cover
Contact Name
Herry Irawansyah
Contact Email
herryirawansyah@um.ac.id
Phone
+6285345138335
Journal Mail Official
herryirawansyah@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jalan Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru, Kalimantan Selatan - 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JTAM ROTARY
ISSN : 27216225     EISSN : 27456331     DOI : https://doi.org/10.20527/jtam_rotary.v2i2
JTAM Rotary diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. JTAM Rotary merupakan jurnal terbuka yang dapat diakses siapapun, baik itu peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang teknik mesin. JTAM Rotary terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan bulan September. JTAM Rotary berfokus pada jurnal-jurnal mahasiswa teknik mesin di bidang keahlian Konversi Energi, Desain dan Konstruksi, Manufaktur, dan Rekayasa Material.
Articles 121 Documents
PENGARUH VARIASI PUTARAN V-BELT MESIN PENCACAH RUMPUT TERHADAP KECEPATAN PEMOTONGAN Isworo, Hajar; Khalil, Muhammad; Syahyuniar, Rusuminto; Syaief, Adhiela Noer; Bela Persada, Anggun Angkasa; Lingga, Yulima Melsipa; Artika, Kurnia Dwi; Mujiburrohman, Ahmad
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.13563

Abstract

Peternak membutuhkan alat bantu yang dapat memaksimalkan efisiensi dalam proses pencacahan rumput, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Dengan demikian, proses pencacahan rumput dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. Oleh karena itu, alat pencacah rumput menjadi kebutuhan penting bagi para peternak. Secara umum, mesin pencacah rumput terdiri dari motor sebagai penggerak, sistem transmisi sebagai pemindah tenaga, casing untuk melindungi komponen mesin, poros rangka, dan pisau panjang. Dalam pembuatan mesin pencacah, penting untuk memperhatikan kekuatan rangka, ketajaman pisau yang mampu bertahan dalam banyak pemakaian, serta performa mesin yang maksimal sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan variasi ukuran pulley. Hasilnya menunjukkan bahwa pulley kecil dengan kecepatan putaran 500 rpm mampu mencacah 1 kg rumput dalam waktu 40 detik, sedangkan pulley besar dengan kecepatan 1500 rpm membutuhkan waktu lebih lama, yaitu 118 detik untuk mencacah 1 kg rumput. Farmers need tools that can maximize efficiency in the grass chopping process, helping them save both time and energy. This enables the grass chopping process to be completed in a shorter amount of time. Therefore, a grass chopper is an essential tool for farmers.In general, a grass chopper consists of a motor as the driving force, a transmission system to transfer power, a casing to protect machine components, a frame shaft, and long blades. When designing a grass chopper, it is crucial to consider the strength of the frame, the sharpness of the blades to withstand multiple uses, and the overall performance of the machine to ensure it functions optimally according to its intended purpose.The method used in this study involved variations in pulley sizes. The results showed that a small pulley with a rotation speed of 500 rpm could chop 1 kg of grass in 40 seconds, whereas a large pulley with a rotation speed of 1500 rpm took longer, requiring 118 seconds to chop 1 kg of grass.
PENGARUH RASIO PITCH TERHADAP KINERJA TURBIN ARCHIMEDES SCREW Arbianto, Rofi; Hatib, Rustan
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.13564

Abstract

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, masyarakat sangat membutuhkan energi listrik, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hal ini disebabkan oleh kegunaan energi listrik yang mendukung aktivitas sehari-hari, seperti sumber penerangan, memasak, dan berbagai manfaat lainnya. Energi air merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, baik dalam skala kecil maupun besar. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan memvariasikan rasio pitch turbin ulir Archimedes untuk menemukan nilai efisiensi tertinggi. Penelitian ini menggunakan variasi rasio pitch. Putaran poros maksimum terjadi pada turbin ulir dengan 484 RPM dan daya output maksimum terjadi pada turbin ulir sebesar 4.114 Watt. Torsi maksimum terjadi pada turbin ulir dengan 0,90 Nm dengan variasi debit air dari meter bendung sebesar 0,004429 m³/s. Setiap variasi rasio pitch 0,8, 1,2, 1,6 menghasilkan daya generator masing-masing sebesar 3.053 Watt, 3.555 Watt, dan 4.114 Watt. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tegangan terbesar diperoleh pada rasio pitch 1,6 dengan daya keluaran generator sebesar 4,114 Watt. Efisiensi terbaik terjadi pada rasio pitch 1,6 dengan nilai efisiensi 22,61% dengan variasi debit air sebesar 0,004429 m³/s. In various countries, one of which is Indonesia, people really need electrical energy, from urban to rural communities. This is because electrical energy is useful for supporting daily activities such as as a source of lighting, for cooking, and many other benefits. Water energy is a renewable energy that can be used to generate electricity on a small or large scale. This research was carried out experimentally by varying the pitch ratio of an Archimedes screw turbine to find the highest efficiency value. The research uses pitch ratio variations. The maximum shaft rotation occurs in the screw turbine at 484 RPM and the maximum output power occurs in the screw turbine at 4,114 watts. The maximum torque occurs in the screw turbine at 0.90 Nm with a variation in water discharge from the weir meter of 0.004429 m3/s. Each pitch ratio variation of 0.8, 1.2, 1.6 produces generator power of 3,053 Watts, 3,555 Watts and 4,114 Watts respectively. So the measurement results were obtained with the largest voltage at a pitch ratio of 1.6 with a generator output power of 4.114 Watts. The best efficiency occurred at a pitch ratio of 1.6 with an efficiency value of 22.61% with a water discharge variation of 0.004429 m3/s.
PERANCANGAN SEPEDA BERTENAGA SURYA SERTA PENGUJIAN KECEPATAN DAN JARAK TEMPUH DENGAN BERBAGAI JENIS UKURAN GEAR TEETH Al Banjari, Muhammad Arsad; Alexander, Baimy
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.14399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi sepeda konvensional dengan menambahkan panel surya, sehingga sepeda dapat menjadi elektrik tetapi tetap dapat digunakan secara manual. Panel surya ditempatkan di belakang pengendara bersama dengan komponen pendukung lainnya, sehingga sepeda dapat berfungsi normal. Penambahan baterai akan meningkatkan jarak tempuh sepeda, dan penambahan panel surya akan mempercepat proses pengisian daya pada baterai. Jumlah cahaya matahari sangat memengaruhi efisiensi panel surya dalam menghasilkan listrik. Saat cahaya matahari sangat terang, proses pengisian menjadi lebih cepat dengan arus sebesar 2,78 Ah dan daya 50,04 watt, serta waktu pengisian selama 7,1 jam. Jika dibandingkan dengan pengisian menggunakan listrik PLN 220 Volt AC dengan daya 414 Watt, waktu pengisian menggunakan cahaya matahari sangat berbeda. Jarak tempuh sepeda dengan energi baterai dari solar cell bervariasi tergantung berat pengendara. Selain itu, faktor ukuran Gear Belakang (Gear Ratio) juga mempengaruhi jarak tempuh; semakin kecil Gear Belakang, semakin tinggi kecepatan dan jarak tempuh sepeda. Sebaliknya, semakin besar Gear Belakang, kecepatan dan jarak tempuh menjadi lebih pendek. This research aims to modify conventional bicycles by adding solar panels, so that the bicycle can be electric but can still be used manually. The solar panel is placed behind the rider along with other supporting components, so that the bicycle can function normally. Adding a battery will increase the distance the bicycle can travel, and adding solar panels will speed up the battery charging process. The amount of sunlight greatly influences the efficiency of solar panels in producing electricity. When the sunlight is very bright, the charging process is faster with a current of 2.78 Ah and a power of 50.04 watts, and a charging time of 7.1 hours. When compared with charging using PLN 220 Volt AC electricity with 414 Watt power, the charging time using sunlight is very different. The distance traveled by a bicycle powered by a solar cell battery varies depending on the rider's weight. Apart from that, the rear gear size factor (Gear Ratio) also influences the distance traveled; the smaller the Rear Gear, the higher the speed and distance traveled by the bicycle. Conversely, the larger the rear gear, the shorter the speed and distance.
PENGGUNAAN KARBON TERAKTIVASI DARI TANAH GAMBUT SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN PERFORMA MESIN Gusnadi, Wayan Tedi; Mursadin, Aqli
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.13552

Abstract

Adsorben terbuat dari arang yang telah di aktivasi menjadi arang aktif. Arang aktif terbuat dari berbagai macam bahan yang kandungan karbonnya tinggi, pada penelitian ini menggunakan adsorben yang berbahan dari tanah gambut dan adsorben diletakkan pada saluran buang kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunaka metode eksperimen untuk mengetahui penggunaan karbon aktif tanah gambut sebagai adsorben dengan karbonasi 500˚C & 600˚C terhadap uji emisi gas buang (HC & CO) dan performa mesin (Torsi) pada kendaraan bermotor. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa arang teraktivasi dari tanah gambut dengan karbonasi 600˚C dapat menurunkan emisi gas buang lebih baik dibandingkan 500˚C adapun penurunan emisi HC yaitu sebesar  46,8%, Penurunan emisi CO yaitu sebesar 43,1% dan mengalami penurunan performa torsi sebesar 2,74%. Hal ini menunjukkan adsorben arang tanah gambut mampu menurunkan kadar emisi gas buang dan tidak mengganggu sirkulasi gas buang pada kendaraan bermotor sehingga gas buang yang dihasilkan lebih baik untuk lingkungan dan makhluk hidup. The adsorbent used in this study was derived from peat soil, which was activated to become activated carbon. Activated carbon can be produced from various materials with high carbon content; in this research, the adsorbent was made from peat soil and placed in the exhaust system of motor vehicles. The study employed an experimental method to assess the use of peat soil-based activated carbon as an adsorbent, carbonized at 500°C and 600°C, on exhaust emission tests (HC & CO) and engine performance (Torque) of motor vehicles. The test results indicate that peat-based activated carbon carbonized at 600°C reduced exhaust emissions more effectively than at 500°C. Specifically, HC emissions decreased by 46.8%, CO emissions by 43.1%, with a torque performance reduction of 2.74%. These findings demonstrate that peat-based activated carbon is capable of lowering exhaust gas emissions without disrupting the exhaust gas circulation in motor vehicles, leading to cleaner emissions for the environment and living organisms.
RANCANG BANGUN ALAT PRESS BRIKET DENGAN SISTEM HIDROLIK Marali, Aryati Muhaymin; Abrar, Ali; Yusrina, Yasmin Zulfati; Dwimas, Herdian; Sabitah, A’yan
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.14398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelitian eksperimen untuk meningkatkan nilai komposisi sebuah briket sesuai dengan standar briket nasional. Proses pembuatan alat cetak briket di mulai dari melakukan desain dengan menggunakan software AutoCad, melakukan perhitungan pembebanan dan kemudian melakukan simulasi dengan menggunakan solidwork. Setelah ditemukan nilai standar yang diinginkan dari alat pres briket, maka langkah selanjutnya pembuatan alat pres briket. Adapun hasil perhitungan kekuatan tegangan yang didapatkan yaitu tegangan ijin maksimal 166,67 N/mm2. Hasil simulasi dari alat pres briket yaitu dengan beban maksimal 606 N/mm2. Hasil perhitungan tegangan ijin simulasi lebih besar di banding perhitungan dengan menggunakan rumus, sehingga dapat di simpulkan bahwa alat pres briket aman untuk digunakan dengan beban maksimal 10 ton. This research aims to conduct experimental research to increase the composition value of a briquette following national briquette standards. The process of a briquette press tool starts with designing using AutoCAD software, calculating the loading, and then carrying out a simulation using Solidwork. After finding the desired standard value for the briquette press, the next step is making a briquette press. The results of the tensile strength calculation obtained were a maximum allowable stress of 166.67 N/mm2. The simulation results of the briquette press are with a maximum load of 606 N/mm2. The simulated allowable stress calculation results are greater than calculations using the formula, so it can be concluded that the briquette press is safe to use with a maximum load of 10 tons.
ANALYSIS OF VARIATIONS IN LOADING AND SPEED ON THE CONVERSION SPEED OF THE SUZUKI A100 ELECTRIC MOTORCYCLE USING BLDC Rafi’i, Ahmad; Jerri, Jerri; Khalid, Muyassar; Perdana, Yuan; Nur, Raybian
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.13185

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk  mengetahui langkah Memodifikasi penggerak sepeda motor Suzuki A100 dari mesin Ke BLDC dan menganalisa variasi pembebanan dan speed terhadap kecepatan konversi motor listrik Suzuki A100 dengan penggunaan BLDC tipe Hub.Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan melakukan eksperimen, dan kegiatan penelitian ini dilakukan dengan memodifikasi sepeda motor Suzuki A100 dari mesin ke BLDC Dan pengambilan data kecepatan yang dipengaruhi oleh beban dan speed yaitu beban 0 kg, beban 60 kg dan beban 120 kg, dengan Speed 1, 2 dan 3, Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan pada beban 0 kg terhadap speed 1 sebesar (50 km / jam), speed 2 (61 km/jam), dan speed 3 sebesar (65 km/jam). Beban 60 kg terhadap speed 1 sebesar (47 km/jam), speed 2 (51km/ jam), dan speed 3 (52km/jam). Beban 120 kg terhadap speed 1 sebesar (44 km/jam), speed 2 (47km/jam), dan speed 3 (48 km/jam). This research aims to determine the steps to modify the Suzuki A100 motorbike drive from engine to BLDC and analyze variations in load and speed regarding the conversion speed of the Suzuki A100 electric motorbike using a Hub type BLDC. This research method is quantitative research carried out by conducting experiments and research activities. This was done by modifying the Suzuki A100 motorbike from engine to BLDC and taking speed data which was influenced by load and speed, namely 0 kg load, 60 kg load and 120 kg load, with Speed 1, 2 and 3. The results showed that the speed of the load 0 kg against speed 1 is (50 km/hour), speed 2 is (61 km/hour), and speed 3 is (65 km/hour). A load of 60 kg at speed 1 is (47 km/hour), speed 2 (51km/hour), and speed 3 (52km/hour). A load of 120 kg at speed 1 is (44 km/hour), speed 2 (47km/hour), and speed 3 (48 km/hour).
ANALISIS TEGANGAN DAN DISPLACEMENT PADA FRAME ALAT ROLL BENDING Isworo, Hajar; Khalil, Muhammad; Syahyuniar, Rusuminto; Syaief, Adhiela Noer; Bela Persada, Anggun Angkasa; Lingga, Yulima Melsipa; Artika, Kurnia Dwi; Saputra, Remo Hadi
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.17469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi profil rangka, yaitu besi kotak, besi siku, dan besi U, terhadap respons mekanik rangka alat manual roll bending menggunakan simulasi numerik. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan normal, displacement, serta tegangan geser arah Tx dan Ty. Hasil simulasi menunjukkan bahwa profil besi siku menghasilkan nilai tegangan normal, tegangan geser, dan displacement tertinggi, yang mengindikasikan kekakuan struktural paling rendah dan potensi deformasi terbesar. Profil besi kotak menunjukkan kinerja struktural paling stabil dengan nilai tegangan dan displacement yang relatif rendah, sedangkan profil besi U menghasilkan tegangan rendah namun berpotensi mengalami ketidakstabilan akibat penampang terbuka. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa profil besi kotak merupakan pilihan paling sesuai untuk rangka alat manual roll bending karena mampu memberikan kekakuan tinggi, distribusi tegangan yang lebih merata, serta deformasi minimum, sehingga mendukung kestabilan dan presisi proses pembengkokan. This study aims to analyze the effect of different frame profiles—square hollow section, angle section, and U-channel—on the mechanical response of a manual roll bending machine frame using numerical simulation. The evaluated parameters include normal stress, displacement, and shear stresses in the Tx and Ty directions. The simulation results indicate that the angle section exhibits the highest normal stress, shear stress, and displacement, reflecting the lowest structural stiffness and the greatest deformation risk. The square hollow section demonstrates the most stable structural performance, characterized by lower stress levels and minimal displacement. Meanwhile, the U-channel shows relatively low stress values but presents potential instability due to its open cross-sectional geometry. Based on these findings, it can be concluded that the square hollow section is the most suitable profile for the main frame of a manual roll bending machine, as it provides higher stiffness, more uniform stress distribution, and minimal deformation, thereby ensuring structural stability and bending precision.
PENGEMBANGAN DAN KARAKTERISASI BIOKOMPOSIT PVA – NANOSELULOSA SERAT WARU DICOATING TIO2 Suteja, Suteja; Hidayatullah, Syarif
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.17516

Abstract

Biokomposit berbahan polivinil alkohol (PVA) terus diteliti dan dikembangkan karena sifat ramah lingkungan dan aplikasi yang luas. Akan tetapi, ketahanan mekanik biokomposit ini terbatas, dan keberadaan agen antibakteri membatasi aplikasi praktisnya dibandingkan dengan plastik konvensional. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan mengintegrasikan nanocellulose yang berasal dari serat waru bersama dengan lapisan TiO2. Evaluasi biokomposit PVA-waru nanocellulose yang dilapisi TiO2 mencakup pengukuran kekuatan tarik, aktivitas antibakteri, morfologi melalui mikroskop elektron pemindaian (SEM), dan analisis sudut kontak. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan signifikan, dengan kekuatan tarik meningkat dari 3,31 menjadi 8,41 MPa dan ketebalan meningkat dari 0,18 menjadi 0,62 mm, yang dapat dikaitkan dengan peningkatan ikatan silang yang difasilitasi oleh lapisan TiO2. Selain itu, uji antibakteri menunjukkan zona penghambatan minimal kurang dari 3 mm terhadap E. coli dan S. aureus. Biocomposites or bioplastics made from polyvinyl alcohol (PVA) continue to be researched and developed due to their environmentally friendly properties and wide range of applications. However, the mechanical strength of these bioplastics is limited, and the presence of antibacterial agents restricts their practical application compared to conventional plastics. This study aims to address these limitations by integrating nanocellulose derived from waru fibers with a TiO2 layer. The evaluation of TiO2-coated PVA-waru nanocellulose bioplastics includes measurements of tensile strength, antibacterial activity, morphology via scanning electron microscopy (SEM), and contact angle analysis. The results show significant progress, with tensile strength increasing from 3.31 to 8.41 MPa and thickness increasing from 0.18 to 0.62 mm, which can be attributed to enhanced cross-linking facilitated by the TiO2 layer. Additionally, antibacterial testing revealed a minimum inhibition zone of less than 3 mm against E. coli and S. aureus.  
PENGARUH PENGGUNAAN ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI CATALYTIC CONVERTER DENGAN ADITIF TEMBAGA (Cu) TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN TOYOTA KIJANG 5K Apriadi, Riza; Ghofur, Abdul
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.13565

Abstract

Katalis konverter adalah perangkat yang berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang pada kendaraan. Emisi gas buang pada kendaraan mengandung banyak zat berbahaya, seperti karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida, dan sebagainya. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan arang tempurung kelapa sebagai katalis konverter terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan variasi rpm idle, 1500, 2500, dan 3500. Bahan untuk pembuatan katalis konverter menggunakan 70% arang tempurung kelapa, 29% tepung tapioka, dan 1% zat aditif tembaga (Cu). Hasil pengujian katalis konverter menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar terendah diperoleh pada knalpot yang menggunakan katalis konverter berdiameter 10 mm. Sementara itu, hasil pengujian emisi gas buang dengan katalis konverter menunjukkan hasil yang berfluktuasi, namun hasil pengujian emisi gas buang yang paling efisien terjadi pada katalis konverter dengan diameter 10 mm. Catalytic converter is a device that serves to reduce exhaust emissions in vehicles. Exhaust gas emissions in vehicles contain many dangerous substances, such as carbon monoxide, hydrocarbons, nitrogen oxides and so on. In this test aims to determine the effect of the use of coconut shell charcoal as a catalytic converter on fuel consumption and exhaust emissions with variations in idle rpm, 1500, 2500, 3500. The material for making catalytic converters uses 70% coconut shell charcoal, 29 tapioca flour % and 1% are copper (Cu) additives. The results of testing of catalytic converters from the lowest fuel consumption were obtained, namely the exhaust using a 10 mm diameter diameter catalytic converter and the results of exhaust emission testing using a catalytic converter fluctuating, the results of the most efficient exhaust emission testing occurred in catalytic converters with a diameter of 10 mm.
DESAIN DAN SIMULASI CHASSIS MOBIL KMHE MODEL SPACE FRAME Susanto, I Made; Agustina, Lia; Mariki, I Wayan Wawan
JTAM ROTARY Vol 8, No 1 (2026): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v8i1.17382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan chassis mobil KMHE menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor dan software ANSYS. Chassis mobil KMHE yang dirancang menggunakan model space frame dengan material utama hollow baja hitam. Parameter teknis seperti uji tarik, deformasi, tegangan dan safety factor digunakan untuk mendukung proses simulasi dan analisis perfoma mekanik chassis mobil KMHE. Hasil penelitian menunjukkan pada uji tarik material hollow baja hitam sebagai bahan utama chassis KMHE diperoleh nilai yield strength sebesar ±317,5 MPa dan ultimate tensile strength sebesar ±393,6 MPa, serta modulus elastisitas sebesar ±19.226 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa material tersebut memiliki sifat mekanik yang kuat, kaku, dan layak digunakan sebagai struktur utama chassis kendaraan ringan. Pada analisis deformasi, tegangan, dan safety factor menggunakan perangkat lunak ANSYS diperoleh nilai deformasi maksimum sebesar 40,05 mm, tegangan maksimum sebesar 7,24 MPa serta menghasilkan safety factor sebesar 43,86. Hasil ini menandakan struktur sangat aman untuk digunakan dalam kondisi pembebanan statis pada kendaraan KMHE. This study aims to design and simulate the KMHE car chassis using Autodesk Inventor and ANSYS software. The KMHE car chassis is designed using a space frame model with the main material being black steel hollow. Technical parameters such as tensile tests, deformation, stress, and safety factor were used to support the simulation process and analysis of the KMHE vehicle's mechanical performance. The results showed that tensile tests using black hollow steel as the primary material for the KMHE chassis yielded a yield strength of ±317.5 MPa, an ultimate tensile strength of ±393.6 MPa, and a modulus of elasticity of ±19,226 MPa. These results indicate that the material possesses strong and stiff mechanical properties, making it suitable for use as the primary structure of a light vehicle chassis. Analysis of deformation, stress, and safety factor using ANSYS software yielded a maximum deformation of 40.05 mm, a maximum stress of 7.24 MPa, and a safety factor of 43.86. These results indicate that the structure is very safe for use under static loading conditions in KMHE vehicles.

Page 12 of 13 | Total Record : 121