cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Gambaran Kebiasaan Merokok pada Kelompok Petani di Desa Gabus Kulon Indramayu Eni Suhaeni
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Merokok bagi masyarakat Indonesia merupakan kegiatan yang umum dilakukan. Bahaya rokok seringkali diabaikan, meskipun Sebagian besar dari perokok mengetahui efek buruk dari rokokTujuan : Untuk mengetahui gambaran merokok pada kelompok Petani di Desa Gabus Kulon IndramayuMetode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik denga pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari 2020 dengan sampel sebanyak 151 responden. Teknik sampling yang digunakan oleh peneliti adalah (Simple Random Sampling).Hasil : sebanyak 62 (41.1%) dari 151 petani adalah perokok. Berdasarkan jumlah rokok yang dikonsumsi, sebanyak 34 (54.84%) petani merupakan perokok berat, 22 (35.48%) perokok sedang, dan 6 (9,68%) perokok ringan.Kesimpulan : Prevalensi merokok pada petani sebesar 41,1% dan 54.84% petani merupakan perokok berat
STUDI IN VITRO SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) SEBAGAI INHIBITOR α-GLUKOSIDASE Mustika Weni; Mega Safithri
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Daun sirih merah (Piper crocatum) dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas  aktivitas ekstrak etanol, fraksi etil asetat, fraksi n-heksan dan fraksi air daun sirih merah (Piper crocatum) dalam menghambat enzim alfa glukosidase dan menentukan tipe penghambatannya terhadap enzim alfa glukosidase dengan metode Dixon. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol kemudian di fraksinasi dengan menggunakan 3 pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda, yaitu air, etil asetat dan n-heksan. Penentuan aktivitas penghambatan enzim alfa glukosidase dengan metode Dixon. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat daun sirih merah memiliki aktivitas penghambatan paling baik dibandingkan dengan ekstrak etanol 70%, fraksi n-heksan dan fraksi air. Nilai IC50 yang diperoleh fraksi etil asetat daun sirih merah sebesar 743.80 μg/mL, mekanisme penghambatan yang diperoleh adalah penghambatan kompetitif  dengan  nilai Ki sebesar 95 μM. Kata Kunci: Aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase, Dixon, Piper crocatum Piper crocatum is used by the community as a medicinal plant. This study aimed to determine the effectiveness of the activity of ethanol extract, ethyl acetate fraction, n-hexane fraction and water fraction of red betel leaf (Piper crocatum) in inhibiting the alpha glucosidase enzyme and determine the type of inhibition of the alpha glucosidase enzyme using the Dixon method. Extraction was carried out using 70% ethanol as a solvent. The ethanol extract was then fractionated using 3 solvents with different polarity levels, namely water, ethyl acetate and n-hexane. Determination of the inhibitory activity of the alpha glucosidase enzyme by the Dixon method. The results showed that the ethyl acetate fraction of red betel leaf had the best inhibitory activity compared to 70% ethanol extract, n-hexane fraction and water fraction. The IC50 value obtained by the ethyl acetate fraction of red betel leaf was 743.80 g/mL, the inhibitory mechanism obtained was competitive inhibition with a Ki value of 95 M. Keywords: Inhibitory activity of -glucosidase enzymes, Dixon, Piper crocatum
Hubungan Kemampuan Mindfulness terhadap Kecemasan pada Lansia Selama Pandemi COVID-19 Gara Samara Brajadenta; Duddy Fachrudin
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Data dari Badan Organisasi Dunia (WHO) menunjukkan 95% virus corona mengakibatkan kematian pada penduduk dengan usia 60 tahun ke atas. Lansia perlu mendapatkan proteksi dari kemungkinan terpapar COVID-19. Pengelolaan kesehatan mental menjadi isu yang sangat penting pada masa pandemi ini. Strategi koping agar terlepas dari kecemasan atau panik berlebihan dibutuhkan oleh setiap individu, khususnya lansia. Salah satu cara yakni dengan mengembangkan kehidupan yang berkesadaran atau biasa disebut mindfulness. Stres dan kecemasan biasanya berawal dari pikiran-pikiran ruminasi yang otomatis muncul ketika menghadapi suatu situasi. Mindfulness menjadi suatu cara untuk mengelola pikiran tersebut sehingga kecemasan ikut terkendali. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kemampuan mindfulness terhadap kecemasan pada lansia selama pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 300 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi diikutsertakan dalam penelitian. Uji statistik menggunakan chi-square untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil: Kemampuan mindfulness sebagai prediktor kecemasan, didapat kontribusi kemampuan mindfulness dalam mempengaruhi kecemasan sebanyak 83.4% dengan nilai p value 0.00 (p<0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kemampuan mindfulness terhadap kecemasan pada lansia selama pandemic COVID-19. Semakin tinggi kemampuan mindfulness maka semakin rendah kecemasan mengenai Covid-19 dan kemampuan mindfulness dapat memprediksi kecemasan secara signifikan.Kata Kunci: Mindfulness, kecemasan, ruminasi, pandemi COVID-19. ABSTRACTBackground: Data from the World Organization (WHO) shows 95% of the corona virus causes death in people aged 60 years and over. Elderly people need to get protection from the possibility of being exposed to COVID-19. Mental health management is a very important issue during this pandemic. Coping strategies to get rid of anxiety or excessive panic are needed by each individual, especially the elderly. One way is to develop a conscious life or what is commonly called mindfulness. Stress and anxiety usually start from rumination thoughts that automatically arise when faced with a situation. Mindfulness is a way to manage these thoughts so that anxiety is controlled. Purpose: This study aims to analyze the relationship between mindfulness and anxiety in the elderly during the COVID-19 pandemic. Method: This research is an analytical study using a cross sectional design. A total of 300 respondents who fit the inclusion criteria were included in the study. The statistical test used the chi-square test to analyze the relationship between variables. Result: Mindfulness ability as a predictor of anxiety, obtained the contribution of mindfulness ability in influencing anxiety as much as 83.4% with a p value of 0.00 (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between mindfulness skills and anxiety in the elderly during the COVID-19 pandemic. The higher the mindfulness ability, the lower the anxiety about Covid-19 and the mindfulness ability can significantly predict anxiety.Keywords: Mindfulness, anxiety, rumination, the COVID-19 pandemic
Hubungan Antara Berat Badan Lahir Rendah dan Air Susu Ibu Eksklusif Dengan Kejadian Stunting (Studi di Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon) Uswatun Khasanah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi yang diakibatkan kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak pada usia yang sama. Kekurangan gizi dapat terjadi dari sejak lahir hingga usia dua tahun. Tujuan: Untuk menganalisa antara berat badan dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Metode: Case Control, dengan sample 30 kasus dan 30 kontrol. Sample diambil dengan cara simple random sampling. Analisa data dengan menggunakan Chi square dan Odd rasio. Hasil: Terdapat korelasi yang signifikan antara menyusui ASI eksklusif denga kejadian stunting (p=0.03; OR=5.2 CI 95%=1.28-11.52), dan tidak ada korelasi antara BBLR dengan kejadian stunting (p=0.43; OR=2,2 CI 95%= 0.51-9.3). Simpulan: Pemberian ASI eksklusif mempunyai korelasi signifikan dengan stunting. Pemberian ASI tidak ekslusif mempunyai kemungkinan anak mengalami stunting sebesar 5,2 kali lebih tinggi disbanding dengan pemberian ASI eklusif.Kata kunci: BBLR, ASI eksklusif, Stunting
Fastfood dan Rendahnya Aktifitas Fisik Memicu Obesitas Central Pada Mahasiswa Muhammad Duddy Satrianugraha; Fina Sudarni Sukmana
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kelompok umur dewasa muda seperti mahasiswa memiliki krentanan terhadap kejadian obesitas sentral. Terjadinya pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan resiko kejadian obesitas sentral. Pembatasan berskala besar menyebabkan mahsiswa memperoleh pembelajaran daring yang pada akhirnya meningkatkan resiko kejadian obesitas sentral. Metode: Studi ini menggunakan 73 responden mahasiswa. Pengambilan data melibatkan penggunaan kuesioner dan pengukuran lingkar perut. Data kemudian dianalisis untuk melihat korelasi pola konsumsi fast food dan aktifitas fisik terhadap kejadian obesitas. Hasil: studi menunjukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan kekuatan moderat dan arah positif antara pola konsumsi fast food dengan kejadian obesitas. Begitu pula dengan aktifitas fisik yang menunjukan korelasi signifikan dengan kekuatan moderat dan arah positif dengan  kejadian obesitas. Simpulan: Semakin tinggi pola konsumsi fast food dan semakin ringan aktfifitas fisik maka semakin tinggi pula resiko obesitas sentral.Kata Kunci: Fast Food, Aktifitas Fisk, Obesitas sentral, Mahasiswa
MALNUTRISI DAN ANEMIA PADA KEHAMILAN Dini Norviatin; Putri Mela Jelita Lestari; Risnandya Primanagara
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu mengalami kekurangan makanan selama menahun atau kronis yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan pada ibu sehingga kebutuhan ibu hamil akan zat gizi semakin tinggi untuk tidak terpenuhi. Terjadinya KEK diakibatkan oleh kurangnya asupan energi makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak maupun mikronutrien terutama vitamin A, vitamin D, asam folat, zat besi, seng, kalsium dan iodium. Kurangnya zat besi dan asam folat dapat menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berkurang, sehingga terjadi anemia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar Hb dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Beber. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dilakukan pada bulan Maret-April 2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat dari buku kohort ibu bulan Januari-Desember 2019 di Puskesmas Beber Kabupaten Cirebon. Besar sampel 289 responden dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman. Hasil: Analisis kadar Hb dengan kejadian KEK pada ibu hamil didapatkan p-value <0,001 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar Hb dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Beber Kabupaten Cirebon.Kata Kunci: Kadar Hemoglobin (Hb), Kurang Energi Kronis (KEK) Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition where the mother experiences chronic or chronic food shortages which can lead to health problems in the mother so that the needs of pregnant women for nutrients are higher and not fulfilled. The cause of CED is a lack of energy intake from macronutrients such as carbohydrates, protein, and fat or micronutrients, especially vitamin A, vitamin D, folic acid, iron, zinc, calcium and iodine and others. Lack of iron and folic acid can cause hemoglobin (Hb) levels in the blood to change, especially anemia. Aim: This study aims to determine the relationship between Hb levels and the incidence of CED in pregnant women at Beber Public Health Centre. Methods: This study was an analytical observational study with a cross sectional design and was carried out from March to April 2021. This study used secondary data obtained from the maternal cohort book from January to December 2019 at the Beber Public Health Centre, Cirebon Regency. The sample size in this study was 289 and the sample was taken using a simple random sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis with correlation spearman. Results: The results of the analysis of Hb levels with the incidence of CED in pregnant women obtained a p-value <0.001 (p<0.05). Conclusion: Based on the research, there was a significant relationship between Hb levels and the incidence of KEK in pregnant women in the work area of Beber Public Health Centre, Cirebon Regency.Keywords: Hemoglobin Level, Chronic Energy Deficiency (CED).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KEBERSIHAN GENITAL TERHADAP KEJADIAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS PADA SISWI DI SMAN 1 SINDANG INDRAMAYU Thysa Thysmelia Affandi; Triono Adi Suroso
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami fluor albus. Banyak wanita di Indonesia yang tidak tahu tentang fluor albus atau keputihan, sehingga mereka menganggap fluor albus sebagai hal yang sudah biasa dan tidak penting. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi pada usia remaja menyebabkan munculnya kecemasan dan rasa malu. Infeksi fluor albus dapat pula disebabkan oleh kurangnya perawatan remaja putri terhadap alat genitalnya.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku kebersihan genital terhadap kejadian fluor albus patologis pada siswi di SMAN 1 Sindang Indramayu.Metode : Penelitian observasional analitik desain cross sectional yang melibatkan 150 siswi di SMAN 1 Sindang Indramayu kelas XI secara simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Chi Square.Hasil : Sebagian besar responden berusia 17 tahun dengan jumlah 78 siswi (52%), memiliki pengetahuan baik sebanyak 88 siswi (58,7%), memiliki perilaku baik sebanyak 75 siswi (50%), dan yang tidak mengalami fluor albus patologis sebanyak 113 siswi (75,3%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku dengan kejadian fluor albus patologis (keduanya memiliki nilai p < 0,05). Analisis regresi menunjukkan bahwa nilai pengetahuan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kejadian fluor albus patologis dibandingkan perilaku yang dibuktikan dengan nilai OR yang lebih besar.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku kebersihan genital dengan kejadian fluor albus patologis.Kata Kunci : pengetahuan, perilaku, fluor albus patologis.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGHADAPI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Febriyana Intan Aryati; Witri Pratiwi; Ricardi W. Witjaksono Alibasjah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Dismenore merupakan nyeri haid yang umum dialami oleh remaja putri dan berpengaruh terhadap kualitas hidup. Pengetahuan remaja mengenai dismenore serta sikap menghadapinya berperan penting dalam kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap menghadapi dismenore pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment menggunakan desain one group pre-test post-test. Sampel merupakan siswi kelas X dan XI SMAN 1 Kota Cirebon yang berusia 15-17 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi yang berisi pertanyaan mengenai pengetahuan dan sikap menghadapi dismenorea. Penyuluhan diberikan menggunakan media slide show power point. Hasil: Sebelum dilakukan penyuluhan, mayoritas sampel penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang baik (51%) dan tingkat sikap yang kurang (48%) tentang dismenore. Setelah dilakukan penyuluhan, semua sampel memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik tentang dismenore. Penyuluhan meningkatkan pengetahuan sebesar 27.37% (p=0.0001) dan sikap menghadapi dismenore sebesar 76.01% (p=0.0001). Simpulan: Penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap menghadapi dismenore pada remaja putri. Kegiatan penyuluhan mengenai dismenore pada remaja dapat ditingkatkan dan dilakukan secara rutin untuk meningkatkan derajat kesehatan reproduksi remaja.Kata Kunci: dismenore, penyuluhan kesehatan, pengetahuan, sikap, remaja putri
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Perkosaan Dan Tenaga Kesehatan Yang Melakukan Tindakan Aborsi Dengan Usia Kehamilan Lebih Dari 6 Minggu Dihubungkan Dengan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Ouve Rahadiani Permana
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang : Pengaturan tentang praktek aborsi tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan pengecualian pada keadaan tertentu salah satunya kehamilan akibat perkosaan. Salah satu syaratya dilakukan sebelum kehamilan berumur 6 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Tujuan : Mengetahui perlindungan hukum dan implementasi perlindungan terhadap korban perkosaan dan tenaga kesehatan  yang melakukan tindakan aborsi dengan usia kehamilan lebih dari 6 minggu dihubungkan dengan pasal 76 undang-undang nomor 36 tahun 2009. Metode : Menggunakan data sekunder, deskriptif analitis. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil : Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan memberikan perlindungan hukum kepada korban perkosaan dan tenaga kesehatan dalam tindakan aborsi, dengan memenuhi ketentuan batas usia kehamilan tidak lebih dari 6 minggu. Aborsi pada korban perkosaan yang dilakukan pada kehamilan lebih dari 6 minggu, merupakan tindakan pelanggaran undang – undang. Simpulan : Aborsi pada korban perkosaan yang dilakukan pada kehamilan lebih dari 6 minggu merupakan tindakan pelanggaran undang – undang yang mengakibatkan pelakunya terkena ancaman pidana dan tidak dilindungi secara hukum. Namun aborsi atas indikasi perkosaan di atas usia kehamilan 6 minggu perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan perlindungan secara hukum. Kata kunci : Perlindungan hukum, Aborsi, Korban Perkosaan, Tenaga Kesehatan
Hubungan Antara Usia, Pendidikan Pengetahuan Ibu Terhadap kunjungan Ibu Dengan Anak Balita Ke Posyandu Dalam Kegiatan Penimbangan Dan Penimbangan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Talun Kabupaten Cirebon Rizki Imam Fathurrohman; Dini Norviatin; Zulkifli Ahmad
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi yang dihadapi Indonesia.Kunjungan ibu dengan balita ke Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) mempengaruhi kejadian stunting diIndonesia. Gangguan perkembangan dan pertumbuhan pada anak yang tidak terpantau dengan baikmengakibatkan kasus tidak terdeteksi secara dini. Kunjungan ibu balita ke posyandu erat kaitannyadengan perilaku kesehatan. Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi (umur, pendidikandan pengetahuan).Tujuan : Untuk mengetahui hubungan usia, pendidikan dan pengetahuan ibu terhadap kunjungan ibudengan anak balita ke posyandu dalam kegiatan penimbangan dan pengukuran balita di wilayahPuskesmas Talun Kabupaten Cirebon.Metode : Penelitian menggunakan desian cross-sectional observasional analitik dengan menggunakanpurposive sampling. Sampel sebanyak 238 Ibu yang memiliki balita dan sedang berkunjung ke posyanduuntuk penimbangan dan pengukuran balita di wilayah Puskesmas Talun Kabupaten CirebonHasil : Hasil menunjukan hubungan signifikan antara usia ibu dengan kunjungan ibu (p<0,01), antarapendidikan dan kunjungan ibu (p<0,01), antara pengetahuan dan kunjungan ibu (p<0,01),. Analisisregresi logistik menunjukan pengetahuan (OR:7,401) berhubungan kuat dengan kunjungan ibuKesimpulan : Usia ibu, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan berhubungan dengan kunjunganibu ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Talun Kabupaten CirebonKata Kunci : Usia, Pendidikan, Pengetahuan, Posyandu

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue