cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Hubungan Kebersihan Pribadi dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Kutu Kepala Santriwati di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Tiar M Pratamawati; Ayu SM Hanif
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pedikulosis merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Kebersihan perorangan yang buruk dapat mempengaruhi timbulnya pedikulosis. Kelompok masyarakat yang berisiko tinggi dengan pedikulosis adalah pondok pesantren atau asrama. Cara penularan lewat benda seperti topi, bantal, dan kasur dapat menambah angka prevalensi pedikulosis. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan kebersihan pribadi dan kepadatan hunian terhadap kejadian kutu kepala pada santriwati di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan Tegal.Disain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, populasi adalah santriwati di asrama putri pondok pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan, jumlah sampel 200 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Kuesioner dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki kebersihan pribadi kurang sebanyak 85 (42,5%) dan memiliki hunian yang padat 105 (52,5%). Terdapat hubungan antara kebersihan pribadi (p=0,018) dan kepadatan hunian (p=0,001) dengan kejadian kutu kepala di pondok pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kebersihan pribadi dan kepadatan  hunian dengan kejadian kutu kepala di Pondok pesantren putri Ma’hadut Tholabah Babakan Tegal.Kata Kunci: Kebersihan pribadi, Kepadatan hunian  dan Kutu kepala ABSTRACT Pediculosis is acommon disease and can attack anyone. Poor personal hygiene is one the main causes of pediculosis. People living in boarding school or dormitory have highe risk people of pediculosis. Mode of transmission through objects such as hats, pillows, and mattress can increase the prevalence of pediculosis. This study was done to determine the relationship of personal hygiene and residential density on the incidence of pediculosis on female students at Ma'hadut Tholabah boarding school  in Babakan, Tegal. The study was designed  using analytical cross sectional, and the sample population were 200 female students in the dormitory of Ma'hadut Tholabah Babakan boarding school. Samples were recruited using simple random sampling. The data were obtained using a questionnaire and analyzed with Spearman rank correlation test. The result showed the majority of respondents had less personal hygiene as many as 85 people (42.5%) and live in high density area for as many as 105 people (52.5%). There is a relationship between personal hygiene with pediculosis capitis (p-value=0.018) and the relationship between residential density with pediculosis capitis (p-value= 0.001) in dormitory in Babakan, Tegal. There was a relationship between personal hygiene and residential density with incidence of pediculosis capitis in Ma'hadut Tholabah boarding school in Babakan, Tegal.Key words: Personal hygiene, residential density, and Pediculosis capitis 
Hubungan Persepsi Mahasiswa Terhadap Lingkungan Pembelajaran Dengan Nilai Blok Di Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon R. Yusuf Firdaus Albana; R. Vivi Meidianawaty; Iwan Hermawan
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Lingkungan pembelajaran merupakan implementasi dari pelaksanaan kurikulum di fakultas kedokteran. Lingkungan pembelajaran diperlukan dalam mewujudkan dan membuat operasional kurikulum baru, dan dapat dilihat menggunakan kuisioner DREEM. Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Universitas Sam Ratulamgi menujukan bahwa hasil yang positif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan studi cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 187. Hubungan lingkungan pembelajaran dinilai menggunakan kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi somers dan regresi logistik. Hasil: Berdasarkan analisis data bahwa lingkungan pembelajaran dengan nilai blok berhubungan secara signifikan yaitu (p=0.002). serta terdapat beberapa aspek yang berhubungan secara signifikan yaitu proses pembelajaran (p= 0.000), aspek mahasiswa terhadap dosen (p=0.001), aspek kemampuan akademik (p= 0.000) aspek atmosfir lingkungan belajar (p=0.001), serta aspek lingkungan sosial (p=0.021). Berdasarkan hasil analisis multivariat menunjukan aspek lingkungan pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap nilai blok yaitu persepsi mengenai kemampuan akademik(OR= 4,501,C.I.95%). Simpulan: Lingkungan pembelajaran berhubungan dengan nilai blok. Aspek proses pembelajaran, mahasiswa terhadap dosen, kemampuan akademik, atmosfir lingkungan belajar serta aspek lingkungan sosial berhubungan terhadap nilai blok. lingkungan pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap nilai blok yaitu persepsi mengenai kemampuan akdemik. Kata kunci: DREEM, lingkungan pembelajaran, nilai blok. ABSTRACT Introduction : Learning environment is an implementation of a curiculum in faculty of medicine. Learning environment is needed in realizing and making operational in the new curriculum, and can be seen using DREEM questionnaire. From the previous research conducted at the university of Sam Ratulangi showed the result were positive. Methods:This research used observational analytic method with a cross-sectional study. A stratified random sampling technique used for this research with 187 numbers of respondent. The correlation of learning environment measured by questionnaires. Statistical test that used are somers test and logistic regrestion test. Resulst: Based on the result, there is correlation between learning environment and block value (p=0.002). there are some aspects that have same correlation, perception of learning (p=0.000), perception of teachers (p=0.001), academic self-perception (p=0.000), perception of amosphere (p=0.001), and social life perception (p=0.021). Based on the results of multivariate analysis showing the aspects of the learning environment that had the most influence on block values were perceptions of academic ability (OR = 4,501, C.I.95%). Conclusions: Learning environment related to block values. Aspects of the perception of learning, perception of teachers, academic self-perception, perception of atmosphere and social life perception are relate to the value of the block. the most influential learning environment for block values is academic self perception. Key words: DREEM, Learning environment, block value
Pengaruh Senyawa Allicin dalam Ekstrak Bawang Putih terhadap Perkembangbiakan Bakteri Escherichia Coli Sentot Alisjahbana; Sri Hendratmo; Yandri Naldi
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bawang putih ( Allium sativum Linn ) merupakan salah satu tanaman obat yang sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat. Bawang putih diketahui dapat digunakan sebagai antibakteri.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas senyawa Allicin dalam ekstrak bawang putih terhadap perkembangbiakan Escherichia coli.Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan one shoot case study. Sampel pada penelitian eksperimental ini adalah ekstrak bawang putih ( Allium sativum Linn ) yang dibuat dengan cara maserasi. Untuk menguji aktivitas antibakteri dengan metode dilusi cair, dibagi menjadi 10 kelompok perlakuan dengan konsentrasi 100%, 90%, 80%, 70%, 60%, 50%, 40%, 30%, 20%, 10%.Hasil : Hasil untuk uji aktivitas antibakteri untuk Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak bawang putih terhadap Escherichia coli didapatkan perbedaan bermakna mulai dari konsentrasi ≥ 50%. Dan untuk Kadar Bunuh Minimum (KBM) didapatkan perbedaan bermakna mulai dari konsentrasi ≥ 50%.Kesimpulan : Hasil dari uji aktivitas antibakteri ini adalah bersifat bakterisid terhadap Escherichia coli. KHM dan KBM terhadap  Escherichia coli sama-sama ≥ 50%Kata kunci : Allium sativum Linn, Escherichia coli, efek antibakteri, KHM ( Kadar Hambat Minimum), KBM ( Kadar Bunuh Minimum).
Hubungan antara Ibu Hamil Perokok Pasif dengan Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah di Kota Cirebon tahun 2014-2016 ( Studi di Puskesmas Cangkol, Kesunean, dan Pegambiran) Nadia Ulfa Eka Putri; Ricardi Wicaksono Alibasjah; Uswatun Khasanah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKBayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyumbang tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Kejadian BBLR berhubungan dengan banyak faktor diantaranya adalah paparan asap rokok pada ibu hamil yang dapat mempengaruhi suplai oksigen dari tubuh ibu ke janin dan plasenta. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara ibu hamil perokok pasif dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Cangkol, Kesunean, dan Pegambiran Kota Cirebon periode tahun 2014-2016. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan case control study. Kelompok kasus adalah ibu dengan bayi yang lahir dengan berat kurang 2500 gr, dan kelompok kontrol adalah bayi dengan berat ≥ 2500 gr. Jumlah sampel kasus dan kontrol masing-masing adalah 108 sampel dan 216 sampel. Analisis data menggunakan tabel 2 x 2 untuk mendapatkan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ibu hamil perokok pasif dengan bayi berat lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Cangkol, Kesunean, dan Pegambiran Kota Cirebon. Nilai  Odds Ratio sebesar 7,06 artinya ibu hamil perokok pasif mempunyai kemungkinan 7,06 kali melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang bukan perokok pasif. (OR = 7.06; CI 95% 3.73, 13.36; p = 0,000).Kata Kunci: Perokok pasif, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ABSTRACTLow birth weight babies (LBW) is one of the contributors for high Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia. The phenomenon of LBW is associated with many factors including the exposure of cigarette smoke to the pregnant women that can affect the supply of oxygen from the mother's body to the fetus and placenta. The Purpose of this Research is to know the correlation between pregnant passive smokers and the cases of LBW in Cangkol Community Health Centre, Kesunean Community Health Centre, and Pegambiran Community Health Centre in Cirebon city in 2014-2016. This research is an analytical observational research using case control study. The case groups are the mothers with their babies born in less than 2500 gr weighs, and the control groups are the babies in ≥ 2500 gr weighs. The number of case and control samples are 108 samples and 216 samples. The data analysis is using table 2 x 2 to get Odds Ratio (OR). The result shows there is a significant correlation between pregnant passive smoker and low birth weight baby in the Community Health Centers of Cangkol, Kesunean, and Pegambiran in Cirebon City, Odds Ratio 7.06 means the pregnant passive smokers have possibility of 7.06 times giving birth with low birth weight babies compared with the pregnant women who are not the passive smokers. (OR = 7.06; 95% CI 3.73, 13.36; p = 0,000).Keywords: passive smoker, Low Birth Weight baby (LBW)
Uji Efektivitas Ekstrak Buah Labu Siam (Sechium edule.) dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Tikus Wistar Jantan yang Diinduksi Streptozotosin Febri Yudha Adhi Kurniawan; Uswatun Khasanah; Catur Setiya Sulistiyana
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDiabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin. Pengobatan alternatif yang sering digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus salah satunya adalah buah labu siam karena memiliki kandungan flavonoid, niasin dan kalsium yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak buah labu siam (Sechium edule.) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus wistar jantan yang diinduksi streptozotosin. Penelitian menggunakan eksperimental desain pre dan post test with control  group design. Sampel penelitian sebanyak 30 ekor tikus wistar jantan dibagi 6 kelompok yaitu 3 kelompok kontol (Kontrol Normal,Kontrol Negatif,Kontrol Positif) dan 3 perlakuan ekstrak buah labu siam (Sechium edule.) dengan dosis 21,42,84 mg/200grBB tikus. Analisa data yang digunakan yaitu paired t test dan one way annova . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah squash (Sechium edule.) Dengan dosis 84 mg / 200grBB efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan mean penurunan 154,6. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah Ekstrak squash (Sechium edule.) Efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah dan ada perbedaan yang signifikan pada masing-masing kelompok dengan p <0,05.Kata Kunci:  Diabetes Melitus, Ekstrak Buah Labu Siam (Sechium Edule.), Kadar Glukosa Darah, Streptozotosin.ABSTRACTDiabetes Mellitus is a chronic disease that occurs because the pancreas does not produce enough insulin. Alternative medicine that is often used for the treatment of diabetes mellitus one of them is squash because it has flavonoid content, niacin and calcium that can decrease blood glucose levels. This study was conducted to analyzing the effect of chayote extract (Sechium edule.) to decrease the blood glucose level of male wistar induced by streptozotocin. This research used experimental design, pre dan post test with control  group design. 30 male wistar rats as the sample were divided into 6 groups i.e 3 control groups (normal, negative, and positive control) and 3 experimental groups that were given the chayote extract (Sechium edule.) which the dosage was 21,42,84 mg/200grBB rat. The data was analyzed by paired t test and one way annova . The results showed that fruit squash extract (Sechium edule.) With dose of 84 mg / 200grBB was effective in lowering blood glucose level with mean decrease 154,6. The conclusion is Squash extract (Sechium edule.) was effective to decrease blood glucose levels and there is a significant difference in each group with p <0.05.Key word:  Diabetes Melitus, chayote extract (Sechium Edule.), blood glucose level, Streptozotocin.
