa. Metode Penelitian: Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling  dengan consecutive sampling. Populasi yang digunakan adalah pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel berjumlah 60 responden dan dibagi menjadi 3 kelompok yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independent  yang diteliti dicantumkan melalui kuesioner demografi serta menggunakan modifikasi kuesioner self care of CKD index. Hasil penelitian: pvalue pada kelompok intervensi menunjukkan signifikan dengan makna nilai r bahwa semakin baik self care akan meningkatkan status nutrisi.Kesimpulan: Hasil pada penelitian ini tidak menunjukkan Terdapat hubungan yang bermakna antara self care dengan status nutrisi dengan hasil yang menunjukkan bahwa semakin baik self care akan meningkatkan status nutrisi.Kata Kunci : Status nutrisi, Self care

Page 9 of 24 | Total Record : 234


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue