cover
Contact Name
Iromi Ilham
Contact Email
ajj.antro@unimal.ac.id
Phone
+6282349345557
Journal Mail Official
ajj.antro@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Aceh Anthropological Journal
ISSN : 26145561     EISSN : 27460436     DOI : 10.29103
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024)" : 8 Documents clear
Adaptasi Organisasi Dalam Menghadapi Kemajuan Teknologi di Era Digital Rofi', Muhammad Ahsanur; Adib, Mohammad
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.16718

Abstract

This research aims to analyse the adaptation efforts of the Culture Division Office in facing technological advances in the digital era. This research is analysed using Denison's organisational culture adaptation theory with three indices: creating change, customer focus, and organisational learning. This research method is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out by collecting data, classifying, reducing, presenting data, and drawing conclusions. This research was conducted at the Office of the Culture Division of the Gresik Regency Disparekrafbudpora. The subjects of this research are the head of the culture division, young cultural advisor, language and literature analyst staff, and cultural heritage and museum analyst staff. The results of this study found that a) In terms of creating change, the cultural division office adapts by creating cultural heritage barcode innovations, utilising Instagram social media for promotional media, and utilising the OSS System; b) In terms of focusing on the community, the cultural division office adapts by utilising website platforms, social media, official numbers, and email as a means of receiving criticism and suggestions; dan c) In terms of organisational learning, the cultural division office adapts by creating a Virtual Museum, utilising the Zoom Platform, and implementing technical guidance programs.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya adaptasi Kantor Bidang Kebudayaan dalam menghadapi kemajuan teknologi di era digital. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori adaptasi budaya organisasi dari Denison, dengan tiga indeks yaitu menciptakan perubahan, fokus pada pelanggan, dan pembelajaran organisasi. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, mengklasifisikasi, mereduksi, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Kantor Bidang Kebudayaan Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik. Subjek penelitian ini yaitu kepala bidang kebudayaan, pamong budaya ahli muda, staf analis bahasa dan sastra, dan staf analis cagar budaya dan museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Dalam hal menciptakan perubahan, kantor bidang kebudayaan beradaptasi dengan membuat inovasi barcode cagar budaya, memanfaatkan media sosial Instagram untuk media promosi, dan memanfaatkan Sistem OSS; b) Dalam hal berfokus pada masyarakat, kantor bidang kebudayaan beradaptasi dengan memanfaatkan platform website, media sosial, nomor dinas, dan email sebagai sarana untuk menerima kritik dan saran; c) Dalam hal pembelajaran organisasi, kantor bidang kebudayaan beradaptasi dengan menciptakan Museum Virtual, memanfaatkan Platform Zoom, dan melaksanakan program bimtek.
Makna Ornamen Pelaminan Meuracu Tunggang Baliak dalam Upacara Pernikahan Suku Aneuk Jamee Mastura, Gita; Rahmi, Reysa Dwi; Munis, Alfian; Fatia, Dara; Nurdin, Ibnu Phonna
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.19041

Abstract

The Aneuk Jamee tribe has unique customs, one of which is the use of a kasab altar in wedding ceremonies, known as pelaminan meuracu tunggang baliak*. Each shape, motif, and color on this altar carries specific symbolic meanings. This research aims to describe the motifs and meanings in the pelaminan meuracu tunggang baliak of the Aneuk Jamee tribe in Tapaktuan District. Using qualitative methods and a descriptive approach, the study applies symbolic interaction theory to analyze the altar's motifs and meanings. The findings reveal the following: (1) colorful fans represent the king, commander, intelligence, and cleverness; (2) kaniang symbolizes men's and women's tongues; (3) meuracu refers to three kings; (4) banta gadang conveys parental messages to the younger generation about carrying on tradition; (5) banta basusun represents four parties from eight family groups; (6) dalansi symbolizes life, likened to plants, which reflect the nature of human existence; (7) the pandak mattress features the dalimo motif and intricate root patterns; and (8) butun fruit symbolizes the kings umbrella. Other symbolic elements include daluang and ceurano (betel containers).Suku Aneuk Jamee memiliki berbagai adat istiadat yang unik, salah satunya yaitu menggunakan pelaminan kasab dalam upacara pernikahan yang diberi nama pelaminan meuracu tunggang baliak. Dalam pelaminan meuracu tunggang baliak ini setiap bentuk, motif dan warna tersebut mempunyai makna atau arti tersendiri. Penelitian ini memepunyai tujuan untuk mendeskripsikan motif dan makna dalam pelaminan meuracu tunggang baliak suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan data primer dan data sekunder. Penelitian ini memakai teori interaksi simbolik untuk menggambarkan motif dan makna dari pelaminan tersebut. Motif dan makna dari pelaminan meuracu tunggang baliak suku aneuk jamee di Kecamatan Tapaktuan adalah (1) kipas warna-warni yang memiliki makna raja, hulubalang, cerdik dan pandai; (2) kaniang/lidah-lidah yang bermakna lidah perempuan dan lidah laki-laki; (3) meuracu yang diinterpretasikan sebagai tiga raja; (4) banta gadang diartikan sebagai pesan orang tua untuk anak muda yang akan menjadi penerus adat dan kehidupan; (5) banta basusun dimaknai sebagai empat pihak delapan kaum yaitu saudara dari orang tua yang merupakan kakak atau adik laki-laki dari orang tua; (6) Dalansi mewakili simbol tentang kehidupan di dunia ini yang diibaratkan dengan tumbuh-tumbuhan yang mempunyai filosofi menyimpan makna tentang hakikat kehidupan manusia; (7) tilam pandak ini memakai motif dalimo utuh dan akar berjalin dua petak dan empat petak dari akar yang bergolak; (8) buah butun merupakan simbol dari payung raja. Selain itu juga terdapat properti seperti daluang dan ceurano (tempat sirih).
Senjata Kurambik Sebagai Atribut dalam Silat pada Sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi, Nagari Sungai Pua Ravika, Nadila; Yunarti, Yunarti; Arifin, Zainal
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.18407

Abstract

The kurambik weapon is an original Minangkabau handheld weapon, curved in shape on the blade and has a hollow handle and is used as a secret weapon in silat. The use and inheritance of kurambik weapons in West Sumatra is not much and not just anyone can use this weapon. Kurambik weapons are usually associated with the silek harimau genre in Minangkabau. However, data was obtained that there are also silek tuo genre that use and inherit kurambik weapons. The sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi in Sungai Pua Nagari, Agam Regency is an silek tuo genre that was found to use and pass on kurambik weapons and make them an attribute in silat. This study aims to describe what is the reason for using kurambik weapons and explain how the fighter's knowledge of kurambik weapons in the sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi in Nagari Sungai Pua. This qualitative research uses descriptive analysis with observation, interview, literature study, and documentation methods. Informants were selected purposively, consisting of actors and observers of kurambik weapons. The results showed that there are two reasons for the use of kurambik weapons in the sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. The first reason is because the kurambik weapon is a legacy and the second reason is because the kurambik weapon is an identity. The fighter's knowledge of the form, function, value and use of kurambik weapons is knowledge or understanding gained while learning to use kurambik at sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. This knowledge is certainly connected to their behavior towards the kurambik weapon, one of which is shown through how carefully they use this weapon when practicing.Abstrak: Senjata kurambik merupakan suatu senjata genggam asli Minangkabau, berbentuk melengkung pada bilahnya dan memiliki gagang yang berlubang dan digunakan sebagai senjata rahasia dalam silat. Penggunaan dan pewarisan senjata kurambik di Sumatera Barat tidaklah banyak dan tidak sembarang orang pula yang bisa menggunakan senjata ini. Senjata kurambik biasanya selalu dikaitkan dengan aliran silat harimau di Minangkabau. Hanya saja, didapatkan data bahwa ada pula aliran silek tuo yang menggunakan dan mewariskan senjata kurambik. Sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi yang berada di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam yang beraliran silek tuo yang ditemukan menggunakan dan mewariskan senjata kurambik dan menjadikannya atribut dalam silat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang menjadi alasan penggunaan senjata kurambik serta menjelaskan bagaimana pengetahuan pesilat tentang senjata kurambik pada sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi di Nagari Sungai Pua. Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis deskriptif dengan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan dipilih secara sengaja, terdiri dari pelaku dan pengamat senjata kurambik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua hal yang menjadi alasan penggunaan senjata kurambik pada sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. Alasan pertama adalah karena senjata kurambik sebagai warisan dan alasan kedua yaitu karena senjata kurambik sebagai identitas. Pengetahuan pesilat terhadap bentuk, fungsi, nilai dan cara penggunaan senjata kurambik merupakan pengetahuan atau pemahaman yang didapatkan selama belajar menggunakan kurambik di sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. Pengetahuan ini tentunya terhubung pada perilaku mereka terhadap senjata kurambik, salah satunya ditunjukkan melalui bagaimana mereka begitu hati-hati menggunakan senjata ini ketika berlatih.
Ritual Larung Sesaji: Studi Etnografi Komunikasi pada Masyarakat Nelayan Kecamatan Puger Kabupaten Jember Maharani, Mutiara Ria Despita; Puspitasari, Phinky; Pramudia, Krisna Budi
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.16459

Abstract

Larung Sesaji is a ritual communication that gives rise to social interactions between individuals and individuals, individuals and society, and individuals and the creator. This article aims to describe in depth the ethnography of Larung Sesaji ritual communication in the fishing community of Puger District, Jember Regency. This research uses qualitative research methods with an ethnographic approach. The data collection techniques are observation, interviews, and document study. The research results show that Larung Sesaji is considered a way to communicate by expressing gratitude to God Almighty. This tradition is seen by the fishing community as sacred which has religious values and togetherness among the fishing community as well as an effort to seek safety from various disasters.Abstrak: Larung Sesaji merupakan komunikasi ritual yang memunculkan interaksi sosial baik interaksi antar individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan individu dengan sang pencipta. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam etnografi komunikasi ritual Larung Sesaji pada masyarakat nelayan Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Larung Sesaji dianggap sebagai cara untuk berkomunikasi dengan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini dipandang oleh masyarakat nelayan sebagai keramat yang memiliki nilai keagamaan dan kebersamaan antar masyarakat nelayan serta upaya meminta keselamatan terhadap berbagai bencana. 
Film Miracle in Cell: Analisis Pesan Moral Melalui Pendekatan Semiotika Rolland Barthes Ayuni, Putri; Fitri, Dwi; Anismar, Anismar; Hasan, Kamaruddin
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.18287

Abstract

Mass communication is communication that involves the production and distribution of messages continuously (continuously) which are widespread so that they are accepted by individuals in society, based on existing technology and institutions. One of the mass communication forms of production and distribution that is most accepted by society is film. . Films are loved by all ages, in Indonesia films are currently experiencing quite rapid progress, one of which is the drama genre film, namely the film Miracle In Cell No.7. The film Miracle In Cell No.7 is a family film that contains many moral messages that can be used as life lessons for viewers, especially parents and children. Therefore, the focus of the research is to analyze the meaning of denotation, connotation and myth through the moral messages implied by the scenes, settings and characters presented in the film Miracle In Cell No.7. This research uses descriptive qualitative research. The object in this research is a scene that contains a moral message between children and their parents and the surrounding environment in the film Miracle in Cell 7. The results of this research can be concluded that in the film Miracle in Cell 7, which lasts 2 hours 25 minutes, using Indonesian, 12 scenes were found. there are 12 denotation sentences, 12 connotation sentences, 11 myth sentences and 12 moral message contents.Abstrak: Komunikasi massa adalah komunikasi yang melibatkan produksi dan distribusi pada pesan secara terus menerus (kontiniyu) yang bersifat meluas sehingga diterima oleh individu dalam masyarakat, berdasarkan teknologi dan lembaga yang ada, salah satu komunikasi massa yang bersifat produksi dan distribusi yang paling diterima oleh masyarakat adalah film. Film sangat banyak disukai oleh seluruh usia, di Indonesia saat ini film sedang mengalami kemajuan yang cukup pesat, salah satunya adalah film yang bergenre drama yaitu film Miracle In Cell No.7. film Miracle In Cell No.7 merupakan film keluarga yang terdapat banyak pesan moral yang bisa dijadikan pelajaran hidup bagi para penonton terutama bagi orang tua dan anak. Oleh sebab itu, fokus penelitiannya adalah menganalisis pemaknaan denotasi, konotasi dan mitos melalui pesan moral yang tersirat dari adegan, latar, serta tokoh yang disuguhkan dalam film Miracle In Cell No.7. Penelitian ini menggunakan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini merupakan adegan atau Scene yang terdapat pesan moral anak dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya film Miracle in Cell 7. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan pada film Miracle in Cell 7 yang berdurasi 2 jam 25 menit detik menggunakan bahasa Indonesia ditemukan 12 scene tersebut yang terdapat 12 kalimat denotatsi, 13 kalimat konotasi, 11 kalimat mitos dan 12 isi pesan moral.
Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga: Studi Kasus Bank Sampah Sakinah di Kelurahan Batu Gadang Yulia, Regina; Yunarti, Yunarti; Syahrizal, Syahrizal
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.17947

Abstract

This study describes the management and utilization of household waste in the Sakinah Waste Bank. Waste banks are present as an alternative in household waste management, expected to help overcome waste management problems and reduce the amount of waste in landfills. This research aims to look at the management of household waste in the Sakinah Waste Bank, as well as the utilization of household waste through the Sakinah Waste Bank in the Batu Gadang Village community. This research uses a qualitative method with a case study approach, then uses data collection techniques in the form of observation, interviews, literature study, and documentation. The selection of informants was carried out using purposive sampling technique, with a total of 15 informants, consisting of 10 key informants and five ordinary informants. The results showed that the management of household waste in the Sakinah Waste Bank, there is a change in the view of waste from dirty and useless items to items that can be reprocessed. through the Sakinah Waste Bank, the community is educated on how to manage plastic recycled waste so that it will produce economic value for the community, especially customers of the Sakinah Waste Bank. The existence of the Sakinah Waste Bank also makes changes in the community, starting from the view of waste, the habit of managing waste to the economic benefits felt by the community.Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga di Bank Sampah Sakinah. Bank sampah hadir sebagai alternatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga, diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan pengelolaan sampah dan berkurangnya jumlah sampah di tempat pembuangan akhir. Penelitian ini bertujuan melihat pengelolaan sampah rumah tangga pada Bank Sampah Sakinah, serta pemanfaatan sampah rumah tangga melalui Bank Sampah Sakinah di masyarakat Kelurahan Batu Gadang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, kemudian menggunakan teknik pengempulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan total 15 informan, yang terdiri dari 10 informan kunci dan lima informan biasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengeloaan sampah rumah tangga di Bank Sampah Sakinah, adanya perubahan pandangan terhadap sampah yang awal yang barang kotor dan tidak berguna menjadi barang yang dapat diolah kembali. melalui Bank Sampah Sakinah masyarakat diedukasi mengenai cara pengelolaan sampah daur ulang plastik hingga nantinya menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat khususnya nasabah Bank Sampah Sakinah. Keberadaan Bank Sampah Sakinah juga membuat perubahan yang ada dimasyarakat mulai dari pandangan mengenai sampah, kebiasaan mengelola sampah hingga manfaat ekonomis yang dirasakan masyarakat.
Konsep Pemasaran Brand Wisata Halal dalam Mewujudkan Industri Pariwisata Kelas Dunia di Kota Banda Aceh Rizal, Mukhsin; Saprijal, Saprijal; AS, Adnin; Syahroni, Faez; Jamali, Yusra
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.18274

Abstract

Halal tourism is a tourism activity that provides facilities and services in accordance with sharia principles, such as food, drinks, places of worship, accessories that meet halal standards. The purpose of this study was to determine the Marketing Concept of Halal Tourism Brands in Realizing a World-Class Tourism Industry in Banda Aceh City. The research method uses qualitative research, technical data collection observation, interviews and documentation. Data analysis techniques, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the marketing concept uses tourism activities, supported by various facilities and services that meet the provisions according to Islamic values, the Banda Aceh halal tourism marketing system carries out effective strategies to increase tourist visits and promote halal tourist destinations such as destinations, origins, time, promotional strategies, certification and standardization, management and improvement of facilities and infrastructure, and digital media. The advantages of Banda Aceh halal tourism can grow great tourism potential, implementation of halal tourism strategies, development of tourism based on Islamic law, attractive tourist destinations, national and international awards, community economic growth, halal certificates, and so on.Abstrak: Wisata halal merupakan suatu kegiatan pariwisata yang menyediakan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti makanan, minuman, tempat ibadah, asesoris memenuhi standar kehalalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Konsep Pemasaran Brand Wisata Halal Dalam Mewujudkan Industri Pariwisata Kelas Dunia di Kota Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif, teknis pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pemasaran menggunaakan kegiatan pariwisata, didukung oleh berbagai fasilitas dan layanan yang memenuhi ketentuan sesuai nilai-nilai islami, sistem pemasaran wisata halal Banda Aceh melakukan strategi yang efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempromosikan destinasi wisata halal seperti destination, origin, time, strategi promosi, sertifikasi dan standarisasi, pengelolaan dan pembenahan sarana dan prasarana, dan media digital. Keunggulan wisata halal Banda Aceh dapat menumbuhkan potensi wisata yang besar, implementasi strategi wisata halal, pengembangan pariwisata berdasarkan syariat Islam, destinasi wisata yang menarik, penghargaan nasional dan internasional, pertumbuhan ekonomi masyarakat, sertifikat halal, dan sebagainya.
Persepsi Masyarakat Nagari Sungai Pinang terhadap Konservasi Hutan Mangrove Putri, Nadya Melati; Syahrizal, Syahrizal; Indrizal, Edi
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.18570

Abstract

In Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province, from 2016 to 2021, there was a decline in both the extent and quality of Mangrove areas. In response to this, a conservation group was initiated by a local community member in 2016. This study aims to understand the perceptions of the Nagari Sungai Pinang community towards Mangrove forest conservation by examining their knowledge and utilization of mangroves. The researchers employed a qualitative case study method, utilizing data collection techniques such as observation, participant observation, in-depth interviews, literature review, and documentation. The results indicate that the utilization of Mangrove plants by the community in Nagari Sungai Pinang is minimal and involves personal, subsistence, and commercial use, leading to a low intensity of exploitation. Consequently, the efforts by the community to independently maintain the Mangrove forests are minimal. This also contributes to the community's lack of interest in participating in conservation activities, compounded by their limited knowledge and understanding of the role of Mangrove forests in protecting ecosystems. As a result, the community's perceptions are divided into two groups: those who support and those who are indifferent to Mangrove forest conservation in Nagari Sungai Pinang. These differing perceptions are related to their livelihoods, residential locations, knowledge of Mangrove functions, and daily interactions with mangroves.Abstrak: Di Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, tahun 2016 sampai dengan 2021 kondisi Mangrove mengalami penurunan luas dan kualitas. Menanggapi hal tersebut, muncul kelompok konservasi yang diinisiasi oleh salah satu anggota masyarakat pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan untuk memahami persepsi masyarakat Nagari Sungai Pinang terhadap konservasi hutan Mangrove melalui pengetahuan dan cara masyarakat dalam  memanfaatkan Mangrove. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, observasi partisipasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan tumbuhan Mangrove oleh masyarakat di Nagari Sungai Pinang secara pribadi, subsistensi dan komersial dengan jumlah yang sangat sedikit sehingga intensitas pemanfaatannya tidak tinggi. Oleh karena itu usaha dalam mempertahankan keberadaan hutan Mangrove secara mandiri oleh masyarakat sangat kecil. Hal ini juga menjadi alasan bagi masyarakat kurang tertarik dalam berpartisipasi pada setiap kegiatan konservasi yang melibatkan masyarakat di samping kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang fungsi hutan Mangrove dalam melindungi ekosistem. Sehingga persepsi yang terbentuk terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok masyarakat yang mendukung dan masyarakat yang abai terhadap konservasi hutan Mangrove di Nagari Sungai Pinang. Persepsi masyarakat yang berbeda-beda berkaitan dengan mata pencaharian, lokasi tempat tinggal, pengetahuan mereka terhadap fungsi Mangrove itu sendiri serta interaksi mereka dengan Mangrove dalam kehidupan sehari-hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 8