cover
Contact Name
Juni Santo Sihotang
Contact Email
junssihotang@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
jurnalareopagus@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Areopagus : Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen
ISSN : 16935772     EISSN : 26231670     DOI : https://doi.org/10.46965/ja.v18i1
Jurnal Areopagus merupakan salah satu pengelola jurnal yang menghimpun karya ilmiah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu tentang Teologi, Pastoral Konseling,Musik Gerejawi, dan Pendidikan Kristen yang semuanya berhubungan dengan perkembangan dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang berkembang pada saat ini.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2025): Maret" : 13 Documents clear
Memperkecil Dampak Negatif Sosial Media Terhadap Identitas Diri Remaja Manurung, Haris Benaya; Paulus, Yanto
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2588

Abstract

Adolescence is the transition from childhood to adulthood, which usually occurs between the ages of 10 and 21. In this phase, teenagers are very easily influenced by social media, which has now become an inseparable part of their lives. This research uses a qualitative method with a literature study approach and analysis of existing literature. Various parties, including parents, schools, and churches, play an important role in reducing the adverse effects of social media on teenagers. Cooperation between all parties is needed to take preventive measures so that teenagers are not influenced by negative content on social media and can maintain their identity in accordance with Christian values. 
Lima (5) Syarat Keteladanan Kepemimpinan Menurut Paulus dalam 1 Timotius 4:12 dan Manfaatnya Bagi Pemimpin Kristen Gea, Ibelala
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2585

Abstract

Artikel ini didasarkan oleh kenyataan bahwa pada zaman ini cenderung kesulitan menemukan pemimpin yang dapat dijadikan figur teladan, terutama pada komunitas pelayan Kristen. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library, eksposisi 1 Timotius 4:12. Tujuan penelitian hendak menjelaskan ke-5 (lima) keteladanan menurut telogia Paulus berdasarkan 1 Timotius 4:12, guna diimplementasikan dalam pelayanan kepemimpinan umat Kristen ditengah situasi kehidupan sosial masa kini. Ke-5 (lima) keteladanan telogi tersebut adalah teladaan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Hasil dari penelitian artikel ini adalah bahwa menurut teologi Paulus menjadi pelayan pada berbagai profesi apapun, selalu betolak dari panggilan Tuhan sebagai syarat utama, itulah yang memampukan menjadi teladan (tupos).Sedangkan  kompetensi dan syat-syarat yang lain hanyalah sebagai pelengkap. Ke-5 (lima). Keteladanan  itu dimulai dari perkataan dan diakhiri dengan kesucian menjadi standar untuk membangun integritas dan tanggungjawab kepemimpinan para pelayan yang berintegritas berkualitas.
Faktor-Faktor Penghambat Belajar Orang Dewasa Sitohang, Debora; Eunike, Sumingse; Harefa, Meiman Berkat; Silalahi, Parningotan; Mariana, Shinta; Sitorus, Hisardo
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2583

Abstract

Pembelajaran orang dewasa memiliki tantangan unik yang berbeda dari anak-anak, termasuk hambatan waktu akibat tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, kelelahan fisik, kurangnya kepercayaan diri, serta keterbatasan akses atau keterampilan teknologi. Studi ini mengeksplorasi hambatan-hambatan tersebut melalui studi kasus seorang karyawan bernama Siti yang mengikuti program pendidikan lanjutan. Siti menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kelelahan, dan kurangnya dukungan teknologi, yang memengaruhi proses belajarnya. Solusi yang diusulkan mencakup pengelolaan waktu yang lebih baik, pelatihan teknologi, serta dukungan emosional dari keluarga dan mentor. Dengan strategi yang tepat, hambatan belajar ini dapat diminimalkan sehingga memungkinkan orang dewasa untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan, baik formal maupun informal. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dan organisasi dalam menciptakan program pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
Imago Dei: Refleksi Teologis Kejadian 1:26-28 Terhadap Kesadaran Diri Orang Kristen Ndruru, Beriaman; Daeli, Jovial; Bambangan, Malik
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2584

Abstract

Allah telah menciptakan manusia itu segambar dan serupa dengan diri-Nya, dan Allah menempatkan manusia sebagai makhluk paling mulia dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling mulia menunjuk kepada hubungannya dengan Allah jauh berbeda dengan ciptaan lain. Namun pada realitanya manusia itu hidup tidak seperti yang dikehendaki Allah, manusia melakukan sesuai dengan kehendak dirinya sendiri. Ketidaktaatan kepada perintah Allah membuat manusia itu jatuh ke dalam dosa dan merusak hubungan manusia dengan Allah. Konsekuensi dari dosa juga merusak citra diri manusia sebagai ciptaan yang mulia. Kecenderungan manusia adalah merusak dirinya dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang berkontradiksi dalam landasan firman Tuhan. Manusia tidak lagi melakukan seperti yang Allah kehendaki bagi dirinya, sebab itu gambaran Allah dalam dirinya telah rusak, membuat manusia tidak memiliki kemampuan untuk bersatu kembali dengan Allah. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk memberikan sebuah refleksi teologis mengubah paradigma lama manusia tentang keberadaan dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah yang mulia dan memberikan kesadaran kepada manusia untuk memahami konsep hidupnya yang telah dibaharui oleh Allah melalui Kristus. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif murni yaitu menemukan data atau informasi melalui sumber artikel, jurnal, buku dan peneliti-peneliti lainnya. Hasil dari penelitian ini untuk menjadikan orang percaya hidup berkualitas dan berintegritas dalam mengikuti Tuhan. Bahkan menjadi generasi Kristen yang menyadari akan keberadaan diri sebagai ciptaan Allah yang paling mulia serta menajadi makhluk ciptaan Allah hidup dengan penuh bertanggungjawab.
Teladan Keteguhan Iman Musa Kepada TUHAN Sebagai Pemimpin (Keluaran 14:13-14) Alopen, Oktofiana; Zendrato, Putri Teroriang; Bambangan, Malik
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keteguhan iman Musa sebagai pemimpin bangsa Israel serta keyakinannya kepada janji Tuhan, yang tercermin dalam Keluaran 14:13-14. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, menganalisis teks Alkitab untuk menggali makna dari respons Musa terhadap krisis rohani yang dihadapi bangsa Israel, ketika berada dalam situasi terjepit antara Laut Teberau dan pasukan Mesir yang sedang mengejar mereka. Eksegesis dilakukan melalui studi pustaka terhadap teks Alkitab, terjemahan yang relevan, serta literatur buku teologis, dan jurnal yang membahas kepemimpinan dan iman pemimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteguhan hati Musa dalam memimpin dan keyakinannya kepada janji Tuhan tampak dalam seluruh tindakan iman dan perbuatannya. Musa mengajarkan bahwa pemimpin harus mengandalkan Tuhan ketika menghadapi tantangan di depan mata, bahkan ketika situasi tampak tidak menguntungkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keteguhan hati dan keyakinan Musa menjadi teladan penting bagi pemimpin masa kini, yang dapat belajar untuk mengandalkan iman kepada Tuhan sebagai dasar dalam menghadapi krisis dan mengambil keputusan penting dalam kepemimpinan Kristen.
Munus Triplex Christi dan Implementasinya Bagi Pelayan Gereja Leonardo, Edy; Lubis, Bernard Bistok; Tarigan, Iwan Setiawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2608

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari munus triplex Christi, yaitu peran Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang kondisi alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) serta data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar.Konsep munus triplex Christi menekankan tiga fungsi utama Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja, yang sangat relevan bagi pelayan gereja dalam menjalankan tugas mereka. Pelayan gereja diharapkan menyampaikan firman Tuhan dengan keberanian, melayani dengan pengorbanan, dan memimpin dengan kasih untuk menciptakan komunitas yang harmonis. Implementasi fungsi ini membutuhkan pemahaman teologis yang mendalam, keterampilan interpersonal, serta komitmen untuk terus belajar. Dengan menginternalisasi dan menerapkan ketiga fungsi ini, pelayan gereja dapat lebih efektif memberdayakan jemaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penulis mendorong pelayan untuk terus menerapkan ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pelayanan mereka mencerminkan karakter Kristus dan memenuhi panggilan ilahi.
Peran Guru PAK dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Berdasarkan Ulangan 6:7-9 Lomakai, Debi Yolanda; Padalani, Jean Putri; Bambangan, Malik
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2402

Abstract

The Role of Christian Religious Education Teachers in Shaping Students’ Character Based on Deuteronomy 6:7-9 The role of Christian Religious Education (CATE) teachers in shaping students' character is pivotal in the context of moral and spiritual education. This paper elucidates how Deuteronomy 6:7-9, which directs parents to educate their children in the ways of the Lord, can be applied within the formal education setting. Deuteronomy 6:7-9 emphasizes the importance of continuously educating children about God’s laws, both at home and in school. In this regard, CATE teachers play a key role as educational agents who help convey spiritual and moral values to students. CATE teachers have the responsibility not only to impart knowledge of the Christian faith but also to guide students in understanding and internalizing the moral values inherent in God's teachings. Through consistent and directed instruction, CATE teachers can help shape students' character in accordance with the principles outlined in Deuteronomy 6:7-9. In the modern education context, CATE teachers also serve as exemplary models in living out Christian values in everyday life. By being consistent and authentic examples, CATE teachers can inspire students to develop strong and responsible characters in line with God's teachings. Thus, this paper concludes that the role of CATE teachers in shaping students' character based on Deuteronomy 6:7-9 is highly significant. Through teaching, guidance, and good examples, CATE teachers can assist students in gaining a deep understanding of Christian values and applying them in their daily lives.
Transhumanisme Sebagai Sebuah Eskatologi Profetis (Sebuah Tinjauan Teologi Publik Tentang Transhumanisme) Takalapeta, Teguh Lamentur
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2614

Abstract

Transhumanism is a movement that seeks to enhance human capacity through technology to create superhumans or posthumans who can live longer, be more intelligent, and be more prosperous. Neuralink developed by Elon Musk is one form of transhumanism that raises two ethical-theological issues related to human nature and eternal life. This paper attempts to wrestle with the relationship between theology and transhumanism related to these two issues by answering the main question: To what extent can theological sources be relevant to transhumanism? With a public theology approach, this paper presents various theological views on transhumanism. Finally, by putting forward several important notes, this study finds that prophetic eschatology is the most relevant theological source to open a deep dialogue between theology and transhumanism.
Imago Dei dan Transhumanisme: Antara Tantangan atau Paradigma Baru Bagi Teologi Kristen Sitorus, Dasvan Abdi Natanel; Marpaung, Frans Best Soma
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2420

Abstract

This article discusses the relationship between Imago Dei and Transhumanism in the context of Christian theology, presenting research focused on critical analysis of relevant literature and theological interpretation of this complex relationship. The research method employed is descriptive qualitative with a literature review approach. Through the identification and analysis of contemporary theological literature, the study aims to understand the Christian theological perspectives on the concept of Imago Dei and its interaction with the phenomenon of transhumanism. The ethical and theological implications of this relationship are discussed by considering the optimistic vision of technology in achieving greater good and the framework of Imago Dei in addressing human limitations and dependence. The findings of this research are expected to provide a deep understanding of the Christian theological response to transhumanism and whether transhumanism is perceived as a challenge or a new paradigm within the framework of Imago Dei. In conclusion, Christian theology needs to support an optimistic view of technology while considering the ethical and theological dimensions of the changes proposed by transhumanism.
Strategi Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Konteks Moderasi Beragama Anung, Soni I.; Belo, Yosia
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 23, No 1 (2025): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v23i1.2639

Abstract

Religious moderation is very important in the world of education, with the existence of religious moderation can form an attitude of tolerance between students with each other. However, in the study there is data that confirms or provides an indication that there are still some people who do not have a high attitude of tolerance between religious communities. When it is known that the occurrence of an attitude of intolerance between one and another is also influenced by a lack of understanding of the concept of religious moderation correctly. Of course this attitude not only affects the school environment but also the wider community environment. Of course, the problems that occur are serious things that should be considered properly by teachers. Teachers have full responsibility in providing good education to their students and the environment in which they are located. Teachers not only provide general understanding or knowledge but also apply Christian values to the wider community so that they are able to live side by side accepting and respecting each other. The purpose of this study is to provide an understanding of how important the involvement of a teacher is in the world of education, because with the presence of a teacher can provide maximum understanding and education to everyone who experiences problems in themselves. The problem is not only faced or experienced by students but also experienced by the wider community. The writing method is to conduct library research through book sources, journals, websites as supporting references. The results of this study provide a good understanding of the importance of Christian values in religious moderation that contribute to the wider community to be able to live in tolerance. With the presence of a teacher can help various cases that often occur in the lives of every human being specifically regarding the issue of intolerance. Of course, with the presence of a teacher can provide Christian teachings and strengthen good faith to them so that every problem in life faced can be passed well without having to cause division between one another.

Page 1 of 2 | Total Record : 13