cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Bawang Putih terhadap Kadar Kolesterol Total, LDL Dan HDL pada Tikus Putih Hiperkolesterol Rama Samara Brajawikalpa; Mirella Gresyalli Kautama
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LATAR BELAKANG: Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh, tetapi jika terjadi peningkatan kolesterol serum di atas batas normal akan menyebabkan hiperkolesterol.Apabila terjadi dalam jangka panjang menyebabkan terbentuknya gumpalan lemak dalam pembuluh darah sehingga dapat berisiko atherosklerosis. Obat golongan statin merupakan obat pilihan utama dalam menurunkan profil lipid pada kasus hiperkolesterol akan tetapi jika dikonsumsi terus menerus secara tidak langsung dapat mengakibatkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi yang mempunyai mekanisme kerja menurunkan profil lipid pada pasien hiperkolesterol.Tanaman bawang putih mengandung senyawa Allicin, niasindan vitamin c.TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang putih terhadap kadar kolesterol total, LDL, HDL pada galur wistar.METODE: Metode penelitian ini penelitian eksperimental dengan Pre and Post Test With Control Group Design menggunakan 40 ekor tikus galur wistar dibagi kedalam delapan kelompok. Kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan 1, 2, 3, 4 dan 5 diberikan dosis ekstrak bawang putih masing-masing 3,6mg, 7,2mg, 10,8mg, 14,4mg dan 18mg.HASIL: Setelah perlakuan terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang putih terhadapkadarkolesterol total, HDL dan LDL dengan nilai p<0,05.KESIMPULAN: Ekstrak etanol bawang putih memiliki pengaruh terhadap kadar kolesterol total, LDL dan HDL. Dosis 3,6mg/200g BB dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan meningkatkan HDL. Semakin tinggi ekstrak etanol bawang putih semakin besar penurunan kadar kolesterol total, LDL dan peningkatan HDL.Kata kunci: BawangPutih, Kolesterol Total, HDL, LDL BACKGROUND: Cholesterol is a type of fat produced by the liver and is needed by the body , but if there was an increase in serum cholesterol above normal limits will lead to hypercholesterolemia . In the event in the long term lead to the formation of fat clots in the blood vessels so that it can be risk to atherosclerosis. Statins are the drug of choice in lowering lipid profile in case of hypercholesterolemia if taken continuously can indirectly cause side effects necessitating alternative therapies that have a mechanism of action of lowering the lipid profile in patients with hypercholesterolemia.Garlic plant compounds Allicin, niasinand vitamin c.OBJECTIVE: The research aimed to determine the effect of ethanol extract of garlic on total cholesterol levels, LDL, HDL, the effective dose of ethanol extract of garlic in white galurwistar rats.METHOD: The research methods is an experimental research with Pre and Post Test With Control Group Designusing 40 galurwistar ratsdivided into eight groups. Normal control group, negative control group, positive control group, the treatment group 1, 2, 3, 4 and 5 is given a dose of garlic extract each 3,6mg, 7,2mg, 10,8mg, 14,4mg and 18mg.RESULT: After treatment there is the effect of ethanol extract of garlic on total cholesterol, HDL and LDL with p < 0.05.CONCLUSION: The ethanol extract of garlic has effects on total cholesterol, LDL and HDL. Dosage 3,6mg / 200g BB can lower total cholesterol, LDL and increase HDL. The higher the ethanol extract of garlic greater the reduction in total cholesterol, LDL and increase HDL. Keywords: Garlic, Total Cholesterol, HDL, LDL 
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB HORMONAL DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEJAKSAN KOTA CIREBON Ruri Eka Maryam Mulyaningsih; Faqih Bawazir Sudrajat
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang:Program KB mempunyai tujuan ganda, yaitu menurunkan tingkat kelahiran dan mewujudkan normakeluarga kecil bahagia dan sejahtera. Namun tidak dapat dipungkiri timbulnya efek lain daripenggunaan alat kontrasepsi khususnya pemakaian alat kontrasepsi hormonal, hal ini dapatmenimbulkan berbagai efek samping diantaranya adalah perubahan berat-badan akseptor jika dibiarkan akan menimbulkan obesitas lama kelamaan, dimana efek tersebut banyak dikeluhkan oleh akseptor. Tujuan:menganalisis hubungan penggunaan KB hormonal dengan kejadian obesitas pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon. Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi dengan desain Cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah Wanita Usia Subur yang aktif sebagai akseptor KB hormonal di Kota Cirebon dengan jumlah responden sebanyak 96 dan ditentukan dengan cara simple random sampling. Hasil: responden mengalami obesitas sebanyak 23 responden dengan presentase 24%, sedangkan responden yang tidak mengalami obesitas sebanyak 73 dengan presentase sebanyak 76%. responden menggunakan kontrasepsi/ KB hormonal jenis suntik/ injeksi sebanyak 61 responden dengan presentase 63,5%, sedangkan responden yang menggunakan kontrasepsi/ KB hormonal jenis pil sebanyak 25 responden dengan presentase 26%, dan reponden yang menggunakan kontrasepsi/ KB hormonal jenis implant sebanyak 10 responden dengan presentase 10, 4%.Berdasarkan besarnya nilai signifikasi (P.value) yang besarnya 0,897 maka Ho (tidak terdapat hubungan) di terima, dan nilai correlation sebesar -0,013 dimana jika nilai correlation korelasi 0,00 sampai 0,20 maka tidak ada korelasi. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara penggunaan KB hormonal pada wanita usia subur terhadap kejadian obesitas di wilayah kerja Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon Kata Kunci:KB hormonal, Obesitas  ABSTRACT Background: Program KB or familly planing program have two purpose which are reduce birth rate andimprove famly living standards. however, can not be denied there are side effect in the usage of contraception especially hormonal contraception, among thouse effect are changes in body weigh, which many user complain.this problem are intresting to study. Aim: to analize the connection between hormonal contraception usege with the prevalence of obesity in women of childbearing age within Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon working area. Method: Observational with cross sectinal desain study were conducted towomen of childbearing ageas hormonal contraception user in cirebon city. 96 samples were observed and was taken using simpel random sampling. Result: 23 or 24% responden were obese, while 73 or 63,5% were not. while 61 respondent were using injection type hormonal contraception, 25 were using pil type hormonal contraception, and 10 respondent uses implant type hormonal contraception.  The resesult shows no statisticl significancy among variabels  with p value of 0,897. While there were no correlation can be establish between the variables(-0,013). Conclusion: there were no corelation between usage of hormonal contraception and obesity within Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon working area. (p=0,897>0,05) Keywords:Hormonal contraception, Obesity
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG AKIBAT KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH PADA SISWA-SISWI SMAN 1 CIKIJING Irene Gunawan; Ayu Falah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sifat remaja memiliki sifat ingin meniru sesuatu hal yang baru dan disamping itu remaja mempunyai kebutuhan akan seksual. Sedangkan gerakan “Keluarga Berencana” menganjurkan untuk menikah pada usia yang relatif dewasa sehingga menghadapi penundaan perkawinan ini para remaja memerlukan penyaluran diri dan informasi yang baik agar terhindar dari berbagai aspek hubungan seks bebas yang akan menimbulkan hal  tidak diinginkan seperti kehamilan remaja di luar nikah.  Tujuan: Membuktikan bahwapenyuluhan kesehatan reproduksi berpengaruh terhadap pengetahuan tentang akibat kehamilan remaja di luar nikah pada siswa-siswi SMAN 1 Cikijing. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental berupa penyuluhan, dengan cara static group comparison. Besar sampel yang digunakan adalah berjumlah 100 sampel yang terdiri dari 50 sampel kontrol dan 50 sampel perlakuan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 100responden di SMAN 1 Cikijing  54  orang atau  54 % memiliki pengetahuan baik mengenai akibat kehamilan remaja di luar nikah dan sisanya 46 orang atau 46% memiliki pengetahuan kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian interpretasi hasil dari uji Chi Square, diperoleh 0,000 nilai significance nya (P-value) adalah 0,000(p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian penyuluhan dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk meningkatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi tentang akibat kehamilan di luar nikah pada remaja. Kata kunci: Penyuluhan, Pengetahuan, Akibat Kehamilan Remaja Di Luar Nikah.  ABSTRACT Background:The nature of teenagers have wanted toimitate nature of something new and besides that have a need for sexual. While the“Keluarga Berencana” movement advocate for marriage at a relatively mature age thus faced delays this marriage adolescents need distribution of self and good information to avoid various aspects of illicit sex which will lead to was not desirable such as teenage pregnancy out of wedlock. Purpose: Proving that reproductive health education effect on knowledge of due to teenage pregnancy outside marriage the students of SMAN 1 Cikijing. Methods: This study wasexperimentalmethodssuch ascounselingby means ofstaticgroupcomparison. The sample sizeusedwascomposedof 100samplesfrom50control samplesand50samples oftreatment. Results:The analysis showed that of the100 respondents in SMAN 1 Cikijing 54 people or 54% had a good knowledge of  the consequences of teenage pregnancy outside marriage and the remaining 46 or 46% had poor knowledge. Based on the interpretation of the research results of the Chi Square test, gained was significance value of 0.000(P-value) is 0.000(p <0.05). Conclusion: Provision of extension can be used as one method to improve reproductive health information about due to pregnancy outside marriage in adolescents. Keywords:Counseling, Knowledge, DueTeen PregnancyOutside of Marriage. 
Pengaruh Kebiasaan Sarapan dan Perilaku Hidup Bersih Sehat terhadap Status Gizi Anak Eni Suhaeni; Uswatun Khasanah; Catur Setiya Sulistiyana; Dela Destiani Aji
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Status gizi adalah kondisi yang mencerminkan keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Masalah kesehatan anak di Indonesia banyak disebabkan oleh status gizi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki status gizi anak adalah membiasakan sarapan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh kebiasaan sarapan dan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap status gizi Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Total responden sebanyak 180 anak kelas 1 sd 6 SD Jatisura Majalengka. Data status gizi diukur langsung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, dan data lain diambil menggunakan kuestioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji rank spearman. Hasil: Sebanyak 121 siswa (67,23 %) memiliki status gizi baik, 27 siswa (15,00%) kurus, dan 18 siswa (10%) obesitas. Data PHBS menunjukan bahwa 124 siswa (68,90%) memiliki kebiasaan PHBS yg baik dan hanya 2 siswa (1,1 %) buruk. Kebiasaan sarapan memiliki pengaruh yang signifikan dengan peningkatan status gizi (p=0001), sedangkan pengaruh PHBS secara statistik tidak signifikan (p=0.084) terhadap peningkatan status gizi anak. Simpulan: Kebiasaan sarapan yang baik mempengaruhi peningkatan status gizi anak.Kata kunci : Status gizi, Kebiasaan Sarapan,  Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).
Perbandingan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang Rutin dan Tidak Rutin Menjalankan Empat Pilar Terapi Pengelolaan Diabetes Melitus Nurbaiti Nurbaiti; Anggi Dwi Safariantini
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan yang serius serta sangat memerlukan penanganan intensif karena mengalami peningkatan jumlah cukup tajam setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2 yang rutin dan tidak rutin menjalankan empat pilar terapi pengelolaan Diabetes Mellitus. Metode penelitian. Penelitian ini adalah studi cross sectional, teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan sampel sebanyak 30 orang dalam tiap kelompok. Hasil penelitian. Berdasarkan hasil pengukuran IMT (indeks massa tubuh), didapatkan pada kelompok Tidak Rutin sebagian besar (43,33%) subyek dengan IMT 23-25 (kg/m2) pada kelompok Rutin sebanyak 36,67%. Hasil pengukuran kadar GDP pada kelompok Rutin dan Tidak Rutin didapatkan perbedaan yang cukup signifikan dengan rerata terjadinya kasus yaitu 1 : 1,6 (46,67% : 76,67% ), GDP kategori buruk terjadi hampir 2 kali lipat pada kelompok Tidak Rutin . Berdasarkan uji Mann-whitney, terdapat perbedaan rerata GDP pada kelompok Rutin dengan Tidak Rutin dengan nilai p=0,000, lebih kecil dari α sebesar 0,05 (p<0,05). Berdasarkan hasil pengukuran GDPP, perbandingan persentase rerata kasus pada kelompok Rutin  dan Tidak Rutin adalah 1:1,44 (60,00% : 86,67%). Berdasarkn uji T independen (tidak berpasangan),terdapat perbedaaan yang signifikan antara GDPP kelompok Rutin dengan Tidak Rutin yaitu dengan  nilai p=0,000, lebih kecil dari nilai α sebesar 0,05 (p<0,05). Simpulan. Rerata GDP dan GDPP Kelompok Rutin lebih rendah dibanding Kelompok Tidak Rutin.Kata Kunci : kadar glukosa darah, diabetes mellitus ABSTRACTBackground. Diabetes mellitus were serious health problems needed intensive treatment due to the increasing case every year. The objective in this study is to know the comparison of blood glucose level on subject with type 2 diabetes mellitus routine and non routine following the four pillars of therapy in the management of Diabetes Mellitus Methods. This is a cross sectional study, sample were collected with simple random sampling, 30 subjects on each group. Result. According to body mass index (BMI) measurement, most subject (43,33%) in non routine group had BMI 23-25 (kg/m2), in routine group 36,67%. According to the measurement, there were significant difference on fasting blood glucose level in routine and non routine group, with ratio 1 : 1,6 (46,67% : 76,67%), according to Mann-whitney test, there were significant difference on mean fasting blood glucose level in Routine and non Routine group with p=0,000, smaller than α 0,05 (p<0,05). According to 2 hours postprandial blood glucose level, comparison of mean percentage in routine and non routine group were 1:1,44 (60,00% : 86,67%). According to unpaired independent T test, there were significant difference on 2 hours postprandial blood glucose level in routine and non routine group with p=0,000, smaller α 0,05 (p<0,05).  Conclusion.  there were significant difference on fasting blood glucose level and 2 hours postprandial blood glucose level in routine and non Routine group. Kata Kunci : blood glucose level, diabetes mellitus 
Perbandingan Kadar Timbal (Pb) pada Buah Jeruk yang Terpapar dengan yang Tidak Terpapar Polusi Kendaraan di Kota Cirebon Muhammad Duddy Satrianugraha; Anisa Genycea
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTimbal (Pb) merupakan senyawa logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik. Pb yang berasal dari asap kendaraan bermotor dapat menempel pada buah yang dijual dipinggir jalan. Jeruk merupakan buah yang kaya akan kandungan asam sitrat, dimana asam sitrat merupakan senyawa yang mampu mengikat logam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan kadar logam Pb pada buah jeruk yang terpapar dengan yang tidak terpapar polusi di kota Cirebon. Metode penelitian merupakan penelitian Experiment Design dengan kelompok Pre-test and Post-test dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata kadar logam Pb kulit dan daging buah jeruk pre-test sebesar 0,0901 mg/kg dan 0,0025 mg/kg,  nilai rata-rata kadar logam Pb kulit dan daging buah jeruk post-test A sebesar 0,14954 mg/kg dan 0,0825 mg/kg sedangkan nilai rata-rata post-test B sebesar 0,0808 mg/kg dan 0,0899 mg/kg. Selisih kadar logam Pb kulit dan daging buah jeruk yang terpapar dengan yang tidak terpapar didapatkan nilai signifikasi sebesar 0.344 dan 0.736 (p>0,05). Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata kadar logam Pb pada buah jeruk yang terpapar dengan yang tidak terpapar polusi kendaraan di kota Cirebon. Kata kunci: Buah jeruk, Polusi kendaraan, Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), Timbal (Pb)ABSTRACTPlumbum (Pb) consist of a very dangerous heavy metal which causing carsinogenic agaent or mutation cells. Pb which from vehicle pollution can patch to fruits in street. Orange fruits is a fruit with so rich of citrus acid, which citrus acid have ability to fasten metal. The purpose of this research was toiIdentify the correlation level of plumbum (Pb) in oranges fruit which exposed to unexposed at Cirebon city. The type of research is experimental design with pre-test group and post-test group which using Atom Absorpsion Spectrofotomettrs methode. The result showed mean level of Pb on group pre-test  is 0,0901 mg/kg  at peel orange fruits and 0,0025 mg/kg  at flash orange fruits, mean level of Pb on group post-test A is 0,14954 mg/kg at peel orange fruits and 0,0825 mg/kg at flash orange fruits while on post-tets B is 0.0808 mg/kg at peel orange fruits and 0.0899 mg/kg at flash orange fruits. The difference level of Pb at peel and flash orange fruits which exposed to unexposude is 0,344 and 0,736 (p>0,05.). The conclusion of research is there are no difference Pb level on oranges fruit which exposed to unexposude vehicle pollution at Cirebon.Key words: Atom Absorpsion Spectrofotometters (AAS), Lead (Pb), Orange, Vehical pollution.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Aseton Teratai Putih (Nymphaeae alba) terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Mariam Ulfah; Ade Irawan; Teguh Adiyas Putra
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Streptococcus pyogenes merupakan salah satu patogen yang banyak menginfeksi manusia.S. pyogenes dapat menyebabkan penyakit invasive seperti infeksi tulang, necrotizing fasciitis, radang otot, meningitis dan endokarditis. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah teratai putih (Nymphaeaealba). Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa yang terkandung di dalam N. alba dengan identifikasi fitokimia, senyawa-senyawa itu antara lain: tannin, asam galat, alkaloid, sterol, flavonoid, tannin terglikosida dan polifenol. Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder  yang memiliki aktivitas antibakteri yang sangat baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji aktivitas antibakteri ekstrak aseton batang, daun dan rimpang teratai putih (N. alba) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes. Metode: Simplisia daun, batang dan rimpang teratai putih dimaserasi dengan aseton selama 3 x 24 jam. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri dengan metode Disc diffusion Kirby-Bauer dengan menggunakan amoksilin sebagai kontrol positif dan DMSO 20%  sebagai kontrol negatif. Hasil: Uji antibakteri menunjukan bahwa ekstrak aseton daun, batang dan rimpang teratai putih memiliki aktivitas antibakteri yang dikategorikan kuat.Dengan zona hambat 27 mm (daun), 18 mm (batang) dan 26 mm (rimpang), diduga bahwa kandungan flavonoid yang terdapat di dalam terata putih yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri ini. Simpulan: Teratai putih memiliki potensi yang cukup besar sebagai agen antibakteri.Kata kunci : Teratai putih, antibakteri, S. pyogenes  ABSTRACTIntroduction: Streptococcus pyogenes is one of the many pathogens that infects humans. S. pyogenes can cause invasive diseases such as bone infection, necrotizing fasciitis, muscle inflammation, meningitis and endocarditis. One plant that has antibacterial potential is white water lily (Nymphaeae alba). Several studies have been conducted to identify compounds contained in N. alba with identification of phytochemicals, these compounds include: tannin, gallic acid, alkaloids, sterols, flavonoids, glycoside tannins and polyphenols. Flavonoids are secondary metabolites that have excellent antibacterial activity. The purpose of this study was to study the antibacterial activity of acetone stem, leaf extract and white lotus rhizome (N. alba) against Streptococcus pyogenes. Methods: Simplicia of leaves, stems and white lotus rhizomes macerated with acetone for 3 x 24 hours. Antibacterial tests were then carried out using the Kirby-Bauer diffusion Disc method using amoxicillin as a positive control and 20% DMSO as a negative control. Results: Antibacterial test results showed that acetone leaves, stem and white lotus rhizome extract had strong antibacterial activity. With a 27 mm inhibition zone (leaf), 18 mm (stem) and 26 mm (rhizome). It is suspected that the content of flavonoids contained in the white water lily is responsible for this antibacterial activity. Conclusions: White water lily has considerable potential as an antibacterial agent.Keywords : White water lily, antibacterial, S. pyogenes
Pengaruh Tingkat Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) Pada Kejadian Ulkus Diabetik di Rs.Roemani Semarang Niklah Zaidah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetik merupakan komplikasi kronik dari diabetes mellitus. Kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya ulkus diabetik. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh tingkat kadar LDL pada kejadian ulkus diabetik, dan untuk mengetahui perbedaan pengaruh tingkat kadar LDL pada kejadian ulkus diabetik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian “Cross sectional”. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data pasien diabetes mellitus periode 1 januari 2011- 31 Desember 2011 di RS.Roemani Semarang. Sampel yang digunakan berjumlah 108 orang. Data penelitian dianalisa dengan uji statistik non parametrik dengan metode analisa deskriptif dan uji Mann-Whitney yang dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman. Uji Mann-Whitney didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh tingkat kadar LDL pada kejadian ulkus diabetik. Serta dari hasil uji korelasi Spearman didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi positif sangat kuat dan signifikan antara pengaruh tingkat kadar LDL dan kejadian ulkus diabetik, dimana semakin tinggi kadar LDL kejadian ulkus diabetik semakin tinggi.Kata Kunci: LDL, Ulkus DiabetikDiabetic ulcers are chronic complications of diabetes mellitus. High LDL levels can cause diabetic ulcers. The study is expected to determine the influence of the level LDL in the incidence of diabetic ulcers and to determine the effect of differences in levels of LDL in the incidence of diabetic ulcer. This study is a type of observational analytic study by the research design "Cross sectional". The research was conducted by collecting data of patients with diabetes mellitus period 1 January 2011- 31 December 2011 in the Semarang Hospital Roemani. The samples used was 108 people. The research data were analyzed with non parametric statistic test by the method of descriptive analysis and Mann-Whitney test, followed by the Spearman correlation test. From the results of Mann-Whitney test showed that there are significant differences between the influence of the levels of LDL on the incidence of diabetic ulcers. As well as from the results of Spearrman correlation test showed that there is a positive correlation is very strong and significant between the influence of the levels of LDL and the incidence of diabetic ulcers, where the higher levels of LDL the incidence of diabetic ulcer is increasing.Key words: LDL, Diabetic Ulcer
Skizofrenia Simpleks (sebuah studi kasus perspektif psikologi) Duddy Fachrudin
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSkizofrenia simpleks merupakan suatu tipe skizofrenia yang tidak lazim yang dicirikan pada perkembangan yang perlahan, namun bersifat progresif dari gejala negatif skizofrenia, seperti ketidakmampuan untuk memenuhi tuntutan masyarakat, dan penurunan kinerja secara menyeluruh. Tidak seperti tipe skizofrenia lainnya (hebefrenik, paranoid, dan katatonik), skizofrenia simpleks sulit ditemukan dan ditentukan diagnosisnya. Diagnostic and Statistical Manual (DSM) V menghapus diagnosis untuk skizofrenia simpleks, namun dalam Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ) III dan International and Classification Diseases (ICD)-10 masih disertakan. Studi kasus ini membahas pasien yang didiagnosis skizofrenia simpleks dengan diagnosis pembandingnya episode depresif berat dengan gejala psikotik. Seorang laki-laki bernama AY, berusia 28 tahun, dan tidak tamat sekolah dasar tidak memiliki figur ayah. Klien AY pernah bekerja secara wajar serta menyukai lawan jenis. Kemunduran fungsi psikologis kemudian terjadi. Simtom negatif dari skizofrenia pada AY sangat menonjol, yaitu sedikit berbicara, afek datar, menarik diri dari pergaulan sosial, minat dan ambisi kurang, dan dorongan vitalitas rendah. AY memiliki ide atau pikiran-pikiran bahwa dirinya bersalah, berdosa, dan memandang sesuatu tampak kotor sehingga terdapat perilaku mencuci yang berulang-ulang. Hasil integrasi tes psikologi menjukkan tanda-tanda patologis, yaitu depresi, cemas berlebihan, dan gangguan afek. Dinamika psikologi AY menunjukkan beberapa pengalaman traumatik pada masa kecil yang direpres. Konflik yang berkembang dengan ibu sehingga menghasilkan kompleks antara ego alien dengan ego.Kata kunci: skizofrenia simpleks, simtom negatif, diagnosis, egoABSTRACTSimple Schizophrenia is an unusual type of schizophrenia characterized by slow, progressive development of negative symptoms of schizophrenia, such as inability to meet community demands, and overall performance degradation. Unlike other types of schizophrenia (hebephrenic, paranoid, and catatonic), simple schizophrenia is difficult to determine the diagnosis. Diagnostic and Statistical Manual (DSM) V cleared the diagnosis for simple schizophrenia, but in the Mental Disorder Diagnostic Classification Guidelines (MDDCG) III and International and Classification Diseases (ICD) -10 are included. This case study discusses patients diagnosed with simple schizophrenia with a comparative diagnosis of severe depressive episodes with psychotic symptoms. A man named AY, aged 28 years, and did not finish primary school has no father figure. He has worked fairly and liked the woman. The decline of psychological function then occurs. The negative symptoms of schizophrenia in AY are very prominent, ie, little speech, flat affects, withdrawal from social intercourse, lack of interest and ambition, and low vitality drive. AY has ideas or thoughts that he is guilty, sinful, and looks at something so dirty that there is repetitive washing behavior. The integration result of psychological tests shows pathological signs, such as depression, anxiety, and affective disorders. The psychological dynamics of AY shows some traumatic experiences in childhood that are repressed. Conflict that develops with the mother so as to produce a complex between alien ego with ego.Keywords: schizophrenia simplex, negative symptom, diagnosis, ego
Gambaran Kadar Gula Darah dan Profil Lipid Pasien Penyakit Jantung di Klinik Jantung Cirebon Kati Sriwiyati; Edial Sanif
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia sebesar 32%. Penyakit jantung umumnya disebabkan adanya aterosklerosis dan proses degeneratif. Faktor resiko penyebab terjadinya aterosklerosis meliputi hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterol, merokok, pola hidup sedenter, dan obesitas. Faktor resiko tersebut dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien penyakit jantung.  Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kadar gula darah sewaktu (GDS) dan profil lipid pasien penyakit jantung di Klinik Jantung Cirebon. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling pada pasien penyakit jantung yang berobat pada tahun 2020 yang memiliki data rekam medis lengkap. Hasil: Usia subjek sebagian besar adalah lansia awal dan lansia akhir (29%). Jenis kelamin laki-laki (53%) lebih banyak dibandingkan perempuan (47%). Sebagian besar mempunyai kadar GDS < 200 mg/dl  (86%). Sebagian besar subjek memiliki kadar kolesterol total < 200 mg/dl (61%) dan 15% memiliki kadar >240 mg/dl. Sebagian besar subjek memiliki kadar trigliserida < 150 mg/dl (54,0%), dan 0,4% memiliki kadar trigliserida >500 mg/dl. Sebagian besar subjek memiliki kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL) 40 - 59 mg/dl (86%) dan 12% memiliki kadar  <40 mg/dl. Sebagian besar subjek memiliki kadar kolesterol low density lipoprotein (LDL) < 100 mg/dl (37%) dan 3% memiliki kadar ³190 mg/dl.. Simpulan: Kadar GDS dan profil lipid pada pasien penyakit jantung di Klinik Jantung Cirebon sebagian besar dalam rentang nilai normal, walaupun beberapa memiliki peningkatan kadar GDS dan profil lipid serta penurunan kadar kolesterol HDL.Kata Kunci : Gula darah sewaktu, Kolesterol total, Trigliserida, Kolesterol LDL, Kolesterol HDL, Penyakit jantung

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue