cover
Contact Name
Herry Irawansyah
Contact Email
herryirawansyah@um.ac.id
Phone
+6285345138335
Journal Mail Official
herryirawansyah@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jalan Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru, Kalimantan Selatan - 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JTAM ROTARY
ISSN : 27216225     EISSN : 27456331     DOI : https://doi.org/10.20527/jtam_rotary.v2i2
JTAM Rotary diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. JTAM Rotary merupakan jurnal terbuka yang dapat diakses siapapun, baik itu peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang teknik mesin. JTAM Rotary terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan bulan September. JTAM Rotary berfokus pada jurnal-jurnal mahasiswa teknik mesin di bidang keahlian Konversi Energi, Desain dan Konstruksi, Manufaktur, dan Rekayasa Material.
Articles 126 Documents
PENGARUH FRAKSI VOLUME DAN PERLAKUAN AWAL TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT BATANG PISANG Agustina, Lia; Susanto, I Made; Mariki, I Wayan Wawan
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.17383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume dan perlakuan awal serat terhadap kekuatan uji tarik pada material komposit berbasis serat batang pisang. Material komposit ini dikembangkan sebagai alternatif bahan penguat alami yang ramah lingkungan dan memanfaatkan limbah biomassa. Serat batang pisang diberi perlakuan alkali dengan variasi larutan NaOH 2%, 4%, 6% untuk meningkatkan kualitas antarmuka antara serat dan matriks resin epoxy. Variasi fraksi volume serat yang digunakan adalah 20%, 40%, dan 60%. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up, sedangkan pengujian sifat mekanik meliputi uji tarik (ASTM E8). Hasil penelitian adalah pengujian pada fraksi volume 40% yang menghasilkan sifat mekanik terbaik untuk aplikasi struktural. This study aims to determine the effect of variations in volume fraction and fiber pretreatment on the tensile strength of banana stem fiber-based composite materials. This composite material was developed as an alternative environmentally friendly natural reinforcing material and utilizes biomass waste. Banana stem fibers were treated with alkali with variations NaOH solution of 2%,4%, 6% to improve the quality of the interface between the fiber and the epoxy resin matrix. The variations in fiber volume fraction used were 20%, 40%, and 60%. The composite manufacturing process was carried out using the hand lay-up method, while mechanical property testing included tensile testing (ASTM E8). The results of the study were testing at a volume fraction of 40% which produced the best mechanical properties for structural applications.
PERANCANGAN MESIN PENGOLAH SERAT DAUN NANAS (ANANAS COMOSUS L) Syarief, Akhmad; Sukoco, Krisna Enos
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.18208

Abstract

Pengolahan serat daun nanas masih didominasi oleh metode manual sehingga kurang efisien dari segi waktu dan kapasitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pengolah serat daun nanas (Ananas comosus L.) serta mengevaluasi kelayakan mekanisnya melalui perhitungan analitik dan simulasi metode elemen hingga (Finite Element Analysis/FEA). Komponen utama yang dirancang meliputi motor listrik, sistem transmisi V-belt dan pulley, poros, mata pisau, serta rangka mesin. Mesin menggunakan motor berdaya 1,5 kW dengan putaran 1450 rpm yang menghasilkan putaran poros sebesar 614 rpm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan Von Mises maksimum pada poros sebesar 10,2 MPa dengan perpindahan 0,004 mm dan faktor keamanan 5,19. Pada rangka, tegangan maksimum sebesar 9,66 MPa dengan perpindahan 0,150 mm yang menunjukkan kestabilan struktur yang baik. Mesin memiliki kapasitas pengolahan sebesar 17,5 kg/jam dengan 12 mata pisau. Hasil ini menunjukkan bahwa mesin yang dirancang memenuhi kriteria kekuatan dan keamanan serta layak secara teknis untuk meningkatkan efisiensi pengolahan serat daun nanas. The processing of pineapple leaf fibers is predominantly carried out manually, resulting in low efficiency in terms of processing time and production capacity. This study aims to design a pineapple leaf fiber processing machine (Ananas comosus L.) and evaluate its structural feasibility using analytical calculations and finite element analysis (FEA). The design includes key components such as an electric motor, V-belt and pulley transmission system, shaft, cutting blades, and supporting frame. The machine utilizes a 1.5 kW motor operating at 1450 rpm, producing a shaft speed of 614 rpm. Simulation results show that the maximum Von Mises stress on the shaft is 10.2 MPa with a displacement of 0.004 mm and a safety factor of 5.19. The frame exhibits a maximum stress of 9.66 MPa and a displacement of 0.150 mm, indicating adequate structural stability. The machine achieves a processing capacity of 17.5 kg/h using 12 cutting blades. These results confirm that the designed machine meets mechanical safety criteria and is technically feasible to improve the efficiency of pineapple leaf fiber processing.
ANALISIS KINERJA SYSTEM PENDINGIN PORTABLE SEDERHANA MENGGUNAKAN MODUL PELTIER TEC1-12706 Mu'minin, Amirul; Ruhyat, Nanang
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.16536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem pendingin portable sederhana yang menggunakan modul Peltier TEC1-12706. Rancangan sistem terdiri dari heatsink, kipas, dan modul Peltier yang dirakit dalam sebuah box pendingin portable. Pengujian dilakukan dengan variasi jumlah modul Peltier (satu dan dua buah) serta perbedaan kondisi beban pendinginan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan suhu terbesar terjadi pada penggunaan dua modul Peltier, dengan rata-rata suhu terendah mencapai 19,3°C pada menit ke-30. Koefisien performa (COP) sistem diperoleh sebesar 0,64, menunjukkan bahwa efisiensi energi sistem masih relatif rendah dibandingkan dengan sistem pendingin konvensional. Namun demikian, sistem pendingin portable ini cukup efektif dalam menurunkan suhu dan stabilitas termal terjaga pada rentang ±5°C. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pendingin berbasis Peltier berpotensi diterapkan pada aplikasi portable meskipun efisiensi masih perlu ditingkatkan. This research aims to analyze the performance of a simple portable cooling system using a Peltier TEC1-12706 module. The system design consists of a heatsink, fan, and Peltier module assembled in a portable cooling box. Tests were carried out with variations in the number of Peltier modules (one and two units) and different cooling load conditions. The results showed that the largest temperature drop occurred when using two Peltier modules, with the lowest average temperature reaching 19.3°C at the 30th minute. The system coefficient of performance (COP) was 0.64, indicating that the system’s energy efficiency is still relatively low compared to conventional cooling systems. Nevertheless, this portable cooling system was effective in reducing temperature and maintaining thermal stability within a ±5°C range. This study demonstrates that Peltier-based cooling systems have potential for portable applications, although efficiency improvements are still needed.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGEREMAN PROTOTYPE MOBIl KMHE Suriani, Muhammad Haris; Isworo, Raenaldhi Rayi; Misbachudin, Misbachudin; Sabitah, A’yan; Raihan, Raihan
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.16570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis sistem pengereman hidrolik pada kendaraan prototipe mobil hemat energi (KMHE) guna meningkatkan performa pengereman dan keselamatan kendaraan. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan variasi kecepatan awal 20 km/jam, 25 km/jam, dan 30 km/jam. Parameter yang dianalisis meliputi perlambatan pengereman, jarak pengereman, dan waktu pengereman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengereman menghasilkan perlambatan rata-rata sebesar 8,89 m/s², 8,61 m/s², dan 8,85 m/s² pada masing-masing kecepatan. Jarak pengereman meningkat dari 170 cm menjadi 390 cm seiring peningkatan kecepatan, sedangkan waktu pengereman meningkat dari 1,47 s menjadi 3,50 s. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pengereman mampu melampaui standar minimum KMHE (≥6 m/s²), sehingga memiliki performa yang baik dan aman digunakan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem pengereman kendaraan hemat energi dengan performa optimal dan efisiensi tinggi. This study aims to design and analyze a hydraulic braking system on an energy-efficient vehicle (KMHE) prototype to improve braking performance and vehicle safety. The research method used an experimental approach with initial speed variations of 20 km/h, 25 km/h, and 30 km/h. Parameters analyzed included braking deceleration, braking distance, and braking time. The results showed that the braking system produced average decelerations of 8.89 m/s², 8.61 m/s², and 8.85 m/s² at each speed. The braking distance increased from 170 cm to 390 cm with increasing speed, while the braking time increased from 1.47 s to 3.50 s. These results indicate that the braking system is capable of exceeding the minimum KMHE standard (≥6 m/s²), thus performing well and being safe to use. This research contributes to the development of an energy-efficient vehicle braking system with optimal performance and high efficiency.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI NILAI OKTAN BAHAN BAKAR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI DAN PERFORMA GENSET 4 LANGKAH 1 KW Alexander, Baimy; Albanjari, M. Arsad; Wahyudi, Ikhsan
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.18807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi nilai oktan bahan bakar dan pencampuran bahan bakar terhadap karakteristik emisi dan performa genset bensin 4 langkah berkapasitas 1 kW. Pengujian dilakukan menggunakan bahan bakar RON 90, RON 92, dan campuran 50:50 pada variasi beban 0%, 30%, dan 80%, dengan tiga kali pengulangan pada setiap kondisi. Parameter yang dianalisis meliputi emisi karbon monoksida (CO), konsumsi bahan bakar spesifik (BSFC), suhu gas buang (EGT), tegangan, dan daya output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi CO menurun signifikan seiring peningkatan beban, dengan nilai terendah sebesar 0,67–2 ppm pada bahan bakar campuran pada beban 80%. Nilai BSFC terbaik diperoleh pada bahan bakar campuran dengan rentang 8,91–20,40 g/kWh, sedangkan RON 92 menghasilkan daya output tertinggi hingga ±829 W dengan tegangan yang lebih stabil. Suhu gas buang meningkat seiring peningkatan beban, dengan nilai maksimum mencapai 179°C pada RON 92. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan bakar dengan nilai oktan tinggi meningkatkan stabilitas pembakaran dan performa genset, sedangkan bahan bakar campuran mampu meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi. This study investigates the effect of fuel octane number and fuel blending on the emission characteristics and performance of a 1 kW four-stroke gasoline generator. Experiments were conducted using RON 90, RON 92, and a 50:50 fuel blend under load variations of 0%, 30%, and 80%, with three repetitions for each condition. Key parameters analyzed include carbon monoxide (CO) emissions, brake specific fuel consumption (BSFC), exhaust gas temperature (EGT), output voltage, and power. The results show that CO emissions decrease significantly with increasing load, reaching the lowest value of 0.67–2 ppm for the blended fuel at 80% load. The fuel blend exhibits the best efficiency with BSFC values ranging from 8.91 to 20.40 g/kWh, while RON 92 produces the highest and most stable electrical output, reaching up to 829 W. Exhaust gas temperature increases with load, with RON 92 reaching up to 179°C. These findings indicate that higher octane fuel improves combustion stability and generator performance, while fuel blending enhances efficiency and emission reduction.
INOVASI EDUKASI BERKELANJUTAN: SIMULATOR SISTEM EFI (DIY-CONTROLLER) DENGAN REKONDISI LIMBAH DU/DI UNTUK PENGUASAAN SISTEM INJEKSI Hidayat, Ahmad
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.17384

Abstract

Perubahan fungsi kendaraan di masyarakat tidak lagi sekadar sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan gaya hidup. Pergeseran ini mendorong produsen otomotif untuk terus menghadirkan teknologi yang semakin canggih, sehingga perkembangan kendaraan berlangsung sangat pesat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang otomotif, untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan teknologi terkini. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengembangan simulator sistem Electronic Fuel Injection (EFI) sebagai media pembelajaran. Perakitan simulator EFI dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah mengumpulkan komponen sensor dan aktuator yang sudah tidak berfungsi optimal dari bengkel otomotif di sekitar sekolah. Komponen tersebut kemudian direkondisi melalui proses pembersihan, penyambungan ulang, atau penggantian bagian yang rusak. Tahap kedua meliputi pengumpulan, perakitan, dan pengujian sistem ECU. Tahap ketiga adalah pembuatan rangka dudukan sistem EFI serta pengujian kinerja sistem secara menyeluruh. Tahap terakhir dilakukan dengan menambahkan komponen pendukung untuk menyempurnakan performa simulator. Melalui simulator ini, siswa dapat melakukan berbagai praktik, seperti mengukur tekanan fuel pump, mengamati penyemprotan injektor, menguji percikan busi, mengevaluasi kinerja sensor, serta merakit rangkaian EFI. Menariknya, sebagian besar komponen berasal dari limbah bengkel dan bahan bekas, sehingga mendukung inovasi pembelajaran yang berkelanjutan dan hemat biaya. The function of vehicles in society has shifted beyond mere transportation to becoming symbols of social status and lifestyle. This transformation has driven automotive manufacturers to continuously compete in developing advanced technologies, resulting in rapid technological progress in modern vehicles. Such developments present a challenge for vocational education institutions, particularly automotive-based vocational high schools (SMK), to align their learning processes with current industry standards. One effective solution is the development of an Electronic Fuel Injection (EFI) system simulator as a learning medium.The assembly of the EFI simulator involves several stages. First, sensors and actuators that no longer function optimally are collected from nearby automotive workshops. These components are then reconditioned through cleaning, reconnecting, or replacing damaged parts. Second, ECU system components are gathered, assembled, and tested to ensure proper functionality. Third, the EFI system framework is constructed, followed by performance testing of the entire system. Finally, additional supporting components are installed to optimize simulator performance.This simulator enables various practical learning activities, including checking fuel pump pressure, observing injector spray patterns, testing spark plug ignition, evaluating sensor performance, and practicing EFI circuit assembly. Notably, most components used in this simulator are derived from workshop waste and recycled materials, supporting sustainable and cost-effective educational innovation.

Page 13 of 13 | Total Record : 126