cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
PENGUKURAN KADAR SGOT DAN SGPT PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ISONIAZID SETELAH PEMBERIAN DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.) Hikmah Fitriani; Adam Aljabar Sugiarto; Isti Noviani
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Gangguan hati oleh karena obat-obatan dapat memberikan efek samping yang toksik pada organ , terutama hati yang dipengaruhi oleh dosis atau lama pemberian obat. Isoniazid merupakan inhibitor enzim yang kuat, yang dapat meningkatkan kadar SGOT dan SGPT di dalam hati. Salah satu tumbuhan yang dapat memberikan efek hepatoprotektif adalah daun kersenTujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak daun kersen terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih jantan yang diinduksi INH.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan pre, post test control group design dengan menggunakan hewan tikus sebagai subjek penelitian. Dengan menggunakan tikus putih jantan 24 ekor sebagai objek penelitian. Peneliti ini menggunakan 4 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri dari 6 ekor tikus putih jantan, kelompok kontrol dengan dosis INH 80 mg/200gBB, perlakuan 1 ekstrak daun kersen dengan dosis 600 mg/200gBB, perlakuan 2 ekstrak daun kersen dengan dosis 1200 mg/200gBB, perlakuan 3 ekstrak daun kersen dengan dosis 1800 mg/200gBB. Penelitian dilakukan selama 14 hari.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang bermakna pada nilai SGPT dan SGOT tikus putih yang diinduksi isoniazid, sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi berupa ekstrak daun kersen dengan dosis 600, 1.200, dan 1.800 mg/200gBB, namun peningkatan SGOT dan SGPT pada penelitian ini dapat ditekan dengan ekstrak daun kersen dengan dosis 1800mg/200gBB.Kesimpulan: peningkatan SGOT dan SGPT pada penelitian ini dapat ditekan dengan pemberian ekstrak daun kersen dengan dosis 1800mg/200gBBKata Kunci: INH, ekstrak daun kersen, SGPT, SGOT.ABSTRACTBackground: Liver disorders due to drugs can have toxic side effects on organs, especially the liver which is affected by the dose or duration of drug administration. Isoniazid is a powerful enzyme inhibitor, which can increase levels of SGOT and SGPT in the liver. One of the plants that can give hepatoprotective effect is cherry leaf (Muntingia Calabura L).Objective: To determine the effectiveness of administration of cherry leaf extract on SGOT and SGPT levels in INH-induced male white rats.Method: This study was an experimental study with a pre, post test control group design using rat animals as research subjects. By using 24 male white rats as research objects. This researcher used 4 groups, namely 1 control group and 3 treatment groups and each group consisted of 6 male white rats, a control group with a dose of INH 80 mg / 200gBB, treatment of 1 extract of cherry leaf at a dose of 600 mg / 200gBB, treatment of 2 extracts Cherry leaves with a dose of 1200 mg / 200gBB, treatment 3 extracts of cherry leaves with a dose of 1800 mg / 200gBB. The study was conducted for 14 days.Results: This study showed that there was a significant increase in the SGPT and SGOT values of isoniazid-induced white mice, before and after the intervention in the form of cherry leaf extract at doses of 600, 1,200 and 1,800 mg / 200gBB, but the increase in SGOT and SGPT in this study can be pressed with cherry leaf extract at a dose of 1800mg / 200gBB.Conclusion: The increase in SGOT and SGPT in this study can be suppressed by administering cherry leaf extract at a dose of 1800mg / 200gBB.Keywords: INH, cherry leaf extract, SGPT, SGOT.
Tingkat Kepuasan Pasangan Keluarga terhadap Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Jawa Barat Catur Setiya Sulistiyana; Yuelsa Febriyanti
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu manajemen untuk balita sakit yang dilaksanakan secara terpadu di Puskesmas.  Ditinjau dari hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) 2007, angka kematian balita sangat tinggi dan masih harus diatasi. Sehingga peningkatan pelayanan program MTBS yang baik diharapkan dapat memberikan kepuasan pada pasangan keluarga untuk ikut berperan dalam mengurangi tingginya permasalahan angka kematian balita tersebut.  Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasangan keluarga terhadap pelayanan manajemen terpadu balita sakit (MTBS).  Metode:Metode penelitian ini adalah deskriptif survey analitik dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dikumpulkan dari 36 responden pasangan keluarga yang membawa balita yang sedang menunggu di poli MTBS puskesmas sitopeng kota cirebon dengan wawancara mendalam dan di pandu kuesioner penelitian. Hasil: Dari 36  pasangan keluarga Responden suami yang membawa balita ke puskesmas sitopeng kota Cirebon merasa puas terhadap pelayanan MTBS dengan tingkat kepuasan 94%, sedangkan sebagian responden istri memiliki tingkat kepuasan sebanyak 88,9%.  Simpulan: Pasangan keluarga merasa cukup puas terhadap pelayanan program MTBS di Puskesmas Sitopeng Kata kunci :Kepuasan pasangan keluarga, MTBS Background: Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) is a pain management for infants conducted in an integrated manner at the health center. Judging from the results of Indonesia Demographic Health Survey (SKDI) 2007, the mortality rate is very high and still must be overcome. Thus improving service good IMCI program is expected to give satisfaction to the partner families to participate in reducing the high mortality rate of the problem. Purpose: This study aims to determine the level of satisfaction of parent with services program Integrated Management of Childhood Illness (IMCI).  Methods: This research method is analytic survey with cross sectional design. Collecting data collected from 36 respondents couple families with children under five who are waiting in poly IMCI sitopeng health center Cirebon city west java using questionnaires, blaside deeph interview. Result: Of the 36 couples families Respondents husband who brings toddler to the sitopeng healt center Cirebon west java is satisfied with the level of satisfaction with the IMCI services 94%, while the majority of respondents had a wife as much as 88.9% satisfaction rate. Conclusion: Couple family feel quite satisfied with the service IMCI program in Healt Center SitopengKey word: Satisfaction of parent, IMCI
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK ODHA DENGAN PENGETAHUANNYA TENTANG TERAPI ARV (STUDI DI KLINIK SEROJA) Ratna Relawati; Wilda Iqrima; Atik Sutisna; Tissa Octavira Permatasari
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTerapi ARV telah mengubah prognosis orang dengan HIV AIDS, tetapi tidak semua pasien mendapat pengetahuan mengenai pengobatan ARV. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pada ODHA dengan pengetahuannya tentang terapi ARV. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional. Besar sampel sebanyak71 responden dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Hubungan antara usia dengan pengetahuan terapi ARV dengan nilai korelasi r spearman (rs) 0.250 ; antara jenis kelamin dengan pengetahuan terapi ARV dengan nilai p 0.207 ; antara pendidikan terakhir dengan pengetahuan terapi ARV nilai korelasi r spearman (rs) 0.102 ; pekerjaan dengan pengetahuan terapi ARV nilai p 0.633.Kata Kunci : karakteristik, pengetahuan, persepsi, VCT, ARVAbstractAntiretroviral therapy has transformed the prognosis of people with HIV- AIDS, but not all patients get knowledge about antiretroviral treatment. The purpose of this research was to analyze the correlation between the caracteristic of ODHA with the knowledge of ARV therapy. This research method was cross sectional design. A sample size of 71 respondents using consecutive sampling technique. The sampling method was consecutivesampling of respondents 71 people. Measuring instrument used was a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The analysis used was a univariate and bivariate analysis. The results showed that most respondents have correlation between age and knowledge of ARV therapy rs 0.250; between the sexes with knowledge of ARV therapy with p value 0.207; among the latest education with knowledge of ARV therapy rs 0.102; work with ARV therapy knowledge p value 0.633Keywords: caracteristic, knowledge, perception, VCT, ARV
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS JUS JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) DENGAN JUS BUAH BIT (Beta vulgaris L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP HEMOGLOBIN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Hikmah Fitriani; Erlangga Permadi Yudha; Atik Sutisna
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Anemia adalah suatu kondisi di mana hemoglobin dalam sel yang terlalu sedikit atau jumlah sel darah merah. prevalensi anemia pada tahun 2011 tertinggi pada balita 42,6%. Pengobatan anemia dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan tetapi obat-obatan ini memiliki efek samping. Salah satu alternatif dalam meningkatkan kadar hemogobin darah dengan memanfaatkan potensi dari buah jambu biji merah dan buah bit.Tujuan: Untuk membandingkan efektifitas jus buah jambu biji merah dan jus buah bit serta kombinasinya dalam peningkatan kadar hemoglobin darah tikus putih jantan.Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post test with control group design dengan menggunakan tikus putih (Rattus novegicus) jantan galur Wistar sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (KK) kontrol kontrol, Kelompok perlakuan (KP) adalah kelompok yang mendapatkan jus jambu biji merah dan jus buah bit, (KP2) jus jambu biji merah dengan dosis 3 ml,(KP3) jus bit dengan dosis 4,5ml,(KP4) kombinasi jus jambu biji merah dan jus bit. Data diuji menggunakan uji one way annova dengan uji Post hoc.Hasil: Terdapat peningkatan kadar hemoglobin pada (KP2) sebesar 11.81g/dl, (KP3) sebesar 13.18 g/dl, (KP4) sebesar 13.94 g/dl.Simpulan: jus jambu biji merah (Psidium guajava L.) dan jus bit (Beta vulgaris L.) serta kombinasinya memiliki efek meningkatkan kadar hemoglobin pada tikus putih anemia.Kata Kunci: Hemoglobin, (Psidium guajava L.), (Beta vulgaris L.), Jus buah jambu biji merah, Jus buah bit.ABSTRACTBackground: Anemia is a condition in which hemoglobin concentration below normal limits. The prevalence of anemia in 2011 in infants was 42.6%. Treatment modalities of anemia mostly consist of drugs but these drugs have side effects. One of treatment alternative is to utilize ing the potential traditional herbs of red guava and beet.Aim: To compare the effectiveness of red guava fruit juice and beet juice and its combination in increasing the blood hemoglobin levels of male white rats.Methods: The study was experimental in nature with a pre and post test design with control group design using white rats (Rattus novegicus) male Wistar strain as research objects. This study used 20 rats which were randomly divided into 4 groups, namely 1 control group and 3 treatment groups. Control group (KK) control control, treatment group (KP) is a group that gets red guava juice and beet juice, (KP2) red guava juice at a dose of 3 ml, (KP3) beet juice at a dose of 4.5 ml, ( KP4) a combination of red guava juice and beet juice. Data were tested using one way annova test with Post hoc test.Results: There is an increase in hemoglobin levels in (KP2) of 11.81g / dl, (KP3) of 13.18 g / dl, (KP4) of 13.94 g / dl.Conclusions: red guava juice (Psidium guajava L.) and beet juice (Beta vulgaris L.) and their combination have the effect of increasing hemoglobin levels in anemic white rats.Keywords: Hemoglobin, (Psidium guajava L.), (Beta vulgaris L.), Guava juice, Beet juice
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN GAWAI DALAM PRAKTIKUM BIOKIMIA KEDOKTERAN Muhammad Duddy Satrianugraha; Tissa Octavira Permatasari
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGawai atau smartphone merupakan perangkat yang menunjang kehidupan moderen saat ini, penggunaan nya sangat luas terutama dikalangan yang melek teknologi. begitupula di dunia pendidikan , penggunaan gawai sebagai sarana pendidikan berkembang dengan sangat pesat. Penggunaan bisa dirasakan oleh mahasiswa sebagai user. Efektifitas penggunaan gawai ini belum dapat terukur karena minim nya penelitian mengenai persepi mahasiswa tentang penggunaan gawai sebagai alat bantu pembelajaran. Pentingnya melihat persepsi mahasiswa sebagai tolak ukur penerapan penggunaan gawai pada proses pembelajaran selanjutnya.Kata kunci: Gawai, Praktikum, Deskriptif
Pengaruh Learning Approach dan Kecemasan dalam Menghadapi Ujian Terhadap Nilai Ujian Akhir Blok di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Sinta Denok; Catur Setya Sulistiyana; Tissa Octavira Permatasari
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswa kedokteran, salah satunya adalah learning approach dan kecemasan. Learning approach sendiri dapat mempengaruhi kecemasan dan keadaan cemas dapat menghambat fungsi kognitif yang berpengaruh pada performa ketika ujian sehingga dapat mempengaruhi nilai ujian. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan learning approach dengan hasil nilai UAB pada mahasiswa kedokteran Unswagati. Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini ialah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang mengikuti ujian UAB, dengan besar sampel 221 mahasiwa dilakukan uji statistik untuk menganalisis hubungan learning approach dan kecemasan dalam menghadapi nilai ujian UAB.Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara learning approach terhadap nilai UAB dengan kekuatan hubungan cukup kuat (0.557), serta terdapat hubungan bermakna antara kecemasan terhadap nilai UAB dengan kekuatan hubungan kuat (0.785). Pengaruh antara learning approach dan tingkat kecemaan terhadap nilai UAB sebesar 68.3% dengan learning approach (47.1%) dan tingkat kecemasan sebesar (16.2%) sisanya di pengaruhi oleh faktor lain yang mempengaruhi nilai UAB. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara learning approach dan tingkat kecemasan dengan nilai UAB.Kata Kunci: Learning approach, kecemasan, UAB.ABSTRACTBackground: There are several factors influencing medical students learning achievement, such as the learning approach and anxiety. However, the learning approach it self can influence the anxiety, which then can be barrier for cognitive function. It affects the performance during the test, so that it can influence the test score. Aim: To analyze the correlation between the anxiety level and learning approach toward the score of End-Blok Test (EBT) achieved by medical students in Swadaya Gunung Jati university, Cirebon. Method: This research was analytical observation along with cross sectional research design. Samples of this research were 221 undergraduate students in Medical Faculty, Swadaya Gunung Jati university, Cirebon, who attented the BFE test. Findings: There was a significant the correlation analysed using learning approach and the EBT score in which the correlation was strong (0.557), and there was also a significant correlation between anxiety and the EBT score along with the strong correlation (0.785). The influence between learning approach and the level of anxiety to EBT value of 68.3% with learning approach (47.1%) and anxiety level (16.2%) the rest influenced by other factors that affect the value of EBT. Conclusion: There is a significant correlation between learning approach and anxiety level toward the score of EBT.Keywords: Learning approach, anxiety, EBT
PENGARUH ANTIINFLAMASI EKSTRAK KULIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) TERHADAP JUMLAH POLIMORFONUKLEAR NEUTROFIL PADA MENCIT YANG DIINDUKSI BAKTERI Eschericia coli Novianti Dwi Puspitasari; Rama Samara Brajawikalpa; Amanah Amanah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji terhadap Berat Badan Berlebih pada Siswa SMAN 1 Kota Cirebon Naufal Nabila Faruq; Witri Pratiwi; M.Duddy Satrianugraha
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Overweight dan obesitas merupakan faktor resiko terjadinya berbagai macam penyakit kronik, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Faktor penyebab overweight dan obesitas pada remaja bersifat multifaktorial, salah satunya adalah sering mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan kalori. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dan frekeuensi fast food terhadap berat badan berlebih pada siswa SMA N 1 Kota Cirebon. Metode: Penelitian observasional ini menggunakan desain cross sectional. Pegambilan sampel menggunakan teknik total sampling kepada 148 responden remaja berusia 14-19 tahun. Hasil: Berdasarkan Uji Spearman didapatkan hasil terdapat hubungan kebiasaan sarapan pagi terhadap berat badan berlebih (p = 0,027) dengan kekuatan korelasi sangat lemah dan terdapat pegaruh frekusensi sarapan pagi terhadap berat badan berlebih (p = 0,002) dengan kukuatan korelasi sangat lemah. Simpulan: Terdapat hubungan kebiasaan sarapan pagi dan frekuensi sarapan pagi terhadap berat badan berlebih pada siswa SMAN 1 Kota CirebonKata Kunci : Fast Food, Sarapan pagi, Berat badan berlebihABSTRACTBackground: Overweight and obesity are risk factors for a variety of chronic diseases, including diabetes, heart disease, and cancer. Factors that cause overweight and obesity in adolescents are multifactorial, one of which is often to consume foods that are high in fat and calories. Objective: To study the effect of breakfast habits and the frequency of fast food on overweight in SMAN 1 student Cirebon city. Method: This study was an observational study using a cross sectional design. Sampling using total sampling techniques to 148 adolescent respondents at the age 14-19 years old. Results: This result based on the Spearman test, showed effect of breakfast habits on overweight (p = 0.027) with very weak correlation strength and there was an effect of the frequency of breakfast on overweight (p = 0.002) with weak correlation strength. Conclusion: There is an effect of breakfast habits and the frequency of breakfast on overweight in SMAN 1 student Cirebon city. Keywords: Fast Food, Breakfast, overweigh
UJI ANTIBAKTERI FRAKSI N-HEKSANA, ETIL ASETAT, DAN AIR DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) WALP.) TERHADAP SALMONELLA TYPHI Kamila Juliana Fatonah; Ruri Eka Maryam; Dadan Ramadhan Apriyanto
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab demam tifoid. Banyak yang melaporkan terjadinya resistensi antibiotik terhadap S. typhi. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan. Beberapa penelitian mengatakan daun salam mengandung zat metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan: Mengetahui efektivitas antibakteri fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air dari daun salam terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 11 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol dan 9 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari fraksi n-heksana, etil asetat, dan air dari daun salam konsentrasi 5 mg/ml, 25 mg/ml, 50 mg/ml. Kelompok kontrol yaitu kontrol positif (K(+)) dengan Cefixime dan kontrol negatif (K(-)) yaitu Dimetil Sulfoksida (DMSO) 10%. Data diuji menggunakan uji One Way Anova dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tamhane. Hasil: Pada uji One Way Anova terdapat perbedaan yang signifikan (p-value < 0,001), terhadap pemberian perlakuan fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air daun salam. Didapat rerata terbesar yaitu pada fraksi air daun salam konsentrasi 50 mg/ml (12 mm). Dilanjutkan dengan uji Pos hoc Tamhane untuk mengetahui perbedaan antar kelompok, didapatkan perbedaan daya hambat pada masing-masing konsentrasi. Simpulan: Fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air dari daun salam (Syzygium polyanthum (Wight)Walp.) memiliki efektivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi.Kata Kunci: Daun salam, Fraksi, Salmonella typhi, Syzygium polyanthum (Wight)Walp.)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L.) TERHADAP GAMBARAN HEPATOSIT PADA HARI TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE-DAWLEY YANG DIINDUKSI SOFT DRINK Hikmah Fitriani; Uftifah Aulina Selvira; Nurbaiti Nurbaiti
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi soft drink berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan perlemakan hati bukan karena alkohol. Buah bit (Beta vulgaris L.) yang mengandung banyak antioksidan sebagai hepatoprotektor. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buat bit (Beta vulgaris L.) dalam mengurangi kerusakan hepatosit pada hati tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague-Dawley yang diinduksi soft drink. Metode: Dilakukan di Laboratorium PAU UGM, Laboratorium PA RSUD Gunung Jati dan Laboratorium Biomedis FK UGJ. Rancangan penelitian post test only group design. Terdiri dari 4 kelompok dengan K1 pakan minum standar, K2 soft drink 6 ml/hari, K3-K4 soft drink 6 ml dengan 4,5 mg/200 gBB (K3) dan 9 mg/200 gBB (K4). Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji Shapiro Wilk dilanjutkan dengan Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Pemeriksaan histopatologi menunjukkan hepatosit K1 dalam keadaan normal, K2 nekrosis zona 3, K3 degenerasi parenkimatosan dan K4 degenerasi hidropik. Tingkat kerusakan pada K1, K2, K3 dan K4 p=0,000. Perbedaan bermakna pada K1 dengan K2, K3, K4 (p=0,001), K2 dengan K3, K4 (p=0,001), K3 dan K4 tidak memiliki perbedaan bermakna (p=0,209). Simpulan: Ekstrak buah bit dosis 4,5 mg/200 gBB dan 9 mg/200 gBB memiliki efek hepatoprotektif yang sama dalam mencegah kerusakan hepatosit. Kata kunci: bit, Beta vulgaris, soft drink, hepatoprotektif.ABSTRACTBackground: Excessive consumption of soft drinks in the long term can cause fatty liver not due to alcohol. Beetroot (Beta vulgaris L.) which contains many antioxidants as hepatoprotectors. Objective: To determine the effect of beetroot extract (Beta vulgaris L.) in reducing hepatocyte damage in the liver of male white rats (Rattus norvegicus) Sprague-Dawley strain induced by soft drink. Methods: Conducted at the Laboratory of PAU UGM, Laboratory of PA at Gunung Jati Hospital and Biomedical Laboratory of FK UGJ. The research design is post test only group design. Consisting of 4 groups with K1 standard drinking feed, K2 soft drink 6 ml/day, K3-K4 soft drink 6 ml with 4.5 mg/200 gBW (K3) and 9 mg/200 gBW (K4). The research data were statistically analyzed using the Shapiro Wilk test followed by Kruskal-Wallis and Mann Whitney. Results: Histopathological examination showed normal K1 hepatocytes, zone 3 necrosis K2, K3 parenchymatous degeneration and K4 hydropic degeneration. Damage level at K1, K2, K3 and K4 p=0.000. There was a significant difference between K1 and K2, K3, K4 (p=0.001), K2 and K3, K4 (p=0.001), K3 and K4 had no significant difference (p=0.209). Conclusion: Beetroot extract doses of 4.5 mg/200 gBW and 9 mg/200 gBW had the same hepatoprotective effect in preventing hepatocyte damage. Keywords: beetroot, Beta vulgaris, soft drink, hepatoprotective.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue