cover
Contact Name
Sehat Ihsan Sadiqin
Contact Email
jsai@ar-raniry.ac.id
Phone
+6282165108654
Journal Mail Official
jsai@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai I, Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI)
ISSN : -     EISSN : 27226700     DOI : 10.22373
The focus and Scope of JSAI is to provide a scientific article of conceptual studies of sociology of religion, religious communities, multicultural societies, social changes in religious communities, and social relations between religious communities base on field research or literature studies with the sociology of religion perspective or sociology. Fokus dan Skope JSAI adalah artikel ilmiah tentang studi konseptual sosiologi agama, komunitas agama, masyarakat multikultural, perubahan sosial dalam komunitas agama, dan hubungan sosial antara komunitas agama berdasarkan penelitian lapangan atau studi literatur dengan perspektif sosiologi agama atau sosiologi.
Articles 123 Documents
Pengaruh Daya Tarik Fisik terhadap Diskriminasi Pekerjaan di Industri Perhotelan dan Pariwisata Jakarta: Physical Attractiveness on Job Discrimination in Jakarta's Hospitality and Tourism Industry Silmi Lestari
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3451

Abstract

This study aims to explore how standards of beauty and physical attractiveness influence job opportunities in the hospitality and tourism industries, particularly in the context of discrimination occurring in the initial stages of the job market, as reflected in job vacancy announcements. Utilising a reflective digital sociology approach, an analysis was conducted on job listings from the jobstreet.co.id portal, focusing on the hospitality and tourism sectors. The findings indicate that skills such as communication abilities, a good personality, and physical attractiveness often emerge as primary factors in the selection process. Notably, an attractive appearance is frequently considered an essential qualification and indicates a tendency towards discrimination at the initial stage of recruitment. This study finds that physical attractiveness is not only valued but also acts as a discriminatory factor, limiting job opportunities for those who do not meet subjective standards of beauty. These findings affirm that individuals with physical attractiveness are more likely to succeed in the hospitality and tourism industries compared to those who are less physically attractive. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana standar kecantikan dan daya tarik fisik mempengaruhi peluang kerja di industri perhotelan dan pariwisata, khususnya terkait dengan diskriminasi dalam tahapan awal proses rekrutmen, seperti yang tercermin dalam pengumuman lowongan kerja. Menggunakan pendekatan sosiologi digital reflektif, analisis dilakukan terhadap data lowongan pekerjaan dari portal jobstreet.co.id, dengan fokus pada sektor perhotelan dan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi, kepribadian yang baik, dan daya tarik fisik sering kali menjadi faktor utama dalam proses seleksi. Penampilan yang menarik, khususnya, sering kali dianggap sebagai kualifikasi penting dan mengindikasikan adanya kecenderungan diskriminatif pada fase awal rekrutmen. Temuan ini menemukan bahwa daya tarik fisik tidak hanya dihargai tetapi juga berperan sebagai faktor diskriminatif, membatasi kesempatan kerja bagi mereka yang tidak memenuhi standar kecantikan subjektif. Hal ini menegaskan bahwa individu dengan daya tarik fisik cenderung memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses dalam industri perhotelan dan pariwisata dibandingkan mereka yang tidak menarik secara fisik.
Pemberdayaan Nelayan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Alue Naga, Aceh: Empowerment of Fishermen through Joint Business Groups (KUBE) in Alue Naga Village, Aceh Juaris Juaris; Jhon Wahidi; Saprijal Saprijal; Faez Syahroni
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3489

Abstract

This article discusses the role of Joint Business Groups (KUBE) in empowering fishermen in Alue Naga Village, Aceh, Indonesia. The study employs a qualitative descriptive approach, with primary data collected through observation, in-depth interviews, and focused group discussions. The findings reveal that KUBE significantly contributes to improving the fishermen's quality of life through education, training, and financial assistance. The emerging trend of economic improvement and increased awareness among the fishing community indicate the effectiveness of KUBE's intervention. This study demonstrates that KUBE not only strengthens economic aspects but also supports the enhancement of social capacity and entrepreneurship among fishermen. The implementation of KUBE strategies impacts the increase in income, knowledge, and skills in fishing and business management. This study concludes that, in the context of empowering fishermen, KUBE can be a key instrument in enhancing the welfare and independence of the fishing community. AbstrakArtikel ini mendiskusikan tentang peran Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam pemberdayaan nelayan di Desa Alue Naga, Aceh, Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa KUBE berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup nelayan melalui pendidikan, pelatihan, dan bantuan keuangan. Terjadinya tren peningkatan ekonomi dan kesadaran di masyarakat nelayan, menandakan efektivitas intervensi KUBE. Studi ini membuktikan bahwa KUBE tidak hanya memperkuat aspek ekonomi tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas sosial dan kewirausahaan nelayan. Implementasi strategi KUBE berdampak pada peningkatan pendapatan, pengetahuan, dan keterampilan menangkap ikan serta pengelolaan usaha. Artikel ini menyimpulkan bahwa dalam konteks pemberdayaan nelayan, KUBE dapat menjadi salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat nelayan.
Solidaritas dan Transaksi Ekonomi dalam Komunitas Suporter Persis Solo: Solidarity and Economic Transactions within the Persis Solo Supporters' Community Ronald Tri Pamungkas; Danang Purwanto; Riadi Syafutra Siregar
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3528

Abstract

Football is more than just a game on the field; it also involves social and economic aspects, especially among fans. This research examines the 'away days' phenomenon with Persis Solo football club supporters, where some fans sell or pawn belongings to fund their travel. Using qualitative methods and a case study approach, this study gathered data through interviews and observations with seven selected informants in Solo City. The study reveals that Persis Solo supporters' activities go beyond just supporting their team; they also engage in economic transactions. When it comes to away days, supporters' decisions to sell or pawn items are more about helping and making away days successful than needing those items. These transactions during away days are based on trust and involve strong social connections among the supporters. AbstrakSepak bola tidak hanya terbatas pada permainan di lapangan, tetapi juga melibatkan fenomena sosial-ekonomi, terutama di kalangan suporter. Penelitian ini mengkaji fenomena away days yang terjadi di antara suporter klub sepak bola Persis Solo. Di dalam fenomena ini, beberapa suporter terlibat dalam penjualan dan gadai barang untuk membiayai perjalanan mereka. Dengan menggunakan metodologi kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dari tujuh informan yang dipilih secara purposive sampling di Kota Solo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas suporter Persis Solo melampaui dukungan tim biasa, merambah ke dalam transaksi ekonomi. Saat away days, keputusan suporter untuk membeli atau menggadaikan barang lebih didorong oleh keinginan untuk membantu dan menyukseskan away days, daripada oleh kebutuhan atas barang itu sendiri. Transaksi yang terjadi dalam konteks away days ini berakar pada rasa kepercayaan dan melibatkan jaringan sosial yang kuat di antara suporter.
Pariwisata Berbasis Masyarakat: Studi Kasus Pantai Menganti, Kebumen: Community-Based Tourism: A Case Study of Menganti Beach, Kebumen Mahfud Miftahkhul Huda; Yosafat Hermawan Trinugraha; Dwi Astutik
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3543

Abstract

This article explores the role of local communities in community-based tourism development at Menganti Beach, Karangduwur Village, Kebumen District, as a response to socio-economic challenges in the area. Utilizing a qualitative approach and descriptive research, this study gathered data through interviews, observations, and documentation to understand how the community of Karangduwur independently manages Menganti’s tourism, differing from other tourism management practices predominantly overseen by the tourism department. The findings indicate a significant role of the local community in five aspects: as initiators, implementers, participants, reviewers, and beneficiaries, supporting the increase in Original Village Revenue (PAD), welfare, and reduction of unemployment. However, challenges such as conflicts of interest, culture shock, and lack of support from local governments, particularly in Environmental Impact Analysis (AMDAL) and waste management, pose substantial hurdles. Therefore, collaboration with external parties and heightened community awareness of waste management are essential for a more sustainable approach. AbstrakArtikel ini mengeksplorasi peran masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kabupaten Kebumen, yang merupakan respons terhadap tantangan sosial ekonomi di daerah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian deskriptif, studi ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memahami bagaimana masyarakat Desa Karangduwur secara swadaya mengelola wisata Pantai Menganti, yang berbeda dari praktik pengelolaan wisata lainnya yang lebih banyak dikelola oleh dinas pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan peran signifikan masyarakat lokal dalam lima aspek: sebagai pemrakarsa, pelaksana, penyerta, peninjau, dan penerima manfaat, yang mendukung peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta kesejahteraan dan pengurangan pengangguran. Namun, kendala seperti konflik kepentingan, culture shock, dan kurangnya dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengelolaan limbah, menimbulkan tantangan. Oleh karena itu diperlukan adanya kolaborasi dengan pihak eksternal dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah untuk pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Tradisi Sedekah Bumi di Dusun Nanggulan: Perspektif Sosiologi Agama: The Tradition of Sedekah Bumi in Dusun Nanggulan: A Perspective from the Sociology of Religion Permatasari, Shevia Putri; Fauzi, Agus Machfud
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i1.3704

Abstract

Religion and tradition are two pivotal pillars in shaping the social views and behaviors within communities. In the context of Dusun Nanggulan's society, the practice of Sedekah Bumi serves as a distinctive example of how tradition interacts with religion to create social solidarity and preserve communal values. This study aims to deepen the understanding of the Sedekah Bumi practice in Dusun Nanggulan, particularly exploring how the community responds, maintains, and adapts this tradition in the context of evolving religious understandings. This article employs a qualitative approach, utilizing observation, interviews, and literature review for data collection. The findings of this study indicate that Sedekah Bumi remains highly relevant in the lives of the Dusun Nanggulan community. Despite changes in its execution, such as procedural adaptations and the participation of the younger generation, this practice continues to be a crucial means of expressing gratitude and strengthening social solidarity. The study concludes that the Sedekah Bumi practice in Dusun Nanggulan demonstrates how religion and tradition can collaborate to solidify a harmonious social structure within the community, while playing a vital role in preserving traditional values, facilitating intergenerational value transmission, and maintaining social cohesion in Dusun Nanggulan. Abstrak Agama dan tradisi merupakan dua pilar penting dalam membentuk pandangan dan perilaku sosial masyarakat. Dalam konteks masyarakat Dusun Nanggulan, praktik Sedekah Bumi menjadi contoh khas bagaimana tradisi berinteraksi dengan agama untuk menciptakan solidaritas sosial dan mempertahankan nilai-nilai komunal. Studi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang praktik Sedekah Bumi di Dusun Nanggulan, khususnya dalam mengeksplorasi bagaimana masyarakat merespons, mempertahankan, dan mengadaptasi tradisi tersebut dalam konteks pemahaman agama yang berkembang. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan observasi, wawancara, dan studi literatur untuk mengumpulkan data. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Sedekah Bumi masih sangat relevan dalam kehidupan masyarakat Dusun Nanggulan. Meskipun mengalami perubahan dalam pelaksanaan, seperti adaptasi prosesi dan partisipasi generasi muda, praktik ini tetap menjadi sarana penting untuk ekspresi syukur dan memperkuat solidaritas sosial. Kajian ini menyimpulkan bahwa praktik Sedekah Bumi di Dusun Nanggulan menunjukkan bahwa agama dan tradisi dapat bekerja sama untuk mengukuhkan struktur sosial yang serasi di dalam komunitas dan sekaligus memainkan peran penting dalam menjaga nilai-nilai tradisional, memfasilitasi transmisi nilai antargenerasi, serta memelihara kebersamaan sosial di Dusun Nanggulan.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Sukoharjo: Empowering Women Through Women Farmers' Groups in Sukoharjo District Defi Agustin Setya Luthfitah; Nurhadi Nurhadi; Bagas Narendra Parahita
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3927

Abstract

This study aims to illustrate the empowerment of household women through Women Farmers Groups (Kelompok Wanita Tani, KWT) in Sukoharjo District, particularly in Kampung Ngromo. Employing qualitative methods, the study seeks to understand how KWT acts as an instrument for enhancing women's welfare and social roles. Through observation, interviews, and thematic data analysis, this study found that KWT contributes not only to the economic sector through agricultural activities and product processing but also strengthens its members' social networks and self-confidence. KWT Hesti Makarti and Kumalasari in Sukoharjo District, emerging from community initiatives, focus on improving family economics and environmental sustainability. Their involvement in various trainings and local competitions demonstrates increased competence and environmental awareness. However, the study also finds that while KWT aids in social and economic aspects, there are limitations in fully implementing the concept of women's empowerment. Abstrak Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang pemberdayaan perempuan Ibu Rumah Tangga (IRT) melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Sukoharjo, khususnya Kampung Ngromo. Kajian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami bagaimana KWT menjadi instrumen untuk peningkatan kesejahteraan dan peran sosial perempuan. Melalui observasi, wawancara, dan analisis data tematik, hasil penelitian mengungkap bahwa KWT tidak hanya menghasilkan kontribusi ekonomi melalui kegiatan pertanian dan pengolahan produk, tetapi juga memperkuat jaringan sosial dan kepercayaan diri para anggotanya. KWT Hesti Makarti dan Kumalasari di Kecamatan Sukoharjo muncul dari inisiatif komunal, berfokus pada peningkatan ekonomi keluarga dan kelestarian lingkungan. Keterlibatan mereka dalam berbagai pelatihan dan lomba tingkat daerah menunjukkan peningkatan kompetensi dan kesadaran lingkungan. Namun, studi ini juga menemukan bahwa meskipun KWT berkontribusi dalam aspek sosial dan ekonomi, masih terdapat keterbatasan dalam menerapkan konsep pemberdayaan perempuan secara menyeluruh.
The Urgency of Peace Education in Aceh's Educational Institutions Halik Halik; Siti Ikramatoun; Nina Suryana
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3936

Abstract

The protracted conflict in Aceh has inflicted significant damage upon the region's social and educational infrastructure, engendering an urgent imperative for the integration of peace education within educational institutions. This article aims to discuss the urgency of peace education in Aceh's educational institutions. A qualitative research methodology, employing a literature study approach, was adopted, gathering and analyzing data from various relevant sources to gain a comprehensive understanding. This study showed that peace education is not only critical for post-conflict recovery but also essential in shaping the attitudes of tolerance and conflict understanding among the youth. This need is underscored by Aceh's conflict history and its enduring impact on society. The article concludes that peace education is an urgent requirement in Aceh's schools, with the potential to equip students with knowledge and attitudes supportive of sustained peace and future violence prevention. Investment in peace education in Aceh is vital for regional stability and serves as a potential global model for post-conflict peacebuilding.
Dinamika Hijrah di Indonesia: Dari Transformasi Spiritual Menuju Gerakan Sosial: The Dynamics of Hijrah in Indonesia: From Spiritual Transformation to Social Movement Hakim, Lukman
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i1.3993

Abstract

The phenomenon of Hijrah in Indonesia has transformed from a spiritual journey into a broad social movement, involving various communities with diverse historical backgrounds and socio-political contexts. This study aims to explore the Hijrah phenomenon within the Indonesian context by examining shifts in its meaning and practices, as well as understanding its transformation into a social movement that influences religious identity and social interactions. Employing a qualitative methodology, this study focuses on a literature review and an interpretive approach to grasp the Hijrah phenomenon from historical, social, cultural, and spiritual perspectives. The findings reveal that Hijrah has evolved from the concept of physical migration to encompass changes in attitude, lifestyle, and Islamic dress codes, reflecting repentance and the religious aspirations of a new generation. Additionally, Hijrah serves as a medium for disseminating doctrine and carries specific socio-economic impacts. This study concludes that Hijrah in Indonesia is a multidimensional phenomenon, reflecting the dynamic social, cultural, and religious fabric of the society. The transformation of Hijrah into a social movement not only alters the religious landscape but also influences social, economic, and political interactions. This study emphasizes the importance of a multidisciplinary approach in understanding contemporary religious and social dynamics. Abstrak Fenomena hijrah di Indonesia telah mengalami transformasi dari perjalanan spiritual menjadi gerakan sosial yang luas dan melibatkan berbagai komunitas dengan latar belakang historis dan konteks sosio-politik beragam. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena hijrah dalam konteks Indonesia dengan menelaah pergeseran makna dan praktiknya, serta memahami transformasinya menjadi gerakan sosial yang mempengaruhi identitas religius dan interaksi sosial. Kajian ini menggunakan metode kualitatif, dengan fokus studi kepustakaan dan pendekatan interpretatif untuk memahami fenomena hijrah dari perspektif historis, sosial, budaya, dan spiritual. Kajian ini menunjukkan bahwa hijrah telah berkembang dari konsep migrasi fisik menjadi perubahan sikap, gaya hidup, dan tata cara berpakaian yang lebih Islami, mencerminkan pertobatan dan aspirasi religius generasi baru. Hijrah juga menjadi medium penyebaran doktrin dan memiliki dampak sosio-ekonomi tertentu. Kajian ini menyimpulkan bahwa hijrah di Indonesia merupakan fenomena multidimensi yang mencerminkan dinamika sosial, kultural, dan religius masyarakat. Transformasi hijrah menjadi gerakan sosial tidak hanya mengubah landscape keagamaan tapi juga mempengaruhi interaksi sosial, ekonomi, dan politik. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam memahami dinamika keagamaan dan sosial kontemporer.
Pembentukan Kepemimpinan dalam Organisasi Keagamaan: Analisis Latihan Kader Utama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Yogyakarta: Leadership Formation in Religious Organizations: An Analysis of the Main Cadre Training in the Nahdlatul Ulama Student Association, Yogyakarta Alghozali, Ahmad Mirshad
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i1.4242

Abstract

This article aims to discuss how the Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) in Yogyakarta instills leadership qualities in its members through Primary Cadre Training. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and content analysis conducted during the sessions of the Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Primary Cadre Training. The study indicates that IPNU Primary Cadre Training emphasizes self-analysis, organizational understanding, and the development of ideology while instilling values of patriotism, nationalism, and Islamic ideology. The study concludes that leadership training in IPNU is grounded in Max Weber's theory of authority, emphasizing a combination of technical expertise and moral integrity. Although Primary Cadre Training does not guarantee charismatic authority, it serves as a crucial foundation for IPNU cadres to assume leadership responsibilities in the future. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang bagaimana Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Daerah Istimewa Yogyakarta menanamkan kualitas kepemimpinan pada anggotanya melalui Latihan Kader Utama. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis konten selama sesi Latihan Kader Utama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Kajian ini menunjukkan bahwa latihan Kader Utama IPNU menitikberatkan pada analisis diri, pemahaman organisasi, dan pengembangan ideologi, serta menanamkan nilai cinta tanah air, nasionalisme, dan ideologi keislaman. Kajian ini menyimpulkan bahwa latihan kepemimpinan di IPNU memiliki dasar pada teori otoritas Max Weber yang menekankan pada kombinasi keahlian teknis dan integritas moral. Meskipun Lakut tidak menjamin otoritas karismatik, tetapi sebagai tahap akhir pengkaderan Lakut memberikan landasan penting bagi kader IPNU untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan di masa depan.
Kampung Pancasila: Resolusi Konflik Keagamaan di Kwangenrejo: Kampung Pancasila: Religious Conflict Resolution in Kwangenrejo Pancaningsih, Siti Samrotul; Sunesti, Yuyun; Zuber, Ahmad
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i1.4247

Abstract

This article aims to analyze the implementation of the Pancasila Village in Kwangenrejo Village as a strategy for resolving religious conflicts. This study employs a qualitative approach, with informants selected through purposive sampling techniques. Data collection methods include in-depth interviews, participatory observation, and documentary studies. Data analysis adheres to the framework proposed by Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that the transformation of Kwangenrejo into a Pancasila Village has successfully reduced tensions and promoted interfaith harmony. Activities such as the socialization of Pancasila values, installation of Pancasila stickers, and revitalization of the mutual assistance culture demonstrate the effectiveness of Pancasila values in resolving conflicts and fostering harmony. The study concludes that the implementation of the Pancasila Village in Kwangenrejo illustrates that the application of Pancasila values can serve as an effective strategy in religious conflict resolution. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kampung Pancasila di Kampung Kwangenrejo sebagai strategi resolusi konflik keagamaan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, informan dipilih melalui teknik Purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, pengamatan partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data mengikuti kerangka kerja Miles, Huberman, dan Saldana. Kajian ini menunjukkan bahwa transformasi Kwangenrejo menjadi Kampung Pancasila berhasil mengurangi ketegangan dan mempromosikan kerukunan antaragama. Kegiatan seperti sosialisasi nilai-nilai Pancasila, pemasangan stiker Pancasila, dan revitalisasi budaya gotong royong menunjukkan efektivitas implementasi nilai Pancasila dalam menyelesaikan konflik dan membangun kerukunan. Kajian menyimpulkan bahwa implementasi Kampung Pancasila di Kwangenrejo menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam resolusi konflik keagamaan.

Page 8 of 13 | Total Record : 123