Efektivitas Penyuluhan Tumor Payudara dengan Pendekatan Teori Health Belief Model Terhadap Persepsi dan Perilaku Sadari yang Benar pada Siswi Remaja di SMAN 1 Lemahabang Salas Putri Rahayu; Nurbaiti Nurbaiti; Shofa Nur Fauzah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: International Agency for Research on Cancer (IARC) pada  tahun 2012 mengungkapkan terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia. Beberapa penelitian menunjukan bahwa salah satu faktor resiko peningkatan insiden tumor payudara disebabkan oleh kurang tepatnya persepsi dan perilaku deteksi dini kanker  payudara. Belum banyak penelitian eksperimental mengenai penyuluhan dengan pendekatan teori Health Belief Model. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan tumor payudara dengan pendekatan teori Health Belief Model terhadap persepsi dan perilaku SADARI yang benar pada siswi remaja di SMAN 1 Lemahabang. Metode: Penelitian eksperimen semu  dengan pre-test dan post-test pada  69 sampel dari 223 populasi dengan metode simple random sampling untuk membandingkan persepsi dan perilaku SADARI siswi remaja sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan. Hasil: Uji Mann-whitney menunjukan terdapat perbedaan efektivitas penyuluhan tumor payudara dengan pendekatan teori Health Belief Model pada  persepsi kerentanan (p value 0.041) dan  persepsi keparahan (p value 0.019) terhadap tumor payudara, serta persepsi hambatan ( p value 0.032) terhadap SADARI, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas pada persepsi manfaat (p value 0.273). Terdapat perbedaan efektivitas penyuluhan terhadap perilaku SADARI yang benar (p value 0.000) pada siswi remaja di SMAN 1 Lemahabang. Kesimpulan: Penyuluhan tumor payudara dengan pendekatan teori Health Belief Model  lebih efektif dalam  merubah persepsi kerentanan dan persepsi keparahan terhadap tumor payudara, persepsi hambatan terhadap SADARI serta perilaku SADARI yang benar, namun tidak lebih efektif dalam  merubah persepsi manfaat terhadap SADARIKata Kunci: Health Belief Model, Perilaku SADARI, Persepsi Tumor Payudara, SADARI, Tumor Payudara ABSTRACT Introduction: International Agency for Research on Cancer (IARC) in 2012 revealed that trerewere 14,067,894 new cases of cancer and 8,201,575 deaths from cancer all over the world. Based on the research, it shows that one of the risk factors of increasing breast tumors case caused by less presice the perception and behavior regarding early detection of breast cancer. Limited experimental researches with Health Belief Model theory approach counseling, therefore conducted this research. This reaserch aims to know the effectiveness of breast tumor counseling with health belief model theory approach of the perception and correct BSE  females student in SMAN 1 Lemahabang. Methods: This is a quasi-experimental research with pre-test and post-test design in 69 samples from 223 population with simple random sampling method. Results: The Mann-Whitney analysis test showed that there was difference in effectiveness of breast tumor counseling with the Health Belief Model theory approach to the perception of susceptibility (p value 0.041), and the perception of severity (p value 0.019) to breast tumors, and the perception of barrier (p value 0.576) to BSE, however there is not difference in effectiveness to the perception of benefit (p value 0.273). Conclutions: There was difference in effectiveness of correct BSE behavior (p value 0.000) in adolescent student. Breast tumor counseling using Health Belief Model theory approach was more effective in changing perceptions of susceptibility and perception of severity of breast tumors, perceptions of barriers of BSE and correct BSE behavior, however it’s not effective in changing perceptions of  benefits of BSE in adolescent girls.Keywords: BSE  Behaviour, Breast Tumor Perception, BSE, Breast Tumor, Health Belief Model
Pengaruh Ekstrak Daun Annona muricata L. Terhadap Ekspresi Caspase 3 Pada Adenokarsinoma Mamma Mencit C3H Hikmah Fitriani; Ruri Eka Maryam; Tissa Octavira Permatasari
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background :Treatment of breast cancer such as surgery, radiotherapy and chemotherapy still has a lot of sideeffects. This can be minimized by using herbal medicine such as Annona muricata L. which works selectively attacking cancer cells.Objective :The aim for this research was to determine effect of Annona muricata L. leaves extract on the caspase 3 expression on adenocarcinoma mammae in C3H mice.Methods : Animalexperiment using Post Test Only Control Group design was done. Twelve C3H mice were inoculted with tumour and were devided into two groups : Control (C) group and the other group was Treatment (T) group with Annona muricata L. leaves extract of dose 1 mg/day. All of the groups were treated for three weeks and then measuring caspase 3 expressi on. Mann Whitney test was conducted to analyze the data.Result : There were significant differences on the caspase 3 expression between control group compared with one group administrated with Annona muricata L. leaves extract of dose 1 mg/day respectively ( p = 0,004) between control group compared with one group administrated with Annona muricata L. leaves extract of dose 1 mg/day( p = 0,004). From the result, median of caspase 3 expression were increased with Control = 0,4 and Treatment = 1,36.Conclution :Annona muricata L. leaves extract can increase caspase 3 expressionKeywords:Annona muricata L. leaves extract, caspase 3, adenocarcinoma mammae
Perbandingan Konsentrasi Garam yang Dikonsumsi dengan Level Tekanan Darah (Studi di Puskesmas Kota Cirebon) Vivi Meidianawaty; Desy Fitriani Sarah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg atau tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg.  Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Konsumsi garam yang berlebihan berhubungan dengan prevalensi hipertensi yang melonjak setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebiasaan konsumsi garam rata-rata perhari terhadap level tekanan darah serta faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Metode. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner food recall dan food frequency kepada 400 responden yang sudah dicek tekanan darahnya, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok kontrol yaitu kelompok pasien hipertensi dan kelompok pasien normotensi. Selain itu diamati apakah ada faktor lain penyebab hipertensi pada responden selain dari faktor konsumsi garam perhari melalui kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji chi square dan uji regresi. Hasil : setelah dilakukan uji statistik terdapat perbandingan konsentrasi garam yang dikonsumsi responden yang menderita hipertensi dengan responden  normotensi (P=0,000), terdapat perbedaan riwayat hipertensi keluarga responden hipertensi dan responden normotensi dimana rata-rata pasien hipertensi mempuyai riwayat keluarga lebih tinggi dibanding responden normotensi (P=0,001), terdapat perbandingan Body Mass Index responden hipertensi dan responden normotensi dimana responden hipertensi rata-rata mempunyai BMI lebih dari normal  (P=0,002) dan terdapat perbadingan  umur responden normotensi dan responden hipertensi, responden hipertensi cenderung berumur 35 tahun keatas (P=0,001). Simpulan : Terdapat perbandingan konsentrasi garam yang dikonsumsi kelompok responden hipertensi dan kelompok normotensi, dimana kelompok hipertensi cenderung mengkonsumsi garam dalam jumlah tinggi. faktor lain seperti umur, riwayat keluarga, BMI turut berperan terhadap level tekanan darah.Kata Kunci: Konsumsi garam, Tekanan Darah, Hipertensi.Background: Hypertension is a condition in systolic blood pressure over 140 mmHg or diastolic blood pressure over 90 mmHg. Hypertension is the third leading cause of death after stroke and tuberculosis, which reached 6.7% of the population of deaths in all age groups in Indonesia. Excessive salt intake is related to the prevalence of hypertension is increasing by the year. This study aimed to compare the consumption habits of salt daily average of the blood pressure levels as well as other factors that influence it. Method. Data were collected through interviews using questionnaires food recall and food frequency to the 400 respondents who had their blood pressure checked, then divided into two groups, namely control group of patients with hypertension and normotensive patient group. Additionally observed if there are other factors causing hypertension in respondents apart from the factor of daily salt intake through a questionnaire. Data were analyzed using chi square test and regression test. Results: After statistical test are the concentration ratio of salt consumed by respondents with hypertension with respondents normotensive (P = 0.000), there is a difference history of hypertension family respondents with hypertension and respondent normotensive where the average hypertensive patients mempuyai family history is higher than respondents normotensive ( P = 0.001), there is a comparison of Body Mass Index respondents hypertension and respondents normotensive where respondents hypertension on average have a BMI of more than normal (P = 0.002) and there is a comparison the respondent's age normotensive and respondents hypertension, respondents with hypertension tend to be aged 35 years or older (P = 0.001). Conclusion: There is a concentration ratio of salt consumed by the group of hypertensive and normotensive group, in which groups of hypertension tend to consume high amounts of salt. Other factors such as age, family history, BMI contribute to blood pressure levels.Key words: Salt consumption, Blood Pressure, hypertension.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Annona Muricata L. Dan Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Ully Tangziyah Fatmala; Dadan Ramadhan Apriyanto; Nurbaiti Nurbaiti
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kadar glukosa darah menjadi salah satu pertanda terhadap gejala penyakit diabetes. Terapi obat standar diabetes adalah metformin. Metformin mempunyai efek samping yang cukup banyak, yaitu pada gastrointestinal, risiko asidosis laktat, defisiensi vit b12. Terapi herbal diyakini sebagai alternatif pengobatan diabetes, salah satunya adalah dengan menggunakan daun sirsak dan binahong. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun sirsak, ekstrak etanol daun binahong, kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan binahong terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur Wistar. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan pre and post test control group design. Hewan coba 35 tikus putih jantan galur Wistar setelah diinduksi streptozotocin nicotinamide, dibagi secara acak kedalam 7 kelompok (n=5), yaitu K1, K2, K3, K4, K5, K6 dan K7. K1 diberi makan standar dan akuades. K2 diberi ekstrak etanol daun sirsak 400mg/kgBB. K3 diberi ekstrak etanol daun sirsak 800mg/kgBB. K4 diberi ekstrak etanol daun binahong 400mg/kgBB. K5 diberi ekstrak etanol daun binahong 400mg/kgBB. K6 kombinasi ekstrak etanol daun sirsak 400mg/kgBB dan binahong 200mg/kgBB. K7 diberi kombinasi ekstrak etanol daun sirsak 800mg/kgBB dan binahong 400mg/kgBB selama 2 minggu. Analisis data menggunakan One way ANOVA dengan pos hoc LSD dan uji parametrik T berpasangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat penurunan kadar glukosa darah secara bermakna (p<0.05) pada K2,K3,K4,K5,K6 dan K7  (dengan masing-masing 111.228 mg/dl, 145.712 mg/dl, 118.888 mg/dl, 142.060 mg/dl, 147.126 mg/dl, 129.966 mg/dl).Kata Kunci: Annona muricata L., Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, glukosa darah. ABSTRACT Increased of blood glucose levels with diabetes is very close, so that elevated blood glucose levels can be one of the common signs of diabetes symptoms. Standard diabetes drug therapy is metformin. Metformin has considerable side effects, namely the gastrointestinal, lactic acidosis risk, vitamin b12 deficiency. Herbal therapy is believed to be an alternative treatment of diabetes, one of them is by using soursop leaves and binahong leaves. The purpose of this research is to know effectivity of ethanol extract of soursop leaves, ethanol extract of binahong leaves, combination of ethanol extract of soursop leaves and binahong leaves to blood glucose level in Wistar strain male rats. This research is experimental with pre and post test control group design. Animals tested 35 male Wistar white rats after induced streptozotocin nicotinamide, divided randomly into 7 groups (n = 5), that is K1, K2, K3, K4, K5, K6 and K7. K1 is fed standard and aquadest. K2 was given ethanol extract of soursop leaves 400mg/kgBB. K3 was given ethanol extract of soursop leaves of 800mg/kgBB. K4 given ethanol extract of binahong leaves 400mg/kgBB. K5 given ethanol extract of binahong leaves 400mg/kgBB. K6 combination of ethanol extract of soursop leaves 400mg/kgBB and binahong 200mg/kgBB. K7 was given a combination of ethanol extract of soursop leaves of 800mg/kgBB and binahong 400mg/kgBB for 2 weeks. Analysis of data using One way ANOVA with LSD hoc post and paired T test. The results showed a significant decrease in blood glucose levels (p <0.05) in K2, K3, K4, K5, K6 and K7 with value blood glucose. (111.228 mg/dl, 145.712 mg/dl, 118,888 mg/dl, 142,060 mg/dl, 147.126 mg/dl, 129.966 mg/dl respectively). Keywords: Annona muricata L., Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, blood glucose.
Refleksi Diri dalam Pendidikan Kedokteran Vivi Meidianawaty
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refleksi adalah proses metakognisi yang menciptakan pemahaman dengan lebih baik mengenai diri dan situasi sehingga tindakan yang akan datang didasari oleh pemahaman ini. Refleksi diri merupakan bagian dari pencapaian kompetensi mawas diri, penerapan dari belajar sepanjang hayat (lifelong learning) dan  self regulated yang menjadi aspek penting dalam pengembangan profesionalisme. Refleksi diri ataupun penilaian diri merupakan bagian yang terpenting dan merupakan salah satu keunggulan self regulated learning. Refleksi diri harus dikuasai oleh mahasiswa dalam proses belajar sehingga mampu mencapai hasil yang lebih optimal. Pada tahap refleksi observasi mahasiswa diminta untuk  mengamati kembali pengalaman dari aktivitas belajar mereka yang telah dijalani. Selanjutnya mahasiswa merefleksikan pengalamannya dan dari hasil refleksi ini mereka akan menarik pelajaran sebagai sebuah pemahaman baru yang akan diterapkan pada pengalaman berikutnya. Untuk mendorong proses refleksi diperlukan adanya feedback dari dosen atau pembimbing. Feedback akan membantu mahasiswa untuk mendeskripsikan kembali pengalaman yang diperolehnya, mengkomunikasikan kembali dan belajar dari pengalaman tersebut melalui. Masih lemahnya kesepakatan mengenai cara penilaian refleksi merupakan suatu hambatan karena penilaian diperlukan untuk mengidentifikasi keefektifan dari strategi pendidikan dan untuk tujuan penelitian. Penilaian juga memiliki pengaruh sebagai sumber feedback (penilaian formatif) dan menentukan yang telah dicapainya tingkat kompetensi (penilaian sumatif). Terdapat beberapa  metode penilaian refleksi yang telah dikembangkan diantaranya yaitu Mayo Evaluation of Reflection on Improvement Tool (MERIT) dan The Reflection Evaluation for Learners’ Enhanced Competencies Tool (REFLECT). Metode MERIT dirancang untuk mengukur kualitas refleksi residen pada situasi yang tidak menyenangkan. Instrumen pada MERIT memiliki validitas dan konsistensiti internal tinggi untuk mengukur beberapa dimensi refleksi diri, refleksi sistem dan manfaatnya. Metode REFLECT  adalah sebuah rubrik baru yang dikembangkan untuk menilai level refleksi mahasiswa. Merupakan pendekatan yang inovatif dan komprehensif karena memasukkan berbagai aspek yang mendasari refleksi, dibandingkan dengan desain-desain penilaian untuk refleksi yang telah ada. Ketika digunakan dengan baik, refleksi akan meningkatkan perkembangan individu. Reflection is a metacognitive process that creates better understanding of yourself and the situation so that the impending action based on this understanding. Self-reflection is part of the attainment of introspection, the implementation of lifelong learning and self-regulated is an important aspect of professional development. Self-reflection or self-assessment is an important part and is one of the benefits of self-regulated learning. Self-reflection must be mastered by the student in the learning process so as to achieve a more optimal results. At this stage of observation reflection students are asked to look back at the experience of their learning activities that have been undertaken. Furthermore, students reflect on his experience and the results of this reflection they will draw lessons as a new understanding that will be applied to the next experience. To encourage the process of reflection is necessary to feedback from lecturers or tutors. Feedback will help the students to describe again the experience gained, communicating back and learn from the experience through. The still weak agreement on how to vote is a reflection of a barrier because the assessment is needed to identify the effectiveness of strategies for educational and research purposes. Ratings also has influence as a source of feedback (formative assessment) and determine who has achieved a level of competence (summative assessment). There are several methods that have been developed ratings reflection among which Mayo Evaluation of Reflection on Improvement Tool (MERIT) and The Reflection Evaluation for Learners' Enhanced Competencies Tool (REFLECT). MERIT method is designed to measure the quality of reflection resident in an unpleasant situation. Instruments on MERIT has validity and high internal konsistensiti to measure multiple dimensions of self-reflection, reflection of the system and its benefits. REFLECT method is a new section that was developed to assess the level of student reflection. Is an innovative and comprehensive approach for incorporating various aspects of the underlying reflection, compared with designs for reflection votes that have been there. When used properly, the reflection will enhance the development of the individual.

Page 7 of 24 | Total Record : 236


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue