cover
Contact Name
Sehat Ihsan Sadiqin
Contact Email
jsai@ar-raniry.ac.id
Phone
+6282165108654
Journal Mail Official
jsai@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai I, Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI)
ISSN : -     EISSN : 27226700     DOI : 10.22373
The focus and Scope of JSAI is to provide a scientific article of conceptual studies of sociology of religion, religious communities, multicultural societies, social changes in religious communities, and social relations between religious communities base on field research or literature studies with the sociology of religion perspective or sociology. Fokus dan Skope JSAI adalah artikel ilmiah tentang studi konseptual sosiologi agama, komunitas agama, masyarakat multikultural, perubahan sosial dalam komunitas agama, dan hubungan sosial antara komunitas agama berdasarkan penelitian lapangan atau studi literatur dengan perspektif sosiologi agama atau sosiologi.
Articles 123 Documents
Pengaruh Persepsi dan Manfaat Digitalisasi terhadap Keputusan Pembayaran Infaq: The Influence of Perception and Benefits of Digitalization on Infaq Payment Decisions Febriyanti, Laela Dwi; Rusdianto, Rusdianto
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.4655

Abstract

The digital transformation of infaq management in Indonesia marks a strategic shift towards increased transactional efficiency and transparency. With technological advancements, the use of digital platforms for religious donations has grown, altering the landscape of charitable giving. This study aims to explore the impact of perceived ease of use, security, transparency, trust, and perceived benefits on donor decision-making in online infaq payments. Employing a quantitative approach, data were collected from 100 respondents in the Special Region of Yogyakarta (DIY), selected based on their experience with online infaq payments, residency, employment status, and religious adherence. Multiple regression analysis conducted using SPSS revealed that ease of use, trust, and perceived benefits significantly influence donor decisions, whereas security and transparency do not. These findings highlight the importance of ease and benefits in enhancing the adoption of online infaq payments. Abstrak Transformasi digital dalam pengelolaan infaq di Indonesia menandai pergeseran strategis menuju peningkatan efisiensi dan transparansi transaksi. Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan platform digital untuk donasi keagamaan meningkat, mengubah lanskap pemberian amal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh persepsi kemudahan penggunaan, keamanan, transparansi, kepercayaan, dan manfaat yang dirasakan terhadap keputusan donatur dalam pembayaran infaq online. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 responden di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dipilih berdasarkan pengalaman pembayaran infaq online, domisili, status pekerjaan, dan kepatuhan beragama. Analisis regresi berganda dengan SPSS mengungkap bahwa kemudahan penggunaan, kepercayaan, dan manfaat yang dirasakan berpengaruh signifikan terhadap keputusan donatur, sedangkan keamanan dan transparansi tidak. Temuan ini menekankan pentingnya faktor kemudahan dan manfaat dalam meningkatkan adopsi pembayaran infaq online.
Menggali Makna Toleransi Antar Umat Beragama dalam Kerangka Keselarasan Sosial: Exploring the Meaning of Interfaith Tolerance within the Framework of Social Harmony Wulandari, Sekar Kirana; Yasmin, Andien Rizkyas; Sugiarti, Nadila Putri Budi; Komariah, Siti; Hyangsewu, Pandu
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.4845

Abstract

Indonesia, with its extensive diversity in religions, races, cultures, and ethnic groups, confronts the dual potential of this diversity: as both a source of harmony and a source of conflict. This study utilizes an explanatory sequential mixed-methods approach to explore the comprehension and practice of interfaith tolerance among university students and to identify strategies for enhancing social harmony. By employing questionnaires and conducting interviews with students from varied religious backgrounds, the research reveals that although there is an overarching understanding of tolerance, its actual implementation is frequently hindered by religious fanaticism and other social barriers. The findings emphasize that education, particularly at the tertiary level, plays a pivotal role in cultivating an effective understanding and enactment of tolerance. Consequently, the study advocates for the enhancement of curricula by integrating Pancasila values and multicultural education to fortify tolerance and mitigate fanaticism. This research underscores the significance of interfaith dialogue and education in promoting social harmony and inclusive national development in Indonesia. Abstrak Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman agama, ras, budaya, dan etnis, menghadapi potensi dualistik keberagaman ini: sebagai sumber harmoni dan juga sebagai sumber konflik. Penelitian ini menggunakan metode campuran sekuensial eksplanatori untuk memahami pemahaman dan praktik toleransi antar umat beragama di kalangan mahasiswa, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan harmoni sosial. Melalui kuesioner dan wawancara dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama, penelitian ini mengungkap bahwa meskipun ada pemahaman tentang toleransi, praktiknya sering terhambat oleh fanatisme agama dan penghambat sosial lainnya. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan, khususnya di perguruan tinggi, memegang peran kunci dalam membentuk pemahaman dan praktek toleransi yang efektif. Implikasinya, peningkatan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan pendidikan multikultural diperlukan untuk memperkuat toleransi dan mengatasi fanatisme. Penelitian ini menekankan pentingnya dialog antaragama dan pendidikan dalam mempromosikan keselarasan sosial dan pembangunan nasional yang inklusif di Indonesia.
Inklusi Sosial dan Keberagaman di Desa Tangguh Bencana: Studi Kasus Gampong Jawa, Banda Aceh: Social Inclusion and Diversity in Disaster-Resilient Villages: A Case Study of Gampong Jawa, Banda Aceh Fatimahsyam, Fatimahsyam
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.4899

Abstract

This article investigates disaster mitigation efforts in Gampong Jawa, Banda Aceh, focusing on the integration of diverse community elements following the devastating earthquake and tsunami on December 26, 2004. Emphasizing geographical and demographic specifics, it assesses disaster risk levels and describes the formation process of the Disaster Resilient Village (Desa Tangguh Bencana/DESTANA). The study employs a qualitative phenomenological approach to capture narratives of lives impacted by disasters and communal efforts in disaster management. The findings highlight the pivotal role of social inclusion in disaster preparedness, where high community diversity offers both challenges and opportunities for building disaster resilience. Despite improvements in disaster readiness through the DESTANA program, substantial challenges persist in internalizing disaster knowledge among immigrant populations and the disabled. This study underscores the importance of cross-sector collaboration and the utilization of local social capital to enhance the effectiveness of disaster management programs, promoting community resilience and proactive participation in disaster preparedness. Abstrak Artikel ini mengeksplorasi upaya mitigasi bencana di Gampong Jawa, Banda Aceh, dengan fokus pada cara komunitas yang beragam berintegrasi setelah gempa bumi dan tsunami yang merusak pada 26 Desember 2004. Dengan menyoroti detil geografis dan demografis, penelitian ini mengkaji tingkat risiko bencana dan menguraikan proses pembentukan Desa Tangguh Bencana. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologis, studi ini menggali narasi dari kehidupan yang terpengaruh oleh bencana dan upaya komunal dalam manajemen bencana. Hasilnya menunjukkan bahwa inklusi sosial memiliki peranan penting dalam persiapan menghadapi bencana, dimana keragaman tinggi dalam komunitas menyajikan baik tantangan maupun peluang dalam membangun ketangguhan bencana. Meskipun program DESTANA telah membawa peningkatan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, masih terdapat tantangan besar dalam menginternalisasikan pengetahuan tentang bencana, khususnya di antara penduduk pendatang dan kelompok disabilitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dan pemanfaatan kapital sosial lokal untuk memperkuat efektivitas program pengelolaan bencana, tidak hanya memperkuat ketangguhan komunitas terhadap bencana tetapi juga mendukung pembelajaran bersama dan partisipasi aktif dari semua anggota masyarakat.
Efektivitas Program Motekar dalam Mengurangi Angka Perceraian di Jawa Barat: The Effectiveness of the Motekar Program in Reducing Divorce Rates in West Java Septiani, Wanda Hamidah; Nurhadi, Nurhadi; Liestyasari, Siany Indria
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.5330

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of the Family Resilience Motivator Program (Motekar) in addressing the high rates of divorce in West Java Province, primarily driven by ongoing disputes and forced marriages. Instituted by Regional Regulation No. 9 of 2014, this program endeavors to enhance family resilience through community empowerment and social interventions. Utilizing a descriptive qualitative methodology, this research investigates the impact of the Motekar facilitators in Banjar City. The findings suggest that although the program holds promise in mitigating family conflicts and reducing divorce rates, it faces significant challenges, including insufficient numbers of facilitators and limited resources. Therefore, this study recommends an increase in human and financial resources, as well as strengthened collaborations among stakeholders, to bolster the program's implementation and achieve sustainable family stability. The research highlights the crucial role of community-based interventions in promoting family resilience amid complex social challenges. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Program Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) dalam mengatasi tingginya angka perceraian di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014, program ini mengusahakan peningkatan ketahanan keluarga melalui pemberdayaan komunitas dan intervensi sosial. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menggali lebih dalam efektivitas kader Motekar di Kota Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun program tersebut menjanjikan dalam mengurangi konflik keluarga dan perceraian, ada hambatan signifikan yang ditemui, termasuk kekurangan jumlah kader dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, direkomendasikan peningkatan sumber daya manusia dan dana operasional, serta penguatan kerja sama antar stakeholder untuk memperkuat implementasi program dan mencapai stabilitas keluarga yang berkelanjutan. Studi ini menegaskan pentingnya peran intervensi berbasis komunitas dalam mempromosikan ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang kompleks.
Challenges and Solutions in Religious Guidance for Converts (muallaf) in Tanjung Beringin, Tanah Karo Lubis, M. Alif Erhanda; Abdurrahman, Zulkarnain
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.5344

Abstract

This study investigates the primary challenges and potential solutions in the religious guidance of converts (muallaf) in Tanjung Beringin Village, Tanah Karo, North Sumatra. Utilizing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. This study showed that the absence of continuous religious guidance, combined with the lack of permanent da’i, has weakened the religious understanding and enthusiasm among the converts. Additionally, parental neglect in supporting their children's religious education exacerbates this issue. The study proposes several solutions, including establishing collaborations with Islamic organizations and da'wah institutions to provide alternating da’i, appointing permanent Islamic religious instructors, revitalizing basic Islamic studies, and enhancing parental involvement in religious education. These measures aim to strengthen the religious identity and resilience of the convert community against external influences.
Strategi Adaptif dalam Pengembangan Usaha: Studi Kasus UMKM Carica Gemilang di Wonosobo: Adaptive Strategies in Business Development: A Case Study of Carica Gemilang MSME in Wonosobo Verdiani, Omy Marissa; Astutik, Dwi; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.5355

Abstract

This study aims to analyze the development strategies of Carica Gemilang, a Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME), from a sociological perspective using John W. Bennett's adaptation theory. This study employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and secondary sources such as relevant journal articles. The findings reveal that Carica Gemilang implements various development strategies, including maintaining product quality, listening to customer feedback, conducting promotions and building brand image, organizing surveys and annual meetings, expanding and strengthening business networks, and holding internal briefings. These strategies are categorized into three adaptation concepts according to Bennett: Adaptive Behavior, Adaptive Strategies, and Adaptive Processes. The adopted strategies enable Carica Gemilang to adapt to changing market conditions and contribute to the improvement of the community's economic conditions. Despite challenges such as the difficult supply of carica fruit and fluctuating social media algorithms, Carica Gemilang remains effective in its operations. This study underscores the importance of adaptive strategies in MSME development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Carica Gemilang dalam mengembangkan usahanya dari perspektif sosiologi menggunakan teori adaptasi John W. Bennett. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, serta sumber sekunder seperti artikel jurnal yang relevan. Penelitian ini menunjukkan bahwa UMKM Carica Gemilang menerapkan berbagai strategi pengembangan, termasuk menjaga kualitas produk, mendengarkan masukan konsumen, melakukan promosi dan membangun citra produk, mengadakan survei dan rapat tahunan, memperluas dan memperkuat jaringan usaha, serta mengadakan briefing internal. Strategi-strategi ini dikategorikan ke dalam tiga konsep adaptasi menurut Bennett: Adaptive Behavior, Adaptive Strategies, dan Adaptive Processes. Strategi yang diterapkan oleh UMKM Carica Gemilang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah dan berkontribusi pada peningkatan kondisi perekonomian masyarakat. Meskipun terdapat tantangan seperti pasokan buah carica yang sulit dan algoritma media sosial yang berubah-ubah, UMKM Carica Gemilang tetap mampu beroperasi secara efektif. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan strategi adaptif dalam pengembangan UMKM.
Ruang Digital dan Identitas Gay: Studi Sosiologis tentang Penggunaan Aplikasi Walla: Digital Spaces and Gay Identity: A Sociological Study on the Use of the Walla App Nurwahyu, Ardi; Muary, Rholand
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.5422

Abstract

This article delves into the sociological implications of the Walla app for the gay community in Medan, highlighting how digital technology facilitates identity formation and social interaction amidst societal stigma and discrimination. Employing a qualitative research methodology with virtual ethnography, the study gathers data through participant observation, field notes, a literature review, and interviews. Findings reveal that Walla is pivotal in providing a safe space for gays to express themselves and build supportive networks, partly due to the lack of family and societal support for their sexual orientation and the user-friendly nature of the app. This study underscores the transformative role of social media in enabling gay individuals in Medan to articulate and negotiate their identities, thereby contributing to our sociological understanding of digital spaces as venues for community building and personal expression. This research highlights the significant role of Walla in fostering a sense of community and visibility for gays in Indonesia, facilitating more authentic self-representation and interaction without fear of stigma. Abstrak Artikel ini meneliti implikasi sosiologis aplikasi Walla bagi komunitas gay di Medan, menyoroti bagaimana teknologi digital memfasilitasi pembentukan identitas dan interaksi sosial di tengah stigma dan diskriminasi masyarakat. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan etnografi virtual, studi ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, catatan lapangan, tinjauan literatur, dan wawancara. Temuan menunjukkan bahwa Walla berperan penting dalam menyediakan ruang aman bagi gay untuk mengekspresikan diri dan membangun jaringan dukungan, sebagian karena kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat terhadap orientasi seksual mereka serta sifat aplikasi yang mudah digunakan. Penelitian ini menegaskan peran transformatif media sosial dalam memungkinkan individu gay di Medan untuk mengartikulasikan dan menegosiasikan identitas mereka, sehingga memberikan kontribusi pada pemahaman sosiologis kita tentang ruang digital sebagai tempat pembangunan komunitas dan ekspresi pribadi. Penelitian ini menyoroti peran signifikan Walla dalam memupuk rasa komunitas dan visibilitas bagi gay di Indonesia, memfasilitasi representasi diri dan interaksi yang lebih otentik tanpa takut stigma.
Threats to Saminism Values in the Digitalization Era Atmaja, Diaz Kusuma; Norkholifah, Yuyun
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i2.5489

Abstract

This study examines the impact of digitalization on the values of Saminism in the Sikep community of Blora. Saminism, a traditional belief system originating from Java, emphasizes simplicity, non-violence, and harmonious living with nature. However, the digitalization era poses significant challenges to preserving these values. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews and participatory observations to understand the socio-cultural context in which Samin teachings are practiced. The findings indicate that digitalization has led to a shift in values among Sikep youth, who are increasingly exposed to pop culture and digital technology. This shift has resulted in a decreased understanding and practice of Saminism, as well as a decline in social ethics aligned with its teachings. To address these challenges, the Sikep community must reinforce Saminism teachings and filter foreign cultural influences to align with Sikep values, norms, and traditions. By leveraging digital platforms to promote Saminism teachings, the community can adapt to modern advancements while maintaining their cultural heritage. In conclusion, integrating Saminism principles with modern technology can create a sustainable balance between tradition and progress, ensuring the continued relevance and vitality of Saminism in the digital age.
“Panggil saja Aku Abang”: Pemaknaan, Negosiasi, dan Presentasi Identitas Gender Transman di Aceh Rayyana, Fadhilah; Sadiqin, Sehat Ihsan; Musdawati, Musdawati
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i3.5577

Abstract

This study aims to explores how transmen in Aceh construct and negotiate their gender identity within a social and cultural context dominated by religious norms. Using the Narrative Inquiry method, this qualitative study focuses on the life stories of two transmen to uncover the interplay between personal desires, social pressures, and cultural constraints. The findings reveal that transmen in Aceh interpret their male identity as a response to internal self-awareness and external societal expectations. Despite facing significant challenges, such as family rejection and societal stigma, transmen employ various strategies to adjust their gender identity within the boundaries of Islamic norms and local culture. These strategies include selective social interactions, adhering to certain cultural expectations, and maintaining religious practices in alignment with their biological sex. The study also highlights the importance of family support and social networks in helping transmen navigate their identity amidst societal constraints. Community involvement provides a sense of solidarity, while flexible approaches to cultural norms enable transmen to sustain their identity without completely rejecting societal expectations. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana transman di Aceh membangun dan menegosiasikan identitas gender mereka dalam konteks sosial dan budaya yang didominasi oleh norma agama. Dengan menggunakan metode Narrative Inquiry, penelitian kualitatif ini mendalami kisah hidup dua transman untuk memahami hubungan antara keinginan personal, tekanan sosial, dan batasan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transman di Aceh memaknai identitas laki-laki mereka sebagai respons terhadap kesadaran diri dan harapan sosial. Meskipun menghadapi tantangan besar, seperti penolakan keluarga dan stigma masyarakat, transman mengembangkan berbagai strategi untuk menyesuaikan identitas gender mereka dalam batasan norma Islam dan budaya lokal. Strategi ini meliputi interaksi sosial yang selektif, mengikuti sebagian norma budaya, dan tetap menjalankan ibadah sesuai jenis kelamin biologis mereka. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya dukungan keluarga dan jaringan sosial dalam membantu transman menavigasi identitas mereka di tengah tekanan sosial. Keterlibatan dalam komunitas memberikan solidaritas yang memperkuat, sementara pendekatan fleksibel terhadap norma budaya memungkinkan transman mempertahankan identitas mereka tanpa sepenuhnya menolak ekspektasi sosial.
Pengaruh Perubahan Sosial dan Perilaku Konsumtif terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada Mahasiswa Muslim di Perkotaan Desky, Ahmed Fernanda
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i3.5579

Abstract

This study examines the impact of social change and consumer behavior on the Fear of Missing Out (FoMO) syndrome among Muslim students in urban settings. Social media and digitalization have influenced communication patterns and consumption behaviors, contributing to the rise of FoMO among younger generations. A quantitative survey was conducted involving 100 undergraduate Muslim students from the State Islamic University of North Sumatra, Medan. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using Spearman correlation tests with SPSS version 22 to identify the relationships between social change, consumer behavior, and FoMO. The findings show significant relationships between social change and FoMO (r = 0.761), consumer behavior and FoMO (r = 0.866), and social change and consumer behavior (r = 0.693). Consumer behavior exerts a stronger influence on FoMO, suggesting that social media promotions and consumption trends drive impulsive buying and social anxiety. Muslim students face challenges in balancing modern social pressures with religious values. Strengthening self-regulation, family support, and digital literacy is essential to mitigate the negative effects of FoMO. Future research should expand the scope to include a broader population for a more comprehensive understanding. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh perubahan sosial dan perilaku konsumtif terhadap sindrom Fear of Missing Out (FoMO) di kalangan mahasiswa muslim di lingkungan perkotaan. Media sosial dan digitalisasi telah memengaruhi pola komunikasi dan konsumsi, yang berkontribusi pada peningkatan FoMO di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan survei kuantitatif dengan melibatkan 100 mahasiswa S1 muslim di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan bantuan SPSS versi 22 untuk mengidentifikasi hubungan antara perubahan sosial, perilaku konsumtif, dan FoMO. Penelitian menemukan hubungan signifikan antara perubahan sosial dan FoMO (r = 0,761), perilaku konsumtif dan FoMO (r = 0,866), serta perubahan sosial dan perilaku konsumtif (r = 0,693). Perilaku konsumtif memberikan pengaruh yang lebih kuat terhadap FoMO, menunjukkan bahwa promosi media sosial dan tren konsumsi mendorong perilaku impulsif serta kecemasan sosial. Mahasiswa muslim menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tekanan sosial modern dengan nilai-nilai agama. Regulasi diri, dukungan keluarga, dan literasi digital diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif FoMO. Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan populasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh.

Page 10 of 13 | Total Record : 123