cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
PERBANDINGAN PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis ) DAN EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) PADA TIKUS WISTAR HIPERURISEMIA Waly, Tuswandi Ahmad; Nurbaiti, Nurbaiti; Brajawikalpa, Rama Samara
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Pengetahuan tentang Disabilitas Intelektual terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Disabilitas Intelektual Gini Marta Lestari; Tiar Masykuroh Pratamawati; Gara Samara Brajadenta
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Disabilitas intelektual atau yang sebelumnya disebut dengan retardasi mental merupakan suatu gangguan perkembangan yang ditandai dengan kekurangan atau keterbatasan fungsi intelektual dan perilaku adaptif dengan skor IQ (intelligence quotient) di bawah 70. Onsetnya terjadi sebelum usia anak mencapai 18 tahun. Terdapat banyak faktor penyebab terkait dengan disabilitas intelektual yang telah diklasifikasikan menjadi genetik dan non genetik. Down syndrome dan Fragile-X syndrome (FXS) menjadi dua penyebab genetik paling sering pada disabilitas intelektual. Disabilitas intelektual pada anak menjadi masalah kesehatan yang serius di setiap negara. Di Indonesia, terdapat 38.545 anak dengan disabilitas intelektual yang terdaftar di sekolah luar biasa (SLB). Cirebon memiliki 15 SLB untuk anak-anak dengan disabilitas intelektual dengan jumlah total 975 siswa. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang disabilitas intelektual terhadap tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain Cross sectional yang melibatkan 51 orang tua siswa disabilitas intelektual di SLB-C Pancaran Kasih dan SLBN Budi Utama Kota Cirebon yang didapatkan dengan teknik pengambilan Total Sampling. Data diperoleh dengan pengisian kuesioner kepada responden. Data di analisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual di SLB-C Pancaran Kasih dan SLBN Budi Utama Kota Cirebon (39,2%) memiliki pengetahuan kategori cukup mengenai disabilitas intelektual dan 37,3% memiliki kecemasan yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis data menunjukan P-value <0.001 dan nilai r 0,839 (sangat kuat). Arah korelasi menunjukkan nilai positif, maka hubungan kedua variabel adalah searah (semakin berkurang pengetahuan orang tua tentang disabilitas intelektual maka akan semakin berat tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan orang tua tentang disabilitas intelektual dengan tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual.Kata Kunci: Pengetahuan, Tingkat Kecemasan, Disabilitas Intelektual.ABSTRACTBackground:Intellectual disability or previously referred to asmental retardation is a developmental disorder characterized by lack or limitation of intellectual function and adaptive behavior with an IQ (intelligence quotient) score below 70.The onset occurs before the child reaches the age of 18 years.There are many causal factors associated with intellectual disabilities that have been classified into genetic and non-genetic.Down syndromeandFragile-X syndrome(FXS) are the two most common genetic causes of intellectual disabilities.Intellectual disability in children is a serious health problem in every country.In Indonesia, there are 38,545 children with intellectual disabilities enrolled in outstanding schools (SLB).Cirebon has 15 SLB for children with intellectual disabilities with a total of 975 students. Purpose:To know the relationship of knowledge about intellectual disabilities to the level of anxiety of parents who have children with intellectual disabilities. Method: This study uses observational analytics method withCross sectionaldesign involving 51 parents of intellectually disabled students at SLB-C Pancaran Kasih and SLBN Budi Utama Cirebon which were obtained bytotal sampling technique.The data was obtained by filling out questionnaires to respondents.The data in the analysis with Spearman correlationtest. Result:The majority ofparents who have children with intellectual disabilities in SLB-C Pancaran Kasih and SLBN Budi Utama Cirebon(39.2%)had sufficient category knowledge of intellectual disabilities and 37.3% had moderate anxiety.The data analysis results showedP-value<0.001 and r value 0.839 (very strong).The correlation direction indicates a positive value, so the relationship of the two variables is in the same direction (the less knowledge parents have about intellectual disabilities, the heavier the level of anxiety of parents who have children with intellectual disabilities). Conclusion: There isa relationshipbetweenparents' knowledge of intellectual disabilities and the level of anxiety of parents who have children with intellectual disabilities.Keywords: Knowledge, Anxiety Level, Intellectual Disability.
PERBANDINGAN RERATA GDS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II : STUDI KEPESERTAAN PROLANIS DI WILAYAH KOTA CIREBON Rahmi Sri Wahyuni; Tissa Octavira Pratiwi; Boyke Sisprihattono
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah kelainan metabolisme heterogen yang ditandai dengan adanya hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, aksi insulin yang rusak atau keduanya. Penyakit DM sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada kesehatan yang cukup besar. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan Prolanis sangat efektif dalam pengendalian status kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup penderita DM tipe 2. Tujuan: Menganalisis perbandingan rerata gula darah sewaktu pada pasien DM tipe 2 peserta prolanis dan bukan peserta prolanis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 97 pasien yang terbagi dalam 50 peserta prolanis dan 47 peserta bukan prolanis. Data diperoleh dari pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan kuesioner. Hasil: Rerata pada gula darah sewaktu peserta prolanis sebesar 164 35,312 mg/dL dan peserta bukan prolanis 239 73,235 mg/dL, berdasarkan uji T Independent menunjukkan nilai p < 0,001. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan yaitu rerata GDS peserta prolanis lebih rendah dibanding bukan peserta prolanisKata Kunci: Diabetes Melitus, Prolanis, GDS
Membuktikan Pengaruh Jus Buah Pare (Momordicacharantia L) Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan Irma Yasmin; Neng Ayu Nurhasanah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada era globalisasi terjadi pergeseran dari penyakit menular kepenyakit tidak menular, se­makin banyak muncul penyakit degenerative salah satunya adalah Diabetes Mellitus (DM). DM ada­lah suatu penyakit degeneratif yang cukup banyak, dimana tubuh penderitanya tidak bias secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan pengaruh jus buah pare terhadap perubahan kadar glukosa darah pada Tikus Galur Wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian Experiment Design dengan desain Pretest and Postest control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus galur wistar. Untuk mengukur kadar glukosa darah, diukur dari  darah kapiler subjek  sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Instrumen pengukuran menggunakan glucotest. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini terdapat penurunan pada kadar glukosa pada kelompok perlakuan 1 dan 2 pada hari ke-5 setelah perlakuanKata Kunci : jus buah pare, diabetes melitusABSTRACTIn the era of globalization, the shift from infectious diseases to non-infectious diseases increasingly appear, degenerative diseases, one of which is Diabetes Mellitus (DM). DM is a degenerative disease that is pretty much where the sufferer's body can not automatically control the level of sugar (glucose) in the blood. to know the influence of pare juice against the changes toward the blood levels glucose for Galur Wistar mice which aloksan induction. This study is the research Experiment Design with the used of design Pretest and Posttest control Design. The population of this study is Galur wistar mice. This research is Experiment Design with design control pretest and Posttest Design. The population in this study are galur wistar rats. To measure blood glucose levels, measured from blood capillaries subjects before treatment (pretest) and after treatment (posttest). Using measurement instruments glucotest. Analysis of the data used in this study is the Wilcoxon. Result There is a decrease in glucose levels in the group of the treatment 1 and 2 on the fifth day after the treatment.Keywords: pare juice, Diabetes Mellitus.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKROFUNGI DERMATOFITA PADA PENDERITA TINEA PEDIS Amanah Amanah; Atik Sutisna; Ricardi Witjaksono Alibasjah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian Isolasi dan Identifikasi Mikrofungi Dermatofita Pada Penderita Tinea Pedis telah dilakukan. Metode yang digunakan Metode Survei dan Deskriptif analisis. Pengambilan sampel uji dilakukan pada 3 pasien penderita Tinea Pedis dengan jenis klinis yang berbeda. Hasil dari  isolasi dan identifikasi pada pasien penderita Tinea corporis adalah mikrofungi dermatofita yang bersifat patogen  yaitu, Epidermophyton floccosum, Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton rubrum dan beberapa diduga mikrofungi yang bersifat  oportunis golongan kontaminan yaitu mikrofungi yang menempel pada inang seperti pada isolasi Aspergillus fumigates dan Aspergillus flavus.Kata Kunci: Isolasi dan Identifikasi, Dermatofita, Tinea PedisIsolation and Identification Research Mikrofungi dermatophytes in Patients with Tinea Pedis has been done . The method used survey method and descriptive analysis . Sampling was performed at 3 test Tinea Pedis patients with different clinical types . The results of the isolation and identification in patients with Tinea corporis is a dermatophyte mikrofungi that are pathogenic ie , Epidermophyton floccosum , Trichophyton mentagrophytes and Trichophyton rubrum and some opportunistic mikrofungi suspected contaminants are mikrofungi groups attached to the host as the isolation of Aspergillus flavus and Aspergillus fumigates . Key Words: Isolation and Identification, dermatophytes, Tinea Pedis
Pendekatan Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam Menghadapi OSOCA (Studi di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung jati Cirebon) Uswatun Khasanah; Catur Setiya Sulistiyana; Tissa Octavira Permatasari; Vivi Meidianawaty
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode pembelajaran yang diterapkan di Fakultas kedokteran adalah Problem based learning (PBL) yaitu suatu metode pembelajaran yang menggunakan kasus untuk membantu mahasiswa mamahami materi. Metode PBL mendorong mahasiswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah. Teknik yang digunakan untuk mengukur pencapaian belajar mahasiswa setelah PBL adalah Objective Student Oral Case Analysis (OSOCA). Ujian ini dilaksanakan secara lisan dan menuntut mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah dalam bentuk kasus, mampu meningkatkan motivasi mahasiswa untuk belajar dan menganalisis suatu kasus secara menyeluruh sesuai kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pendekatan belajar yang digunakan mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon dalam menghadapi ujian OSOCA. Metode penelitian menggunakan studi deskriptif, sampel penelitian sebanyak 135 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 93 mahasiswa (68,9 %) menggunakan deep approach dan sebanyak 42 mahasiswa (31,1 %) menggunakan surface approachKata kunci : Pendekatan belajar, OSOCAABSTRACTOne of the learning methods applied in the Faculty of medicine is Problem Based Learning (PBL). PBL is a learning method that uses cases to help students achieve learning objection. The PBL method encourages students to learn how to work together in groups to find solution the problems. The Assessment technique that used to assess student achievement after PBL is Objective Student Oral Case Analysis (OSOCA). This test requires students to identify problems in the form of cases, and analyze a case as a whole according to competence. This study aims to describe the learning approaches used by students in the Faculty of Medicine, University of Swadaya Gunung Jati Cirebon in facing OSOCA exam. The research method used descriptive study, with 135 students. The result showed that 93 students (68,9%) use deep approach and 42 students (31,1%) using surface approachKeyword : Learning Approach, OSOCA 
Pengaruh Kebiasaan Minum Kopi Terhadap Grade Hipertensi pada Laki-laki Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Larangan Kota Cirebon Friska Lestari; Ignatius Hapsoro Wirandoko; Muhammad Edial Sanif
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi. Konsumsi kopi berkaitan dengan kafein telah lama diketahui dapat meningkatkan tekanan darah. Berdasarkan berbagai penelitian, kopi dapat meningkatkan tekanan darah secara akut. Pengaruh kebiasaan minum kopi jangka panjang terhadap hipertensi pun masih diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan minum kopi dalam jangka panjang terhadap grade hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subyek penelitiaan sebanyak 213 laki-laki usia 15-59 tahun yang menderita hipertensi dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Larangan, diambil secara consecutive sampling. Kebiasaan minum kopi dilihat dari frekuensi dan lamanya minum kopi yang ditanyakan langsung dengan kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearman. Hasil: Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji spearman pada perangkat lunak komputer diperoleh nilai p value 0.081, tidak ada pengaruh kebiasaan minum kopi terhadap grade hipertensi. Simpulan: Tidak ada pengaruh kebiasaan minum kopi terhadap grade hipertensi pada 213 laki-laki penderita hipertensi usia 15-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Larangan kota CirebonKata kunci: Grade Hipertensi, Kebiasaan minum kopi, cross sectional ABSTRACT Introduction: Coffee is one of the most widely consumed beverages. The content of caffeine in coffee has long been known to increase blood pressure. Based on various studies, coffee can increase acute blood pressure. The effect of long-term habitual coffee consumption on hypertension is debatable. This study aims to determine the effects of long-term habitual coffee consumption on grade of hypertension. Methods: This study used an observational analytic study with cross sectional study design. Subjects are 213 men aged 15-59 years who suffer from hypertension and domiciled in the work area of Puskesmas Larangan, taken by consecutive sampling. Habitual coffee consumption viewed from the frequency and duration of coffee is asked directly with the questionnaire. Statistical analysis used is Spearman test. Results: Based on statistical test using spearman test on computer software obtained p value 0.081, there is no effect of habitual coffee consumption on grade of hypertension. Conclussions: There is no effect of habitual coffee consumption on grade of hypertension in 213 men with hypertension aged 15-59 years in the work area of Puskesmas Larangan CirebonKeywords: grade of hypertension, habitual coffee consumption, cross sectional
Hubungan Usia Ibu Hamil Trimester 3 dengan Kecemasan Menghadapi Persalinan pada Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Palimanan Cirebon Ricardi Witjaksono Alibasjah; Kholilatul Izza; Neni Susiloningsih
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKehamilan dapat dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester I, trimester II, dan trimester III. padatiap trimester tersebut wanita hamil akan mengalami perubahan-perubahan fisik dan psikis. Salah satu yang dialaminya adalah kecemasan. Kecemasan pada ibu hamil trimester III dapat menghambatproses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari adakah hubungan usia ibu primigravida trimester III dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kepuh. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data usia ibu primigravida trimester III dengan tingkat kecemasandalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kepuh. Hasil penelitian menggambarkan hubungan yang bermakna antara usia ibu primigravida trimester III dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kepuh, (p=0,018) dengan korelasi (r=-0,309) negatif lemah. Semakin muda usia ibu primigravida makatingkat kecemasan semakin berat.Kata Kunci : usia, primigravida, kecemasanAbstractGestation can be separated into 3 trimesters, 1st Trimester, 2nd Trimester and 3rd Trimester. On each trimester, pregnant mother will encounter physical and emotional alteration.One occuring problem is anxiety. Anxiety on pregnant mothre can disturb labour process. This research intends to look for relation between the age of third timester firstgestation mother with facing labor anxiety level in Kepuh Primary healthcare work area. Research was done by analyzing data of the age of third timester firstgestation mother with facing labor anxiety level in Kepuh Primary healthcare work area. The research results describe significant relation between the age of third timester first gestation other with facing labor anxiety level in Kepuh Primary healthcare work area, (p=0,018) with weak negative correlation (r=-0,309). The younger age of the mother, the higher her anxiety level Keyword : age, firstgestation, anxiety
Karakteristik Individu yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Balita di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Kota Cirebon Tissa Octavira Permatasari; Muhammad Hasbi Trijati
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang : Menurut WHO pada tahun 2003, angka kejadian Tuberkulosis atau TB (batuk lebih dari 3 bulan) di Indonesia adalah 271/100.000 penduduk kendati jumlah penderita per tahunnya 587.000 orang, peringkat ketiga di bawah India dengan jumlah penderita 1.820.369 orang dan Cina dengan 1.447.947 orang per tahun.. Penyakit TB menyerang segala umur dan yang paling rawan adalah usia 1-5 tahun, ini dikarenakan usia 1-5 tahun masih rentan terhadap penularan penyakit. Tujuan       : Untuk menganalisis karakteristik individu yang berhubungan dengan kejadian TB paru balita. Metode : Merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi cross sectional. Sampel yaitu 46 pasien balita yang diduga mengidap TB paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Cirebon. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil analisis dari hubungan pendidikan ibu dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,222), tingkat perilaku ibu dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,000), pekerjaan ibu dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,007), tingkat ekonomi dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,147), riwayat kontak dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,000), imunisasi BCG dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,246), status gizi dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,001), riwayat kehamilan ibu TB dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,116), pemberian ASI eksklusif dengan kejadian TB paru balita (p-value 0,027). Simpulan : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu, tingkat ekonomi, imunisasi BCG, riwayat kehamilan ibu TB dengan kejadian TB paru balita dan terdapat hubungan antara tingkat perilaku, pekerjaan ibu, riwayat kontak, status gizi, pemberian ASI eksklusif dengan kejadian TB paru balita.Kata Kunci          : Karakteristik individu, tuberkulosis paru, anak balita. ABSTRACT Background : According to the WHO in 2003, the incidence of tuberculosis or TB  (coughing more than 3 months) in Indonesia is 271/100.000 people although the number of patients reach 587,000 people per year, the third ranking after India with 1,820,369 patients and China with 1,447,947 patients per year. TB disease attacks all ages and the most vulnerable group is 1-5 years old children because they are susceptible to the disease transmission. Aim: To analyze the individual characteristics associated with the incidence of pulmonary tuberculosis at toddlers. Methods: An observational analytic research using a cross sectional study. The samples consist of 46 toddler patients of suspected pulmonary TB in Community Lung Health Center Cirebon City. The statistical test uses Chi-Square. Results: The analysis results are as follow: relationship of maternal education with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.222), the level of maternal behavior with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.000), mother’s occupation with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.007), the level of economy with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.147), contact history with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.000), BCG immunization with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.246), the nutritional status with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.001), maternal history of mother suffering TB with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.116) and exclusive breastfeeding with toddlers pulmonary TB incidence (p-value 0.027). Conclusion   : The results of the bivariate analysis show that there is no correlation between maternal education, economic level, BCG immunization and maternal history of TB with toddlers pulmonary TB incidence and there is a correlation between the level of maternal behavior, maternal occupation, contact history, nutritional status and exclusive breastfeeding with toddlers pulmonary TB incidence.Keywords              : individual characteristics, pulmonary tuberculosis, toddlers.
Uji Efektifitas Ekstrak Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) untuk Menurunkan Kadar Asam Urat pada Tikus Putih Wistar Jantan yang Dibuat Hiperurisemia Rama Samara Brajawikalpa; Pahmi Budiman S. Basyir; Nuria Nirmala
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kadar asam urat darah yang tinggi dapat menyebabkan gout. Pengobatan namun jika dikonsumsi terus menerus dapat mengakibatkan efek samping, oleh sebab itu diperlukan obat alternatif dengan efek samping minimal dan mudah didapat seperti tempuyung.Tujuan: Membuktikan dosis efektif ekstrak daun tempuyung terhadap penurunan kadar asam urat pada tikus putih jantan yang dibuat hiperurisemia.Metode: Penelitian eksperimental dengan pre-post test with control group design. Sampel menggunakan 36 ekor tikus putih jantan, terbagi menjadi 2 kelompok kontrol (K (-) diberi pakan standar + akuades dan K (+) diberi pakan tinggi purin + akuades) dan 4 kelompok perlakuan (pakan tinggi purin + ekstrak daun tempuyung dosis 0,14 mg/gBB, 0,21 mg/gBB, 0,28 mg/gBB, 0,35 mg/gBB).Hasil: Semua kelompok menunjukan rerata penurunan kadar asam urat yang signifikan (p<0,05). Dengan rerata penurunan kelompok P1 3,17 mg/dL, kelompok P2 4,326 mg/dL, kelompok P3 5,628 mg/dL, dan kelompok P4 6,271 mg/dL.Kesimpulan: Ekstrak daun tempuyung dosis 0,35 mg/gBB paling efektif dalam menurunkan kadar asam urat darah.Kata Kunci : Asam Urat, Ekstrak Daun Tempuyung, Hiperurisemia. ABSTRACTBackground: High level of blood uric acid can cause a gout. Allopurinol is the best choice of drug for decreasing uric acid level in human body but if consume continuously may lead to side effects, therefore an alternative medicine which easily obtained and has minimum side effect is necessary, such as the tempuyung leaves.Aims: Prove the effective dozen of tempuyung leaf extract for reduction of uric acid levels in white male rats made hyperuricemia.Method: Experimental research with Pre-post test with control group design. The samples were 36 male white rats. Rats was divided into 2 control groups ( K(-) are given standar feed+ aquades and K(+) are given high purine feed + aquadest ) and 4 treatment groups (high purine feed + extract tempuyung leaves dozen 0,14 mg/gBB, 0,21 mg/gBB, 0,28 mg/gBB, 0,35 mg/gBB).Result: All groups showed a significant average decrease in uric acid level (p<0,05) with an average declined in group P1 3,17 mg/dL, group P2 4,326 mg/dL, group P3 5,628 mg/dL, group P4 6,271 mg/dL.Conclusion: Tempuyung leaf extract with dozen 0,35 mg/gBB is more effective for reducing the uric acid level in blood.Keywords: Urid Acid, Tempuyung leaf extract, Hyperuricemia

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue